| Home | Berita | Booklet Kota Sukabumi | Forum | Harga Bahan Pokok | perubahan waktu Kamis, 24 April 2014
Berita Utama

4/23/2014
THE 4TH SUKABUMI EXPO 2014 DIIKUTI 220 KUMKM SE WILAYAH BOGOR
 
4/23/2014
MENTERI SOSIAL RI MENYERAHKAN BANTUAN SEBESAR RP. 3.421.800.000,00
 
4/23/2014
WALIKOTA SUKABUMI MEMBUKA THE 4TH SUKABUMI EXPO TAHUN 2014
 
Untitled Document
 
Senin, 7 April 2014
WALIKOTA MENGHARAPKAN PELAKSANAAN PILEG 2014 BERJALAN SUKSES
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Walikota Sukabumi, H. Mohamad Muraz, S.H., M.M. mengharapkan, pelaksanaan Pileg (Pemilihan Umum Legislatif) Tahun 2014, di Kota Sukabumi berjalan sukses, serta aman, tertib dan damai. Dijelaskannya, pelaksanaan Pileg ini, akan diselenggarakan secara serempak di seluruh daerah Indonesia, tepatnya pada hari Rabu lusa, tanggal 9 April 2014, mulai pukul 07.00 WIB sampai dengan selesai.

Adapun indikator kesuksesan dalam pelaksanaan Pileg yang diselenggarakan setiap 5 tahun sekali ini, diantaranya dari aspek besarnya tingkat partisipasi warga masyarakat yang telah memiliki hak pilih, dari aspek ketertiban dan keamanan pelaksanaan, dan dari aspek tetap bersatunya warga masyarakat sebagai sebuah bangsa, yakni bangsa Indonesia, kendati dalam aspirasi dan pilihannya berbeda-beda.

Untuk itu, Walikota Sukabumi kembali menghimbau kepada segenap lapisan warga masyarakat Kota Sukabumi, khususnya yang telah memiliki hak pilih, agar menyalurkan aspirasi dan hak pilihnya pada Pileg Tahun 2014 ini, dengan cara mencoblos di TPS (Tempat Pemungutan Suara), sesuai dengan aspirasi dan pilihannya masing-masing, yang dilakukan secara Jurdil (Jujur dan Adil), serta LUBER (Langsung, Umum, Bebas dan Rahasiah).

Selain itu, Walikota Sukabumi juga menghimbau kepada semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Pileg ini, khususnya kepada KPU, PPK dan PPS, serta Panwaslu, Panwascam dan PPL, termasuk kepada seluruh Aparat Keamanan, yang terdiri dari Anggota Linmas se Kota Sukabumi dan Aparat Kepolisian dari Polres Sukabumi Kota, yang dibantu oleh Aparat dari Kodim 0607 Kota Sukabumi, Yonif 310 Kidang Kancana dan Yon Armed 13 Nanggala Kostrad, agar senantiasa berupaya optimal melaksanakan tugas dengan baik, disertai rasa tanggung jawab dan disiplin yang tinggi. Maksud dan tujuannya, agar pelaksanaan Pileg Tahun 2014 ini, di Kota Sukabumi berjalan sukses, serta aman, tertib dan damai, seperti pada tahun-tahun sebelumnya.

Ditandaskannya, proses Pileg bagi bangsa Indonesia sangat penting dan berarti. Karena secara filosofis merupakan implementasi dari bentuk partisipasi politik rakyat, berupa kehendak rakyat yang dituangkan oleh DPR dalam Undang-Undang, serta dilaksanakan oleh KPU dan Partai Politik, sebagai tempat berhimpunnya para wakil rakyat.

Demikian pula makna Pileg bagi bangsa Indonesia, juga sangat penting dan berarti. Sebab dapat membawa kehendak dan harapan rakyat yang besar, akan adanya perubahan dan perbaikan dalam kehidupan nyata sehari-hari di berbagai bidang, untuk jangka waktu 5 tahun ke depan.

Dikatakannya, kehendak dan harapan rakyat pada pelaksanaan dan proses Pileg ini, merupakan kehendak dan harapan bersama, yakni terpilihnya para wakil rakyat dan pimpinan nasional, yang mendapat legitimasi secara kuat dari rakyat. Dengan demikian, pelaksanaan dan proses Pileg ini, merupakan tugas dan tanggung jawab bersama, serta harus dilaksanakan dan disukseskan secara bersama pula.

Dikatakan pula, kendati secara teknis pelaksanaan Pileg ini merupakan tugas dan tanggung jawab KPU, namun selaku Pimpinan Daerah, Walikota Sukabumi beserta unsur Muspida, KPU dan Panwaslu Kota Sukabumi, senantiasa berupaya optimal, supaya pelaksanaan Pileg ini dapat berjalan dengan baik dan lancar, serta aman, tertib dan damai, dalam nuansa kebersamaan, serta diikuti oleh seluruh warga masyarakat Kota Sukabumi, terutama yang telah memiliki hak pilih.

 
Minggu, 19 Januari 2014
SEGENAP UMAT ISLAM AGAR SUKSESKAN GERAKAN WAKAF AL-QURAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Wakil Walikota Sukabumi, H. Achmad Fahmi, S.Ag., M.M.Pd., menghimbau segenap umat Islam, agar senantiasa berpartisipasi secara aktif, mendukung dan membantu, sekaligus menyukseskan Gerakan Wakaf AL-Quran, yang dilaksanakan Pemerintah Kota Sukabumi, bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sukabumi, Bank AL-Quran Kota Sukabumi, dan Bank Syariah Mandiri Cabang Sukabumi.

Karena Gerakan Wakaf AL-Quran tersebut, seperti dijelaskan Wakil Walikota Sukabumi, sudah dilaunching secara resmi, oleh Walikota Sukabumi, H. Mohamad Muraz, S.H., M.M., pada tanggal 16 Januari 2014, di Halaman Apel Setda Kota Sukabumi, pada acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad Tahun 1435 Hijriyah, dalam rangka memperingati 1 abad atau 100 tahun Hari Jadi Kota Sukabumi, tepatnya yang jatuh pada tanggal 1 April 2014 mendatang.

Adapun maksud dan tujuan dilaksanakannya Gerakan Wakaf AL-Quran tersebut, menurut Wakil Walikota Sukabumi, dalam rangka upaya mendorong semangat umat Islam, untuk senantiasa membaca dan mengamalkan AL-Quran. Berkaitan dengan hal tersebut, Wakil Walikota Sukabumi mengharapkan, Gerakan Wakaf AL-Quran tersebut, dapat dijadikan langkah awal dan stimulant, untuk mendorong semangat umat Islam, supaya dalam setiap melaksanakan kegiatan, tidak terlepas dari ajaran dan tuntunan Kitab Suci AL-Quran. Selain itu, juga untuk mendukung pencapaian Visi Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi Tahun 2013-2018, yakni Dengan Iman dan Taqwa, Mewujudkan Pemerintahan yang Rahmatan Lil Alamin. Ditandaskannya, sebagai bentuk profesionalisme, Panitia Gerakan Wakaf AL-Quran, sedikitpun tidak menerima uang dari para pewakaf atau wakif AL-Quran.

Wakil Walikota Sukabumi mengatakan, bagi umat Islam yang akan mewakafkan AL-Quran ke Bank AL-Quran Kota Sukabumi, bisa datang langsung ke salah satu bank yang ditunjuk oleh Bank AL-Quran Kota Sukabumi dan Panitia Gerakan Wakaf AL-Quran, yakni Bank Syariah Mandiri Cabang Kota Sukabumi. Dikatakan pula, bagi umat Islam yang akan mewakafkan AL-Quran, oleh pihak bank tersebut akan diberi formulir khusus, sekaligus melakukan pembayaran dan akad wakaf. Setelah itu, pihak bank tersebut akan melakukan koordinasi dengan pihak Percetakan AL-Quran, dan pihak percetakan akan mengirimkan AL-Quran ke Bank AL-Quran Kota Sukabumi, sesuai dengan jumlah AL-Quran yang dikehendaki oleh para pewakaf, untuk didistribusikan kembali kepada umat Islam lainnya, melalui MUI Kota Sukabumi dan Pemerintah Kota Sukabumi.

 
Sabtu, 23 November 2013
PELAJAR SMKN 4 KOTA SUKABUMI MEMPRODUKSI BOKS KENDARAAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pelajar SMKN 4 Kota Sukabumi jurusan Teknik Pengelasan, bekerja sama dengan PT Panca Tunggal Bersatu, memproduksi Boks Kendaraan. Adapun proses pembuatan boks kendaraan tersebut, sempat ditinjau oleh Walikota Sukabumi, H. Mohamad Muraz, S.H., M.M., tepatnya pada acara penandatanganan MoU atau nota kesepakatan kerja sama, antara pihak SMKN 4 Kota Sukabumi dengan PT Panca Tunggal Bersatu, sekaligus peluncuran produk tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Walikota Sukabumi mengatakan, pihaknya sangat mendukung sekaligus memberikan apresiasi yang tinggi atas produk karya para pelajar tersebut, khususnya kepada SMKN 4 Kota Sukabumi. Karena SMKN ini, sudah menjalankan amanah serta tugas dan fungsinya secara optimal, khususnya dalam mendidik sekaligus mencetak para pelajar dan lulusan yang terampil dan berdaya saing tinggi, serta dapat menciptakan lapangan kerja bagi para pelajarnya, atau dengan kata lain belajar sambil bekerja. Diharapkannya, sekolah-sekolah lainnya khususnya SMK di Kota Sukabumi, dapat mencontoh sekaligus mengikuti jejak yang dilakukan oleh SMKN 4 Kota Sukabumi.

Sementara Kepala SMKN 4 Kota Sukabumi, H. Didi Sumaryadi, M.Pd. menjelaskan, kerja sama ini merupakan salah satu agenda sekolah yang dipimpinnya. Maksud dan tujuannya, untuk meningkatkan pengetahuan, wawasan dan keterampilan, serta produktivitas para pelajarnya. Dijelaskan pula, selain melakukan kerja sama dalam peningkatan produktivitas pelajar, khususnya dalam pembuatan boks kendaraan, juga melakukan kerja sama dalam peningkatan perekrutan tenaga kerja lulusan, dengan berbagai perusahaan dan industri, baik dari dalam maupun dari luar negeri.

Adapun kerja sama pembuatan boks kendaraan ini, dalam setiap bulan pihaknya ditargetkan antara 50 sampai dengan 60 unit. Karena boks kendaraan ini, sangat diminati oleh para pelaku usaha otomotif. Sedangkan pembuatan untuk satu unit boks kendaraan, dibutuhkan waktu 2 hari, serta dikerjakan oleh 9 pelajar kelas 12 jurusan Teknik Pengelasan. Selain itu, seluruh pelajar yang terlibat dalam pembuatan boks kendaraan ini, diberi uang makan dan transport. Karena selain belajar, para pelajar tersebut juga bekerja. Dikatakannya, dalam kerja sama tersebut, pihak SMKN 4 Kota Sukabumi hanya bertugas membuat dan memasangnya. Sedangkan finishingnya dikerjakan oleh pihak PT Panca Tunggal Bersatu, untuk selanjutnya dijual ke seluruh dealer di Indonesia.

 
Rabu, 20 November 2013
PROGRAMER UKS PUSKESMAS SE KABUPATEN SUKABUMI MELAKUKAN KUNKER
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Sebanyak 58 Programer Usaha Kesehatan Sekolah Pusat Kesehatan Masyarakat (UKS Puskesmas), dari 47 Kecamatan se Kabupaten Sukabumi, hari Rabu, 20 November 2013, melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Kota Sukabumi. Kedatangan ke-58 Programer UKS Puskesmas yang dipimpin oleh Asisten Daerah Bidang Kesejahteraan Rakyat (Asda Bidang Kesra) Setda Kabupaten Sukabumi, Drs. H. Asep Abdul Washit, M.M. ini, diterima secara resmi oleh Kepala Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Sukabumi, Drs. H. Dede Nurdin, S.IP., M.Ag., selaku Sekretaris Tim Pembina (TP) UKS Kota Sukabumi.

Asda Bidang Kesra Setda Kabupaten Sukabumi, Drs. H. Asep Abdul Washit, M.M. menjelaskan, maksud dan tujuan dilaksanakannya kunker ini, dalam rangka study banding sekaligus belajar ke Kota Sukabumi, khususnya yang berkaitan dengan Trias dan Program UKS. Karena sekolah-sekolah di Kota Sukabumi, dari mulai TK dan RA, hingga SMA, SMK dan MA, banyak yang berhasil meraih prestasi, khususnya dalam Lomba Sekolah Sehat (LSS) Tingkat Nasional.

Ditandaskannya, hasil kunker dari Kota Sukabumi ini, akan diterapkan dan dikembangkan, khususnya di sekolah-sekolah di Kabupaten Sukabumi, dari mulai TK dan RA, hingga SMA, SMK dan MA. Maksud dan tujuannya, supaya sekolah-sekolah di Kabupaten Sukabumi, banyak yang berhasil meraih prestasi dalam LSS, seperti sekolah-sekolah di Kota Sukabumi.

Sementara Kepala Bagian Administrasi Kesra Setda Kota Sukabumi, Drs. H. Dede Nurdin, S.IP., M.Ag., atas nama Walikota Sukabumi dan jajaran Pemerintah Kota Sukabumi, mengucapkan selamat datang, seraya memohon maaf yang sedalam-dalamnya, atas berbagai kekurangan dalam penerimaan kedatangan ke-58 Programer UKS Puskesmas se Kabupaten Sukabumi ini.

Selain itu, Kepala Bagian Administrasi Kesra Setda Kota Sukabumi, juga menyampaikan ekspose, khususnya yang berkaitan dengan program kerja, pengelolaan dan arah kebijakan, termasuk peningkatan dan pengembangan TP UKS Kota, TP UKS Kecamatan, Puskesmas dan UKS di seluruh jenjang persekolahan, dari mulai jenjang TK dan RA, hingga jenjang SMA, SMK dan MA.

Adapun sekolah-sekolah yang berhasil meraih gelar juara LSS Tingkat Nasional baru-baru ini, yakni SDN Suryakencana CBM Kota Sukabumi, juara pertama LSS Tingkat Nasional Tahun 2011, dan SMK Negeri 1 Kota Sukabumi, juara ketiga LSS Tingkat Nasional Tahun 2012.

Usai diterima secara resmi oleh Kepala Bagian Administrasi Kesra Setda Kota Sukabumi, dilanjutkan peninjauan ke SDN Suryakencana CBM Kota Sukabumi, didampingi unsur pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Instansi Vertikal terkait lainnya.

 
Senin, 21 Oktober 2013
PRESIDEN INSTRUKSIKAN SEGERA OPERASIKAN JALUR KA SUKABUMI DAN PERBAIKAN INFRASTRUKTUR JALAN
Reporter : Ratna Nurseha
 

foto berita Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mendukung penuh rencana Menteri BUMN Dahlan Iskan untuk mengoperasikan kembali jalur Kereta Api Bogor-Sukabumi. Hal tersebut diungkapkan Presiden saat menyampaikan sambutan pada acara Gotong Royong Perkokoh Gerakan Nasional Memiliki Jaminan Kesehatan Melalui BPJS Kesehatan, Senin, 21 Oktober 2013, di Komplek Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) Lemdikpol, Sukabumi.

Presiden meminta Menteri BUMN untuk segera merealisasikan rencana tersebut dengan tetap memadukan program dan anggaran kementerian perhubungan dalam peningkatan infrastruktur jalan supaya mobilitas manusia dan barang bisa berjalan lebih baik lagi.

Selanjutnya, Presiden juga mengapresiasi Menteri BUMN tampil membuka jalan dan memberi solusi untuk membangun kembali sarana transportasi Kereta Api Bogor-Sukabumi-Cianjur.

"Mudah-mudahan niat baik ini mendapatkan ridho Allah SWT," ucapnya.

Sebelumnya, Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan, Operasional kereta api Bogor-Sukabumi-Cianjur direncanakan setelah menerima banyaknya keluhan dari masyarakat soal sulitnya akses kendaraan jalur darat menuju Sukabumi yang disampaikan langsung oleh Walikota Sukabumi, H. Mohamad Muraz, SH., MM. Pihaknya telah melakukan survei langsung infrastruktur yang telah ada.

“Kami sudah melihat relnya masih bagus, tinggal memfasilitasi kereta dan gerbong-gerbongnya saja,"ungkapnya.

Rencana Menteri BUMN yang disambut respon positif dari Presiden tersebut mendapat sambutan antusias dari warga Kota Sukabumi. Walikota Sukabumi menyatakan merasa gembira karena keluhan warga Kota Sukabumi akan sulitnya akses kendaraan jalur darat dan harapan perbaikan infrastruktur jalan menuju Kota Sukabumi akan segera mendapatkan solusinya.

 
Kamis, 6 Juni 2013
AGAR BERUPAYA OPTIMAL SUKSESKAN PROGRAM WAJARDIK 12 TAHUN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Walikota Sukabumi, H. Muhamad Muraz, S.H., M.M., mengharapkan kepada semua pihak, khususnya seluruh aparat instansi dan lembaga terkait di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, agar senantiasa berupaya optimal menyukseskan program Wajib Belajar Pendidikan (Wajardik) 12 Tahun.

Adapun upaya tersebut, diantaranya dapat ditempuh melalui program retrival, atau menarik anak-anak yang Drop Out (DO) atau putus sekolah, untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan minimal setara Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA). Maksud dan tujuannya, untuk meningkatkan kualitas pendidikannya, baik dari aspek akademik maupun dari aspek perilakunya, ke arah yang lebih baik lagi.

Disamping itu, juga untuk mencapai Visi Pembangunan Kota Sukabumi Tahun 2005-2025, yakni Terwujudnya Kota Sukabumi, Sebagai Pusat Pelayanan Berkualitas Bidang Pendidikan, Kesehatan dan Perdagangan di Jawa Barat, Berlandaskan Iman dan Taqwa, serta Visi Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi tahun 2013-2018, yakni Dengan Iman dan Taqwa, Mewujudkan Pemerintahan Yang Rahmatan Lil Alamin.

Menyinggung upaya untuk mengantisipasi tawuran pelajar, Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi, H. Muhamad Muraz, S.H., M.M. dan H. Achmad Fahmi, S.Ag., M.M.Pd., akan berupaya optimal mengembangkan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Vokasi, untuk dijadikan tempat praktik bagi para siswa SMK Swasta, yang tidak memiliki fasilitas laboratorium yang cukup.

