| Home | Berita | Booklet Kota Sukabumi | Forum | Harga Bahan Pokok | perubahan waktu Senin, 21 April 2014
Berita Utama

4/20/2014
GUBERNUR JABAR MELEPAS BELASAN RIBU PESERTA GERAK JALAN SANTAI
 
4/20/2014
KENDARAAN DAYA MUAT 12 TON DILARANG MELINTAS KOTA SUKABUMI
 
4/20/2014
RAPAT PLENO REKAPITULASI PENGHITUNGAN SUARA SAH PILEG TAHUN 2014
 
Untitled Document
 
Jumat, 4 April 2014
KOTA SUKABUMI TINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Kota Sukabumi sebagai bagian dari NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), sangat mendukung terhadap upaya pemerintah, khususnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik secara transparan, efektif dan efisien. Hal tersebut, seperti dijelaskan Walikota Sukabumi, H. Mohamad Muraz, S.H., M.M., tertuang dalam RPJPD (Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah) dan RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah), termasuk dalam RKPD (Rencana Kerja Pemerintah Daerah) Kota Sukabumi, yang telah diselaraskan dengan Instruksi Presiden RI Nomor 5 Tahun 2004, Tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi, untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, sebagai upaya percepatan pemberantasan korupsi. Secara spesifik, hal tersebut sudah disusun dalam RAD-PK (Rencana Aksi Daerah Pemberantasan Korupsi) Kota Sukabumi.

Dijelaskan pula, sebagaimana dimaklumi bersama, bahwa program kegiatan yang disusun dalam RAD-PK Kota Sukabumi tersebut, tidak terlepas dari ruang lingkup kegiatan, seperti yang tercantum dalam Pasal 2 Kesepakatan Bersama, antara Kemenpan (Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara), dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, DPRD Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten dan Kota se Jawa Barat, serta DPRD Kabupaten dan Kota se Jawa Barat. Antara lain, Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik, Penerapan Manajemen Berbasis Kinerja, Peningkatan Kapasitas Organisasi Pemerintah Daerah, Penataan Sistem Pelayanan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Daerah, serta Pelaksanaan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara.

Selan itu, Walikota Sukabumi juga menjelaskan, untuk lebih memantapkan pelaksanaan RAD-PK Kota Sukabumi, sejumlah Kepala SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, sudah menyampaikan perjanjian dan pernyataan tidak akan melakukan, sekaligus akan senantiasa ber-upaya optimal memerangi dan memberantas KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme), di lingkungan SKPD-nya masing-masing. Perjanjian dan pernyataan tersebut, dilakukan melalui penandatanganan pakta integritas, di hadapan Walikota Sukabumi, H. Mohamad Muraz, S.H., M.M., dan Wakil Walikota Sukabumi, H. Achmad Fahmi, S.Ag., M.M.Pd., serta Asisten Deputi Sistem Evaluasi Kemenpan dan RB (Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi), Gatot Sugiharto, tepatnya pada tanggal 27 Maret 2014, di Ruangan Utama Balai Kota Sukabumi.

Dikatakannya, pakta integritas tersebut, berisi tentang komitmen dalam memerangi dan memberantas KKN, khususnya dalam setiap melaksanakan tugas dan pengabdiannya, sebagai abdi negara, abdi pemerintah, dan abdi masyarakat. Berkaitan dengan hal tersebut, Walikota Sukabumi meminta kepada seluruh Kepala SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, agar komitmen tersebut dapat memunculkan individu-individu aparatur pemerintah di SKPD-nya masing-masing, untuk tidak melakukan KKN. Disamping itu, Walikota Sukabumi juga meminta kepada seluruh Kepala SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, agar senantiasa menerapkan kinerja yang terukur, serta dapat dipertanggungjawabkan.

 
Jumat, 14 Maret 2014
UPAYA DALAM MENINGKATKAN KUALITAS SDM
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, Dr. H.M.N. Hanafie Zain, M.Si. menandaskan, upaya dalam meningkatkan kualitas SDM (Sumber Daya Manusia), peran sekolah sangat penting dan kompleks. Yakni tidak hanya sebatas pada penyelenggaraan proses KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) di ruangan kelas saja, akan tetapi juga harus mampu mewadahi berbagai aktifitas para peserta didiknya, termasuk dalam menyalurkan sekaligus mengembangkan minat dan bakatnya di berbagai bidang.

Ditandaskan pula, proses KBM berorientasi pada peningkatan daya nalar sekaligus membentuk cara berpikir yang logis dan sistematis. Sedangkan aktifitas, minat dan bakat, sangat berguna bagi pembentukan karakter, sekaligus mengasah kemampuan otak kanan atau kecerdasan emosi para peserta didik.

Adapun salah satu kegiatan yang masuk dalam katagori ini, yakni kegiatan O2SN (Olimpiade Olahraga Siswa Nasional) Tingkat Kota Sukabumi Tahun 2014, yang dilaksanakan selama 5 hari, tepatnya dari tanggal 10 sampai dengan 14 Maret 2014 baru-baru ini. Diharapkannya, kegiatan ini dapat merangsang minat dan bakat para peserta didik, khususnya dalam bidang olahraga. Dikatakannya, dari kegiatan ini tidak mustahil, dalam jangka waktu 5 atau 10 tahun ke depan, dapat melahirkan dan menghasilkan atlet berkaliber nasional dan inter nasional, yang dapat mengharumkan nama bangsa dan negara.

Selain itu juga dikatakan, semua pihak tentu merasa prihatin, karena hingga saat ini masih terjadi beberapa kasus tawuran pelajar. Untuk itu, penyelenggaraan pendidikan sebaiknya tidak terlalu fokus dan berorientasi pada kecerdasan otak semata, akan tetapi juga harus diarahkan pada keluhuran budi pekerti dan pembentukan kecerdasan emosi. Dalam konteks ini, setiap sekolah harus kreatif, khususnya dalam mewadahi sekaligus menyalurkan dan mengembangkan kegiatan para peserta didiknya. Dengan demikian, waktu luang yang dimiliki para peserta didiknya, tidak akan terbuang untuk diisi oleh kegiatan-kegiatan yang negatif, sepeti tawuran, geng motor, nongkrong tidak tentu arah dan lain sebagainya.

Dikatakan pula, Pemerintah Kota Sukabumi melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi, akan terus berupaya optimal mendorong berbagai kegiatan dan aktifitas para peserta didik yang positif dan kreatif, termasuk melaksanakan kompetisi olahraga bagi para peserta didik. Karena kompetsisi tersebut sangat positif dan besar manfaatnya, yakni selain dapat meningkatkan taraf kesehatan, juga dapat membangun sportifitas sekaligus menggalang kebersamaan dan jalinan pertemanan di kalangan peserta didik.

 
Selasa, 4 Maret 2014
TIDAK AKAN DITERBITKAN LAGI IJIN UNTUK MINI MARKET
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Kepala Bagian Hukum Setda Kota Sukabumi, Een Rukmini, S.H. menjelaskan, setelah menelaah Buku Rekapitulasi Aspirasi Masyarakat Hasil Reses yang dilaksanakan oleh para Anggota DPRD Kota Sukabumi, khususnya yang berkaitan dengan program Perijinan dan Penertiban PKL (Pedagang Kaki Lima), sebaiknya dikoordinasikan dengan Bagian Hukum Setda Kota Sukabumi, karena masalah tersebut menyangkut bidang hukum.

Menyinggung masalah Perijinan Mini Market dan Pembatasan Ijinnya, menurut Kepala Bagian Hukum Setda Kota Sukabumi, sudah diatur dalam Perwal (Peraturan Walikota) Sukabumi, dan mulai tahun 2014 tidak akan diterbitkan lagi ijin untuk mini market, kecuali untuk mini market yang mejual komoditas lokal. Sedangkan mengenai pelaksaaan Perda (Peraturan Daerah) Kota Sukabumi Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Mihol (Minuman Beralkohol), saat ini sedang dilaksanakan sosialisasi kepada masyarakat.

Sementara Kepala Bidang Perindustrian Diskopperindag (Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan) Kota Sukabumi, Drs. R. Samiarto, M.Si. menjelaskan, setelah mempelajari Dokumen Hasil Reses Anggota DPRD Kota Sukabumi, khususnya yang berkaitan dengan Diskopperindag, terdapat sejumlah kegiatan non fisik, berupa penambahan modal dan lapangan usaha, serta yang berkaitan dengan 6 program dan 16 kegiatan Diskopperindag Kota Sukabumi.

Dalam pada itu, Dwijo dari RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) R. Syamsudin, S.H. Kota Sukabumi, menjelaskan tentang pelayanan RSUD R. Syamsudin, S.H. Kota Sukabumi, yang lebih menitikberatkan pada pelayanan Ruangan Kelas III. Dengan demikian, pelayanan di ruangan tersebut dirasakan kekurangan ruangan, khususnya bagi para pasien kelas III. Padahal pencapaian indikator pelayanan di ruangan ersebut. sudah mencapai 95 persen. Untuk itu, pada tahun 2014 ini, direncanakan akan dilaksanakan penambahan Ruangan Kelas III.

Selanjutnya khusus untuk IGD (Instalasi Gawat Darurat), yang saat ini sudah berubah fungsi menjadi ruangan rawat tanpa kelas, dalam setiap harinya senantiasa dipenuhi oleh para pasien, sehingga pada tahun 2014 ini, direncanakan akan dilakukan penambah sebanyak 1.000 tempat tidur, serta akan menambah Ruangan IGD di areal belakang RSUD R. Syamsudin, S.H. Kota Sukabumi.

Sedangkan Sekretaris Kecamatan Citamiang, Faridah, S.IP., M.Si. menjelaskan, setelah membaca Buku Rekapitulasi Aspirasi Masyarakat Hasil Reses yang dilaksanakan oleh para Anggota DPRD Kota Sukabumi, ada permintaan terhadap lahan bekas Terminal Lama Cikondang, supaya ditertibkan, serta ada yang mengusulkan dari masyarakat, agar lahan bekas terminal tersebut dijadikan pasar.

 
Senin, 24 Februari 2014
PARA DAI DI KOTA SUKABUMI AGAR TINGKATKAN PERAN DAN FUNGSINYA
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Walikota Sukabumi, H. Mohamad Muraz, S.H., M.M. mengharapkan, para dai di Kota Sukabumi, agar meningkatkan peran dan fungsinya, terutama dalam memberikan pembelajaran dan pencerahan keagamaan, baik urusan masjid maupun pesantren dan pengajian, serta berbagai kehidupan lainnya, termasuk dalam bidang Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat), serta Wasbang (Wawasan Kebangsaan) kepada warga masyarakat.

Maksud dan tujuannya, untuk meningkatkan pengetahuan keagamaan, serta keimanan dan ketaqwaan warga masyarakat, sesuai dengan Visi Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi Tahun 2013-2018, yakni Dengan Iman dan Taqwa, Mewujudkan Pemerintahan Yang Rahmatan Lil Alamin. Selain itu, juga untuk mewujudkan Dai Kamtibmas dan Wasbang MUI (Majelis Ulama Indonesia) Kota Sukabumi. Karena Nabi Muhammad pun, mengajarkan kepada seluruh umat dan pengikutnya dalam berbagai bidang, dari mulai bidang keagamaan, hingga ekonomi, politik dan sebagainya.

Disamping itu, Walikota Sukabumi juga menghimbau kepada para dai di Kota Sukabumi, agar menyampaikan informasi sekaligus mengajak segenap lapisan warga masyarakat, khususnya umat Islam yang memiliki kemampuan dan para agnia, untuk berpartisipasi secara aktif, dalam pengumpulan dan pendistribusian sumbangan wakaf AL-Quran. Karena di Kota Sukabumi, saat ini sedang dilaksanakan Gerakan Wakaf AL-Quran Tahun 2014, serta sudah dilaunching secara resmi, tepatnya pada peringatan Maulid Nabi Muhammad Tahun 1435 Hijriyah, tanggal 16 Januari 2014, bertempat di Halaman Apel Setda Kota Sukabumi.

Berkaitan dengan hal tersebut, bagi masyarakat yang akan mewakafkan AL-Quran, bisa disalurkan melalui BSM (Bank Syariah Mandiri) Cabang Kota Sukabumi, melalui Nomor Rekening 55511100003, atas nama Gerakan Wakaf AL-Quran Kota Sukabumi, dengan nilai, untuk 1 Mushaf AL-Quran setara dengan uang senilai 75 ribu rupiah. Adapun maksud dan tujuan dilaksanakannya Gerakan Wakaf AL-Quran tersebut, dalam rangka meningkatkan ukhuwah islamiyah, sekaligus meningkatkan motivasi dan semangat umat Islam di Kota Sukabumi, untuk gemar membaca, menghafal dan mengamalkan AL-Quran, dalam berbagai bidang kegiatan dan kehidupan sehari-hari.

