| Home | Berita | Booklet Kota Sukabumi | Forum | Harga Bahan Pokok | perubahan waktu Kamis, 24 April 2014
Berita Utama

4/23/2014
THE 4TH SUKABUMI EXPO 2014 DIIKUTI 220 KUMKM SE WILAYAH BOGOR
 
4/23/2014
MENTERI SOSIAL RI MENYERAHKAN BANTUAN SEBESAR RP. 3.421.800.000,00
 
4/23/2014
WALIKOTA SUKABUMI MEMBUKA THE 4TH SUKABUMI EXPO TAHUN 2014
 
Untitled Document
 
Jumat, 18 April 2014
UJIAN DINAS PNS TINGKAT I DAN II UNTUK PERIODE 1 OKTOBER 2014
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Menindaklanjuti Radiogram Kepala BKD (Badan Kepegawaian Daerah) Provinsi Jawa Barat, Nomor : 864/ 338/ Mutasi, Tanggal 11 April 2014, Perihal : Ujian Dinas dan Ujian Penyesuaian Kenaikan Pangkat Periode 1 Oktober 2014, Kepala BKPP (Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan) Kota Sukabumi, Drs. Suwarsa, M.Si., menghimbau kepada seluruh Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, agar segera mengirimkan Daftar Nominatif dan Berkas PNS yang telah ditentukan dan mendapat persetujuan untuk mengikuti Ujian Dinas tersebut, ke BKPP Kota Sukabumi, paling lambat tanggal 25 April 2014.

Adapun persyaratan bagi calon peserta Ujian Dinas Tingkat I, yakni PNS yang berpangkat Pengatur Tingkat I, II/D, dengan masa kerja minimum 2 tahun per 1 Oktober 2014. Sementara bagi PNS yang telah mengikuti dan lulus Diklatpim Tingkat IV Adum, atau memiliki Ijazah Sarjana S-1, dikecualikan dari Ujian Dinas Tingkat I.

Dijelaskannya, persyaratan tersebut harus dilampiri photo copy SK Kenaikan Pangkat Terakhir 2 lembar, photo copy DP-3 untuk 2 tahun terakhir masing-masing 2 lembar, dengan nilai rata-rata untuk tahun 2012 sebesar 81 dan untuk tahun 2013 sebesar 82, dengan katagori baik, pas photo berwarna ukuran 3 kali 4 sebanyak 3 buah dengan latar belakang warna merah, serta berkas setiap peserta dimasukan ke dalam map berwarna biru.

Sedangkan persyaratan bagi calon peserta Ujian Dinas Tingkat II, yakni PNS yang berpangkat Penata Tingkat I, III/D, menduduki Jabatan Eselon III/A dan Eselon III/B, masa kerja minimum 2 tahun dalam pangkat terakhir, dan belum mengikuti Diklatpim Tingkat III.

Dikatakannya, persyaratan tersebut harus dilampiri photo copy SK Kenaikan Pangkat Terakhir 2 lembar, SK Jabatan Eselon III sebanyak 2 lembar, pas photo berwarna ukuran 3 kali 4 sebanyak 3 lembar, dengan latar belakang warna merah, photo copy DP-3 untuk 2 tahun terakhir masing-masing 2 lembar, dengan nilai rata-rata untuk tahun 2012 sebesar 83 dan untuk tahun 2013 sebesar 84, dengan katagori baik, serta berkas setiap peserta dimasukan ke dalam map berwarna merah. Dikatakan pula, bagi PNS yang telah mengikuti dan lulus Diklatpim Tingkat III Spama, atau memiliki Ijazah Pasca Sarjana S-2 atau S-3 (Dr.), dikecualikan dari Ujian Tingkat II.

 
Senin, 20 Januari 2014
DALAM TAHUN 2014 DINAS PERHUBUNGAN AKAN BANGUN 5 MEGA PROYEK
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Dalam tahun 2014, Dinas Perhubungan Kota Sukabumi akan membangun 5 mega proyek. Kepala Bidang Teknik, Sarana Lalu Lintas dan Penerangan Jalan Umum Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, Abdul Rachman, A,TD. menjelaskan, ke-5 mega proyek tersebut, dianggarkan sebesar 5,4 milyar rupiah, dari APBD Kota Sukabumi. Antara lain, Gedung Dinas Perhubungan sebesar 1,4 milyar rupiah, pemasangan pagar pengaman jalan sebesar 1,3 milyar rupiah, marka dan paku marka jalan sebesar 1,5 milyar rupiah, rambu-rambu lalu lintas sebesar 600 juta rupiah, dan traffic light untuk di 3 titik di 3 persimpangan jalan sebesar 600 juta rupiah.

Menyinggung proyek pembangunan yang dilaksanakan pada tahun 2013, menurut Kepala Bidang Teknik, Sarana Lalu Lintas dan Penerangan Jalan Umum Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, dapat direalisasikan 100 persen dan tepat waktu. Diantaranya pembangunan Gedung Terminal Type A Lingkar Selatan Kota Sukabumi Tahap IV, pengadaan rambu-rambu lalu lintas bersuar dan tidak bersuar, traffic light, serta pembuatan marka jalan dan zebra cross.

Dikatakannya, keberhasilan tersebut merupakan keberhasilan semua pihak, khususnya PPATK, PPK, Konsultan dan Rekanan. Selain itu, juga tidak terlepas dari tata kelola kegiatan yang dilaksanakan dengan baik, serta ditunjang dengan pengawasan yang intens, selama pengerjaan proyek pembangunan tersebut berlangsung. Dikatakan pula, selama proses pembangunan tersebut berlangsung, pejabat PPATK yang bertanggung jawab menangani pelaksanaan proyek pembangunan tersebut, senantiasa turun langsung ke lapangan, untuk melakukan evaluasi dan pengawasan secara ketat.

Sedangkan untuk pembangunan Terminal Type A Lingkar Selatan Kota Sukabumi Tahap V, akan dilanjutkan pada tahun 2014 ini, dengan menggunakan dana dari APBN, sebesar 5 milyar rupiah. Sebab terminal tersebut, ditargetkan oleh Walikota Sukabumi, H. Mohamad Muraz, S.H., M.M., pada akhir tahun 2014 ini sudah dapat dioperasikan. Karena pembangunan terminal tersebut sudah sangat mendesak, sebab kafasitas atau daya tampung Terminal Sudirman Kota Sukabumi, sudah tidak memenuhi kebutuhan. Selain itu, juga untuk mengantisipasi sekaligus menangani kepadatan dan kemacetan lalu lintas, khususnya di pusat Kota Sukabumi. Berkaitan dengan hal tersebut, proses pembangunan Terminal Type A Lingkar Selatan Kota Sukabumi Tahap V ini, diharapkan dapat berjalan baik dan lancar, sesuai dengan harapan semua pihak, baik pemerintah maupun warga masyarakat.

 
Rabu, 18 September 2013
WALIKOTA SUKABUMI MEMIMPIN RAPAT KORDINASI
Reporter : Barlian Hady
 

foto berita Walikota Sukabumi beserta Wakil Walikota Sukabumi dan Sekretaris Daerah Kota Sukabumi Memimpin Rapat Staff yang dihadiri oleh seluruh kepala SKPD pada hari selasa tanggal 17 September 2013, rapat diselenggarakan di ruang oproom Sekretariat Daerah Kota Sukabumi.

 
Rabu, 21 Agustus 2013
Halal Bi Halal Pancamitra Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi.
Reporter : Khairil Alam
 

foto berita Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi Pada Hari ini Selasa Tanggal 20 Agustus 2013 Melaksanakan Acara Halal bil halal Pancamitra tingkat Dinas se Kota Sukabumi.

Acara Halal Bil Halal ini Dihadiri Oleh Walikota Sukabumi,Ketua Dewan Pendidikan Kota Sukabumi Prof.Dr.H.Dedi Ismatulloh M, Ketua Yayasan Ibadurrahman KH. Fathullah Mansyur,Lc, Kadis P&K,Sekretaris Dinas,Seluruh Kabid,Kepala UPTD, dan Kepala Sekolah Serta Guru Guru Sekota Sukabumi.

Acara Tersebut dilaksankan di Lapang Apel Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi. Acara Halal Bil Halal Tersebut Berlangsung Khidmat dan Meriah.

Acara Tersebut diakhiri dengan Ramah Tamah.

 
Senin, 5 Agustus 2013
DINAS KESEHATAN MENYIAGAKAN SEBANYAK 15 PUSKESMAS SE KOTA SUKABUMI
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, selama cuti bersama Hari Raya Idul Fitri Tahun 1434 Hijriyah, menyiagakan sebanyak 15 Puskesmas se Kota Sukabumi. Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, dr. Hj. Ritanenny Edlien Silyena Mirah menjelaskan, dari ke-15 Puskesmas tersebut, sebanyak 5 Puskesmas, dalam setiap harinya disiagakan selama 24 jam. Sedangkan sebanyak 10 Puskesmas, hanya bertugas mendampingi 5 Puskesmas tersebut.

Adapun maksud dan tujuannya, untuk membantu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R. Syamsudin, S.H. Kota Sukabumi, dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada segenap lapisan warga masyarakat, khususnya selama cuti bersama Hari Raya Idul Fitri Tahun 1434 Hijriyah.

Dijelaskan pula, selain menyiagakan sebanyak 15 Puskesmas se Kota Sukabumi, Dinas Kesehatan Kota Sukabumi bekerja sama dengan instansi terkait, khususnya dengan Polres Sukabumi Kota, Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Sukabumi, dan RSUD R. Syamsudin, S.H. Kota Sukabumi, membuka Pos Pelayanan Kesehatan di sejumlah tempat.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi mengharapkan, dengan dibukanya Pos Pelayanan Kesehatan tersebut, dapat melayani warga masyarakat yang sakit, pada saat menjelang dan pasca Hari Raya Idul Fitri Tahun 1434 Hijriyah, termasuk warga masyarakat yang sedang dalam perjalanan mudik atau balik, tepatnya sejak H min 7 sampai dengan H plus 7 Hari Raya Idul Fitri Tahun 1434 Hijriyah.

Dikatakannya, pemberian pelayanan kesehatan tersebut, sesuai dengan Visi Pembangunan Kota Sukabumi Tahun 2005-2025, yakni Terwujudnya Kota Sukabumi, Sebagai Pusat Pelayanan Berkualitas Bidang Pendidikan, Kesehatan dan Perdagangan di Jawa Barat, Berlandaskan Iman dan Taqwa; serta Visi Walikota dan Wakil ;Walikota Sukabumi tahun 2013-2018, yakni Dengan Iman dan Taqwa, Mewujudkan Pemerintahan Yang Rahmatan Lil Alamin.

 
Jumat, 21 Juni 2013
SELURUH MOBIL DINAS AGAR TIDAK GUNAKAN BBM BERSUBSIDI
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota Sukabumi, sudah mengeluarkan larangan kepada seluruh pengemudi mobil dinas, atau mobil plat merah milik Pemerintah Kota Sukabumi, agar tidak menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) Bersubsidi. Berkaitan dengan hal tersebut, Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, Doktor H.M.N. Hanafie Zain, M.Si., menghimbau kepada seluruh pengemudi mobil dinas milik Pemerintah Kota Sukabumi, agar menggunakan BBM jenis Pertamax.

Dijelaskannya, hal tersebut sesuai dengan instruksi pemerintah pusat, yang memberlakukan larangan bagi seluruh mobil plat merah, untuk tidak menggunakan BBM Bersubsidi, mulai tanggal 1 Agustus 2012. Dijelaskan pula, untuk merealisasikan instruksi pemerintah pusat tersebut, pada bulan Juli 2012, Pemerintah Kota Sukabumi sudah mengirim surat himbauan kepada seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, khususnya yang mendapat inventaris mobil dinas dari Pemerintah Kota Sukabumi, supaya tidak menggunakan BBM Bersubsidi, mulai tanggal 1 Agustus 2012.

Namun demikian, menurut Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, untuk mewujudkan hal tersebut secara optimal, masih terdapat beberapa kendala dan permasalahan, khususnya di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Kota Sukabumi. Sebab SPBU yang ada di wilayah Kota Sukabumi, hingga saat ini belum seluruhnya memiliki Stasiun Pengisian Bahan Bakar Khusus Pertamax. Selain itu, juga kondisi mobil-mobil dinas milik Pemerintah Kota Sukabumi, yang ada di setiap SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, pada umurnya sudah berusia tua, serta tidak bisa dipaksakan untuk menggunakan BBM jenis Pertamax. Karena apabila dipaksakan menggunakan BBM jenis Pertamax akan semakin boros, kecuali modil dinas yang sistem mesinnya sudah canggih.

Untuk itu, Pemerintah Kota Sukabumi sudah merencanakan akan melelang mobil-mobil dinas tersebut, terutama yang usianya sudah lebih dari lima tahun. Maksud dan tujuannya, dalam rangka upaya efisiensi. Dikatakannya, apabila mobil-mobil dinas tersebut sudah dilelang, Pemerintah Kota Sukabumi tidak perlu mengeluarkan dana untuk biaya perawatan mobil dinas. Sebab untuk biaya tersebut, secara keseluruhan menjadi tanggung jawab para pemakai mobil-mobil tersebut. Disamping itu, juga untuk merealisasikan instruksi pemerintah pusat, yang memberlakukan larangan bagi seluruh mobil plat merah, untuk tidak menggunakan BBM Bersubsidi.

 
Rabu, 29 Mei 2013
DINAS P DAN K AGAR TIDAK TERGESA-GESA BERLAKUKAN PPDB ONLINE
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Komisi III DPRD Kota Sukabumi, meminta kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kota Sukabumi, agar tidak tergesa-gesa memberlakukan Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) dengan sistem online, pada Tahun Pelajaran 2013-2014, yang menurut rencana akan dilaksanakan pada pertengahan tahun 2013 ini.

Salah seorang Anggota Komisi III DPRD Kota Sukabumi, Faisal Anwar Bagindo, S.IP. menandaskan, apabila dalam PPDB tersebut tetap menggunakan sistem online, dalam pelaksanaannya dikhawatirkan dapat menimbulkan kekacauan seperti pada PPDB Tahun Pelajaran 2012-2013 yang lalu. Sebab kendati dalam PPDB-nya menggunakan sistem online, namun dalam verifikasi atau pembuktian kebenarannya menggunakan sistem manual. Padahal idealnya, apabila dalam PPDB-nya menggunakan sistem online, dalam verifikasinya pun harus menggunakan sistem online. Maksud dan tujuannya, untuk menghindari adanya kecurigaan negatif dari semua pihak, khususnya dari para orang tua dan siswa.

Ditandaskan pula, apabila Dinas P dan K Kota Sukabumi akan menerapkan sistem online pada PPDB, harus mencontoh Yogyakarta. Karena Yogyakarta pun, baru bisa memberlakukan sistem online dalam PPDB tersebut, setelah melakukan uji coba di beberapa sekolah, selama kurang lebih 7 tahun. Selain itu, Dinas P dan K Kota Sukabumi juga harus terlebih dahulu melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada warga masyarakat, khususnya para orang tua dan siswa yang masih awam dengan teknologi informasi online.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Anggota Komisi III DPRD Kota Sukabumi lainnya, Tatan Kustandi. Dikatakannya, sistem PPDB secara online yang diterapkan Dinas P dan K Kota Sukabumi ini, baru berjalan 2 tahun. Padahal untuk memberlakukan PPDB dengan sistem online tersebut, tidak bisa dilakukan dengan waktu singkat 2 tahun. Disamping itu, untuk menerapkan sistem tersebut, harus dilakukan uji coba terlebih dahulu, diseluruh jenjang persekolahan, khususnya pada jenjang pendidikan SMP, SMA dan SMK.

Anggota Komisi III DPRD Kota Sukabumi tersebut mengatakan, pada prinsipnya menyatakan setuju akan diberlakukannya sistem tersebut. Namun sebelumnya, harus dibentuk beberapa sekolah yang dijadikan model percontohan, serta dilakukan sosialisasi kepada warga masyarakat hingga tingkat RT. Selain itu, dalam proses PPDB tersebut harus ada sistem dua loket, yakni loket untuk siswa yang berasal dari Kota Sukabumi, dan loket untuk siswa yang berasal dari luar Kota Sukabumi. Dengan demikian, proses PPDB dengan sistem online yang diterapkan Dinas P dan K Kota Sukabumi ini, akan berjalan baik dan lancar, serta dapat mecapai sistem online secara murni.

 
Rabu, 29 Mei 2013
DINAS KESEHATAN AKAN BAGIKAN SERTIFIKAT IMUNISASI SECARA GRATIS
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, akan membagikan Sertifikat Imunisasi Lengkap secara gratis, kepada 7 ribu 141 bayi se Kota Sukabumi, yang sudah selesai melakukan lima tahapan imunisasi. Adapun sertifikat tersebut, seperti dijelaskan Wakil Supervisor Pengelola Program Imunisasi Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Indra Permana, menurut rencana akan dibagikan secara simbolis pada tanggal 2 Juni 2013, sekaligus memperingati Hari Anak Sedunia (HAS) Tingkat Kota Sukabumi Tahun 2013.

Sedangkan maksud dan tujuan dibagikannya sertifikat tersebut, sebagai data valid jumlah bayi di Kota Sukabumi, yang sudah selesai diimunisasi secara lengkap. Sebab bagi setiap bayi, baru dinyatakan selesai diimunisasi, apabila sudah selesai melakukan lima tahapan imunisasi. Antara lain, imunisasi Hepatitis UNIJECT, BCG, DPT-HB, Polio, dan Campak.

Dijelaskan pula, sertifikat imunisasi lengkap tersebut, akan disebarkan ke seluruh Puskesmas dan Rumah Sakit, baik pemerintah maupun swasta, yang ada di wilayah Kota Sukabumi, secara cuma-cuma alias gratis. Adapun cara untuk mendapatkan sertifikat tersebut, setiap orang tua yang memiliki bayi, serta sudah selesai melakukan imunisasi secara lengkap atau lima tahapan imunisasi, bisa mengusulkan melalui Puskesmas atau Rumah Sakit, tempat melakukan imunisasi bayinya masing-masing.

Wakil Supervisor Pengelola Program Imunisasi Dinas Kesehatan Kota Sukabumi juga mengungkapkan, sebelum meluncurkan program sertifikasi imunisasi tersebut, pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada warga masyarakat, sekaligus membentuk masyarakat peduli imunisasi, tepatnya di 15 Puskesmas yang ada di wilayah Kota Sukabumi. Diharapkannya, setiap warga masyarakat yang tergabung dalam masyarakat peduli imunisasi tersebut, dapat melakukan sosialisasi akan pentingnya imunisasi bagi bayi, termasuk program sertifikasi imunisasi lengkap, kepada warga masyarakat lainnya, yang ada di wilayahnya masing-masing.

 
Jumat, 17 Mei 2013
DINAS PERHUBUNGAN KOTA SUKABUMI SUDAH MELAKUKAN ANTISIPASI
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, sudah melakukan langkah antisipasi, atas rencana dan kebijakan Pemerintah Pusat, yang akan menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Bersubsidi. Diantaranya melaksanakan rapat koordinasi dengan seluruh instansi dan pihak terkait, khususnya membahas rencana kenaikan tarif angkutan umum di Kota Sukabumi, apabila Pemerintah Pusat jadi menaikkan harga BBM tersebut.

Adapun rapat koordinasi tersebut, seperti dijelaskan Kepala Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, Insinyur Asep Irawan, M.Sc., menghasilkan tiga alternatif. Antara lain, alternatif pertama, apabila Pemerintah Pusat menaikan harga BBM tersebut untuk kendaraan pribadi dan angkutan umum, dari harga semula 4 ribu 500 rupiah menjadi 5 sampai dengan 6 ribu rupiah, maka tarif angkutan umum di Kota Sukabumi, untuk pelajar naik dari 1 ribu rupiah menjadi 1 ribu 500 rupiah, dan untuk masyarakat umum naik dari 2 ribu rupiah menjadi 2 ribu 500 rupiah.

Alternatif kedua, apabila Pemerintah Pusat menaikan harga BBM tersebut mencapai 6 ribu 500 rupiah sampai dengan 7 ribu rupiah, dan hanya diberlakukan untuk angkutan umum saja, maka tarif angkutan umum untuk pelajar naik dari 1 ribu rupiah menjadi 2 ribu rupiah, dan untuk masyarakat umum naik dari 2 ribu rupiah menjadi 3 ribu rupiah. Sedangkan alternatif ketiga, apabila Pemerintah Pusat menaikan harga BBM tersebut hanya untuk kendaraan pribadi saja, dari 4 ribu 500 rupiah menjadi 5 ribu 500 rupiah, maka tarif angkutan umum untuk pelajar tetap 1 ribu rupiah, dan untuk masyarakat umum naik dari 2 ribu rupiah menjadi 2 ribu 500 rupiah.

Saat dikonfirmasi, kenapa pada alternatif ketiga tarif untuk masyarakat umum tetap naik dari 2 ribu rupiah menjadi 2 ribu 500 rupiah, karena menurut Kepala Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, banyak faktor yang harus dipertimbangkan, kendati Pemerintah Pusat hanya menaikan BBM untuk kendaraan pribadi saja.

Sebab kenaikan tarif angkutan umum tersebut, bukan hanya dipengaruhi oleh faktor naiknya harga BBM saja, akan tetapi juga diakibatkan oleh naiknya harga suku cadang dan pemeliharaan, serta biaya langsung dan tidak langsung dari perusahaan angkutan umum. Untuk itu, hasil rapat koordinasi ini, akan diajukan kepada Pemerintah Kota Sukabumi, untuk segera dibahas lebih lanjut. Dengan demikian, apabila Pemerintah Pusat jadi menaikkan harga BBM tersebut, Pemerintah Kota Sukabumi hanya tinggal membuat Peraturan Walikota Sukabumi saja.

 
Jumat, 22 Maret 2013
DINAS PERHUBUNGAN MELAKUKAN PERBAIKAN TERHADAP SEJUMLAH JALAN KOTA
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, melakukan perbaikan terhadap sejumlah ruas jalan kota, yang ada di wilayah Kota Sukabumi. Diantaranya ruas Jalan Pajagalan, Jalan Harun Kabir, Jalan Zaenal Zakse dan ruas-ruas jalan lainnya. Kepala Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, Insinyur Asep Irawan, M.Sc. menjelaskan, perbaikan terhadap sejumlah ruas jalan tersebut, merupakan program pemeliharaan rutin, berupa tambal sulam.

Adapun pelasaknaan perbaikan terhadap sejumlah ruas jalan tersebut, diserahkan kepada pihak ketiga, melalui proses lelang. Sedangkan kualitas dan kuantitas aspal yang digunakan di setiap ruas jalan tersebut, disesuaikan dengan jumlah penguna jalan, yang melintas di ruas-ruas jalan tersebut. Maksud dan tujuannya, supaya kondisi ruas-ruas jalan yang diperbaiki tersebut, dapat tahan lama. Namun demikian, Kepala Dinas Perhubungan Kota Sukabumi berharap kepada segenap lapisan warga masyarakat, agar ikut serta menjaga dan merawat ruas-ruas jalan yang telah diperbaiki tersebut, supaya kondisinya tidak cepat rusak.

Dikatakannya, perbaikan terhadap seluruh ruas jalan kota yang ada di wilayah Kota Sukabumi, akan dilaksanakan secara bertahap. Untuk itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Sukabumi berharap kepada segenap lapisan warga masyarakat, khususnya para pengguna jalan yang jalannya belum diperbaiki, agar bersabar menunggu giliran, karena seluruh ruas jalan kota yang ada di Kota Sukabumi akan diperbaiki.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Sukabumi juga mengharapkan, dengan diperbaikinya sejumlah ruas jalan tersebut, dapat menunjang terhadap kelancaran arus lalu lintas dan keselamatan lalu lintas, termasuk kelancaran serta peningkatan perekonomian dan kesejahteraan warga masyarakat Kota Sukabumi.

Selain itu, juga dapat menunjang terhadap upaya pencapaian Visi Pembangunan Kota Sukabumi, yakni Terwujudnya Kota Sukabumi, Sebagai Pusat Pelayanan Berkualitas Bidang Pendidikan, Kesehatan dan Perdagangan di Jawa Barat, Berlandaskan Iman dan Taqwa; serta Visi Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi, yakni Dengan iman dan taqwa, mewujudkan pemerintahan yang amanah berparadigma surgawi, menuju Kota Sukabumi yang cerdas, sehat dan sejahtera, baik lahir maupun batin, dilandasi nilai-nilai fhilosofis, Shidiq, Tabligh, Amanah, Fathonah.

 
Sabtu, 9 Maret 2013
DINAS KESEHATAN AGAR OPTIMAL MENGAWAL PERJALANAN PROGRAM JPKM
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, agar senantiasa berupaya optimal mengawal perjalanan program Jaminan Pelayanan Kesehatan Masyarakat (JPKM), yang digulirkan Pemerintah Kota Sukabumi, termasuk program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas). Selain itu, seperti diharapkan Asisten Pemerintahan Setda Kota Sukabumi, Hardi Harpan, Sm.Hk., program tersebut juga harus senantiasa bersinergi dengan segenap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, terutama dalam hal penyediaan sarana penunjang. Maksud dan tujuannya, supaya program tersebut dapat berjalan dengan baik dan optimal.

Adapun salah satu hal yang harus senantiasa diperhatikan oleh segenap OPD terkait tersebut, yakni ketersediaan obat-obatan, guna memenuhi kebutuhan obat warga masyarakat, khususnya para peserta program JPKM dan Jamkesmas. Jangan sampai pada saat warga masyarakat peserta program tersebut membutuhkan, obatnya tidak ada atau belum ada.

Untuk itu, Asisten Pemerintahan Setda Kota Sukabumi, meminta kepada segenap OPD terkait, agar hal tersebut senantiasa diperhatikan, sekaligus dicarikan solusi terbaiknya, supaya kebutuhan obat warga masyarakat tersebut dapat dipenuhi. Asisten Pemerintahan Setda Kota Sukabumi juga menandaskan, yang harus senantiasa diperhatikan oleh segenap OPD terkait tersebut, bukan hanya masalah ketersedian obat-obatan saja, akan tetapi masalah kesiapan tenaga medis juga harus senantiasa diperhatikan. Maksud dan tujuannya, supaya seluruh warga masyarakat para peserta program tersebut, dapat terlayani dengan baik.

Hal tersebut sangat penting diperhatikan dan dilakukan oleh segenap OPD terkait, guna menunjang kelancaran dan keberhasilan program tersebut, sekaligus mencapai Visi Pembangunan Kota Sukabumi. Salah satunya yakni Sebagai Pusat Pelayanan Berkualitas Bidang Kesehatan di Jawa Barat, Berlandaskan Iman dan Taqwa, serta Visi Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi, yakni Dengan iman dan taqwa, mewujudkan pemerintahan yang amanah berparadigma surgawi, menuju Kota Sukabumi yang cerdas, sehat dan sejahtera, baik lahir maupun batin, dilandasi nilai-nilai fhilosofis, Shidiq, Tabligh, Amanah, Fathonah.

Berkaitan dengan hal tersebut, Asisten Pemerintahan Setda Kota Sukabumi, berharap kepada segenap OPD terkait, khususnya Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, agar senantiasa berupaya optimal memerhatikan hal tersebut, untuk menjaga sekaligus mengantisipasi berbagai kemungkinan timbulnya permasalahan di masyarakat, khususnya para peserta JPKM dan Jamkesmas, terutama masalah ketersediaan obat dan kesiapan tenaga medis.

 
Senin, 4 Maret 2013
DINAS PERHUBUNGAN AKAN MEMBUAT MARKA JALAN LINGKAR SELATAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, akan membuat marka jalan, rambu-rambu lalu lintas dan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU), di ruas Jalan Lingkar Selatan. Kepala Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, Insinyur Asep Irawan, M.Sc. menjelaskan, pembuatan marka jalan, rambu-rambu lalu lintas dan LPJU di ruas Jalan tersebut, akan dilaksanakan pada bulan Juli atau Agustus 2013 mendatang.

Adapun yang menjadi alasannya, karena pihak Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, masih menunggu proses pengaspalan tahap kedua di ruas jalan tersebut, yang dijadualkan selesai pada bulan Juni atau Juli 2013 mendatang. Disamping itu, juga proses pengerjaan pembuatan marka jalan, rambu-rambu lalu lintas dan LPJU di ruas jalan tersebut, akan dilaksanakan oleh pihak ketiga, yang sebelumnya akan dilakukan proses lelang terlebih dahulu.

Untuk itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, meminta kepada segenap lapisan warga masyarakat, khususnya para pengguna ruas jalan tersebut, agar bersabar dan memaklumi. Karena untuk melakukan pembuatan marka jalan, rambu-rambu lalu lintas dan LPJU di ruas jalan tersebut, memerlukan waktu dan proses yang cukup lama.

Ditandaskannya, pihak Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, sebenarnya ingin segera melakukan pembuatan marka jalan, rambu-rambu lalu lintas dan LPJU di ruas jalan tersebut, namun tidak semudah yang diharapkan, sebab harus memenuhi beberapa prosedur. Antara lain, proses pengajuan hingga persetujuan, serta kerja sama dengan pihak ketiga.

Ditandaskan pula, pembuatan marka jalan, rambu-rambu lalu lintas dan LPJU di ruas jalan tersebut, akan diprioritaskan dan difokuskan di sejumlah persimpangan jalan dan titik-titik rawan kecelakaan, yang ada di sepanjang ruas jalan tersebut. Adapun maksud dan tujuan dilakukannya pembuatan marka jalan, rambu-rambu lalu lintas dan LPJU tersebut, merupakan salah satu upaya, untuk mengantisipasi sekaligus menekan tindak kriminal dan kecelakaan lalu lintas di ruas jalan tersebut.

 
Sabtu, 26 Januari 2013
DINAS PERHUBUNGAN MEMASANG 25 BUAH PEMBATAS JALAN DARI BETON
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, memasang sebanyak 25 buah parapent atau pembatas jalan dari beton, tepatnya di persimpangan Jalan Lingkar Setalan dan Jalan Palabuhan II Kota Sukabumi. Kepala Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, Drs. H. Andri Setiawan, M.M. menjelaskan, dipasangnya parapent atau pembatas jalan di persimpangan jalan tersebut, karena sering terjadi dan rawan kecelakan lalu-lintas, sebab di persimpangan jalan tersebut belum dipasang Traffic Light.

Dijelaskan pula, dipasangnya sebanyak 25 buah pembatas jalan di persimpangan jalan tersebut, hanya bersifat sementara, sebelum dipasang Traffik Light. Adapun maksud dan tujuannya, sebagai salah satu bentuk upaya Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, dalam memberikan pelayanan prima kepada segenap lapisan warga masyarakat pengguna jalan, sekaligus untuk mengantisipasi terjadi kecelakan lalu-lintas di persimpangan jalan tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Sukabumi mengatakan, selain memasang sebanyak 25 buah pembatas jalan, di sekitar persimpangan jalan tersebut, juga dipasang sejumlah spanduk, yang isinya menghimbau kepada seluruh lapisan warga masyarakat pengguna jalan, agar senantiasa menaati dan mematuhi berbagai peraturan dan per-undang-undangan yang berlaku, khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, serta keselamatan lalu lintas.

Disamping itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Sukabumi juga mengatakan, dengan dipasangnya pembatas jalan di persimpangan jalan tersebut, maka bagi setiap kendaraan yang datang dari arah Kota Sukabumi menuju arah Palabuhan Ratu, harus memutar terlebih dahulu masuk ke Jalan Lingkar Selatan menuju arah Baros. Demikian pula, bagi setiap kendaraan yang datang dari arah Palabuhan Ratu menuju arah Kota Sukabumi, harus memutar terlebih dahulu masuk ke Jalan Lingkar Selatan menuju arah Cibolang. Selanjutnya bagi setiap kendaraan yang datang dari arah Cibolang menuju arah Baros dan sebaliknya, hanya diberlakukan satu arah. Sedangkan mengenai pengaturan arus lalu lintas dan rekayasa jalan di persimpangan jalan tersebut, pihak Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, bekerja sama dengan pihak Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sukabumi Kota.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Sukabumi juga menjelaskan, selain memasang sebanyak 25 buah pembatas jalan, tepatnya di persimpangan Jalan Lingkar Selatan dan Jalan Palabuhan II, pihaknya juga memasang 4 buah pembatas jalan dari beton, tepatnya di persimpangan Jalan Otista. Diharapkannya, dengan dipasangnya pembatas jalan tersebut, dapat berdampak terhadap arus lalu lintas, sekaligus dapat mengantisipasi terjadinya kecelakaan lalu lintas di perimpangan jalan tersebut.

 
Sabtu, 19 Januari 2013
DINAS PENDIDIKAN AKAN BERI BEA SISWA KEPADA 1.000 SISWA
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, dalam tahun 2013 ini, menargetkan akan memberi bea siswa kepada 1.000 siswa, khususnya bagi para siswa yang berasal dari keluarga yang kurang beruntung dari segi ekonomi. Kepala Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, Drs. Ayep Supriatna, M.M. menjelaskan, akan diberikannya bea siswa tersebut, karena hingga saat ini masih banyak laporan dari berbagai pihak, yang mengatakan bahwa di Kota Sukabumi masih banyak siswa di berbagai jenjang pendidikan, yang berasal dari keluarga yang kurang beruntung dari segi ekonomi.

Ditandaskannya, rencana akan diberikannya bea siswa kepada 1.000 siswa tersebut, diperuntukan bagi para siswa di seluruh jenjang pendidikan, dari mulai jenjang pendidikan SD dan SMP, serta SMP dan MTs, hingga jenjang pendidikan SMA dan SMK. Ditandaskan pula, akan diberikannya bea siswa tersebut, dalam rangka upaya mewujudkan pemerataan pendidikan, yang berpihak pada siswa yang berasal dari keluarga yang kurang beruntung dari segi ekonomi. Sedangkan jenis bea siswa yang akan diberikan tersebut, diantaranya pemberian paket seragam sekolah. Maksud dan tujuannya, supaya para siswa tersebut, memiliki seragam sekolah yang layak, sehingga dapat memacu semangat para siswa tersebut, khususnya dalam melakukan proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolahnya masing-masing. Kepala Dinas Pendidikan Kota Sukabumi mengungkapkan, program pemberian bea siswa tersebut, merupakan program tahunan Dinas Pendidikan Kota Sukabumi. Namun pemberian bea siswa tersebut, dalam tahun 2013 ini jumlahnya lebih banyak, apabila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Menyinggung upaya yang dilakukan Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, khususnya dalam mencapai berbagai keberhasilan pendidikan di Kota Sukabumi selama selama kurun waktu 5 tahun, tepatnya dari tahun 2008 sampai dengan tahun 2013, seperti dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, diantaranya rata-rata lama pendidikan di sekolah, pada tahun 2012 sudah mencapai 11, 22 tahun. Hal tersebnut menandakan, bahwa jenjang minimal pendidikan warga masyarakat Kota Sukabumi, saat ini sudah berpendidikan SMA.

Selanjutnya angka melek huruf, di Kota Sukabumi saat ini sudah mencapai angka 100 persen, khususnya bagi warga masyarakat yang berusia di bawah 70 tahun, atau seluruh warga masyarakat Kota Sukabumi yang berusia di bawah 70 tahun, sudah bisa membaca. Demikian pula hasil Ujian Nasional (UN), Kota Sukabumi masuk dalam tiga besar se Jawa Barat. Karena dalam tahun pelajaran 2011-2012, seluruh siswa di Kota Sukabumi dari berbagai jenjang pendidikan, dari mulai jenjang pendidikan SD dan MI, serta SMP dan MTs, hingga jenjang pendidikan SMA, SMK dan MA, lulus 100 persen.