Dikatakannya, selain berupaya optimal menyukseskan program Wajardik 12 Tahun, juga agar senantiasa berupaya optimal membiasakan warga masyarakat, untuk melakukan pola hidup bersih dan sehat. Karena pola hidup tersebut, dapat berpengaruh terhadap penurunan angka kematian ibu dan bayi, serta dapat meningkatkan angka usia harapan hidup.

Sedangkan program yang sangat sulit yang perlu mendapat bantuan dari semua pihak, yakni upaya dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarga. Sebab, kendati program bantuan untuk mengurangi beban warga masyarakat miskin saat ini cukup banyak, khususnya yang dikucurkan oleh pemerintah, namun kuantitas dan kualitasnya masih perlu ditingkatkan dan dikembangkan kembali.

 
Rabu, 17 April 2013
TP UKS KOTA BANDUNG LAKUKAN KUNKER KE TP UKS KOTA SUKABUMI
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Tim Pembina Usaha Kesehatan Sekolah (TP UKS) Kota Bandung, hari Rabu, 17 April 2013, melakukan Kunjungan Kerja (Kunker), ke TP UKS Kota Sukabumi. Kedatangan rombongan TP UKS yang dipimpin oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Bandung, H. Ubad Bachtiar, S.H., M.H. ini, diterima secara resmi oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Sukabumi, H. Deden Solehudin, S.Ag., M.M., selaku Ketua Harian TP UKS Kota Sukabumi, bertempat di Operation Room Setda Kota Sukabumi.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Bandung, H. Ubad Bachtiar, S.H., M.H., dalam sambutannya, atas nama Pemerintah Kota Bandung, mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Sukabumi, yang telah berkenan menerima kedatangan rombongan TP UKS Kota Bandung. Adapun jumlah rombongan yang mengikuti kunker ini, seluruhnya mencapai 105 orang, yang terdiri dari unsur Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Tim Penggerak PKK Kota Bandung yang dipimpin oleh Nyonya Hajah Nani Dada Rosada, TP UKS Kota Bandung, dan TP UKS Kecamatan se Kota Bandung.

Sedangkan maksud dan tujuan dilaksanakannya kunker ke TP UKS Kota Sukabumi ini, dalam rangka study banding sekaligus belajar ke TP UKS Kota Sukabumi, untuk membudayakan perilaku hidup sehat warga sekolah dan warga masyarakat Kota Bandung. Karena berdasarkan informasi dari berbagai media massa, baik media cetak maupun media elektronik, Kota Sukabumi sangat berhasil dalam bidang tersebut, baik di tingkat wilayah dan provinsi maupun di tingkat nasional. Ditandaskannya, hasil study banding dan belajar dari Kota Sukabumi ini, akan diterapkan dan dikembangkan di Kota Bandung secara optimal, supaya Kota Bandung dapat berprestasi dalam bidang tersebut, baik di tingkat wilayah dan provinsi maupun di tingkat nasional.

Sementara Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Sukabumi, H. Deden Solehudin, S.Ag., M.M., dalam sambutannya, atas nama Pemerintah Kota Sukabumi, menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya, atas berbagai kekurangan dalam penerimaan kedatangan rombongan ini. Selain itu, juga menyampaikan ekspose, khususnya yang berkaitan dengan program kerja, pengelolaan dan arah kebijakan, termasuk peningkatan dan pengembangan TP UKS Kota, TP UKS Kecamatan, Puskesmas dan UKS di seluruh jenjang persekolahan, dari mulai jenjang TK dan RA, hingga jenjang SMA, SMK dan MA.

Adapun sekolah-sekolah yang berhasil meraih gelar juara Lomba Sekolah Sehat (LSS) baru-baru ini, yakni SDN Suryakencana CBM Kota Sukabumi, sebagai juara pertama LSS Tingkat Nasional Tahun 2011, dan SMK Negeri 1 Kota Sukabumi, sebagai juara pertama LSS Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2012, sekaligus mewakili Provinsi Jawa Barat, pada LSS Tingkat Nasional Tahun 2012. Usai diterima secara resmi oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Sukabumi, dilanjutkan peninjauan ke Sekretariat TP UKS Kota Sukabumi, TP UKS Kecamatan Cikole, Pusesmas Selabatu, dan SDN Suryakencana CBM.

 
Jumat, 5 April 2013
BERBAGAI KESUKSESAN YANG TELAH DIRAIH KOTA SUKABUMI
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Gubernur Jawa Barat, H. Ahmad Heryawan, Lc. Mengharapkan, berbagai keberhasilan dan kesuksesan yang telah diraih Kota Sukabumi, dapat memberikan semangat dalam meningkatkan kinerja, sesuai dengan kebutuhan daerah, yang merupakan rangkaian ikhtisar dalam mewujudkan cita-cita warga masyarakat Kota Sukabumi, sekaligus sebagai implementasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Sukabumi Tahun 2008-2013.

Harapan Gubernur Jawa Barat tersebut, disampaikan Kepala Badan Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan (BKPP) Wilayah I Bogor, Doktor Insinyur H. Anang Sudarna, M.Sc., berkaitan dengan Peringatan Hari Jadi Ke-99 Kota Sukabumi, tepatnya yang jatuh pada tanggal 1 April 2013.

Untuk itu, menurut Kepala BKPP Wilayah I Bogor, Gubernur Jawa Barat, atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, mengucapkan selamat kepada Walikota Sukabumi dan segenap jajaran Pimpinan Daerah, serta kepada seluruh lapisan warga masyarakat Kota Sukabumi, yang telah memperingati Hari Jadi Ke-99 Kota Sukabumi, dengan berbagai kegiatan yang positif.

Selain itu, Gubernur Jawa Barat juga mengajak kepada segenap jajaran pemerintah dan warga masyarakat Kota Sukabumi, untuk senantiasa melakukan perbaikan, terutama yang berkaitan dengan penyelenggaraan pelayanan publik. Hal ini sangat penting dilakukan, mengingat entri point bagi terwujudnya tata kelola kepemerintahan yang baik atau good local government, yakni terletak pada kualitas pelayanan publiknya.

Hal tersebut, seperti dikatakan Gubernur Jawa Barat, sejalan dengan tema Peringatan Hari Jadi Ke-99 Kota Sukabumi, yakni Mengoptimalkan Kinerja Kebersamaan, untuk Mewujudkan Kota Sukabumi, Sebagai Pusat Pelayanan Berkualitas di Bidang Pendidikan, Kesehatan dan Perdagangan, Berlandaskan Iman dan Taqwa.

Disamping itu, Gubernur Jawa Barat juga mengharapkan, segenap jajaran pemerintahan dan warga masyarakat Kota Sukabumi, dapat mewujudkan harapan-harapan yang diinginkan, sejalan dengan Visi Kota Sukabumi, yakni Dengan Iman dan Taqwa, Mewujudkan Pemerintahan yang Amanah Berparadigma Surgawi, Menuju Kota Sukabumi yang Cerdas, Sehat dan Sejahtera, Dilandasi Nilai-Nilai Filosofis, Sidiq, Tabligh, Amanah, Fatonah.

 
Jumat, 8 Maret 2013
PROGRAM UKS DI KOTA SUKABUMI
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) di Kota Sukabumi, bukan semata-mata merupakan program wajib di setiap sekolah, akan tetapi lebih dari itu, yakni merupakan program terpadu yang berkelanjutan, sebagai media untuk mencapai Visi Kota Sukabumi, Visi Jawa Barat, Visi Pendidikan Nasional, dan Visi Pembangunan Bangsa.

Berkaitan dengan hal tersebut, Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si. berkeyakinan, bahwa melalui pembinaan UKS yang terencana, sistematis dan berkelanjutan, akan menumbuhkan pola perilaku hidup sehat warga sekolah dan masyarakat, yang akan berkolerasi kepada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), pada masa mendatang.

Adapun upaya-upaya yang dilakukan, khususnya untuk menunjang kelancaran dan keberhasilan program UKS di Kota Sukabumi, diantaranya ditempuh melalui beberapa inovasi, seperti melalui penyusunan buku, Kurikulum UKS yang diintegrasikan dalam Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan (Penjaskes), Program Life Skills, dan Pendidikan Keterampilan Hidup Sehat.

Selain itu, juga telah digulirkan beberapa kebijakan lain, seperti Keputusan Walikota Sukabumi Nomor 228 Tahun 2003, Tentang Bebas Rokok di setiap lingkungan sekolah, dan Surat Walikota Sukabumi Nomor 451/1284/Perkesra Tahun 2002, Tentang Himbauan untuk menerapkan kehidupan beragama di sekolah-sekolah, seperti melakukan shalat berjamaah dan membaca AL-Quran bagi yang beragama Islam, sebelum dimulai jam pelajaran.

Ditandaskannya, dampak dari kebijakan tersebut, pada akhirnya dapat berpengaruh pada perubahan pola perilaku hidup sehat warga sekolah dan masyarakat, ke arah yang lebih baik lagi. Buktinya, hampir setiap tahun, Kota Sukabumi senantiasa berhasil meraih gelar juara Lomba Sekolah Sehat (LSS), baik di Tingkat Wilayah Bogor dan Regional Jawa Barat, maupun di Tingkat Nasional.

 
Jumat, 7 Desember 2012
TP UKS KOTA SINGKAWANG LAKUKAN KUNKER KE TP UKS KOTA SUKABUMI
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Tim Pembina Usaha Kesehatan Sekolah (TP UKS) Kota Singkawang, Provinsi Kalimantan Barat, hari Jumat, 7 Desember 2012, melakukan Kunjungan Kerja (Kunker), ke TP UKS Kota Sukabumi. Adapun kedatangan TP UKS yang dipimpin oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Singkawang, Dra. Saodah ini, diterima secara resmi oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Sukabumi, H. Deden Solehudin, S.Ag., M.M., selaku Ketua Harian TP UKS Kota Sukabumi, bertempat di Sekretariat TP UKS Kota Sukabumi.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Bagian Administrasi Kesra Setda Kota Sukabumi, H. Encep Mulyadi, S.IP., selaku Sekretaris TP UKS Kota Sukabumi, unsur Sekretaris TP UKS Kota Sukabumi, serta undangan lainnya.

Sedangkan maksud dan tujuan dilaksanakannya kunker ke TP UKS Kota Sukabumi ini, seperti dijelaskan Kepala Bagian Kesra Kota Singkawang, Dra. Saodah, dalam rangka study banding sekaligus belajar ke TP UKS Kota Sukabumi. Karena berdasarkan informasi dari berbagai media massa, baik media cetak maupun media elektronik, TP UKS Kota Sukabumi sangat berhasil melakukan pembinaan ke seluruh jenjang persekolahan, dari mulai jenjang TK dan RA, hingga jenjang SMA, SMK dan MA. Dengan demikian, sekolah-sekolah yang ada di Kota Sukabumi, dalam setiap tahunnya senantiasa berprestasi sekaligus menyandang gelar juara Lomba Sekolah Sehat (LSS), dari mulai tingkat wilayah hingga tingkat provinsi dan nasional.

Ditandaskannya, hasil kunker dari TP UKS Kota Sukabumi ini, akan diterapkan dan dikembangkan di TP UKS Kota Singkawang secara optimal. Maksud dan tujuannya, supaya TP UKS Kota Singkawang dapat berhasil melakukan pembinaan ke seluruh jenjang persekolahan, sekaligus dapat meraih prestasi dalam LSS, dari mulai tingkat wilayah hingga tingkat provinsi dan nasional.

Dalam pada itu, Asisten Pembangunan Setda Kota Sukabumi, H. Deden Solehudin, S.Ag., M.M., menjelaskan kepada TP UKS Kota Singkawang, khususnya yang berkaitan dengan program kerja, pengelolaan dan arah kebijakan, termasuk peningkatan dan pengembangan TP UKS Kota, TP UKS Kecamatan, Puskesmas dan UKS di seluruh jenjang persekolahan, dari mulai jenjang TK dan RA, hingga jenjang SMA, SMK dan MA.

Dengan demikian, sekolah-sekolah yang ada di Kota Sukabumi, dalam setiap tahunnya senantiasa berprestasi sekaligus menyandang gelar juara LSS, dari mulai tingkat wilayah hingga tingkat provinsi dan nasional. Adapun sekolah-sekolah yang berhasil meraih gelar juara LSS baru-baru ini, yakni SDN Suryakencana CBM Kota Sukabumi, sebagai juara pertama LSS Tingkat Nasional Tahun 2011, dan SMK Negeri 1 Kota Sukabumi, sebagai juara pertama LSS Tingkat Wilayah I Bogor Tahun 2012, sekaligus mewakili Wilayah I Bogor pada LSS Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2012.

 
Selasa, 24 Juli 2012
PERDA KOTA SUKABUMI TENTANG IZIN USAHA JASA KONTRUKSI
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si. menjelaskan, maksud dan tujuan dibuat Peraturan Daerah (Perda) Kota Sukabumi Tentang Izin Usaha Jasa Kontruksi, untuk menjamin keterpaduan pengaturan dan pembinaan usaha jasa kontruksi, sekaligus untuk menunjang terwujudnya iklim usaha yang lebih sehat, adanya kepastian keandalan perusahaan, melindungi kepentingan masyarakat dan pembinaan di bidang jasa konstruksi, serta untuk menunjang peningkatan efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya, dalam pembangunan sarana dan prasarana fisik di Kota Sukabumi.

Sedangkan maksud dan tujuan dibuat Perda Kota Sukabumi Tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah, supaya seluruh produk hukum daerah di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, dapat dibentuk secara terencana, terpadu dan terkoordinasi. Dengan demikian, dalam setiap pembentukan produk hukum daerah di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, dapat tercipta keseragaman dan kejelasan, termasuk dalam tertib administrasi.

Sementara maksud dan tujuan dibuat Perda Tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Sukabumi Tahun Anggaran 2011, untuk memberikan informasi secara jelas dan transparan kepada masyarakat, tentang pengaturan dan penggunaan APBD Kota Sukabumi Tahun Anggaran 2011.

Walikota Sukabumi mengatakan, dibuatnya ke-3 Perda tersebut, dalam rangka upaya untuk membangun kebersamaan, serta peningkatan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat, sesuai dengan tujuan pembangunan nasional, yakni untuk mewujudkan Indonesia yang sejahtera, demokratis dan berkeadilan. Selain itu, juga untuk menunjang kelancaran dan keberhasilan dalam mencapai Visi Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi, yakni Dengan Iman dan Taqwa, Mewujudkan Pemerintahan yang Amanah Berparadigma Surgawi, Menuju Kota Sukabumi yang Cerdas, Sehat dan Sejahtera, baik lahir maupun batin, dilandasi nilai-nilai fhilosofis, Sidiq, Tabligh, Amanah, Fathonah.

Ditandaskannya, salah satu aspek yang sangat membutuhkan perhatian khusus dari semua pihak, yakni masih tingginya angka kemiskinan dan pengangguran di Kota Sukabumi, serta beberapa hal lainnya yang sangat krusial. Ditandaskan pula, kondisi ini membutuhkan kerja sama dari semua pihak, khususnya dalam memformulasikan program penanggulangan kemiskinan dan pengangguran, yang sesuai dengan kondisi Kota Sukabumi, yakni dengan membangun motivasi masyarakat miskin, untuk dapat berjuang keluar dari jurang kemiskinan.

 
Minggu, 20 November 2011
TARGET PRODUKSI PADI NASIONAL SEBESAR 70,60 JUTA TON GKG
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Kepala Balai Besar Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara Bogor, Dokter Hewan Jayadi, mewakili Kepala Badan Pengembangan Penyuluhan Sumber Daya Manusia (SDM) Pertanian mengatakan, untuk mewujudkan ketahan pangan nasional pada tahun 2011, Kementerian Pertanian RI telah menetapkan target produksi padi nasional, sebesar 70,60 juta ton Gabah Kering Giling (GKG), atau mengalami peingkatan sebesar 7 persen, dari produksi padi nasional tahun 2010.

Diungkapkannya, berdasarkan Angka Ramalan II Badan Pusat Statistik (BPS), produksi padi nasional saat ini telah mencapai 68,062 juta ton GKG, atau masih kekurangan sekitar 2,358 juta ton GKG, dari target produksi padi nasional tahun 2011. Diungkapkan pula, untuk mengejar kekurangan target produksi padi nasional tersebut, Kementrian Pertanian RI melakukan upaya-upaya percepatan. Diantaranya dengan meningkatkan produktivitas padi di areal Sekolah Lapang – Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) dan non SL-PPT, percepatan bantuan langsung benih unggul dan pupuk, peningkatan indeks pertanaman melalui rehabilitasi jaringan irigasi, pembangunan lumbung dan pompanisasi, serta bantuan alat mesin pertanian, untuk menekan kehilangan hasil. Selain itu, juga akan melakukan pengawalan dan pendampingan kepada para petani, khususnya dalam mengadopsi teknologi, oleh para peneliti, penyuluh pertanian dan Pengendali Organisme Penganggu Tumbuhan (POPT).

Kepala BBPKH Cinagara Bogor menjelaskan, berdasarkan laporan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Sukabumi, bahwa hasil ubinan di lokasi non SL-PTT di Kecamatan Cibeureum, yang menggunakan varitas padi Ciherang, menghasilkan 8,5 ton GKG per hektar. Dikatakannya, hasil ini sangat membanggakan semua pihak. Karena rata-rata produksi padi, khususnya di daerah Jawa Barat hanya 5,8 ton GKG per hektar. Diharapkannya, untuk panen ke depannya, dapat menghasilkan padi paling sedikit 8 ton GKG per hektar.

Sementara Kepala DPKP Kota Sukabumi, Insinyur Hajah Kardina Karsoedi, M.T. menjelaskan, mengawali peringatan Hari Pangan se Dunia Ke-31 Tingkat Kota Sukabumi Tahun 2011, diisi kegiatan road show, yang dilaksanakan oleh Walikota Sukabumi dan rombongan, yakni berkunjung ke beberapa tempat. Diantaranya ke Lembaga Keuangan Desa (LKD) di Kelurahan Cikundul Kecamatan Lembursitu, Budidaya Komoditas Hortikultura Unggulan Tanaman Jeruk dan Pepaya di Kelurahan Sindangpalay Kecamatan Cibeureum, serta Kelompok Pembudidaya Ikan Bina Sarana Mandiri di Kelurahan Limusnunggal Kecamatan Cibeureum. Selain itu, juga diberikan penghargaan dan sarana pertanian, seperti pupuk dan mesin pertanian kepada para petani, penyuluh, motivator dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan).

