INFORMASI UMUM KAMPANYE BANGKIT DAN BERBUAT

Bangkit dan Berbuat Melawan Pemiskinan, Bangkit dan Berbuat untuk Tujuan Pembangunan Milenium

 

KAMPANYE BANGKIT DAN BERBUAT (STAND UP and TAKE ACTION - SUTA) GLOBAL

Apakah Kampanye BANGKIT DAN BERBUAT ?
Kampanye BANGKIT DAN BERBUAT adalah prakarsa yang dilakukan dengan mengumpulkan masyarakat luas untuk bersama-sama berdiri menyatakan komitmen dan melakukan sesuatu secara konkret (berbuat) bagi penanggulangan kemiskinan dan pencapaian tujuan pembangunan milenium. Tiap komponen masyarakat diajak berpartisipasi pada kampanye ini, termasuk pelajar dan mahasiswa, karyawan, pengusaha, sektor swasta dan pekerja profesional, ibu rumah tangga, artis, budayawan, guru, organisasi masyarakat sipil, organisasi keagamaan, lembaga swadaya masyarakat, tokoh agama, masyarakat umum, dan lainnya.

Mengapa Kampanye BANGKIT DAN BERBUAT Dilakukan?
Kampanye BANGKIT DAN BERBUAT dilakukan untuk mengingatkan pemerintah akan janji pemerintah untuk sungguh-sungguh mengerahkan semua upaya dan sumberdaya guna menanggulangi kemiskinan, melalui perbuatan konkret masyarakat secara luas. Janji tersebut dinyatakan oleh 189 Kepala Negara dan Pemerintahan termasuk Indonesia pada tahun 2000 melalui Deklarasi Milenium pada Pertemuan Tingkat Tinggi di markas besar PBB New York.
Janji pemimpin tersebut juga merupakan komitmen yang diikrarkan bagi rakyatnya masing-masing, yang tertuang dalam Tujuan Pembangunan Milenium atau Millennium Development Goals, (MDGs). Hingga kini, baik negara maju maupun Negara berkembang masih perlu didorong untuk memenuhi komitmen tersebut. Dengan perbuatan konkret masyarakat sebanyak-banyaknya, kita perlu mendesak para pemimpin negara dan pemerintahan untuk memenuhi janji menanggulangi kemiskinan dan pencapaian tujuan pembangunan millenium.

Bagaimana Kampanye Bangkit dan Berbuat Dilakukan di Seluruh Dunia?
Kampanye BANGKIT DAN BERBUAT dilakukan serentak dalam waktu 3 X 24 jam pada tanggal 17-19 Oktober 2008 di berbagai belahan dunia secara bersamaan dengan nama STAND UP AND TAKE ACTION (SUTA) Campaign.
Untuk memperlihatkan perbuatan konkret yang dilakukan oleh masyarakat di seluruh dunia, baik di New York, London, New Delhi, Johannesburg, Jakarta, Manila, dan lainnya, dengan mengangkat pesan yang sama yakni solidaritas, dukungan dan tindakan / perbuatan konkret bagi penanggulangan kemiskinan dan pencapaian tujuan pembangunan millenium.Acara intinya adalah melakukan berbagai kegiatan konkret berkaitan dengan 8 tujuan MDGs, yang bias berupa kegiatan memberi makan orang miskin, memberikan pelayanan kesehatan secara gratis bagi ibu hamil dan balita, memberi buku pelajaran bagi pelajar, mengajar untuk pemberantasan buta aksara, menanam pohon, mengurangi penggunaan energi yang berlebihan, dan perbuatan-perbuatan lainnya. Kemudian peserta yang terlibat melakukan perbuatan konkret dihitung. Setelah penghitungan selesai, 2 (dua) orang yang tidak terlibat dalam aksi konkret diminta menandatangani kesaksian formulir penjumlahan yang disiapkan.

Siapa Pemrakarsa Kampanye "STAND UP AND TAKE ACTION"?
Kampanye STAND UP AND TAKE ACTION global diprakarsai oleh badan dari Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yakni Kampanye Milenium atau Millennium Campaign, yang merupakan badan resmi PBB untuk memperkuat inisiatif masyarakat guna memastikan pemenuhan komitmen pencapaian MDGs bersama dengan Jaringan masyarakat sipil untuk Aksi Global melawan Pemiskinan (Global Call to Action against Poverty - GCAP) . Kampanye Milenium dan GCAP menjalin kemitraan dengan berbagai inisiatif dari organisasi masyarakat sipil, pemerintah daerah, legislatif, organisasi perempuan, pemuda, organisasi keagamaan, media massa, dan lainnya. Informasi lebih jauh tentang Kampanye Milenium serta Kampanye "STAND UP AND TAKE ACTION" di negara lain, dapat dilihat pada www.millenniumcampaign.org dan www.whiteband.org.