 
Sabtu, 5 Januari 2013
DINAS PERHUBUNGAN AKAN BAGIKAN ROMPI KEPADA PARA PENGEMUDI ANGKOT
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, menurut rencana akan membagikan seragam rompi, kepada para pengemudi Angkutan Kota (Angkot), yang beroperasi di wilayah Kota Sukabumi. Rencana Dinas Perhubungan Kota Sukabumi tersebut, disambut baik oleh Wakil Walikota Sukabumi, Doktor H. Mulyono, M.M., karena sangat positif dan besar manfaatnya bagi aparat instansi terkait dan warga masyarakat.

Sebab dengan dibagikannya seragam rompi tersebut, baik aparat instansi terkait maupun warga masyarakat, dapat mengenal sekaligus membedakan pengemudi angkot, antara yang benar-benar pengemudi dengan yang bukan pengemudi, atau yang lebih dikenal dengan sebutan sopir tembak.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, Drs. H. Andri Setiawan, M.M. menjelaskan, pembagian seragam rompi kepada para pengemudi angkot tersebut, akan dibagi dalam beberapa tahap. Adapun untuk tahap pertama, akan dibagikan kepada 1.000 orang pengemudi angkot, yang menurut rencana akan dibagikan dalam waktu dekat ini.

Ditandaskannya, pembagian seragam rompi ini, merupakan salah satu bentuk nyata perhatian dan kepedulian Pemerintah Kota Sukabumi, khususnya Dinas Perhubungan Kota Sukabumi kepada para pengemudi angkot, yang beroperasi di wilayah Kota Sukabumi.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Sukabumi mengharapkan, dengan dibagikannya seragam rompi ini, selain dapat merubah etika dan estetika, khususnya para pengemudi angkot di wilayah Kota Sukabumi ke arah yang lebih baik lagi, juga dapat memberikan sekaligus meningkatkan pelayanan prima kepada segenap lapisan masyarakat, khususnya para pengguna jasa angkot di Kota Sukabumi.

 
Selasa, 4 Desember 2012
DINAS KESEHATAN SELENGGARAKAN BERBAGAI KEGIATAN BHAKTI SOSIAL
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, menyelenggarakan berbagai kegiatan bhakti sosial, diantaranya pelayanan pengobatan gratis kepada warga masyarakat. Kegiatan bhakti sosial yang dilaksanakan pada tanggal 1 Desember 2012, bertempat di Dinas Kesehatan Kota Sukabumi ini, merupakan rangkaian Peringatan Ke-48 Hari Kesehatan Nasional (HKN) Tingkat Kota Sukabumi Tahun 2012. Adapun jenis pelayanan pengobatan gratis yang diberikan kepada warga masyarakat tersebut, diantaranya pemeriksaan kesehatan, test darah, konsultasi kesehatan dan sebagainya.

Kegiatan bhakti sosial tersebut, dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Sukabumi, H. Deden Solehudin, S.Ag., M.M., selaku Pengarah Peringatan Ke-48 HKN Tingkat Kota Sukabumi Tahun 2012, Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Dokter Hajah Ritanenny Edlien Silyena Mirah, Ketua Panitia Peringatan Ke-48 HKN Tingkat Kota Sukabumi Tahun 2012, Dokter Gigi Rina Hestiana, serta undangan lainnya.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Sukabumi, H. Deden Solehudin, S.Ag., M.M., dalam kesempatan tersebut menjelaskan, pemberian pengobatan gratis ini sangat positif, dan besar manfaatnya bagi warga masyarakat. Karena warga masyarakat, khususnya warga masyarakat yang kurang mampu, sangat membutuhkan pelayanan pengobatan kesehatan gratis, guna mewujudkan warga masyarakat Kota Sukabumi yang cerdas, sehat dan sejahtera, baik lahir maupun batin, sesuai dengan Visi Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi.

Semetara Ketua Panitia Peringatan Ke-48 HKN Tingkat Kota Sukabumi Tahun 2012, Dokter Gigi Rina Hestiana menjelaskan, kegiatan bhakti sosial pelayanan pengobatan gratis tersebut, diikuti oleh 200 orang lebih warga masyarakat. Padahal jajaran Panitia Penyelenggara, dalam kegiatan bhakti sosial pelayanan pengobatan gratis tersebut, hanya memperkirakan paling banyak diikuti oleh 100 orang warga masyarakat. Namun kenyataanya dapat diikuti oleh 200 orang lebih warga masyarakat. Hal ini menandakan, bahwa antusias warga masyarakat, khususnya dalam melakukan pemeriksaan kesehatannya cukup tinggi.

Usai pelaksanaan kegiatan bhakti sosial pelayanan pengobatan gratis, dilanjutkan kegiatan lainnya, diantaranya bhakti sosial donor darah, senam sehat dan kampanye anti narkoba.

 
Selasa, 13 November 2012
PENYELENGGARAAN PERPAJAKAN DAERAH TELAH DIKOORDINASIKAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Penyelenggaraan Perpajakan Daerah, pasca diterbitkannya Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009, Tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, telah dikoordinasikan dan disinkronisasikan dengan berbagai pihak, termasuk pelaksanaan sosialisasinya, melalui penyuluhan dan penyebaran informasi, baik melalui media cetak maupun media elektronik, kepada para stake holders, terutama kepada warga masyarakat, sebagai subyek Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

Demikian pula dari aspek Sumber Daya Manusia (SDM)-nya, menurut Wakil Walikota Sukabumi, Doktor H. Mulyono, M.M., telah dilakukan upaya secara optimal, supaya kapasitas dan kualitas SDM yang ada dapat meningkat, baik pengetahuan dan wawasannya, maupun keterampilan dan kemampuannya. Adapun upaya tersebut, diantaranya ditempuh dengan mengikutsertakan seluruh Aparatur Pengelola Pajak Daerah, untuk mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Teknis, baik yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, maupun yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan RI. Dengan demikian, seluruh Aparatur Pengelola Pajak Daerah di Kota Sukabumi, diharapkan dapat melaksanakan tugas dengan baik dan profesional. Sedangkan untuk punishment-nya, telah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Kota Sukabumi masing-masing, baik tentang Pajak Daerah maupun tentang Retribusi Daerah, yakni tidak hanya sanksi kedisiplinan saja, akan tetapi juga sanksi pidana.

Ditandaskannya, Pemerintah Kota Sukabumi senantiasa berupaya optimal, untuk memberikan pelayanan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, kepada warga masyarakat, sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku, baik dari sisi tarif, transparansi dan akuntabilitas, maupun dari sisi standar operasional dan prosedurnya. Ditandaskan pula, Pemerintah Kota Sukabumi memungut retribusi untuk perizinan tertentu, sesuai dengan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009, Tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, yakni kegiatan tertentu pemerintah daerah, dalam rangka pemberian izin kepada orang pribadi atau badan yang dimaksud, untuk pembinaan, pengaturan, pengendalian dan pengawasan atas kegiatan, pemanfaatan ruang, serta penggunaan Sumber Daya Alam (SDA), termasuk barang, prasarana dan sarana atau fasilitas tertentu, guna melindungi kepentingan umum, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan, sehingga tidak melanggar ketentuan dan peraturan, serta perundang-undangan yang berlaku.

Menyinggung pengaturan zona perdagangan dan perindustrian, seperti dikatakan Wakil Walikota Sukabumi, telah dirumuskan dalam Perda Kota Sukabumi Nomor 11 Tahun 2011, Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Sukabumi Tahun 2011-2031. Sedangkan mengenai investasi penanaman modal, diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi Kota Sukabumi, sehingga dapat meningkatkan derajat kesejahteraan warga masyarakat. Diantaranya melalui penyerapan tenaga kerja dan program Corporate Social Responsibility (CSR). Maksud dan tujuannya, supaya program CSR di Kota Sukabumi, dapat tersalurkan sesuai dengan peruntukannya. Ditandaskannya, Pemerintah Kota Sukabumi, saat ini sedang menyiapkan salah satu pengaturan, mengenai fasilitas CSR di Kota Sukabumi.

 
Minggu, 21 Oktober 2012
DINAS PERHUBUNGAN KOTA SUKABUMI SAAT INI SEDANG MEMBANGUN RTTMC
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, saat ini sedang membangun Road Transport and Traffic Management Center atau RTTMC, tepatnya berlokasi di lingkungan Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, Jalan Arief Rachman Hakim Kota Sukabumi. Adapun fungsi bangunan RTTMC tersebut, seperti dijelaskan Kepala Bidang Teknis Sarana Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, Abdul Rachman, untuk mengontrol lalu lintas kendaraan di Kota Sukabumi, seiring dengan dilaksanakannya pemasangan Closed Circuit Television (CCTV), di 6 titik persimpangan jalan di wilayah Kota Sukabumi.

Diungkapkannya, pembangunan RTTMC tersebut, diperkirakan menghabiskan biaya sebesar 162 juta rupiah. Sedangkan pemasangan CCTV di 6 titik persimpangan jalan di wilayah Kota Sukabumi, diperkirakan menghabiskan biaya sebesar 690 juta rupiah. Diungkapkan pula, biaya pembangunan RTTMC dan pemasangan CCTV di 6 titik persimpangan jalan tersebut, berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Sukabumi Tahun 2012.

Adapun pemasangan ke-6 CCTV tersebut, antara lain di persimpangan Jalan Pintu Heks, Kimia Farma, Degung, SMP MY, Balaikota, dan di depan Pendopo Sukabumi. Menyinggung waktu pemasangan ke-6 CCTV tersebut, menurut Kepala Bidang Teknis Sarana Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, dalam waktu dekat ini akan dilaksanakan. Karena saat ini, pihaknya sedang mengurus izin kepada instansi terkait, untuk pemasangan kabel jenis fiber optic.

Dijelaskannya, pusat kontrol lalu lintas kendaraan di Kota Sukabumi, bukan hanya di RTTMC Dinas Perhubungan Kota Sukabumi saja, akan tetapi juga di Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sukabumi Kota, dengan menggunakan sistem Traffic Management Control (TMC). Sedangkan di RTTMC Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, menggunakan sistem Area Traffic Central System (ATCS).

Kepala Bidang Teknis Sarana Dinas Perhubungan Kota Sukabumi mengatakan, pembangunan RTTMC tersebut dijadualkan selesai pada akhir bulan Desember 2012, karena pada bulan Januari 2013 mendatang, RTTMC tersebut diharapkan sudah bisa dioperasikan.

 
Jumat, 12 Oktober 2012
APARAT DINAS, INSTANSI DAN LEMBAGA TERKAIT, MEMBENTUK POLSIS
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Aparat Dinas, Instansi dan Lembaga terkait di Kota Sukabumi, khususnya Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Tingkat SMK Kota Sukabumi, Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, Pemerintah Kota Sukabumi, dan Polres Sukabumi Kota, membentuk Polisi Sekolah atau Polsis. Adapun sosialisasi dan peresmian pembentukan Polsis tersebut, berlangsung pada hari Jumat sore, 12 Oktober 2012, di Gelanggang Olah Raga (GOR) Remaja Merdeka Kota Sukabumi.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Walikota Sukabumi, unsur Muspida, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, para pejabat dan aparat kepolisian di lingkungan Polres Sukabumi Kota, para Kepala dan Guru SMK, jajaran pengurus dan anggota Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) Pendidikan, tokoh masyarakat, alim ulama, para pelajar SMK, dan undangan lainnya.

Wakil Walikota Sukabumi, Doktor H. Mulyono, M.M., dalam kesempatannya menjelaskan, Pemerintah Kota Sukabumi menyambut baik atas dibentuknya Polsis tersebut, karena sangat positif dan besar manfaatnya, khususnya dalam meningkatkan disiplin para pelajar SMK di Kota Sukabumi. Diharapkannya, dengan dibentuknya Polsis tersebut, dapat mengantisipasi dan mengatasi kenakalan pelajar, termasuk tawuran pelajar di Sukabumi. Selain itu, para Polsis tersebut, diharapkan dapat menjadi contoh yang baik bagi seluruh teman-temanya, serta bagi para pelajar lainnya di Sukabumi.

Sementara Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Witnu Urip Laksana, pihaknya beserta jajarannya, akan berupaya optimal mengendalikan, membimbing dan mengarahkan tugas para Polsis tersebut, khususnya dalam mengantisipasi dan mengatasi aksi kenakalan pelajar, termasuk tawuran pelajar di Sukabumi, sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

Dalam pada itu, Kepala SMK Negeri 3 Kota Sukabumi, Drs. Tonny K. Suhandi, M.M., selaku Ketua MKKS Tingkat SMK Kota Sukabumi menjelaskan, Polsis tersebut dibentuk di 7 SMK Swasta yang ada di wilayah Kota Sukabumi. Antara lain SMK Siliwangi, SMK Taman Siswa, SMK Pasundan I, SMK Teknologi Plus Padjadjaran, SMK Kartika Chandra, dan SMK Bina Teknik. Adapun jumlah pelajar SMK yang dijadikan Polsis ini, seluruhnya berjumlah 88 pelajar, atau dari masing-masing SMK tersebut antara 10 sampai dengan 15 pelajar. Sedangkan dalam menjalankan tugasnya, para Polsis tersebut di bawah kendali dan bimbingan aparat Polres Sukabumi Kota, aparat Dinas, Instansi dan Lembaga terkait, Kepala Sekolah, Guru, dan masyarakat.

 
Minggu, 7 Oktober 2012
KINERJA DINAS PERHUBUNGAN KOTA SUKABUMI
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Dalam pelaksanaan otonomi daerah, kinerja Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, diarahkan dan diupayakan untuk mendukung pencapaian visi dan misi Kota Sukabumi. Kepala Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, Drs. H. Andri Setiawan, M.M., didampingi Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan (LLA) Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, Ujang Hamdan, S.H., M.H. mengatakan, upaya tersebut ditempuh melalui serangkaian program dan kegiatan, baik yang menjadi kebijakan Pemerintah Pusat, maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kota Sukabumi.

Dijelaskannya, banyak parameter yang dapat dijadikan tolok ukur kinerja Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, khususnya dalam pembangunan bidang perhubungan, baik yang bersifat kualitatif maupun yang bersifat kuantitatif, termasuk penilaian warga masyarakat, terhadap fenomena baik buruknya pelayanan dalam bidang transportasi. Sedangkan potensi dan kondisi sektor perhubungan di Kota Sukabumi, hanya meliputi subsektor perhubungan darat, beserta sarana dan prasarana pendukungnya.

Menyinggung prasarana jalan, seperti dikatakan Kepala Dinas Perhubungan Kota Sukabumi dan Kepala Bidang LLA Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, jalan merupakan prasarana pengangkutan darat yang penting, untuk memperlancar kegiatan perekonomian. Untuk itu, dengan semakin meningkatnya usaha pembangunan, menuntut peningkatan pembangunan jalan, untuk memudahkan mobilitas penduduk dan memperlancar lalu lintas barang, dari satu daerah ke daerah lain.

Selain itu, pembangunan akan semakin meningkat, apabila lalu lintas perhubungan darat tidak mengalami hambatan. Karena perhubungan darat, merupakan salah satu sektor yang cukup besar peranannya dalam pembangunan, untuk membuka isolasi suatu daerah. Disamping itu, salah satu indikator keberhasilan sektor perhubungan, yakni tersedianya fasilitas jalan.

Ditandaskannya, panjang jalan dapat menunjukan tingkat keterbukaan dan perkembangan warga masyarakat di suatu wilayah. Karena semakin panjang suatu jalan, tingkat keterbukaan dan perkembangannya akan semakin tinggi. Oleh karenanya, tersedianya fasilitas jalan sangat dibutuhkan, untuk melayani kebutuhan warga masyarakat, khususnya dalam menggerakan lalu lintas perekonomian di daerah perkotaan.

Sedangkan status jalan, dibagi dalam 3 kategori. Antara lain, Jalan Negara, Jalan Provinsi, serta Jalan Kabupaten dan Kota. Adapun panjang Jalan Negara di Kota Sukabumi mencapai 7,140 kilo meter, panjang Jalan Provinsi mencapai 15,420 kilo meter, dan panjang Jalan Kota mencapai 166,580 kilo meter. Namun sejak tahun 2002, seluruh Jalan Negara dan Jalan Provinsi, telah dilimpahkan menjadi Jalan Kabupaten dan Kota. Dengan demikian, total panjang jalan di Kota Sukabumi, secara keseluruhan menjadi 189,14 kilo meter.

 
Sabtu, 22 September 2012
DINAS PERHUBUNGAN KOTA SUKABUMI DIBENTUK PADA TAHUN 1960
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, dibentuk pada tahun 1960. Kepala Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, Drs. H. Andri Setiawan, M.M., didampingi Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan (LLA) Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, Ujang Hamdan, S.H., M.H. mengungkapkan, dengan terbentuknya Departemen Pekerjaan Umum yang mempunyai garapan dalam bidang sarana dan prasarana jalan, pada tahun 1960 dibentuklah Djawatan Lalu Lintas Djalan (DLLD), dan setelah adanya ejaan yang disempurnakan, pada tahun 1970 DLLD diubah menjadi Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan Raya (DLLAJR), serta pada tahun 2000, nama DLLAJR diubah kembali menjadi Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan (DLLAJ).

Namun dengan adanya Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999, Tentang Pemerintah Daerah, urusan Pekerjaan Umum Bidang Jalan dan urusan Perhubungan Darat, sejak tahun 2000 menjadi urusan Dinas Perhubungan. Dikatakannya, dalam melaksanakan tugas, Dinas Perhubungan Kota Sukabumi memiliki kewenangan yang telah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Kota Sukabumi Nomor 14 Tahun 2000, dan Lembaran Daerah Tahun 2000 Nomor 18 Seri D-9, sebagaimana yang telah diubah dengan Perda Kota Sukabumi Nomor 3 Tahun 2003, dan Lembaran Daerah Tahun 2003 Nomor 25 Seri D-10, Tentang Kewenangan Pemerintah Kota Sukabumi, serta Keputusan Walikota Sukabumi Nomor 32 Tahun 2004, Tentang Kedudukan, Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) dan Tata Kerja Dinas Perhubungan Kota Sukabumi. Dikatakan pula, Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, merupakan gabungan atau merger antara DLLAJ dengan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bina Marga.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Sukabumi dan Kepala Bidang LLA Dinas Perhubungan Kota Sukabumi menjelaskan, sebagaimana yang telah diatur dalam Perda Kota Sukabumi Nomor 8 Tahun 2003, Tentang Pembentukan dan Susunan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Sekretariat DPRD Kota Sukabumi, maka DPU Bina Marga mempunyai kedudukan sebagai Bidang Jalan, pada Dinas Perhubungan, dan DLLAJ menjadi Bidang Lalu Lintas dan Angkutan (LLA), serta Bidang Teknik Sarana dan Prasarana.

Selanjutnya berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 41 Tahun 2004, yang diperkuat dengan Perda Kota Sukabumi Nomor 6 Tahun 2008, terjadi kembali perubahan terhadap struktur organisasi Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, yakni dengan bergabungnya Bidang Jalan dan Jembatan di bawah naungan DPU, maka Bidang tugas Dinas Perhubungan hanya meliputi Bidang Teknik, Sarana Prasarana Lalu Lintas dan Bidang LLA.

Dijelaskan pula, sebagai unsur pelaksana Pemerintah Daerah dalam Bidang Perhubungan, yang meliputi urusan LLA, pengujian dan keselamatan, serta sarana prasarana lalu lintas jalan dan jembatan, termasuk perparkiran, terminal dan sub terminal, berada di bawah naungan dan bertanggung jawab kepada Kepala Daerah, melalui Sekretaris Daerah.

 
Jumat, 21 September 2012
PERMASALAHAN YANG DIHADAPI DINAS PERHUBUNGAN KOTA SUKABUMI
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Permasalahan di lapangan yang dihadapi Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, khususnya dalam merealisasikan Kewenangan, Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, yakni masih rendahnya tingkat kedisiplinan para pengguna jalan, baik para pengemudi dan para penumpang angkutan umum, maupun para pejalan kaki, terutama dalam memahami dan menaati berbagai peraturan dan perundang-undangan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Adapun solusi yang dilakukan pihak Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, seperti dijelaskan Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, Ujang Hamdan, S.H., M.H., diantaranya ditempuh melalui pelaksanaan sosialisasi secara rutin kepada seluruh lapisan warga masyarakat, serta penegakan hukum, dengan senantiasa menjungjung tinggi asas kepastian hukum dan keadilan.

Selain itu, juga pertumbuhan kendaraan di Kota Sukabumi, tidak sebanding dengan kapasitas jalan yang ada. Diungkapkannya, dari tahun ke tahun, di Kota Sukabumi senantiasa terjadi peningkatan dan penambahan kendaraan, yang tidak diiringi dengan peningkatan kapasitas jalan dan penambahan ruas jalan, karena keterbatasan lahan di Kota Sukabumi.

Sedangkan solusi yang dilakukan pihak Dinas Perhubungan Kota Sukabumi untuk menangani hal tersebut, diantaranya ditempuh melalui peningkatan manajemen dan rekayasa lalu lintas, melalui sebuah kajian yang komprehensif, melibatkan seluruh dinas, instansi dan lembaga, atau stake holders yang berkompeten.

Demikian pula solusi yang dilakukan pihak Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, khususnya dalam mengatasi dan menangani rendahnya pelayanan angkutan umum di Kota Sukabumi, diantaranya ditempuh melalui sistem angkutan umum massal, serta Angkutan Kota atau Angkot yang berkualitas dan kompetitif, sekaligus sebagai salah satu upaya, untuk memecahkan dan mengatasi permasalahan kemacetan lalu lintas di Kota Sukabumi.

Ditandaskannya, upaya-upaya tersebut dilakukan secara cermat dan partisipatif, serta disesuaikan dengan urgensi dan prioritas masalah di lapangan, khususnya yang dihadapi Dinas Perhubungan Kota Sukabumi. Namun upaya-upaya yang senantiasa dilaksanakan secara gencar oleh pihak Dinas Perhubungan Kota Sukabumi tersebut, dalam implementasinya di lapangan, masih terdapat hambatan dan tantangan yang terikat, khususnya dalam merealisasikan berbagai kebijakan, yang disesuaikan dengan kebutuhan dan tuntutan, serta aspirasi segenap lapisan warga masyarakat.

 
Selasa, 18 September 2012
DINAS PERHUBUNGAN AKAN LANJUTKAN PEMBANGUNAN TERMINAL TYPE A
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, akan berupaya optimal melanjutkan pembangunan Terminal Type A Kota Sukabumi, tepatnya di Jalan Lingkar Selatan Kota Sukabumi. Demikian disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, Drs. H. Andri Setiawan, M.M., didampingi Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan (LLA) Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, Ujang Hamdan, S.H., M.H., usai Upacara Bendera, dalam rangka memperingati Hari Perhubungan Nasional Tingkat Kota Sukabumi Tahun 2012, hari Selasa, 18 September 2012, di Halaman Dinas Perhubungan Kota Sukabumi.

Dikatakannya, pelaksanaan pembangunan lanjutan Terminal Type A Kota Sukabumi tersebut, dalam rangka upaya merealisasikan aspirasi warga masyarakat dan Pemerintah Kota Sukabumi. Maksud dan tujuannya, sebagai salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana transportasi yang memadai, khususnya bagi angkutan umum bus di Kota Sukabumi, baik bus Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP), maupun bus Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP).

Kepala Dinas Perhubungan Kota Sukabumi dan Kepala Bidang LLA Dinas Perhubungan Kota Sukabumi menjelaskan, untuk melanjutkan kembali pembangunan Terminal Type A Kota Sukabumi tersebut, pihaknya telah mendapat alokasi dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Sukabumi Tahun Anggaran 2012, yang besarnya mencapai 4,7 milyar rupiah, dan saat ini masih dalam tahap proses lelang. Dijelaskan pula, jumlah dana tersebut, diantaranya untuk membiayai lima item pembangunan fisik, yakni perluasan implasemen, drainase, bangunan, pos jaga, dan pematangan tanah.

Diharapkannya, pelaksanaan pembangunan lanjutan Terminal Type A Kota Sukabumi tersebut, dapat dimulai pada akhir bulan September 2012 ini, serta proses pengerjaan harus sesuai dengan tender kerja, yakni harus selesai selama 90 hari kerja. Dengan demikian, Terminal Type A Kota Sukabumi tersebut, secara bertahap sudah dapat dioperasikan pada akhir tahun 2012 ini, atau selambat-lambatnya pada awal tahun 2013 mendatang.

Sedangkan untuk menunjang kelancaran dan keberhasilan pengoperasian Terminal Type A Kota Sukabumi tersebut, pihak Dinas Perhubungan Kota Sukabumi beserta pihak dinas, instansi dan lembaga terkait, selain akan melakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada segenap lapisan warga masyarakat, juga akan melakukan uji coba dan pengaturan trayek, terutama untuk seluruh bus yang datang dari arah Bandung.

 
Kamis, 13 Oktober 2011
APARAT DINAS TERKAIT LAKUKAN PERTEMUAN DENGAN OPERATOR SELULER
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Aparat Dinas-Instansi dan Lembaga terkait, yang terdiri dari Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopperindag) Kota Sukabumi, Polres Sukabumi Kota, Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM) Sukabumi, dan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Sukabumi, hari Selasa, 11 Oktober 2011, melakukan pertemuan dengan pihak operator seluler di Kota Sukabumi.

Adapun maksud dan tujuan dilaksanakannya pertemuan tersebut, seperti dikatakan Kepala Diskopperindag Kota Sukabumi, Drs. Dudi Fathul Jawad, M.Pd., diantaranya membahas berbagai persoalan, khususnya yang berkaitan dengan masalah penyedotan pulsa, yang dilakukan oleh Conten Provaider (CP) yang bandel.

Dijelaskannya, pertemuan tersebut menghasilkan sembilan kesepakatan, diantaranya membuat Posko Pengaduan di setiap Operator Seluler, didampingi LPKSM. Dijelaskan pula, apabila terjadi penyedotan pulsa, operator seluler harus menggantinya kembali. Selain itu, setiap layanan operator seluler, harus memasang pengumuman atau himbauan kepada warga masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan maraknya aksi penyedotan pulsa.

Kepala Diskopperindag Kota Sukabumi menandaskan, pihaknya beserta Polres Sukabumi Kota, LPKSM Sukabumi, dan BPSK Sukabumi, akan senantiasa melakukan pengawasan secara optimal, atas pelaksanaan kesepakatan tersebut.

Dalam pada itu, Ketua LPKSM Sukabumi, Idun Suwarna menjelaskan, penyedotan pulsa tersebut, melanggar Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen, Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999 Tentang Telekomunikasi, Undang-Undang 52 Tahun 2000 Tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi, Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika (Permenkominfo) Nomor 1 Tahun 2009 dan Nomor 1 Tahun 2010.

Dijelaskan pula, warga masyarakat di Sukabumi yang menggunakan layanan operator seluler, jumlahnya sekitar satu juta orang. Sedangkan modus penyedotan pulsa yang dilakukan CP, baik dengan cara memberi iming-iming maupun dengan cara lainnya, hingga saat ini pihaknya telah mendata sekitar 300 modus.

Sementara dari pihak Telkomsel, Nana Sutisna mengatakan, pihaknya siap melayani pengaduan dari warga masyarakat, terkait penyedotan pulsa yang dilakukan CP, melalui SMS, ketik penipuan # isi penipuan pagar # nomor penipu, kirim ke 1166.

 
Minggu, 9 Oktober 2011
DINAS PERHUBUNGAN TINGKATKAN PELAYANAN TRANSPORTASI
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, senantiasa berupaya optimal meningkatkan pelayanan transportasi yang nyaman dan aman. Salah satunya dengan menyediakan layanan transportasi Bus AC, khususnya trayek Sukabumi - Kampung Rambutan Jakarta.

Seperti dikatakan Kasi Trayek dan Angkutan Barang Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, Yogi Darmawan, dari 7 Perusahaan Oto atau PO Bus yang diusulkan, baru 2 PO yang sudah dibuatkan surat rekomendasi, untuk diajukan ke Direktorat Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat. Adapun ke-2 PO tersebut, yakni PO Lana Jaya dan PO Pandu Utama.

Dijelaskannya, penyediaan layanan transportasi Bus AC untuk trayek Sukabumi – Kampung Rambutan Jakarta tersebut, merupakan hasil kesepakatan seluruh PO, yang melayani trayek tersebut, dimana masing-masing PO menyediakan 2 unit armada bus. Dijelaskan pula, pihak Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, tidak memberikan batas waktu kepada PO, yang belum mengajukan usulan pembuatan rekomendasi ke pusat.

Kasi Trayek dan Angkutan Barang Dinas Perhubungan Kota Sukabumi juga mengungkapkan, selain trayek Sukabumi – Kampung Rambutan Jakarta, juga dibuka layanan transportasi Bus AC, untuk trayek Sukabumi – Pulogadung dan Tangerang. Namun khusus untuk trayek Bus AC Sukabumi – Tangerang, saat ini masih diproses di pusat.

Diharapkannya, dengan dibukanya layanan transportasi Bus AC tersebut, dapat meningkatkan pelayanan kepada segenap lapisan warga masyarakat, khususnya para pengguna jasa kendaraan Bus, ke arah yang lebih baik, serta nyaman dan aman.

Hal tersebut sesuai dengan Visi Dinas Perhubungan Kota Sukabumi,yakni Sebagai Penyedia Layanan Transportasi yang Berkualitas, serta Misi Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, yakni Mewujudkan sumber daya manusia yang handal dan profesional di bidang transportasi, Meningkatkan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana transportasi, serta Meningkatkan pelayanan jasa transportasi.

 
Kamis, 15 September 2011
DINAS PENDIDIKAN SELENGGARAKAN HALAL BIL HALAL TAHUN 1432 HIJRIYAH
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, hari Kamis, 15 September 2011, bertempat di Gelanggang Olah Raga (GOR) Remaja Merdeka Kota Sukabumi, menyelenggarakan silaturahmi dan halal bil halal Idul Fitri Tahun 1432 Hijriyah. Acara silaturahmi dan halal bil halal tersebut, diisi tausiyah, yang disampaikan oleh Pimpinan Pondok Pesantren Ibadurrahman Kota Sukabumi, K.H. Fatullah Mansyur, Lc.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Walikota Sukabumi, Drs. H. Mulyono, M.M., Kepala Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, Drs. Ayep Supriatna, M.M., para Kepala Bidang dan Kasi di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, para Kepala Sekolah, para Guru TK, SD, SMP, SMA, dan SMK, serta undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Wakil Walikota Sukabumi, Drs. H. Mulyono, M.M., atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Sukabumi, menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya, dari berbagai kesalahan dan kealfaan. Selain itu, Wakil Walikota Sukabumi, juga mengajak kepada segenap umat Islam, khususnya di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, untuk merenungkan kembali makna kefitrian yang telah diraih, serta ibadah puasa yang telah dijalani satu bulan penuh, untuk bekal kehidupan ke arah yang lebih lagi.

Diharapkannya, dengan kefitrian yang telah diraih, dapat menjadi penggerak utama, khususnya dalam mengkristalkan nilai-nilai ibadah puasa yang telah dilaksanakan. Diantaranya melalui peningkatan disiplin dalam berbagai dimensi, peningkatan kualitas keimanan dan ketaqwaan, peningkatan kualitas pelayanan, serta berani mengambil sikap dalam memberi suri tauladan, bagi segenap lapisan warga masyarakat. Disamping itu, juga senantiasa berupaya optimal memperbaiki diri sendiri dari berbagai kesalahan, kealfaan dan kekurangan, serta senantiasa aktif memperbaiki kondisi mental dan spiritual warga masyarakat.

Hal tersebut sangat penting dilakukan oleh segenap lapisan warga masyarakat, khususnya oleh segenap jajaran Dinas Pendidikan Kota Sukabumi. Maksud dan tujuannya, untuk menunjang kelancaran dan keberhasilan, khususnya dalam mencapai Visi Kota Sukabumi, yakni Terwujudnya Kota Sukabumi, Sebagai Pusat Pelayanan Berkualitas Bidang Pendidikan, Kesehatan dan Perdagangan di Jawa Barat, Berlandaskan Iman dan Taqwa; serta Visi Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi, yakni Dengan Iman dan Taqwa, Mewujudkan Pemerintahan yang Amanah Berparadigma Surgawi, Menuju Kota Sukabumi yang Cerdas, Sehat dan Sejahtera, baik lahir maupun batin, dilandasi nilai-nilai fhilosofis, Sidiq, Tabligh, Amanah, Fathonah.

 
Selasa, 30 Agustus 2011
DINAS PERHUBUNGAN MELAKUKAN TEST URINE TERHADAP PARA AWAK BUS
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, bekerjasama dengan dinas instansi terkait, khususnya dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Terminal Sudirman Kota Sukabumi, Polres Sukabumi Kota, dan Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, menjelang Hari Raya Idul Fitri Tahun 1432 Hijriyah, melakukan test urine terhadap para awak bus, baik bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), maupun bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP), bertempat di Terminal Sudirman Kota Sukabumi.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, Drs. H. Andri Setiawan, M.M. menjelaskan, dari hasil test urine yang dilakukan terhadap para awak bus tersebut, tidak ditemukan ada urine yang positif mengandung narkoba.

Adapun maksud dan tujuan dilakukannya test urine tersebut, untuk mengecek kesehatan para awak bus. Karena dengan kesehatan yang prima, para awak bus tersebut dapat mengoperasikan kendaraannya dengan baik dan optimal.

Dengan demikian, para awak bus tersebut dapat menjaga sekaligus meningkatkan keamanan dan ketertiban, serta keselamatan lalu lintas, khususnya bagi warga masyarakat, baik para pengguna jasa angkutan umum maupun para pengendara lainnya. Dikatakannya, test urine terhadap para awak bus tersebut, untuk di Kota Sukabumi merupakan yang pertama kali dilaksanakan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Sukabumi menandaskan, apabila ada awak bus yang terbukti mengonsumsi narkoba, selain akan ditindak secara tegas, juga akan ditangani dan diproses secara hukum, sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Ditandaskan pula, test urine bagi para awak bus tersebut, di Kota Sukabumi akan dilaksanakan secara rutin, minimal setiap tiga bulan sekali.

Selain melakukan test urine terhadap para awak bus AKAP dan AKDP, Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, juga melakukan pemeriksaan persiapan dan kelaikan jalan bus, baik bus AKAP maupun AKDP. Dijelaskannya, pemeriksaan persiapan dan kelaikan jalan bus tersebut, dilakukan dalam tiga tahap. Antara lain, tahap pertama kelaikan jalan, dilihat dari kondisi bus, mesin dan KIR, tahap kedua pemeriksaan administrasi, dan tahap ketiga pemeriksaan personel bus, yang terdiri dari pengemudi, kondektur dan kernet. Dijelaskan pula, apabila dari ketiga tahap tersebut tidak dapat dipenuhi, maka bus tersebut dinyatakan tidak laik jalan.

 
Sabtu, 13 Agustus 2011
DINAS PERHUBUNGAN LAKUKAN PERBAIKAN TRAFFIC LIGHT DAN WARNING LIGHT
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, melakukan perbaikan terhadap traffic light dan warning light, yang tersebar di sejumlah persimpangan dan ruas jalan di Kota Sukabumi. Maksud dan tujuannya, untuk menciptakan rasa aman, sekaligus untuk memudahkan warga masyarakat, khususnya para pengguna kendaraan, pada saat mudik dan balik.

Kepala Bidang Teknis, Sarana dan Prasarana Lalulintas Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, Abdulrachman menjelaskan, sampai saat ini pihaknya masih melakukan pengecekan terhadap sejumlah traffic light dan warning light, yang tersebar di 7 persimpangan jalan dan di 36 titik ruas jalan se Kota Sukabumi, supaya dapat berfungsi dengan baik dan normal. Selain itu, pihaknya juga akan mengecek sejumlah rambu-rambu lalu lintas lainnya di Kota Sukabumi, termasuk papan penunjuk arah, zebra cros dan sebagainya.