 
Jumat, 21 Oktober 2011
MASYARAKAT AGAR TURUT SERTA SUKSESKAN PIN TAHUN 2011
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Wakil Walikota Sukabumi, Doktor H. Mulyono, M.M., menghimbau segenap lapisan warga masyarakat Kota Sukabumi, agar turut serta menyukseskan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Tahun 2011, dengan membawa putera-puterinya, khususnya Bayi Dibawah Lima Tahun (Balita), usia 0 sampai dengan 59 bulan, ke Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), Pos Imunisasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R. Syamsudin, S.H. Kota Sukabumi dan Rumah Sakit Swasta di Kota Sukabumi, untuk diimunisasi campak dan polio.

Ditandaskannya, program nasional tersebut diperuntukan bagi segenap lapisan warga masyarakat, khususnya yang memiliki balita, tanpa dipungut biaya alias gratis, karena sudah dibiyai sepenuhnya oleh pemerintah. Adapun maksud dan tujuan dilaksanakannya PIN tersebut, untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan kekebalan tubuh balita dari berbagai penyakit, khususnya campak dan polio.

Himbauan Wakil Walikota Sukabumi tersebut, disampaikan saat membuka secara resmi pencanangan PIN Tingkat Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, tepatnya di Posyandu RW 5 Kelurahan Selabatu, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, baru-baru ini.

Hadir dalam kesempatan tersebut, petugas dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Dokter Hajah Ritanenny Edlien Silyena Mirah, Camat Cikole, Suherman, S.IP., Lurah Selabatu, Dodi Supriadi, S.Ag., M.M., Lurah Gunungparang, Samsulijar, Kepala Puskesmas Selabatu, Dokter Gigi Suhendro Rusli, jajaran Pengurus dan Anggota Tim Penggerak PKK, para Ketua RW dan RT, Tokoh Masyarakat, Alim Ulama, para Kader Posyandu, dan undangan lainnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Dokter Hajah Ritanenny Edlien Silyena Mirah menjelaskan, pelaksanaan PIN di Kota Sukabumi ini, dijadualkan berlangsung selama satu bulan penuh, tepatnya dari tanggal 18 Oktober sampai dengan 18 November 2011 mendatang. Adapun sasaran pelaksanaan PIN dalam tahun 2011 ini, yakni untuk imunisasi polio sebanyak 24 ribu 359 balita, usia 0 sampai dengan 59 bulan, dan untuk imunisasi campak sebanyak 21 ribu 166 balita, usia 9 sampai dengan 59 bulan.

Dikatakannya, pelaksanaan PIN ini, dilakukan di 442 Posyandu, 15 Puskesmas, Pos Imunisasi RSUD R. Syamsudin, S.H. Kota Sukabumi dan Rumah Sakit Swasta di Kota Sukabumi, dengan melibatkan 1.631 kader dan tenaga medis se Kota Sukabumi. Dikatakan pula, pelaksanaan PIN ini dilakukan relatif efektif, yakni pada dua minggu pertama. Sedangkan dua minggu terakhir pelaksanaan evaluasi kegiatan dan pelaksanaan sweeping oleh kader dan tenaga medis, dengan mendatangi rumah warga masyarakat. Maksud dan tujuan dilaksanakannya sweeping tersebut, untuk menemukan balita yang belum diimunisasi.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi menandaskan, segenap lapisan warga masyarakat jangan merasa khawatir untuk mengimunisasi putera-puterinya. Karena sebelum dilaksanakan imunisasi, terlebih dahulu dilakukan screening atau pemeriksaan kesehatan awal, kepada seluruh balita yang akan diimunisasi, oleh petugas medis.

 
Sabtu, 16 April 2011
PRODUKSI BERAS DI KOTA SUKABUMI HANYA 10 TON
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Produksi beras di Kota Sukabumi, dalam setiap tahunnya hanya 10 ton. Sedangkan kebutuhan beras di Kota Sukabumi, dalam setiap tahunnya mencapai 16 ton. Namun demikian, persediaan stok beras di Kota Sukabumi, seperti dikatakan Wakil Walikota Sukabumi, Doktor H. Mulyono, M.M., dalam setiap tahunnya senantiasa mencukupi. Terlebih pada saat ini, Kota Sukabumi memiliki stok beras yang lebih mencukupi, yakni jumlahnya mencapai 32 ton. Dengan demikian, kebutuhan beras di Kota Sukabumi sangat mencukupi. Selain itu, dengan banyaknya stok beras di Kota Sukabumi ini, oleh para pengusaha senantiasa didistribusikan kembali ke daerah lain yang membutuhkan, seperi ke daerah Kabupaten Sukabumi, Cianjur dan Banten.

Sementara Direktur PT Khansa Citra Buana, Hendrawan Amirullah mengatakan, dengan pupuk organik P2o, pihaknya optimis dapat membantu Pemerintah Kota Sukabumi dan para petani, khususnya dalam meningkatkan program ketahanan pangan di Kota Sukabumi. Diharapkannya, target 7 persen peningkatan pangan di Kota Sukabumi dapat tercapai. Dijelaskannya, pupuk organik yang telah digunakan oleh Poktan Danau Bambu Lestari, menghasilkan produksi padi yang cukup banyak, sehingga dapat meningkat secara signifikan, serta padi yang dihasilkannya cukup sehat dan bermutu baik, apabila dibandingkan dengan menggunakan pupuk kimiawi. Dijelaskan pula, para petani di Kota Sukabumi, khususnya Poktan Danau Bambu Lestari, berhasil mengembangkan hasil panen padinya, yakni dari setiap 1 hektar sawah mencapai 10,1 ton padi. Produksi padi tersebut, jauh lebih banyak apabila dibandingkan dengan produksi padi yang menggunakan pupuk kimiawi, yakni dari setiap 1 hektar sawah hanya menghasilkan 2 sampai 3 ton padi.

Direktur PT Khansa Citra Buana menjelaskan, pihaknya telah melakukan uji coba pupuk organik yang diproduksi oleh perusahaannya, ke sejumlah daerah di tanah air, seperti Sulawesi, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan beberapa daerah di Jawa Barat, termasuk di Kota Sukabumi. Hasilnya cukup memuaskan dan membanggakan semua pihak, karena produksi padi full organik ini lebih baik dan cukup banyak, serta lebih sehat dan lebih bermutu. Dijelaskan pula, pihaknya tidak sekadar menjual pupuk organik yang diproduksi oleh perusahaannya saja, akan tetapi juga dibarengi dengan membangun rumah-rumah produksi, yang di dalamnya termasuk mendidik dan membimbing para petani, khususnya dalam menumbuh kembangkan padi organik, atau yang lebih dikenal dengan sebutan padi sehat dan ramah lingkungan.

Dalam pada itu, Ketua Kelompok Tani (Poktan) Danau Bambu Lestari, RW 2 Kampung Situawi, Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, Edi mengungkapkan, sebelum menggunakan padi organik P2o yang dikeluarkan oleh PT Khansa Citra Buana, pihaknya senantiasa menggunakan pupuk berimbang. Dengan demikian, produksi padi yang dihasilkan oleh Poktan ini sangat minim. Selain itu, juga menimbulkan efek yang negatif, yakni unsur tanah menjadi labil. Akan tetapi, setelah pihaknya menggunakan pupuk organik dari PT Khansa Citra Buana, produksi padi organik yang dihasilkan oleh Poktan ini cukup banyak dan maksimal, serta sehat dan bermutu baik.

 
Jumat, 4 Februari 2011
PEMAHAMAN SEBUAH REKONSTRUKSI PEMIKIRAN DAN MENTALITAS KAUM MUDA
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Salah seorang Anggota Komisi VI DPR RI, Pasha Ismaya Sukardi, pada saat menghadiri acara peresmian Lembaga Swadaya Masyarakat Solidaritas Pemuda Olahraga Kreatif (LSM Sportif) Sukabumi, di Hotel Augusta Sukabumi belum lama ini, memberi pemahaman tentang sebuah rekonstruksi pemikiran dan mentalitas kaum muda.

Ditandaskannya, tidak dapat dipungkiri, bahwa pemuda merupakan elemen penting dalam pembangunan bangsa. Namun pada saat ini, menjadi sebuah yang kontradiktif. Karena berbagai persoalan yang menimpa pemuda, menjadi persoalan tersendiri, serta sangat sulit memberi solusi terhadap persoalan bangsa. Selain itu, tidak sedikit pemuda saat ini yang terjangkit penyakit multi krisis, seperti krisis mental, eksistensi, dekadensi moral, antisosial, serta kehidupan yang hedonis, serba instant dan melepas idealisme. Keputus-asaan dari harapan pemuda ini, bisa dilihat dengan membludaknya pengangguran di tanah air. Untuk menjawab tantangan dan mencari solusinya, dibutuhkan adanya sikap kemandirian pemuda, untuk mengatasi krisis multi dimensi, yang menghinggapi jiwa kawula muda saat ini.

Dikatakannya, banyak pengertian yang melatar belakangi kemandirian pemuda. Salah satunya kemandirian kemampuan individu, untuk mengatur dirinya sendiri, serta tidak bergantung pada orang lain. Dikatakan pula, kemandirian tidak hanya mencangkup di bidang ekonomi, akan tetapi juga secara pribadi, yang di dalamnya mengandung unsur penemuan diri atau self discovery, yang berdasarkan kepercayaan terhadap dirinya sendiri atau self confidence. Pengertian kemandirian lainnya, yakni sikap yang mengutamakan kemampuan diri sendiri, dalam mengatasi berbagai permasalahan, guna mencapai satu tujuan, tanpa menutup diri dari kerja sama yang saling menguntungkan. Sedangkan dalam pengertian sosial atau pergaulan antar manusia, kemandirian juga bermakna sebagai organisasi diri atau manajemen diri. Unsur-unsur tersebut saling ber-inter-aksi dan melengkapi, sehingga muncul suatu keseimbangan.

Salah seorang Anggota Komisi VI DPR RI tersebut juga mengungkapkan, sejumlah pakar menyebutkan, orang-orang yang mandiri, diantaranya mampu mengambil inisiatif, mampu mengatasi masalah, penuh ketekunan, memperoleh kepuasan dari usahanya, dan berusaha menjalankan sesuatu tanpa berpangku tangan dengan orang lain. Diungkapkan pula, untuk membentuk suatu karakter kemandirian, tidak semudah membalikan telapak tangan. Karena dibutuhkan adanya pola sistemik dan sistematik, yang dipengahuri oleh faktor-faktor, seperti intelegensi, kebudayaan, pola asuh orang tua, dan tingkat pendidikan orang tua. Dari faktor-faktor tersebut, intelegensi merupakan faktor yang bisa direkayasa, melalui sebuah proses pendidikan. Dengan demikian, jiwa mandiri bisa ditanamkan sejak dini, dalam setiap diri kaum muda.

 
Minggu, 9 Januari 2011
PROGRAM KB DI KOTA SUKABUMI DINILAI CUKUP SUKSES
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Program Keluarga Berencana (KB) yang dilaksanakan di Kota Sukabumi, dinilai berbagai kalangan cukup sukses. Keberhasilan tersebut, merupakan keberhasilan semua pihak, yakni pemerintah, swasta dan masyarakat, termasuk peran serta wartawan, baik media cetak maupun media elektronik. Terlebih pada saat ini, wartawan yang tergabung dalam Ikatan Penulis Keluarga Berencana (IPKB), di Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPKB) Kota Sukabumi, berjalan cukup baik.

Kepala BPMPKB Kota Sukabumi, Drs. H.A. Hamdan, M.M. menjelaskan, peran wartawan media cetak dan elektronik, baik lokal maupun regional dan nasional, dalam mempublikasikan berbagai program KB kepada warga masyarakat, mampu memberikan dampak yang sangat besar, khususnya terhadap peningkatan kesadaran dan minat warga masyarakat, dalam mengikuti program KB.

Dijelaskannya, pada tahun 2010, Kota Sukabumi mendapat kepercayaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, untuk menggelar kegiatan Bhakti TNI KB Terpadu, serta berhasil meraih gelar juara pertama, di Tingkat Jawa Barat dan Banten. Keberhasilan tersebut, tidak terlepas dari peran serta berbagai pihak, khususnya yang peduli terhadap program KB di Kota Sukabumi.

Dijelaskan pula, ke depan pihaknya akan meningkatkan kerja sama dengan wartawan, baik media cetak maupun media elektronik, khususnya dalam mempublikasikan program-program KB di Kota Sukabumi. Selain itu, pihaknya juga saat ini sudah berupaya optimal membentuk kader-kader KB, yang bisa menginformasikan program-program KB di 7 wilayah kecamatan se Kota Sukabumi, dengan dilengkapi perangkat Laptop. Maksud dan tujuannya, untuk menunjang kelancaran dan keberhasilan pelaksanaan tugas kader-kader KB tersebut, termasuk dalam memberikan laporan bulanan, yang akan dievaluasi pada setiap per triwulan, per semester, dan per tahun.

Kepala BPMPKB Kota Sukabumi mengatakan, pihaknya saat ini sedang menghimpun tulisan-tulisan tentang program KB di Kota Sukabumi, dari berbagai media cetak dan elektronik, baik lokal maupun regional dan nasional. Dengan demikian, pihaknya dapat mengetahui wartawan media cetak dan elektronik, yang paling rajin dan paling sering memberitakan program-program KB di Kota Sukabumi.

 
Rabu, 10 November 2010
PELATIHAN MEMBUAT KONSTRUKSI BANGUNAN TAHAN GEMPA
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Sebanyak 122 orang warga Kota Sukabumi yang rumahnya hancur akibat bencana gempa bumi tahun 2009 yang lalu, mengikuti pelatihan membuat konstruksi bangunan tahan gempa. Pelatihan tersebut, diselenggarakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat, bekerja sama dengan Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Penanggulangan Bencana Kota Sukabumi, bertempat di Ruangan Pertemuan Kelurahan Warudoyong Kecamatan Warudoyong Kota Sukabumi, hari Selasa, 9 Nopember 2010.

Seperti dikatakan Kepala Bidang Konstruksi BPBD Provinsi Jawa Barat, Nugraha A, pelatihan tersebut hanya dilaksanakan di daerah yang terkena bencana gempa bumi, pada tahun 2009 yang lalu, yakni di 13 Kota dan Kabupaten se Jawa Barat. Dikatakan pula, pelaksanaan pelatihan tersebut satu paket dengan bantuan dana gempa bumi, yang diserahkan beberapa waktu lalu.

Kepala Bidang Konstruksi BPBD Provinsi Jawa Barat mengharapkan, dengan mengikuti pelatihan tersebut, warga masyarakat khususnya para korban bencana gempa bumi, bisa mengetahui dan memahami cara-cara membangun rumah, dengan konstruksi yang tahan gempa. Kendati sebagian korban gempa ada yang berprofesi sebagai tukang bangunan, namun belum tentu mengetahui dan memahami konstruksi bangunan yang tahan gempa. Dijelaskannya, setelah melaksanakan pelatihan di Kota Sukabumi, pihak BPBD Provinsi Jawa Barat akan melaksanakan pelatihan yang sama di Kabupaten Kuningan, Majalengka dan Banjar.

Sementara Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Penanggulangan Bencana Kota Sukabumi, Drs. H. Saleh Makbullah, M.Si., didampingi Kepala Bidang Penanggulangan Bencana, Drs. Hendra Resmanda--- menjelaskan, pihaknya sangat antusias dan menyambut baik, atas dilaksanakannya pelatihan tersebut. Karena sangat besar manfaatnya bagi warga masyarakat, khususnya para korban gempa. Diharapkannya, warga masyarakat khususnya para korban gempa, dengan mengikuti pelatihan tersebut, dapat mengetahui dan memahami cara-cara membangun rumah, dengan konstruksi tahan gempa.

 
Senin, 25 Oktober 2010
WAKIL WALIKOTA BUKA LCC TP UKS KECAMATAN TAHUN 2010
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Wakil Walikota Sukabumi, Doktor H. Mulyono, M.M., hari Senin, 25 Oktober 2010, bertempat di Gedung Juang 45 Kota Sukabumi, secara resmi membuka Lomba Cerdas Cermat (LCC) Tim Pembina Usaha Kesehatan Sekolah (TP UKS) Kecamatan, se Kota Sukabumi Tahun 2010. Dalam sambutannya, Wakil Walikota Sukabumi, Doktor H. Mulyono, M.M. menjelaskan, untuk menunjang kelancaran dan keberhasilan program UKS di Kota Sukabumi, telah digulirkan beberapa kebijakan. Diantaranya Keputusan Walikota Sukabumi Nomor 288 Tahun 2003, Tentang Bebas Rokok di setiap lingkungan sekolah, dan Peraturan Daerah (Perda) Kota Sukabumi Nomor 7 Tahun 2004, Tentang Pendalaman Materi Pendidikan Agama Islam pada sekolah umum di Kota Sukabumi. Sedangkan upaya dalam memupuk jiwa yang sehat sejak dini, diantaranya ditempuh melalui pengembangan tanggung-jawab, serta nilai kejujuran dan ketaatan pada aturan.

Dijelaskannya, UKS merupakan salah satu program yang sangat strategis, dengan dasar pemikiran, Pertama, dengan basis sasaran para siswa di sekolah, UKS merupakan media pembelajaran yang tepat, dalam upaya mengenalkan dan membiasakan sejak dini masyarakat, untuk terbiasa hidup sehat, serta meningkatkan kerjasama dalam pengelolaan lingkungan hidup di sekolah dan sekitarnya. Kedua, melalui program Trias UKS, yakni pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan penyuluhan lingkungan sehat, diharapkan dapat berpengaruh pada peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Sukabumi. Ketiga, kondisi masyarakat yang sehat, selain mencerminkan keberhasilan pembangunan, juga menjadi asset berharga bagi Pemerintah Kota Sukabumi, dalam menghadapi berbagai tantangan dan problematika pembangunan di masa mendatang yang semakin kompleks.