Dijelaskannya, hasil pengumpulan wakaf AL-Quran tersebut, akan didistribusikan kepada umat Islam Kota Sukabumi, melalui MUI (Majelis Ulama Indonesia) Kota Sukabumi dan Pemerintah Kota Sukabumi. Sedangkan target dan sasaran dari pelaksanaan Gerakan Wakaf AL-Quran tersebut, yakni setiap Kepala Keluarga umat Islam di Kota Sukabumi, minimal mendapat 1 mushap AL-Quran secara gratis. Sebab Gerakan Wakaf AL-Quran ini, berasal dari, oleh dan untuk warga masyarakat, serta tidak menggunakan dana dari APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) Kota Sukabumi. Selain itu, Walikota Sukabumi juga menjelaskan, dilaksanakannya Gerakan Wakaf AL-Quran tersebut, sebagai kado ulang tahun Peringatan 1 Abad atau 100 Tahun Hari Jadi Kota Sukabumi, tepatnya yang jatuh pada tanggal 1 April 2014 mendatang.

 
Sabtu, 22 Februari 2014
PERANAN APBD DALAM TINGKATKAN RODA PEREKONOMIAN CUKUP TINGGI
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Kendati APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) bukan satu-satunya instrument untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tapi banyak penelitian yang menyatakan, bahwa peranan APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara) dan APBD, dalam meningkatkan roda perekonomian dan daya beli masyarakat cukup tinggi.

Oleh karenanya, Walikota Sukabumi, H. Mohamad Muraz, S.H., M.M., berpesan kepada seluruh aparatur Pemerintah Kota Sukabumi yang mengelola APBD, agar mampu mengelola APBD secara amanah, serta dalam melaksanakannya tepat waktu dan tepat sasaran, sesuai dengan program dan kegiatan yang telah ditetapkan, serta peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Yang lebih penting, keberadaan APBD harus mempunyai sisi kemanfaatan, bagi sebesar-besarnya kepentingan masyarakat.

Terlebih bagi Pemerintah Kota Sukabumi, yang sudah 4 kali meraih Penghargaan LAKIP (Laporan Kinerja Instansi Pemerintah) Tingkat Nasional, dan terakhir meraih Penghargaan LAKIP Katagori Kabupaten dan Kota Terbaik se Indonesia Tahun 2013 Tingkat Akuntabilitas Kinerja B, dengan nilai 70,65 atau tertinggi se Indonesia, dari Kemenpan dan RB (Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi).

Ditandaskannya, penghargaan tersebut akan lebih bermakna, apabila diikuti oleh keberhasilan dalam mengimplementasikan APBD, yang ditandai oleh adanya kepuasan masyarakat, terhadap kinerja aparatur dan raport penilaian necara pemerintah daerah, dengan kualifikasi WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dari BPK (Badan Pemeriksa Keuangan).

Ditandaskan pula, upaya untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang merupakan titik fokus kerja pemerintah daerah, tidak akan maksimal apabila tidak melibatkan unsur lain dari luar pemerintahan. Oleh karenanya, sesuai dengan prinsip good governance, maka pelibatan peran swasta dan masyarakat menjadi sebuah keniscayaan.

Seperti dijelaskan Walikota Sukabumi, dalam kerangka tersebut, Pemerintah Kota Sukabumi melalui Bagian Administrasi Pembangunan dan Kerjasama Daerah Setda Kota Sukabumi, menginisiasi dan melakukan kerjasama dengan berbagai pihak, dengan harapan dapat memaksimalkan peran dan fungsi masing-masing, demi terwujudnya tata kelola pemerintahan yang semakin baik.

Adapun kerjasama yang baru-baru ini dilakukan oleh Pemerintah Kota Sukabumi, yakni dengan UMMI (Universitas Muhammadiyah Sukabumi), khususnya dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, sesuai dengan fungsi dan kewenangan masing-masing.

Selanjutnya dengan IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia) Kota Sukabumi, tentang perpanjangan penyediaan tenaga pengajar dan pelatih pencak silat, pada jenjang pendidikan SD, SMP, SMA dan SMK Negeri dan Swasta di Kota Sukabumi, serta dengan PT Darutaqwa, tentang perpanjangan perjanjian kerja sama penyelenggaraan dan peminjaman sarana berdagang wisata kuliner Kota Sukabumi, tepatnya di Area Parkir Lantai 2 Toserba Selamat, Jalan R.E. Martadinata, Nomor 69 Kota Sukabumi.

Diharapkannya, kerjasama tersebut dapat memberikan nilai tambah bagi kedua belah pihak, serta dapat memberikan manfaat, baik secara langsung maupun tidak langsung bagi masyarakat Kota Sukabumi.

 
Kamis, 20 Februari 2014
TK SUKAPIRENA JUARA PERTAMA LSS TINGKAT JAWA BARAT 2013
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

TK Sukapirena Kecamatan Cikole Kota Sukabumi, berhasil meraih gelar juara pertama LSS (Lomba Sekolah Sehat) Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2013. Untuk itu, TK tersebut berhak mewakili Provinsi Jawa Barat, mengikuti lomba yang sama Tingkat Nasional Tahun 2014, yang menurut rencana akan dilaksanakan pada bulan Juni atau Juli 2014 mendatang. Sedangkan SMPN 3 Kecamatan Citamiang Kota Sukabumi, berhasil meraih gelar juara kedua.

Dengan berhasilnya TK Sukapirena meraih gelar juara pertama dan SMPN 3 meraih gelar juara kedua lomba tersebut, Walikota Sukabumi, H. Mohamad Muraz, S.H., M.M., mengucapkan terima kasih sekaligus memberi penghargaan kepada kedua sekolah tersebut, termasuk kepada Puskesmas Selabatu Kecamatan Cikole dan Puskesmas Tipar Kecamatan Citamiang, seraya mengharapkan dan memohon doa restu, khususnya kepada segenap lapisan warga masyarakat Kota Sukabumi umumnya Provinsi Jawa Barat, agar TK tersebut berhasil meraih gelar juara pertama pada lomba yang sama Tingkat Nasional Tahun 2014.

Dikatakannya, gelar juara pertama yang diraih TK Sukapirena dan juara kedua yang diraih SMPN 3 tersebut, merupakan kado bagi pemerintah dan warga masyarakat Kota Sukabumi, yang akan memperingati 1 Abad atau 100 Tahun Hari Jadi Kota Sukabumi, tepatnya yang jatuh pada tanggal 1 April 2014 mendatang.

Sementara Kepala Puskesmas Selabatu, drg. Suhendro Rusli dan Kepala TK Sukapirena, Sr. Sukapirena Laurentina Lilik, Osu. Menjelaskan, pihaknya merasa yakin dan optimis, bisa meraih gelar juara pertama LSS Tingkat Nasional Tahun 2014. Untuk itu, pihaknya beserta jajarannya, saat ini sedang melakukan berbagai persiapan dan penataan dalam berbagai bidang, termasuk melakukan pembinaan terhadap Dokcil (Dokter Cilik), khususnya yang berkaitan dengan UKS (Usaha Kesehatan Sekolah), menjaga kesehatan, kebersihan dan keindahan lingkungan sekolah dan sekitarnya, serta PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat).

Dikatakannya, untuk menunjang kelancaran dan keberhasilan tersebut, setiap siswa diberi Buku Panduan PHBS, serta setiap siswa yang akan masuk ke ruangan kelas, terlebih dahulu diperiksa oleh Dokcil, dari mulai ujung rambut hingga ujung kaki. Maksud dan tujuannya, supaya seluruh siswa terbiasa melaksanakan sekaligus membudayakan PHBS.

Sedangkan program lainnya yang dilaksanakan, yakni seluruh siswa juga secara rutin setiap minggu sekali, melaksanakan operasi semut atau membersihkan sampah di sekitar Jalan Suryakencana Kota Sukabumi. Selain itu, juga secara rutin melakukan kunjungan ke Posyandu dan Posbindu, termasuk ke Puskesmas Selabatu. Maksud dan tujuannya, supaya seluruh siswa bisa lebih paham dan mengerti tentang pentingnya kebersihan dan kesehatan, baik secara teori maupun secara praktik.

Dikatakan pula, keberhasilan meraih gelar juara pertama LSS Tingkat Jawa Barat tersebut, merupakan keberhasilan semua pihak, yakni pihak sekolah, para siswa dan orang tua, serta warga masyarakat, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Puskesmas Selabatu, Pemerintah Kota Sukabumi, serta instansi dan lembaga terkait lainnya.

 
Minggu, 9 Februari 2014
GERAKAN WAKAF AL-QURAN UNTUK TINGKATKAN UKHUWAH ISLAMIYAH
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, menyelenggarakan Gerakan Wakaf AL-Quran Kota Sukabumi Tahun 2014, bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sukabumi, Bank AL-Quran Kota Sukabumi, dan Panitia Gerakan Wakaf AL-Quran Kota Sukabumi Tahun 2014. Walikota Sukabumi, H. Mohamad Muraz, S.H., M.M. menandaskan, Gerakan Wakaf AL-Quran tersebut, sudah dilaunching secara resmi, tepatnya pada peringatan Maulid Nabi Muhammad Tahun 1435 Hijriyah, tanggal 16 Januari 2014, bertempat di Halaman Apel Setda Kota Sukabumi.

Sedangkan maksud dan tujuan diselenggarakannya Gerakan Wakaf AL-Quran tersebut, dalam rangka meningkatkan ukhuwah islamiyah, sekaligus meningkatkan motivasi dan semangat umat Islam di Kota Sukabumi, untuk gemar membaca, menghafal dan mengamalkan AL-Quran, di berbagai bidang kegiatan dan kehidupan sehari-hari. Selain itu, juga dalam rangka memeriahkan dan menyemarakan Peringatan 1 Abad atau 100 Tahun Hari Jadi Kota Sukabumi, tepatnya yang jatuh pada tanggal 1 April 2014 mendatang.

Untuk menunjang kelancaran dan keberhasilan penyelenggaraan Gerakan Wakaf AL-Quran tersebut, Pemerintah Kota Sukabumi sudah membentuk Susunan Personalia Panitia Bank AL-Quran Kota Sukabumi, dan Panitia Gerakan Wakaf AL-Quran Kota Sukabumi Tahun 2014, dengan Surat Keputusan Walikota Sukabumi Nomor 256 Tahun 2013.

Adapun Susunan Personalia Panitia Bank AL-Quran Kota Sukabumi ini, terdiri dari Pembina, Walikota Sukabumi, Penasehat, Wakil Walikota Sukabumi dan Ketua MUI Kota Sukabumi, Ketua, Dr. Muhammad Fajar Laksana, S.E., CQM., M.M., Sekretaris, Tatan Sutandi, A.Md. Kom., Bendahara, Siti Hasanah, serta Hubungan Masyarakat (Humas), Ustadz Mustain Zaenuri dan Erwin Hendarwin, S.E., MBA., M.M.

Selanjutnya Susunan Personalia Panitia Gerakan Wakaf AL-Quran Kota Sukabumi Tahun 2014, Ketua, Ir. Bagus Pekik, Sekretaris, Wawan Suhendi, S.Sn., Bendahara, Rani Maharani, Seksi Humas, Imam Syafei, Seksi Penggalangan Dana, Dede Setiawan, S.E., M.M., Opan Supandi, H. Supomo dan Adi Sunarto, serta Seksi Pendistribusian, Iqbal Arantri, S.E.I., M.M. dan Iwan Kriswanjuna.

Berkaitan dengan hal tersebut, bagi masyarakat khususnya umat Islam Kota Sukabumi yang akan mewakafkan AL-Quran, bisa disalurkan melalui Bank Syariah Mandiri (BSM) Cabang Kota Sukabumi, melalui Nomor Rekening 55511100003, atas nama Gerakan Wakaf AL-Quran Kota Sukabumi, dengan nilai untuk 1 Mushap AL-Qur’an setara dengan 75 ribu rupiah.

Adapun pendistribusian dan penyaluran Wakaf AL-Quran tersebut kepada masyarakat, dilakukan dalam kegiatan Jumat Keliling (Jumling) Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi beserta unsur Muspida Kota Sukabumi, secara marathon ke setiap masjid yang ada di wilayah Kota Sukabumi, serta kepada MUI Kota Sukabumi, melalui program Gemar AL-Quran, Gerakan Membaca, Menghafal dan Mengamalkan AL-Quran.