Sedangkan kegiatan lainnya yang akan dilaksanakan, menurut Kepala Bidang Teknis, Sarana dan Prasarana Lalulintas Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, diantaranya uji petik bagi seluruh armada bus, khususnya yang akan digunakan untuk angkutan lebaran, tepatnya dari H min 7 hingga H plus 7 hari raya Idul Fitri Tahun 1432 Hijriyah. Adapun maksud dan tujuannya, untuk mengetahui kondisi kendaraan tersebut, apakah sudah memenuhi syarat kelayakan untuk dioperasikan atau belum.

Dalam pada itu, Kepala Seksi Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, H. R. Imran Whardhani menjelaskan, berdasarkan data yang ada, dari hasil pemeriksaan rutin kendaraan yang dilakukan beberapa waktu yang lalu, ada sekitar 5 persen kendaraan Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP), yang ada di Terminal Bus Sudirman Kota Sukabumi, belum memiliki alat keselamatan penumpang di dalam bus, seperti palu pemecah kaca dan sebagainya.

Dijelaskan pula, semua armada bus yang dipersiapkan belum tentu layak untuk dapat dioperasikan, karena bisa saja armada bus tersebut gugur atau tidak diizinkan untuk dapat dioperasikan, apabila belum melengkapi semua persyaratan yang telah ditetapkan, dari mulai izin trayek angkutan dan administrasi lainnya, hingga alat keselamatan penumpang di dalam bus, seperti palu pemecah kaca, lampu kendaran dan yang lainnya, tidak akan diberi izin masuk ke Terminal Bus Sudirman Kota Sukabumi, sebelum melengkapi semua persyaratan yang telah ditetapkan.

 
Selasa, 5 Juli 2011
SELURUH ANGGOTA PRAMUKA AGAR JAGA KEKOMPAKAN DAN BERKOORDINASI
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Walikota Sukabumi, selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., meminta kepada seluruh Anggota Pramuka Penggalang Kota Sukabumi, yang mengikuti Jambore Nasional (Jamnas) Ke-IX Tahun 2011, agar senantiasa menjaga kekompakan dan berkoordinasi. Selain itu, juga harus senantiasa disiplin, serta mengikuti petunjuk dan arahan dari para Pembina. Yang tidak kalah penting, juga harus senantiasa menjaga nama baik Kota Sukabumi, dengan memperlihatkan keterampilan dan akhlak mulia, serta mempromosikan Kota Sukabumi pada Jamnas Ke-IX Tahun 2011 ini. Permintaan Walikota Sukabumi tersebut, disampaikan saat melakukan kunjungan ke lokasi Jamnas Ke-IX Tahun 2011, tepatnya di Teluk Gelam Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Provinsi Sumatera Selatan.

Kunjungan Walikota Sukabumi ke lokasi Jamnas tersebut, didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kota Sukabumi, Hajah Isye Muslikh Abdussyukur, Kepala Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, Drs. Ayep Supriatna, M.M., Kepala Kantor PDE, Arsip Daerah dan Humas Kota Sukabumi, H. Oscar Lesnussa, S.H., M.M., Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Sukabumi, Sanusi Harjadireja, M.Pd., dan Sekretaris Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Sukabumi, Drs. Adil Budiman, M.Si. Adapun maksud dan tujuan dilakukannya kunjungan ke lokasi Jamnas tersebut, selain sebagai bentuk tanggung jawab Pemerintah Kota Sukabumi, juga untuk memberikan semangat dan motivasi, kepada seluruh Anggota Pramuka dari Kota Sukabumi, yang mengikuti Jamnas Ke-IX Tahun 2011 ini.

Pada kesempatan tersebut, Walikota Sukabumi mengucapkan terima kasih kepada segenap orang tua wali murid, yang telah mendukung dan membantu, serta mengizinkan putra-putrinya, untuk mengikuti Jamnas ini. Selain itu, Walikota Sukabumi juga menghimbau segenap lapisan warga masyarakat Kota Sukabumi, agar senantiasa mendorong dan memberikan motivasi kepada para pelajar Kota Sukabumi, untuk mengikuti kegiatan kepramukaan. Karena berbagai kegiatan yang dilakukan dalam kepramukaan ini, termasuk Jamnas, bertujuan untuk meningkatkan kualitas generasi muda.

Sementara Kepala Kantor PDE, Arsip Daerah dan Humas Kota Sukabumi, H. Oscar Lesnussa, S.H., M.M. menjelaskan, Jamnas Pramuka Ke-IX Tahun 2011 ini, dibuka secara resmi oleh Presiden RI, Doktor H. Susilo Bambang Yudhoyono, serta diikuti oleh sekitar 30 ribu peserta se Indonesia, dan utusan Pramuka dari negara Brunei Darussalam, Singapura, Malaysia, dan Thailand. Sedangkan Anggota Pramuka dari Kota Sukabumi yang mengikuti Jamnas ini, seluruhnya berjumlah 42 orang, yang terdiri dari 32 orang Anggota Pramuka Penggalang, dan 10 orang Pembina. Sementara pelaksanaan Jamnas ini, dijadualkan berlangsung selama 7 hari, tepatnya dari tanggal 1 sampai dengan 8 Juni 2011.

 
Sabtu, 2 Juli 2011
DINAS PERHUBUNGAN KOTA SUKABUMI OPTIMAL KURANGI KECELAKAAN LALU LINTAS
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, senantiasa berupaya optimal mengurangi tingkat kecelakaan lalu lintas, diantaranya melalui penyelenggaraan pengobatan gratis, bagi para awak angkutan umum. Pengobatan gratis yang dilaksanakan secara rutin setiap bulan sekali ini, bertempat di Terminal Bus Sudirman Kota Sukabumi, bekerja sama dengan PT Jasa Raharja, Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, dan Rumah Sakit Secapa Polri Sukabumi.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, Drs. Andri Setiawan, M.M. menjelaskan, pengobatan gratis tersebut bukan hanya untuk para awak kendaraan umum saja, akan tetapi juga untuk warga masyarakat, khususnya para penumpang angkutan umum, yang datang ke Terminal Bus Sudirman Kota Sukabumi.

Selain itu juga dijelaskan, dilaksanakannya pengobatan gratis tersebut, sebagai salah satu bentuk kepedulian dan tanggung jawab Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, terhadap kesehatan para awak angkutan umum dan para penumpang.

Adapun yang menjadi dasar kebijakan dilaksanakannya pengobatan gratis tersebut, menurut Kepala Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, karena minimnya perhatian para awak angkutan umum, dalam melakukan pengobatan dan pemeriksaan kesehatan.

Menyinggung jumlah kecelakaan lalu lintas, seperti diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, berdasarkan data yang ada di PT Jasa Raharja, hingga pertengahan tahun ini mengalami penurunan. Adapun yang menjadi indikator terhadap penurunan angka kecelakaan lalu luntas tersebut, salah satunya dengan pengobatan gratis, bagi para awak angkutan umum dan para penumpang. Diungkapkan pula, dari penyelenggaraan pengobatan gratis yang dilaksanakan baru-baru ini, terdapat 55 pasien yang mengeluhkan penyakit, seperti pegal-pegal, batuk, sakit kepala, lambung dan sebagainya.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Sukabumi menandaskan, pengobatan gratis yang dilaksanakan secara rutin setiap bulan sekali ini, sangat positif dan besar manfaatnya, terutama bagi para awak angkutan umum. Sebab apabila para awak angkutan umum tersebut kondisi kesehatannya benar-benar fit, bisa menjaga keselamatan dirinya sendiri dan para penumpang, serta dapat berdampak pada penurunan angka kecelakaan lalu lintas.

 
Minggu, 26 Juni 2011
DINAS PERHUBUNGAN AKAN BUKA TRAYEK BARU SUKABUMI-TANGERANG
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, akan segera membuka trayek baru Sukabumi-Tangerang. Untuk itu, saat ini Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, sudah menawarkan kepada seluruh Perusahaan Otobus (PO) di Kota dan Kabupaten Sukabumi, termasuk armada dan operasionalnya.

Seperti dikatakan Kasi Angkutan, Orang dan Barang Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, Yogi, untuk armada kendaraan trayek Sukabumi-Tangerang, dibutuhkan sekitar 20 unit bus tiga perempat. Sedangkan penawaran hingga saat ini, baru disanggupi oleh PO Kharisma Trans. Dikatakan pula, hal tersebut sudah direkomendasikan kepada Kementerian Perhubungan, dan saat ini hanya tinggal menunggu keluarnya izin operasional.

Dijelaskannya, sebelum membuka rintisan trayek baru Sukabumi-Tangerang, pihaknya terlebih dahulu melakukan pendataan. Diantaranya Pendataan Statis, Pendataan Dinamis dan Pendataan Lon Vector. Adapun yang dimaksud dengan Pendataan Statis, yakni untuk mengetahui trayek yang belum dilayani, serta sangat dibutuhkan oleh warga masyarakat. Untuk mengetahui hal tersebut, pihaknya menanyakan secara langsung kepada para penumpang yang akan bepergian di terminal. Selanjutnya yang dimaksud dengan Pendataan Dinamis, yakni untuk mengetahui berapa jumlah kendaraan yang dibutuhkan, untuk rute trayek tersebut. Sedangkan yang dimaksud dengan Pendataan Lon Vector, yakni untuk mengetahui berapa jumlah orang yang naik di sepanjang rute trayek tersebut, apakah banyak atau tidak.

Selain itu, pihaknya juga akan senantiasa berupaya optimal meningkatkan kualitas pelayanan kepada para penumpang, yang akan bepergian menggunakan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), dan bus Antar Kota Dalam Propinsi (AKDP). Untuk itu, pihaknya saat ini sedang mengupayakan menambah bus AC. Diantaranya untuk rute Kampung Rambutan, Pulogadung dan Kalideres. Karena berdasarkan data yang ada, jumlah armada bus AKAP dan AKDP yang masuk ke Terminal Sudirman Kota Sukabumi, saat ini hanya 665 unit, dan yang aktif beroperasi hanya 400 unit. Sedangkan jumlah PO di Kota dan Kabupaten Sukabumi, saat ini hanya ada 7 PO. Sementara dari luar ada13 PO.

Saat dikonfirmasi apakah untuk angkutan dalam kota akan dilakukan penambahan trayek, menurut Kasi Angkutan, Orang dan Barang Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, pihaknya tidak akan menambah lagi jumlah trayek di dalam kota. Karena selain jumlahnya sudah dibatasi, juga jumlah trayek dan armadanya sudah mencukupi.

 
Jumat, 6 Mei 2011
DINAS PENDIDIKAN GULIRKAN BEA SISWA UNTUK 2 RIBU 500 PELAJAR
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Sebagai salah satu upaya untuk mengatasi para pelajar yang kurang mampu, sekaligus sebagai salah satu upaya untuk mengentaskan Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar (Wajardikdas) 9 Tahun, dan Program Wajib Belajar Pendidikan (Wajardik) 12 Tahun, Dinas Pendidikan Kota Sukabumi menggulirkan bea siswa untuk 2 ribu 500 pelajar.

Seperti dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, Drs. Ayep Supriatna, M.M., bea siswa tersebut diperuntukan khusus bagi para pelajar yang kurang mampu. Maksud dan tujuannya, supaya para pelajar tersebut tidak putus sekolah atau drop out, serta dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Dijelaskannya, bagi para pelajar yang ingin mendapat bea siswa ini, orang tua atau wali para pelajar tersebut, dapat menghubungi langsung pihak sekolahnya masing-masing, dengan membawa Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari kelurahannya masing-masing, atau bisa langsung meminta data kepada pihak sekolahnya masing-masing, tentang nama-nama pelajar yang berhak mendapat bea siswa tersebut. Adapun nilai bea siswa tersebut, untuk pelajar SD dan SMP, dalam setiap tahunnya sebesar 500 ribu rupiah, dan untuk pelajar SMA sebesar 750 ribu rupiah, serta dibebaskan dari berbagai biaya.

Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., meminta kepada Kepala Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, agar dalam melakukan pemberian bea siswa kepada para pelajar yang kurang mampu tersebut, benar-benar dilaksanakan tepat sasaran. Sebab Progam Sekolah Gratis yang digulirkan Pemerintah Kota Sukabumi, hingga saat ini baru sampai tingkat SMP.

Ditandaskannya, dalam melakukan pengguliran bea siswa bagi para pelajar yang kurang mampu tersebut, di lapangan masih ditemukan beberapa kendala. Diantaranya masih ditemukannya sejumlah warga masyarakat yang mampu, namun ingin mendapat bea siswa dan progam sekolah gratis.

Untuk itu, guna menunjang kelancaran dan keberhasilan, serta supaya pelaksanaan pemberian bea siswa tersebut benar-benar tepat sasaran, sangat diperlukan pelaksanaan pendataan yang benar-benar tepat dan akurat, jangan sampai warga masyarakat yang mampu, mendapat bea siswa dan masuk ke dalam program sekolah gratis. Sebab program pemberian bea siswa dan program sekolah gratis tersebut, diperuntukan bagi para pelajar yang benar-benar kurang mampu.

 
Rabu, 13 April 2011
DINAS PENDIDIKAN JAMIN SOAL-SOAL UN TAHUN 2010-2011 TIDAK BOCOR
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, menjamin soal-soal Ujian Nasional (UN) Tahun Pelajaran 2010-2011, di Kota Sukabumi tidak akan bocor. Untuk itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, Drs. Ayep Supriatna, M.M., menghimbau segenap lapisan warga masyarakat, agar tidak terhasut oleh isu-isu yang disampaikan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Karena soal-soal UN tersebut, selain dikawal dan diawasi secara ketat oleh aparat kepolisian, juga pihaknya sudah membentuk Panitia Penyelenggara UN, serta Tim Pemantau UN dari unsur Perguruan Tinggi (PT), yang akan bekerja secara maksimal. Dengan demikian, sangat mustahil apabila soal-soal UN tersebut, di Kota Sukabumi bisa bocor.

Selain itu, juga tidak akan ada satu orang pun yang mengetahui kunci jawaban soal-soal UN tersebut, termasuk aparat Dinas Pendidikan, baik Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat maupun Dinas Pendidikan Kota Sukabumi. Adapun soal-soal UN tersebut, diperkirakan datang ke Kota Sukabumi, pada H min 2 pelaksanaan UN, dengan pengawalan dan pengawasan secara ketat dari aparat kepolisian.

Menyinggung upaya lainnya yang akan dilakukan oleh pihak Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, khususnya dalam menjaga keamanan soal-soal UN, yakni dengan menyediakan tempat steril untuk penyimpanan soal-soal UN. Tempat tersebut, akan dijaga dan diawasi secara ketat oleh aparat kepolisian dan Panitia UN Kota Sukabumi.

Sedangkan teknis pengambilan soal-soal UN di Kota Sukabumi, para Kepala Sekolah yang menyelenggarakan UN Tahun Pelajaran 2010-2011, bisa mengambil berkas soal-soal UN pada hari H pelaksanaan UN, mulai pukul 05.00 WIB.

Ditandaskannya, apabila ada orang yang tidak bertanggung jawab yang membocorkan soal-soal UN, siapa pun orangnya akan ditindak secara tegas dan diproses secara hukum, sesuai dengan peraturan dan per-undang-undangan yang berlaku.

Sementara mengenai waktu pelaksanaan UN bagi siswa SMA, SMK dan MA, di Kota Sukabumi akan dilaksanakan sesuai dengan jadual yang sudah ditentukan, yakni mulai tanggal 18 sampai dengan 21 April 2011, bagi siswa SMP dan MTs mulai tanggal 25 sampai dengan 28 April 2011, serta Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UAS BN) bagi siswa SD dan MI, mulai tanggal 6 sampai dengan 8 Mei 2011.

 
Selasa, 12 April 2011
KETUA STIKES KOTA SUKABUMI YANG BARU AGAR SEGERA LAKUKAN KOORDINASI
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Kota Sukabumi yang baru, agar segera melakukan koordinasi, baik secara internal maupun eksternal. Hal tersebut disampaikan Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., saat memberi sambutan pada acara pelantikan Ketua STIKES Kota Sukabumi yang baru, H. Sanusi Harjadireja, M.Pd., menggantikan Ketua STIKES Kota Sukabumi yang lama, Diding Permadi, karena telah pensiun, bertempat di Graha Qolbun Salim Kota Sukabumi, hari Senin, 11 April 2011.

Diharapkannya, STIKES Kota Sukabumi ke depan harus ada perubahan yang cukup signifikan. Karena Ketua STIKES Kota Sukabumi yang baru ini, telah lama berkecimpung di dunia pendidikan. Dengan demikian, menurut Walikota Sukabumi, tidak akan sulit meningkatkan dan mengembangkan STIKES Kota Sukabumi, ke arah yang lebih baik, lebih maju dan lebih berprestasi.

Walikota Sukabumi mengatakan, untuk meningkatkan dan mengembangkan STIKES Kota Sukabumi, diantaranya bisa ditempuh dengan menambah jurusan baru. Karena biar bagaimana pun, STIKES Kota Sukabumi ini harus dapat mengakomodir sekaligus merealisasikan berbagai harapan, aspirasi, tuntutan dan kebutuhan warga masyarakat.

Sementara Ketua STIKES Kota Sukabumi yang baru, H. Sanusi Harjadireja, M.Pd. menjelaskan, langkah awal yang akan dilakukan pihaknya, yakni melakuakn koordinasi, baik secara internal maupun eksternal, diantaranya dengan melihat program apa saja yang telah dan yang belum dilakukan oleh pihak STIKES Kota Sukabumi.

Menyinggung rencana penambahan jurusan baru, menurut Ketua STIKES Kota Sukabumi yang baru, bukan merupakan hal yang mudah. Karena untuk menambah jurusan baru salah satu Perguruan Tinggi (PT), harus dibarengi dengan berbagai persyaratan yang telah ditetapkan, diantaranya dengan dilengkapi infrastruktur yang memadai.

Hadir dalam kesempatan tersebut, unsur Muspida, Pimpinan dan Anggota DPRD, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para Camat dan Lurah, para Ketua PT, para Pembantu Ketua, Dosen dan Mahasiswa STIKES Kota Sukabumi, serta Insan Pers dan undangan lainnya.

 
Rabu, 16 Februari 2011
DINAS-INSTANSI TERKAIT AGAR OPTIMAL DORONG PEMBERDAYAAN UMKM
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Sukabumi, H. Deden Solehudin, S.Ag., M.M., meminta kepada dinas-instansi terkait, agar senantiasa berupaya optimal mendorong pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), dalam berbagai sektor. Karena upaya dalam mendorong pemberdayaan UMKM tersebut, belum dapat diwujudkan secara optimal, sesuai dengan harapan semua pihak.

Maksud dan tujuannya, untuk mencapai Visi Pembangunan Kota Sukabumi, yakni Terwujudnya Kota Sukabumi Sebagai Pusat Pelayanan Berkualitas Bidang Pendidikan, Kesehatan dan Perdagangan di Jawa Barat, Berlandaskan Iman dan Taqwa; serta Visi Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi, yakni Dengan iman dan taqwa mewujudkan pemerintahan yang amanah berparadigma surgawi, menuju Kota Sukabumi yang cerdas, sehat dan sejahtera, baik lahir maupun batin.

Selain itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Sukabumi menandaskan, pihaknya beserta dinas-instansi terkait, akan senantiasa berupaya optimal melakukan peningkatan dan pengembangan UMKM, melalui berbagai cara dan upaya. Diantaranya melalui berbagai pelatihan dan penyuluhan, bagi para pelaku UMKM di Kota Sukabumi, supaya UMKM di Kota Sukabumi dapat meningkat dan berkembang, sesuai dengan harapan semua pihak.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Sukabumi juga menandaskan, pihaknya beserta dinas-instansi terkait, dalam waktu dekat ini akan melakukan penataan dan penempatan para Pedagang Kaki Lima (PKL), khususnya yang berjualan di sekitar Jalan Ciwangi dan Jalan Kapten Harun Kabir. Para PKL tersebut, akan dipindahkan dan ditempatkan di Pasar Pelita, tepatnya pada bangunan bekas Matahari, karena masa kontraknya akan habis pada bulan Februari 2011 ini.

Namun sebelum dipindahkan dan ditempatkan di Pasar Pelita, para PKL tersebut akan didata terlebih dahulu. Setelah selesai dilakukan pendataan, para PKL tersebut akan segera dipindahkan dan ditempatkan di Pasar Pelita. Dijelaskannya, berdasarkan data yang ada saat ini, jumlah PKL di Kota Sukabumi, khususnya yang berjualan di sekitar Pasar Pelita, mencapai 3 ribu 200 PKL.

 
Sabtu, 8 Januari 2011
ANGGARAN DINAS PU UNTUK TAHUN 2011 ALAMI PENURUNAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Anggaran Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Sukabumi, untuk tahun 2011 mengalami penurunan, apabila dibandingkan dengan tahun 2010. Karena untuk tahun 2011, dinas tersebut hanya mendapatkan anggaran sekitar 21 milyar rupiah. Sedangkan pada tahun 2010, dinas tersebut mendapat anggaran sebesar 23 milyar rupiah.

Kepala Dinas PU Kota Sukabumi, Insinyur Asep Irawan, M.Sc. menjelaskan, anggaran Dinas PU untuk tahun 2010 dan 2011 tersebut, apabila dibandingkan dengan tahun 2009 sangat jauh menurun, karena anggaran Dinas PU pada tahun 2009, mencapai 52 milyar rupiah.

Dijelaskannya, dari total anggaran tahun 2010 sebesar 23 milyar rupiah tersebut, sebesar 19 milyar rupiah digunakan biaya pembangunan fisik. Diantaranya pembangunan jalan, pengairan, prasarana pemukiman, dan beberapa gedung. Sedangkan sisanya sebesar 4 milyar rupiah, digunakan biaya perbaikan jalan Cemerlang, terminal, drainase, trotoar, gedung Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Penanggulangan Bencana (Dinsostek PB) Kota Sukabumi, serta beberapa prasarana pengairan yang sifatnya rehab. Jumlah anggaran tersebut, sudah terserap secara keseluruhan.

Sementara pada tahun 2011, Dinas PU hanya mendapat anggaran sekitar 21 milyar rupiah. Dengan demikian, secara tidak langsung akan berpengaruh terhadap sejumlah program dinas ini, termasuk dalam melaksanakan pemeliharaan sarana dan prasarana. Namun demikian, kendati anggaran untuk dinas ini mengalami penurunan, seperti dikatakan Kepala Dinas PU Kota Sukabumi, pihaknya akan senantiasa berupaya optimal melaksanakan berbagai program, termasuk melaksanakan pemeliharaan sarana dan prasarana. Yang penting, berbagai program yang menjadi garapan dinas ini, dapat berjalan dengan baik dan lancar, sesuai dengan anggaran yang dialokasikan.

 
Rabu, 8 Desember 2010
DINAS PENDIDIKAN KOTA SUKABUMI SELENGGARAKAN PELATIHAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas Guru SD di Kota Sukabumi, Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, baru-baru ini menyelenggarakan pelatihan, bertempat di Villa Yustik Sukabumi. Kepala Bidang Bina Program Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, Drs. Mulyono, M.Pd. menjelaskan, pelatihan yang diikuti ratusan Guru SD se Kota Sukabumi ini, dibagi dalam 3 kelompok. Antara lain, Kelompok A diberi materi smart teaching, smart learning, TOT dan coaching trainer, Kelompok B diberi materi CTL matematika, science dan bahasa Indonesia, serta Kelompok C diberi materi class room management. Sedangkan materi lainnya, akan berikan setelah pelaksanaan Ujian Akhir Sekolah (UAS).

Dijelaskannya, target yang hendak dicapai dari pelatihan ini, supaya seluruh Guru SD di Kota Sukabumi, menjadi pendidik yang berkualitas, bertanggung jawab dan professional. Karena melalui pelatihan ini, para guru dapat memberikan pengajaran dengan baik, serta dapat diserap dengan baik oleh para peserta didik. Sedangkan Nara Sumber yang memberikan materi dalam pelatihan ini, ber-asal dari komponen-komponen pendidik dari Provinsi Jawa Barat.

Kepala Bidang Bina Program Dinas Pendidikan Kota Sukabumi juga menjelaskan, para guru yang menjadi peserta dalam pelatihan ini, seluruhnya belum mendapat sertifikasi, ber-asal dari sekolah negeri dan swasta se Kota Sukabumi. Selain guru, seluruh Pengawas pun diikut-sertakan dalam pelatihan ini. Maksud dan tujuannya, supaya para Pengawas dapat mengetahui, bahwa pelatihan ini benar-benar dilaksanakan, sesuai dengan jadual yang telah diagendakan. Dengan demikian, para Pengawas pun bisa menjalankan tugas dengan baik, khususnya dalam melakukan pengawasan terhadap guru-guru yang telah mengikuti pelatihan ini, ter-utama dalam menerapkan ilmu dan pengetahuan yang didapat dari pelatihan ini, kepada para peserta didik di sekolahnya masing-masing.

 
Minggu, 21 November 2010
DINAS PENDIDIKAN AGAR WUJUDKAN KOTA SUKABUMI CERDAS TAHUN 2013
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Wakil Walikota Sukabumi, Doktor H. Mulyono, M.M., meminta Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, agar ber-upaya optimal mewujudkan Kota Sukabumi Cerdas Tahun 2013. Karena hal tersebut merupakan bagian dari visi dan misi Kota Sukabumi, yang harus dipertanggung-jawabkan oleh kepala daerah, kepada publik atau masyarakat. Dikatakannya, ada dua indikator untuk mewujudkan Kota Sukabumi Cerdas tersebut, yakni lama rata-rata sekolah 12 tahun, serta tercapainya angka melk huruf 100 persen. Untuk itu, Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, agar senantiasa melakukan evaluasi, atas kinerja yang dilakukan hingga saat ini. Selain itu, Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, juga harus senantiasa melaporkan seluruh kegiatan yang dilakukan, hingga prestasi yang berhasil dicapai. Ditandaskannya, upaya pencapaian untuk menjadikan Kota Sukabumi Cerdas tersebut, harus dijadikan prioritas dan target.

Sementara PLH Kepala Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, Drs. Ayep Supriatna, M.M. menjelaskan, untuk mewujudkan hal tersebut, pihaknya telah melakukan ekspose, serta setiap kegiatan yang dilaksanakan senantiasa dipublikasikan melalui media massa, baik media cetak maupun media elektronik. Maksud dan tujuannya, supaya diketahui oleh warga masyarakat. Dikatakannya, Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, senantiasa mendukung untuk mewujudkan Kota Sukabumi Cerdas, sebagaimana yang tertuang dalam visi dan misi Kota Sukabumi, serta visi dan misi Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, melalui Program Pemberantasan Buta Aksara (PPBA), yang dilaksanakan sejak 2005-2007.

Dikatakan pula, indeks pendidikan atau rata-rata lama sekolah di Kota Sukabumi, saat ini telah mencapai 11,05 tahun. Dengan demikian, untuk indeks pendidikan, pihaknya masih punya Pekerjaan Rumah (PR) 0,5 tahun. Ditandaskannya, pada tahun 2013, untuk Kota Sukabumi sudah dapat melakukan launching penuntasan Wajib Belajar Pendidikan (Wajardik) 15 Tahun. Adapun upaya lainnya yang dilakukan, diantaranya memberikan bea siswa, penambahan Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM), peningkatan daya tampung sekolah dengan pembuatan Ruangan Kelas Baru (RKB), hingga penambahan SD di Rancakadu. Sedangkan untuk melek huruf, Kota Sukabumi telah mencapai angka 99,98 persen. Dijelaskannya, dengan capaian -capaian tersebut, pihaknya mengaku optimis, bisa mewujudkan Kota Sukabumi Cerdas pada tahun 2013.

Dijelaskan pula, dalam rangka upaya meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah Taalla, Keluarga Besar Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, melaksanakan penyembelihan hewan qurban, sebanyak 3 ekor Sapi. Antara lain, 1 ekor diserahkan ke Bumi Perkemahan (Buper) Cikundul, dan 2 ekor dipotong di halaman Dinas Pendidikan setempat.

 
Selasa, 16 November 2010
RAPAT KOORDINASI PENYALURAN DANA REHABILITASI
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, H. Mohamad Muraz, S.H., M.M., selaku Pengarah Tim Penanggulangan Bencana Kota Sukabumi, hari Selasa, 16 Nopember 2010, di Gedung Pusat Kajian Islam Kota Sukabumi, memimpin Rapat Koordinasi Persiapan Penyaluran Dana Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Pasca Bencana Gempa Tahap II di Kota Sukabumi.

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah Kota Sukabumi menjelaskan, pasca bencana gempa yang terjadi pada tanggal 2 September 2009 lalu, Pemerintah Pusat membantu masyarakat yang rumahnya mengalami rusak berat masing-masing sebesar 15 juta rupiah, dan yang rumahnya mengalami rusak sedang masing-masing sebesar 10 juta rupiah, melalui Ketua Pokmas masing-masing.

Ditandaskannya, bantuan tersebut untuk biaya memperbaiki rumah. Dengan demikian, bantuan tersebut harus digunakan biaya perbaikan rumah, yang dilengkapi dengan bukti-bukti pembelian material dan upah kerja, sebagai bentuk pertanggung-jawaban kepada pemerintah, baik kepada Pemerintah Pusat maupun kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Ditandaskan pula, apabila bantuan tersebut digunakan keperluan lain, selain akan dikenakan sangsi berat sesuai dengan peraturan dan per-undang-undangan yang berlaku, juga bantuan tersebut harus dikembalikan lagi kepada Pemerintah Pusat, melalui Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Sementara Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Penanggulangan Bencana (Dinsostek PB) Kota Sukabumi, Drs. H. Saleh Makbullah, M.Si. menjelaskan, berdasarkan hasil rapat dan penanda-tanganan MoU antara BNPB dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta Para Kepala Daerah Kabupaten dan Kota yang telah membentuk BPBD, Tanggal 26 Agustus 2010 di Hotel Orchardz Jakarta, bahwa Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) Tahap II bagi korban pasca bencana gempa bumi akan segera digulirkan.

Sedangkan bagi daerah yang belum membentuk BPBD, seperti Kota Sukabumi, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Bandung, dana stimulan bagi korban bencana tersebut dikoordinir oleh BPBD Provinsi Jawa Barat, serta bantuan tersebut langsung ditransfer ke rekening Pokmas masing-masing, oleh BPBD Provinsi Jawa Barat, setelah masuk usulan dari daerah. Dikatakannya, BLM bagi korban pasca bencana gempa bumi tanggal 2 September 2009 ini, akan dituntaskan pada tahap II.

Adapun penerima BLM Tahap II di Kota Sukabumi, seluruhnya berjumlah 682 KK, sesuai dengan Keputusan Walikota Sukabumi, Nomor 82 Tahun 2010, yakni Rusak Berat 72 KK, dan Rusak Sedang 610 KK. Dengan demikian, jumlah bantuan Tahap II untuk para korban bencana tersebut, di Kota Sukabumi mencapai 7 milyar 821 juta 80 ribu rupiah.

 
Senin, 11 Oktober 2010
DINAS PERHUBUNGAN MERUPAKAN UNSUR PELAKSANA PEMERINTAH DAERAH
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, merupakan unsur pelaksana Pemerintah Daerah di bidang perhubungan, yang terdiri dari urusan lalu lintas dan angkutan, pengujian dan keselamatan, sarana dan prasarana lalu lintas jalan, jembatan, perparkiran, terminal dan sub terminal, serta berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Daerah, melalui Sekretaris Daerah.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, Drs. Andri Setiawan, M.M. menjelaskan, dalam melaksanakan tugas, Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, dibantu oleh Sekretariat, yang dibantu oleh 3 Sub Bagian, yakni Sub Bagian Umum dan Kepegawaian, Sub Bagian Keuangan, dan Sub Bagian Perencanaan Program. Selanjutnya Bidang Lalu Lintas dan Angkutan, dibantu oleh 3 Seksi, yakni Seksi Pengendalian dan Operasional, Seksi Angkutan Orang dan Barang, serta Seksi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas. Kemudian Bidang Teknik Sarana dan Prasarana Lalu Lintas, dibantu oleh 3 Seksi, yakni Seksi Pengujian Kendaraan Bermotor, Seksi Fasilitasi dan Keselamatan Lalu Lintas Jalan, serta Seksi Prasarana Lalu Lintas, termasuk oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) dan Kelompok Jabatan Fungsional.

Sedangkan tugas pokok Dinas Perhubungan, yakni melaksanakan kewenangan Otonomi Daerah di bidang perhubungan, yang terdiri dari lalu lintas dan angkutan, pengujian dan keselamatan, sarana dan prasarana lalu lintas jalan, jembatan, perparkiran, terminal dan sub terminal, dalam rangka pelaksanaan tugas desentralisasi. Dikatakannya, dalam melaksanakan tugas pokok tersebut, Dinas Perhubungan mempunyai fungsi, yakni melaksanakan perumusan kebijaksanaan teknis di bidang perhubungan, melaksanakan urusan pemerintahan dan pelayanan umum di bidang perhubungan, melaksanakan pembinaan dan melaksanakan tugas di bidang perhubungan, serta melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Daerah. Sementara untuk menunjang kelancaran dan keberhasilan dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi tersebut, Dinas Perhubungan Kota Sukabumi telah menyusun acuan dan pedoman pelaksanaan tugas, serta Rencana Strategi (Renstra) Tahun 2009-2013, sebagai tolak ukur pelaksanaan kinerja Dinas Perhubungan.

Adapun nilai-nilai instansi yang tercermin di Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, yakni hasil dari pekerjaan yang dilakukan berguna bagi orang lain, tidak membeda-bedakan dalam memberikan pelayanan, berkorban bagi orang lain, hasil pekerjaan lebih mengutamakan kepentingan orang lain dari pada kepentingan pribadi, senantiasa bersikap sopan dalam memberikan pelayanan, kejujuran personil sangat diutamakan, senantiasa menepati janji, dan keakhlian personil senantiasa ditingkatkan.

Selain itu, juga prestasi kerja senantiasa ditingkatkan sebagai akuntabilitas kepada masyarakat, hasil pekerjaan dan pelayanan kepada masyarakat harus dapat dipertanggung jawabkan, pelayanan kepada masyarakat merupakan kewajiban dalam pengabdian, senantiasa berupaya optimal melakukan kebersamaan dengan masyarakat, dalam melaksankan tugas pekerjaan dan pelayanan sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku, serta senantiasa ber-upaya optimal meningkatkan kualitas pekerjaan dan pelayanan.

 
Rabu, 6 Oktober 2010
SHILATURAHIM MUI TAHUN 1431 HIJRIYAH DI RUMAH DINAS WALIKOTA SUKABUMI
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Shilaturahim Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, Kota Bogor dan Kabupaten Cianjur Tahun 1431 Hijriyah, berlangsung hari Senin, 4 Oktober 2010, di Rumah Dinas Walikota Sukabumi. Adapun maksud dan tujuannya, seperti dikatakan Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., diantaranya untuk Mempertegas Peran Ulama, Sebagai Nashahatul Muluuk Wakhadimatul Ummah, Guna Menggelorakan Pembinaan Akhlaqul Karimah, Demi Tergapai Tatanan Baldatun Thoyyibatun Warobbun Ghofuur. Selain itu, juga dalam rangka upaya mempersatukan umat, sekaligus memecahkan dan menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapi.

Walikota Sukabumi menjelaskan, populasi penduduk Indonesia adalah umat Islam. Untuk itu, umat Islam harus senantiasa menentukan sikap, khususnya dalam memberikan konfigurasi terhadap keamanan. Terlebih bagi agama Islam, karena agama Islam merupakan agama yang rahmatan lil alamin, yakni rahmat bagi sekalian alam. Oleh karenanya, menurut Walikota Sukabumi, sangat tidak benar apabila Islam diidentikan dengan teroris.

Dijelaskan pula, apabila suatu negara atau daerah ingin aman, aparat dan warga masyarakat harus senantiasa bersatu padu, sareundeuk saigel sabobot sapihanean, ka cai jadi saleuwi ka darat jadi salebak, silih asah silih asih jeung silih asuh, serta harus senantiasa menghindari sifat-sifat, sirik pidik, hiri dengki, jail kaniaya, karena sifat-sifat tersebut tidak akan dapat menyelesaikan dan memecahkan masalah. Ditandaskannya, dengan kebersamaan, persatuan dan kesatuan, Kota Sukabumi senantiasa dalam suasana kondusif, yakni aman, tenteram, tertib dan damai.