Sementara Kepala Seksi Kesehatan Khusus Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Ema Kristina, S.Pd., selaku Ketua Panitia Pelaksana menjelaskan, LCC Tim Pembina UKS ini diikuti 7 Kecamatan se Kota Sukabumi. Sedangkan maksud dan tujuannya, sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, khususnya Tim Pembina UKS Kecamatan di Kota Sukabumi. Diharapkannya, dengan LCC ini dapat membentuk Tim Pembina UKS Kecamatan terbaik di Kota Sukabumi. Selain itu, setiap Kecamatan di Kota Sukabumi memiliki kesamaan persepsi, khususnya dalam melakukan pembinaan terhadap Tim Pelaksana UKS di setiap sekolah, sekaligus meningkatkan motivasi dalam melaksanakan pembinaan dan pengembangan UKS di Kota Sukabumi. Untuk menunjang kelancaran dan keberhasilan LCC ini, jajaran Panitia Pelaksana melibatkan Dewan Juri, yang terdiri dari unsur Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, dan unsur Dinas Pendidikan Kota Sukabumi.

 
Senin, 4 Oktober 2010
PARA PENGUSAHA JASA KONSTRUKSI AGAR TIDAK MENGEJAR KEUNTUNGAN SEMATA
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si. mengharapkan, para Pengusaha Jasa Konstruksi di Kota Sukabumi, agar tidak mengejar ke-ungtungan semata, akan tetapi juga harus senantiasa memperhatikan kualitas bangunan. Harapan Walikota Sukabumi tersebut, disampaikan pada acara Halal Bil Halal, yang diselenggarakan Masyarakat Jasa Konstruksi Kota Sukabumi, bertempat di Hotel Taman Sari Kota Sukabumi, baru-baru ini. Selain itu, Walikota Sukabumi juga tidak menginginkan adanya kualitas konstruksi bangunan, yang kurang maksimal di Kota Sukabumi. Berkaitan dengan hal tersebut, Walikota Sukabumi meminta kepada para Pengusaha Jasa Konstruksi di Kota Sukabumi, agar mampu berkiprah dalam pembangunan fisik di tanah air, khususnya di Kota Sukabumi. Ditandaskannya, pesatnya pembangunan di tanah air, merupakan peluang bagi para Pengusaha Jasa Konstruksi di Kota Sukabumi, untuk senantiasa ikut berperan, khususnya dalam pembangunan fisik.

Diharapkan pula, para Pengusaha Jasa Konstruksi di Kota Sukabumi, jangan merasa puas dengan menyandang gelar pengusaha lokal, akan tetapi harus lebih dari itu, yakni harus mampu bersaing dengan para pengusaha nasional. Walikota Sukabumi meyakini, dari pengalaman yang dimiliki, para Pengusaha Jasa Konstruksi di Kota Sukabumi, mampu mengusai pengetahuan, serta mampu mengerjakan berbagai proyek pembangunan fisik yang berskala besar. Untuk itu, para Pengusaha Lokal harus bisa menunjukan kiprahnya dalam pembangunan fisik berskala nasional. Berkaitan dengan hal tersebut, Walikota Sukabumi menginginkan, ada Pengusaha Jasa Konstruksi dari Kota Sukabumi, yang ikut berperan dalam Pembagunan Jembatan Besar atau Jalan Tol. Disamping itu, Walikota Sukabumi juga mengharapkan, Masyasrakat Jasa Kontsruksi Kota Sukabumi, senantiasa dapat menjaga kebersamaan dan kekompakan, serta persatuan dan kesatuan, khususnya dalam mendapatkan suatu proyek pembangunan fisik.

Sementara Pembina Gabungan Pengusaha Konstruksi (Gapensi) Kota Sukabumi, H. Maming Setiawan mengatakan, pihaknya menyambut baik atas harapan yang disampaikan oleh Walikota Sukabumi tersebut. Sedangkan untuk menghindari kehawatiran yang disampaikan oleh Walikota Sukabumi, jajaran pengurus Gapensi Kota Sukabumi, senantiasa melakukan pembinaan terhadap para Pengusaha Jasa Konstruksi di Kota Sukabumi. Maksud dan tujuannya, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, sebagaimana yang disampaikan dan dihawatirkan oleh Walikota Sukabumi.

Ditandaskannya, apabila ada Pengusaha Jasa Konstruksi yang berbuat tidak terpuji dalam mengerjakan suatu proyek pembangun fisik, pihaknya tidak akan segan-segan menindak dan memberikan sanksi secara tegas, sesuai dengan prosedur serta peraturan dan per-undang-undangan yang berlaku. Ditandaskan pula, apabila ada Pengusaha Jasa Konstruksi yang melakukan pemutusan kontrak atau dalam mengerjakan proyek pembangunannya tidak sesuai dengan rencana, bisa dikenakan sanksi yang cukup berat, yakni Surat Badan Usaha-nya tidak akan dikeluarkan selama tiga tahun berturut-turut. Maksud dan tujuannya, supaya pengusaha tersebut jera, serta senantiasa mengikuti berbagai peraturan dan per-undang-undangan yang berlaku.

 
Kamis, 22 April 2010
PROGRAM KERJA TIM PEMBINA UKS SDN DAYEUHLUHUR CBM KOTA SUKABUMI
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Program kerja Tim Pembina Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) SDN Dayeuhluhur CBM Kelurahan Dayeuhluhur Kecamatan Warudoyong Kota Sukabumi, diantaranya program Pendidikan Kesehatan, yang terdiri dari Penyuluhan Kesehatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS); Pelatihan Dokter Kecil (Dokcil); Lomba Kebersihan, Keindahan dan Ketertiban (K3) antar kelas; serta Lomba Dokcil.

Selanjutnya program Pelayanan Kesehatan, terdiri dari Imunisasi; Penjaringan Kesehatan Siswa dan Pemeriksaan Pendidik, yang terdiri atas Golongan Darah, Tinggi Badan, Berat Badan, dan Kesegaran Jamani; Menggosok Gigi secara Berkala; Pemberian Makanan Anak; Pemberian Obat Cacing; Rujukan; Pelayanan Pertolongan Pertama pada Penyakit (P3P); serta Pelayanan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K).

Kemudian program Pelayanan Kesehatan Lingkungan, yang terdiri dari Kerja Bhakti K3 Umum; Pembinaan terhadap Warga Sekolah; Penataan Kebun Sekolah; Tanaman Obat Keluarga (Toga); serta Penataan dan Pemanfaatan Toga kepada Siswa.

Selain itu, menurut Kepala SDN Dayeuhluhur CBM Kota Sukabumi, Edi Junaedi, S.Pd., juga program Organisasi dan Manajemen Tim Pembina UKS, yang terdiri dari Penyuluhan Program Kerja; Pembenahan Administrasi UKS; Pemeriksaan Sarana dan Prasarana UKS; Konsultasi dan Koordinasi; serta Rapat UKS dan Evaluasi.

Ditandaskannya, program kerja Tim Pembina UKS tersebut, sesuai dengan Visi SDN Dayeuhluhur CBM Kota Sukabumi, yakni Ber-akhlak Mulia, Ber-ilmu dan Ber-amal, Sehat Jasmani dan Rokhani, serta Berbudaya Lingkungan. Sementara Misi SDN Dayeuhluhur CBM Kota Sukabumi, yakni Meningkatkan keimanan dan ketaqwan kepada Tuhan Yang Maha Esa; Meningkatkan akhlak yang mulia dan berbudi pekerti luhur; Meningkatkan mutu pendidikan dan mengembangkan kemampuan berfikir siswa; Menciptakan lingkungan sehat dan membiasakan hidup sehat; Melestarikan Seni budaya; serta menggalakan Pramuka dan Olah Raga.

 
Senin, 8 Maret 2010
WALIKOTA SUKABUMI INSTRUKSIKAN PARA CAMAT DAN LURAH AGAR PERHATIKAN MASALAH KEPENDUDUKAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., menginstruksikan para Camat dan Lurah, agar peduli dan memperhatikan masalah kependudukan. Karena masalah tersebut sangat penting, sebab berkaitan langsung dengan pelayanan terhadap warga masyarakat.

Instruksi Walikota Sukabumi tersebut, disampaikan saat memberi sambutan sekaligus membuka secara resmi sosialisasi Sensus Penduduk 2010, hari Rabu, 3 Maret 2010, di Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar (BBP-BAT) Sukabumi.

Diharapkannya, para Camat dan Lurah agar mendukung sekaligus menyukseskan Sensus Penduduk 2010, dengan ikut serta dan aktif melakukan sosialisasi kepada segenap lapisan masyarakat, supaya pelaksanaan Sensus Penduduk tersebut, menghasilkan data penduduk yang benar-benar akurat.

Sementara Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Sukabumi, Rudi Permana, mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Sukabumi, yang telah membantu secara optimal menyebar-luaskan informasi Sensus Penduduk 2010 ke Tingkat Kecamatan dan Kelurahan, dengan memasang poster di setiap RW, standing banner, spanduk di sejumlah tempat strategis, dan sosialisasi di Tingkat Kecamatan.

Ditandaskannya, dengan adanya bantuan dan dukungan positif dari Pemerintah Kota Sukabumi terhadap pelaksanaan sosialisasi Sensus Penduduk 2010 tersebut, dapat menunjang terhadap kelancaran dan keberhasilan pelaksanaan pendataan di lapangan. Ditandaskan pula, sosialisasi Sensus Penduduk 2010 ini, telah dilaksanakan sejak bulan Januari 2010 yang lalu, serta akan terus dilaksanakan hingga pelaksanaan Sensus Penduduk 2010, yang akan berlangsung selama satu bulan penuh, tepatnya dari tanggal 1 sampai dengan 31 Mei 2010 mendatang.

Kepala BPS Kota Sukabumi menjelaskan, pelaksanaan Sensus Penduduk 2010 tersebut, melibatkan 628 orang petugas, yang akan mendata penduduk berdasarkan nama dan alamat, serta diperkirakan akan menghabiskan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2010, lebih-kurang sebesar 1 milyar 500 juta rupiah.

 
Senin, 1 Maret 2010
TIM PEMBINA UKS KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA MELAKUKAN KUNKER KE KOTA SUKABUMI
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Tim Pembina Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur, hari Kamis, 25 Februari 2010, melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Kota Sukabumi. Adapun kedatangan rombongan Tim Pembina UKS Kabupaten Kutai Kartanegara yang dipimpin oleh Dokter Bambang Triyono tersebut, diterima oleh Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, H. Mohamad Muraz, S.H., M.M., selaku Ketua Tim Pembina UKS Kota Sukabumi, di Operation Room Setda Kota Sukabumi. Hadir dalam kesempatan tersebut para Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), jajaran Tim Pembina UKS Kota Sukabumi, para Kepala Puskesmas, para Kepala Sekolah, dan undangan lainnya.

Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, H. Mohamad Muraz, S.H., M.M., dalam kesempatan tersebut, mengucapkan selamat datang kepada rombongan Tim Pembina UKS Kabupaten Kutai Kartanegara di Kota Sukabumi, seraya menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya, apabila dalam menerima kedatangan rombongan Tim Pembina UKS tersebut banyak kekurangan.

Selain itu, untuk sekedar menambah pengetahuan Tim Pembina UKS Kabupaten Kutai Kartanegara, Sekretaris Daerah Kota Sukabumi menyampaikan paparan, tentang sejarah singkat Kota Sukabumi, potensi yang dimiliki, Visi Pembangunan Kota Sukabumi Tahun 2005-2025, Visi Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi Tahun 2008-2013, serta upaya-upaya yang dilakukan Pemerintah Kota Sukabumi, khususnya dalam meningkatkan dan mengembangkan UKS. Dikatakannya, upaya-upaya yang dilakukan Pemerintah Kota Sukabumi dalam bidang UKS tersebut, membuahkan hasil yang cukup memuaskan dan membanggakan semua pihak. Buktinya sekolah-sekolah di Kota Sukabumi, dari mulai TK hingga SLTA, dalam setiap tahunnya senantiasa berhasil meraih prestasi, baik di Tingkat Provinsi Jawa Barat maupun di Tingkat Nasional.

Sementara Pimpinan Rombongan Tim Pembina UKS Kabupaten Kutai Kartanegara, Dokter Bambang Triyono menjelaskan, maksud dan tujuan melakukan Kunker ke Kota Sukabumi ini, dalam rangka study banding tentang UKS. Karena sekolah-sekolah di Kota Sukabumi, dari mulai TK hingga SLTA, dalam setiap tahunnya senantiasa berhasil meraih prestasi terbaik di Tingkat Nasional. Dikatakannya, hasil study banding dari Kota Sukabumi ini, akan diterapkan dan dikembangkan di Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur, supaya Kabupaten Kutai Kartanegara dapat mengikuti jejak Kota Sukabumi, serta mampu meraih prestasi di Tingkat Nasional, khususnya dalam bidang UKS.

Usai diterima di Operation Room Setda Kota Sukabumi, Rombongan Tim Pembina UKS Kabupaten Kutai Kartanegara, melakukan peninjauan langsung ke lapangan. Diantaranya ke Sekretariat Tim Pembina UKS Kota Sukabumi, ke SD Negeri Pakujajaran CBM, dan ke SMP Negeri 10 Kota Sukabumi, yang telah beberapa kali meraih prestasi terbaik di Tingkat Nasional, khususnya dalam bidang UKS.

 
Jumat, 29 Januari 2010
KEGIATAN UKS DI SMP NEGERI 10 KOTA SUKABUMI MENGACU PADA TRIAS UKS
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Kegiatan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) yang dilakukan di SMP Negeri 10 Kota Sukabumi, mengacu pada Trias UKS, yakni Pendidikan Kesehatan, Pelayanan Kesehatan, dan Penyuluhan Lingkungan Sehat.

Adapun maksud dan tujuan dilaksanakannya Pendidikan Kesehatan, seperti dikatakan Kepala SMP Negeri 10 Kota Sukabumi, Dra. Hajah Iis Sri Suyeti, M.M.Pd., supaya para peserta didik memiliki pengetahuan tentang kesehatan, serta mampu bertahan hidup dari berbagai ancaman yang membahayakan, baik fisik maupun mental, yang dilaksanakan secara ter-integrasi, melalui mata pelajaran Penjaskes, Pendidikan Agama, IPA dan IPS secara terpisah, melalui penyuluhan kesehatan, pelatihan, pembinaan dan ekstra kurikuler.

Sedangkan dilaksanakannya Pelayanan Kesehatan, bertujuan agar para peserta didik mendapatkan pelayanan dalam bidang kesehatan, sekaligus sebagai pelatihan keterampilan, teknis pemeliharaan kesehatan, serta pembentukan peran dan fungsi siswa secara aktif dalam pembelajaran kesehatan. Dijelaskannya, pelayanan kesehatan yang dilakukan di SMP Negeri 10 Kota Sukabumi, bersifat promotif atau peningkatan, preventif atau pencegahan, kuratif dan rehabilitatif atau penyembuhan dan pemulihan.

Sementara dilaksanakannya Pembinaan Lingkungan Sekolah Sehat, bertujuan agar para peserta didik memiliki keterampilan dalam pemeliharaan lingkungan sekolah sehat, yang terdiri atas pemeliharaan kebersihan, keindahan dan kerapihan lingkungan sekolah, pemeliharaan keamanan, ketertiban dan kekeluargaan, dengan melaksanakan kerja bakti kebersihan sekolah secara rutin dan terencana, tepatnya pada setiap hari Jumat, Piket Kelas, dan Piket Ruangan, termasuk membuang sampah pada tempatnya, mengadakan tempat sampah di depan kelas, serta memilah sampah organik dan anorganik. Selain itu, juga melaksanakan bakti sosial, kerja bakti di lingkungan sekolah, kunjungan ke Posyandu, membagikan pohon Lavenda dan Ikan Cupang kepada masyarakat di sekitar sekolah, serta kegiatan aksi menanam pohon di lingkungan sekolah, membuat dan memelihara Kebun Sekolah, Taman Sekolah, Tanaman Obat Keluarga (Toga), Green House atau Rumah Hijau, Peternakan, Budidaya Ikan Cupang, Kolam Sekolah, dan Kantin Sekolah.

 
Senin, 28 Desember 2009
RSPD FM KOTA SUKABUMI DINILAI SUKSES SELENGGARAKAN AUDISI CALON PEMERAN FILM TETESAN DARAH PERAWAN 2
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Radio Siaran Pemerintah Daerah (RSPD) FM Kota Sukabumi, dinilai sukses menyelenggarakan Audisi Calon Pemeran Film Tetesan Darah Perawan 2. Baik dalam segi kualitas penyelenggaraan, maupun dalam segi kuantitas peserta Calon Pemeran. Karena kendati pendaftaran yang dilaksanakan di RSPD FM Kota Sukabumi ini relatif singkat, yakni hanya lebih-kurang 1 bulan, tapi jumlah peserta calon pemeran yang mendaftar terbilang cukup banyak, yakni lebih dari 70 orang, dengan usia cukup berpariasi, yakni antara 13 sampai dengan 50 tahun. Padahal waktu pendaftaran yang dilaksanakan di daerah lain cukup lama, yakni antara 3 sampai dengan 4 bulan, namun jumlah peserta calon pemeran yang mendaftar banyak yang di bawah RSPD FM Kota Sukabumi, bahkan ada yang 20 orang.

Demikian disampaikan Sutradara Film Tetesan Darah Perawan 2, Bayu Pamungkas, didampingi Asisten Stradara, Narko, Pimpinan Unit Manager, Ramli, Unit Promosi, Guffi dan Dedy, saat meninjau pelaksanaan Audisi di Studio 3 RSPD FM Kota Sukabumi, hari Rabu, 23 Desember 2009.

Dijelaskannya, pelaksanaan Audisi Film Tetesan Darah Perawan 2 ini, dilaksanakan di 12 kota se Indonesia. Yakni Bengkulu, Lampung, Jakarta, Cikarang, Bogor, Sukabumi, Cianjur, Bandung, Ciwidey, Garut, Sumedang, dan Subang. Sedangkan final audisi dari 12 kota tersebut, akan dilaksanakan di Bogor, yang dijadualkan berlangsung pada tanggal 17 Januari 2009 mendatang. Menyinggung ceritera Tetesan Darah Perawan, menurut Bayu Pamungkas, ter-ilhami oleh mitos dari daerah Sumedang, yang dipercayai sebagai obat awet muda. Adapun maksud dan tujuannya, dalam rangka upaya melestarikan seni budaya daerah, khususnya mitos dari daerah Sumedang, sekaligus mendidik moral generasi muda, supaya tidak melakukan hal-hal yang dilarang oleh ajaran agama, budaya dan pemerintah. Sebab bagi orang yang melanggar ajaran agama, budaya dan pemerintah, akan ada akibatnya, seperti yang digambarkan dalam ceritera film Tetesan Darah Perawan.