 
Selasa, 4 Februari 2014
SELURUH PEGAWAI AGAR TINGKATKAN DISIPLIN DAN KEWAJIBAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, Dr. H.M.N. Hanafie Zain, M.Si., menginstruksikan kepada seluruh pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, agar meningkatkan disiplin dan kewajiban secara optimal dan sungguh-sungguh. Adapun kewajiban bagi setiap PNS tersebut, diantaranya masuk kerja sekaligus menaati ketentuan jam kerja, sesuai dengan pasal 3 ayat 11 Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010, Tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Selain itu, ketentuan jam kerja bagi setiap pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, juga mengacu pada Peraturan Walikota Sukabumi Nomor 29 Tahun 2009, Tentang Pelaksanaan 5 Hari Kerja. Antara lain, Hari Senin sampai dengan Hari Kamis, mulai jam 07.30 sampai dengan jam 16.00 WIB, Apel Pagi jam 07.15 sampai dengan jam 07.30 WIB, Istirahat jam 12.00 sampai dengan jam 13.00 WIB, dan Apel Sore jam 15.45 sampai dengan jam 16.00 WIB. Selanjutnya Hari Jumat, mulai jam 07.30 sampai dengan jam 16.30 WIB, Apel Pagi jam 07.15 sampai dengan jam 07.30, Istirahat jam 11.30 sampai dengan jam 13.00 WIB, dan Apel Sore jam 16.15 sampai dengan jam 16.30 WIB.

Ditandaskannya, bagi setiap pegawai yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 5 hari, akan dijatuhi Hukuman Disiplin Ringan, berupa Teguran Lisan, 10 hari Teguran Terttulis, dan 11 sampai dengan 15 hari Pernyataan Tidak Puas secara tertulis.

Selanjutnya bagi yang tidak masuk kerja selama 16 sampai dengan 20 hari Hukuman Disiplin Sedang, berupa Penundaan Kenaikan Gaji Berkala selama 1 tahun, 21 sampai dengan 25 hari Penundaan Kenaikan Pangkat selama 1 tahun, dan 26 sampai dengan 30 hari Penurunan Pangkat setingkat lebih rendah selama 1 tahun.

Kemudian bagi yang tidak masuk kerja selama 31 sampai dengan 35 hari Hukuman Disiplin Berat, berupa Penurunan Pangkat setingkat lebih rendah selama 3 tahun, 36 sampai dengan 40 hari Pemindahan dalam rangka penurunan jabatan setingkat lebih rendah bagi PNS yang menduduki jabatan struktural atau fungsional tertentu, 41 sampai dengan 45 hari Pembebasan dari jabatan bagi PNS yang menduduki jabatan struktural dan fungsional tertentu, serta 46 hari lebih Pemberhentian Dengan Tidak Hormat, baik atas permintaan sendiri maupun Pemberhentian Dengan Tidak Hormat sebagai PNS.

Sekretaris Daerah Kota Sukabumi juga menginstruksikan kepada setiap pejabat yang bertugas sebagai Pembina dan Pemimpin Apel Pagi, agar melaksanakan tugas tersebut dengan sungguh-sungguh disertai tanggungjawab yang tinggi, serta wajib menyampaikan informasi kepemerintahan, sesuai dengan Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) masing-masing.

Disamping itu, setiap Pejabat yang menjadi Pemimpin Apel Pagi beserta stafnya, berkewajiban menjadi pelaksana seluruh rangkaian Apel Pagi, diantaranya memberitahukan dan memanggil seluruh pegawai, mulai pukul 07.00 sampai dengan pukul 07.15 WIB, menghitung pegawai yang mengikuti Apel Pagi, dan melaporkan jumlah pegawai yang mengikuti Apel Pagi.

 
Kamis, 23 Januari 2014
PARA BUNDA PAUD AGAR OPTIMAL TINGKATKAN PERAN DAN FUNGSINYA
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Bunda PAUD Kota Sukabumi, Hj. Esih Setiasih Muraz, meminta kepada para Bunda PAUD Kecamatan dan Kelurahan se Kota Sukabumi, agar senantiasa berupaya optimal meningkatkan peran dan fungsinya, terutama dalam meningkatkan kualitas PAUD yang ada di wilayahnya masing-masing, kendati peran Bunda PAUD ini, hanya merupakan profesi sukarela, yang dilandasi rasa cinta dan kasih sayang kepada anak-anak.

Permintaan Bunda PAUD Kota Sukabumi tersebut, disampaikan saat memberi sambutan, usai melantik 33 Bunda PAUD Kelurahan se Kota Sukabumi, bertempat di Rumah Dinas Wali Kota Sukabumi, baru-baru ini. Selain itu, juga meminta kepada para Bunda PAUD Kecamatan dan Kelurahan, agar dapat membina secara optimal terhadap 175 PAUD, serta 65 RA dan 75 TK, yang tersebar di 33 kelurahan dan 7 kecamatan se Kota Sukabumi.

Diharapkannya, dengan telah dilantiknya 33 Bunda PAUD Kelurahan se Kota Sukabumi ini, seluruh anak usia dini di Kota Sukabumi, kualitas pendidikannya dapat meningkat, dilandasi keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta berakhlak mulia, sehat, cerdas, jujur, bertanggung jawab, kreatif, percaya diri dan cinta tanah air.

Bunda PAUD Kota Sukabumi juga mengatakan, peranan PAUD menjadi sangat penting, khususnya dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak, sebagai bekal pendidikan selanjutnya, serta mampu mengatasi berbagai tantangan dan kehidupan yang dijalaninya. Selain itu, peran serta keluarga dalam membimbing dan mendidik anak pun sangat penting, serta harus menjadi stimulus bagi anak, sebelum masuk ke PAUD.

Adapun Maksud dan tujuannya, untuk menunjang kelancaran dan keberhasilan program PAUD, khususnya dalam mewujudkan program PAUD yang berbasis pada keluarga atau parenting education, yakni para pendidik PAUD dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, dapat melibatkan orang tua.

Berkaitan dengan hal tersebut, Bunda PAUD Kota Sukabumi, mengajak kepada para orang tua, agar berperan serta dalam PAUD, karena PAUD tidak hanya sekadar sebagai pendidikan dini saja, akan tetapi juga sebagai sarana peningkatan dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk masa mendatang.

Usai melantik ke-33 Bunda PAUD Kelurahan tersebut, dilajutkan Rapat Konsultasi (Rakon) Bunda PAUD Tahun 2014, serta penyerahan bantuan operasional dan seragam kepada 7 Bunda PAUD Kecamatan se Kota Sukabumi, yang sudah dilantik beberapa waktu yang lalu.

 
Sabtu, 18 Januari 2014
WARGA MASYARAKAT AGAR TINGKATKAN KEKOMPAKAN DAN KEBERSAMAAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Camat Warudoyong Kota Sukabumi, Yadi Mulyadi, S.STP., M.Si., menghimbau kepada seluruh warga masyarakat yang ada di wilayah Kecamatan Warudoyong, agar senantiasa menjaga sekaligus meningkatkan kekompakan dan kebersamaan, khususnya dalam membangun Kecamatan Warudoyong, di berbagai bidang. Maksud dan tujuannya, untuk mendukung sekaligus mencapai Visi Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi Tahun 2013-2018, yakni Dengan Iman dan Taqwa, Mewujudkan Pemerintahan yang Rahmatan Lil Alamin.

Ditandaskannya, salah satu bukti nyata dari kekompakan dan kebersamaan ini, Kecamatan Warudoyong senantiasa berhasil meraih prestasi dan penghargaan. Adapun prestasi yang sudah berhasil diraih Kecamatan Warudoyong dalam tahun 2014 ini, yakni peringkat pertama tertinggi pengumpul Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) se Kota Sukabumi, dengan dukungan 3 kelurahan yang masuk 10 besar peringkat tertinggi pengumpul PBB se Kota Sukabumi. Yakni Kelurahan Warudoyong peringkat ke-2, Kelurahan Benteng peringkat ke-3, dan Kelurahan Nyomplong peringkat ke-9.

Dikatakannya, keberhasilan tersebut merupakan keberhasilan dan hasil kerja keras semua pihak, termasuk dalam melakukan evaluasi PBB, yang dilaksanakan pada setiap hari Senin, tepatnya pada apel pagi. Dikatakan pula, dari hasil evaluasi tersebut, ditindaklanjuti oleh para Lurah dan para Kolektor PBB. Selain itu, juga atas kesadaran dan ketaatan warga masyarakat Kecamatan Warudoyong, khususnya para Wajib Pajak (WP), dalam memenuhi kewajiban membayar PBB.

Himbauan Camat Warudoyong tersebut, disampaikan saat memberi sambutan, pada Peringatan Maulid Nabi Muhammad Tahun 1435 Hijriyah Tingkat Kecamatan Warudoyong, bertempat di Ruangan Pertemuan Kantor Kecamatan Warudoyong.

Kegiatan yang diawali dengan Pembacaan Ayat-Ayat Suci AL-Quran dan doa bersama oleh Ketua DMI sekaligus sebagai Ketua BAZ Kecamatan Warudoyong, Ustadz Ludi Jalaludin, dan diakhiri Tauziah Uraian Hikmah Maulid Nabi oleh Ustadz Mubaroq ini, dihadir unsur Muspika Warudoyong, para Lurah, para Kasi dan Staf Kecamatan dan Kelurahan, Kepala KUA, Ketua LPTQ, Ketua PHBI, Ketua PWRI, Ketua LLI, Ketua TP PKK, Ketua DKM, para Ketua Organisasi Tingkat Kecamatan dan Kelurahan, tokoh masyarakat, alim ulama dan pemuda, serta undangan lainnya.

 
Minggu, 12 Januari 2014
SELURUH UMAT KRISTIANI AGAR OPTIMAL TINGKATKAN SINERGITAS
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Wakil Walikota Sukabumi, H. Achmad Fahmi, S.Ag., M.M.Pd., meminta kepada seluruh umat kristiani, agar senantiasa berupaya optimal meningkatkan sinergitas, khususnya dalam memajukan Kota Sukabumi, di berbagai bidang, termasuk dalam meningkatkan kerukunan hidup umat beragama dan antar umat beragama, sebagai salah satu upaya untuk mengelola kemajemukan bangsa.

Permintaan Wakil Walikota Sukabumi tersebut, disampaikan saat memberi sambutan, pada perayaan natal bersama, tepatnya pada tanggal 10 Januari 2014, di Gereja Santo Josep, Jalan Suryakencana Kota Sukabumi. Hadir dalam kesempatan tersebut, unsur Muspida, pejabat dari Kantor Kementerian Agama Kota Sukabumi, jajaran pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sukabumi, dan undangan lainnya.

Dijelaskannya, negara Indonesia diakui oleh mayoritas negara di berbagai belahan dan penjuru dunia, sebagai kiblat toleransi serta kerukunan hidup umat beragama dan antar umat beragama. Namun demikian, dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa yang demokratis, egaliter dan menghormati Hak Asasi Manusia (HAM), masih perlu ditingkatkan dan dikembangkan lagi, untuk menjunjung tinggi etika kerukunan. Antara lain, sikap tenggang rasa antar komunitas pemeluk agama, serta tidak menjadikan umat yang telah memeluk suatu agama tertentu, sebagai sasaran penyebaran agama lain. Disamping itu, juga agar senantiasa menghormati kesucian tempat ibadah, kitab suci dan simbol keagamaan lainnya, dari tindakan penodaan dan sebagainya.

Dijelaskan pula, Pemerintah Kota Sukabumi beserta instansi dan lembaga terkait, senantiasa berupaya optimal sekaligus mendukung terhadap berbagai program dan kegiatan keagamaan, termasuk dalam meningkatkan kerukunan hidup umat beragama dan antar umat beragama. Maksud dan tujuannya, untuk menciptakan sekaligus meningkatkan suasa kondusif wilayah Kota Sukabumi, yakni aman, tenteram, tertib dan damai.

Selain itu, juga untuk menunjang kelancaran dan keberhasilan dalam mencapai Visi Pembangunan Kota Sukabumi Tahun 2005-2025, yakni Terwujudnya Kota Sukabumi, Sebagai Pusat Pelayanan Berkualitas Bidang Pendidikan, Kesehatan dan Perdagangan di Jawa Barat, Berlandaskan Iman dan Taqwa; serta Visi Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi Tahun 2013-2018, yakni Dengan Iman dan Taqwa, Mewujudkan Pemerintahan Yang Rahmatan Lil Alamin.