Tahukah Anda?
Jumlah penduduk miskin di Indonesia mencapai 39 juta orang (17,75%) dari total penduduk sebesar 220 juta orang. (BPS, Maret 2006). Masih ada 28% balita di seluruh Indonesia yang belum memperoleh akses terhadap imunisasi.  Jumlahnya mencapai 1 juta balita, yang memperlihatkan kerentanan mereka terhadap penyakit menular yang bias berakibat kematian (Ringkasan Laporan Perkembangan MDG Indonesia, 2005). Data Sensus Kesehatan tahun 2002-2003 menunjukkan bahwa 48,7 % masalah akses pelayanan kesehatan disebabkan karena kendala biaya, jarak dan transportasi. Ketidaksetaraan jender dalam pendidikan dan lapangan kerja masih berlangsung. Perempuan masih merupakan minoritas dalam angkatan kerja di sektor non pertanian di Indonesia yakni hanya sebesar 28%. (Ringkasan Laporan Perkembangan MDG Indonesia, 2005). Hingga tahun 2003 ada sekitar 57,2 persen gedung SD/MI dan sekitar 27,3 persen gedung SMP/MTs mengalami rusak ringan dan rusak berat.

Sementara alokasi anggaran pemerintah bagi pendidikan baru mencapai 1,3 persen untuk kurun waktu 1999-2001 sementara Malaysia, Thailand dan Filipina telah mengalokasikan sebesar 7,9 persen, 5,0 persen dan 3,2 persen (RPJM 2004-2009). Ada 1 miliar penduduk dunia hidup dengan pendapatan kurang dari $1 per hari. Dan 1,8 miliar penduduk lainnya berjuang untuk hidup dengan kurang dari $2 per hari. Tiap tahunnya 6 juta anak harus meninggal akibat gizi yang buruk sebelum mereka berusia 5 tahun. Dan tiap 3,6 detik satu orang meninggal karena kelaparan. Ada sedikitnya 114 juta anak di seluruh dunia belum bias menikmati pendidikan dasar dan 584 juta perempuan masih buta huruf. Ada empat orang dari tiap sepuluh orang di dunia yang tidak bias memiliki akses sanitasi yang layak; dan dua orang dari tiap sepuluh orang tidak mempunyai akses terhadap sumber air minum yang aman.

KAMPANYE BANGKIT DAN BERBUAT DI INDONESIA

Apa Tema Kampanye BANGKIT DAN BERBUAT?
Kampanye BANGKIT DAN BERBUAT merupakan versi Indonesia dari STAND UP AND TAKE ACTION Campaign, dengan tema sebagai berikut :
17 Oktober : BANGKIT DAN BERBUAT OLEH SEJUTA UMAT
18 Oktober : BANGKIT DAN BERBUAT OLEH SEJUTA PELAJAR
19 Oktober : BANGKIT DAN BERBUAT OLEH SEJUTA KOMUNITAS

Apa Keunikan Kampanye BANGKIT DAN BERBUAT?
Kampanye "BANGKIT DAN BERBUAT" adalah momentum global yang penting, dimana jumlah massa terbesar dari  seluruh dunia akan terbentuk sebagai wujud pernyataan , dukungan dan perbuatan konkrit global terhadap penanggulangan kemiskinan dan pencapaian MDGs. Jumlah massa yang tercipta akan dicatatkan sebagai rekor dunia.
Kampanye Milenium PBB (UN Millennium Campaign) berkoordinasi dengan Guinness World Records untuk mekanisme penghitungan dan verifikasi jumlah dukungan.

Apakah Kampanye BANGKIT DAN BERBUAT di Indonesia juga dihitung dalam Guinness World Records?
Kampanye BANGKIT DAN BERBUAT di Indonesia adalah bagian dari kampanye global, sehingga besarnya jumlah peserta yang mendukung di berbagai lokasi dan kegiatan akan mempengaruhi jumlah kontribusi Indonesia ke Guinness World Record. Dan jumlah dukungan yang dihasilkan di Indonesia juga ingin didaftarkan pada Museum Rekor Indonesia atau MURI.