Audisi yang dilaksanakan crew RSPD FM Kota Sukabumi beserta sejumlah aktor dan aktris lokal ini, berjalan lancar, aman dan tertib, melibatkan 2 orang penilai, yakni Aguy dari RSPD FM Kota Sukabumi, dan Din Wikrama dari Tri Amanda Citra Cinema. Adapun kriteria penilaian bagi setiap calon pemeran, terdiri dari interpretasi, explorasi, emosi, dan harmonisasi.

 
Kamis, 5 November 2009
SDN BABAKAN SIRNA KOTA SUKABUMI TENGAH MEMBANGUN GEDUNG PERPUSTAKAAN, RUANGAN UKS, DAN TOILET
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

SDN Babakan Sirna Kelurahan Benteng Kecamatan Warudoyong Kota Sukabumi, saat ini tengah membangun 2 lokal Gedung Perpuskaan, 2 lokal Ruangan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), dan 4 buah Toilet.

Kepala SDN Babakan Sirna I dan II, Dewi Puspitasari, S.Pd. dan Ecep Ruhiat, S.Pdi. menjelaskan, pembangunan 2 lokal Gedung Perpustakaan tersebut, terdiri dari lantai bawah dan lantai atas, masing-masing ber-ukuran 9,2 meter kali 6,2 meter. Demikian pula pembangunan 2 Ruangan UKS, terdiri dari lantai bawah dan lantai atas, masing-masing ber-ukuran 4 kali 3 meter, serta 4 buah Toilet, terdiri dari 2 buah di lantai bawah dan 2 buah di lantai atas, masing-masing ber-ukuran 1,5 meter kali 1 meter.

Ditandaskannya, pembangunan 2 lokal Gedung Perpuskaan, 2 lokal Ruangan UKS, dan 4 buah Toilet tersebut, dipastikan menyerap biaya dari Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar 342 juta 600 ribu rupiah, dan dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Sukabumi sebesar 34 juta 260 ribu rupiah, termasuk untuk biaya pengadaan meubeler perpustakaan.

Ditandaskan pula, dilaksanakan pembangunan 2 lokal Gedung Perpuskaan, 2 lokal Ruangan UKS, dan 4 buah Toilet tersebut, sebagai salah satu upaya memenuhi sarana dan prasarana sekolah, untuk menunjang kelancaran dan keberhasilan proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), sekaligus untuk meningkatkan kesejahteraan, kebersihan, keindahan, dan kesehatan, baik bagi warga sekolah maupun bagi lingkungan sekolah.

Menyinggung partisipasi warga masyarakat khususnya orang tua murid, menurut Kepala SDN Babakan Sirna I dan II, cukup baik dan tinggi. Buktinya belum lama ini, orang tua murid SDN Babakan Sirna I dan II, secara sukarela bergotong royong mengecat 4 ruangan belajar, serta melengkapi 12 ruangan belajar dengan puluhan set Gorden, menghabiskan dana sebesar 8 juta rupiah.

Untuk itu, Kepala SDN Babakan Sirna I dan II, mengucapkan terima kasih kepada segenap orang tua murid, yang telah berpartisipasi mengecat 4 lokal ruangan belajar, dan melengkapi 12 ruangan belajar dengan puluhan set Gorden tersebut. Diharapkannya, partisipasi orang tua murid tersebut, agar senantiasa ditingkatkan dan dikembangkan, guna meningkatkan keberhasilan dan kualitas pendidikan, serta prestasi SDN Babakan Sirna I dan II dalam berbagai bidang, baik intra maupun ekstra kurikuler.

 
Selasa, 22 September 2009
PRODUKSI PADI PETANI KELURAHAN GEDONG PANJANG MENGALAMI PENINGKATAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Produksi padi petani Kelurahan Gedong Panjang Kecamatan Citamiang Kota Sukabumi, khususnya yang tergabung dalam Kelompok Tani Rajawali, sejak satu tahun yang lalu mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Betapa tidak, sebab yang sebelumnya untuk setiap satu hektar sawah hanya menghasilan 4 ton padi, tapi sejak satu tahun yang lalu mengalami peningkatan sebanyak 100 persen, atau menjadi 8 ton padi untuk setiap satu hektar sawah.

Seperti dijelaskan sejumlah petani Kelurahan Gedong Panjang, meningkatnya hasil produksi padi tersebut, setelah mereka menggunakan bibit padi unggul dan sehat. Selain itu, juga kebutuhan air cukup memenuhi, setelah dibangun 2 buah bendungan oleh Pemerintah Kota Sukabumi. Yakni bendungan yang berlokasi di wilayah RT 6 RW 2 Gedong Panjang sepanjang 4 meter dengan tinggi 3 meter, termasuk saluran air sepanjang 1.100 meter lebar 1 meter, serta bendungan Cinyeced sepanjang 4 meter tinggi 3 meter, termasuk saluran air sepanjang 100 meter lebar 50 centi meter.

Dengan dibangunnya kedua bendungan tersebut/ selain dapat memenuhi kebutuhan air seluas 25 hektar sawah di Kelurahan Gedong Panjang/ tepatnya di wilayah RW 2/ RW 4 dan RW 5/ juga dapat memenuhi kebutuhan air ratusan hektar sawah yang berlokasi di wilayah Kelurahan Sudajaya Hilir dan Kelurahan Jayaraksa Kecamatan Baros//

Untuk itu, baik para petani Kelurahan Gedong Panjang Kecamatan Citamiang maupun para petani Kelurahan Sudajaya Hilir dan Kelurahan Jayaraksa Kecamatan Baros, mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Sukabumi, yang telah memperhatikan nasib para petani yang ada di 3 kelurahan tersebut, dengan membangun 2 buah bendungan lengkap dengan saluran airnya, tepatnya di wilayah Keluarah Gedong Panjang Kecamatan Citamiang.

Namun kendati produksi padi para petani tersebut mengalami peningkatan yang cukup signifikan, tapi para petani khususnya yang tergabung dalam Kelompok Tani Rajawali Kelurahan Gedong Panjang, masih mengalami kendala, ter-utama dalam menggarap dan mengolah sawah, karena belum memiliki Traktor dan Landak-landak, termasuk bangunan untuk tempat pertemuan para petani. Berkaitan dengan hal tersebut, para petani tersebut memohon kepada pihak instansi terkait, agar memberi bantuan sarana pertanian dan bangunan untuk tempat pertemuan, guna mempermudah dan mempercepat dalam menggarap dan mengolah sawah.

Lurah Gedong Panjang, Drs. Mimbar Solihin, M.Si., saat di konfirmasi RSPD, Web Site dan Majalah Berita Kota baru-baru ini menjelaskan, keinginan para petani tersebut telah disampaikan kepada pihak instansi terkait beberapa waktu yang lalu. Diharapkannya, keinginan para petani tersebut, dalam waktu dekat ini dapat terwujud.

 
Rabu, 16 September 2009
TIGA SUKSES TARGET KOTA SUKABUMI PADA HARI RAYA IDUL FITRI 1430 HIJRIYAH
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si. menandaskan, ada tiga sukses yang menjadi target Pemerintah Kota Sukabumi, pada hari raya Idul Fitri tahun 1430 Hijriyah. Yakni sukses keamanan dan ketertiban, sukses kesejahteraan, dan sukses pelayanan umum. Maksud dan tujuannya, untuk menunjang kelancaran dan keberhasilan pelaksanaan hari raya Idul Fitri tahun 1430 Hijriyah.

Penandasan Walikota Sukabumi tersebut, disampaikan pada acara Jumpa Pers, Rabu pagi, 16 September 2009, di Ruangan Pertemuan Setda Kota Sukabumi, didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Sukabumi, H. Deden Solehudin, S.Ag., M.M., serta Kepala Kantor PDE, Arsip Daerah dan Humas Kota Sukabumi, H. Oscar Lesnussa, S.H.

Adapun sukses keamanan dan ketertiban, diantaranya ditempuh melalui koordinasi dan penugasan aparat keamanan di Pos-Pos Pengamanan Idul Fitri dan di tempat-tempat yang di anggap rawan kecelakaan, kriminalitas, padat lalu lintas dan rawan daerah kecelakaan lalu lintas, termasuk di terminal, serta di pasar-pasar swalayan dan pasar-pasar tradisional.

Kemudian sukses kesejahteraan, diantaranya ditempuh melalui Inspeksi Mendadak (Sidak) barang-barang kebutuhan pokok ke Pasar Swalayan dan Pasar Tradisional, memantau harga-harga dan ketersediaan bahan pokok, serta memantau kesiapan SPBU dan kesiapan sarana angkutan umum khususnya Bis, baik Antar Kota Antar Propinsi (AKAP) maupun Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP). Sedangkan sukses pelayanan umum, diantaranya ditempuh melalui pemenuhan kebutuhan bahan pokok, air bersih, kesehatan, listrik dan sarana komunikasi.

Untuk mencapai ketiga sukses tersebut, Walikota Sukabumi menghimbau segenap aparat instansi terkait dan seluruh lapisan masyarakat, agar senantiasa pro aktif membantu, dengan senantiasa mematuhi berbagai peraturan dan per-undang-undangan yang berlaku. Demikian pula kepada wartawan media cetak dan elektronik, agar senantiasa pro aktif membantu, dengan memberikan lnformasi secara positif dan akurat, untuk dijadikan bahan kebijakan dan pengambilan keputusan Pemerintah Kota Sukabumi.

 
Minggu, 28 Juni 2009
KEPALA DINAS KESEHATAN INSTRUKSIKAN SELURUH STAF UNTUK GERAK CEPAT TANGANI DBD
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Dokter H. Boyke Priyono S, M.Kes., menginstruksikan seluruh staf, untuk bergerak cepat menangani penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Karena penderita DBD di Kota Sukabumi, sejak awal bulan Januari hingga minggu ketiga bulan Juni 2009 meningkat cukup tinggi.

Kepala Seksi Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Ervi Ahmad Taufik, pada acara silaturahmi dengan wartawan Kota Sukabumi peserta pelatihan HIV-AIDS dengan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) sekaligus membahas pembentukan Warga Peduli AIDS, hari Rabu, 24 Juni 2009 baru-baru ini, di Dinas Kesehatan Kota Sukabumi menjelaskan, berdasarkan data yang ada, penderita DBD di Kota Sukabumi hingga minggu ketiga bukan Juni 2009 mencapai 722 kasus, tersebar di 31 kelurahan se Kota Sukabumi. Dari jumlah penderita tersebut, satu orang meninggal dunia. Dikatakannya, ke-31 wilayah kelurahan tersebut, menjadi perhatian khusus Dinas Kesehatan Kota Sukabumi.

Ditandaskannya, kelurahan di Kota Sukabumi yang belum terjangkit penyakit DBD hanya tinggal 2 kelurahan/ yakni Kelurahan Babakan Kecamatan Cibeureum/ dan Kelurahan Situmekar Kecamatan Lembursitu//

Ditandaskan pula, pihak Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, senantiasa ber-upaya optimal melakukan pencegahan, supaya kasus DBD di Kota Sukabumi bisa ditekan. Diantaranya dengan melakukan pengasapan atau fogging, dan menurunkan petugas Juru Pemantau Jentik (Jumantik), untuk mengecek bak atau tempat penyimpanan air milik warga masyarakat, apakah terbebas dari jentik atau tidak, sekaligus melakukan sosialisasi kepada masyarakat, tentang pentingnya melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), dengan senantiasa melakukan kegiatan 3-M, yakni menguras dan menutup bak penampungan air, serta mengubur barang-barang bekas, yang dapat dijadikan tempat bersarang dan bertelur nyamuk Aides Aigepty. Selain itu, warga masyarakat juga agar melaksanakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), dengan senantiasa menjaga dan memelihara kebersihan, di lingkungannya masing-masing.

 
Kamis, 18 Juni 2009
SEGENAP APARATUR PEMERINTAH KOTA SUKABUMI AGAR SUKSESKAN PILPRES 2009
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Wakil Walikota Sukabumi, Drs. H. Mulyono, M.M., menghimbau segenap aparatur Pemerintah Kota Sukabumi, agar senantiasa ber-upaya optimal menyukseskan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilres), yang dijadualkan berlangsung pada tanggal 8 Juli 2009 mendatang, tanpa mengurangi jalannya roda pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

Namun demikian, dalam menyukseskan pesta demokrasi 5 tahunan ini, seluruh aparatur Pemerintah Kota Sukabumi agar senantiasa menjaga netralitas. Hal tersebut sesuai dengan himbauan yang disampaikan Menteri Dalam Negeri, melalui surat tertanggal 5 Juni 2009, tentang netralitas dan partisipasi PNS dalam Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2009.

Himbauan Wakil Walikota Sukabumi tersebut, disampaikan pada Apel Pengibaran Bendera Kebangsaan Sang Merah Putih, hari Rabu pagi, 17 Juni 2009 baru-baru ini, di halaman Apel Setda Kota Sukabumi.

Diharapkannya, Pilres 2009 yang dilaksanakan secara langsung, perlu disikapi oleh semua pihak, dengan penuh kearifan dan kecerdasan. Artinya dalam sebuah negara yang demokratis, momen Pilpres tersebut harus diterjemahkan sebagai peristiwa biasa, tidak perlu disikapi secara berlebihan. Apalagi sampai terjadi pecah belah serta merusak kesatuan dan persatuan, yang telah terjalin dengan baik.

Wakil Walikota Sukabumi juga mengharapkan, kesatuan jiwa korsa seluruh aparatur Pemerintah Kota Sukabumi, agar senantiasa dijaga dan dijunjung tinggi, supaya tepat solid dan kodusif. Selain itu, seluruh aparatur Pemerintah Kota Sukabumi, juga harus cerdas dan cermat, untuk lebih mengedepankan masa depan bangsa, diatas kepentingan pribadi dan golongan.

Untuk itu, segenap aparatur Pemerintah Kota Sukabumi, agar senantiasa ber-upaya optimal menjadi sumber daya yang gemar berprestasi, memiliki kompetensi, dedikasi, dan loyalitas yang tinggi, serta bersih dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN). Disamping itu juga diharapkan, seluruh aparatur pemerintah agar senantiasa memahami visi misi dan berbagai indikator makro yang hendak dicapai bersama. Diantaranya memikirkan nasib 280 ribu warga Kota Sukabumi, untuk lebih cerdas, lebih sehat, dan lebih sejahtera.

 
Selasa, 2 Juni 2009
DINAS PENDIDIKAN BERUPAYA OPTIMAL SUKSESKAN PROGRAM WAJARDIK 12 TAHUN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Dinas Pendidikan Kota Sukabumi melalui Bidang Pendidikan Menengah (Dikmen), ber-upaya optimal menyukseskan program Wajib Belajar Pendidikan (Wajardik) 12 Tahun.

Berkaitan dengan hal tersebut, pihak Dinas Pendidikan Kota Sukabumi berharap kepada seluruh lulusan SMP dan MTs, agar melanjutkan sekolah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, khususnya ke SMK.

Sebab seperti yang dikatakan Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, Dra. Ika Sartika, M.Si., di SMK seluruh siswa dituntut untuk memiliki keakhlian dan keterampilan atau life skills, sesuai dengan bidang yang ada di SMK masing-masing, baik dalam bidang Teknologi dan Pariwisata, maupun dalam bidang Adminsitrasi dan sebagainya.

Dengan demikian, seluruh siswa di SMK, selain dapat menyiapkan diri, juga memiliki keakhlian dan keterampilan, untuk bekal hidup setelah keluar dari sekolah, baik untuk melamar pekerjaan maupun membuka usaha sendiri.

Sebagai salah satu contohnya di SMK Negeri 1 Kota Sukabumi, hampir seluruh lulusannya, dalam setiap tahun langsung mendapat pekerjaan, karena dibutuhkan oleh berbagai perusahaan industri, baik dari dalam maupun dari luar negeri. Selain itu, juga akan menjadi faktor penunjang, dalam mewujudkan Kota Sukabumi sebagai Kota Vokasi, di mana jumlah siswa SMK harus lebih banyak dari jumlah siswa SMA dan MA.

Untuk menunjang kelancaran dan keberhasilan program tersebut, menurut Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, harus mendapat dukungan dan peran serta dari orang tua murid, termasuk dari siswa SMP dan MTs.

Ditandaskan pula, para siswa SMP dan MTs yang melanjutkan pendidikan ke SMA dan MA pun sama baiknya. Namun setelah lulus dari SMA dan MA, para siswa harus melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi. Sebab baik di SMA maupun di MA, para siswa tidak diberi pendidikan keakhlian dan keterampilan khusus seperti di SMK, baik dalam bidang Teknologi dan Pariwisata, maupun dalam bidang Adminsitrasi dan sebagainya.

 
Kamis, 28 Mei 2009
PRODUKSI IKAN DI JAWA BARAT HANYA SEKITAR 615 RIBU TON PER TAHUN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Produksi ikan di Jawa Barat, saat ini hanya sekitar 615 ribu ton per tahun. Produksi tersebut, belum cukup memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat Jawa Barat, yang saat ini jumlahnya mencapai 42 juta orang.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Barat, Ahmad Hadadi, pada acara sosialisasi gerakan masyarakat makan ikan, bagi siswa SD di Kota Sukabumi, hari Selasa, 26 Mei 2009, di Gedung BBAT Sukabumi.

Dikatakannya, tidak memenuhinya kebutuhan ikan di Jawa Barat tersebut, karena ada beberapa daerah di Jawa Barat, khususnya di daerah selatan, seperti daerah Sukabumi, Cianjur, Garut, Tasikmalaya dan Ciamis, yang belum maksimal mengembangkan produksi tangkapan ikan. Karena di daerah tersebut, baru sekitar 50 persen yang diberdayakan sebagai produksi tangkapan ikan.

Dikatakan pula, apabila di daerah tersebut telah diberdayakan 100 persen sebagai produksi tangkapan ikan, kebutuhan konsumsi ikan masyarakat Jawa Barat dapat dipenuhi.

Sedangkan di daerah utara Jawa Barat, seperti di daerah Bekasi, Karawang, Subang, Indramayu dan Cirebon, produksi tangkapan ikan sudah mengalami penurunan.