Dalam pada itu, Ketua Badan Kerja Sama antar Gereja (BKSG) Sukabumi, Natanael B.S. menjelaskan, tema yang diangkat dalam perayaan natal bersama ini, yakni Datang Ya Raja Damai. Diharapkannya, dengan tema tersebut, seluruh masyarakat bisa menikmati damai dan suka cita Tuhan. Sebab berdamai dengan Tuhan, beserta sesama mahluk dan diri sendiri, seluruh umat manusia dapat menikmati damai dan suka cita Tuhan.

 
Jumat, 10 Januari 2014
WARGA MASYARAKAT AGAR OPTIMAL TINGKATKAN TRANTIBUM
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Kapolsek Warudoyong Kota Sukabumi, Kompol Warsito, menghimbau kepada segenap lapisan warga masyarakat, agar senantiasa berupaya optimal meningkatkan Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantibum), diantaranya dengan melaksanakan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) atau Ronda Malam, di lingkungannya masing-masing. Karena dengan Siskamling atau Ronda Malam tersebut, banyak manfaatnya bagi semua pihak, khususnya dalam menciptakan dan meningkatkan Trantibum, sekaligus dapat mengantisipasi terjadinya berbagai tindak kejahatan, termasuk menolong warga masyarakat yang menderita sakit mendadak dan yang akan melahirkan, serta dapat membantu penanganan kejadian bencana dan sebagainya.

Disamping itu, juga dapat mengantisipasi penyalahgunaan Narkoba, Minuman Keras (Miras) dan Minuman Beralkohol (Mihol), yang hingga saat ini masih sering disalahgunakan oleh warga masyarakat, terutama oleh para pemuda. Padahal penyalahgunaan Narkoba, Miras dan Mihol tersebut, sudah sangat sering diantisipasi dan ditangani oleh aparat pemerintah, termasuk TNI dan Polri, melalui pelaksanaan operasi dan penyegelan toko dan warung yang menjual Miras dan Mihol oleh Satpol PP. Namun hingga saat ini, masih ada warga masyarakat yang bandel menyalahgunakan Narkoba, Miras dan Mihol. Karena ancaman hukuman dan dendanya masih sangat ringan, sehingga tidak membuat jera bagi para pelakunya.

Dijelaskannya, selain masih ada warga masyarakat yang bandel menyalahgunakan Narkoba, Miras dan Mihol, aksi geng motor juga masih sering ditemukan terjadi, terutama pada malam minggu. Untuk itu, Kapolsek Warudoyong menghimbau kepada segenap lapisan warga masyarakat, agar tidak sering nongkrong di pinggir jalan, terutama pada malam hari. Maksud dan tujuannya, supaya tidak jadi sasaran geng motor. Demikian pula aksi tawuran pelajar, masih sering terjadi, dan pada saat melakukan aksi tawuran, para pelajar sudah menjadi kebiasaan sering membawa dan mengonsumsi Miras Ciu, atau sejenis Miras yang menyerupai Aqua.

Menyinggung agenda yang harus diantisipasi oleh segenap lapisan warga masyarakat, menurut Kapolsek Warudoyong, yakni persiapan dan pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif Tahun 2014, yang menurut rencana akan dilaksanakan pada tanggal 9 April 2014 mendatang. Untuk itu, Kapolsek Warudoyong menghimbau kepada segenap lapisan warga masyarakat, agar turut serta menyukseskan pelaksanaan Pemilu tersebut, dari mulai persiapan hingga pelaksanaannya, dengan senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban, serta kerukunan, kedamaian dan saling menghargai.

Sedangkan kepada seluruh aparat pemerintah, termasuk aparat kecamatan dan kelurahan, serta TNI dan Polri, agar tidak terlibat dalam politik praktis. Karena sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku, seluruh aparat pemerintah, TNI dan Polri, dalam setiap pelaksanaan Pemilu, hanya bertugas mengayomi, melindungi dan memberikan pelayanan kepada segenap lapisan warga masyarakat, serta menyukseskan pelaksanaan Pemilu.

 
Senin, 6 Januari 2014
MARI KITA TINGKATKAN TERUS KUALITAS PELAYANAN KEPADA MASYARAKAT
Reporter : Yuli Noviawan
 

Mari kita tingkatkan terus kualitas pelayanan kepada masyarakat, demikian diungkapkan Walikota Sukabumi H. Mohamad Muraz., SH., MM saat memberikan pengarahan pada kegiatan apel pagi di lingkungan Sekretariat Daerah Kota Sukabumi, Senin (6/01/2013).
Walikota Sukabumi H. Mohamad Muraz., SH., MM juga mengingatkan bahwa kita telah di gaji oleh masyarakat melalui pajak dan retribusi, sehingga kita harus menjaga amanah tersebut kepada masyarakat.

Walikota Sukabumi juga mengatakan bahwa bagi seluruh pegawai di SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi yang telah dididik dan dilatih oleh Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Kota Sukabumi tentang keuangan, aset serta kepegawaian agar segera mengaplikasikan ilmu yang telah didapatkan, sehingga semua SKPD dapat lebih tertib lagi dalam mengelola keuangan, aset serta kepegawaiannya.

Hadir dalam apel pagi kali ini Kepala Bappeda Kota Sukabumi, Kepala DPPKAD Kota Sukabumi, Kepala BKPP Kota Sukabumi, para Staf Ahli Walikota, Para Asisten di lingkungan Setda Kota Sukabumi, Kepala Kantor Kominfo Kota Sukabumi, Para Kabid dan Kabag di lingkungan Setda Kota Sukabumi serta para pegawai di lingkungan setda kota sukabumi.

 
Senin, 30 Desember 2013
SELURUH PEGAWAI KANTOR KOMINFO AGAR TINGKATKAN KINERJA
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Seluruh pegawai Kantor Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Sukabumi dan Radio Siaran Pemerintah Daerah (RSPD) FM Kota Sukabumi, agar senantiasa berupaya optimal meningkatkan kinerja dan kebersamaan, khususnya dalam merealisasikan berbagai kebijakan dan program yang digulirkan Pemerintah Kota Sukabumi, sesuai dengan Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) dan bidang masing-masing.

Hal ini sangat penting dilakukan, guna menunjang kelancaran dan keberhasilan dalam mencapai Visi Pembangunan Kota Sukabumi Tahun 2005-2025, yakni Terwujudnya Kota Sukabumi, Sebagai Pusat Pelayanan Berkualitas Bidang Pendidikan, Kesehatan dan Perdagangan di Jawa Barat, Berlandaskan Iman dan Taqwa; serta Visi Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi Tahun 2013-2018, yakni Dengan Iman dan Taqwa, Mewujudkan Pemerintahan Yang Rahmatan Lil Alamin, yakni rahmat bagi semua dan alam semesta.

Demikian disampaikan Kepala Kantor Kominfo Kota Sukabumi, Insinyur H. Cecep Mansur, M.M., saat memimpin rapat dengan unsur pimpinan dan staf Kantor Kominfo Kota Sukabumi dan RSPD FM Kota Sukabumi, hari Senin, 30 Desember 2013, bertempat di Kantor Kominfo Kota Sukabumi.

Adapun tugas pegawai Kantor Kominfo Kota Sukabumi dan RSPD FM Kota Sukabumi, yang harus senantiasa ditingkatkan dan dikembangkan, diantaranya memberikan informasi berbagai kebijakan dan program yang digulirkan oleh Pemerintah Kota Sukabumi, kepada segenap lapisan warga masyarakat, melalui media internal milik Pemerintah Kota Sukabumi, khususnya yang dikelola oleh Kantor Kominfo Kota Sukabumi. Diantaranya RSPD FM Kota Sukabumi, Situs Resmi Pemerintah Kota Sukabumi, www.sukabumikota.go.id, dan Majalah Bulanan Berita Kota Sukabumi.

Disamping itu, seluruh pegawai Kantor Kominfo Kota Sukabumi dan RSPD FM Kota Sukabumi, juga agar senantiasa berupaya optimal meningkatkan tertib administrasi berbagai kegiatan yang dilaksanakan, termasuk inventaris barang yang dimiliki Kantor Kominfo Kota Sukabumi dan RSPD Kota Sukabumi. Sebab keberhasilan pelaksanaan tugas suatu unit kerja, dapat dilihat dari tertib administrasi berbagai kegiatan yang dilaksanakan.

Yang tidak kalah penting, segenap pegawai Kantor Kominfo Kota Sukabumi dan RSPD FM Kota Sukabumi, juga agar senantiasa berupaya optimal meningkatkan pengetahuan, wawasan dan keterampilan, baik secara formal maupun non formal. Hal tersebut sangat penting dilakukan, untuk menunjang kelancaran dan keberhasilan dalam melaksanakan tugas.

 
Minggu, 1 Desember 2013
PANWASLU TINGKATKAN PENGETAHUAN PEGAWAI SEKRETARIAT PANWASCAM
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Sukabumi, senantiasa berupaya optimal meningkatkan pengetahuan, wawasan dan keterampilan para pegawai Sekretariat Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam), yang tersebar di 7 kecamatan se Kota Sukabumi, diantaranya melalui Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Kesekretariatan.

Adapun Diklat Kesekretariatan yang telah dilaksanakan baru-baru ini, seperti dijelaskan Ketua Panwaslu Kota Sukabumi, H. Ending Muhidin, S.Sos., M.M., didampingi Kepala Sekretariat Panwaslu Kota Sukabumi, Ajang Suryana, berlangsung di salah satu hotel yang ada di Palabuhanratu Sukabumi, diikuti oleh 14 pegawai Sekretariat Panwascam se Kota Sukabumi. Maksud dan tujuannya, untuk menunjang kelancaran dan keberhasilan pelaksanaan tugas, peran dan fungsi para pegawai tersebut, khususnya dalam melakukan pengadministrasi Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) Tahun 2014 mendatang, dari mulai persiapan hingga pelaksanaan.

Untuk itu, Diklat tersebut dititkberatkan pada berbagai pemahaman, khususnya yang berkaitan dengan tugas, peran dan fungsi kesekretariatan, seperti tertib administrasi dan pengelolaan anggaran, serta pertanggungjawaban keuangan, sesuai dengan peraturan dan perundang- undangan yang berlaku. Selain itu, juga pemahaman visi dan misi, serta terciptanya koordinasi yang sinergis dan harmonis, antara Panwascam dengan Sekretariat Panwascam. Selanjutnya pemahaman peran Sekretariat Panwascam, khususnya dalam membantu kinerja pengawasan, serta pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) Panwascam dan Pengawas Pemilu Lapangan (PPL). Dijelaskan pula, Diklat tersebut, juga diisi pemahaman tentang program dan kegiatan Divisi Tekhnis Penyelenggaraan Pemilu, serta pemahaman Hubungan Masyarakat (Humas) dan antar lembaga.

Ketua Panwaslu Kota Sukabumi menandaskan, antara Panwascam dan Sekretariat Panwascam tidak dapat dipisahkan, kendati dalam kinerjanya memiliki tugas, peran dan fungsi masing-masing. Adapun tugas, peran dan fungsi Sekretariat Panwascam, akan fokus memenuhi kelengkapan adminstrasi, sedangkan Panwascam akan fokus melakukan pengawasan di lapangan. Namun demikian, dengan adanya hubungan kerja yang sinergis dan harmonis, akan saling membantu, sehingga kinerja Panwascam dan Sekretariat Panwascam akan tercipta dengan baik dan lancar, serta lebih optimal lagi.

 
Minggu, 1 Desember 2013
SEGENAP ANGGOTA KORPRI AGAR MENINGKATKAN PROFESIONALISME
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-42 Korpri Tahun 2013, termasuk di Kota Sukabumi sudah dilaksanakan, tepatnya pada tanggal 29 November 2013, betermpat di Lapangan Merdeka Kota Sukabumi. Adapun tema yang diangkat dalam peringatan tersebut, yakni Dengan Profesionalisme dan Netralitas, Korpri Mendukung Keberhasilan Pelaksanaan Reformasi Birokrasi, Untuk Menjaga Stabilitas Politik dan Pertumbuhan Ekonomi, Guna Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat.

Walikota Sukabumi, H. Mohamad Muraz, S.H., M.M. menjelaskan, seperti dikatakan Presiden RI, Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono, selaku Penasehat Nasional Korpri, tema tersebut dinilai sangat tepat, karena saat ini, profesionalisme dan netralitas dalam pelaksanaan reformasi birokrasi sangat penting, terutama dalam menjaga stabilitas politik dan pertumbuhan ekonomi, untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat di seluruh wilayah tanah air.