Sementara Ketua MUI Kota Sukabumi, Profesor Doktor K.H. Dedi Ismatullah Machdi, S.H., M.H. menjelaskan, dilaksanakannya shilaturahim MUI ini, untuk menggagas satu persepsi, baik yang berisifat internal maupun yang bersifat eksternal. Adapun yang bersifat internal, ulama harus memperbaiki diri, dengan melakukan kaderisasi. Sedangkan yang bersifat eksternal, ulama dihadapkan pada berbagai tantangan yang tidak kecil, diantaranya masalah budaya, yakni anak muda sekarang sudah sangat tertinggal dalam menjalankan agama.

Shilaturahim MUI yang berlangsung hidmat dan penuh kekeluargaan ini, diikuti oleh 113 orang. Antara lain, MUI Kota Sukabumi 20 orang, MUI Kecamatan dan Kelurahan se Kota Sukabumi 40 orang, MUI Kabupaten Sukabumi 20 orang, MUI Kota Bogor 10 orang, MUI Kabupaten Cianjur 15 orang, dan undangan kehormatan 8 orang.

 
Senin, 4 Oktober 2010
DINAS BINA MARGA PROVINSI JAWA BARAT ANGGARKAN DANA 5 MILYAR RUPIAH
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat, dalam tahun 2010 menganggarkan dana sebesar 5 milyar rupiah, untuk menyelesaikan pembangunan jalan lingkar selatan Kota Sukabumi. Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat, M. Guntoro, usai Halal Bil Halal dengan seluruh pegawai di lingkungan Dinas Bina Marga Jawa Barat Wilayah I Cianjur dan Wilayah II Sukabumi, baru-baru ini menjelaskan, dana tersebut diperuntukan membayar ganti rugi pembebasan tanah warga masyarakat, yang terkena proyek jalan tersebut. Sedangkan untuk pembangunan fisik jalan tersebut, akan dianggarkan pada tahun 2011 mendatang.

Ditandaskannya, hingga saat ini, peyelesaian pembangunan jalan lingkar selatan Kota Sukabumi, banyak mengalami kendala, bukan hanya kendala anggaran saja, akan tetapi juga kendala lambatnya penyelesaian pembayaran ganti rugi tanah kepada warga masyarakat. Ditandaskan pula, hingga saat ini masih terdapat 4 kapling tanah warga masyarakat yang masih bermasalah, serta belum diselesaikan degan para pemiliknya.

Untuk itu, Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat, meminta kepada Kepala Dinas Bina Marga Wilayah II Sukabumi, agar segera menyelesaikan permasalahan tersebut, serta berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Sukabumi. Sebab pihak Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat, tidak akan melanjutkan proyek pembangunan jalan tersebut, apabila penyelesaian ganti rugi tanah kepada warga masyarakat belum selesai.

Sementara Kepala Dinas Bina Marga Wilayah II Sukabumi, Yeyet Hidayat menjelaskan, hingga saat ini pihaknya sedang melakukan koordinasi dengan Pememerintah Kota Sukabumi, khususnya yang berkaitan dengan penyelesaian ganti rugi tanah warga masyarakat yang belum selesai.

Dikatakannya, masalah ganti rugi tanah warga masyarakat yang belum selesai, akan dilakukan dalam beberapa tahap. Antara lain, pada tahap pertama, pihaknya akan menyelesaikan ganti rugi tanah warga masyarakat sebanyak 4 kapling tanah atau sepanjang 6,9 kilometer, pada tahap kedua sepanjang 2,2 kilometer, dan pada tahap ketiga sebanyak 10 kapling tanah atau sepanjang 4,4 kilometer. Dijelaskannya, dari ke-10 kapling tanah tersebut, sebanyak 4 kapling masuk dalam kategori ruislag, 1 kapling tanah selesai sertifikasi, dan 5 kapling tanah terlewat. Kepala Dinas Bina Marga Wilayah II Sukabumi menandaskan, pihaknya akan membayar ganti rugi tanah terhadap 5 kapling tanah yang terlewat, serta saat ini sedang berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Sukabumi, untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

 
Minggu, 6 Juni 2010
DINAS PENDIDIKAN KOTA SUKABUMI LAKUKAN EVALUASI KTSP SMK
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, melakukan evaluasi terhadap Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Evaluasi tersebut berlangsung pada acara In House Training belum lama ini, bertempat di Aula SMK Negeri 3 Kota Sukabumi, sekaligus membahas rencana KTSP yang akan diberlakukan pada tahun pelajaran 2010-2011 mendatang.

Seperti dijelaskan Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Dikmen) Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, Dra. Ika Sartika, M.Si., KTSP setiap tahun harus disesuaikan dengan kebutuhan pendidikan. Dengan demikian, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di satuan pendidikan tidak ketinggalan. Dikatakannya, pembahasan KTSP SMK, dilakukan untuk setiap program keakhlian. Maksud dan tujuannya, untuk menentukan kurikulum dan silabus yang akan diberlakukan, serta harus mendapat kesepakatan terlebih dahulu dari para pelaku pendidikan. Dikatakan pula, hasil dari penelaahan dan pembahasan KTSP tersebut, akan dijadikan rencana silabus yang akan dijadikan acuan dalam melakukan proses KBM tahun pelajaran 2010-2011 mendatang. Selain itu, KTSP juga harus ada penyegaran dan inovasi, guna meningkatkan kualitas pendidikan.

Kepala Bidang Dikmen Dinas Pendidikan Kota Sukabumi mengatakan, hasil dari kegiatan evaluasi KTSP tersebut, akan diajukan ke Bidang Dikmen Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Setelah mendapat persetuajuan dari Bidang Dikmen Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, KTSP tersebut baru diberlakukan di sekolah.

Dikatakan pula, dilaksanakannya penyusunan kurikulum dan silabus tersebut, sebagai salah satu upaya untuk meng-antisipasi Ujian Nasional (UN) tahun pelajaran berikutnya. Karena kurikulum yang diberlakukan beberapa tahun ke belakang, harus dilakukan penyesuaian, supaya seluruh siswa senantiasa siap menghadapi UN. Selain itu juga dijelaskan, dilaksanakannya evaluasi dan penyusunan KTSP tersebut, sekaitan dengan banyaknya siswa yang harus mengulang UN.

Menyinggung kualitas pendidikan, menurut Kepala Bidang Dikmen Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, tidak terlepas dari kualitas tenaga pendidik. Untuk itu diharapkan, setiap guru harus kreatif dalam melakukan KBM. Sebab kendati kurikulum dan silabusnya sudah bagus, akan tetapi apabila tenaga pendidiknya tidak kreatif, akan mempengaruhi terhadap kualitas pendidikan dan lulusan.

Sementara Sekertaris Kelompok Kerja Kepala SMK Kota Sukabumi, Dasita Djudju menjelaskan, kegiatan evaluasi dan penyusunan KTSP tersebut diikuti oleh para bagian kurikulum, utusan dari seluruh SMK yang ada di Kota Sukabumi, serta sejumlah pengawas sebagai pemantau.

 
Kamis, 3 Juni 2010
APARAT DINAS KESEHATAN KABUPATEN MALINAU PROVINSI KALIMANTAN TIMUR LAKUKAN KUNKER KE KOTA SUKABUMI
Reporter : GIRI NUGROHO
 

Aparat Dinas Kesehatan Kabupaten Malinau Provinsi Kalimantan Timur, hari Selasa, 1 Juni 2010, melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Kota Sukabumi. Kedatangan rombongan Aparat Dinas Kesehatan Kabupaten Malinau tersebut, diterima Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., bertempat di Ruangan Rapat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R. Syamsudin, S.H. Kota Sukabumi.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Sukabumi, H. Deden Solehudin, S.Ag., M.M., Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Dokter Hajah Ritanenny Edlien Silyena Mirah, Kepala RSUD R. Syamsudin, S.H. Kota Sukabumi, Dokter H. Suherman, MKM., dan undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Walikota Sukabumi mengucapkan selamat datang kepada rombongan Aparat Dinas Kesehatan Kabupaten Malinau, yang melakukan Kunker ke Kota Sukabumi. Dikatakannya, Pemerintah Kota Sukabumi, khususnya pihak RSUD R. Syamsudin, S.H. Kota Sukabumi, menyambut baik Kunker Aparat Dinas Kesehatan Kabupaten Malinau tersebut. Diharapkannya, dari Kunker ini, dapat menghasilkan tambahan pengetahuan, wawasan dan keterampilan, ter-utama dalam bidang pelayanan kesehatan, untuk diterapkan di Kabupaten Malinau.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malinau Provinsi Kalimantan Timur, dalam sambutannya menjelaskan, maksud dan tujuan Kunker ke Kota Sukabumi ini, untuk mempelajari implementasi BLUD di Kota Sukabumi, khususnya tentang pengelolaan RSUD R. Syamsudin, S.H. Kota Sukabumi, guna meningkatkan pelayanan kesehatan di Kabupaten Malinau. Diharapkannya, pelayanan kesehatan di Kabupaten Malinau, dapat sejajar dengan pelayanan kesehatan di Kota Sukabumi.

Dijelaskan pula, Kabupaten Malinau merupakan Kabupaten Pemecahan dari Kabupaten Induk Bulungan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 47 Tahun 1999. Dikatakannya, Kabupaten Malinau yang memiliki luas wilayah 42 ribu 620,70 kilometer persegi ini, merupakan kabupaten terluas di Provinsi Kalimantan Timur, dengan prosentase 17,38 persen, dari luas wilayah Kalimantan Timur.

 
Senin, 17 Mei 2010
LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA DINAS PENDIDIKAN DISUSUN SEBAGAI KINERJA PELAKSANAAN TUGAS POKOK
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Laporan Akuntabilitas Kinerja Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, disusun sebagai kinerja atas pelaksanaan tugas pokok. Hal tersebut, seperti dijelaskan Kepala Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, Sanusi Hardjadiredja, M.Pd., berdasarkan Peraturan Walikota Sukabumi Nomor 16 Tahun 2008 Tanggal 25 November 2008, Tentang Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Pendidikan Kota Sukabumi. Selain itu, kinerja Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, juga berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RJPMD) Kota Sukabumi Bidang Pendidikan Tahun 2008-2013, serta Rencana Kerja (Renja) Bidang Pendidikan Tahun 2009.

Dikatakannya, untuk mengukur pencapaian Visi, Misi, dan Kebijakan Pokok, Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, dalam Rencana Strategis (Renstra) menetapkan 14 IKK, dengan targetnya masing-masing setiap tahun, yakni dari tahun 2008 sampai dengan tahun 2013. Dikatakan pula, IKK adalah Indikator Kinerja Kunci, dari keberhasilan penciptaan capaian hasil, yang dalam laporan ini dibedakan dari capaian keluaran program. Karena keluaran program, adalah produk antara yang harus dipenuhi untuk penciptaan capaian hasil yang bersifat akhir. Sebagai salah satu contohnya, keluaran program yang berbentuk sekolah baru, atau keluaran antara yang diperlukan untuk memper-oleh capaian hasil angka partisipasi pendidikan, yakni APK dan APM pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.

Ditandaskannya, Dinas Pendidikan Kota Sukabumi dapat melaksanakan pelayanan bidang pendidikan, kepada masyarakat secara optimal. Diantaranya melalui Pemerataan dan Perluasan Akses Pendidikan, yakni peningkatan layanan pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat, yang meliputi Pendidikan Usia Dini (PAUD), Pendidikan Dasar 9 Tahun, Pendidikan Menengah 12 Tahun, dan Pendidikan Non-Formal, baik Paket A maupun Paket B dan Paket C. Selanjutnya pemerataan pendidikan sekolah negeri dan swasta, penuntasan Wajib Belajar Pendidikan 12 tahun, akselerasi Gedung SD, SMP, SMA dan SMK, serta peningkatan APK dan APM. Selain itu, juga ditempuh melalui peningkatan mutu pendidik, relevansi dan daya saing, yakni peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan, melalui sertifikasi, diklat dan kualifikasi pendidikan, implementasi Kurikulum Mulok Pencak Silat, pengembangan Kota Vokasi, sekolah unggulan mata pelajaran olahraga dan seni, Sekolah Berstandar Nasional (SSN) dan Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI), Peningkatan hasil Ujian Nasional dan UAS-BN, serta Prestasi yang diperoleh. Kemudian Tata Kelola, Akuntabilitas dan Pencitraan Publik, melalui implementasi Manajemen Berbasis Sekolah diseluruh jenjang persekolahan, peningkatan partisipasi masyarakat melalui pemberdayaan Komite Sekolah dan Dewan Sekolah, serta melakukan kerjasama pihak sekolah dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri, dalam program rekruitmen tenaga kerja melalui pelatihan atau Prakterin.

 
Selasa, 20 April 2010
DINAS PERHUBUNGAN KOTA SUKABUMI TINGKATKAN PELAYANAN PRIMA KEPADA MASYARAKAT
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, senantiasa ber-upaya optimal meningkatkan pelayanan prima kepada masyarakat, khususnya kepada para pengguna jalan. Seperti dijelaskan Kepala Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, Drs. Andri Setiawan, M.M., upaya tersebut ditempuh melalui berbagai cara, diantaranya dengan mengganti rambu-rambu dan traffic light atau lampu penerangan lalu-lintas, di beberapa perempatan dan pertigaan jalan, khususnya yang termasuk katagori jalur sibuk atau padat kendaraan, baik roda dua maupun roda empat. Adapun traffic light yang sudah diganti oleh pihak Dinas Perhubungan Kota Sukabumi belum lama ini, yakni traffic light di perempatan Degung dan pertigaan NBS.

Dikatakannya, traffic light yang sudah dipasang di perempatan dan pertigaan jalan tersebut, tidak menggunakan energi listrik, akan tetapi mengunakan sumber energi matahari atau tenaga surya. Dikatakan pula, traffic light yang sudah dipasang tersebut, yakni bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, yang sebelumnya diusulkan oleh pihak Dinas Perhubungan Kota Sukabumi.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Sukabumi menandaskan, dilaksanakannya penggantian traffic light di perempatan dan pertigaan jalan tersebut, karena kondisinya sudah tidak layak lagi, sehingga perlu diganti dengan traffic light yang baru. Ditandaskan pula, kendati traffic light yang dipasang di perempatan dan pertigaan jalan tersebut menggunakan sumber energi matahari atau tenaga surya, namun kualitasnya tidak kalah oleh traffic light yang menggunakan sumber energi listrik.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Sukabumi juga menandaskan, selain di perempatan Degung dan pertigaan NBS, pihaknya juga akan mengganti traffic light di beberapa perempatan dan pertigaan jalan lainnya di Kota Sukabumi. Diantaranya di perempatan jalan Nanggeleng serta perempatan dan pertigaan jalan lainnya, khususnya yang termasuk dalam katagori jalur sibuk atau padat kendaraan.

Diharapkannya, dengan dilaksanakannya penggantian sejumlah traffic light oleh traffic light tenaga surya di beberapa perempatan dan pertigaan jalan tersebut, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat menghemat pemakaian energi listrik, khususnya untuk traffic light atau lampu penerangan lalu-lintas di Kota Sukabumi.

 
Senin, 8 Maret 2010
KOMISI III DPRD KOTA SUKABUMI LAKUKAN KUNKER KE DINAS PENDIDIKAN KOTA SUKABUMI
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Komisi III DPRD Kota Sukabumi, hari Rabu, 3 Maret 2010, melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Dinas Pendidikan Kota Sukabumi. Maksud dan tujuannya, meninjau sekaligus membahas persiapan pelaksanaan Ujian Nasional (UN), Pengawasan, Penerimaan Siswa Baru (PSB), dan permasalahan pendidikan lainnya, termasuk kondisi fisik bangunan Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, yang rusak akibat gempa beberapa bulan yang lalu.

Kunker Komisi III DPRD Kota Sukabumi ini, berjumlah 8 orang. Antara lain, Pimpinan Rombongan, Priatman Maman, Sm.Hk., S.Pd., dan 7 orang Anggota, yang terdiri dari Muhamad Faisal Anwar, Drs. Dudung Suhendar, Dra. Elin Paulina Tarigan, Drs. Rachmat Purnama, M.M., Tatan Kustandi, H. Tatang Komara, S.Sos., M.M., dan Syihabudin, S.Pdi.

Usai melakukan Kunker, Pimpinan Rombongan Komisi III DPRD Kota Sukabumi, Priatman Maman, Sm.Hk., S.Pd., meminta kepada pihak dinas-instansi terkait, agar bangunan Dinas Pendidikan Kota Sukabumi yang rusak akibat gempa beberapa bulan yang lalu, segera direhab, mengingat kondisi fisik atapnya sangat menghawatirkan. Komisi III DPRD Kota Sukabumi mengharapkan kepada pihak dinas-instansi terkait, agar gedung Dinas Pendidikan Kota Sukabumi tersebut dibangun dua lantai, supaya lebih refresentatif dan memiliki harisma.

Menyinggung PSB, menurut Pimpinan Rombongan Komisi III DPRD Kota Sukabumi, di daerah lain sudah ada yang menggunakan sistem online. Dengan demikian, masyarakat bisa mengetahui jumlah calon siswa yang mendaftar, termasuk jumlah siswa yang diterima di setiap sekolah. Untuk itu, sistem online dalam proses PSB di Kota Sukabumi sangat penting.

Sementara Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, Drs. Ayep Supriatna, usai menerima Kunker Komisi III DPRD Kota Sukabumi menjelaskan, tentang kondisi fisik bangunan Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, telah dilakukan pengecekan dan pemeriksaan oleh tim dari Dinas Pekerjaan Umum Kota Sukabumi, beberapa waktu yang lalu. Adapun hasil dari pelaksanaan pengecekan dan pemeriksaan yang di dapat oleh tim tersebut, yakni kondisi fisik bangunan Dinas Pendidikan Kota Sukabumi ini sangat menghawatirkan, dan harus segera dikosongkan.

Dijelaskan pula, agenda yang dibahas dalam Kunker Komisi III DPRD Kota Sukabumi tersebut, selain tentang persiapan UN, Pengawasan dan PSB, juga tentang masalah pendidikan lainnya. Namun yang menjadi fokus pembahasan dalam Kunker tersebut, yakni tentang UN, Pengawasan dan PSB.

 
Senin, 1 Maret 2010
DINAS PENDIDIKAN KOTA SUKABUMI GENCAR LAKUKAN SOSIALIASI UN KE SEKOLAH-SEKOLAH
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, secara gencar melakukan dan meng-intensifkan sosialisasi Ujian Nasional (UN) ke sekolah-sekolah, tentang tata cara UN, pengawasan dan sistem Ujian Ulangan bagi siswa yang tidak lulus. Adapun sosialisasi tersebut, dilakukan Dinas Pendidikan Kota Sukabumi sebanyak enam putaran, yakni untuk tingkat SMP, SMA, SMK, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Gunung Puyuh dan Warudoyong, UPT Lembursitu, Baros dan Cibeureum, serta putaran ter-akhir UPT Citamiang dan Cikole. Maksud dan tujuan dilaksanakan sosialisasi tersebut, menurut Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Sukabumi selaku Ketua Panitia UN Kota Sukabumi, Drs. Ayep Supriyatna, sebagai salah satu upaya untuk menekan angka ketidak lulusan siswa.

Dikatakannya, sosialisasi tersebut dilaksanakan dari tanggal 15 sampai dengan 24 Februari 2010. Sedangkan teknis pelaksanaan sosialisasi tersebut, yakni sejumlah sekolah berkumpul, sesuai kelompok dan jadual putaran sosialisasi, sekaligus membahas persiapan UN. Dikatakan pula, dalam setiap putaran sosialisasi, Panitia UN melibatkan lima orang, yang terdiri dari Kepala Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, Sanusi Harjadireja, S.Pd., Kepala Kementerian Agama Kantor Kota Sukabumi, Drs. H. Abu Bakar Sidik, M.Ag., Ketua Panitia UN, Wakil Ketua Panitia UN, dan Kepala Seksi Kurikulum.

Untuk menunjang kelancaran dan keberhailan UN di Kota Sukabumi, Panitia UN menghimbau para Kepala Sekolah dan guru, agar benar-benar menyiapkan seluruh siswa dengan matang, termasuk meng-intensifkan latihan-latihan soal UN kepada seluruh siswa. Selain itu, juga agar senantiasa menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti salah ruangan dan pendistribusian soal UN.

Dijelaskannya, berdasarkan data yang ada di Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, jumlah peserta UN Tahun Pelajaran 2009-2010, untuk tingkat SMP sebanyak 5 ribu 264 siswa, jumlah ruangan yang disiapkan sebanyak 256 ruangan, dan jumlah Pengawas sebanyak 512 orang. Sedangkan jumlah peserta UN untuk tingkat SMA sebanyak 2 ribu 546 siswa, jumlah ruangan yang disiapkan sebanyak 140 ruangan, dan jumlah Pengawas sebanyak 280 orang. Sementara jumlah peserta UN untuk tingkat SMK sebanyak 2 ribu 847 siswa, jumlah ruangan yang disiapkan sebanyak 164 ruangan, dan jumlah Pengawas sebanyak 328 orang.

Adapun waktu pelaksanan UN Utama untuk tingkat SMA, SMK dan MA, yakni dari tanggal 22 sampai dengan 26 Maret 2010, untuk tingkat SMP dan MTS, dari tanggal 29 Maret sampai dengan 2 Mei 2010, serta untuk Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UAS-BN) SD dan MI, dari tanggal 4 sampai dengan 6 Mei 2010.

 
Kamis, 11 Februari 2010
KEPALA DINAS PENDIDIKAN KOTA SUKABUMI BUKA KURSUS MAHIR DASAR BAGI PEMBINA PRAMUKA SE WILAYAH BOGOR
Reporter : GIRI NUGROHO / ENDANG SUMARDI
 

Kepala Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, selaku Ketua Harian Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Sukabumi, Sanusi Harjadireja, S.Pd., secara resmi membuka Kursus Mahir Dasar (KMD), bagi para Pembina Pramuka se wilayah Bogor, hari Rabu, 10 Februari 2010, bertempat di SMP Mardi Waluya Kota Sukabumi.

Kegiatan yang mengambil tema Satya ku dharmakan, darma ku baktikan ini, diselenggarakan selama 5 hari, tepatnya dari tanggal 10 sampai dengan 14 Februari 2010, diikuti kurang lebih 45 orang Pembina Pramuka, yang berasal dari seluruh Kwarcab Gerakan Pramuka se wilayah Bogor. Antara lain, Kota Depok, Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Cianjur, dan Kota Sukabumi sebagai tuan rumah.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Sukabumi dalam kesempatan tersebut, menyampaikan sambutan Walikota Sukabumi, selaku Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., mengajak kepada para Pembina Pramuka, untuk senantiasa siap menghadapi berbagai tantangan di era globalisasi, dengan senantiasa menanamkan nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Dharma, kepada para peserta didik, dalam kehidupan sehari-harinya.

Adapun pemateri dalam KMD tersebut, yakni para Pelatih Pembina Pramuka, dari Pusat Pendidikan Kader Cabang (Pusdikacab) Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Sukabumi. Sementara materi yang disampaikan, diantaranya tentang kepramukaan. Untuk itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Sukabumi menghimbau para peserta KMD se wilayah Bogor, agar senantiasa mengikuti berbagai materi kepramukaan yang disampaikan oleh para Pelatih Pembina Pramuka, baik di dalam kelas maupun di alam terbuka, seperti kegiatan berkemah. Dengan demikian, seluruh peserta setelah selesai mengikuti KMD ini, dapat meningkatkan keterampilan dan intelektual para peserta didik, di Gugus Depan Pramuka masing-masing.

 
Selasa, 2 Februari 2010
TUPOKSI DAN TATA KERJA DINAS PMKB KOTA SUKABUMI
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) dan Tata Kerja Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana (PMKB) Kota Sukabumi, sesuai Keputusan Walikota Sukabumi Nomor 42 Tahun 2004 tertanggal 9 Februari 2004, dan Lembaran Daerah Kota Sukabumi Nomor 13 Tahun 2004 Seri D-13, Tentang Kedudukan, Tugas Pokok dan Fungsi, serta Tata Kerja dan Kewenangan Otonomi Daerah Dinas PMKB Kota Sukabumi, yakni dalam Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera.

Sedangkan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 Tentang Pembagian Urusan Pemerintah antara Pemerintah Daerah Propinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten-Kota, serta Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2007, dan Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737, bahwa Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Pemberdayaan Perempuan, Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera, menjadi urusan wajib yang harus dilaksanakan oleh Daerah.

Sementara berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 Tentang Organisasi Perangkat Daerah, dan Lembaran Negara RI Tahun 2007 Nomor 89, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 4741, serta sesuai dengan Peraturan Daerah Kota Sukabumi Nomor 6 Tahun 2008 tertanggal 12 Agustus 2008, Tentang Pembentukan dan Susunan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Sukabumi, dan Lembaran Daerah Kota Sukabumi Nomor 6 Tahun 2008, Dinas PMKB Kota Sukabumi, dirubah menjadi Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPKB) Kota Sukabumi.

Adapun Kelembagaan BPMPKB, menurut Kepala BPMPKB Kota Sukabumi, Drs. H.A. Hamdan, M.M., yakni Lembaga Teknis Daerah, sebagai unsur pendukung tugas Kepala Daerah, yang dipimpin oleh Kepala Badan, serta berkedudukan dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Daerah melalui Sekretaris Daerah, dalam Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, Keluarga Berencana dan Kelurga Sejahtera.

Dikatakannya, dalam melaksanakan tugas, Kepala Badan dibantu oleh Sekretariat, yang dipimpin oleh Sekretaris, dibantu oleh Subbag Umum dan Kepegawaian, Subbag Keuangan, dan Subbag Perencanaan Program. Selanjutnya Bidang Pemberdayaan Masyarakat yang dipimpin oleh Kepala Bidang, dibantu oleh Subbid Peningkatan Sumber Daya dan Peranserta Masyarakat, serta Subbid Pengembangan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM). Kemudian Bidang Pemberdayaan Perempuan, dibantu oleh Subbid Peng-arus-utamaan Gender dan Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan, serta Subbid Perlindungan Perempuan dan Anak dan Kerjasama Organisasi Perempuan; Bidang Keluarga Berencana dibantu oleh Subbid Pelayanan Peserta Keluarga Berencana, serta Subbid Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) dan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE).

 
Selasa, 2 Februari 2010
DINAS PENDIDIKAN BEKERJASAMA DENGAN DISPORABUDPAR DAN KONI AKAN LAKSANAKAN LPI TINGKAT KOTA SUKABUMI
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, bekerja-sama dengan Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Sukabumi, dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Sukabumi, akan melaksanakan Liga Pendidikan Indonesia (LPI) Tingkat Kota Sukabumi. Kegiatan yang dijadualkan di ikuti sebanyak 27 kesebelasan sepak bola pelajar tersebut, ber-asal dari 17 kesebelasan sepak bola tingkat SMP dan 10 kesebelasan dari tingkat SMA. Adapun sistem pertandingan yang akan dilaksanakan dalam LPI tersebut, yakni sistem gugur. Sedangkan LPI tersebut, menurut rencana akan dilaksanakan mulai tanggal 2 sampai dengan 13 Februari 2010 mendatang. Sementara final LPI tingkat Kota Sukabumi, akan dilaksanakan bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2010 mendatang, dengan lama waktu pertandingan 2 kali 30 menit.

Sekretaris Panitia Penyelenggara LPI Kota Sukabumi, Drs. Beldikson menjelaskan, LPI tersebut dilaksanakan bukan hanya di tingkat kota dan kabupaten, akan tetapi juga dilaksanakan di tingkat provinsi dan nasional. Sebab lahirnya LPI tersebut, berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB), antara Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas), Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), dan Ketua Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Pusat. Dijelaskan pula, SKB tersebut selanjutnya ditindak-lanjuti di daerah, baik di kota maupun di kabupaten dan di provinsi. Dikatakannya, secara nasional, LPI tersebut merupakan yang pertama kali digelar. Karena SKB-nya, baru diterbitkan pada bulan Juni 2009 yang baru lalu. Selain itu, kegiatan LPI tersebut secara langsung dipertanggung-jawabkan oleh Presiden RI. Dengan demikian, kesebelasan yang menjadi pemenang dalam LPI tersebut, bukan hanya mendapat trophy dari walikota atau bupati dan gubernur, akan tetapi juga mendapat trophy dan piagam penghargaan dari Presiden RI. Karena pemenang LPI tingkat kota atau kabupaten, berhak mewakili daerahnya masing-masing, untuk mengikuti LPI tingkat provinsi, dan pemenang di tingkat provinsi berhak mengikuti LPI tingkat nasional.

Sekretaris Panitia Penyelenggara LPI Kota Sukabumi menandaskan, selain mendapat trophy dan piagam penghargaan dari Presiden RI, pemenang pertama di tingkat nasional, untuk tingkat SMP akan diikut-sertakan pada Praktik Kerja Lapangan (PKL) ke Itali, dan untuk tingkat SMA ke Uruguay. Ditandaskan pula, sistem pertandingan LPI untuk tahun-tahun mendatang, akan dilaksanakan dengan sistem setengah kompetisi. Sedangkan tempat pelaksanaan LPI, untuk tingkat Kota Sukabumi akan memanfaatkan lapangan sepak bola yang ada di setiap kecamatan. Bahkan menurut informasi dari pihak Panitia Pusat, Kota Sukabumi dinominasikan untuk menggelar LPI tingkat Provinsi Jabar. Dikatakannya, jajaran Panitia Penyelenggara Tingkat Kota Sukabumi, akan ber-upaya optimal melaksanakan dan mengatur jadual waktu LPI tersebut, supaya tidak mengganggu terhadap proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) para siswa.

 
Senin, 11 Januari 2010
KELURAHAN TIDAK MENJADI LAGI OBYEK KEGIATAN PEMBANGUNAN DINAS INSTANSI
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Dengan berubahnya status Kecamatan dan Kelurahan menjadi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Kelurahan tidak menjadi lagi obyek kegiatan pembangunan dinas instansi, akan tetapi juga menjadi subyek kegiatan pembangunan di wilayah.

Demikian disampaikan Lurah Sindangsari Kecamatan Lembursitu Kota Sukabumi, Dadi Supriadi, S.IP., pada pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kelurahan Sindangsari, yang diselenggarakan belum lama ini, bertempat di Ruangan Pertemuan Kelurahan setempat.

Diharapkannya, melalui forum Musrenbang Tingkat Kelurahan tersebut, dapat dijadikan ajang silaturahmi, koordinasi dan kerja-sama secara sinergis, antara warga masyarakat Kelurahan Sindangsari dengan pihak dinas instansi terkait.

Sebagai bahan acuan pelaksanaan Musrenbang tersebut, Lurah Sindangsari menyampaikan paparan, tentang kondisi dan potensi yang ada di wilayah Kelurahan Sindangsari, yang dapat dijadikan bahan dalam pembahasan Musrenbang.

Adapun gambaran umum Kelurahan Sindangsari, yakni berdiri pada tanggal 24 April 1994, masuk ke wilayah Pemerintahan Kecamatan Lembursitu Kota Sukabumi. Sedangkan luas wilayah Kelurahan Sindangsari, seluruhnya 101,675 hektar, dengan ketinggian 500 meter dari permukaan laut, serta memiliki curah hujan rata-rata 3 ribu 550 mili meter, dengan suhu udara rata-rata 75 derajat Celsius.

Sementara batas-batas wilayah Kelurahan Sindangsari, yakni sebelah utara berbatasan dengan wilayah Kelurahan Cikondang Kecamatan Citamiang Kota Sukabumi, sebelah timur berbatasan dengan wilayah Kelurahan Sudajayahilir Kecamatan Baros Kota Sukabumi, sebelah selatan berbatasan dengan wilayah Kelurahan Cipanengah dan Kelurahan Cikundul Kecamatan Lembursitu Kota Sukabumi, serta sebelah barat berbatasan dengan wilayah Kelurahan Dayeuhluhur Kecamatan Warudoyong Kota Sukabumi.

Sedangkan penggunaan tanah di wilayah Kelurahan Sindangsari, yakni 0,50 hektar perkantoran, 32,30 hektar perumahan, 57 hektar pertanian, 5,075 hektar perusahaan, 1,20 hektar sarana keagamaan, 0,70 hektar sarana pendidikan, 1 hektar kolam, 1 hektar pemakaman, dan 1,90 hektar jalan.

Menyinggung jarak tempuh dari Pemerintah Kecamatan Lembursitu, menurut Lurah Sindangsari hanya 2 kilometer, dari Pemerintah Kota Sukabumi 6 kilometer, dari Ibu Kota Provinsi Jawa Barat Bandung 90 kilometer, dan dari Ibu Kota Negara Jakarta 120 kilometer.

 
Senin, 28 Desember 2009
DINAS PERHUBUNGAN KOTA SUKABUMI SELENGGARAKAN SOSIALISASI TERTIB DAN KESELAMATAN LALU LINTAS
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, hari Selasa, 22 Desember 2009, di Gedung Kings Kota Sukabumi, menyelenggarakan sosialisasi tertib dan keselamatan lalu lintas, kepada para pelajar SMP se Kota Sukabumi.

Dalam kesempatannya, Kepala Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, Drs. Andri Setiawan, M.M. menjelaskan, anak-anak dapat menjadi agent of change dalam bertransportasi, apabila diberikan pendidikan dan pengetahuan sejak dini, tentang tata cara bertransportasi yang baik dan benar.

Ditandaskannya, kegiatan tersebut merupakan salah satu rangkaian dari program Sosialisasi Keselamatan Lalu Lintas, yang dilaksanakan sejak beberapa waktu yang lalu. Ditandaskan pula, program tersebut harus dilaksanakan secara berkesinambungan, serta mendapat dukungan dari semua pihak yang berkompeten, guna menciptakan tertib dan keselamatan lalu lintas di Kota Sukabumi, sesuai dengan harapan semua pihak.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Sukabumi mengatakan, para pelajar perlu diberi pendidikan dan pengetahuan tentang tata cara bertransportasi yang baik dan benar, supaya memahami dan turut berperan serta dalam menciptakan tertib dan keselamatan lalu lintas. Selain itu, juga dapat menjadi alarm sekaligus memperingatkan orang tuanya, supaya dalam setiap menggunakan kendaraan, senantiasa memperhatikan dan mengutamakan tertib dan keselamatan lalu lintas. Dikatakan pula, sosialisasi keselamatan lalu lintas tersebut, merupakan salah satu media publikasi kebijakan Dinas Perhubungan, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya dalam menciptakan tertib dan keselamatan lalu lintas.

Diharapkannya, melalui sosialisasi tersebut, dapat menanamkan kesadaran masyarakat khususnya generasi muda, yang memiliki sikap mental positif, ter-utama dalam menciptakan tertib dan keselamatan lalu lintas di Kota Sukabumi.

Sosialisasi yang diikuti 125 siswa SMP se Kota Sukabumi ini, menghadirkan sejumlah nara sumber, yakni para anggota Pendidikan dan Rakayasa (Dikyasa) Polres Kota Sukabumi, dari Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, serta dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sukabumi. Dalam sosialisasi tersebut, juga dikenalkan tentang fungsi rambu-rambu lalu lintas, perlengkapan lalu lintas, dan penggunaan Helm Standar.

 
Senin, 2 November 2009
DINAS KESEHATAN KOTA SUKABUMI MENURUT RENCANA AKAN MENGGELAR OPERASI KATARAK SECARA GRATIS
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, menurut rencana akan menggelar operasi katarak secara gratis, bagi warga masyarakat miskin, tepatnya pada tanggal 14 November 2009 mendatang, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R. Syamsudin, S.H. Kota Sukabumi.