Berkaitan dengan hal tersebut, untuk memenuhi kebutuhan konsumsi ikan masyarakat Jawa Barat, saat ini terpaksa dipasok dari daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur, khususnya dari daerah Boyolali.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Barat mengatakan, sosialisasi gerakan masyarakat makan ikan yang dilaksanakan di Kota Sukabumi ini, sebagai salah satu upaya dan langkah awal pengenalan berbagai jenis makanan dari bahan dasar ikan. Karena makanan dari bahan dasar ikan, memiliki kandungan protein yang sangat tinggi, serta kandungan gizinya dapat meningkatkan pertumbuhan otak dan kecerdasan anak. Selain itu, juga manfaatnya sangat besar, khususnya untuk kesehatan dan perkembangan tubuh anak termasuk balila.

 
Kamis, 16 April 2009
SMP NEGERI 10 HARUS MEMILIKI OBSESI UNTUK MENANG DALAM LOMBA UKS TINGKAT NASIONAL
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Sukabumi, selaku Ketua Harian Pembina UKS Kota Sukabumi, H. Deden Solehudin, S.Ag., M.M. mengharapkan, warga SMP Negeri 10 Kota Sukabumi, harus memiliki obsesi untuk menang dalam Lomba UKS Tingkat Nasional.

Untuk itu, sasaran yang selalu dijadikan obyek penilaian harus secepatnya dibenahi dan diperbaiki. Karena secara fisik bangunan, ada rival yang lebih baik dari SMP Negeri 10. Namun secara SDM, SMP Negeri 10 harus lebih baik dari sekolah lainnya. Sebab dalam tahun 2009, hanya SMP Negeri 10 yang menjadi tumpuan mayarakat dan pemerintah, baik Pemerintah Kota Sukabumi maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dalam lomba tersebut. Guna mewujudkan hal tersebut, diharapkan ada faktor penunjang dari Dinas dan Instansi terkait, untuk memberi dukungan positif kepada sekolah tersebut.

Sementara Kepala Dinas Pengelolaan Persampahan, Pertamanan dan Pemakaman Kota Sukabumi, selaku Tim Pembina UKS Kota Sukabumi, Insinyur H. Fifi Kusumajaya, M.M. menjelaskan, melalui program Trias UKS, yakni dengan pembelajaran pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan penyuluhan lingkungan sehat di SMP tersebut, menjadi modal untuk meraih prestasi yang dapat membanggakan semua pihak. Kendati SMP tersebut, harus berhadapan dengan pesaing-pesaing yang sangat berat. Untuk itu, Tim Pembina UKS akan ber-upaya optimal, supaya SMP Negeri 10 Kota Sukabumi menjadi yang terbaik di Tingkat Nasional.

Dalam pada itu, Kepala SMP Negeri 10 Kota Sukabumi, Iis Sri Suyeti, M.M.Pd. menjelaskan, pihak sekolah dan warga sekolah beserta segenap lapisan masyarakat di sekitarnya, akan bekerja keras dan ber-upaya optimal, supaya SMP Negeri 10 Kota Sukabumi berhasil meraih gelar juara pada Lomba UKS Tingkat Nasional. Untuk mewujudkan harapan tersebut, saat ini pihaknya sedang melakukan penataan dan perbaikan fisik bangunan dan adimistrasi. Guna menunjang kelancaran dan keberhasilan dalam melakukan penataan dan perbaikan, pihaknya belum lama ini mendapat bantuan dari APBD Kota Sukabumi, sebesar 30 juta rupiah. Bantuan tersebut diserahkan Wakil Walikota Sukabumi, Drs. H. Mulyono, M.M.

Ditandaskannya, UKS merupakan media pembelajaran yang tepat, khususnya dalam mengenal dan membiasakan hidup sehat dan bersih kepada para siswa sejak dini. Selain itu, juga dapat mengembangkan pola kebersamaan antara pihak sekolah dengan para siswa, khususnya dalam meningkatkan pengelolaan lingkungan hidup di sekolah dan sekitarnya. Ditandaskan pula, banyak hal yang bisa diunggulkan di SMP Negeri 10 Kota Sukabumi. Diantaranya Kantin Kejujuran, Outbond Pendidikan Kesehatan Sekolah (PKHS), 33 Life Skill dalam mengolah Makanan dan Minuman (Mamin), dan Sekolah Adhiwiyata.

Diharapkannya, dengan keunggulan tersebut, dapat menunjang terhadap kelancaran dan keberhasilan sekolah, untuk meraih prestasi yang dapat membanggakan semua pihak, khususnya dalam Lomba UKS Tingkat Nasional. Selain itu, pihaknya juga mendapat dukungan positif dari instansi terkait. Diantaranya dari Dinas Pendidikan, Dinas Pengelolaan Persampahan, Pertamanan dan Pemakaman, serta dari Kantor Lingkungan Hidup Kota Sukabumi.

 
Rabu, 15 April 2009
SMP NEGERI 10 KOTA SUKABUMI DUTA PROPINSI JAWA BARAT DALAM LOMBA UKS TINGKAT NASIONAL
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

SMP Negeri 10 Kota Sukabumi, menjadi duta Provinsi Jawa Barat, dalam Lomba UKS Tingkat Nasional Tahun 2009, setelah SMP tersebut berhasil meraih gelar juara pertama lomba UKS Tingkat Provinsi Jawa Barat.

Berkaitan dengan hal tersebut, SMP tersebut saat ini sedang melakukan persiapan dan penataan dalam berbagai bidang, supaya dalam Lomba UKS Tingkat Nasional yang dijadualkan berlangsung pada bulan Mei 2009 mendatang, dapat tampil dengan baik dan maksimal, serta mampu meraih prestasi yang cukup membanggakan semua pihak.

Untuk menunjang kelancaran dan keberhasilan sekaligus memenuhi berbagai kebutuhan di SMP Negeri 10, Wakil Walikota Sukabumi, Drs. H. Mulyono, M.M., saat melakukan peninjauan hari Senin, 13 April 2009, memberi bantuan kepada Kepala SMP Negeri 10, Iis Sri Suyeti, M.M.Pd., sebesar 30 juta rupiah dari APBD Kota Sukabumi.

Wakil Walikota Sukabumi mengharapkan, bantuan tersebut dapat digunakan secara optimal, untuk memperbaiki fasilitas Gedung SMP Negeri 10, yang dianggap masih kurang atau perlu dipebaiki.

Ditandaskannya, SMP Negeri 10 Kota Sukabumi, saat ini merupakan salah satu sekolah terbaik di Provinsi Jawa Barat. Untuk itu diharapkan, SMP tersebut bisa menjadi yang terbaik di Tingkat Nasional, guna membawa nama harum Kota Sukabumi dan Jawa Barat di Tingkat Nasional.

Guna mewujudkan harapan tersebut, semua pihak khususnya warga sekolah tersebut, harus memiliki analisa tuntutan kecerdasan, supaya dapat ber-inovasi atau mencari nilai plus dari sekolah lain yang menjadi rival SMP tersebut.

Wakil Walikota Sukabumi juga mengharapkan, pihak SMP Negeri 10 Kota Sukabumi, harus memiliki komitmen untuk merubah perilaku hidup sehat dan bersih, kepada warga sekolah dan masyarakat di sekitarnya.

 
Jumat, 3 April 2009
PEMERINTAH KOTA SUKABUMI AKAN BERUPAYA OPTIMAL SUKSESKAN PEMILU
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota Sukabumi, akan berupaya optimal menyukseskan Pemilu, baik Pemilu Legislatif maupun Pemilu Presiden 2009. Seperti dikatakan Wakil Walikota Sukabumi, Drs. H. Mulyono, M.M., upaya tersebut diantaranya ditempuh melalui sosialisasi kepada masyarakat.

Selain itu, dalam pelaksanaan Pemilu tersebut, Pemerintah Kota Sukabumi melibatkan 1.918 anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas), untuk membantu aparat kepolisian, khususnya dalam melakukan pengamanan Pemilu, baik Pemilu Legislatif maupun Pemilu Presiden.

Wakil Walikota Sukabumi menandaskan, dilibatkannya anggota Linmas tersebut, sebagai salah satu upaya Pemerintah Kota Sukabumi, untuk meng-antisipasi terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah Kota Sukabumi. Dengan demikian, pelaksanaan pesta demokrasi rakyat Indonesia tersebut, di Kota Sukabumi dapat berjalan lancar, aman dan tertib.

Sementara Asisten Pemerintahan Setda Kota Sukabumi, H. Kusna Kurhana, S.IP., M.M. menjelaskan, untuk menunjang kelancaran dan keberhasilan anggota Linmas dalam melaksanakan tugas membantu pengamanan Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden, seluruh anggota Linmas tersebut dibina dan dilatih secara intensif oleh aparat instansi terkait, khususnya cara-cara menangani gangguan Kamtibmas.

Dalam pada itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Sukabumi, Anton Rachman, S.Sos. menjelaskan, ke-1.918 anggota Linmas tersebut, akan ditugaskan di 598 Tempat Pemungutan Suara (TPS) se Kota Sukabumi.

Diharapkannya, dengan dilibatkannya anggota Linmas tersebut, dapat menunjang terhadap kelancaran dan keberhasilan pelaksanaan Pemilu di Kota Sukabumi, baik Pemilu Legislatif maupun Pemilu Presiden, yakni aman dan tertib, sesuai harapan semua pihak.

 
Selasa, 17 Februari 2009
PEMKOT SUKABUMI JADIKAN TAHUN 2009 SEBAGAI TAHUN K-3 SEKTOR KONSTRUKSI
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, menjadikan tahun 2009 sebagai tahun Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K-3) sektor konstruksi. Demikian disampaikan Wakil Walikota Sukabumi, Drs. H. Mulyono, M.M., saat memberi sambutan pada upacara Hari Kesadaran Nasional, yang dirangkai dengan acara penutupan Bulan Gerakan Nasional (Gernas) K-3 Tahun 2009 Tingkat Kota Sukabumi, Selasa pagi, 17 Februari 2009, di lapangan Apel Setda Kota Sukabumi.

Selaras dengan tema peringatan, yakni Kita Terapkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K-3) Untuk Peningkatan Produktivitas dan Mutu Kerja, diharapkan ada aksi-aksi nyata dalam upaya peningkatan K-3 di Kota Sukabumi.

Sedangkan tujuan dari pelaksanaan Gerakan Nasional (Gernas) K-3 Tahun 2009, untuk meningkatkan kesadaran, partisipasi dan tanggung-jawab semua pihak, dalam pelaksanaan K-3. Untuk itu, sikap dan perilaku tentang pentingnya K-3, harus tumbuh dan berkembang menjadi sebuah budaya, tidak hanya sebatas di tempat kerja saja, akan tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat. Pembudayaan K-3 amat penting dilakukan, karena berkolerasi terhadap upaya peningkatan mutu kerja dan produktivitas nasional.

Dijelaskannya, data kecelakaan kerja di Kota Sukabumi pada tahun 2007 mencapai 80 kasus. Sedangkan pada tahun 2008 mencapai 66 kasus, mengalami penurunan sebanyak 14 kasus. Namun demikian, Wakil Walikota Sukabumi mengharapkan, pada tahun 2009, angka kecelakaan kerja tersebut bisa diturunkan kembali minimal 50 persen dari tahun 2008. Dengan demikian, pelaksanaan program revitalisasi, pada tahun 2009 dapat ditingkatkan.

Wakil Walikota Sukabumi menandaskan, penerapan K-3 harus menjadi prasyarat utama, serta terencana, terdokumentasi dan dikelola melalui sistem manajemen K-3, yang ter-integrasi dan dibarengi dengan sikap perilaku masyarakat yang memahami filosofi dari safety. Karena filosofi dari safety, merupakan keselamatan total dari segala resiko yang mungkin terjadi. Adapun sasarannya, yakni keselamatan kerja, kesehatan kerja, dan keselamatan umum. Berkaitan dengan hal tersebut, Wakil Walikota Sukabumi mengharapkan, berbagai kegiatan konstruksi khususnya yang dibiayai oleh APBN dan APBD di Kota Sukabumi, bisa menjadi teladan dalam menerapkan manajemen K-3.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Walikota Sukabumi menyerahkan trophy dan piagam penghargaan kepada perusahaan Pembina terbaik tenaga kerja perempuan. Antara lain, terbaik kesatu PT Bank Central Asia, TBK, terbaik kedua PT Matahari Putra Prima, TBK, dan terbaik ketiga PT Akur Pratama Toserba Yogya. Selanjutnya kepada perusahaan pembina terbaik kesatu K-3, Kantor Telkom Sukabumi, terbaik kedua PT Euregate Indonesia, dan terbaik ketiga PT Graha Tama Wisesa.

 
Rabu, 26 November 2008
SMP NEGERI 10 KOTA SUKABUMI DINILAI TIM LOMBA UKS TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

SMP Negeri 10 Kota Sukabumi, Selasa pagi, 25 November 2008, dinilai Tim Lomba Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) Tingkat Provinsi Jawa Barat. Namun sebelum Tim Lomba UKS Tingkat Provinsi Jawa Barat melakukan penilaian ke SMP Negeri 10, terlebih dahulu diterima secara langsung oleh Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abduddussyukur, S.H., M.Si., beserta para Kepala SKPD terkait, bertempat di Ruangan Utama Balaikota. Setelah diterima oleh Walikota Sukabumi, Tim Lomba UKS Provinsi Jawa Barat yang diketuai, Sulistio Widodo ini, melakukan peninjauan ke Sekretariat Tim Pembina UKS Kota Sukabumi, tentang kesiapan sekaligus menyikapi pelaksanaan lomba tersebut.

Usai diterima oleh Walikota Sukabumi di Ruangan Utama Balaikota dan melakukan peninjauan ke Sekretariat Tim Pembina UKS Kota Sukabumi, Tim Lomba UKS Tingkat Provinsi Jawa Barat melakukan penilaian ke SMP Negeri 10, diterima oleh Wakil Walikota Sukabumi, Drs. H. Mulyono, M.M.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Sukabumi, Insinyur H. Fifi Kusumajaya, M.M., Kepala Dinas P dan K Kota Sukabumi, Sanusi Harjadireja, S.Pd., Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Dokter H. Boyke Priyono, M.Kes., Kepala Bagian Kesejahteraan Sosial Setda Kota Sukabumi, H. Deden Solehudin, S.Ag., M.M., Camat Warudoyong, Drs. H. Yudi Wiharsa, M.Si., Kepala SMP Negeri 10 Kota Sukabumi, Dra. Iis Sri Suyeti, M.M.Pd., para Lurah se Kecamatan Warudoyong, dan undangan lainnya.

Wakil Walikota Sukabumi, Drs. H. Mulyono, M.M., dalam sambutannya mengatakan, UKS bukan semata-mata merupakan program wajib di setiap sekolah, akan tetapi lebih dari itu, yakni merupakan program terpadu yang berkelanjutan dari Pemerintah Kota Sukabumi. Bahkan UKS dipandang merupakan salah satu model dari bentuk kerjasama yang baik, karena mampu memadukan sinerjitas berbagai departemen, seperti Departemen Kesehatan, Departemen Pendidikan Nasional, Departemen Dalam Negeri, dan Departemen Agama.

Dengan asumsi, bahwa anak-anak sekolah 33 persen hidupnya berada di sekolah. Maka tidaklah berlebihan apabila kebijakan Pemerintah Kota Sukabumi secara sungguh-sungguh ingin mewujudkan sekolah sebagai tempat yang sehat dalam arti yang luas, yakni sehat secara fisik dan sehat secara spiritual.

Untuk menunjang keberhasilan program UKS, telah digulirkan beberapa kebijakan. Antara lain Keputusan Walikota Sukabumi Nomor 288 Tahun 2003, Tentang Bebas Rokok di setiap lingkungan sekolah, dan Peraturan Daerah Kota Sukabumi Nomor 7 Tahun 2004, Tentang Pendalaman Materi Pendidikan Agama Islam pada sekolah umum di Kota Sukabumi.

 
Rabu, 15 Oktober 2008
NAIKNYA HARGA BBM DAN KRISIS EKONOMI, BERDAMPAK NEGATIF TERHADAP PENGUSAHA JASA KONSTRUKSI
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan krisis ekonomi yang melanda Amerika Serikat, berdampak negatif terhadap para pegusaha yang bergerak dalam bidang jasa konstruksi, khususnya yang tergabung dalam Asosiasi Gabungan Pengusaha Jasa Kontruksi (Gapensi), baik yang ada di Provinsi Jawa Barat maupun yang ada di daerah Kota dan Kabupaten. Karena dengan naiknya harga BBM dan krisis ekonomi tersebut, mengakibatkan naiknya harga-harga material.

Demikian disampaikan Ketua Gapensi Jawa Barat, Ahmad Hanafiah, usai menghadiri Musyawarah Kerja BPC Gapensi Kota Sukabumi, hari Senin baru-baru ini, di Hotel Edellwis.

Ditandaskannya, kendati hingga saat ini dampak dari naiknya harga BBM dan krisis ekonomi tersebut belum dirasakan berat oleh para pengusaha anggota Gapensi, namun apabila krisis tersebut berlangsung berkepanjangan, akan menyulitkan segenap pengusaha anggota Gapensi, khususnya dalam pengadaan komponen-komponen konstruksi dari luar negeri.

Untuk itu, Ketua Gapensi Jawa Barat berharap, agar krisis tersebut tidak berlangsung berkepanjangan, supaya para pengusaha anggota Gapensi bisa merasa nyaman dan tenang.

Ditandaskan pula, akibat dari kenaikan harga BBM dan krisis tersebut, sebagian proyek yang dipercayakan pembagunannya kepada para pengusaha anggota Gapensi, mengalami pengunduran pengerjaannya.

Sebagai salah satu contohnya, pengerjaan proyek-proyek baru di Kota Sukabumi, baru bisa direalisasikan sekitar 35 persen. Sedangkan masa kontraknya, ber-akhir pada akhir bulan Desember 2008. Hal tersebut harus diatasi dan dicari solusinya, khususnya dalam penyelasaian pengerjaannya, yang waktunya hanya tinggal dua bulan lagi.

 
Kamis, 9 Oktober 2008
PEMERINTAH KOTA SUKABUMI SECARA UMUM BERHASIL MEWUJUDKAN TIGA SUKSES
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota Sukabumi, secara umum berhasil mewujudkan tiga sukses, khususnya dalam menunjang kelancaran dan keberhasilan pelaksanaan ibadah shaum dan hari raya Idul Fitri tahun 1429 Hijriyah. Adapun ketiga sukses tersebut, antara lain sukses dalam bidang keamanan dan ketertiban, sukses dalam bidang kesejahteraan, dan sukses dalam bidang pelayanan umum.