Dikatakan pula, melalui tema tersebut, segenap anggota Korpri diharapkan, agar senantiasa berupaya optimal meningkatkan profesionalisme, khususnya dalam menjalankan tugas dan fungsi, sebagai aparatur pemerintahan. Selain itu, juga agar senantiasa tetap netral dalam proses dan pelaksanaan demokrasi, yang sedang tumbuh dan berkembang di tanah air. Untuk itu, seluruh anggota Korpri harus berdiri tegak di tengah-tengah masyarakat, baik dalam proses dan pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada), maupun dalam Pemilihan Umum Legislatif (Pileg), serta Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres), yang akan dilaksanakan pada tahun 2014 mendatang. Berkaitan dengan hal tersebut, keberpihakan seluruh anggota Korpri, diminta hanya untuk tegak lurus kepada bangsa dan negara.

Diungkapkannya, sejarah telah mencatat, lebih dari empat dekade, Korpri telah tampil sebagai organisasi profesi, yang tetap menunaikan tugas kedinasannya secara lebih profesional, sesuai dengan tuntutan dan perkembangan zaman. Disamping itu, Korpri dapat menampilkan postur organisasinya sebagai penopang birokrasi pemerintahan, untuk mendukung suksesnya agenda pembangunan. Ditandaskannya, berkat dedikasi dan komitmen seluruh anggota Korpri bersama-sama segenap elemen bangsa, mampu bertahan dari krisis keuangan global. Demikian pula ekonomi tetap tumbuh, kesejahteraan rakyat terus meningkat, dan pelayanan publik berjalan lebih baik, lebih murah dan lebih cepat.

 
Minggu, 24 November 2013
SELURUH SEKOLAH AGAR MENINGKATKAN PEMBINAAN DAN PENGAWASAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Walikota Sukabumi, H. Mohamad Muraz, S.H., M.M., menghimbau kepada seluruh sekolah yang ada di wilayah Kota Sukabumi, agar meningkatkan pembinaan dan pengawasan secara optimal, terhadap seluruh pelajar yang menjadi anak didiknya. Karena selama para pelajar tersebut berada di sekolah, merupakan tugas dan tanggungjawab pihak sekolah, dari mulai masuk hingga pulang sekolah.

Himbauan Walikota Sukabumi tersebut, juga disampaikan kepada seluruh orang tua dan wali murid, yakni selain harus meningkatkan pengawasan, juga harus menanamkan dan meningkatkan kedisiplinan secara optimal terhadap seluruh putera dan puterinya, terutama pada setiap pulang sekolah harus senantiasa tepat waktu. Dikatakannya, apabila putera atau puterinya terlambat datang pulang dari sekolah, orang tuanya wajib menghubungi dan menanyakan kepada pihak sekolahnya masing-masing.

Maksud dan tujuannya, untuk menghindari dan mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan oleh semua pihak, baik pada saat berada di sekolah maupun pada saat berada di rumah kediamannya masing-masing.

Walikota Sukabumi menandaskan, akibat kurang optimalnya pembinaan dan pengawasan, berbagai hal yang tidak diinginkan oleh semua pihak bisa terjadi. Sebagai salah satu contohnya, kasus terjadinya penyiraman air keras di Jakarta, dan kasus terjadinya tawuran, yang mengakibatkan meninggalnya 4 pelajar salah satu SMK di Kabupaten Sukabumi.

Untuk itu, Walikota Sukabumi meminta kepada seluruh aparat instansi dan lembaga terkait, khususnya kepada pihak sekolah serta orang tua dan wali murid, agar secara optimalnya melakukan pembinaan dan pengawasan, supaya kasus tawuran tersebut tidak merembet ke sekolah-sekolah yang ada di wilayah Kota Sukabumi.

Selain itu, Walikota Sukabumi juga menandaskan, pihaknya siap terjun langsung ke lapangan, untuk melakukan pengecekan ke sekolah-sekolah, guna mengawasi kinerja dan aktivitas kesiswaan dan sebagainya, termasuk keberadaan dan aktivitas Polisi Siswa di setiap sekolah yang ada di wilayah Kota Sukabumi, terutama dalam melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap aktivitas seluruh siswa, khususnya upaya dalam mencegah dan meredam aksi tawuran, yang akan dilakukan oleh para siswa di sekolahnya masing-masing.

 
Rabu, 23 Oktober 2013
PEMERINTAH TARGETKAN 140 JUTA RAKYAT INDONESIA JADI PESERTA JKN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Presiden RI, Doktor H. Susilo Bambang Yudhoyono menandaskan, untuk tahap pertama, pemerintah menargetkan sebanyak 140 juta rakyat Indonesia, menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), yang dikelola oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), tepatnya mulai tanggal 1 Januari 2014 mendatang.

Penandasan Presiden tersebut, disampaikan saat memberi sambutan, pada acara Terima Kasih NKRI, Dalam Rangka Gotong Royong Perkokoh Gerakan Nasional Memiliki Jaminan Kesehatan Nasional, Melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Kesehatan, tepatnya pada tanggal 21 Oktober 2013, di kompleks Setukpa Lemdikpol Sukabumi.

Acara tersebut diisi penandatanganan komitmen menyukseskan program JKN yang dilakukan oleh 140 Pimpinan Badan Usaha Milik Negara atau BUMN se Indonesia, sebagai motor penggerak sektor industri dalam perluasan peserta JKN.

Untuk itu, Presiden mengharapkan, berbagai langkah dan persiapan harus terus digiatkan, karena waktu penerapan BPJS ini hanya tinggal dua bulan lagi. Dikatakannya, penandatanganan komitmen tersebut sebagai tanda, bahwa seluruh karyawan BUMN di seluruh wilayah Indonesia, akan didaftarkan menjadi peserta BPJS Kesehatan.

Diharapkannya, melalui kemitraan antara pemerintah dengan BUMN dan kalangan dunia usaha ini, dapat memperbanyak pembangunan Puskesmas, Posyandu, dan sarana kesehatan lainnya, terutama di daerah rawan bencana, daerah terpencil, dan pulau-pulau terdepan, termasuk pembangunan rumah sakit berstandar internasional di kota-kota besar.

Selain itu, Presiden juga menjelaskan, program JKN yang akan dikelola oleh BPJS ini, akan dilakukan melalui dua tahap. Antara lain, untuk tahap pertama sekitar 86,4 juta peserta Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas), 16 juta peserta Asuransi Kesehatan (Askes), 11 juta peserta Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda), 7 juta peserta Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), dan 1,2 juta peserta dari unsur TNI dan Polri. Sedangkan untuk tahap kedua, tanggal 1 Januari 2019 mendatang, ditargetkan seluruh rakyat Indonesia sudah menjadi peserta BPJS Kesehatan.

 
Selasa, 15 Oktober 2013
SEGENAP UMAT ISLAM AGAR MENINGKATKAN KETAQWAAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

foto berita Segenap umat Islam agar senantiasa berupaya optimal meningkatkan ketaqwaan, supaya Allah berkenan memberi solusi atas berbagai problematika hidup yang dihadapi. Demikian dikatakan Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati (UIN SGD) Bandung, sekaligus sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sukabumi, Profesor Doktor K.H. Dedi Ismatullah Machdi, S.H., M.Hum., saat menyampaikan Khutbah Idul Adha Tingkat Kota Sukabumi Tahun 1434 Hijriyah, bertempat di Lapangan Merdeka Kota Sukabumi, hari Selasa pagi, 15 Oktober 2013.

Diharapkannya, upaya untuk meningkatkan ketaqwaan ini, agar dijadikan agenda hidup yang paling prioritas, dengan mengimplementasikan nilai-nilai Islam, sebagai way of life atau jalan hidup, supaya menjadi manusia yang ideal dan mendapat yang dijanjikan oleh Allah dalam AL-Quran Surat At-Thalaq Ayat 2-3, yang artinya, barang siapa bertaqwa kepada Allah, niscaya dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya.

Selain itu juga dijelaskan, Nabi Muhammad adalah Nabiyullah pengemban risalah terakhir kenabian yang diutus di akhir zaman. Ia juga penemu konsep ketatanegaraan dunia, yang telah terbukti kesuksesannya, dalam kepemimpinan dan sistem managerial, ia pulalah yang diutus Allah untuk menjadi rahmat bagi alam semesta.

Dalam AL-Quran Surat AL-Anbiya Ayat 106-107 disebutkan, sesungguhnya (apa yang disebutkan) dalam (Surat) ini, benar-benar menjadi peringatan bagi kaum yang menyembah (Allah). Dan tiadalah kami mengutus kamu (Muhammad), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.

Untuk itu, hal yang wajib segera dilakukan oleh segenap umat Islam, yakni mendapat rahmat Allah, sekaligus menghindari datangnya adzab yang amat pedih dari Allah, diantaranya dengan mengevaluasi segala bentuk perilaku yang dilakukan, serta mengembalikan arah kepada yang diajarkan oleh Islam.

 
Kamis, 10 Oktober 2013
SETIAP PNS HARUS SIAP DITEMPATKAN DAN DITUGASKAN DIMANA SAJA
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, Doktor H.M.N. Hanafie Zain, M.Si. menegaskan, bahwa setiap Pegawai Negeri Sipil atau PNS di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, harus siap ditempatkan dan ditugaskan dimana saja, sesuai dengan perintah pimpinan. Sebab tugas yang diberikan oleh pimpinan tersebut, merupakan amanah yang harus dilaksanakan dengan baik dan sungguh-sungguh, disertai tanggungjawab dan disiplin yang tinggi, sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan PNS, serta Panca Prasetya Korps Pegawai Republik Indonesia atau Korpri.

Hal tersebut juga sesuai dengan istilah tour of duty and tour of area, yakni bagi setiap PNS yang ditugaskan oleh pimpinan dimanapun, harus dilaksanakan dengan baik dan sungguh-sungguh, serta harus senantiasa menunjukan pengaruh yang sangat positif, khususnya terhadap kematangan cara berfikir, bersikap dan bertindak, terutama dalam menghadapi dan mengatasi berbagai tantangan dan persoalan yang dihadapi.

Ditegaskan pula, sebagai seorang PNS di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, tidak mengenal tempat dan batas waktu, khususnya dalam mengabdi kepada bangsa, negara dan pemerintah. Hal ini mengandung makna, bahwa bagi setiap PNS di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, dalam setiap melaksanakan tugas pengabdian kepada bangsa, negara dan pemerintah, selain tidak boleh memilih tempat bekerja atas kehendak sendiri, juga harus siap ditempatkan dimana saja, sesuai dengan Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) PNS masing-masing.

Disamping itu, Sekretaris Daerah Kota Sukabumi juga meminta kepada setiap PNS di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, harus mampu dan senantiasa bekerja sama, khususnya dalam setiap melaksanakan tugas, baik secara struktural maupun maupun secara fungsional, terutama dalam memberikan pelayanan prima kepada segenap lapisan masyarakat di berbagai bidang, dari mulai bidang pemerintahan, hingga bidang pembangunan dan kemasyarakatan, sesuai dengan tugas pokok PNS.

Sedangkan kepada para Kepala Organisasi Perangkat Daerah atau OPD, termasuk para Camat dan Lurah di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, harus bisa membagi tugas kepada bawahanya. Karena sejumlah tugas serta program dan kegiatan yang harus dilaksanakan dalam setiap harinya, terkadang waktunya bersamaan. Maksud dan tujuannya, supaya sejumlah tugas serta program dan kegiatan tersebut, dapat diikuti dan dilaksanakan dengan baik, sesuai dengan harapan semua pihak.

 
Sabtu, 28 September 2013
MENINGKATKAN KETAHANAN EKONOMI DI LOKASI P2WKSS DAYEUHLUHUR
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Dalam rangka upaya meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat, khususnya bagi kalangan wanita rawan sosial ekonomi di lokasi binaan P2WKSS Kelurahan Dayeuhluhur, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, senantiasa dilakukan pembinaan, penyuluhan dan pelatihan, oleh berbagai pihak dan OPD terkait. Diantaranya Dinsosnakertrans Kota Sukabumi, Diskopperindag Kota Sukabumi, serta BPMPKB Kota Sukabumi dan Tim Penggerak PKK Kota Sukabumi.