Sedangkan maksud dan tujuan akan digelarnya operasi tersebut, seperti dikatakan Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Dokter Siswanto Natadidjaja, karena hingga saat ini masih banyak masyarakat khususnya masyarakat miskin, yang menderita penyakit tersebut.

Dijelaskannya, rencana akan dilaksanakan operasi katarak secara gratis tersebut, merupakan salah satu bentuk kepedulian dan perhatian Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, bekerjasama dengan Persatuan Dokter Mata Indonesia Cabang Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung, terhadap warga masyarakat miskin yang menderita katarak. Dijelaskan pula, dalam pelaksanaan operasi tersebut, Dinas Kesehatan Kota Sukabumi hanya sebatas menjaring warga masyarakat miskin yang menderita penyakit tersebut.

Adapun persyaratan bagi masyarakat yang berminat mengikuti operasi tersebut, yakni harus memiliki Kartu Asuransi Kesehatan Miskin (Askeskin), atau Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari Kelurahan masing-masing. Selain itu, juga masyarakat yang menjadi calon pasien, harus memehuni kriteria medis, yakni layak atau tidaknya untuk menjalani operasi. Maksud dan tujuannya, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, khususnya yang berkaitan dengan kesehatan pasien.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Sukabumi menjelaskan, untuk menunjang kelancaran dan keberhasilan pelaksanaan operasi tersebut, seluruh Puskesmas yang ada di Kota Sukabumi, saat ini sedang melakukan pendataan terhadap warga masyarakat miskin yang menderita katarak. Dikatakannya, hasil pendataan yang dilakukan Puskesmas se Kota Sukabumi, akan diserahkan kepada Dokter Spesialis Mata, untuk dirumuskan bisa tidaknya dilakukan operasi.

 
Senin, 14 September 2009
DINAS PENDIDIKAN AKAN DATA DAN TERTIBKAN LEMBAGA KURSUS
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, akan melakukan pendataan dan penertiban terhadap seluruh lembaga kursus. Sebab dari puluhan lembaga kursus yang ada di Kota Sukabumi saat ini, baru 50 persen yang memenuhi persyaratan dan memiliki izin. Sedangkan sebanyak 50 persen belum dapat dipastikan keberadaannya, apakah masih aktif dan memenuhi persyaratan atau tidak.

Kepala Seksi Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendidikan Non Formal Informal (PNFI) Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, Ujang Suhendi menjelaskan, maksud dan tujuan dilaksanakannya penertiban terhadap lembaga kursus tersebut, selain untuk mengetahui apakah lembaga kursus tersebut memenuhi persyaratan dan memiliki izin atau tidak, juga untuk menghindari adanya sertifikat palsu yang dapat merugikan masyarakat.

Dikatakannya, hingga saat ini, di Kota Sukabumi ada 60 lembaga kursus, terdiri dari lembaga kursus bahasa, kendaraan mobil dan motor, computer, elektro, tata rias dan menjahit. Dari jumlah tersebut, baru 50 persen atau baru sebanyak 30 lembaga kursus, yang sudah memenuhi persyaratan dan memiliki izin. Sedangkan sisannya 50 persen atau sebanyak 30 lembaga kursus belum dapat dipastikan keberadaannya, apakah masih aktif atau tidak.

Ditandaskannya, apabila dalam pendataan dan penertiban diketahui ada lembaga kursus yang illegal atau tidak memenuhi persyaratan dan tidak memiliki izin, Pihak Dinas Pendidikan Kota Sukabumi akan mengambil dan melakukan tindakan secara tegas, yakni dari mulai peringatan hingga penutupan lembaga kursus tersebut.

Ditandaskan pula, pihak Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, tidak menginginkan ada lembaga kursus illegal di Kota Sukabumi. Sebab lembaga tersebut akan merugikan semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, terutama adanya sertifikat palsu yang merugikan masyarakat.

 
Sabtu, 12 September 2009
UNIT DWP DINAS PENDIDIKAN BERHASIL RAIH GELAR JUARA UMUM
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Unit Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, berhasil meraih gelar juara umum, pada lomba yang dilaksanakan baru-baru ini, yakni dalam Bazaar Ramadhan 1430 Hijriyah, yang berlangsung selama 2 hari, di jalan Dewi Sartika tepatnya di depan Kantor DWP Kota Sukabumi.

Sedangkan cabang seni dan keterampilan yang dilombakan dalam Bazaar Ramadhan tersebut, seluruhnya 4 cabang seni dan keterampilan. Antara lain Lomba Kreasi Melipat Serbet, Lomba Penataan Meja Untuk Catur Warga, Lomba Tilawah dan Terjemah, serta Lomba Stand Bazaar Ramadhan 1430 Hijriyah.

Adapun hasil kejuaraan selengkapnya, yakni juara pertama Lomba Kreasi Melipat Serbet Unit DWP Badan Pusat Statistik (BPS), juara kedua Unit DWP Dinas Pendidikan, dan juara ketiga Unit DWP Balai Budidaya Air Tawar (BBAT).

Selanjutnya juara pertama Lomba Penataan Meja Untuk Catur Warga Unit DWP Dinas pendidikan, juara kedua Unit DWP BPS, dan juara ketiga Unit DWP Sekretariat Daerah (Setda).

Kemudian juara pertama Lomba Tilawah dan Terjemah Unit DWP Dinas Pendidikan, juara kedua Unit DWP Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD), dan juara ketiga Unit DWP Departemen Agama (Depag).

Sedangkan juara pertama Lomba Stand Bazaar Ramadhan 1430 Hijriyah Unit DWP Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), juara kedua Unit DWP Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag), dan juara ketiga Unit DWP Dinas Pendidikan.

Ketua DWP Kota Sukabumi, Hajah Esih Muraz menjelaskan, dilaksanakannya Bazaar Ramadhan serta lomba seni dan keterampilan tersebut, dalam rangka memperingati HUT ke-10 DWP tahun 2009. Selain itu, juga membantu warga masyarakat, khususnya dalam membeli bahan-bahan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, untuk memenuhi kebutuhan bulan Ramadhan hingga pelaksanaan Idul Fitri 1430 Hijriyah.

 
Sabtu, 5 September 2009
DINAS PERHUBUNGAN KOTA SUKABUMI SIAP ANTISIPASI TERJADI LONJAKAN PENUMPANG
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, siap meng-antisipasi terjadi lonjakan penumpang, pada saat menjelang dan pasca Idul Fitri tahun 1430 Hijriyah. Namun jumlah armada kendaraan yang disiapkan Dinas Perhubungan Kota Sukabumi untuk meng-antisipasi lonjakan penumpang tersebut, untuk Idul Fitri tahun ini dipastikan berkurang, apabila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Adapun terjadinya pengurangan jumlah armada kendaraan untuk meng-antisipasi lonjakan penumpang tersebut, karena Bis jurusan UKI Jakarta, ditiadakan sejak beberapa waktu yang lalu.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, Drs. Andri Setiawan, M.M. menjelaskan, jumlah armada kendaraan yang disiapkan menjelang dan pasca Idul Fitri tahun 1429 yang lalu, seluruhnya mencapai 545 unit, terdiri dari 226 unit Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP), dan 284 unit Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP). Sedangkan armada kendaraan yang disiapkan menjelang dan pasca Idul Fitri tahun 1430 Hijriyah ini, seluruhnya mencapai 522 unit, yakni sebanyak 199 unit AKAP dan sebanyak 288 unit AKDP.

Namun demikian, menurut Kepala Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, dengan adanya pengurangan armada kendaraan tersebut, para penumpang tidak perlu hawatir. Sebab pihak Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, telah menyiapkan sedikitnya 35 unit armada kendaraan cadangan, untuk meng-antisipasi lonjakan penumpang Idul Fitri tahun 1430 Hijriyah, baik pada saat arus mudik maupun pada saat arus balik.

Ditandaskannya, seluruh armada kendaraan yang disiapkan Dinas Perhubungan Kota Sukabumi tersebut, diperuntukan bagi 11 jurusan AKAP dan 10 jurusan AKDP, tepatnya pada H min 7 sampai dengan H plus 7 Idul Fitri.

Menyinggung prediksi jumlah lonjakan penumpang yang akan terjadi, seperti dikatakan Kepala Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, tidak akan jauh dari tahun-tahun sebelumnya. Dijelaskannya untuk Idul Fitri tahun 1430 Hijriyah ini, pihak Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, meng-analisa sama dengan tahun sebelumnya, yakni sekitar 0,7 persen lonjakan penumpang, baik pada saat arus mudik maupun pada saat arus balik.

Dijelaskan pula, selain menyiapkan armada kendaraan dan personil, pihak Dinas Perhubungan Kota Sukabumi juga terus melakukan koordinasi dengan lintas sektor. Diantaranya dengan Dinas Kesehatan dan Polres Kota Sukabumi, untuk membuat beberapa Posko Gabungan di Terminal Sudirman dan Sub Terminal Lembur Situ. Karena keberadaan Posko Gabungan tersebut sangat penting, sebagai sarana kesehatan dan pusat informasi arus lalu lintas, khususnya bagi para penumpang.

Sementara untuk meng-antisipasi terjadinya kecelakaan arus lalu lintas, Kepala Dinas Perhubungan Kota Sukabumi menghimbau kepada seluruh pengemudi, agar pada saat mengemudikan kendaraannya senantiasa dalam kondisi fit dan berhati-hati, serta senantiasa mengecek uji kelayakan kendaraan yang akan dikemudikannya. Hal tersebut sangat penting dilakukan, untuk meng-antisipasi terjadinya kecelakaan arus lalu lintas, akibat human eror atau kesalahan manusia.

 
Sabtu, 29 Agustus 2009
SEBANYAK SEBELAS MOBIL DINAS DPRD KOTA SUKABUMI SUDAH DIKEMBALIKAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Sebanyak sebelas mobil dinas DPRD Kota Sukabumi, sudah dikembalikan oleh Anggota DPRD masa bhakti tahun 2004-2009. Bahkan 2 unit mobil dinas telah digunakan oleh Pimpinan Sementara DPRD masa bhakti tahun 2009-2014. Hal tersebut menandakan, bahwa kesadaran para Anggota DPRD masa bhakti tahun 2004-2009 tersebut sangat tinggi, serta patut diteladani oleh semua pihak.

Seperti yang dikatakan Sekretaris DPRD Kota Sukabumi, Didin Saepudin, S.Sos., M.Si., kesebelas mobil dinas DPRD tersebut, sudah dikembalikan tiga hari setelah Peresmian Pemberhentian Keanggotaan DPRD Kota Sukabumi Hasil Pemilihan Umum Tahun 2004 Untuk Masa Jabatan Tahun 2004-2009, dan Peresmian Keanggotaan DPRD Kota Sukabumi Hasil Pemilihan Umum Tahun 2009 Untuk Masa Jabatan Tahun 2009-2014, serta telah diinventarisir.

Adapun kesebelas mobil dinas DPRD tersebut, terdiri dari tiga mobil dinas untuk Pimpinan DPRD, enam mobil dinas untuk kendaraan operasional, dan dua mobil dinas untuk bagian kesekretariatan.

Dijelaskannya, sebagian dari mobil dinas tersebut, ada yang harus diperbaiki. Namun untuk mobil dinas Pimpinan DPRD, kondisinya cukup baik, serta telah digunakan oleh Pimpinan Sementara DPRD.

Dijelaskan pula, dalam tahun anggaran 2009 ini tidak ada penambahan mobil dinas. Untuk itu, pada tahun anggaran 2010 mendatang, akan diajukan penambahan mobil dinas baru ke Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kota Sukabumi, untuk Pimpinan DPRD.

Sementara Ketua Fraksi Partai Demokrat, Insinyur Hendry Slamet menjelaskan, dengan sebelas mobil dinas tersebut, apabila mengacu pada jumlah Anggota DPRD Kota Sukabumi saat ini, dirasakan masih kurang. Sebab Anggota DPRD Kota Sukabumi saat ini, seluruhnya berjumlah 30 orang. Untuk itu pihaknya mengharapkan, yang diberi inventaris mobil dinas tersebut, sebaiknya para Anggota DPRD yang tempat tinggalnya jauh dari lokasi Gedung DPRD. Maksud dan tujuannya, untuk menunjang kelancaran tugas para Anggota DPRD tersebut.

 
Jumat, 28 Agustus 2009
DINAS KOPERINDAG MELAKUKAN TERA ULANG TERHADAP TIMBANGAN PARA PEDAGANG
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Kota Sukabumi, bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, selama 10 hari kerja, melakukan tera ulang terhadap timbangan para pedagang, yang berjualan di seluruh pasar Kota Sukabumi.

Maksud dan tujuannya, untuk meng-antisipasi dan menghindari kecurangan yang dilakukan para pedagang, khususnya dalam melaksanakan penimbangan pada saat melakukan transaksi di pasar, yang menggunakan alat ukur timbang.

Kepala Seksi Perlindungan Konsumen dan Metrologi pada Dinas Koperindag Kota Sukabumi, Enjen Ismail menjelaskan, dilaksanakannya tera ulang terhadap timbangan para pedagang tersebut, sebagai salah satu upaya dalam memberikan perlindungan kepada para konsumen. Adapun jenis timbangan yang ditera ulang, terdiri dari timbangan meja, timbangan gantung, timbangan sentisimal dan dacin logam.

Dijelaskan pula, kegiatan tera ulang terhadap timbangan para pedagang tersebut, telah dimulai sejak tanggal 24 Agustus 2009, dan akan ber-akhir pada tanggal 11 September 2009 yang akan datang. Adapun jadual pelaksanaan tera ulang tersebut, yakni pada tanggal 24 sampai dengan 26 Agustus 2009 di Pasar Pelita, tanggal 27 sampai dengan 28 Agustus 2009 di Pasar Degung, tanggal 7 sampai dengan 9 September 2009 di Pasar Tipar Gede, dan tanggal 10 sampai dengan 11 September 2009 di Lembursitu.

Sementara sejumlah petugas di lapangan menjelaskan, bagi para pedagang yang melakukan tera ulang timbangan tersebut, harus mengeluarkan biaya reparasi yang jumlahnya bervariasi, tergantung dari tingkat kerusakan alat timbangannya masing-masing. Karena tingkat kerusakan timbangan tersebut ada klasifikasi dan nominal harganya.

Yang jelas, biaya yang dikeluarkan para pedagang untuk tera ulang timbangan tersebut, rata-rata sebesar 25 ribu rupiah. Biaya tersebut sudah termasuk biaya pengecapan atau pelabelan, biaya service, biaya tera dan biaya pengecatan timbangan. Ditandaskannya, seluruh timbangan milik para pedagang yang telah ditera ulang, ukurannya dijamin akan stabil lagi, serta dipastikan tidak akan merugikan terhadap para konsumen.

 
Minggu, 23 Agustus 2009
DINAS KOPERINDAG AKAN GELAR PASAR MURAH DAN BAZAAR SEMBAKO DI SETIAP KECAMATAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Kota Sukabumi, bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK Kota Sukabumi, akan menggelar Pasar Murah dan Bazaar Sembilan Bahan Pokok (Sembako), di setiap Kecamatan Kota Sukabumi.

Seperti dikatakan Kepala Dinas Koperindag Kota Sukabumi, Drs. Dudi Fathul Jawad, M.Pd., Pasar Murah dan Bazaar Sembako tersebut, dilaksanakan secara rutin setiap tahun di setiap Kecamatan Kota Sukabumi, tepatnya pada setiap bulan suci Ramadhan.

Ditandaskannya, pelaksanaan Pasar Murah dan Bazaar Sembako tersebut, merupakan salah satu kebijakan Pemerintah Kota Sukabumi, yang difasilitasi Dinas Koperindag Kota Sukabumi, bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK Kota Sukabumi.

Adapun maksud dan tujuannya, dalam rangka upaya meng-implementasikan aspirasi masyarakat, yang menghendaki agar di setiap Kecamatan Kota Sukabumi, dilaksanakan Pasar Murah dan Bazaar Sembako, untuk membantu sekaligus meringankan beban masyarakat, khususnya masyarakat yang kurang mampu.

Sedangkan Pasar Murah dan Bazaar Sembako tersebut, dilaksanakan di setiap kecamatan Kota Sukabumi, masing-masing selama 2 hari. Antara lain, di Kecamatan Warudoyong dilaksanakan di halaman Kelurahan Warudoyong, dari tanggal 31 Agustus 2009 sampai dengan 1 September 2009, Kecamatan Citamiang dilaksanakan di halaman samping Kelurahan Tipar, dari tanggal 2 sampai dengan 3 September 2009, dan di Kecamatan Lembursitu dilaksanakan di halaman Kecamatan Lembursitu, dari tanggal 4 sampai dengan 5 September 2009.

Selanjutnya di Kecamatan Baros dilaksanakan di halaman SDN Sudajaya Hilir, dari tanggal 6 sampai dengan 7 September 2009, di Kecamatan Cibeureum dilaksanakan di halaman Kelurahan Cibeureum Hilir, dari tanggal 8 sampai dengan 9 September 2009, di Kecamatan Cikole di laksanakan di halaman Kelurahan Kebonjati, dari tanggal 10 sampai dengan 11 September 2009, dan di Kecamatan Gunung Puyuh dilaksanakan di Kelurahan Gunung Puyuh, dari tanggal 12 sampai dengan 13 September 2009.

Menyinggung harga eceran bahan pokok dan barang penting lainnya di Kota Sukabumi, menurut Kepala Dinas Koperindag Kota Sukabumi, Drs. Dudi Fathul Jawad, M.Pd., hingga saat ini masih dalam kewajaran, serta pengadaan dan penyaluran barang-barang dalam kondisi aman.

 
Minggu, 23 Agustus 2009
DINAS PERHUBUNGAN KOTA SUKABUMI AKAN TAMBAH BANGUNAN HALTE
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, merencanakan akan menambah bangunan halte pada trayek tertentu. Seperti dikatakan Kepala Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, Drs. Andri Setiawan, M.M., rencana akan dilaksanakannya penambahan bangunan halte atau shelter tersebut, karena jumlah halte di Kota Sukabumi dinilai berbagai kalangan masih kurang.

Dijelaskannya, halte yang ada saat ini di Kota Sukabumi, hanya di jalur atau di lokasi tertentu saja. Dijelaskan pula, rencana akan dilaksanakannya penambahan bangunan halte tersebut, merupakan upaya Pemerintah Kota Sukabumi, untuk menjaga keselamatan penumpang. Karena keselamatan penumpang di Kota Sukabumi harus diutamakan.

Selain itu, Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, bekerja sama dengan Organda, PT Jasa Raharja dan Satlantas Polres Kota Sukabumi, belum lama ini melakukan penyuluhan kepada para pengemudi Angkutan Kota (Angkot), khususnya yang berkaitan dengan peningkatan keselamatan para penumpang. Dikatakannya, penyuluhan tersebut dilaksanakan selama 5 hari, di Gedung Kings Kota Sukabumi, diikuti oleh 750 pengemudi yang ber-operasi di 16 trayek, yang memiliki mobilitas tinggi dan bersinggungan dengan trayek lainnya, dari 28 trayek yang ada di Kota Sukabumi.

Adapun maksud dan tujuannya, untuk memberi pemahaman kepada para pengemudi, supaya lebih menaati aturan, serta tidak menaikan dan menurunkan penumpang pada tempat-tempat yang dilarang, sekaligus sebagai salah satu upaya antisipasi terjadinya kecelakaan penumpang yang menggunakan jasa Angkot. Disamping itu, juga sebagai salah upaya antisipasi sekaligus mengurangi terjadinya kemacetan arus lalu lintas, yang kerap terjadi di beberapa titik pada jam-jam tertentu.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Sukabumi mengatakan, selain melakukan penyuluhan kepada para pengemudi Angkot, pihaknya juga menghimbau kepada segenap lapisan masyarakat khususnya para penumpang, agar tidak sembarangan menghentikan Angkot pada tempat-tempat terlarang.

 
Senin, 27 Juli 2009
KEPALA DINAS PENDIDIKAN HARAPKAN AGAR ADA PERDA BIAYA PENDIDIKAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Kepala Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, Sanusi Harjadireja, S.Pd. mengharapkan, di Kota Sukabumi agar ada Peraturan Daerah (Perda) Tentang Biaya Pendidikan. Harapan Kepala Dinas Pendidikan tersebut, disampaikan kepada Komisi III DPRD Kota Sukabumi, saat melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, hari Rabu, 22 Juli 2009 baru-baru ini.

Kunker Komisi III DPRD Kota Sukabumi tersebut, dipimpin Ketua Komisi III, Priatman Maman, Sm.Hk., S.Pd., dan 3 orang anggota, yang teridiri dari Drs. Rahmat Purnama, Aisyah Dobeh, dan Dewi Angglaeni W, diterima Kepala Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, di Aula Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, serta dihadiri oleh para Kepala SD, SMP, SMA, SMK, dan Unit Pelaksana Teknis (UPT), dari 7 Kecamatan se Kota Sukabumi.

Dijelaskannya, apabila tidak ada Perda Tentang Biaya Pendidikan, akan menjadi pertanyaan di kalangan masyarakat khususnya orang tua murid, di seluruh jenjang pendidikan. Kepala Dinas Pendidikan menandaskan, pihaknya siap membantu dalam merumuskan Perda Tentang Biaya Pendidikan tersebut, supaya masyarakat tidak terbebani oleh biaya pendidikan.

Ketua Komisi III DPRD Kota Sukabumi, Priatman Maman, Sm.Hk., S.Pd. menjelaskan, pihaknya sangat menyetujui harapan yang disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kota Sukabumi tersebut. Sebab dengan adanya Perda Tentang Biaya Pendidikan, dapat menghindari adanya pungutan biaya sekolah yang sangat tinggi, serta akan membantu masyarakat yang kurang mampu. Apalagi saat ini, pemerintah sedang ber-upaya optimal untuk membebaskan biaya sekolah.

Namun menurut Ketua Komisi III DPRD Kota Sukabumi, Perda tersebut harus disesuaikan dengan keadaan ekonomi masyarakat, serta jangan terlalu kaku. Artinya dalam Perda tersebut masih memperbolehkan sekolah untuk memungut biaya, dengan catatan harus sesuai dengan ketentuan dan kebutuhan sekolah, serta disetujui oleh Komite Sekolah dan orang tua siswa. Sebab kendati pemerintah menyalurkan bantuan biaya, tapi sangat terbatas, tidak dapat memenuhi kebutuhan sekolah secara keseluruhan.

Selain itu, dengan adanya Perda Tentang Pendidikan, akan mempermudah Dinas Pendidikan dalam melakukan kontrol terhadap sekolah. Bahkan Dinas Pendidikan dapat memberikan sanksi terhadap sekolah yang melanggar ketentuan dalam melakukan pungutan biaya penerimaan siswa baru. Untuk itu, Ketua Komisi III DPRD Kota Sukabumi menandaskan, pihaknya akan ber-upaya optimal dan memperjuangkan harapan yang disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kota Sukabumi tersebut.

 
Senin, 20 Juli 2009
DINAS PENDIDIKAN KOTA SUKABUMI TERIMA 2 RIBU 552 BLANKO IJAZAH SMA
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, hari Jum’at, 17 Juli 2009 baru-baru ini, menerima 2 ribu 552 blanko Ijazah SMA. Blanko Ijazah tersebut, didistribusikan oleh Departemen Pendidikan Nasional, melalui Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, sesuai dengan daftar kolektif peserta UN SMA di Kota Sukabumi.

Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, Dra. Ika Sartika, M.Si. menjelaskan, sebelum dikirim ke Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, blanko ijazah SMA tersebut terlebih dahulu disortir oleh pihak Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, sesuai dengan jumlah kelulusan siswa.

Dijelaskan pula, sebelumnya pihak Dinas Pendidikan Kota Sukabumi juga telah menerima dan mendistribusikan blanko ijazah SMK ke 17 SMK di Kota Sukabumi, sesuai dengan jumlah kelulusan siswa sekolah tersebut, yakni sebanyak 2 ribu 419 blanko.

Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Kota Sukabumi mengatakan, setelah diisi dan diserahkan kepada siswa masing-masing sekolah, ijazah tersebut dapat digunakan untuk keperluan mendaftar kuliah ke Perguruan Tinggi atau melamar pekerjaan.

Ditandaskannya, karena jumlah blanko ijazah yang diberikan tersebut sangat terbatas sesuai dengan jumlah siswa yang lulus, Kepala Bidang Menengah Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, menghimbau kepada seluruh sekolah, agar dalam melakukan penulisan bio data siswa pada blanko ijazah tersebut berhati-hati, serta ditulis dengan tulisan yang baik, benar, jelas, rapi dan bersih, menggunakan tinta warna hitam yang tidak mudah luntur dan tidak mudah terhapus.

Ditandaskan pula, apabila terjadi kesalahan dalam penulisan, tidak boleh dicoret, ditimpa atau di tipe-x, tapi harus diganti dengan blanko yang baru. Sedangkan pada ijazah yang salah, harus disilang dengan tinta warna hitam, pada kedua sudut yang berlawanan di bagian depan dan bagian belakang blanko ijazah.

Disamping itu, blanko ijazah yang salah atau yang rusak, agar dikembalikan ke Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, disertai dengan berita acara. Adapun untuk mengganti blanko ijazah yang salah atau yang rusak, pihak Dinas Pendidikan Kota Sukabumi akan mengajukan penggantian ke Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.

Untuk mengatasi dan meng-antisipasi terjadinya kesalahan dalam penulisan ijazah tersebut, pihak Dinas Pendidikan Kota Sukabumi telah memberi petunjuk cara pengisian ijazah yang baik dan benar, kepada setiap sekolah.

 
Sabtu, 18 Juli 2009
DINAS PENDIDIKAN AKAN KUCURKAN DAK SEBESAR 11, 82 MILYAR RUPIAH
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, akan mengucurkan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar 11, 82 milyar rupiah, untuk pembangunan 80 SD dan MI, baik Negeri maupun Swasta, dari 118 SD dan MI yang ada di Kota Sukabumi.

Namun menurut Kepala Bidang Pendidikan Pra Sekolah dan Pendidikan Dasar (Prapendas) Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, Drs. Jaelani Somantri, pemberian dana tersebut masih dalam tahap perencanaan dan penyusunan, serta saat ini sedang dilakukan sosialisasi kepada seluruh sekolah yang akan mendapat dana tersebut.

Dijelaskannya, pemberian dana tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing sekolah, tidak di satu-paket-kan seperti pada tahun-tahun sebelumnya. Yakni masing-masing sekolah hanya diberi dana untuk satu pembangunan faslitas saja, seperti untuk rehabilitasi Ruangan Belajar, Ruangan Toilet, Ruangan Perpustakaan, dan Ruangan UKS, serta pengerjaannya harus dilakukan secara swakelola. Kebijakan tersebut dilakukan, sesuai dengan peraturan yang ada. Selain itu, dana tersebut bisa digunakan untuk melanjutkan pembangunan yang belum selesai pada tahun lalu.

Kepala Bidang Prapendas Dinas Pendidikan Kota Sukabumi mengharapkan, pada akhir tahun 2009 ini, pengerjaan pembangunan ke-80 SD dan MI di Kota Sukabumi tersebut sudah selesai. Dengan demikian, keinginan Pemerintah Kota Sukabumi untuk meningkatan kualitas inspratruktur SD dan MI tersebut dapat terwujud.

Ditandaskannya, dengan digulirkannya program pemberian dana tersebut, dipastikan sebanyak 90 persen bangunan SD dan MI yang ada di Kota Sukabumi dapat memenuhi persyaratan, dari mulai ruangan kelas hingga ruangan fasilitas lainnya.

Diharapkannya, seluruh sekolah yang menerima dana tersebut, agar menggunakan dan memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya, sesuai dengan peruntukan dan aturan yang berlaku. Sebab apabila tidak sesuai dengan peruntukan dan aturan yang berlaku, apalagi diselewengkan, akan ditindak tegas dan diberi sanksi yang berat, sesuai peraturan dan per-undang-undangan yang berlaku.

 
Selasa, 14 Juli 2009
KEPALA DINAS PENDIDIKAN BUKA PELATIHAN BOS GRATIS
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Kepala Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, Sanusi Harjadireja, S.Pd., Senin pagi, 13 Juli 2009, di Aula Dinas Pendidikan, secara resmi membuka Pelatihan Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Gratis, bagi para Kepala Sekolah, Ketua Komite Sekolah, dan Bendahara Komite Sekolah Tingkat SD di Kota Sukabumi. Maksud dan tujuannya, dalam rangka mewujudkan pendidikan dasar yang bermutu.

Dalam kesempatannya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Sukabumi menjelaskan, dilaksanakannya pelatihan tersebut, untuk memberi pemahaman dan pembinaan kepada para Kepala Sekolah, Ketua Komite Sekolah, dan Bendahara Komite Sekolah Tingkat SD, khususnya dalam menggunakan dan meng-administrasikan BOS Gratis, yang dilakukan oleh setiap SD di Kota Sukabumi.

Diharapkannya, dengan dilaksanakan pelatihan tersebut, dapat meningkatkan pemahaman, pengetahuan dan wawasan para Kepala Sekolah, Ketua Komite Sekolah, dan Bendahara Komite Sekolah Tingkat SD di Kota Sukabumi. Dengan demikian, penggunaan dan peng-administrasian program BOS Gratis tersebut, dapat dilaksanakan dengan baik, lancar dan tertib oleh setiap sekolah. Karena penggunaan BOS Gratis ini, diawasi oleh berbagai pihak. Diantaranya oleh LSM, Inspektorat, BPKP, BPK, dan Irjen. Namun untuk LSM, seperti ditandaskan Kepala Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, tidak berhak dan berwenang memeriksa SPJ. Yang berhak dan berwenang memeriksa SPJ, yakni Inspektorat, BPKP, BPK, dan Irjen.

Untuk menunjang kelancaran dan ketertiban dalam menggunakan dan meng-administrasikan BOS Gratis ini, seluruh SD agar membuat file profil sekolah, sejarah pendirian sekolah, SK, MoU, dan file penggunaan BOS. Selain itu, setiap SD agar membuat Spanduk Sekolah Gratis, Surat Edaran kepada masyarakat tentang sekolah gratis, dan Rencana Pendidikan Sekolah (RPS).

Sedangkan untuk menjamin dan mengendalikan mutu pendidikan di masing-masing SD, dapat ditempuh melalui 3 jalur evaluasi. Antara lain, melalui jalur evaluasi Ujian Akhir Sekolah Bertaraf Nasional (UAS BN), UAS, dan evaluasi dari masing-masing guru, serta melalui jalur akreditasi, dan jalur sertifikasi.

Adapun materi yang diberikan dalam pelatihan tersebut, seperti dikatakan Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, Drs. Ayep Supriatna, dibagi dalam 6 sesi. Antara lain, sesi pertama, Pengertian, Tujuan dan Sasaran Program BOS, sesi kedua, Organisasi, Mekanisme dan Tata Tertib Pengelolaan Dana, sesi ketiga, Perencanaan Penggunaan Dana BOS, sesi keempat, Transparansi dan Peran Masyarakat, sesi kelima, Perpajakan, Pelaporan dan Pertanggung-jawaban Keuangan, serta sesi keenam, Pengumpulan Data Individu Sekolah Kepada Tutor.

 
Jumat, 3 Juli 2009
DINAS KESEHATAN KOTA SUKABUMI AMANKAN RATUSAN KOSMETIK BERBAHAYA
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, baru-baru ini mengamankan ratusan kosmetik berbahaya, khususnya yang mengandung merkuri atau air raksa dan bahan pewarna, dari sejumlah pedagang lapak di Kota Sukabumi.

Dilaksanakannya pengamanan terhadap ratusan kosmetik berbahaya tersebut, menindak-lanjuti Surat Edaran Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Nomor KH.00.01.43.2503, tertanggal 11 juni 2009, tentang peringatan terhadap kosmetik yang mengandung bahan berbahaya dan dilarang beredar di Indonesia.

Seperti yang dikatakan salah seorang staf Seksi Sarana Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Fachrizal, sebagian besar kosmetik yang diamankan dari sejumlah pedagang tersebut, jumlahnya mencapai 200 buah, berjenis krim pemutih dari 25 merek yang beredar.

Ditandaskannya, pihak Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, memberi tenggang waktu selama 1 bulan kepada para pedagang, untuk menghentikan penjualan kosmetik berbahaya tersebut. Apabila dalam jangka waktu 1 bulan masih ada pedagang yang tidak mematuhi peringatan yang diberikan Dinas Kesehatan Kota Sukabumi ini, pedagang tersebut akan ditindak tegas, sesuai dengan peraturan dan per-undang-undangan yang berlaku. Selain itu, pedagang tersebut akan dilimpahkan ke Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Sukabumi, untuk diproses melalui tindak pidana ringan, karena telah melanggar Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1993, Tentang Kesehatan.

Sejumlah pedagang menandaskan, mereka akan mematuhi peringatan yang disampaikan Dinas Kesehatan Kota Sukabumi tersebut. Namun mereka masih bingung, karena belum mengetahui secara jelas, baik jenis maupun merek kosmetik yang berbahaya dan dilarang beredar tersebut. Untuk itu, sejumlah pedagang mengharapkan kepada pihak Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, agar segera menyerahkan daftar jenis dan merk kosmetik yang berbahaya dan dilarang beredar tersebut.

 
Minggu, 28 Juni 2009
KEPALA DINAS KESEHATAN INSTRUKSIKAN SELURUH STAF UNTUK GERAK CEPAT TANGANI DBD
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Dokter H. Boyke Priyono S, M.Kes., menginstruksikan seluruh staf, untuk bergerak cepat menangani penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Karena penderita DBD di Kota Sukabumi, sejak awal bulan Januari hingga minggu ketiga bulan Juni 2009 meningkat cukup tinggi.

Kepala Seksi Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Ervi Ahmad Taufik, pada acara silaturahmi dengan wartawan Kota Sukabumi peserta pelatihan HIV-AIDS dengan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) sekaligus membahas pembentukan Warga Peduli AIDS, hari Rabu, 24 Juni 2009 baru-baru ini, di Dinas Kesehatan Kota Sukabumi menjelaskan, berdasarkan data yang ada, penderita DBD di Kota Sukabumi hingga minggu ketiga bukan Juni 2009 mencapai 722 kasus, tersebar di 31 kelurahan se Kota Sukabumi. Dari jumlah penderita tersebut, satu orang meninggal dunia. Dikatakannya, ke-31 wilayah kelurahan tersebut, menjadi perhatian khusus Dinas Kesehatan Kota Sukabumi.

Ditandaskannya, kelurahan di Kota Sukabumi yang belum terjangkit penyakit DBD hanya tinggal 2 kelurahan/ yakni Kelurahan Babakan Kecamatan Cibeureum/ dan Kelurahan Situmekar Kecamatan Lembursitu//

Ditandaskan pula, pihak Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, senantiasa ber-upaya optimal melakukan pencegahan, supaya kasus DBD di Kota Sukabumi bisa ditekan. Diantaranya dengan melakukan pengasapan atau fogging, dan menurunkan petugas Juru Pemantau Jentik (Jumantik), untuk mengecek bak atau tempat penyimpanan air milik warga masyarakat, apakah terbebas dari jentik atau tidak, sekaligus melakukan sosialisasi kepada masyarakat, tentang pentingnya melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), dengan senantiasa melakukan kegiatan 3-M, yakni menguras dan menutup bak penampungan air, serta mengubur barang-barang bekas, yang dapat dijadikan tempat bersarang dan bertelur nyamuk Aides Aigepty. Selain itu, warga masyarakat juga agar melaksanakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), dengan senantiasa menjaga dan memelihara kebersihan, di lingkungannya masing-masing.

 
Senin, 8 Juni 2009
DINAS KESEHATAN KOTA SUKABUMI SERIUS TANGANI BALITA YANG BERGIZI BURUK
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, secara serius menangani balita yang bergizi buruk. Karena dalam tahun 2009 ini, di Kota Sukabumi terdapat 120 balita yang bergizi buruk.