WAKTU PELAKSANAAN KAMPANYE BANGKIT DAN BERBUAT

Kapan Kampanye BANGKIT DAN BERBUAT Dilakukan?
 Kampanye BANGKIT DAN BERBUAT dilakukan hanya dalam waktu 3 X 24 jam saja, yakni mulai tanggal 17 Oktober 2008 pkl. 17.00 WIB hingga 19 Oktober 2008 pkl. 17.00 WIB.
Disaat yang bersamaan, ratusan bahkan ribuan kegiatan kampanye akan berlangsung serempak dalam waktu 3 x 24 jam di seluruh belahan dunia, termasuk juga di berbagai tempat di Indonesia. Dan karena Indonesia terdiri dari 3 kelompok waktu, maka pelaksanaan Kampanye Bangkit disesuaikan menjadi mulai pukul 18.00 WITA dan 19.00 WIT hingga jam sama keesokan dan dua hari berikutnya.

Mengapa Kampanye BANGKIT DAN BEBRBUAT Dilakukan pada Tanggal 17 -  19 Oktober 2008?
Kampanye global ini dilaksanakan menjelang peringatan Hari Pengentasan Kemiskinan Internasional pada tanggal 17 Oktober. Selain itu juga bertepatan dengan Hari Gelang Putih bagi Seruan Global bagi Aksi Melawan Pemiskinan (White Band Day of the Global Call for Action against Poverty).

PANITIA KAMPANYE BANGKIT DAN BERBUAT

Siapa yang Mengkoordinasikan Kampanye BANGKIT DAN BERBUAT?
Untuk membantu koordinasi, promosi, pendaftaran dan pemantauan penghitungan, serta agar berbagai inisiatif dan kegiatan Kampanye BANGKIT DAN BERBUAT bisa dianggap sah, maka telah dibentuk Panitia Kampanye Bangkit dan Berbuat yang terdiri dari berbagai unsur. Panitia Kampanye Bangkit dan Berbuat terdiri dari berbagai unsur termasuk badan-badan PBB di Indonesia serta organisasi anggota Jaringan Masyarakat Sipil untuk MDGs, organisasi keagamaan, kelompok pemuda dan organisasi kemasyarakatan lainnya; media massa, pemerintah lokal, perusahaan swasta, dll.
Panitia ini bersifat terbuka dan menjalin kerjasama dengan semua pihak yang ingin mendukung pelaksanaan Kampanye BANGKIT DAN BERBUAT.

Apa Peran Lain dari Panitia Kampanye BANGKIT DAN BERBUAT?
Panitia Kampanye BANGKIT DAN BERBUAT juga berfungsi sebagai pusat informasi (clearing house) dan menghimpun penghitungan bagi dukungan terhadap Kampanye BANGKIT DAN BERBUAT di seluruh Indonesia. Panitia Kampanye BANGKIT DAN BERBUAT akan menjalin kerjasama teknis dengan pusat penghitungan profesional untuk mekanisme dan verifikasi lapangan serta pendataan.

Tujuan Pembangunan Millenium (Millennium Development Goals / MDGs) Komitmen Global Melawan Kemiskinan
Tujuan Pembangunan Milenium atau MDGs merupakan komitmen dari 189 pemimpin dunia yang dinyatakan pada tahun 2000, berisi tujuan yang disertai target dan indikator yang terukur & saling mempengaruhi satu sama lain, untuk bisa dicapai pada tahun 2015. Kedelapan tujuan tersebut adalah:
- Menanggulangi kemiskinan dan kelaparan.
- Memenuhi pendidikan dasar untuk semua.
- Mendorong kesetaraan jender dan pemberdayaan perempuan.
- Menurunkan angka kematian balita.
- Meningkatkan kualitas kesehatan ibu melahirkan.
- Memerangi HIV/AIDS, malaria dan penyakit menular lain.
- Menjamin kelestarian fungsi lingkungan hidup.
- Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan.

 

RINCIAN RENCANA KEGIATAN KAMPANYE “STAND-UP AND TAKE ACTION”
KOTA SUKABUMI
17-19 OKTOBER 2008

No.