Camat Warudoyong, Yadi Mulyadi, S.STP., M.Si. menjelaskan, berbagai program yang dilaksanakan di lokasi binaan P2WKSS Kelurahan Dayeuhluhur tersebut, pada dasarnya untuk mencapai kondisi warga masyarakat ke arah yang lebih baik lagi dalam berbagai bidang, sesuai dengan Visi Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi Tahun 2013-2018, yakni Dengan Iman dan Taqwa, Mewujudkan Pemerintahan Yang Rahmatan Lil Alamin.

Sedangkan pembinaan, penyuluhan dan pelatihan yang dilakukan oleh berbagai pihak dan OPD terkait tersebut, dititikberatkan pada berbagai pengetahuan dan keterampilan, serta pemberian motivasi, supaya dapat membiasakan perilaku manajemen tangan di atas dari pada tangan di bawah. Maksud dan tujuannya, selain dapat bangkit dari kerawanan sosial ekonomi, juga dapat merubah perilaku, dari harapan untuk dibantu menjadi harapan dapat membantu orang lain.

Dikatakannya, dengan sinergitas kemauan, kemampuan dan peluang yang ada, dapat menciptakan kesuksesan bagi warga masyarakat, khususnya kalangan wanita rawan sosial ekonomi di lokasi binaan P2WKSS Kelurahan Dayeuhluhur, terutama dalam upaya melepaskan diri dari kerawanan sosial ekonomi. Dengan demikian, peningkatan peran sebagai istri dan ibu dalam rumah tangga, serta penunjang ekonomi rumah tangga dapat terwujud dengan baik, melalui berbagai kegiatan usaha ekonomi yang kreatif dan halal.

Sementara Lurah Dayeuhluhur, Insinyur Ria Andriyani mengungkapkan, kegiatan yang dilaksanakan oleh berbagai pihak dan OPD terkait di lokasi binaan P2WKSS, tepatnya di wilayah RW 20 Kelurahan Dayeuhluhur, dilakukan secara rutin dan berkesinambungan, termasuk pemberian bantuan Gerobag Sampah dari DPSPP Kota Sukabumi, pembangunan jalan lingkungan dari DTRPP Kota Sukabumi, bantuan Turn Air dari PDAM TBW Kota Sukabumi, permbinaan BKB, BKL dan PAUD dari BPMPKB Kota Sukabumi dan Tim Penggerak PKK Kota Sukabumi, serta Kecamatan Warudoyong dan Kelurahan Dayeuhluhur.

 
Selasa, 24 September 2013
Disiplin Para Pegawai Di Lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi Akan Terus Ditingkatkan
Reporter : Yuli Noviawan
 

Disiplin Para Pegawai Di Lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi Akan Terus Ditingkatkan, demikian diungkapkan Asisten III Bidang Administrasi Pembangunan Drs. H. Saleh Makbulah, M.Si saat menjadi pembina apel pagi dilingkungan Sekretariat Daerah Kota Sukabumi. Selasa ( 23/09/2013).

Disiplin pegawai ini akan dimulai diawali dengan tingkat kehadiran apel pagi, baik di lingkungan Sekretariat Daerah Kota Sukabumi maupun di Organisasi Perangkat Daerah atau OPD yang ada di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, demikian ungkap Asisten III Bidang Administrasi Pembangunan Setda Kota Sukabumi.

Asisten III Bidang Administrasi Pembangunan Setda Kota Sukabumi Drs, H, Saleh Makbulah, M.Si juga mengungkapkan bahwa akan menindak tegas para pegawai yang tidak melaksanakan apel pagi tanpa alasan yang jelas, dan akan menjadi catatan khusus dalam bidang kepegawaian, demikian pula bagi yang disiplin dalam perkejaan yang diawali dengan apel pagi juga akan menjadikan catatan yang baik nantinya bagi karier pegawai yang bersangkutan.

Hadir dalam apel pagi kali ini adalah para Staf Ahli Walikota Sukabumi, Para Asisten di lingkungan Setda Kota Sukabumi, Kepala DPPKAD, Kepala Kantor Kominfo Kota Sukabumi, para Kepala Bagian di lingkungan Setda Kota Sukabumi dan para pegawai di lingkungan Sekretariat Pemda Kota Sukabumi

 
Selasa, 3 September 2013
Bagaimana Kita Meningkatkan Kesejahteraan Pedagang Tanpa Menambah Beban Pedagang
Reporter : Yuli Noviawan
 

Bagaimana Kita Meningkatkan Kesejahteraan Pedagang Tanpa Menambah Beban Pedagang, demikian ungkap Walikota Sukabumi H. Mohamad Muraz, SH., MM.kepada Paguyuban Pedagang Pasar Pelita dan Pengurus Koperasi Pedagang Pasar Pelita Kota Sukabumi di Operation Room,Setda Kota Sukabumi. Selasa (3-09-2013).

Walikota Sukabumi H. Mohamad Muraz., SH., MM juga mengungkapkan bahwa kita akan terus melakukan komunikasi yang kontinyu bersama semua pihak terutama para pedadang, yang intinya adalah bermuara pada revitalisasi kawasan serta pasar Pelita Kota Sukabumi.

Dalam revitalisasi ini diharapkan tidak hanya pasar Pelita saja yang menjadi lebih baik, dalam arti lebih tertib, bersih dan tertata rapih, tetapi juga kita harus menata kawasan di sekitar pasar Pelita Kota Sukabumi.

Hadir dalam kegiatan kali ini adalah Walikota Sukabumi H. Mohamad Muraz., SH., MM, Wakil Walikota Sukabumi H. Achmad Fahmi., S.Ag., MM.Pd, Sekretaris Daerah Kota Sukabumi DR. H.M.N Hanafie Zain, para kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi. Sedangkan dari unsur perwakilan pedagang pasar Pelita Kota Sukabumi untuk pertemuan kali ini diwakili oleh unsur Paguyuban Pedagang Pasar Pelita dan Koperasi Pedagang Pasar Pelita Kota Sukabumi.

 
Senin, 2 September 2013
EKPPD SEBAGAI UPAYA UNTUK TINGKATKAN KINERJA PENYELENGGARAAN PEMERINTAH DAERAH
Reporter : Ratna Nurseha
 

foto berita Berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, daerah otonom berhak, berwenang, dan sekaligus berkewajiban mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan kecuali urusan pemerintahan yang menjadi urusan Pemerintah, dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menyediakan pelayanan umum, dan meningkatkan daya saing daerah sesuai dengan potensi, kekhasan, dan unggulan daerah yang dikelola secara demokratis, transparan dan akuntabel.

Demikian antara lain sambutan Inspektur Propinsi Jawa Barat yang dibacakan ketua Tim Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EKPPD) Propinsi Jawa Barat, Arif Swasono, SH., saat penerimaan Tim EKKPD di Ruang Utama Balaikota Sukabumi, Senin, 2 September 2013.

Untuk mencapai hasil yang maksimal, pemerintahan daerah selaku penyelenggara urusan pemerintahan harus dapat memproses dan melaksanakan hak dan kewajiban berdasarkan asas-asas kepemerintahan yang baik (Good Governance) sesuai dengan asas umum penyelenggaraan negara sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.

Di sisi lain, Pemerintah berkewajiban mengevaluasi kinerja pemerintahan daerah atau disebut sebagai evaluasi penyelenggaraan pemerintahan daerah (EPPD) untuk mengetahui keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan daerah dalam memanfaatkan hak yang diperoleh daerah dengan capaian keluaran dan hasil yang telah direncanakan.

Ditambahkan pula, tujuan utama dilaksanakannya evaluasi, adalah untuk menilai kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah dalam upaya peningkatan kinerja untuk mendukung pencapaian tujuan penyelenggaraan otonomi daerah berdasarkan prinsip tata kepemerintahan yang baik, mengetahui keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan daerah dalam memanfaatkan hak yang diperoleh daerah sesuai capaian keluaran dan hasil yang telah direncanakan, sebagai umpan balik dan rekomendasi bagi daerah untuk mendorong peningkatan kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah, sebagai bahan Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah (DPOD) dalam memberikan pertimbangan kepada Presiden terhadap kebijakan nasional dalam hal perimbangan keuangan Pusat dan daerah, penataan daerah, pembinaan dan pengawasan daerah, sebagai bahan masukan kepada kementerian dan lembaga untuk melakukan pembinaan lebih lanjut dalam rangka peningkatan kinerja daerah melalui program pengembangan kapasitas daerah, serta sebagai bahan evaluasi lebih lanjut dalam pemberian peringkat kinerja pemerintah daerah provinsi, kabupaten dan kota.

Adapun metodologi yang digunakan dalam EKPPD yakni Sistem Pengukuran Kinerja Daerah, dengan Indikator Kinerja Kunci (IKK), teknik pengukuran data, analisis pembobotan dan interpretasi kinerja pemda pada masing-masing indikator dan membandingkan antara satu daerah dengan daerah lainnya. IKK terdiri dari 22 variabel pada tataran pengambil kebijakan dan pelaksana kebijakan dengan menghasilkan Total Indeks Kinerja Pemda dan dengan status prestasi kinerja sangat tinggi, tinggi, sedang, dan rendah.

Penyampaian hasil evaluasi kepada kepala daerah dimaksudkan sebagai bahan umpan balik guna perbaikan kinerja di masa yang akan datang dan sebagai bahan pembinaan dan pengawasan SKPD. Sementara penyampaian hasil evaluasi kepada DPRD dimaksudkan sebagai bahan umpan balik guna perbaikan kinerja di masa yang akan datang dan sebagai bahan pengawasan kinerja kepala daerah dan SKPD. Penyampaian kepada kepala SKPD dimaksudkan sebagai umpan balik guna perbaikan kinerja penyelenggaraan urusan pemerintahan yang menjadi tanggungjawabnya.

 
Selasa, 27 Agustus 2013
Halal Bil Halal TP.PKK,DWP,GopTKI Kota Sukabumi
Reporter : Dikdik Firmansyah
 

foto berita Halal Bil Halal TP.PKK,DWP,GopTKI Kota Sukabumi

 
Kamis, 15 Agustus 2013
PERINGATAN HUT KE-68 KEMERDEKAAN RI DIPUSATKAN DI LAPANGAN MERDEKA
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Upacara Puncak Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-68 Proklamasi Kemerdekaan RI Tingkat Kota Sukabumi Tahun 2013, dipusatkan di Lapangan Merdeka Kota Sukabumi, hari Sabtu, 17 Agustus 2013, mulai pukul 09.30 WIB. Upacara tersebut, akan diisi Pengibaran Duplikat Bendera Pusaka Sang Merah Putih, Pengucapan Naskah Pancasila, Naskah Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, dan Naskah Proklamasi Kemerdekaan RI, serta penekanan tombol sirine, mengenang detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI. Adapun yang akan bertindak selaku Inspektur Upacara, Walikota Sukabumi, H. Mohamad Muraz, S.H., M.M., dan Cadangan Inspektur Upacara, Wakil Walikota Sukabumi, H. Achmad Fahmi, S.Ag., M.M.Pd.

Sedangkan peserta upacara, terdiri dari Korsik, Marching Band Gema Swara Korpri Kota Sukabumi, Gabungan Kelompok Perwira TNI dan Polri, Kodim 0607 Kota Sukabumi, Yonif 310 Kidang Kancana, Yon Armed 13 Nanggala, Setukpa Lemdikpol, Polres Sukabumi Kota, Dinas Perhubungan, Sat Pol PP, Lurah, Linmas, Korpri, PGRI, RW dan RT, Mahasiswa, PPI, OKP, Pramuka/ Pelajar dan PMR, serta Paduan Suara, Merah Putih Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kota Sukabumi.

Sementara yang diundang untuk menghadiri upacara tersebut, terdiri dari Kepala Setukpa Lemdikpol, Pimpinan dan Anggota DPRD, unsur Muspida, para Kepala OPD dan Instansi Vertikal, Alim Ulama dan Kaum Cerdik Cendikia, para Perintis dan Janda Perintis Kemerdekaan, Legiun Veteran, Tokoh Masyarakat, para Pimpinan Organisasi Wanita, Kemasyarakatan, Profesi dan Pemuda, serta Tokoh LSM, Insan Pers dan undangan lainnya.

Usai Upacara Puncak, pada sore harinya akan dilaksanakan penampilan pentas seni dan gelar senja, yang dirangkai dengan Upacara Penurunan Duplikat Bendera Pusaka Sang Merah Putih, mulai pukul 16.00 WIB, serta pada malam harinya, silaturahmi dan tasyakur bi nikmat, bertempat di Gedung Juang 45 Kota Sukabumi, mulai pukul 19.00 WIB. Sedangkan pada pagi harinya, dilaksanakan Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih Tingkat Instansional, yang diselenggarakan secara serempak di setiap instansi di Kota Sukabumi, baik instansi pemerintah maupun instansi swasta, mulai pukul 07.00 WIB, serta Upacara Penyerahan Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI, Tentang Pengurangan Hukuman kepada para Napi yang memenuhi persyaratan, bertempat di Lapas Kelas II B Nyomplong Sukabumi, mulai pukul 07.00 WIB.