Adapun yang dimaksud dengan balita bergizi buruk tersebut, menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Dokter H. Boyke Priyono S, M.Kes., yakni balita yang memiliki ketinggian tubuh tidak sesuai dengan berat badannya.

Dijelaskannya, balita yang bergizi buruk tersebut, yakni balita yang ber-usia antara satu hingga lima tahun. Sedangkan yang menjadikan balita bergizi buruk, akibat mengonsumsi makanan yang tidak sehat dan terserang penyakit diare. Selain itu, balita yang bergizi buruk tersebut, mayoritas ber-asal dari keluarga yang kurang mampu. Dijelaskan pula, warga yang kurang mampu di Kota Sukabumi, saat ini berjumlah 46 ribu 530 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi mengatakan, kasus balita yang bergizi buruk tersebut, ditemukan merata di setiap kecamatan. Ditandaskannya, banyak ditemukannya balita yang bergizi buruk tersebut, menunjukan keseriusan dan perhatian segenap aparat instansi terkait, khususnya Dinas Kesehatan dalam melakukan dan meningkatkan pengawasan terhadap balita.

Sedangkan didapatnya jumlah balita yang bergizi buruk tersebut, hasil pengawasan dan pendataan petugas Puskesmas dan Pustu, termasuk laporan dari masyarakat. Dikatakannya, dalam melakukan pengawasan dan pendataan di lapangan, Puskesmas dan Pustu menjadi ujung tombak Dinas Kesehatan. Sebab Puskesmas dan Pustu, memiliki intensitas lebih banyak dalam melakukan inter-aksi langsung dengan masyarakat.

Hasil pendataan yang dilakukan petugas Puskesmas dan Pustu tersebut, langsung ditangani secara serius, dari mulai pengecekan ke lapangan hingga pemeriksaan di laboratorium, termasuk pengobatan dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT), yakni bagi balita yang bergizi buruk masing-masing mendapat tiga dus susu, dan bagi balita yang bergizi kurang masing-masing mendapat satu dus susu. Sementara tahapan-tahapan dalam melaksanakan proses penanganan dan pengobatan terhadap balita yang bergizi buruk tersebut, dilakukan oleh dokter spesialis anak dan ahli gizi dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R. Syamsudin, S.H. Kota Sukabumi.

Dikatakan pula, gizi buruk akan berdampak buruk pada perkembangan dan kecerdasan, termasuk fisik balita, serta akan memiliki penyakit bawaan, seperti jantung, paru-paru dan sebagainya. Oleh karenanya, Dinas Kesehatan Kota Sukabumi akan senantiasa ber-upaya optimal dan serius menangani kasus balita yang bergizi buruk. Sebab balita merupakan masa depan bangsa yang harus dijaga, baik perkembangan dan kesehatannya, maupun kecerdasannya.

 
Sabtu, 6 Juni 2009
DINAS KESEHATAN KOTA SUKABUMI BERUPAYA OPTIMAL CEGAH TIMBULNYA DBD
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, senantiasa ber-upaya optimal mencegah timbulnya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Upaya tersebut, diantaranya ditempuh dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat, tentang Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), melalui seluruh Pusat Kesehatan Masayarakat (Puskesmas). Selain itu, juga dilaksanakan fogging di wilayah yang terjangkit DBD, serta himbauan kepada segenap lapisan masyarakat, untuk senantiasa melaksanakan gerakan kebersihan dan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), di wilayahnya masing-masing.

Namun yang melaksanakan upaya dan himbauan tersebut, seperti dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Dokter H. Boyke Priyono S, M.Kes., baru sebagian kecil masyarakat. Akibatnya, jumlah penderita Demam Berdarah di Kota Sukabumi mengalami peningkatan, apabila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Dijelaskannya, berdasarkan data yang ada, tepatnya dari bulan Januari sampai dengan Mei 2009, jumlah penderita Demam Berdarah mencapai 650 orang. diantaranya satu orang meninggal dunia.

Sedangkan penderita Demam Berdarah pada tahun 2008 yang baru lalu, tepatnya dari bulan Januari sampai dengan Desember 2008, seluruhnya berjumlah 830 orang. Data penderita Demam Berdarah tersebut, diper-oleh Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, dari seluruh rumah sakit se Kota Sukabumi.

Adapun rumah sakit yang paling banyak merawat penderita Demam Berdarah di Kota Sukabumi, yakni Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R. Syamsudin, S.H. Kota Sukabumi. Demikian pula dalam tahun 2009, tepatnya dari bulan Januari sampai dengan Mei 2009, rumah sakit tersebut telah merawat sebanyak 54 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 34 orang penderita yakni anak-anak.

Dijelaskan pula, meningkatnya jumlah penderita Demam Berdarah dan berkembangnya nyamuk Aides Aigepty tersebut, akibat dipengaruhi oleh kondisi perubahan cuaca. Seperti musim hujan yang terjadi berkepanjangan, diselingi musim panas yang tidak menentu. Disamping itu, juga masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam membiasakan PHBS, termasuk dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan.

 
Selasa, 2 Juni 2009
DINAS PEKERJAAN UMUM AKAN SEGERA LAKUKAN PEMBANGUNAN FISIK JALAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Dinas Pekerjaan Umum Kota Sukabumi, akan segera melakukan pembangunan fisik jalan. Untuk menunjang kelancaran dan keberhasilan dalam melakukan pembangunan fisik jalan tersebut, Dinas Pekerjaan Umum Kota Sukabumi mendapat alokasi anggaran dari APBD Kota Sukabumi sebesar 18 milyar 252 juta 600 ribu rupiah.

Seperti dikatakan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Sukabumi, Insinyur H. Dede Dahman Daud, anggaran tersebut akan digunakan membiayai 40 proyek pembangunan fisik jalan. Antara lain, sebesar 7 milyar 900 juta rupiah untuk membiayai 17 paket proyek pembangunan jalan, 2 milyar 280 juta rupiah untuk membiayai 4 paket proyek peningkatan jalan akses terminal, dan 7 milyar 995 juta 600 ribu rupiah untuk membiayai 19 paket proyek pemeliharaan periodek jalan.

Adapun kerusakan fasilitas umum yang berskala kecil, seperti perbaikan jalan dengan sistem tambal sulam, hotmik, perbaikan trotoar dan drainase, baik pada ruas-ruas jalan kota maupun pada ruas-ruas jalan lingkungan, telah dilakukan sejak beberapa bulan yang lalu.

Sedangkan kerusakan fasilitas umum yang berskala besar, pihak Dinas Pekerjaan Umum masih menunggu hasil lelang, yang menurut rencana akan diumumkan pada tanggal 16 Juni 2009 ini.

Ditandaskannya, Dinas Pekerjaan Umum akan terus melakukan perbaikan jalan yang rusak, baik yang berskala kecil maupun yang berskala besar. Sebab masalah kerusakan jalan ini, termasuk trotoar dan drainase, mendapat perhatian secara khusus dari Pemerintah Kota Sukabumi.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Sukabumi menjelaskan, kerusakan jalan, trotoar dan drainase di wilayah Kota Sukabumi, terjadi di 60 titik. Yakni sebanyak 40 titik masuk pada katagori kerusakan berat, dan sebanyak 20 titik masuk pada katagori kerusakan kecil.

Dijelaskan pula, apabalia proses pelelangan ke-40 paket proyek pembangunan fisik tersebut berjalan lancar sesuai dengan jadual yang direncanakan yakni pada tanggal 16 Juni 2009 ini, seluruh paket proyek pembangunan fisik jalan tersebut akan segera dimulai.

 
Selasa, 2 Juni 2009
DINAS PENDIDIKAN BERUPAYA OPTIMAL SUKSESKAN PROGRAM WAJARDIK 12 TAHUN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Dinas Pendidikan Kota Sukabumi melalui Bidang Pendidikan Menengah (Dikmen), ber-upaya optimal menyukseskan program Wajib Belajar Pendidikan (Wajardik) 12 Tahun.

Berkaitan dengan hal tersebut, pihak Dinas Pendidikan Kota Sukabumi berharap kepada seluruh lulusan SMP dan MTs, agar melanjutkan sekolah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, khususnya ke SMK.

Sebab seperti yang dikatakan Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, Dra. Ika Sartika, M.Si., di SMK seluruh siswa dituntut untuk memiliki keakhlian dan keterampilan atau life skills, sesuai dengan bidang yang ada di SMK masing-masing, baik dalam bidang Teknologi dan Pariwisata, maupun dalam bidang Adminsitrasi dan sebagainya.

Dengan demikian, seluruh siswa di SMK, selain dapat menyiapkan diri, juga memiliki keakhlian dan keterampilan, untuk bekal hidup setelah keluar dari sekolah, baik untuk melamar pekerjaan maupun membuka usaha sendiri.

Sebagai salah satu contohnya di SMK Negeri 1 Kota Sukabumi, hampir seluruh lulusannya, dalam setiap tahun langsung mendapat pekerjaan, karena dibutuhkan oleh berbagai perusahaan industri, baik dari dalam maupun dari luar negeri. Selain itu, juga akan menjadi faktor penunjang, dalam mewujudkan Kota Sukabumi sebagai Kota Vokasi, di mana jumlah siswa SMK harus lebih banyak dari jumlah siswa SMA dan MA.

Untuk menunjang kelancaran dan keberhasilan program tersebut, menurut Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, harus mendapat dukungan dan peran serta dari orang tua murid, termasuk dari siswa SMP dan MTs.

Ditandaskan pula, para siswa SMP dan MTs yang melanjutkan pendidikan ke SMA dan MA pun sama baiknya. Namun setelah lulus dari SMA dan MA, para siswa harus melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi. Sebab baik di SMA maupun di MA, para siswa tidak diberi pendidikan keakhlian dan keterampilan khusus seperti di SMK, baik dalam bidang Teknologi dan Pariwisata, maupun dalam bidang Adminsitrasi dan sebagainya.

 
Sabtu, 30 Mei 2009
DINAS KESEHATAN SENANTIASA BERUPAYA OPTIMAL TINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, senantiasa ber-upaya optimal meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Upaya tersebut, diantaranya ditempuh dengan melengkapi berbagai sarana dan prasarana, sumber daya manusia dan obat-obatan. Selain itu, juga pihak Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, akan melakukan kerjasama dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R. Syamsudin, S.H. Kota Sukabumi, untuk meng-agendakan dokter spesialis berkunjung ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) secara bertahap.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Dokter H. Boyke Priyono S, M.Kes. menjelaskan, akan dilakukannya kerjasama tersebut, selain sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan, juga masyarakat Kota Sukabumi dapat merasakan langsung pelayanan dari dokter spesialis di Puskesmas.

Sedangkan manfaat lainnya dari kerjasama tersebut, yakni para dokter umum yang bertugas di Puskesmas dengan dokter spesialis bisa bekerjasama, saling berbagi ilmu dan pengalaman, khususnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi juga menjelaskan, akan dilakukannya kerjasama tersebut, sebagai salah satu upaya untuk mencapai Visi Kota Sukabumi, yakni Terwujudnya Kota Sukabumi Sebagai Pusat Pelayanan Berkualitas Bidang Pendidikan, Kesehatan dan Perdagangan di Jawa Barat, Berlandaskan Iman dan Taqwa, serta Visi Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi Tahun 2008-2013, yakni Dengan iman dan taqwa mewujudkan pemerintahan yang amanah berparadigma surgawi, menuju Kota Sukabumi yang cerdas, sehat dan sejahtera, baik lahir maupun batin, dilandasi nilai fhilosofis Shidiq, Tabligh, Amanah, Fathonah.

Rencana kerjasama yang akan dilakukan Dinas Kesehatan Kota Sukabumi tersebut, disambut baik oleh segenap lapisan masyarakat. Karena dengan adanya kunjungan dokter spesialis ke Puskesmas tersebut, pelayanan kesehatan kepada masyarakat akan semakin baik.

 
Kamis, 28 Mei 2009
DINAS PU AKAN BERUPAYA MAKSIMAL PERBAIKI JALAN, TROTOAR DAN DRAINASE YANG RUSAK
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Sukabumi, dalam tahun 2009 ini akan ber-upaya maksimal memperbaiki jalan, trotoar dan drainase yang rusak di wilayah Kota Sukabumi, baik pada ruas jalan kota maupun pada ruas jalan lingkungan, dengan sistem tambal sulam dan hotmik.

Untuk menunjang kelancaran dan keberhasilan dalam melaksanakan perbaikan jalan, trotoar dan drainase yang rusak tersebut, Pemerintah Kota Sukabumi telah menyiapkan anggaran sebesar 20 milyar rupiah, dari APBD Kota Sukabumi.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Sukabumi, Insinyur H. Dede Dahman Daud menjelaskan, untuk perbaikan jalan, trotoar dan drainase yang tingkat kerusakannya berskala kecil telah dilaksanakan sejak beberapa bulan yang lalu. Sedangkan untuk perbaikan fasilitas umum yang tingkat kerusakannya berskala besar, pihak Dinas Pekerjaan Umum Kota Sukabumi masih menunggu hasil tender, yang menurut rencana akan diumumkan pada tanggal 16 Juni 2009 mendatang.

Dikatakannya, besarnya alokasi anggaran untuk biaya perbaikan jalan, trotoar dan drainase tersebut, menandakan komitmen Pemerintah Kota Sukabumi, yang ingin memberi sekaligus meningkatkan pelayanan secara maksimal kepada masyarakat.

Diharapkannya, dengan alokasi anggaran tersebut, seluruh ruas jalan, trotoar dan drainase yang rusak di wilayah Kota Sukabumi, dapat diperbaiki secara optimal. Sedangkan perbaikan jalan, trotoar dan drainase tahap berikutnya, akan dibiayai anggaran dari APBD Perubahan Tahun 2009. Namun besaran alokasi anggarannya, akan dipertimbangkan dengan perkembangan yang terjadi dalam tahun 2009.

Dikatakan pula, masalah jalan menjadi perhatian khusus Pemerintah Kota Sukabumi, menyusul terjadinya kerusakan badan jalan di beberapa titik, termasuk trotoar dan drainase yang sudah tidak berfungsi.

Adapun kerusakan jalan di wilayah Kota Sukabumi, saat ini terjadi di 60 titik. Antara lain, sebanyak 40 titik tingkat kerusakannya besar, dan sebanyak 20 titik tingkat kerusakannya kecil.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Sukabumi juga menandaskan, Pemerintah Kota Sukabumi setiap tahun senantiasa melaksanakan perbaikan jalan, trotoar dan drainase yang rusak, sesuai dengan skala prioritas dan alokasi anggaran yang tersedia.

 
Kamis, 28 Mei 2009
WARGA KOTA SUKABUMI BERBONDONG-BONDONG DATANGI DINAS KEPENDUDUKAN DAN CATATAN SIPIL
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Warga Kota Sukabumi, berbondong-bondong mendatangi Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Maksud dan tujuannya, untuk membuat Kutipan Akta Kelahiran Anak Pertama Gratis. Karena sejak bulan yang lalu, Pemerintah Kota Sukabumi menggratiskan pembuatan Akta Kelahiran Anak Pertama, bagi warga Kota Sukabumi.

Seperti dikatakan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Sukabumi, Hajah Anna Setiana, S.H., dilaksanakannya pembuatan Akta Kelahiran gratis tersebut, sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Kota Sukabumi Nomor 2 Tahun 2009, Tentang Pembuatan Kutipan Akta Kelahiran Anak Pertama Gratis.

Namun untuk pembuatan kutipan akta kelahiran anak kedua dan seterusnya, termasuk pembuatan kembali kutipan akta kelahiran anak pertama apabila hilang atau rusak, tetap dikenakan biaya.

Dijelaskannya, dengan digratiskannya pembuatan kutipan akta kelahiran anak pertama tersebut, warga Kota Sukabumi yang membuat akta kelahiran, setiap harinya mencapai 250 orang. Padahal sebelumnya, warga Kota Sukabumi yang membuat akta kelahiran anaknya tersebut, dalam setiap harinya paling banyak 50 orang. Namun demikian, kendati pihak Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil merasa kewalahan, tapi akan senantiasa ber-upaya maksimal memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

Selain itu, banyaknya warga Kota Sukabumi yang membuat akta kelahiran anaknya tersebut, karena ada dispensasi hingga tanggal 31 Desember 2010. Yakni bagi anak yang lahir sebelum tanggal 29 Desember 2006 diberi dispensasi dalam pelayanan pencatatan kelahiran, tanpa harus melalui prosedur penetapan dari Pengadilan Negeri.

Sedangkan bagi anak yang lahir pada tanggal 30 Desember 2006 atau lebih dari satu tahun dari hari kelahirannya, untuk mendapat pelayanan pencatatan kelahirannya harus melalui proses penetapan Pengadilan Negeri.

Menyinggung waktu proses pembuatan kutipan akta kelahiran, menurut Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Sukabumi, dari mulai proses pengajuan permohonan hingga terbitnya akta kelahiran, saat ini dibutuhkan waktu sekitar 10 hari, karena saking banyaknya warga Kota Sukabumi yang membuat akta tersebut. Padahal sebelumnya, waktu proses pembuatan akta kelahiran tersebut bisa dilaksanakan lebih cepat, bahkan bisa ditunggu oleh pihak pemohon.

Untuk menunjang kelancaran dan ketertiban proses pembuatan akta kelahiran, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Sukabumi, menghimbau segenap warga Kota Sukabumi, supaya dalam mengajukan permohonan pembuatan akta kelahiran tersebut, tidak mewakilkan kepada orang lain, akan tetapi harus langsung datang sendiri ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Sukabumi.

 
Kamis, 7 Mei 2009
DINAS PENDIDIKAN KOTA SUKABUMI SELENGGARAKAN O2SN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, selama 3 hari tepatnya dari tanggal 5 sampai dengan 7 Mei 2009, menggelar Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), termasuk Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N), Lomba Keterampilan Siswa (LKS), Apresiasi Bahasa dan Sastera Seni (ABS2) Tingkat Kota Sukabumi, bagi siswa SD, MI, SDLB dan Inklusi, SMP, MTs, SMPLB dan Inklusi serta Akselerasi.

PLH Kepala Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, Drs. Ayep Supriatna menjelaskan, kegiatan tersebut diikuti 1.129 peserta, terdiri dari 609 peserta O2SN, dan 520 peserta FLS2N.

Ditandaskannya, secara subtansi filosofis, pendidikan olahraga dan seni merupakan bagian dari kurikulum sekolah. Namun selama ini, banyak kegiatan olahraga dan seni yang dilakukan para siswa, belum terwadahi secara optimal.

Untuk itu, pihak Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, akan menjadikan kegiatan tersebut sebagai kegiatan yang terencana dan berkesinambungan, sekaligus dijadikan barometer pembinaan olahraga dan seni di setiap sekolah. Maksud dan tujuannya, untuk memudahkan dalam mencari potensi siswa, khususnya dalam bidang olahraga dan seni.

Ditandaskan pula, kegiatan O2SN dan FLS2N ini, kedepan akan dilaksanakan secara bertahap, serta para siswa yang berhasil meraih gelar juara, akan diikutsertakan pada ajang yang sama di tingkat Provinsi Jawa Barat.

PLH Kepala Dinas Pendidikan Kota Sukabumi mengatakan, setiap sekolah akan didorong untuk memiliki satu cabang olahraga atau seni, yang menjadi unggulan dan fokus pembinaannya. Demikian pula, setiap siswa yang mempunyai potensi dalam bidang olahraga dan seni, akan senantiasa didorong dan dibina, supaya potensi yang dimiliki para siswa tersebut dapat meningkat dan berkembang.

Dalam pada itu, Pelaksana Teknis O2SN dan FLS2N/ LKS dan ABS2 Tingkat Kota Sukabumi, Iwan Mulya Satra menjelaskan, Cabang Olahraga atau Cabor yang dipertandingkan dalam O2SN, diantaranya Cabor Atletik, Senam, Renang, Tenis Meja, Bulu Tangkis, Sepak Takraw, Sepak Bola, Bola Voli Mini, Karate, Pencak Silat, dan Catur.

Sedangkan Cabang Seni yang dilombakan dalam FLS2N, diantaranya Seni Kriya, Vocal Group, Kreatifitas Seni Tari, MTQ, Cipta Cerpen, Story Telling, Seni Musik Tradisional dan Solo.

Dijelaskan pula, kegiatan tersebut dilaksanakan di sejumlah tempat. Diantaranya di GOR Remaja Merdeka, Aula Dinas Pendidikan, SDN Situ Gede, Kolam Renang Rengganis, TK Pembina, SMA Terpadu Hayatan Toyibah, dan SMK Negeri 1 Kota Sukabumi.

 
Jumat, 1 Mei 2009
DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN TINGKATKAN PENGAWASAN TERHADAP DAGING BABI
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Sukabumi, meningkatkan pengawasan terhadap daging Babi, khususnya yang didatangkan dari luar Kota Sukabumi.

Maksud dan tujuannya, seperti dikatakan Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Sukabumi, Insinyur Cecep Mansyur, sebagai langkah antisipatif kemungkinan terjadinya penyebaran virus Flu Babi ke Kota Sukabumi.

Dijelaskannya, pengawasan terhadap daging Babi tersebut, dilakukan ke setiap pasar modern yang ada di Kota Sukabumi. Sebab yang memasarkan daging Babi di Kota Sukabumi, hanya terdapat di pasar modern.

Menyinggung peternakanan Babi, menurut Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Sukabumi, di Kota Sukabumi tidak terdapat peternakan Babi, karena warga Kota Sukabumi mayoritas ber-agama Islam.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Sukabumi juga menjelaskan, pada tanggal 23 April 2009 baru-baru ini, pihaknya mengikuti Rapat Komite Daerah Flu Burung dan Zoonosis lainnya. Rapat yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, di Puri Katulistiwa Sumedang ini, selain menjelaskan tentang Flu Burung, juga menjelaskan tentang bahaya virus Flu Babi.

Ditandaskannya, Flu Babi merupakan penyakit influenza yang disebabkan oleh virus influenza A, sub type H-1 N-1. Virus ini dapat ditularkan melalui binatang khususnya Babi, dan kemungkinan bisa melalui manusia yang terjangkit virus tersebut.

Ditandaskan pula, hingga saat ini pihaknya belum pernah mendengar apalagi mendapat laporan adanya virus Flu Babi. Namun demikian, pihaknya beserta jajarannya akan ber-upaya optimal meng-antisipasi kemungkinan terjadinya penyebaran virus Flu Babi, dengan meningkatkan pengawasan terhadap daging Babi, khususnya yang didatangkan dari luar Kota Sukabumi.

 
Jumat, 1 Mei 2009
DINAS KESEHATAN KOTA SUKABUMI SELENGGARAKAN LOMBA DOKCIL DAN KKR
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, menyelenggarakan Lomba Dokter Kecil (Dokcil) dan Kader Kesehatan Remaja (KKR) Tingkat Kota Sukabumi. Lomba yang berlangsung di Gedung Juang 45, hari Senin, 27 April 2009 ini, diikuti puluhan pelajar SD, SMP dan SMA se Kota Sukabumi.

Adapun juara pertama untuk tingkat SD, diraih Stephani Mahendra, siswi SD Negeri Pakujajar CBM Kecamatan Citamiang, juara pertama untuk tingkat SMP, diraih Monik Suandari, siswi SMP Negeri 10 Kecamatan Warudoyong, dan juara pertama untuk tingkat SMA, diraih Yuni Anggia Purnama, siswi SMA Negeri 3 Kecamatan Cikole.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Sukabumi, selaku Ketua Harian Pembina Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) Tingkat Kota Sukabumi, H. Deden Solehudin, S.Ag., M.M. menjelaskan, pihaknya menyambut baik atas dilaksanakannya Lomba Dokcil dan KKR tersebut. Sebab lomba tersebut sangat besar menfaatnya, khususnya dalam memotivasi para siswa, untuk senantiasa meningkatkan pengetahuan dan wawasan dalam bidang kesehatan, sekaligus untuk senantiasa berperilaku hidup sehat. Diharapkannya, pengetahuan dan wawasan dalam bidang kesehatan yang dimiliki para siswa tersebut, agar ditransperkan kembali kepada teman-teman di sekolahnya masing-masing.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Sukabumi juga menjelaskan, visi Kota Sukabumi, yakni Terwujudnya Kota Sukabumi Sebagai Pusat Pelayanan Berkualitas Bidang Pendidikan, Kesehatan dan Perdagangan di Jawa Barat, Berlandaskan Iman dan Taqwa; serta visi Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi tahun 2008-2013, yakni Dengan Iman dan Taqwa Mewujudkan Pemerintahan yang Amanah Berparadigma Surgawi, Menuju Kota Sukabumi yang Cerdas, Sehat dan Sejahtera. Visi Kota Sukabumi serta visi Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi tersebut, tidak akan terealisasi apabila tidak ditunjang oleh peran serta masyarakat termasuk oleh para siswa.

Dalam pada itu, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Dokter Siswanto N menjelaskan, Lomba Dokcil dan KKR ini dilaksanakan secara rutin setiap tahun sekali. Maksud dan tujuannya untuk membiasakan para siswa dalam berperilaku hidup sehat, sekaligus sebagai ajang seleksi bagi para siswa SD, SMP dan SMA, guna mengikuti lomba yang sama di Tingkat Jawa Barat.

 
Kamis, 30 April 2009
PEMBUKAAN KEGIATAN YANG DISELENGGARAKAN OLEH DINAS KOPERASI, PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN TAHUN ANGGARAN 2009
Reporter : SYIFA
 

"Salah satu tolak ukur kemajuan daerah dinilai dari tingkat kemajuan perekonomiannya, indeks daya beli yang terkonsep dari Indeks Pembangunan Manusia menjadi indikator dari gambaran kondisi umum perekonomian daerah. Secara statistik semakin tinggi IPM menggambarkan tingkat perekonomian daerah semakin baik pula. Bersanding dengan sektor perekonomian lainnya Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah, KUKM selalu memegang peran signifikan dalam perekonomian daerah. Pentingnya peran KUKM utamanya terletak pada kontribusi sebagai kartu pengaman dalam masa-masa krisis melalui mekanisme rekayasa nilai tambah dan penciptaan lapangan kerja", demikian disampaikan Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan, Drs. H. Dudi Fathul Jawad, M. Si.

Acara Pembukaan Kegiatan yang Diselenggarakan oleh Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kota Sukabumi pada hari Kamis tanggal 30 April 2009 bertempat di Gedung Juang 45 Kota Sukabumi dan dibuka secara resmi oleh Wakil Walikota Sukabumi, Drs. H. Mulyono, M.M.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan menyatakan bahwa globalisasi di bidang perdagangan akan membawa implikasi yang berpengaruh terhadap pemberdayaan KUKM, setidaknya terdapat dua hal yaitu di bidang produksi, globalisasi akan menuntut sistem usaha dan yang produktif dan efisien, serta dibidang konsumsi , globalisasi membawa konsekwensi terhadap pergeseran pola konsumen sebagai akibat adanya pergeseran prilaku konsumen sehingga menuntut peningkatan kualitas produk.

Ditandaskannya Realita pendekatan teori tersebut mengembangkan konsen Kota Sukabumi masih dan akan menghadapi masalah yang sama, pengembangan KUKM akan dihadapkan pada beberapa problematika antara lain : tingkat kemampuan, keterampilan, keahlian, manajemen SDM, kewirausahaan, pemasaran dan keuangan.

Dinyatakannya dengan dasar dan kondisi tersebut Pemerintah Kota Sukabumi melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan menyelenggarakan berbagai kegiatan pada tahun anggaran 2009 sebagai upaya pembinaan, pengembangan dan pembangunan di sektor koperasi, perindustrian dan perdagangan yang merupakan satu bukti dari komitmen dan keberpihakan Pemerintah Kota Sukabumi terhadap keberadaan KUKM dalam membangkitkan sektor riil pemberdayaan ekonomi kerakyatan serta sebagai implementasi Rencana Strategis Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Tahun Anggaran 2009-2010 dan Rencana Kerja tahun 2009 sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan selama kurun waktu satu tahun dengan demikian Rencana Kerja tahun 2009 benar-benar telah memenuhi prinsip good governance dan hal tersebut merupakan penjabaran dari Visi dan Misi Kota Sukabumi serta Visi dan Misi Walikota dan Wakil Walikota yang ditegaskan dalam Visi dan Misi Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kota Sukabumi sehingga nampak sasaran pembangunan perekonomian Kota Sukabumi kurun waktu lima tahun kedepan.

Pembukaan Kegiatan Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan di buka dengan penyematan tanda peserta secara simbolis kepada para peserta sosialisasi/pelatihan yang akan mengikuti kegiatan selama tahun 2009.

 
Kamis, 30 April 2009
WAKIL WALIKOTA HIMBAU AGAR DINAS KOPERINDAG MENINGKATKAN PERANNYA DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI DI KOTA SUKABUMI
Reporter : SYIFA
 

Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kota Sukabumi pada hari ini Kamis tanggal 29 April 2009 menyelenggarakan Pembukaan Kegiatan Tahun Anggaran 2009.

Pembukaan Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kota Sukabumi Tahun Anggaran 2009 bertempat di Gedung Juang 45 Kota Sukabumi dan di buka oleh Wakil Walikota, Drs. H. Mulyono, M.M.

Wakil Walikota, Drs. H. Mulyono, M.M., dalam sambutannya mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada semua OPD yang telah bekerja sama serta Beliau berharap melalui kegiatan ini minimal kita mampu merefleksi dan merenungi diri bahwa rancangan ini merupakan sebuah proses dari keberhasilan.

Dikatakannya, Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kota Sukabumi melalui kegiatan ini merupakan salah satu langkah mengkomunikasikan atau menyampaikan pesan kepada masyarakat terhadap kegiatan apa yang akan dilakukan dan bentuk akuntabilitas serta bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat.

Ditambahkannya, tiga hal penting yang berkenaan dengan potensi Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan adalah potensi koperasi di Kota Sukabumi dengan 27 ribu anggota merupakan potensi yang sangat luar biasa, serta pelaku industri yang di dalamnya termasuk pelaku perdagangan serta potensi perdagangan Kota Sukabumi yang sangat besar sehingga masyarakat akhirnya memilih 3 indikator ini untuk menentukan sikap kedepan yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang 2005-2025.

"Indikasi penurunan angka kemiskinan dan naiknya Angka Indeks Pembangunan Manusia di Kota Sukabumi merupakan indikator keberhasilan peningkatan ekonomi di Kota Sukabumi walaupun di terpa oleh Krisis Keuangan Global, Krisis Ekonomi Global serta Krisis Energi", ungkap Wakil Walikota.

Mengakhiri sambutannya, Beliau menghimbau agar Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan mampu meningkatkan pelayanan dan perannya sebagai fasilitator sertaw motivator pembangunan ekonomi khususnya untuk pengembangan usaha bagi masyarakat terutama di kalangan usaha kecil dan menengah serta dapat menerapkan strategi pembangunan ekonomi kerakyatan juga Beliau berharap semoga program dan kegiatan yang akan dilaksanakan dapat lebih meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada Pemerintah Kota Sukabumi dan memohon Ridho Allah SWT untuk selalu membimbing perjalanan Kota Sukabumi untuk menuju hari esok yang lebih baik.

 
Rabu, 29 April 2009
DINAS KESEHATAN ANTISIPASI KEMUNGKINAN TERJADI PENYEBARAN VIRUS FLU BABI
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, ber-upaya optimal meng-antisipasi kemungkinan terjadi penyebaran virus Flu Babi. Upaya tersebut, menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Dokter H. Boyke Priyono S, M.Kes., diantaranya ditempuh melalui koordinasi dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Sukabumi, untuk melakukan penyuluhan tentang cara memelihara dan menyembelih hewan khususnya Babi, supaya aman dikonsumsi oleh masyarakat.

Selain itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, menghimbau segenap lapisan masyarakat, untuk senantiasa tetili dan berhati-hati, khususnya dalam memelihara dan mengonsumsi daging Babi.

Ditandaskannya, masyarakat yang memelihara Babi dan para petugas di tempat pemotongan hewan khususnya Babi, sangat rentan terkena virus Flu Babi.

Berkaitan dengan hal tersebut, apabila bagian tubuh mereka kontak langsung dengan darah dan daging Babi, agar segera mencucinya dengan menggunakan sabun yang mengandung anti bakteri. Hal tersebut perlu dilakukan, sebagai langkah awal pencegahan penyebaran virus Flu Babi.

Disamping itu, apabila telah kontak langsung dengan darah dan daging Babi, agar tidak langsung mengisap rokok dan makan, karena sangat berbahaya, serta bisa dengan cepat terkena virus Flu Babi. Ditandaskan pula, tempat-tempat yang berpotensi menularkan virus Flu Babi, yakni tempat-tempat pemotongan hewan khususnya Babi.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi juga menghimbau segenap lapisan masyarakat yang mengalami sakit panas tinggi disertai flu dan batuk, ter-utama yang memiliki luka pada tubuh dan mengenai darah Babi, agar segera memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat, untuk segera ditangani dan diobati. Sebab apabila tidak segera ditangani dan diobati, dihawatirkan akan ber-akibat fatal. Karena virus tersebut akan segera menyebar dengan cepat, melalui luka pada bagian tubuh manusia yang terkena darah Babi.

 
Selasa, 28 April 2009
DINAS PENDIDIKAN OPTIMIS SISWA KOTA SUKABUMI MAMPU BERSAING DALAM OLIMPIADE SAINS
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, optimis siswa Kota Sukabumi mampu bersaing dalam Olimpiade Sains Tingkat Jawa Barat, yang dijadualkan berlangsung selama 4 hari, tepatnya dari tanggal 8 sampai dengan 11 Juni 2009.

Untuk menunjang kelancaran dan keberhasilan para siswa dalam Olimpiade Sains Tingkat Jawa Barat tersebut, Dinas Pendidikan Kota Sukabumi melakukan berbagai upaya dan persiapan, termasuk pembinaan kepada para siswa. Diantaranya menyelenggarakan seleksi tingkat Kota Sukabumi, bertempat di SMA Negeri 1 Kota Sukabumi, belum lama ini.

Penanggungjawab Seleksi, Ika Sartika menjelaskan, dilaksanakannya seleksi tersebut, untuk menghasilkan siswa yang benar-benar berkualitas dan layak dalam mengikuti olimpiade tersebut, sehingga para siswa mampu memberikan yang terbaik bagi Kota Sukabumi.

Diharapkannya, para siswa yang terpilih dalam seleksi tersebut, agar senantiasa ber-upaya optimal mempersiapkan diri, dengan rajin menghapal seluruh materi pelajaran yang akan dilombakan. Sebab lomba tersebut, merupakan kesempatan emas bagi para siswa untuk tampil dalam lomba selanjutnya, baik di tingkat nasional maupun di tingkat internasional.

Menyinggung prestasi yang telah diraih siswa Kota Sukabumi dalam Olimpiade Sains tahun lalu, menurut Penanggungjawab Seleksi, yakni berhasil menduduki peringkat kedua Tingkat Jawa Barat.

Diharapkan pula, prestasi yang telah diraih siswa Kota Sukabumi tersebut, agar dijadikan modal bagi siswa Kota Sukabumi dalam Olimpiade Sains Tingtkat Jawa Barat tahun ini, sehingga secara bertahap mampu memperbaiki peringkat, yakni dari peringkat kedua menjadi peringkat pertama di Jawa Barat.

Sementara sejumlah siswa yang terpilih dalam seleksi tersebut mengatakan, mereka akan ber-upaya optimal meningkatkan pengetahuan dan wawasan, dengan senantiasa menghapal seluruh materi pelajaran yang akan dilombakan, supaya dalam lomba tersebut dapat tampil baik, sekaligus membawa nama harum Kota Sukabumi di Jawa Barat.

 
Senin, 27 April 2009
DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN KOTA SUKABUMI SELENGGARAKAN SOSIALISASI SAKIP
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Sukabumi, baru-baru ini menyelenggarakan sosialisasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP).

Sosialisasi yang berlangsung selama 3 hari tepatnya dari tanggal 22 sampai dengan 24 April 2009 di SMK Negeri 3 Kota Sukabumi tersebut, membahas aplikasi Rencana Strategis (Renstra) bidang pertanian ke depan.

Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., dalam sambutannya mengatakan sangat mendukung atas dilaksanakannya sosialisasi tersebut. Sebab dengan dilaksanakannya sosialissi tersebut, dapat menunjang terhadap pengembangan pertanian di Kota Sukabumi, melalui sektor agribisnis.

Ditandaskannya, dengan berkembangnya sektor agribisnis, dapat berdampak terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Sukabumi, khususnya dalam sektor daya beli masyarakat.

Ditandaskan pula, potensi pertanian di Kota Sukabumi sangat baik. Hasil komoditi yang diper-oleh para petani, tidak hanya sebatas pada padi berkualitas saja, akan tetapi juga palawija, seperti markisa di wilayah Kecamatan Baros.

Sedangkan aplikasi agribisnis lainnya yang berkembang di Kota Sukabumi, yakni jamur di Secapa Polri, yang dibudidayakan Warsino, hingga berkapasitas 30 ribu jamur. Selanjutnya agribisnis kerupuk ceker ayam, yang dikembangkan oleh H. Kusoy, tepatnya di Gang Merak. Kemudian agribisnis Baso Ikan Anugerah, Susu Sapi Subangjaya dan Cikundul, serta Cabe di Jogray, dan sebagainya.

Hadir dalam sosialisasi tersebut, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Sukabumi, H. Deden Solehudin, S.Ag., M.M., Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Sukabumi, Insinyur H. Dayat Nurhayat SW, M.Sc., perwakilan dari Dinas Pertanian dan Kelautan Provinsi Jawa Barat, serta 110 peserta dari staf dan penyuluh pertanian se Kota Sukabumi.

 
Selasa, 31 Maret 2009
RAPAT KOORDINASI PENYAKIT MENULAR TINGKAT KOTA SUKABUMI
Reporter : SYIFA
 

Prinsip One World One Healt, One District One Health, bahwa kesehatan itu menjadi sebuah urusan dan tanggung jawab bersama sehingga perlu melibatkan sektor diluar sektor kesehatan yang bertujuan untuk meminimalkan Kejadian Luar Biasa atau Wabah juga akan lebih efisien dan efektif di bidang pendanaan.

Penyakit menular merupakan masalah yang sangat memerlukan perhatian dari berbagai kalangan masyarakat karena penyebarannya belum dapat dikendalikan, tidak mengenal batas atau borderless dan faktor risiko penyakit menular adalah lingkungan serta perilaku masyarakat yang keduanya dapat dimodifikasi pada manusia melalui pendidikan kesehatan.

Kepala Bidang P2M Kota Sukabumi, Dokter Rita Fitri, dalam acara rapat Koordinasi Penyakit Menular Tingkat Kota Sukabumi pada hari Selasa tanggal 31 Maret 2009 bertempat di Terrace Cafe menjelaskan bahwa pihak Dinas Kesehatan Kota Sukabumi senantiasa memberikan pelayanan dasar kesehatan kepada masyarakat dan salah satu programnya adalah penanganan penyakit menular yang terjadi di masyarakat.

Ditandaskannya, dalam rangka meningkatkan kewaspadaan dini terhadap ancaman munculnya/berkembangnya penyakit atau masalah kesehatan di masyarakat maka Dinas Kesehatan mengembangkan Program Surveilans Penyakit Menular Berbasis Masyarakat berdasarkan prinsip Pemberdayaan masyarakat setempat dalam upaya mencegah muncul dan berkembangnya suatu penyakit melalui pengamatan dan pemantauan secara terus menerus dan prinsip Kemandirian yaitu masyarakat mengupayakan pencegahan dan penanggulangan secara mandiri sesuai dengan kemampuan yang dimiliki, terhadap ancaman penyakit yang akan muncul/berkembang di Bantu oleh petugas kesehatan/terkait.

Program Surveilans Penyakit Menular Berbasis Masyarakat ini mempunyai ruang lingkup :
1. Surveilans epidemiologi penyakit menular
2. Surveilans epidemiologi penyakit tidak menular
3. Surveilans epidemiologi kesehatan lingkungan dan perilaku
4. Surveilans epidemiologi masalah kesehatan
5. Surveilans epidemiologi kesehatan matra


Penyakit dan masalah kesehatan yang sering terjadi dan perlu diwaspadai adalah :
1. Diare
2. Demam berdarah Dengue
3. Malaria
4. Campak
5. Infeksi Saluran Pernafasan Atas
6. Keracunan Makanan
7. Gizi Buruk
8. Perilaku Kesehatan yang buruk
9. Gejala Penyakit yang belum dikenal

Tugas Surveillans di Pos Kesehatan Desa adalah :
1. Klarifikasi terhadap kejadian yang dilaporkan masyarakat/pokja surveilans.
2. Pengumpulan data (hasil kunjungan pasien)
3. Melakukan respon cepat (berupa laporan & tindakan); action : bekerja sama dgn tgc puskesmas/tgc kabupaten
4. Analisis sederhana (pws); mengetahui besaran masalah/ faktor risiko menurut tempat,waktu & penderita).
5. Memberikan saran ttg upaya pencegahan & penanggulangan (forum komunikasi desa).
6. Bersama masyarakat Membantu upaya-upaya penanggulangan.

Indikator keberhasilan dari Program Surveilans Penyakit Menular Berbasis Masyarakat ini adalah :
1. Adanya laporan masyarakat tentang penyakit dan kondisi kesehatan lingkungan.
2. Adanya upaya pencegahan dan penanggulangan sederhana oleh masyarakat.
3. Respon cepat petugas dan aparat.
4. Tersedianya informasi tentang situasi penyakit di Pos Kesehatan Desa.


Guna menunjang kelancaran dan keberhasilan Program Surveilans Penyakit Menular Berbasis Masyarakat serta mendukung program kelurahan siaga, pihak Dinas Kesehatan Kota Sukabumi melakukan pemberdayaan sumber daya manusia dari tingkat Rt dan Rw sebagai kader kesehatan.

 
Sabtu, 21 Maret 2009
DINAS PENDIDIKAN TERIMA DANA HIBAH SEBESAR 14,18 MILYAR RUPIAH DARI APBD KOTA SUKABUMI TAHUN 2009
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, baru-baru ini menerima dana hibah sebesar 14,18 milyar rupiah, dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Sukabumi Tahun 2009.

Jumlah dana tersebut untuk membantu siswa yang tidak mampu dan yang berprestasi, baik di sekolah negeri maupun di sekolah swasta. Antara lain, untuk SD dan MI sebesar 4 milyar rupiah, untuk SMP dan MTs sebesar 7 milyar rupiah, serta untuk SMA, SMK dan MA sebesar 3 milyar rupiah.

Dijelaskannya, jumlah dana hibah tersebut sudah termasuk bea siswa untuk 1.000 pelajar dari mulai SD dan MI hingga SMA, SMK dan MA se Kota Sukabumi, masing-masing sebesar 750 ribu rupiah per tahun.

Seperti dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, Sanusi Hardjadiredja, S.Pd., bantuan dana hibah tersebut sesuai dengan Surat Keputusan Walikota Sukabumi Nomor 6 Tahun 2009, tertanggal 16 Februari 2009. Dikatakan pula, dana hibah tersebut akan disalurkan ke rekening sekolah masing-masing, dan bisa diambil melalui Bank Jabar Cabang Kota Sukabumi.

Adapun siswa yang berhak mendapatkan bantuan dari dana hibah tersebut, yakni harus sesuai dengan dengan 14 persyaratan, yang telah ditentukan oleh pemerintah. Diantaranya siswa yang ber-asal dari keluarga tidak mampu, yang terdaftar sebagai penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT), Anak Yatim dan Piatu dan yang lainnya.

Sedangkan besaran bantuan untuk siswa SD dan MI masing-masing sebesar 60 ribu rupiah per tahun, untuk siswa SD Negeri Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI) masing-masing sebesar 300 ribu rupiah per tahun, dan untuk siswa SD Negeri Standar Sekolah Nasional (SSN), yakni 6 SD Negeri CBM se Kota Sukabumi, masing-masing sebesar 100 ribu rupiah per tahun, serta untuk siswa SD Negeri Potensial, yakni 103 SD Negeri Potensial se Kota Sukabumi, masing-masing sebesar 100 ribu rupiah per tahun.

Sementara untuk siswa SMP Negeri dan Akselerasi, yakni SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 2 Kota Sukabumi, masing-masing mendapat bantuan sebesar 1 juta 7 ribu rupiah per tahun, serta untuk siswa SMP Negeri SSN, yakni 14 SMP Negeri SSN masing-masing sebesar 517 ribu 500 rupiah per tahun. Selanjutnya untuk siswa SMP Swasta dan MTs, masing-masing mendapat bantuan 150 ribu rupiah per tahun.

Diharapkannya, bantuan dana hibah tersebut agar dimanfaatkan dan digunakan dengan sebaik-baiknya, sesuai dengan peraturan dan per-undang-undangan yang berlaku. Sebab bantuan dana tersebut merupakan amanah yang harus dipertanggung-jawabkan, baik di dunia maupun kelak di akhirat.

 
Kamis, 5 Maret 2009
DINAS PERHUBUNGAN KOTA BOGOR STUDI BANDING KE KOTA SUKABUMI
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kota Bogor, hari Selasa, 3 Maret 2009, melakukan studi banding ke Kota Sukabumi. Kedatangan rombongan Dinas Perhubungan tersebut, diterima Wakil Walikota Sukabumi, Drs. H. Mulyono, M.M., di Operation Room Balaikota.

Dalam sambutannya, Wakil Walikota Sukabumi mengatakan, kedatangan rombongan Dinas Perhubungan Kota Bogor ini, merupakan kebanggaan sekaligus sebagai tantangan. Karena yang dilakukan Kota Sukabumi ini, dapat dicontoh sekaligus memberi manfaat kepada daerah lain. Namun di sisi lain, kedatangan rombongan tersebut harus dijadikan acuan semangat dalam menciptakan ide brilian, sekaligus merealisasikan ide-ide yang lebih baik lagi, untuk menunjang kemajuan dan perkembangan pembangunan Kota Sukabumi dalam berbagai bidang.

Pada bagian lain sambutannya, Wakil Walikota Sukabumi menghimbau Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya, agar mencontoh Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, yang telah memberi banyak perubahan positif, khususnya dalam bidang lalu lintas.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kota Bogor, Achmad Syarief menjelaskan, pihaknya merasa tertarik dengan kinerja Dinas Perhubunga Kota Sukabumi, khususnya dalam menekan tingkat kemacetan lalu lintas, dengan sistem shif kepada seluruh trayek Angkutan Kota (Angkot). Karena dengan sistem tersebut, selain dapat menekan kemacetan lalu lintas, juga dapat memberi manfaat sekaligus meningkatkan pendapatan para sopir Angkot.

Dijelaskannya, di Kota Bogor saat ini terdapat 3 ribu Angkot, tersebar di 30 trayek. Jumlah tersebut sudah termasuk angkutan masal, yakni Bus Trans Pakuan. Dijelaskan pula, penerapan sistem shif Angkot di Kota Sukabumi ini, akan diterapkan dan dikembangkan di Kota Bogor. Namun sebelumnya akan dilakukan sosialisasi kepada para sopir Angkot. Sebab apabila tanpa di lakukan sosialisasi terlebih dahulu, program tersebut tidak akan berhasil dan berjalan optimal.

 
Rabu, 4 Maret 2009
SEBANYAK 72 KENDARAAN DINAS OPERASIONAL AKAN SEGERA DILELANG ATAU DIDUM
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Sebanyak 72 kendaraan dinas operasional milik Pemerintah Kota Sukabumi, yang terdiri dari 70 kendaraan roda dua dan 2 kendaraan roda empat berupa mobil ambulan, akan segera dihapus dari daftar inventaris barang milik daerah, yakni dilelang atau didum.

Kepala Bidang Pengelolaan Aset Daerah Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Sukabumi, Dra. Iyan Damayanti, M.Si. menjelaskan, ke-72 kendaraan tersebut saat ini sedang diproses, yakni dilakukan penelitian oleh Panitia Penghapusan, untuk dibuatkan Surat Keputusan (SK) tentang penghapusan kendaraan dinas operasional, oleh Kepala Daerah dan Sekretaris Daerah Kota Sukabumi. Setelah selesai dibuatkan SK penghapusan, baru diajukan untuk dibuatkan SK pelelangan atau dum. Hal tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 17 Tahun 2007, yakni sebelum Kepala Daerah mengeluarkan SK penghapusan, harus dilakukan penelitian oleh Panitia Penghapusan Kendaraan Dinas Operasional, atas kendaraan yang diajukan untuk dihapus.

Dijelaskan pula, proses tersebut dilakukan, selain berdasarkan Permendagri, juga sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 6 Tahun 2006, dimana Pemerintah Daerah harus membentuk Panitia Penghapusan, untuk melakukan penelitian, baik dari administrasi atau kepemilikan kendaraan, maupun keadaan fisik kendaraan, yang memungkinkan mengganggu kelancaran tugas dinas, efisiensi penggunaan, biaya operasional, nilai jual kendaraan, dan sebagainya yang dipandang perlu.

Diharapkannya, proses penelitian, penghapusan dan pelelangan kendaraan dinas operasional tersebut, dalam jangka waktu dua atau tiga bulan bisa selesai.

Adapun persyaratan pengajuan lelang atau dum kendaraan dinas operasional roda dua, antara lain: kendaraan operasional tersebut telah ber-umur lebih dari 5 tahun. Namun demikian, kendati batasan umurnya telah ditetapkan, tapi tetap harus memperhatikan kelancaran pelaksanaan tugas, atau sudah ada penggantinya. Selanjutnya pegawai atau pejabat yang mengajukan lelang atau dum, telah memiliki masa kerja 10 tahun, dan diprioritaskan bagi pegawai yang akan memasuki masa pensiun, atau Ketua dan Wakil Ketua DPRD yang telah memiliki masa bhakti 5 tahun.

Sedangkan untuk kendaraan roda empat, yakni 2 ambulan yang merupakan kendaraan dinas operasional khusus lapangan, penjualannya harus melalui proses pelelangan umum atau pelelangan terbatas. Hasil penjualan atau pelelangan dari kedua kendaraan roda empat tersebut, harus disetorkan ke kas daerah.

 
Rabu, 25 Februari 2009
WAKIL WALIKOTA LANTIK 95 PEJABAT DI LINGKUNGAN DINAS PENDIDIKAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Wakil Walikota Sukabumi, Drs. H. Mulyono, M.M., hari Selasa, 24 Februari 2009, mengambil sumpah dan melantik 95 pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan.

Adapun ke-95 pejabat tersebut, terdiri dari 29 Kepala SD, 5 Kepala SMP, 1 Kepala SMK, 3 Penilik Sekolah, dan 24 Pengawas Sekolah. Selanjutnya 12 pejabat eselon IV-B tingkat Unit Pelaksana Teknis (UPT) SMK, dan 12 pejabat eselon V-A tingkat SMP dan SMA.

Wakil Walikota Sukabumi, dalam sambutannya menjelaskan, pengambilan sumpah dan pelantikan terhadap para pejabat ini, merupakan tahap ter-akhir di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi.

Ditandaskannya, tugas dan peran PNS di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Sukabumi akan semakin berat. Sebab Pemerintah Kota Sukabumi, saat ini sedang ber-upaya optimal mencapai visi Kota Sukabumi, yakni Terwujudnya Kota Sukabumi Sebagai Pusat Pelayanan Berkualitas Bidang Pendidikan, Kesehatan dan Perdagangan di Jawa Barat, Berlandaskan Iman dan Taqwa; serta visi Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi tahun 2008-2013, yakni Dengan Iman dan Taqwa Mewujudkan Pemerintahan yang Amanah Berparadigma Surgawi, Menuju Kota Sukabumi yang Cerdas, Sehat dan Sejahtera. Ditandaskan pula, untuk mewujudkan kualitas pendidikan, harus melalui proses belajar yang berkualitas, termasuk penataan lembaga dan tenaga.

Pada bagian lain sambutannya, Wakil Walikota Sukabumi mengharapkan kepada para pejabat yang diambil sumpah dan dilantik ini, agar mensyukuri sekaligus menjalankan jabatan yang diemban dan diamanahkan tersebut, dengan sebaik-baiknya. Sebab jabatan yang diemban dan diamanahkan tersebut harus dipertangung jawabkan, baik di dunia maupun diakhirat kelak.

Dikatakannya, pemerintah memberi keleluasaan kepada para guru di daerah, dalam memilih jalur karir yang akan ditempuh, yakni jabatan fungsional dan struktural, yang dilengkapi dengan surat pernyataan dari masing-masing guru. Dengan demikian, jalur dan penentuan karir tersebut, sesuai dengan keinginan para guru masing-masing.

 
Kamis, 29 Januari 2009
TIGA KEPALA DINAS IKUT TES KESEHATAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Tiga Kepala Dinas di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, yakni Kepala Dinas Kesehatan, Dokter H. Boyke Priyono S, M.Kes., Kepala Dinas Perhubungan, Drs. Andri Setiawan, M.M., dan Kepala Dinas Pendidikan, Sanusi Hardjadiredja, S.Pd., hari Rabu baru-baru ini, mengikuti Tes Kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R. Syamsudin, S.H. Kota Sukabumi.

Maksud dan tujuannya, seperti dikatakan Kepala RSUD R. Syamsudin, S.H. Kota Sukabumi, Dokter H. Suherman, MKM., untuk membuktikan, bahwa kesehatan ketiga Kepala Dinas tersebut benar-benar fit/ sehat dan tidak ada masalah. Dijelaskannya, ketiga Kepala Dinas tersebut, diperiksa di Ruang Central Diagnostik secara bergiliran, dari pagi hingga siang hari.

Sedangkan jenis pemeriksaan kesehatan yang dilakukan pihak rumah sakit terhadap ketiga Kepala Dinas tersebut, diantaranya pengambilan darah, tes vaksinasi hepatitis B, pemeriksanaan Electro Cardio Gram (ECG) atau pemeriksaan jantung, treadmill, rontgent, tekanan darah, nadi, gigi, mata, berat badan dan tinggi badan.

Salah seorang peserta tes kesehatan, yakni Kepala Dinas Kesehatan, Dokter H. Boyke Priyono S, M.Kes., dalam kesempatannya menjelaskan, kendati dirinya berprofesi dalam bidang kesehatan, tapi pemeriksaan tes kesehatan ini sangat penting dilakukan, karena kesehatan harus senantiasa dijaga dan dipelihara.

Dalam pada itu, Manager Medical Ceck Up RSUD R. Syamsudin, S.H. Kota Sukabumi, Dokter Eti Rohaeti Gunawan menjelaskan, program tes kesehatan yang dilakukan setiap tahun sekali ini, dibiayai Pemerintah Kota Sukabumi. Dikatakannya, dalam tahun ini, yang mengikuti Medical Ceck Up sebanyak 29 pejabat eselon II dan 106 pejabat eselon III. Adapun waktu pemeriksaan bagi para pejabat eselon II, dari tanggal 27 hingga 29 Januari 2009, dan bagi para pejabat eselon III, dari tanggal 2 hingga 5 Februari 2009.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Asisten Administrasi Setda Kota Sukabumi, Insinyur Dodi Rosadi, Dipl. S.E., dan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Sukabumi, Hajah Isye Muslikh Abdussyukur.

 
Jumat, 23 Januari 2009
DINAS PENDIDIKAN KOTA SUKABUMI BERI BANTUAN SARANA PERIBADATAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, memberi bantuan sarana peribadatan kepada 16 SMP, 4 SMA dan 3 SMK se Kota Sukabumi. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Wakil Walikota Sukabumi, Drs. H. Mulyono, M.M., bertempat di Aula Dinas Pendidikan, baru-baru ini.

Wakil Walikota Sukabumi, dalam kesempatan tersebut menjelaskan, sekolah tidak akan berhasil membangun akhlak dan spiritual guru dan siswa, apabila tidak ditunjang oleh sarana peribadatan yang memadai. Sebab ilmu yang didapat para siswa harus seimbang, baik untuk bekal di dunia maupun bekal di akhirat, dengan melaksanakan kewajiban kepada Allah Ta’alla.

Untuk itu, Wakil Walikota Sukabumi meminta kepada segenap pihak sekolah, agar tidak memikirkan duniawi saja, akan tetapi juga harus memikirkan bekal di akhirat, termasuk memperhatikan sarana peribadatan.

Diharapkannya, dengan adanya bantuan tersebut, dapat meningkatkan kecintaan dan ketaqwaan para guru dan siswa, dalam melaksanakan kewajiban kepada Allah Ta’alla. Hal tersebut sesuai visi Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi tahun 2008-2013, yakni Dengan iman dan taqwa mewujudkan pemerintahan yang amanah berparadigma surgawi, menuju Kota Sukabumi yang cerdas, sehat dan sejahtera, baik jasmani maupun rokhani, dilandasi nilai fhilosofis Shidiq, Tabligh, Amanah, Fathonah.

Dikatakannya, salah satu indikator iman dan taqwa, diantaranya dengan melaksanakan kewajiban kepada Allah Ta’alla, dari mulai membangun dan memperbaiki sarana peribadatan, hingga melaksanakan shalat wajib berjama’ah dan yang lainnya.

Sementara salah seorang penerima bantuan, Kepala SMA Negeri 4 Kota Sukabumi, Drs. Pipid Hudaya, M.Si. menjelaskan, dengan adanya bantuan tersebut, dapat mengatasi sekaligus memenuhi kebutuhan sarana peribadatan di SMA yang dipimpinnya. Selain itu, juga dapat memotivasi sekaligus meningkatkan keimanan dan ketaqwaan para guru dan siswa, khususnya dalam melaksanakan kewajiban kepada Allah Ta’alla.

 
Kamis, 22 Januari 2009
TIM MEDIS DINAS KESEHATAN DAN KPA MELAKUKAN PENYULUHAN HIV-AIDS
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Tim Medis Dinas Kesehatan dan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Sukabumi, melakukan penyuluhan HIV-AIDS, kepada ratusan siswa SMK Negeri 2 Kota Sukabumi, baru-baru ini.

Dalam kesempatannya, Tim Medis Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Dokter Wahyu menjelaskan, penyebaran virus HIV-AIDS harus senantiasa diwaspadai sejak dini, khususnya di kalangan remaja yang rentan pergaulan bebas. Untuk itu, para siswa perlu mendapat pengetahuan dan pemahaman tentang HIV-AIDS, akibat dari pergaulan bebas. Selain itu, para siswa juga perlu mendapat pengawasan dari para orang tuanya masing-masing.

Dijelaskannya, Human Ummunodefiency Virus (HIV), merupakan penyebab yang melemahkan sistem kekebalan tubuh atau sel darah putih. Dengan demikian, orang yang ter-infeksi HIV, mudah terserang penyakit yang mengancam hidupnya. Sedangkan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS), merupakan kumpulan beberapa gejala, akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh yang disebabkan HIV.

Dalam pada itu, Tim KPA Kota Sukabumi, Zaenal dan Misty menjelaskan, dilaksanakannya penyuluhan tersebut, sebagai salah satu upaya, agar para remaja mengetahui dan memahami akan bahaya HIV-AIDS. Dengan demikian, para remaja akan ber-upaya optimal meng-antisipasi dan menghindari penyakit tersebut, dengan senantiasa melaksanakan perilaku hidup sehat, manjauhi narkoba dan menjaga pergaulan bebas, serta senantiasa meningkatkan keimanan dan ketaqwaan.

Sementara Pembina Osis SMK Negeri 2 Kota Sukabumi, Slamet Widodo, S.Pd. menjelaskan, penyuluhan yang dilakukan Tim Medis Dinas Kesehatan dan KPA Kota Sukabumi ini, merupakan salah satu upaya dan terobosan di sekolah, khususnya dalam membuka cakrawala dan dampak pergaulan bebas.

Untuk itu, Pembina Osis SMK Negeri 2 Kota Sukabumi mengharapkan, penyuluhan tersebut agar dilaksanakan secara rutin setiap bulan sekali. Sebab apabila tidak dilaksanakan secara rutin, hasilnya tidak akan sempurna, serta tidak akan mencapai sasaran secara optimal.

 
Rabu, 24 Desember 2008
DINAS TARLINGKIM DAN TP PKK SELENGGARAKAN SOSIALISASI PENGOLAHAN DAN PEMANFAATAN LINGKUNGAN HIDUP
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Dinas Tata Ruang, Lingkungan dan Pemukiman (Tarlingkim) dan Tim Penggerak (TP) PKK Kota Sukabumi, menyelenggarakan Sosialisasi Pengolahan dan Pemanfaatan Lingkungan Hidup, termasuk tehnik dan cara-cara mendaur ulang sampah, baik organik maupun non organik.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Juang 45, hari Selasa, 23 Desember 2008 ini, diikuti 500 peserta, terdiri dari unsur instansi terkait, Tim Penggerak PKK, Dharma Wanita, Gabungan Organisasi Wanita, Kelompok Pemerhati Lingkungan, dan Sekolah-sekolah Adiwiyata se Kota Sukabumi.

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Sukabumi, Hajah Isye Muslikh Abdussyukur, dalam sambutannya menjelaskan, aneka ragam kerajinan tangan telah dihasilkan oleh anggota Tim Penggerak PKK. Yang cukup menggembirakan, yakni kerajinan dari bahan dasar limbah rumah tangga, termasuk berbagai jenis sampah kayu yang mudah didapat di lingkungan masyarakat.

Ditandaskannya, pemanfaatan limbah rumah tangga tersebut sangat besar manfaatnya, khususnya dalam membantu dan mengurangi punumpukan sampah di sekitar pemukiman. Selain itu, juga dapat meningkatkan penghasilan masyarakat, termasuk meningkatkan kebersihan, keindahan dan kesehatan lingkungan.

Adapun jenis home industri yang dihasilkan Tim Penggerak PKK tersebut, diantaranya figura, serta obat gosok dari bahan akar pacira dan jati kuning. Hasil produksi kerajinan tersebut telah dipasarkan di wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi, serta ke luar daerah seperti Jakarta dan Bandung.

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Sukabumi berpesan kepada segenap lapisan masyarakat, agar senantiasa berpartisipasi aktif mengurangi pencemaran lingkungan, melalui pemanfaatan limbah rumah tangga dan penataan lingkungan, guna menciptakan lingkungan yang bersih, indah dan sehat.

Diharapkannya, dengan dilaksanakannya kegiatan ini, dapat berdampak positif pada pengolahan limbah rumah tangga dan pemanfaatan lingkungan. Karena apabila tidak olah dan dimanfaatkan, dapat mengganggu terhadap kesinambungan lingkungan, serta bertentangan dengan konsep pembangunan berkelanjutan dan pembangunan berwawasan lingkungan, sebab dapat mengakibatkan pada pencemaran lingkungan.

 
Jumat, 12 Desember 2008
RAPAT KOORDINASI MUSPIDA PLUS DALAM RANGKA PERSIAPAN HARI NATAL DAN TAHUN BARU 2009
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota Sukabumi, hari Rabu, 10 Desember 2008, di Operation Room Setda Kota Sukabumi, melaksanakan Rapat Koordinasi Muspida Plus, dalam rangka persiapan sekaligus menyambut Hari Natal dan Tahun Baru 2009.

Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si. menandaskan, pada Hari Natal dan Tahun Baru 2009, ada tiga sukses yang harus ditempuh oleh semua pihak. Yakni sukses dalam bidang keamanan dan ketertiban, sukses dalam bidang kesejahteraan, serta sukses dalam bidang pelayanan umum.

Dalam bidang keamanan dan ketertiban, Pemerintah Kota Sukabumi akan melaksanakan Operasi Lilin Lodaya 2008, yang dilakukan oleh Polres Kota Sukabumi, melibatkan Kodim 0607, Sub Den Pom, Dinas Perhubungan, Dinas Pol PP dan Kesbang, Pemadam Kebakaran, dan Dinas Kesehatan, dengan melakukan siaga dan patroli wilayah ke pusat-pusat keramaian, lingkungan perumahan dan pemukiman, objek vital, daerah rawan macet lalu lintas, pasar, swalayan dan tempat-tempat ibadah. Selain itu, juga akan dilaksanakan penegakan Peraturan Daerah, dalam bentuk operasi penertiban PKL, PSK, minuman keras, narkoba, pornografi dan perjudian.

Sedangkan dalam bidang kesejahteraan, akan dilaksanakan pemantauan terhadap harga eceran barang kebutuhan pokok masyarakat secara intensif, meningkatkan koordinasi dengan Bulog, Pertamina, dan Hiswana Migas, menyiapkan dengan baik pelaksanaan konversi minyak tanah ke gas, termasuk pemantauan ketersediaan BBM di setiap SPBU.

Sementara dalam bidang pelayanan umum, Pemerintah Kota Sukabumi telah melaksanakan rapat koordinasi persiapan dengan instansi terkait, diantaranya dengan Polres Kota Sukabumi, Dinas Perhubungan, Dinas Pol PP dan Kesbang, PT PLN APJ Sukabumi, Organda, Pengusaha Angkutan, Awak Kendaraan, Jasa Raharja, SPBU, dan Unit Derek, menyangkut kesiapan terminal dan armada kendaraan, serta jalan dan jalur alternatif, termasuk kesiapan petugas dilapangan, sarana dan prasarana lainnya, seperti kendaraan operasional, rambu-rambu, marka, dan traffic light.

Untuk menunjang kelancaran dan keberhasilan dalam bidang transportasi, aparat instansi terkait akan membuat posko di Terminal Sudirman dan Lembursitu, melaksanakan penyuluhan, wawar, serta himbauan kepada para pengguna jalan dan jasa angkutan. Selain itu juga telah diinstruksikan kepada Dinas Kesehatan, untuk melaksanakan siaga, dengan menyiapkan Posko 24 Jam di Puskesmas Cipelang, Sukabumi, Baros, Lembursitu, dan Puskesmas Selabatu, termasuk meningkatkan siaga di seluruh Rumah Sakit, diantaranya di RSUD R. Syamsudin, S.H., Rumah Sakit Secapa Polri, Rumah Sakit Islam Assyifa, Rumah Sakit Ibu dan Anak Rido Galih, Rumah Sakit Kartika, dan Rumah Sakit Bersalin Bahagia, dengan membentuk Tim Petugas Pelayanan Gawat Darurat.

Demikian pula dalam bidang kebersihan, perlu dilakukan peningkatan, khususnya di tempat-tempat strategis dan pusat-pusat keramaian, dengan menambah shift dan petugas kebersihan, termasuk melakukan pembersihan dan pencopotan iklan tempel, vandalisme, serta membentuk tim siaga Mobil Jenazah, dan penanganan Penerangan Jalan Umum.

Untuk menunjang kelancaran dan keberhasilan tiga sukses tersebut, pihak instasni terkait akan menyebarluaskan pengumuman kepada masyarakat, melalui RT, RW, kelurahan dan kecamatan, khususnya yang berkaitan dengan peningkatan ronda malam, meng-antisipasi kebakaran dan bencana alam, termasuk mewaspadai masyarakat pendatang baru.

 
Jumat, 28 November 2008
DINAS POL PP DAN KESBANG KOTA SUKABUMI GELAR RAZIA KTP
Reporter : Endang Sumardi
 

Aparat Dinas Pol PP dan Kesbang Kota Sukabumi, bekerjasama dengan aparat Pengadilan Negeri Sukabumi, Kejaksaan Negeri Sukabumi, Polsek Citamiang dan Koramil Citamiang, selama dua hari tepatnya dari tanggal 26 sampai dengan 27 November 2008, menggelar razia kartu identitas KTP. Razia tersebut dilaksanakan di jalan Tipar Gede, Kelurahan Tipar, Kecamatan Citamiang.

Dengan digelarnya razia tersebut, seluruh warga masyarakat yang melintas di jalan Tipar Gede, dicegat oleh para petugas, untuk dilakukan pemeriksaan, membawa tidaknya kartu identitas KTP. Setelah dilakukan pemeriksaan, bagi warga masyarakat yang membawa kartu identitas tersebut, langsung dibebaskan oleh para petugas. Akan tetapi bagi warga masyarakat yang tidak membawa kartu identitas tersebut, terpaksa harus menjalani sidang di tempat terlebih dahulu. Selain itu, bagi warga yang tidak membawa kartu identitas tersebut, dijerat Peraturan Daerah Kota Sukabumi Nomor 04 Tahun 2005, Tentang Kependudukan, serta dikenakan denda oleh pihak Pengadilan Negeri Sukabumi sebesar 10 ribu rupiah. Razia yustisi tersebut, tidak hanya dilakukan kepada warga masyarakat saja, akan tetapi juga dilakukan kepada para PNS yang melintas di jalan tersebut.

Kepala Bidang Pol PP pada Dinas Pol PP dan Kesbang Kota Sukabumi, Hamid Amsyak menjelaskan, razia tersebut dilakukan untuk memberi peringatan tegas kepada warga masyarakat yang tidak membawa kartu identitas KTP.

Untuk itu, Kepala Bidang Pol PP pada Dinas Pol PP dan Kesbang Kota Sukabumi, menghimbau kepada segenap warga masyarakat, agar pada setiap keluar rumah senantiasa membawa kartu identitas KTP.

Ditandaskannya, setiap warga negara yang baik, tentu akan senantiasa membawa kartu identitas KTP. Maksud dan tujuannya, untuk mempermudah aparat, apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

 
Senin, 24 November 2008
DINAS PERTANIAN DAN PETERNAKAN MENINGKATKAN PENGAWASAN TERHADAP HEWAN KURBAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Menjelang hari raya Idul Adha tahun 1429 Hijriyah yang jatuh pada tanggal 8 Desember 2008, aparat Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Sukabumi meningkatkan pengawasan terhadap hewan kurban.

Maksud dan tujuannya, seperti dijelaskan Kepala Seksi Kesehatan Hewan pada Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Sukabumi, Insinyur Cecep Mansyur, untuk meng-antisipasi sekaligus mencegah kemungkinan masuknya penyakit hewan ke wilayah Kota Sukabumi.

Dengan demikian, masyarakat tidak akan hawatir mengonsumsi daging kurban, baik daging Domba dan Kambing maupun daging Sapi atau Kerbau, karena Kota Sukabumi bukan wilayah endemis penyakit hewan. Selain itu, dengan dilakukan dan ditingkatkannya pengawasan terhadap hewan kurban tersebut, kesehatan hewan kurban benar-benar terjaga dan terpelihara.

Ditandaskannya, pihak Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Sukabumi, menjamin kesehatan hewan kurban yang dijual di lapak-lapak atau di pasaran di wilayah Kota Sukabumi, karena telah dilakukan pemeriksaan secara akurat.

Kepala Seksi Kesehatan Hewan pada Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Sukabumi mengatakan, aparat Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Sukabumi, setiap hari berkeliling ke setiap lapak penjualan hewan kurban, melakukan pemeriksaan terhadap hewan kurban yang akan dijual. Disamping itu, aparat Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Sukabumi, juga senantiasa melakukan pemeriksaan kelengkapan surat-surat, khususnya Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH), yang ditanda-tangani oleh pejabat yang berkompeten, dari daerah asal hewan kurban.

Dikatakan pula, hewan kurban memiliki kualifikasi tertentu. Yakni untuk Sapi atau Kerbau harus ber-usia dua tahun lebih, serta untuk Domba dan Kambing harus ber-usia satu tahun lebih. Selain itu, juga tubuh hewan kurban harus gemuk, sehat dan tidak cacat.

 
Senin, 10 November 2008
DINAS POL PP DAN KESBANG MENGGELAR SOSIALISASI WAWASAN KEBANGSAAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Dinas Pol PP dan Kesbang Kota Sukabumi, hari Kamis, 6 Nopember 2008, di Gedung PLN Sukabumi, menggelar sosialisasi wawasan kebangsaan. Sosialisasi tersebut, diikuti ratusan masyarakat Kecamatan Cikole dan sekitarnya.

