| Home | Berita | Booklet Kota Sukabumi | Forum | Harga Bahan Pokok | perubahan waktu Rabu, 23 April 2014
Berita Utama

4/22/2014
CIPANENGAH DINILAI TIM PENILAI LOMBA HATINYA PKK NASIONAL 2014
 
4/22/2014
PEMIKIRAN-PEMIKIRAN RA KARTINI MASIH SANGAT RELEVAN
 
4/22/2014
DOOR PRIZE UNTUK PENDONOR DARAH BULAN FEBRUARI DAN MARET 2014
 
Untitled Document
 
Senin, 4 Januari 2010
UNDANG-UNDANG NOMOR 40 TAHUN 1999 TENTANG PERS TELAH KEMBANGKAN PENERBITAN MEDIA MASSA
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si. menandaskan, dengan diterbitkan dan diberlakukannya Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers, yang menjamin kebebasan pers dan tidak perlunya lagi Surat Ijin Usaha Penerbitan Pers (SIUPP), telah menumbuh-kembangkan penerbitan media massa, khususnya Penerbitan Surat Kabar, sampai ke daerah Kabupaten dan Kota.

Penandasan Walikota Sukabumi tersebut, disampaikan Asisten Administrasi Setda Kota Sukabumi, Drs. H. Achmad Husni, M.Si., saat membuka secara resmi Seminar Sehari Jurnalistik Pemuda untuk Pengentasan Pengangguran Sukabumi Tahun 2009, yang diselenggarakan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Team Operasional Penyelamatan Asset Negara Republik Indonesia (TOPAN RI) Pengurus Daerah Kota dan Kabupaten Sukabumi, hari Senin, 28 Desember 2009, di Graha KPDA Sukabumi.

Dikatakannya, fenomena tersebut merupakan peluang bagi pemerintah daerah, untuk menjalin kemitraan yang konstruktif dengan pers, khususnya dalam mempercepat keberhasilan pelaksanaan otonomi daerah. Hal tersebut didasarkan pada pemahaman, bahwa pada umumnya media massa dapat memotivasi masyarakat ke dalam kehidupan yang lebih demokratis, serta dapat mendorong pemerintah untuk bersikap lebih terbuka, partisipatif dan akomodatif dalam perumusan berbagai kebijakan.

Untuk itu diharapkan, media massa dapat mengemban 4 fungsi utama. Pertama, melakukan pengamatan terhadap perkembangan lingkungan, yakni memberitakan perkembangan lingkungan dengan benar kepada khalayak. Dengan demikian, media massa dapat mencerdaskan dan membantu khalayak dalam menentukan sikap. Kedua, menjadi ajang pengembangan kesepakatan, dengan menyiarkan berita tentang isu, ide dan pengamatan baru, disertai pendapat dan tanggapan dari berbagai pihak. Ketiga, melakukan sosialisasi nilai-nilai yang berlaku, seperti konsensus yang mewakili kepentingan berbagai pihak, serta diterima oleh semua kelompok. Sebab apabila tanpa sosialisasi nilai-nilai kepada masyarakat, maka reformasi sosial akan sulit diwujudkan. Keempat, membuat berita yang menghibur masyarakat. Karena berita tersebut dapat menambah gairah masyarakat dalam menjalani kehidupan. Selain itu juga dapat menenteramkan hati masyarakat, yang pada gilirannya dapat meredakan ketegangan, serta dapat meningkatkan daya kreatifitas.

 
   
Pemerintah Kota Sukabumi
Jl. R. Syamsudin, S.H. No. 25 Telepon/Fax (+62266) 221123
Sukabumi, Jawa Barat - Indonesia
Kantor Komunikasi dan Informatika Kota Sukabumi 2013