Demikian disampaikan Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., saat memberi sambutan pada acara halal bil halal, Kamis pagi, 9 Oktober 2008, di Lapangan Apel Setda Kota Sukabumi.

Dijelaskannya, sukses dalam bidang keamanan dan ketertiban, diantaranya ditempuh melalui koordinasi dan penugasan aparat keamanan di Pos-Pos Pengamanan Lebaran, di tempat-tempat yang di anggap rawan kecelakaan, kriminalitas, padat lalu lintas dan rawan daerah kecelakaan lalu lintas, termasuk di terminal, serta di pasar-pasar swalayan dan pasar-pasar tradisional.

Sedangkan sukses dalam bidang kesejahteraan, diantaranya ditempuh melalui sidak kebutuhan pokok ke pasar swalayan dan pasar tradisional, memantau harga-harga dan ketersediaan bahan pokok khususnya sembako dan minyak tanah, serta memantau kesiapan SPBU dan kesiapan sarana angkutan umum khususnya Bis, baik Antar Kota Antar Propinsi (AKAP) maupun Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP).

Sementara sukses dalam bidang pelayanan umum, diantaranya ditempuh melalui pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat lainnya, seperti air bersih, kesehatan, listrik dan sarana komunikasi.

Untuk itu, Walikota Sukabumi mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, khususnya kepada segenap aparat instansi terkait dan seluruh lapisan masyarakat, yang telah ber-upaya optimal mewujudkan ketiga sukses tersebut. “Dengan demikian, wilayah Kota Sukabumi, hingga saat ini secara umum dalam kondisi aman, tentram, tertib dan damai, serta sehat dan sejahtera”, katanya.

Dalam pada itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Sukabumi, Insinyur H. Fifi Kusumajaya, M.M., mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, atas partisipasi aktifnya baik berupa moril maupun materil, sehingga acara halal bil halal ini dapat dilaksanan dengan baik, sesuai jadwal dan harapan semua pihak.

Adapun tema yang diangkat dalam acara tersebut, yakni “Dengan hikmah silaturahmi dan halal bil halal Idul Fitri tahun 1429 Hijriyah, kita tingkatkan kejema’ahan dalam mewujudkan Kota Sukabumi sehat, cerdas dan sejahtera”.

Acara halal bil halal yang diisi tausiah dari Drs. K.H. Abdul Hamid, M.Ag. ini, dihadiri unsur Muspida, Pimpinan dan Anggota DPRD, Wakil Walikota Sukabumi, Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, para Asisten, para Kepala Badan, Dinas, Kantor dan Bagian, para Camat dan Lurah, Ketua Tim Penggerak PKK, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Sukabumi, Ketua GOW, Ketua Persit Kartika Chandra, Ketua Bhayangkari, Ketua Umum MUI Kota Sukabumi, tokoh masyarakat, alim ulma, pemuda dan undangan lainnya.

 
Sabtu, 27 September 2008
TIGA SUKSES TARGET PEMERINTAH KOTA SUKABUMI
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., didampingi Wakil Walikota Sukabumi, Drs. H. Mulyono, M.M. dan Kepala Kantor Infokom, PDE dan Arsip Daerah Kota Sukabumi, Drs. H. Dede Nurdin, M.Ag. menandaskan, untuk menunjang kelancaran dan keberhasilan pelaksanaan hari raya Idul Fitri tahun 1429 Hijriyah, ada tiga sukses yang menjadi target Pemerintah Kota Sukabumi. Yakni sukses keamanan dan ketertiban, sukses kesejahteraan, dan sukses pelayanan umum.

Penandasan Walikota Sukabumi tersebut, disampaikan pada acara jumpa pers, Jum’at pagi, 26 September 2008, di Ruangan Pertemuan Setda Kota Sukabumi.

Dijelaskannya, sukses keamanan dan ketertiban, diantaranya ditempuh melalui koordinasi dan penugasan aparat keamanan di Pos-Pos Pengamanan Lebaran dan di tempat-tempat yang di anggap rawan kecelakaan, kriminalitas, padat lalu lintas dan rawan daerah kecelakaan lalu lintas, termasuk di terminal, serta di pasar-pasar swalayan dan pasar-pasar tradisional.

Selanjutnya sukses kesejahteraan, diantaranya ditempuh melalui sidak kebutuhan pokok ke pasar swalayan dan pasar tradisional, memantau harga-harga dan ketersediaan bahan pokok, serta memantau kesiapan SPBU dan kesiapan sarana angkutan umum khususnya Bis, baik Antar Kota Antar Propinsi (AKAP) maupun Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP).

Sedangkan sukses pelayanan umum, diantaranya ditempuh melalui pemenuhan kebutuhan bahan pokok, air bersih, kesehatan, listrik dan sarana komunikasi.

Untuk mencapai ketiga sukses tersebut, Walikota Sukabumi menghimbau segenap aparat instansi terkait dan seluruh lapisan masyarakat, agar senantiasa pro aktif membantu. Demikian pula kepada wartawan media cetak dan elektronik, agar senantiasa pro aktif membantu, dengan memberikan lnformasi secara positif dan akurat, untuk dijadikan bahan kebijakan dan pengambilan keputusan Pemerintah Kota Sukabumi.

 
Senin, 7 April 2008
WALIKOTA SUKABUMI MENGINSTRUKSIKAN SELURUH APARAT MEMBANTU PENCARIAN 8 KORBAN BANJIR BANDANG
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Sebanyak 13 orang karyawan pabrik kerupuk makroni “ADR”, Minggu sore, 6 April 2008, sekira pukul 17.00 hanyut terbawa arus banjir bandang kali Cipelang. Dari ke-13 orang korban banjir tersebut, sebanyak 5 orang berhasil menyelamatkan diri, dan sebanyak 8 orang korban hilang terbawa arus banjir.

Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., sesaat setelah mendapat kabar tersebut, langsung menginstruksikan seluruh aparat instansi terkait, untuk membantu pencarian terhadap 8 orang korban yang hilang terbawa arus banjir tersebut. Bahkan ke-esokan harinya, Walikota Sukabumi beserta sejumlah Kepala Instansi terkait, langsung mengunjungi pabrik kerupuk makroni “ADR”, yang berlokasi di wilayah RT 3 RW 1 Kelurahan Benteng Kecamatan Warudoyong Kota Sukabumi, sekaligus menjenguk dan berbincang-bincang dengan ke-5 orang korban yang berhasil menyelamatkan diri, sekaligus memerintahkan aparat Puskesmas Benteng, untuk melakukan pemeriksaan dan pengobatan terhadap ke-5 orang korban yang selamat tersebut.

Usai mengunjungi pabrik kerupuk dan menjenguk ke-5 orang korban yang selamat tersebut, Walikota Sukabumi langsung menuju ke lokasi seputar tempat kejadian, yakni ke batas wilayah Kota Sukabumi sebelah selatan, tepatnya di jembatan kali Cipelang, kampung Kebon Manggu RT 16 RW 1 Desa Kebon Manggu Kecamatan Gunung Guruh Kabupaten Sukabumi, untuk memantau sekaligus memberi motivasi kepada warga masyarakat, aparat instansi terkait dan Tim SAR Gabungan, dalam melakukan pencarian terhadap seluruh korban yang hilang terbawa arus banjir tersebut.

Setelah separuh korban yang hilang terbawa arus banjir tersebut diketemukan di kali Cimandiri dan diangkut oleh sejumlah Ambulan ke RSUD R. Syamsudin, S.H. Kota Sukabumi, Walikota Sukabumi langsung menuju RSUD tersebut, menjenguk para korban sekaligus memerintahkan aparat RSUD R. Syamsudin, S.H. Kota Sukabumi, untuk mengurus seluruh korban dan mengantarkannya ke rumah keluarga korban masing-masing.

 
Rabu, 26 Desember 2007
JAJARAN PANITIA PENYELENGGARA BEKERJA EKSTRA KERAS SUKSESKAN FASI TINGKAT JAWA BARAT TAHUN 2007
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Untuk menyukseskan pelaksanaan Festival Anak Soleh Indonesia (FASI) Tingkat Jawa Barat Tahun 2007 di Kota Sukabumi, jajaran Panitia Penyelenggara bekerja eksra keras melakukan persiapan dan penataan, baik untuk pelaksanaan Pawai Ta’aruf dan Upacara Pembukaan, maupun untuk pelaksanaan festival.

Berdasarkan hasil pantauan RSPD FM dan Website Kota Sukabumi di lapangan, satu hari sebelum pelaksanaan festival, tepatnya pada hari Rabu (26/12/2007), sejak pagi hari hingga sore hari, ratusan anak melakukan gladi resik di lapangan Merdeka, yang akan dijadikan tempat upacara pembukaan kegiatan tersebut.

Yang patut mendapat perhatian semua pihak dari kegiatan gladi resik, yakni kendati sejak pagi hari hingga sore hari hujan tak henti-hentinya mengguyur lapangan Merdeka, tapi ratusan anak tetap melakukan latihan dengan antusias, penuh semangat dan tanggung-jawab yang tinggi.

Maksud dan tujuannya, supaya pelaksanaan upacara pembukaan dan pelaksanaan festival termasuk pelaksanaan Pawai Ta’aruf, berjalan sukses, aman dan tertib.

Seperti dijelaskan Seksi Acara, Dian Suciati, S.E., pelaksanaan FASI Tingkat Jawa Barat Tahun 2007 di Kota Sukabumi ini, dijadwalkan berlangsung selama 3 hari, tepatnya dari tanggal 27 hingga 29 Desember 2007.

Adapun peserta yang mengikuti kegiatan tersebut, seluruhnya mencapai 1.476 anak, utusan dari 18 Kota dan Kabupaten se Jawa Barat, atau masing-masing Kota dan Kabupaten mengirimkan 82 anak, usia 4 sampai dengan 15 tahun.

Sedangkan tempat pelaksanaan festival, dipusatkan di mesjid Agung, Graha Qolbun Salim dan Gedung Pusat Kajian Islam Kota Sukabumi.

 
Rabu, 19 Desember 2007
TIGA SEKOLAH DI KOTA SUKABUMI BERPELUANG RAIH GELAR JUARA PADA LOMBA UKS TINGKAT JAWA BARAT
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Tiga Sekolah di Kota Sukabumi, masing-masing TK Negeri Pembina Kecamatan Lembursitu, SD Negeri Dayeuhluhur CBM dan SMP Negeri 10, berpeluang meraih gelar juara pertama, pada lomba UKS Tingkat Propinsi Jawa Barat Tahun 2007.

Karena ketiga sekolah tersebut, dibangun cukup refresentatif, memiliki halaman yang cukup luas, serta memiliki sarana dan prasarana UKS yang cukup memadai. Demikian disampaikan Ketua Tim 2 Penilai Lomba UKS Tingkat Propinsi Jawa Barat, Pantja Widhi, saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, usai melakukan penilaian di SD Negeri Dayeuhluhur CBM, Senin pagi.

Sedangkan pada acara penerimaan, Ketua Tim 2 Penilai Lomba tersebut menyampaikan sambutan Sekretaris Tim Pembina UKS Propinsi Jawa Barat, Dra. Hajah Tuti Setiasih, diantaranya menjelaskan, wilayah Jawa Barat memiliki berbagai potensi sumber daya, untuk menjadi “wewengkon anu gemah ripah repeh rapih” atau “daerah yang aman, tertib dan sejahtera”. Karena wilayah Jawa Barat terkenal dengan kesuburan tanahnya, sumber daya air yang melimpah, sumber daya buatan berupa infrastruktur sosial dan ekonomi yang relatif memadai, serta kuantitas sumber daya manusianya yang benar-benar melimpah. Namun berbagai sumber daya tersebut, nampaknya belum dapat dikelola secara efektif bagi kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut tercermin dari masih rendahnya kualitas kesejahteraan manusia Jawa Barat, yang dikur dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), yaitu sekitar 80 point.

Dijelaskannya, IPM Jawa Barat, pada tahun 2006 baru mencapai angka 76,3. Rendahnya IPM Jawa Barat, karena masih rendahnya derajat pendidikan, kesehatan dan kesejahateraan masyarakatnya.

Untuk itu, sejak tahun 2001 Pemerintah Propinsi Jawa Barat telah menetapkan visi dan misi, yang pada dasarnya ingin mengejar ke-unggulan sebagai “Propinsi Termaju di Indonesia dan Mitra Terdepan Ibukota Negara Pada Tahun 2010”, dengan fokus upaya pada peningkatan kualitas SDM dalam Bidang Pendidikan, Kesehatan dan Ekonomi.

Sekretaris Tim Pembina UKS Propinsi Jawa Barat, Dra. Hajah Tuti Setiasih menandaskan, Program Pembinaan dan Pengembangan UKS, merupakan salah satu mata rantai penting, untuk mewujudkan misi “Peningkatan Kualitas dan Produktifitas SDM Jawa Barat”. Karena maksud dan tujuan dari program UKS, untuk meningkatkan mutu dan prestasi belajar peserta didik, melalui peningkatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan derajat kesehatan peserta didik, sekaligus menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, sehingga memungkinkan peserta didik dapat tumbuh dan berkembang secara harmonis dan optimal, sesuai program Trias UKS, yakni Pendidikan Kesehatan, Pelayanan Kesehatan dan Pembinaan Lingkungan Sekolah Sehat.

Ditandaskan pula, bedasarkan hasil pengamatan dan penelitian yang dilakukan pihak Departemen Pendidikan, Departemen Kesehatan, Departemen Agama dan Departemen Dalam Negeri menyimpulkan, bahwa gambaran kondisi UKS di Indonesia, bila ditinjau dari sarana dan prasarana sekolah secara umum yang menggambarkan prinsif hidup sehat dan derajat kesehatan peserta didik melalui perilaku hidup bersih dan sehat, belum mencapai tingkat yang diharapkan semua pihak.

 
Rabu, 19 Desember 2007
TIGA SEKOLAH DINILAI TIM LOMBA UKS TINGKAT JAWA BARAT
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Tiga Sekolah di Kota Sukabumi, masing-masing TK Pembina Negeri Kecamatan Lembursitu, SD Negeri Dayeuhluhur CBM dan SMP Negeri 10, Senin pagi dinilai Tim Lomba UKS Tingkat Propinsi Jawa Barat.

Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si. dalam sambutannya saat menerima Tim 2 Penilai Lomba tersebut, di SD Negeri Dayeuhluhur CBM yang disampaikan Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Sukabumi selaku Ketua Harian Tim Pembina UKS, Insinyur H. Fifi Kusumajaya, M.M. menjelaskan, untuk kesekian kalinya Kota Sukabumi menerima Tim Penilai Lomba Sekolah Sehat Tingkat Propinsi Jawa Barat. Bagi pemerintah dan masyarakat Kota Sukabumi, kehadiran Tim Penilai tersebut syarat dengan makna, yakni selain menjadi suatu kebanggaan, juga merupakan motivasi tersendiri, khususnya dalam upaya mewujudkan masyarakat Kota Sukabumi yang sehat jasmani, sehat rohani, sehat sosial dan sehat spiritual.

Ditandaskannya, arah kebijakan pembangunan yang dilaksanakan di Kota Sukabumi, pada hakikatnya merupakan bagian integral dari upaya dalam mewujudkan cita-cita pembangunan nasional, sebagaimana diamanatkan oleh Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Selain itu, juga merupakan manifestasi dan upaya dalam memberikan kontribusi pada pencapaian 3 agenda penting nasional, yakni mewujudkan Indonesia yang aman dan damai, mewujudkan Indonesia yang adil dan demokratis, serta mewujudkan Indonesia yang sehat dan sejahtera.

Untuk itu, arah kebijakkan pembangunan di Kota Sukabumi ter-utama dalam mewujudkan visi dan misi, senantiasa memiliki relevansi dengan arah kebijakkan, baik di tingkat nasional maupun di tingkat regional Jawa Barat, kendati dalam implementasinya lebih dipengaruhi oleh kreatifitas, inovasi dan kemampuan dalam memberdayakan potensi sumber daya yang dimiliki.

Dijelaskannya, visi Kota Sukabumi, yakni “sebagai pusat pelayanan jasa terpadu dalam bidang perdagangan, pendidikan dan kesehatan”. Untuk mewujudkan visi tersebut diperlukan adanya penetapan misi, arah kebijakan dan strategi pencapaian, serta peng-alokasian anggaran secara tepat dan benar.

Salah satu pilihan dari kebijakan dan strategi Pemerintah Kota Sukabumi tersebut, yakni melalui Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Karena bagi Pemerintah Kota Sukabumi, UKS merupakan salah satu yang sangat strategis, dengan dasar pemikiran, yakni Pertama dengan basis sasaran terhadap para siswa di sekolah, sebagai media pembelajaran yang tepat dalam upaya mengenal dan membiasakan sejak dini masyarakat, untuk terbiasa hidup sehat, sekaligus meningkatkan kerjasama dalam mengelola lingkungan hidup, Kedua melalui Program Trias UKS yang terdiri dari pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan dan penyuluhan lingkungan sehat, diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, yang dapat berpengaruh terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Selain itu juga diharapkan dapat mendorong upaya pencapaian program Kota Sukabumi Sehat Tahun 2008, sebagai bagian dari upaya Pemerintah Propinsi Jawa Barat Sehat dan Indonesia Sehat pada tahun 2010, serta Ketiga kondisi masyarakat yang sehat, selain mencerminkan keberhasilan pembagunan, juga menjadi aset berharga bagi Pemerintah Kota Sukabumi, dalam menghadapi berbagai tantangan dan problematika pembangunan di masa mendatang yang semakin kompleks.

 
Sabtu, 24 November 2007
PENILAIAN LOMBA UKS
Reporter : Riksan Satyaprawira
 

Tim penilai UKS yang terdiri dari penilai dari provinsi dan wilayah Bogor, kemarin, Jumat 23 November 2007, melakukan penilaian di empat sekolah yang ada dikota Sukabumi yaitu, TK Pembina Kec.Lembursitu, SDN Dayeuh Luhur, SMP 10 dan MAN I. Keempat sekolah ini merupakan juara UKS tingkat kota. Penilaian ini sendiri adalah merupakan penilaian untuk lomba UKS tingkat wilayah II Bogor dan sekitarnya. Juara dari lomba ini berhak maju ke tingkat provinsi.