Konsep Kegiatan

Detail Kegiatan

Waktu

Penanggung Jawab

Keterangan

1.

Sejuta Umat
Jum’at - 17 Oktober 2008

a. Sosialisasi makna konsep MDGs pada anak-anak TK

  • Penanaman rasa kebersamaan melawan kemiskinan
  • Penanaman rasa kepedulian social dan kepedulian pada lingkungan hidup
  • Akan ada semacam pembacaan surat terbuka dari anak-anak TK untuk Walikota Sukabumi

08.30 -10.30

  • Dinas P&K
  • Ikatan Guru Raudatul Anfal
  • Ikatan Guru TK
  • Anak-anak akan di kumpulkan di alun-alun kota Sukabumi
  • Format acara dan kegiatan diserahkan pada IGRA dan IGTK

b. Sosialisasi makna konsep MDGs pada khutbah jum’at di setiap mesjid di kota sukabumi

12.00-13.30

  • Bag. Kesos
  • MUI
  • RMA
  • Depag
  • FKUB
  • Khutbah jum’at di Mesjid Agung akan di sampaikan oleh Prof.Dr. Solehudin Sanusi
  • Naskah Khutrbah jum’at yang akan di bacakan di setiap mesjid akan di susun oleh Prof.Dr. Solehudin Sanusi

c. Sosialisasi makna konsep MDGs pada pengajian ibu-ibu

15.30-17.00

  • Bag. Kesos
  • BKMM
  • MUI
  • Salimah
  • Fatayat NU
  • Dipusatkan di Mesjid Agung Kota Sukabumi
  • Direncanakan akan mengundang penceramah yang menarik (nominative:Aa & Mama Dedeh (indosiar))

d. Pemantapan “ Gerakan Teman Asuh”

09.00-11.00

  • Dinas P&K
  • Kesusteran
  • Sekolah-sekolah milik Yayasan Agama Kristen
  • Dipusatkan di SMA Mardi Yuana

2.

Sejuta Pelajar
Sabtu, 18 Oktober 2008

a. Pengumpulan pelajar , mahasiswa dan santri di GOR Merdeka (Tema:Save Our Youth and Save Our Civilization)

  • Distribusi buku yang telah dikumpulkan sebelumnya kepada para pelajar dari golongan masyarakat yang tidak mampu
  • Dialog pelajar dengan Pemerintah Kota Sukabumi mengenai kebijakan pembangunan bidang pendidikan yang lebih pro-poor.
  • Donor darah dari para pelajar
  • Pemeriksaan kesehatan gratis untuk para pelajar
  • Kampaye anti HIV-AIDS (testimony dari ODA)
  • Kampaye anti Aborsi (Pemutaran film)
  • Kampaye anti rokok (Pemutaran film)
  • Deklarasi harapan pelajar untuk pemda
  • Music Performace

10.00-13.00

  • Dinas P&K
  • Rumah Cemara
  • Ikatan Santri
  • Forum OSIS Kota Sukabumi
  • Buku dikumpulkan dari para pelajar dan juga dari sumbangan took-toko buku dan sponsor lainnya
  • Akan ada “testimony” dari ODA mengenai bahaya sex bebas dan narkoba
  • Akan ada pemutaran film anti rokok

3.

Sejuta Komunitas
Minggu, 19 Oktober 2008

a. Senam pagi bersama di depan Kantor Walikota Sukabumi

06.00-08.00

  • KPO
  • Yayasan Jantung Sehat
  • LLI
  • Akan ada penampilan dari manusia tertua di Kota Sukabumi

b. Pengumpulan masa didepan Kantor Walikota Sukabumi

  • Dialog masyarakat dengan Pemerintah Kota Sukabumi mengenai kebijakan pembangunan yang lebih pro-poor.
  • Donor darah dari para pelajar
  • Pemeriksaan kesehatan gratis
  • Kampanye Bike/Walk to Work
  • Stand informasi HIV-AIDS
  • Deklarasi Kota Sukabumi Santun Lansia
  • Penyerahan pohon untuk ditanam tersebar
  • Music Performance

10.00-13.00

  • Bappeda
  • Setda
  • Dinas Kesehatan
  • RSUD

c. Pembagian paket sembako

13.00-14.30

  • Kantor Sostek
  • Bag. Kesos
  • RSUD
  • Yayasan Budha Suci

Masih tentative