Adapun rangkaian kegiatan lainnya yang dilaksanakan, diantaranya pada tanggal 14 Agustus 2013, silaturahmi dan halal bil halal, mulai pukul 09.00 WIB, serta Audensi CAPASKA dan Pelipatan Duplikat Bendera Pusaka Sang Merah Putih, mulai pukul 14.00 WIB, bertempat di Balai Kota Sukabumi. Kemudian tanggal 15 Agustus 2013, Penganugerahan Tanda Kehormatan Satya Lancana Karya Satya dan Piagam Penghargaan dari Presiden RI kepada para PNS di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, mulai pukul 08.30 WIB, serta Pengukuhan Anggota Paskibraka Tingkat Kota Sukabumi, mulai pukul 19.00 WIB, bertempat di Gedung Juang 45 Kota Sukabumi.

Selanjutnya tanggal 16 Agustus 2013, Rapat Paripurna Istimewa DPRD, dengan acara mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI, melalui siaran televisi, bertempat di Ruangan Rapat Paripurna DPRD Kota Sukabumi, mulai pukul 09.00 WIB, Upacara Taptu dilanjutkan dengan Pawai Obor keliling Kota Sukabumi, bertempat di depan Balai Kota Sukabumi, mulai pukul 19.30 WIB, serta Apel Kehormatan dan Renungan Suci, bertempat di TMP Suryakencana Kota Sukabumi, mulai pukul 23.30 WIB.

 
Sabtu, 3 Agustus 2013
DISHUB TELAH BERANGKATKAN MASYARAKAT YANG IKUT PROGRAM MUDIK GRATIS
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sukabumi, telah memberangkatkan warga masyarakat Kota dan Kabupaten Sukabumi, yang mengikuti program mudik gratis ke daerah Jawa Tengah, sebanyak dua bus. Adapun keberangkatan warga masyarakat tersebut, dilepas secara resmi oleh Wakil Walikota Sukabumi, H. Achmad Fahmi, S.Ag., M.M.Pd., tepatnya pada tanggal 1 Agustus 2013, bertempat di Halaman Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, Jalan Arip Rahman Hakim, Nomor 52 Sukabumi.

Dalam kesempatannya, Wakil Walikota Sukabumi menjelaskan, program mudik gratis ini sengaja diadakan oleh pemerintah. Maksud dan tujuannya, untuk membantu sekaligus meringankan beban warga masyarakat, khususnya yang akan mudik ke daerah Jawa Tengah. Selain itu, juga untuk mengurangi para pemudik yang menggunakan sepeda motor.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, Insinyur Asep Irawan, M.Sc. menjelaskan, program mudik gratis ini, merupakan salah satu program Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, bekerja sama dengan Dinas Perhubungan Kota Sukabumi.

Dijelaskan pula, program mudik gratis ini, selain diperuntukan bagi warga masyarakat Kota dan Kabupaten Sukabumi, juga bagi warga masyarakat Jawa Barat lainnya, yang pemberangkatannya dipusatkan di Bandung, Bogor dan Bekasi, dengan tujuan Solo, Semarang, Yogyakarta, Purwokerto, Kuningan dan Banjar.

Dalam pada itu, sejumlah pemudik menyatakan merasa gembira dan bersyukur, seraya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah, yang telah peduli memerhatikan warga masyarakat yang akan melaksanakan mudik, dengan menyelenggarakan program mudik gratis. Diharapkannya, program mudik gratis ini, agar dilaksanakan secara rutin setiap tahun, khususnya pada setiap menjelang hari raya Idul Fitri.

 
Sabtu, 13 Juli 2013
DITITIKBERATKAN PADA UPAYA PENGENTASAN MASYARAKAT MISKIN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Gambaran Umum Wilayah Kecamatan Warudoyong Kota Sukabumi, yang menjadi sasaran Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Tahun 2012-2013, tepatnya di 5 Wilayah Kelurahan, yakni Kelurahan Benteng, Kelurahan Nyomplong, Kelurahan Warudoyong, Kelurahan Dayeuhluhur, dan Kelurahan Sukakarya, senantiasa dititikberatkan pada upaya pengentasan masyarakat miskin, terutama dalam bidang lingkungan hidup dan pemukiman, yang masih dianggap kumuh dan belum mampu memenuhi kebutuhan hidupnya, melalui pemberian modal usaha untuk ekonomi mikro.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Kecamatan Warudoyong, selaku Penanggung Jawab Operasional Kegiatan (PJOK) PNPM Kecamatan Warudoyong, Dodi Supriadi, S.Ag., M.M., kepada unsur Pengelola PNPM, yang memberikan pelaporan, tepatnya pada tanggal 11 Juli 2013, di Ruangan Kerja Sekretaris Kecamatan Warudoyong.

Selain itu, Sekretaris Kecamatan Warudoyong juga menjelaskan, sebagai dasar acuan penilaian proses perkembangan di lapangan, maka capaian target dari rencana kerja, bisa menggambarkan sisi capaian, mana yang jelas yang dititik beratkan pada hasil maksimal. Oleh karenanya, sebagai bahan pembelajaran yang baik, lebih terarah dan terfokus pada pase kegiatan selanjutnya, maka berbagai hambatan dan masalah di lapangan, agar senantiasa dijadikan bahan pemikiran bersama, khususnya dalam upaya mewujudkan sekaligus meningkatkan pemberdayaan dan kemandirian masyarakat.

Sebab maksud dan tujuan dari pelaksanaan PNPM ini, diantaranya mewujudkan masyarakat berdaya dan mandiri, yang mampu mengatasi berbagai persoalan kemiskinan. Selain itu, juga meningkatkan kapasitas Pemerintah Daerah, dalam menerapkan model pembangunan partisipatif, yang berbasis kemitraan dengan masyarakat dan kelompok peduli setempat.

Selanjutnya mewujudkan harmonisasi dan sinergi berbagai program pemberdayaan masyarakat, untuk optimalisasi penanggulangan kemiskinan, serta meningkatkan capaian manfaat bagi masyarakat miskin, untuk mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan sasaran pencapaian Millennium Development Goals (MDGs).

 
Minggu, 30 Juni 2013
PENGELOLA KEARSIPAN AGAR SELAMATKAN ARSIP-ARSIP NILAI GUNA
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Walikota Sukabumi, H. Mohamad Muraz, S.H., M.M., meminta kepada para Pengelola Kearsipan di setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, agar senantiasa berupaya optimal melakukan penyelamatan terhadap arsip-arsip yang memiliki nilai guna, khususnya dalam pertanggungjawaban daerah dan nasional. Dengan demikian, arsip-arsip tersebut, bisa menginformasikan kepada generasi yang akan datang, khususnya yang berkaitan dengan bidang pemerintahan.

Selain itu, Walikota Sukabumi, juga meminta kepada para Pengelola Kearsipan di setiap SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, agar dalam melaksanakan kegiatan kearsipan ini, dilakukan dengan penuh tanggung-jawab dan kesungguhan, serta senantiasa berupaya optimal menumbuhkan kesadaran yang tinggi, dalam melakukan penyelamatan terhadap arsip-arsip yang memiliki nilai guna.

Yang tidak kalah penting, para Pengelola Kearsipan di setiap SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, agar senantiasa berupaya optimal meningkatkan pengetahuan, wawasan dan keterampilan, baik secara formal maupun non formal, khususnya yang berkaitan dengan Teknis Pengelola Kearsipan, sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

Walikota Sukabumi juga menandaskan, pihaknya merasa prihatin, karena pada akhir-akhir ini disinyalir banyak ditemukan arsip-arsip yang memiliki nilai kerahasiaan, berada di tangan orang yang bukan haknya. Untuk itu diharapkan, pada masa mendatang, hal tersebut jangan sampai terjadi kembali. Selain itu juga ditandaskan, bagi para pelaku, baik disengaja maupun tidak disengaja membocorkan dokumen arsip-arsip tersebut, harus menyadari kelalaiannya. Karena apabila melawan hukum memiliki arsip yang bukan haknya, dapat dipidana, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009, tapatnya pada Pasal 81 Ketentuan Pidana.

Berkaitan dengan hal tersebut, Walikota Sukabumi meminta kepada pihak instansi dan lembaga terkait di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, agar senantiasa berupaya optimal melakukan pembinaan terhadap para Pengelola Kearsipan di setiap SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, khususnya yang berkaitan dengan peraturan dan perundang-undangan kearsipan. Dengan demikian, para Pengelola Kearsipan sebagai perencana, pelaksana dan motivator kegiatan kearsipan di setiap SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, disertai tanggungjawab dan disiplin yang tinggi, khususnya dalam melakukan penyelamatan terhadap arsip-arsip yang memiliki nilai guna.

 
Minggu, 16 Juni 2013
POLRES SUKABUMI KOTA AKAN OPTIMAL TINGKATKAN PENGAWASAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Polres Sukabumi Kota, akan berupaya optimal meningkatkan pengawasan dan melaksanakan operasi khusus, menjelang diberlakukannya kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi oleh pemerintah. Adapun maksud dan tujuannya, seperti dikatakan Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Hari Santoso, untuk mengantisipasi terjadinya penimbunan BBM bersubsidi, khususnya di wilayah hukum Polres Sukabumi Kota.

Dijelaskannya, untuk menunjang kelancaran dan keberhasilan pelaksanaan pengawasan dan operasi khusus tersebut, Polres Sukabumi Kota sudah memetakan lokasi-lokasi yang rawan terjadi penimbunan BBM. Selain itu, Polres Sukabumi Kota juga menghimbau kepada segenap lapisan warga masyarakat, apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan akan adanya penimbunan BBM di wilayahnya, agar segera melaporkannya kepada aparat kepolisian terdekat, guna ditindaklanjuti dan ditangani, sekaligus diproses sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

Demikian pula Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, sudah melakukan langkah antisipasi, atas rencana dan kebijakan pemerintah, yang akan menaikan harga BBM tersebut. Diantaranya melaksanakan rapat koordinasi dengan seluruh instansi dan pihak terkait, khususnya membahas rencana kenaikan tarif angkutan umum di Kota Sukabumi, apabila pemerintah jadi menaikkan harga BBM tersebut.

Adapun hasil rapat koordinasi tersebut, seperti dijelaskan Kepala Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, Insinyur Asep Irawan, M.Sc., menghasilkan tiga alternatif. Antara lain, alternatif pertama, apabila pemerintah menaikan harga BBM tersebut untuk kendaraan pribadi dan angkutan umum, menjadi 5 sampai dengan 6 ribu rupiah, maka tarif angkutan umum di Kota Sukabumi, untuk pelajar naik menjadi 1 ribu 500 rupiah, dan untuk masyarakat umum naik menjadi 2 ribu 500 rupiah.

Selanjutnya alternatif kedua, apabila pemerintah menaikan harga BBM tersebut menjadi 6 ribu 500 rupiah sampai dengan 7 ribu rupiah, dan hanya diberlakukan untuk angkutan umum saja, maka tarif angkutan umum untuk pelajar naik menjadi 2 ribu rupiah, dan untuk masyarakat umum naik menjadi 3 ribu rupiah. Sedangkan alternatif ketiga, apabila pemerintah menaikan harga BBM tersebut hanya untuk kendaraan pribadi saja menjadi 5 ribu 500 rupiah, maka tarif angkutan umum untuk pelajar tetap 1 ribu rupiah, dan untuk masyarakat umum naik menjadi 2 ribu 500 rupiah.

Dikatakannya, kenapa pada alternatif ketiga tarif untuk masyarakat umum tetap naik menjadi 2 ribu 500 rupiah, karena menurut Kepala Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, banyak faktor yang harus dipertimbangkan. Sebab kenaikan tarif angkutan umum tersebut, bukan hanya dipengaruhi oleh faktor naiknya harga BBM saja, akan tetapi juga diakibatkan oleh naiknya harga suku cadang dan pemeliharaan, serta biaya langsung dan tidak langsung, yang dikeluarkan pengusaha angkutan umum.