Dalam sambutannya, Asda II, Ir.H.F.Kusumajaya, M.M., yang mewakili Walikota Sukabumi menandaskan bahwa UKS merupakan sarana untuk menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, bersih serta menunjang kegiatan belajar yang mengajar agar dapat mencetak siswa – siswi yang pintar dan mengerti tentang kesehatan lingkungan maupun kesehatan diri sendiri. Lomba UKS sendiri bukan merupakan tujuan akhir hanya merupakan sarana atau alat untuk mencapai tujuan tersebut diatas.

Pada tiap sekolah yang dinilai, tim penilai disambut dengan atraksi seni siswa – siswi, kemudian penilai mendengarkan ekspos tentang sekolah oleh para kepala sekolah di masing – masing sekolah. Selain itu penilai juga didampingi oleh para dokcil dan perwakilan siswa, kepala sekolah, guru, dan orang tua murid yang menjelaskan setiap sarana dan prasarana yang menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat ketika melakukan penilaian lapangan disetiap sekolah.

 
Jumat, 25 Mei 2007
TK ISLAM FATHIA OPTIMIS RAIH JUARA UKS TINGKAT NASIONAL
Reporter : Endang Sumardi
 

TK Islam Fathia Kecamatan Cibeureum merupakan salah lembaga pendidikan milik Yayasan Assyukuriyah, didirikan diatas tanah 11 ribu m2 serta dilengkapi fasilitas yang cukup memadai. Antara lain 3 Ruangan Belajar, 1 Ruangan Perpustakaan, 1 Ruangan Laboratorium Komputer, 1 Ruangan UKS, 1 Lapangan Olahraga, 1 Mushola, 1 Ruangan Kepala TK, 1 Ruangan TU, 1 Ruangan Yayasan, 1 Kolam Renang, 1 Kebun Geometri, 1 Gedung Pertemuan, 1 Outbound Zone, 1 Farming Zone, 1 Water Life Zone, Taman Angin, Taman Batu, Area Pesawahan, Ruangan PKHS dan Audio Visual, serta Taman Panca-indera dan Taman Ikan.

Sementara jumlah siswa saat ini, menurut Kepala TK, H. Eiry Saus, seluruhnya mencapai 73 anak dibagi 3 Kelas, yakni Kelas A, Kelas B, dan Kelas Bermain, dibina oleh 24 personil, yang terdiri dari 1 Kepala TK, 1 Guru Farming, 1 Guru Outbound, 6 Guru Kelas, 1 Guru Komputer, 1 Pegawai Tata Usaha, 1 Pegawai Bagian Rumah Tangga, 1 Penjaga TK, 1 Satpam, dan 10 Pegawai Lainnya.

Adapun visi TK yang didirikan pada tahun 2004 ini, yakni “membentuk anak didik yang cerdas, ceria, berakhlakul-karimah, berilmu-pengetahuan, jujur, bertanggung-jawab, serta penuh kasih sayang”.

Sejumlah tokoh masyarakat, alim ulama, pemuda dan tokoh pendidik menyatakan merasa optimis, bahwa ketiga sekolah yang dinilai Tim Lomba UKS Tingkat Nasional, Kamis lalu (22/5), yakni TK Islam Fathia Kecamatan Cibeureum, SDN Cipanengah CBM Kecamatan Lembursitu, dan SMK Negeri 2 Kecamatan Citamiang, berpeluang meraih gelar kejuaraan. Karena ketiga sekolah tersebut, menurut sejumlah tokoh masyarakat, didasarkan pada luas bangunan, luas tanah, sarana dan prasarana yang cukup memadai, serta bersih, indah, sehat, nyaman dan aman, diperkirakan dapat memenuhi kriteria penilaian yang ditetapkan Tim Penilai, sebab dapat menjamin kesehatan, keamanan dan keselamatan Siswa, Kepala Sekolah, Guru dan Tenaga Kependidikan lainnya.

 
Rabu, 22 November 2006
RAKERNAS UKS VIII RESMI DIBUKA
Reporter : Riksan
 

Rakernas UKS VIII secara resmi dibuka hari ini, Rabu 22 November 2006 di kota Sukabumi yang bertempat digedung Anton Soedjarwo Secapa Polri. Penunjukan kota Sukabumi sendiri sebagai tuan rumah merupakan amanat Rakernas UKS ke VII di kota Solo pada tahun 2004. Selain itu penunjukan ini juga merupakan buah dari keberhasilan kota Sukabumi dalam meraih berbagai penghargaan dalam lomba – lomba UKS pada berbagai tingkat pendidikan. Tema Rakernas kali ini adalah “melalui UKS kita wujudkan sekolah sehat, peserta didik sehat melalui perilaku hidup bersih dan sehat.”

Dalam sambutannya, Walikota Sukabumi, H.Mokh.Muslikh Abdussyukur, SH, M.Si., mengucapkan selamat datang kepada 300 peserta Rakernas yang berasal dari seluruh penjuru Indonesia. Ditambahkannya lagi, penunjukan kota Sukabumi sebagai tuan rumah adalah sebuah kehormatan bagi kota Sukabumi, sekaligus merupakan momen berharga dalam upaya mewujudkan kesehatan jasmani dan spiritual sesuai dengan apa yang dicita – citakan walikota bahwa pada tahun 2008 Sukabumi harus sehat, sejahtera, dan cerdas, dan UKS merupakan salah satu cara dalam mencapai cita – cita tersebut. Sementara dalam sambutan Gubernur Jawa Barat yang pada kesempatan ini disampaikan oleh Asisten Daerah III bidang kesejahteraan sosial, bahwa UKS sebagai salah satu sarana mencapai hidup yang sehat mendapat beberapa tantangan yaitu dengan banyaknya wabah penyakit mematikan yang berkembang saat ini, kondisi sanitasi dasar yang masih buruk, dan terbatasnya sarana UKS dan sumber daya manusia yang memadai. Oleh karena itu Rakernas ini harus bisa merumuskan langkah – langkah dan kebijakan yang dapat menjawab semua tantangan itu. Oleh karena itu gubernur, dalam hal ini pemerintah provinsi Jawa Barat mendukung sepenuhnya Rakernas ke – 8 ini.

Sementara dalam sambutan Menteri Dalam Negeri yang pada kesempatan ini disampaikan oleh kepala Dirjen Pemerintahan umum, bahwa UKS merupakan kesepakatan 4 menteri yaitu, Menteri Dalam Negeri, Menteri Pendidikan, Menteri Kesehatan dan Menteri Agama. Juga pada dasarnya Rakernas diadakan untuk melakukan evaluasi, koordinasi dan perumusan langkah – langkah serta kebijakan pada masa yang akan datang. Mendagri juga berpesan bahwa kebijakan dan langkah yang akan dirumuskan harus memiliki 3 relevansi. Pertama, relevansi institusional yaitu sejalan dengan visi, misi serta program sebuah institusi. Kedua, relevansi sosial yaitu tahu akan kebutuhan masyarakat, dan ketiga adalah relevansi personal. Lebih lanjut, Mendagri berpesan agar UKS mampu mebangkitkan peran serta masyarakat dalam membangun perilaku hidup yang bersih dan sehat. Setelah membacakan sambutannya Kepala Dirjen Pemerintahan umum secara resmi memukul gong yang menjadi tanda dibukanya Rakernas UKS VIII tahun 2006.

ANAK – ANAK SEKOLAH PECAHKAN REKOR MURI

Setelah pembukaan Rakernas secara resmi yang ditandai dengan pemukulan gong, para undangan beserta para peserta dipersilahkan untuk menuju halaman gedung Anton Soedjarwo. Disana telah menanti sekitar 5000-an siswa – siswi TK sampai dengan Perguruan Tinggi se- kotamadya Sukabumi yang akan menyanyikan lagu mars UKS, mars kota Sukabumi, dan lagu nasional Halo – halo Bandung.

Ternyata para siswa – siswi yang berderet rapih dihadapan para tamu kehormatan dan peserta Rakernas, mampu menyajikan penampilan yang maksimal dengan suara yang serempak dan merdu. Tentu saja penampilan ini dibalas dengan tepuk tangan yang meriah dari para hadirin yang menyaksikan.

Setelah sajian lagu – lagu berakhir, Manajer Muri ( Museum Rekor Indonesia ) memberikan secara resmi piagam rekor Muri kepada Walikota Sukabumi, H.Mokh.Muslikh Abdusyyukur, SH ,M.Si., karena penampilan siswa – siswi sekolah ini mampu memecahkan rekor sebagai paduan suara dengan jumlah peserta terbanyak yaitu sebanyak 5162 orang. Tepuk tangan yang meriah mengiringi penyerahan piagam penghargaan ini. Dalam sambutannya walikota dengan bangga menyebutkan bahwa penghargaan ini milik para siswa – siswi karena ini merupakan hasil kerja keras para siswa – siswi.

 
Kamis, 28 September 2006
RAPAT RAKERNAS UKS VIII SUKABUMI
Reporter : Riksan
 

Rakernas UKS pada dasarnya dilaksanakan untuk meningkatkan dan memantapkan koordinasi serta komunikasi antar TP UKS pusat dan daerah serta antara TP UKS itu sendiri, disamping sebagai wahana untuk menyepakati berbagai kebijakan dan program prioritas, serta untuk mensosialisasikan berbagai kebijakan dibidang pembinaan dan pengembangan UKS baik yang bersifat nasional maupun global.

Sesuai dengan hasil Rakernas UKS VII tahun 2004 di kota Solo, maka untuk Rakernas UKS VIII akan diselenggarakan di kota Sukabumi. Rakernas UKS VIII dilaksanakan dari tanggal 21-24 november 2006 secara bersama-sama antara TP UKS pusat dengan TP UKS provinsi Jawa Barat. Hal ini merupakan suatu kebanggaan dan penghargaan bagi kota Sukabumi, karena dengan adanya penunjukkan ini berarti Sukabumi diakui sebagai kota yang konsisten dalam melaksanakan program – program UKS.

Dalam rapat yang diselenggarakan pada hari Rabu 27 September 2006 yang bertempat di Op Room Sekretariat Daerah kota Sukabumi, ditegaskan oleh Bapak Purnomo, perwakilan TP UKS Pusat, bahwa Rakernas ini akan dimanfaatkan sebagai sosialisasi mars UKS yang saat ini telah disahkan, juga Rakernas akan berkonsentrasi pada penetapan kebijakan - kebijakan. Pada kesempatan rapat yang dipimpin oleh Bapak Sekda Sukabumi, Drs.H.Moh.Muraz M.M., dibahas pula mengenai transportasi para peserta khususnya peserta yang menggunakan jalur udara. Masalah lain yang dibahas adalah akomodasi para peserta tambahan diluar kuota yang ditetapkan. Rapat lanjutan tentang Rakernas UKS VIII ini akan dilanjutkan pada tanggal 4 November 2006 yang merupakan rapat final sebelum pelaksanaan Rakernas.

Rakernas UKS merupakan forum bersama TP UKS pusat dan daerah dalam melakukan evaluasi dan membahas serta menetapkan langkah-langkah yang akan ditempuh serta berbagai kesepakatan untuk meningkatkan pembinaan dan pengembangan uks.

Peserta Rakernas VIII tahun 2006 sebagai berikut: peserta daerah dari TP UKS provinsi di seluruh Indonesia ( 33 provinsi ) yang masing-masing provinsi diwakili 5 orang dari lima unsur sebagai berikut :

1.Kantor Gubernur 1 orang 2.Dinas Pendidikan 1 orang 3.Dinas Kesehatan 1 orang 4.Kanwil Depag 1 orang 5.Bappeda 1 orang

Jadi jumlah peserta keseluruhan dari provinsi adalah sebanyak 165 orang. Sementara peserta pusat dan panitia daerah terdiri dari :

1.4 departemen ( Depdiknas, Depkes, Depag, Depdagri) sebanyak 35 orang 2.Panitia Pusat (steering committee) dan Sekterariat TP UKS pusat 20 orang 3.Narasumber Pusat ( Resources Persons ) 10 orang 4.Peninjau ( Observer ) 5 orang sebanyak 70 orang. 5.Panitia daerah (Organizing Committee) 15 orang

Sehingga total peserta dan panitia yang menyemarakkan Rakernas UKS VIII adalah sebanyak 250 orang.

 
Senin, 31 Juli 2006
LOMBA UKS TINGKAT NASIONAL
Reporter : Deden Dendayasa
 

Taman kanak-kanak (TK) Negeri Pembina Kecamatan Baros dan SDN Gunung Puyuh Cipta Bina Mandiri (CBM) Kota Sukabumi, merupakan dua sekolah yang menjadi duta provinsi Jawa Barat, dalam lomba Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) ditingkat nasional, setelah beberapa bulan yang lalu tampil sebagai juara pertama di tingkat provinsi Jawa Barat.

Sebenarnya bagi kota Sukabumi, juara bukan merupakan suatu harapan, karena masalah pendidikan dan kesehatan sudah menjadi kewajiban sekaligus komitmen kuat, seiring dengan visi dan misi yang diembannya, sehingga tidak heran apabila masalah dunia pendidikan dan kesehatan, dengan tidak mengenyampingkan pembangunan fasilitas umum lainnya, dibenahi secara optimal, dari mulai sistem dan kondisi dilapangan mencerminkan kualitas faktual.

Faktor utama yang menjadi kebanggan bagi pemerintah dan segenap lapisan masyarakat kota Sukabumi, menurut Ketua Tim penilai lomba UKS tingkat nasional, Purnomo, tertatanya nuansa keterpaduan dan kebersamaan, karena memiliki sistem yang cukup jelas, baik ditingkat kota maupun secara miniatur di tingkat kecamatan, satu sama lain saling mengisi, saling memberikan arti dan saling melengkapi.

Mungkin Kota Sukabumi patut dijadikan contoh atau model bagi daerah kota/kabupaten diseluruh pelosok tanah air, sarana prasarana pendidikan, kesehatan dan fasilitas umum lainnya di kota ini dibangun optimal dengan mengutamakan segi kualitas disamping kuantitas, sebagai fakta kongkrit diseluruh kecamatan dibangun sekolah-sekolah unggulan standar nasional yang dikenal dengan SDN Cipta Bina Mandiri dan di setiap kecamatan dibangun pula sebuah lapangan publik, upaya mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olah raga.

Seiring dengan Pepatah Yunani kuno “Mensana in Corpore Sano “, di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat, mungkin pepatah itulah yang mendorong pemerintah dan segenap lapisan masyarakat kota Sukabumi, disamping membangun dunia pendidikan dan kesehatan dilengkapi dengan pembangunan olah raga.

Ketika Tim penilai lomba UKS tingkat nasional, Purnomo bersama jajarannya melakukan recheking secara diam-diam tanggal 29 Juli 2006 ke TK Negeri Pembina Kecamatan Baros dan SDN Gunung Puyuh Kota Sukabumi. Pihaknya setelah diterima Sekretaris Daerah, H. Moh. Muraz, S.H., M.M., Kepala Kantor Infokom, Drs. H. A. Hamdan, M.M., Kadis P dan K, Drs. Mulyono, M.M. beserta jajaran dinas instansi terkait lainnya, langsung melakukan pemantauan, untuk menyaksikan dari dekat mengenai kondisi riil kedua sekolah tersebut.

Sarana prasarana yang menjadi sasaran utama atau catatan tim penilai meliputi kondisi ruangan kepala sekolah, tata usaha, ruang belajar, ruang GTA, perpustakaan, life skill, ruangan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), kantin sekolah, ruang pendidikan keterampilan hidup sehat (PKHS), tempat gosok gigi, WC guru dan WC peserta didik, Taman obat keluarga (Toga), taman sekolah, lapangan parkir, lapangan upacara, tempat mengambil air wudhu, mesjid sekolah, termasuk tempat pembuangan sampah dan Pos Satpam serta tempat ruang tunggu bagi orang tua murid.

Tingkat keseriusan pemerintah dan masyarakat kota Sukabumi, terhadap UKS dan kegiatan-kegiatan lainnya, maka pihak pemerintah pusat, sesuai dengan hasil Munas di Jakarta, telah menetapkan bahwa untuk kegiatan lokakarya UKS tingkat nasional akan dilangsungkan di kota Sukabumi, dan menurut rencana akan dilaksanakan selama tiga hari, dari tanggal 21 s.d. 23 Nopember 2006.

Menyikapi kondisi demikian, Sekretaris Daerah atas nama Walikota, melalui rapat dengan para unsur kepala bagian,dinas instansi, jawatan, para camat dan lurah, membentuk tim panitia lokal, sebagai antisipasi menghadapi rapat kedua ditingkat regional dan rapat ketiga ditingkat nasional.

Dalam kesempatan tersebut Sekretaris Daerah mengharapkan kepada segenap SKPD ataupun dinas instansi terkait, agar segera sejak dini mampu menginventarisir potensi yang ada, bagi kepentingan, kelancaran dan suksesnya acara tersebut, demi menjunjung nama baik kota Sukabumi.

Lebih lanjut Sekretaris Daerah mengharapkan kepada jajaran pengurus Dharma Wanita Persatuan dan TP. PKK, agar sesegera mungkin untuk dapat melakukan antisipasi, melalui langkah koordinasi dengan dinas instansi terkait, sebagai peran bantu dalam menghiasi kegiatan lokakarya melalui penyelenggaraan pameran atau Bazar, dengan menampilkan hasil kerajinan tangan home industri kecil dan menengah warga kota, sebagai media pengenalan sekaligus membantu pemasarannya kepada para peserta yang datang dari seluruh pelosok tanah air.

Lokakarya UKS tingkat nasional di kota Sukabumi, akan diikuti sebanyak 250 peserta dari 33 propinsi, dan masing-masing propinsi mengirimkan utusan sebanyak 5 peserta, dengan harapan hal ini menjadikan sebuah peluang bagi pemerintah dan kalangan pengusaha restoran, perhotelan, dan pusat perbelanjaan, pertokoan dan swalayan yang ada di kota/ kabupaten Sukabumi, untuk dapat mengantisipasinya sejak dini, agar pada saatnya nanti mampu memperoleh keuntungan yang cukup besar dibandingkan hari-hari biasanya.

 
   
Pemerintah Kota Sukabumi
Jl. R. Syamsudin, S.H. No. 25 Telepon/Fax (+62266) 221123
Sukabumi, Jawa Barat - Indonesia
Kantor Komunikasi dan Informatika Kota Sukabumi 2013