Adapun materi yang diberikan dalam sosialisasi tersebut, selain wawasan kebangsaan, juga diberikan pengetahuan dan pelajaran tentang tata cara berdemokrasi yang baik dan benar, disampaikan oleh unsur TNI, Polri, dan unsur KPU Kota Sukabumi.

Kepala Dinas Pol PP dan Kesbang Kota Sukabumi, I. Wayan Armana, S.H., M.M. mengharapkan, dengan digelarnya sosialisasi tersebut, dapat menunjang kelancaran dan keberhasilan pelaksanaan Pemilu Legislatif, yang dijadualkan berlangsung pada bulan April 2009 mendatang.

Diharapkan pula, masyarakat Kota Sukabumi dapat meningkatkan kesadaran dalam berdemokrasi, yang mengacu pada norma hukum dan etika budaya bangsa. Sebab pada dasarnya, demokrasi akan berjalan lancar apabila wawasan kebangsaan dipahami oleh setiap individu masyarakat.

Kepala Dinas Pol PP dan Kesbang Kota Sukabumi menandaskan, saat ini rasa kebangsaan masyarakat cenderung mulai memudar. Hal tersebut tidak bisa dibiarkan, karena akan berdampak pada perjalanan bangsa.

Dijelaskannya, selain dilakukan kepada masyarakat, sosialisasi tersebut juga dilakukan kepada ratusan pelajar pada jenjang pendidikan SMP dan SMA. Maksud dan tujuannya, agar para pelajar tersebut dapat memahami makna dari perjuangan para pahlawan, serta dapat menumbuhkan kebersamaan, persatuan dan kesatuan. Selain itu, juga dapat menghindari hal-hal dan perbuatan yang bersifat negative, seperti mencaci dan menyakiti, termasuk tawuran dan penyalah-gunaan narkoba.

 
Rabu, 22 Oktober 2008
KOMISI III DPRD MELAKUKAN KUNKER KE DINAS P DAN K
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Anggota Komisi III DPRD Kota Sukabumi, hari Senin baru-baru ini, melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Dinas P dan K Kota Sukabumi.

Adapun maksud dan tujuannya, seperti dikatakan Ketua Rombongan Kunjungan Kerja Komisi III DPRD Kota Sukabumi, Yan Hasanudin Malik, S.Pdi., untuk mencari bahan dalam melakukan penyusunan anggaran murni tahun 2009, khususnya yang berkaitan dengan pendidikan, sesuai dengan keinginan Gubernur Jawa Barat, H. Ahmad Heryawan, yang akan menetapkan alokasi anggaran sebesar 20 persen untuk pendidikan.

Ditandaskannya, karena anggaran untuk pendidikan yang akan dialokasikan oleh Gubernur Jawa Barat tersebut cukup besar, pihak DPRD Kota Sukabumi ingin mengetahui program apa saja yang tengah dan yang akan dilaksanakan oleh pihak Dinas P dan K Kota Sukabumi, sekaligus menyampaikan keinginan masyarakat, berkaitan dengan program dan pelayanan pendidikan di Kota Sukabumi.

Selain itu, juga untuk meng-antisipasi, agar pendidikan di Kota Sukabumi tetap berjalan dan kualitasnya meningkat, sesuai dengan yang diamanatkan oleh Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional.

Ditandaskan pula, saat ini banyak persoalan yang harus disampaikan kepada masyarakat, termasuk masalah yang dihadapi lembaga pendidikan, khususnya yang berkaitan dengan anggaran, untuk meningkatkan kualitas guru dan pendidikan di Kota Sukabumi.

Hal tersebut perlu disampaikan secara transparan kepada pihak DPRD Kota Sukabumi, termasuk kepada masyarakat, melalui sosialisasi dan komunikasi, supaya masyarakat tidak bertanya-tanya tentang biaya pendidikan di Kota Sukabumi. Dengan demikian, masyarakat akan mengetahui dan memahami berbagai permasalahan yang dihadapi lembaga pendidikan di Kota Sukabumi.

 
Rabu, 8 Oktober 2008
DINAS POL PP DAN KESBANG KOTA SUKABUMI BERHASIL MERAZIA 70 PSK
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Selama bulan Ramadhan 1429 Hijriyah, Dinas Pol PP dan Kesbang Kota Sukabumi, berhasil merazia sebanyak 70 PSK (Pekerja Seks Komesial), 8 Waria, 22 Pengamen, 7 orang gila, serta puluhan Gelandangan dan Pengemis (Gepeng).

Kepala Dinas Pol PP dan Kesbang Kota Sukabumi, I Wayan Armana, S.H., M.M. menjelaskan, para PSK yang terjaring razia tersebut, mendapat pembinaan dan pengarahan dari aparat instansi terkait. Diantaranya dari Dinas Pol PP dan Kesbang Kota Sukabumi, Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Kantor Sosial dan Tenaga Kerja Kota Sukabumi, Kantor Departemen Agama Kota Sukabumi, dan Polres Kota Sukabumi. Maksud dan tujuannya, selain memberikan shock teraphy supaya kembali ke jalan yang benar, juga untuk menciptakan suasana Kota Sukabumi yang aman, tentram, tertib dan damai, serta kesucian bulan Ramadhan 14 Hijriyah, yang bebas dari praktik serta kegiatan prostitusi dan penyakit masyarakat lainnya.

Dikatakannya, puluhan PSK yang terjaring dalam razia tersebut, sebanyak 70 persen ber-asal dari luar wilayah Kota Sukabumi. Adapun yang menjadi penyebab para PSK melakukan perbuatan maksiat dan haram tersebut, mayoritas dikarenakan oleh faktor ekonomi.

Untuk menunjang keberhasilan pembinaan terhadap para PSK, segenap pihak instansi terkait di Kota Sukabumi, telah melakukan kerjasama dengan pihak Panti Rehabilitasi Cirebon, Pasar Rebo Jakarta, dan Panti Rehabilitasi Cibadak Kabupaten Sukabumi.

Demikian pula Waria, Pengamen dan Gepeng yang terjaring dalam razia tersebut, mendapat pembinaan dan pengarahan dari aparat instansi terkait. Maksud dan tujuannya jangan sampai menggangu aktifitas dan mobilitas masyarakat, serta arus lalu lintas di Kota Sukabumi, termasuk keselamatan mereka. Karena mereka mayoritas ber-operasi di tempat yang berbahaya, seperti di tiga dan simpang empat jalan, yang dapat mengundang terjadinya kecelakaan lalu lintas.

 
Rabu, 20 Agustus 2008
DINAS PERINDAGKOP DAN UKM DIJADUALKAN MENGGELAR PASAR MURAH SEMBAKO
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Menjelang Bulan Ramadhan Tahun 1429 Hijriyah, Dinas Perindagkop dan UKM Kota Sukabumi, dijadualkan menggelar Pasar Murah Sembako di setiap Kecamatan.

Kegiatan tersebut, seperti dikatakan Kepala Dinas Perindagkop dan UKM Kota Sukabumi, Drs. Dudi Fathuljawad, M.Pd. baru-baru ini, direncanakan bekerjasama dengan Tim Penggerak PKK. Selain itu, Dinas Perindagkop dan UKM Kota Sukabumi, saat ini tengah mempersiapkan pelaksanaan kegiatan pasar marema, yang setiap bulan Ramadhan diselenggarakan di Kota Sukabumi.

Hal tersebut dilakukan, sebagai salah satu kebijakan Pemerintah Kota Sukabumi, yang difasilitasi Dinas Perindagkop dan UKM Kota Sukabumi.

Dikatakannya, untuk kegiatan pasar marema, saat ini masih dalam tahap proses perencanaan, untuk dibuatkan SK Walikota Sukabumi.

Kepala Dinas Perindagkop dan UKM Kota Sukabumi menjelaskan, kegiatan pasar murah dan pasar marema tersebut, merupakan aspirasi masyarakat, khususnya masyarakat yang kurang mampu.

Adapun penyelenggaraan pasar murah Sembako di setiap kecamatan, dijadualkan berlangsung selama 2 hari, dari tanggal 7 hingga 8 September 2008.

Menyinggung harga bahan pokok dan sayuran yang di jual di Pasar Pelita dan Pasar Tradisional lainnya di Kota Sukabumi, menurut Dudi Fathuljawad masih stabil, belum ada kenaikan harga yang signifikan.

 
Jumat, 18 Juli 2008
DINAS P DAN K AKAN TINDAK TEGAS PELAJAR YANG TERLIBAT TAWURAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Dinas P dan K Kota Sukabumi, akan menindak tegas pelajar yang terlibat tawuran. Salah satu tindakan tegas yang akan dilakukan Dinas P dan K Kota Sukabumi bagi para pelajar yang terlibat tawuran, yakni diberhentikan dari sekolah, untuk selanjutnya diproses sesuai hukum yang berlaku.

Keputusan tersebut diambil Dinas P dan K Kota Sukabumi, setelah melakukan rapat dengan seluruh Kepala SMA dan SMK se Kota Sukabumi, Rabu, 16 Juli 2008, menyusul semakin maraknya aksi tawuran yang dilakukan para pelajar SMA dan SMK, di sejumlah kota di Indonesia. Maksud dan tujuannya, untuk menciptakan suasana kondusif Kota Sukabumi.

Selain itu, juga untuk mewujudkan visi Kota Sukabumi, Sebagai Pusat Pelayanan Berkualitas Bidang Pendidikan, Kesehatan dan Perdagangan di Jawa Barat Berlandaskan Iman dan Taqwa, serta visi Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi, yakni Dengan iman dan taqwa mewujudkan pemerintahan yang amanah berparadigma surgawi menuju Kota Sukabumi yang cerdas, sehat dan sejahtera.

Hal tersebut ditandaskan Wakil Walikota Sukabumi, Drs. H. Mulyono, M.M., usai melakukan penyuluhan bahaya Narkoba kepada para siswa baru yang mengikuti MOS, Kamis, 17 Juli 2008, di SMA Negeri 3 Kota Sukabumi.

Dijelaskannya, keputusan tersebut merupakan langkah akhir yang diambil Dinas P dan K Kota Sukabumi, setelah melalui beberapa tahapan proses dan dialog dengan Kepala SMA dan SMK se Kota Sukabumi, sebagai salah satu bentuk keprihatinan pemerintah dan masyarakat, atas semakin maraknya aksi tawuran yang dilakukan para pelajar SMA dan SMK di sejumlah kota di Indonesia. Sebab, seperti dikatakan Wakil Walikota Sukabumi, apabila hal tersebut terus dibiarkan terjadi dan tidak adanya langkah tegas yang diambil oleh pihak-pihak yang berkompenten, secara tidak langsung akan merusak citra pendidikan dan sekolah di Indonesia, termasuk di Kota Sukabumi.

 
Kamis, 13 Maret 2008
DINAS P DAN K KOTA SUKABUMI BERTEKAD MENINGKATKAN PRESTASI DI JAWA BARAT
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Dinas P dan K Kota Sukabumi, bertekad meningkatkan prestasi di Jawa Barat, dalam pelaksanaan Ujian Nasional bagi siswa SMP, MTs, SMA, SMK dan MA, serta Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional atau UAS-BN, bagi siswa SD dan MI, minimal memertahankan prestasi yang telah diraih pada tahun sebelumnya, yakni posisi 3 besar di Jawa Barat.

Hal tersebut disampaikan PLT Kepala Dinas P dan K Kota Sukabumi, Drs. Dudi Fathul Jawad, M.Pd., saat dikonfirmasi RSPD FM, Web Site dan Majalah Berita Kota Sukabumi, di ruangan kerjanya belum lama ini.

Untuk mewujudkan tekad tersebut, PLT Kepala Dinas P dan K Kota Sukabumi berharap kepada segenap lapisan masyarakat khususnya orang tua siswa, agar senantiasa pro-aktif mendukung berbagai program yang dilaksanakan di sekolah putra-putrinya masing-masing, baik yang berkaitan dengan pelaksanaan pengayaan berupa tambahan jam pelajaran, maupun “Try Out” atau percobaan.

Adapun mata pelajaran yang diujikan pada UAS-BN SD dan MI, berjumlah 3 mata pelajaran, yakni Matematika, IPA dan Bahasa Indonesia. Sementara mata pelajaran yang diujikan pada Ujian Nasional SMP dan MTs, berjumlah 4 mata pelajaran, yakni Matematika, IPA, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggeris. Sedangkan mata pelajaran yang diujikan pada Ujian Nasional SMA, SMK dan MA, berjumlah 6 mata pelajaran, yakni Matematika, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggeris, ditambah 3 mata pelajaran, sesuai dengan jurusan siswa masing-masing.

Menyinggung waktu pelaksanaan Ujian Nasional dan UAS-BN, menurut Dudi Fathul Jawad, yakni Ujian Nasional untuk SMA, SMK dan MA, pada tanggal 22 hingga 24 April 2008, dan Ujian Nasional Susulan pada tanggal 28 hingga 30 April 2008, Ujian Nasional untuk SMP dan MTs, pada tanggal 5 hingga 8 Mei 2008, dan Ujian Nasional Susulan pada tanggal 13 hingga 15 Mei 2008, serta UAS-BN untuk SD dan MI, pada tanggal 13 hingga 15 Mei 2008, dan UAS-BN Susulan pada tanggal 18 hingga 21 Mei 2008.

Dikatakan Dudi Fathul Jawad, langkah-langkah yang telah ditempuh Dinas P dan K Kota Sukabumi, diantaranya mengadakan “road show” untuk seluruh jenjang persekolahan, penanda-tanganan MoU UAS-BN, dan rapat-rapat di Dinas P dan K, untuk menyampaikan berbagai informasi seputar Ujian Nasional dan UAS-BN.

Selain itu, juga telah dilakukan pengayaan, berupa tambahan jam pelajaran dan “Try Out” atau percobaan, untuk melihat kemampuan para siswa dalam menjawab soal-soal seluruh mata pelajaran yang diujikan, termasuk melaksanakan dzikir dan do’a bersama, serta menghapal seluruh mata pelajaran yang diujikan.

Dikatakan pula, jumlah siswa yang mengikuti Ujian Nasional dan UAS-BN, yakni untuk SD sebanyak 5 ribu 124 siswa dari 119 SD, serta untuk MI sebanyak 570 siswa dari 14 MI. Sedangkan untuk SMP sebanyak 4 ribu 230 siswa dari 34 SMP, serta untuk MTs sebanyak 777 siswa dari 13 MTs se Kota Sukabumi. Selanjutnya untuk SMA sebanyak 2 ribu 686 siswa dari 17 SMA, untuk SMK sebanyak 2 ribu 422 siswa dari 17 SMK, serta untuk MA sebanyak 388 siswa dari 8 MA.

 
Sabtu, 26 Januari 2008
WALIKOTA SUKABUMI MERESMIKAN PEMBANGUNAN FISIK DI LINGKUNGAN DINAS P DAN K
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., Sabtu pagi, 26 Januari 2008, di halaman SMP Negeri 15, meresmikan penggunaan pembangunan fisik, berupa Ruangan Kelas Program Dana Alokasi Khusus (DAK), Role Sharing, Mushola dan MCK, di lingkungan Dinas P dan K.

Dalam sambutannya, Walikota Sukabumi menyampaikan penghargaan dan apresiasi atas kegiatan peresmian berbagai pembangunan fisik di lingkungan Dinas P dan K, bertepatan dengan acara pembukaan Pekan Kreatifitas Siswa SMP Negeri 15.

Dijelaskannya, selama ini Pemerintah Kota Sukabumi senantiasa konsisten memajukan bidang pendidikan. Karena selain merupakan amanat konstitusi, pendidikan merupakan kebutuhan dasar masyarakat, sekaligus menjadi pintu gerbang terhadap kemajuan suatu bangsa.

Dalam membangun pendidikan yang berkualitas, perlu didukung oleh ketersediaan sarana dan presarana yang memadai. Untuk itu, kendati dilaksanakan secara bertahap, akan tetapi kondisi bangunan sekolah dan madrasah di Kota Sukabumi, saat ini pada umumnya cukup baik.

Walikota Sukabumi mengharapkan kepada seluruh Kepala Sekolah dan Madrasah, agar senantiasa memelihara bangunan yang telah direhabilitasi dan dibangun, supaya kondisi bangunannya terawat dan tahan lama, serta tetap bersih, rapih, sehat dan hijau, sehingga dapat mencerminkan sekolah yang berwawasan wiyata mandala.

Sementara Ketua Panitia Pelaksana, Drs. Gabriel menjelaskan, peresmian pembangunan fisik di lingkungan Dinas P dan K, sebagai bentuk akuntabilitas kinerja para Kepala Sekolah dan Madrasah, termasuk para Ketua Komite Sekolah, yang telah melaksanakan amanat Pemerintah Kota Sukabumi, sebagaimana tertuang dalam Naskah Kerjasama, dalam membangun dan merehabilitasi ruangan kelas, rumah dinas, mushola, MCK, pengadaan mebeler dan sarana penunjang pendidikan lainnya, termasuk penataan lingkungan sekolah.

Selain itu, juga sebagai bentuk peng-ejawantahan aspirasi para Kepala Sekolah dan Madrasah, dalam mengucapkan terima kasih kepada Walikota Sukabumi beserta jajaran eksekutif dan legislatif, yang telah sungguh-sungguh memperhatikan dunia pendidikan, khususnya dalam merevitalisasi sarana dan prasarana pendidikan.

Ditandaskannya, tahun 2007 merupakan tahun keempat bagi Kota Sukabumi menerima bantuan program DAK dari Pemerintah Pusat. Selain jumlah nominalnya mengalami trend kenaikan setiap tahun, juga ada penilaian positif dari Pemerintah Pusat, atas kinerja dan pemanfaatan berbagai bantuan di Kota Sukabumi, mengingat kebanyakan Kota dan Kabupaten lainnya di Indonesia, rata-rata baru dua kali menerima bantuan tersebut.

Ditandaskan pula, dalam tahun 2007 Kota Sukabumi menerima bantuan DAK sebesar 8 milyar 115 juta rupiah. Sedangkan Kota Sukabumi menyediakan dana pendampingan sebesar 1 milyar 135 juta rupiah. Dengan demikian, total bantuan keseluruhan menjadi 9 milyar 250 juta rupiah. Dana tersebut digunakan merehabilitasi ruangan kelas, rumah dinas, mushola, MCK, pengadaan mebeler, computer, buku dan alat peraga pendidikan di 33 SD Negeri dan Swasta, serta di 4 Madrasah Ibtidaiyah.

Pada kesempatan tersebut, Walikota Sukabumi menyerahkan bantuan kepada 65 orang jompo, 40 anak yatim, 35 anak yang dikhitan, dan bantuan dari pihak ketiga kepada sejumlah SD dan SMP, berupa pesawat Televisi dan Komputer.

Usai meresmikan berbagai pembangunan fisik dan menyerahkan bantuan, Walikota Sukabumi beserta rombongan melakukan peninjauan terhadap Ruangan Kelas baru SMP Negeri 15, yang diawali pengguntingan pita oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kota Sukabumi, Hajah Isye Muslikh.

 
Selasa, 15 Januari 2008
DUA KEPALA DINAS DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA SUKABUMI RESMI MELEPASKAN JABATANNYA
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Dua Kepala Dinas di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, yakni Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM, Drs. Herman Gurnawijaya, M.Si. dan Kepala Dinas P dan K, Drs. Mulyono, M.M., sejak mendaftarkan diri sebagai Calon Walikota Sukabumi dan Calon Wakil Walikota Sukabumi periode tahun 2008-2013 ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Sukabumi, resmi melepaskan jabatannya.

Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, H. Mokhamad Muraz, S.H., M.M., usai menyaksikan pengambilan sumpah 456 orang CPNS menjadi PNS di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, Senin pagi (14/01/08) di Gedung Juang 45, menjelaskan kepada sejumlah wartawan, terhitung sejak mendaftarkan diri sebagai Calon Walikota Sukabumi dan Calon Wakil Walikota Sukabumi, jabatan kedua Kepala Dinas tersebut dilepas, dan keduanya saat ini mendapat Surat Cuti diluar Tanggungan Negara, hingga Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) usai.

Ditandaskannya, kendati jabatannya dilepas, tapi posisinya sebagai PNS masih tetap. Namun keduanya tidak mendapatkan lagi tunjangan apa-apa. Demikian pula fasilitas kendaraan dan rumah dinas, termasuk barang-barang milik negara, baik barang bergerak maupun barang yang tidak bergerak, dikembalikan lagi kepada Negara, melalui Pemerintah Kota Sukabumi. Kecuali gaji, itupun hanya sebatas pada gaji pokok saja.

Ditandaskan pula, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM, Drs. Herman Gurnawijaya, M.Si., mendaftarkan diri sebagai Calon Walikota Sukabumi, diusung oleh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Bulan Bintang (PBB). Sedangkan Kepala Dinas P dan K, Drs. Mulyono, M.M., mendaftarkan diri sebagai Calon Wakil Walikota Sukabumi, diusung oleh Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Demokrat (PD), mendampingi H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., yang mendaftarkan kembali sebagai Calon Walikota Sukabumi, dari Partai Golongan Karya (Golkar).

 
Selasa, 9 Oktober 2007
DINAS PERHUBUNGAN KOTA SUKABUMI ANTISIPASI TERJADI LONJAKAN PENUMPANG
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Untuk meng-antisipasi terjadi lonjakan penumpang, Dinas Perhubungan Kota Sukabumi sejak “H” Min 7 dan “H” Plus 7 “Idul Fitri” Tahun 1428 Hijriyah, menyiapkan 400 sampai dengan 450 Bis, serta cadangan 30 Bis.

Dengan demikian, pada “H” Min 7 dan “H” Plus 7 “Idul Fitri”, ada penambahan antara 100 sampai dengan 150 Bis, dan cadangan 30 Bis dari hari-hari biasa. Karena pada hari-hari biasa, Dinas Perhubungan hanya menyiapkan antara 300 sampai dengan 350 Bis, sesuai kebutuhan.

Penambahan dan cadangan Armada Angkutan tersebut, seperti dijelaskan Kaur Tata Usaha UPTD Terminal Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, Yusuf Chery, S.H., M.H., untuk Angkutan Antar Kota Dalam Propinsi (AKDP) dan Angkutan Antar Kota Antar Propinsi (AKAP).

Ditandaskannya, pada setiap “H” Min 7 “Idul Fitri”, untuk Kota Sukabumi tidak pernah terjadi ada lonjakan penumpang, karena hanya menerima arus mudik. Sedangkan terjadi lonjakan penumpang, biasanya pada arus balik, yakni pada “H” Plus 2 sampai dengan “H” Plus 7 “Idul Fitri”.

Menyinggung daya tampung Terminal Bis “Sudirman” yang semakin sempit akibat semakin banyak Bis yang masuk dan adanya penambahan Armada antara 100 sampai dengan 150 Bis, menurut Yusuf Chery, masih bisa dikendalikan. Sebab interval atau jangka waktu pemberangkatan dari Bus yang satu ke Bus lainnya dipercepat, yakni antara 10 sampai dengan 5 menit. Bahkan pada saat terjadi lonjakan penumpang arus balik, interval pemberangkatan dari Bus yang satu ke Bus lainnya lebih dipercepat lagi, yakni bisa dibawah 5 menit. Dengan demikian, jumlah Bis yang masuk ke Terminal Sudirman dapat dikendalikan.

 
Rabu, 5 September 2007
DINAS P DAN K KOTA SUKABUMI SEDIKITNYA RAIH 14 PRESTASI
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Hingga pertengahan tahun 2007, Dinas P dan K Kota Sukabumi sedikitnya berhasil meraih 14 prestasi. Antara lain : 10 prestasi di tingkat nasional, dan 4 prestasi di tingkat Jawa Barat.

Untuk itu, Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., menyatakan merasa bangga dan gembira, karena prestasi yang diraih Dinas P dan K tersebut, selain dapat menunjang terhadap perwujudan visi Kota Sukabumi Sebagai Pusat Pelayanan Jasa Terpadu khususnya dalam Bidang Pendidikan, juga dapat menunjang terhadap perwujudan visi Propinsi Jawa Barat, yakni Dengan Iman dan Taqwa, Jawa Barat Sebagai Propinsi Termaju dan Mitra Terdepan Ibukota Negara.

Seperti ditandaskan Walikota Sukabumi baru-baru ini, dalam bidang pendidikan, Kota Sukabumi telah berhasil menuntaskan program Wajardikdas 9 Tahun, dan saat ini telah memasuki program Wajar 12 Tahun. Disamping itu, sarana dan prasarana khususnya bangunan sekolah dari mulai tingkat SD hingga SLTA, secara gencar setiap tahun dilakukan perbaikan, sehinghga kuantitas kerusakan bangunan sekolah dapat ditekan dan dikurangi.

Sementara Kepala Dinas P dan K Kota Sukabumi, Drs. H. Mulyono, M.M. menjelaskan, ke-10 prestasi tingkat nasional yang berhasil diraih, antara lain: juara 1 KKR SMP/MTs atas nama Yanuar P dari MTs Syamsul Ullum, juara 1 KKR SMK atas nama Diah Febrianti dari SMK Negeri 2, juara 1 Tim Pembina UKS, juara 1 Lomba Sekolah Sehat atas nama TK Islam Fathia, dan juara 1 Adiwiyata Utama atas nama SDN Pakujajar CBM.

Selanjutnya juara 2 Dokter Kecil SD atas nama Fauzan Hilmi dari SDN Benteng 1, juara 2 Guru SLB Berdedikasi atas nama Asip Yoga, S.Pd., juara 2 Lomba Sekolah Sehat atas nama SDN Cipanengah CBM, juara 2 Lomba Sekolah Sehat atas nama SMK Negeri 2, dan juara 3 Pengawas Berprestasi atas nama Sunarti, S.Pd., M.M.

Sedangkan ke-4 prestasi tingkat Jawa Barat yang berhasil diraih, antara lain: juara 1 Lomba Keteladanan PLS atas nama YPK Yulia, juara 1 Penilik Berprestasi atas nama Drs. Aim Sunarya, M.Si., juara 1 Siswa Berprestasi atas nama Yuniar Fajriani, dan juara 1 Sekolah Berbudaya Lingkungan atas nama SMA Negeri 2.

 
Senin, 3 September 2007
WALIKOTA SUKABUMI LEPAS PESERTA GERAK JALAN SANTAI APARAT DINAS P DAN K
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., Minggu pagi 2 September 2007, melepas peserta Gerak Jalan Santai, bagi Aparat Dinas P dan K se Kota Sukabumi.

Dalam sambutannya, Walikota Sukabumi menyatakan merasa bangga dan gembira, atas prestasi yang diraih Dinas P dan K Kota Sukabumi, baik di tingkat regional maupun nasional. Karena prestasi yang diraih Dinas P dan K tersebut, selain dapat menunjang terhadap perwujudan visi Kota Sukabumi Sebagai Pusat Pelayanan Jasa Terpadu khususnya dalam Bidang Pendidikan, juga dapat menunjang terhadap perwujudan visi Propinsi Jawa Barat, yakni Dengan Iman dan Taqwa, Jawa Barat Sebagai Propinsi Termaju dan Mitra Terdepan Ibukota Negara.

Walikota Sukabumi juga menjelaskan, dalam bidang pendidikan, Kota Sukabumi telah berhasil menuntaskan program Wajardikdas 9 Tahun, dan saat ini telah memasuki program Wajar 12 Tahun.

Disamping itu, sarana dan prasarana sekolah khususnya bangunan dari mulai tingkat SD hingga SLTA, secara gencar setiap tahun dilakukan perbaikan, sehinghga kuantitas kerusakan bangunan sekolah dapat ditekan dan dikurangi.

Sementara Kepala Dinas P dan K Kota Sukabumi, Drs. H. Mulyono, M.M. menjelaskan, gerak jalan tersebut diikuti lebih-kurang 4 ribu aparat, terdiri dari para pejabat di lingkungan Dinas P dan K serta UPTD TK-SD Kecamatan, Kepala Sekolah, Guru dan Tenaga Tata Usaha se Kota Sukabumi.

Maksud dan tujuan, selain memeriahkan HUT ke-62 Proklamasi Kemerdekaan RI, juga sebagai ungkapan rasa syukur atas prestasi yang diraih Dinas P dan K, baik di tingkat regional maupun nasional.

Pelaksanaan gerak kalan tersebut, mengambil rute start dari halaman Dinas P dan K, kemudian masuk ke jalan Pelabuhan II, jalan Widya Krama, jalan Cicadas, jalan Pelabuhan II, dan finish di halaman Dinas P dan K.

Usai gerak jalan, jajaran Panitia Penyelenggara menyerahkan hadiah kepada 15 peserta yang beruntung, yakni kepada 2 peserta masing-masing sebuah Sepeda Gunung dari Walikota Sukabumi, dan kepada 13 peserta masing-masing satu ekor Domba dari Kepala Dinas P dan K Kota Sukabumi.

 
Selasa, 25 Juli 2006
SOSIALISASI PROGRAM SEKOLAH DINAS P DAN K KOTA SUKABUMI
Reporter : Deden Dendayasa
 

Visi pendidikan nasional sebagaimana tertuang dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, adalah “Terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas, sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan jaman yang selalu berubah.” Demikian yang diungkapkan Walikota Sukabumi, H. Mokh. Muslikh Abdusyyukur, S.H., M.Si., pada acara sosialisasi program sekolah (SPS) bagi siswa baru jenjang SMP, MTS, SMA/MA dan SMK di kota Sukabumi tahun ajaran 2006, yang dilangsungkan belum lama ini dengan dihadiri kepala dinas instansi terkait, ketua K3S, para kepala sekolah dan staf pengajar, para siswa dan undangan lainnya.

Mencermati sistem pendidikan, Walikota mengungkapkan terdapat tiga hal mendasar yang menjadi tantangan, khususnya pemerintah dan masyarakat pendidikan, yaitu: bagaimana kita dapat mewujudkan lembaga pendidikan menjadi institusi yang kuat dan berwibawa; bagaimana agar seluruh masyarakat dari setiap strata sosial dapat menikmati pendidikan yang bermutu; bagaimana agar lembaga-lembaga pendidikan memiliki kemampuan untuk meningkatkan derajat kualitas masyarakat.

“Sebagai bagian dari masyarakat pendidikan, kita harus senantiasa memiliki sikap yang optimis dalam memandang masa depan, termasuk bagaimana untuk mewujudkan visi pendidikan bangsa kita. Namun demikian, apabila kita mencermati kondisi riil yang dihadapi, maka secara jujur harus diakui, bahwa daya dukung untuk mewujudkan visi tersebut umumnya masih lemah. Indikasi yang menunjukan ke arah ini antara lain, minimnya anggaran pendidikan dari pemerintah yang berakibat pada masih buruknya sebagian besar sarana prasarana pendidikan, masih rndahnya rata-rata kemampuan ekonomi masyarakat sehingga tidak semua memiliki akses yang mudah terhadap pendidikan bermutu, dari kultur dari sebagian masyasakat kita sendiri yang belum menjadikan pendidikan sebagai kebutuhan utama.

Ditegaskannya, dalam konteks pemikiran diatas, sungguh merupakan suatu keberuntungan bagi para siswa baru yang telah dikaruniai kesempatan berharga yaitu dapat menempuh pendidikan dengan baik. Oleh karena itu, sudah sepantasnya saudara-saudara mensyukuri kesempatan ini, karena sekali lagi tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama. Dari aspek akademik maupun administratif telah terbukti mampu melewati seleksi, dari aspek finansial ada kecenderungan memiliki kemampuan, dan dari aspek kultur, termasuk manusia Indonesia yang memahami betul tentang pentingnya makna pendidikan bagi masa depan.

Kita sadari bersama, meskipun dihadapkan pada era saing global, adalah merupakan fakta yang cukup memperihatinkan, bahwa ternyata mutu SDM bangsa kita yang diukur melalui Indeks Pembangunan Manusia (IPM) , menurut UNDP tahun 2006 ini berada pada urutan 110 dari 176 negara di dunia. Fenomena ini mencerminkan kepada kita, bahwa indikator-indikator pencapaian pembangunan di bidang pendidikan, kesehatan ekonomi masih cukup jauh dari harapan.

Ditengah keterpurukan di berbagai sektor kehidupan, kita patut merasa bangga atas kiprah para pelajar Indonesia yang telah meraih juara pertama dalam olimpiade fisika tahun 2006 di Singapura. Hal ini memberi gambaran kepada kita bahwa sesungguhnya bila dibina dan dikelola secara serius, negara kita memiliki potensi yang besar dalam kualitas SDM. Bahkan diraihnya gelar prestisius “the absolute winner” oleh Jonathan Prada Mailoa, sungguh telah memberikan kekuatan dan daya optimisme yang besar kepada kita untuk meraih berbagai kemajuan dan dapat berdiri sejajar bersama negara lain yang telah terlebih dulu maju.

Keberhasilan tim olimpiade fisika negara kita dipentas dunia juga tentunya haruslah dijadikan pemicu oleh para pelajar di Kota Sukabumi untuk lebih giat lagi dalam belajar dan berprestasi. Saya berharap ditahun-tahun mendatang dari kota Sukabumi dapat dihasilkan pelajar-pelajar yang mampu menyumbangkan medali bagi banga Indonesia pada event bergengsi olimpiade ilmu pengetahuan ditingkat dunia.

Sekaitan dengan kegiatan sosialisasi program sekolah yang telah sama-sama diikuti oleh seluruh siswa baru dan sebentar lagi akan ditutup, saya berharap kiranya kegiatan ini dapat memberikan informasi serta gambaran yang utuh tentang program akademik serta program belajar mengajar yang akan ditempuh sehingga akan semakin memantapkan tekad para siswa baru sekali untuk dapat belajar secara serius dan sungguh-sungguh demi menggapai masa depan yang lebih baik.

Pada kesempatan ini, Walikota mengajak untuk lebih meningkatkan solidaritas sosial berkenaan dengan semakin seringnya bencana alam yang menimpa bangsa dan negara kita. Secara khusus saya mengajak hadirin sekalian dan seluruh masyarakat kota Sukabumi untuk memberikan bantuannya sekaitan dengan gempa dan tsunami yang melanda saudara-saudara kita di Pangandaran dan sekitarnya. Mari kita doakan bersama semoga saudara-saudara kita yang tertimpa bencana dapat diberikan ketabahan dan kesabaran oleh Alah SWT, dan kita sekalian serta seluruh warga kota Sukabumi semoga senantiasa mendapatkan perlindungan dan keselamatan dari Allah SWT.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi, Drs. Mulyono, M.M., Sosialisasi program sekolah atau dulu dikenal dengan nama MOS, merupakan kegiatan rutin tahunan yang diselenggarakan oleh persekolahan, mulai tingkat SMP/MTS, SMA/MA dan SMK.

Kegiatan ini sebagai media sosialisasi dalam rangka pengenalan program sekolah, lingkungan sekolah, cara belajar dan konsep pengenalan diri terhadap siswa baru tahun pelajaran 2006-2007. dengan melibatkan kepala sekolah, dewan sekolah, staf guru dan panitian dari pihak OSIS yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan kegiatan dan dapat diberikan snksi, apabila terjadi penyimpangan atau pelanggaran.

Ditegaskan Kadis P dan K, yang menjadi dasar dalam pelaksanaan kegiatan ini: UU Nomor 20 Tahun 2003, pedoman kegiatan kesiswaaan yang dikeluarkan oleh Depdiknas RI tahun 2006 serta pedoman penerimaan siswa baru yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Propinsi Jabar tahun 2006. Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 2320 orang, terdiri dari 1230 dari SMP/MTs; 600 dari SMA/MA dan 400 orang dari SMK.

 
   
Pemerintah Kota Sukabumi
Jl. R. Syamsudin, S.H. No. 25 Telepon/Fax (+62266) 221123
Sukabumi, Jawa Barat - Indonesia
Kantor Komunikasi dan Informatika Kota Sukabumi 2013