 
Minggu, 16 Juni 2013
MASYARAKAT AGAR MANFAATKAN PEKARANGAN RUMAH MASING-MASING
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Sekretaris Kecamatan Warudoyong Kota Sukabumi, Dodi Supriadi, S.Ag., M.M., menghimbau segenap lapisan warga masyarakat, agar senantiasa berupaya optimal memanfaatkan lahan pekarangan rumah masing-masing, dengan menanam berbagai jenis tanaman, baik tanaman warung hidup, seperti tomat, cabe, bawang, saledri, kemangi atau surawung dan sebagainya, maupun tanaman apotek hidup, seperti kumis kucing, temulawak, kunyit, keji beling, sambiloto, handeuleum, jahe, tempuyung, beluntas, daun dewa, kencur dan sebagainya.

Dikatakannya, untuk menanam tanaman warung hidup dan apotek hidup tersebut tidak begitu sulit, karena bisa menggunakan media pot, atau memanfaatkan bahan daur ulang, seperti bekas kaleng makanan berukuran besar, bekas kaleng cat dan sebagainya. Adapun manfaat dari tanaman warung hidup dan apotek hidup tersebut, selain pekarangan rumah akan menjadi lebih indah, hijau dan rindang, juga akan lebih nyaman, segar dan sehat. Disamping itu, juga dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan bumbu sayuran sehari-hari, dan obat tradisional keluarga. Dengan demikian, warga masyarakat dapat menghemat biaya, khususnya dalam memenuhi kebutuhan bumbu sayuran sehari-hari dan obat tradisional keluarga, sekaligus dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Himbauan Sekretaris Kecamatan Warudoyong tersebut, disampaikan saat melakukan pembinaan, beserta para Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), unsur Puskesmas, para Kasi Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana (PMKB) Kecamatan dan Kelurahan, kepada para kader Posyandu dan Posbindu Sakura RW 6 Kelurahan Sukakarya, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, yang akan mengikuti Lomba Tingkat Provinsi Jawa Barat, mewakili Kota Sukabumi.

Sedangkan pembinaan tersebut, dititkberatkan pada peningkatan tertib administrasi, pendataan dan kesehatan lansia, cakupan masalah yang dihadapi dan pemecahan solusinya, serta penganalisaan kegiatan dan sebagainya, sesuai dengan Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) masing-masing. Selain itu, Sekretaris Kecamatan Warudoyong, juga menghimbau kepada segenap kader Posyandu dan Posbindu Sakura RW 6 Kelurahan Sukakarya, untuk senantiasa melaksanakan gerakan kebersihan di wilayahnya masing-masing, guna menciptakan sekaligus meningkatkan kebersihan dan kesehatan lingkungan.

 
Sabtu, 25 Mei 2013
WARGA MASYARAKAT AGAR TINGKATKAN KEBERSIHAN LINGKUNGAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Lurah Benteng, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, Dadang Aludin, S.Sos., menghimbau segenap lapisan warga masyarakat, agar senantiasa berupaya optimal meningkatkan kebersihan dan kesehatan lingkungan, di wilayahnya masing-masing. Selain itu, juga agar secara rutin melakukan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), termasuk melakukan kegiatan 3-M, yakni Menguras dan Menutup bak penampungan air, serta Mengubur barang-barang bekas, yang dapat dijadikan tempat bersarang dan berkembang biak nyamuk Aides Aigepty. Maksud dan tujuannya, untuk menghindari penyakit Chikungunya dan Demam Berdarah Dengue (DBD).

Himbauan Lurah Benteng tersebut, disampaikan saat memberi sambutan, pada peringatan Isro Miraj Nabi Muhammad Tahun 1434 Hijriyah, yang dilaksanakan warga masyarakat RW 2 Kelurahan Benteng, tepatnya pada hari Jumat malam, 24 Mei 2013, bertempat di Masjid Attoyyibah RW 2 Kelurahan Benteng.

Sementara Ketua Panitia Penyelenggara, Ustadz Endin, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada segenap lapisan warga masyarakat RW 2 Kelurahan Benteng, yang telah berpartisipasi secara aktif, baik berupa moril maupun materil, sehingga peringtan Isro Miraj Nabi Muhammad Tahun 1434 Hijriyah ini, dapat dilaksanakan dengan baik, serta berjalan lancar, aman dan tertib.

Selain itu juga mengharapkan, dengan dilaksanakannya peringatan Isro Miraj ini, segenap lapisan warga masyarakat, khususnya ummat Islam di wilayah RW 2 Kelurahan Benteng, dapat mengambil hikmah sekaligus meneladani Nabi Muhammad. Dengan demikian, segenap ummat Islam di wilayah RW 2 Kelurahan Benteng, dapat meningkatkan pengetahuan dan wawasan tentang keagamaan, keimanan dan ketaqwaan, serta ukhuwah Islamiyah dan maslahul ummat, yang dihiasi dengan akhlakul karimah, terutama melaksanakan sholat lima waktu, serta dalam menjalani kehidupan sehari-hari di berbagai bidang.

Peringatan Isro Miraj tersebut, diisi penyampaian doa bersama dan Tawasul, yang dipimpin oleh Drs. H.U. Fatah Yasin, Marhaba dipimpin oleh Ilham, Pembacaan Wahyu Illahi oleh qori Komarudin, dan Hikmah Isro Miraj oleh K.H. Aang Romli.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Jajaran Pengurus RW 2 Kelurahan Benteng, Jajaran Pengurus RT se Wilayah RW 2 Benteng, Jajaran Pengurus DKM Attoyyibah RW 2 Kelurahan Benteng, Tokoh Masyarakat, Alim Ulama, Pemuda dan Wanita, serta undangan lainnya.

 
Jumat, 24 Mei 2013
PEMBANGUNAN JALAN LINGKAR SELATAN SEGMEN 3 AKAN DILANJUTKAN KEMBALI
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pembangunan Jalan Lingkar Selatan segmen 3 sepanjang 4 kilo meter lebih, tepatnya dari persimpangan jalan Baros Kecamatan Baros, Kota Sukabumi, hingga persimpangan Jalan Selakaso Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi, menurut rencana akan dilanjutkan kembali pada pertengahan tahun 2013 ini. Adapun kepastian akan dilanjutkannya kembali pembangunan jalan tersebut, berdasarkan hasil pertemuan tertutup, antara Pemerintah Kota Sukabumi dengan pihak BPJ Bina Marga, yang dilaksanakan di Ruangan Utama Balaikota Sukabumi, tepatnya pada hari Kamis, 23 Mei 2013.

Sedangkan untuk melanjutkan kembali pembangunan jalan tersebut, seperti dijelaskan Walikota Sukabumi, H. Muhamad Muraz, S.H., M.M., saat ini hanya tinggal menunggu kucuran dana dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Dijelaskan pula, dengan adanya kepastian akan dilanjutkannya kembali pembangunan jalan tersebut, secara tidak langsung menjawab berbagai pertanyaan dan harapan warga masyarakat, yang menghendaki agar pembangunan jalan tersebut dilanjutkan kembali. Adapun yang menjadi salah satu alasannya, karena arus lalu lintas di Kota Sukabumi, saat ini sudah mulai padat, yang menyebabkan terhadap beberapa titik jalan di Kota Sukabumi terjadi kemacetan.

Walikota Sukabumi mengungkapkan, anggaran yang akan dikucurkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk melanjutkan pembangunan jalan tersebut, sekitar 50 milyar rupiah. Dijelaskannya, jumlah anggaran tersebut, sudah termasuk untuk biaya pembebasan beberapa bidang tanah milik warga masyarakat, yang hingga saat ini belum dilunasi. Untuk itu, Walikota Sukabumi akan segera melakukan pertemuan dengan warga masyarakat, terutama yang tanahnya belum dilunasi, guna menyelesaikan masalah tersebut. Karena bagi warga masyarakat, tanah miliknya tidak menjadi malasah dijadikan jalan, yang penting harus segera dibayar.

Walikota Sukabumi juga mengatakan, dalam pembangunan jalan tersebut, Pemerintah Kota Sukabumi hanya bertugas memfasilitasi keinginan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan warga masyarakat, khususnya para pemilik tanah. Karena pembangunan jalan tersebut, akan dilaksanakan langsung oleh pihak Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Namun demikian, Walikota Sukabumi mengharapkan, agar pembangunan jalan tersebut bisa selesai pada tahun 2014 mendatang. Dikatakan pula, apabila pembangunan jalan tersebut bisa selesai pada tahun 2014 mendatang, akan berdampak positif terhadap arus lalu lintas di Kota Sukabumi, khususnya dari arah Bandung dan Jakarta.

 
Minggu, 19 Mei 2013
SELURUH PEGAWAI DI KOTA SUKABUMI AGAR TINGKATKAN KEBERSAMAAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Walikota Sukabumi, H. Muhamad Muraz, S.H., M.M., meminta kepada seluruh pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, agar berupaya optimal meningkatkan kebersamaan, persatuan dan kesatuan, termasuk disiplin dan kinerja, serta memaksimalkan pelayanan kepada segenap lapisan warga masyarakat Kota Sukabumi dalam berbagai bidang, sesuai dengan Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) masing-masing.

Selain itu, juga keamanan, ketertiban, kenyamanan dan perlindungan kepada segenap lapisan warga Kota Sukabumi, serta senantiasa menjunjung tinggi asas, tugas dan fungsi dengan baik dan optimal, selaku Pegawai Negeri Sipil (PNS), yakni sebagai Abdi Negara, Abdi Pemerintah, dan Abdi Masyarakat.

Maksud dan tujuannya, untuk menciptakan suasana kondusif wilayah Kota Sukabumi, sekaligus mencapai Visi Pembangunan Kota Sukabumi Tahun 2005-2025, yakni Terwujudnya Kota Sukabumi, Sebagai Pusat Pelayanan Berkualitas Bidang Pendidikan, Kesehatan dan Perdagangan di Jawa Barat, Berlandaskan Iman dan Taqwa; serta Visi Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi periode tahun 2013-2018, yakni Dengan Iman dan Taqwa, Mewujudkan Pemerintahan Rahmatan Lilalamin, serta Misi Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi periode tahun 2013-2018. Antara lain, Mewujudkan Reformasi Birokrasi dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang Beriman, Bertaqwa dan Berilmu; Mewujudkan Kepemerintahan yang Baik, Bersih dan Berwibawa, dengan Aparatur yang Jujur, Adil dan Profesional; Mendengar dan Melayani Masyarakat dengan Ikhlas; Mewujudkan Pelayanan Dasar yang Lebih Berkualitas; Mendorong Pertumbuhan Ekonomi dan Daya Saing Daerah; serta Meningkatkan Perlindungan Terhadap Seluruh Masyarakat.

Sementara Wakil Walikota Sukabumi, H. Achmad Fahmi, S.Ag., M.M.Pd., mengajak kepada seluruh pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, untuk senantiasa berupaya optimal membangun kebersamaan dan budaya kerja yang baik dan sehat, serta senantiasa berkomitmen memberikan pelayanan sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga masyarakat Kota Sukabumi, dalam berbagai bidang.

Disamping itu, Wakil Walikota Sukabumi, juga mengajak kepada seluruh pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, agar senantiasa menaati berbagai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku, khususnya yang berkaitan dengan peraturan dan perundang-undangan tentang kepegawaian. Selanjutnya, juga agar senantiasa meningkatkan budaya disiplin, budaya bersih, budaya sehat, dan budaya cinta terhadap pekerjaan yang diemban dan diberikan, serta memerhatikan dan merealisasikan berbagai aspirasi yang disampaikan oleh warga masyarakat, sesuai dengan tupoksi dan kemampuan masing-masing.

 
Sabtu, 4 Mei 2013
PENATAAN PARKIR DI KOTA SUKABUMI AGAR DITINGKATKAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Sekretaris Komisi I DPRD Kota Sukabumi, Eeng Iwan Ruswandi mengharapkan, penataan dan pengelolaan parkir di Kota Sukabumi, agar lebih ditingkatkan dan dikembangkan lagi. Karena penataan dan pengelolaan parkir tersebut, hingga saat ini masih belum optimal, baik yang dikelola oleh pihak swasta maupun yang dikelola oleh pihak pemerintah, dalam hal ini Dinas Perhubungan Kota Sukabumi. Dikatakannya, selain masih belum tertata dengan baik, juga belum menunjukan hasil yang maksimal.

Dikatakan pula, masalah perparkiran di Kota Sukabumi harus benar-benar seimbang, yakni antara pencapaian target dengan penataan dan pengelolaannya, supaya bisa lebih baik lagi. Hal tersebut harus benar-benar diperhatikan. Terlebih pada saat ini, di Kota Sukabumi banyak titik parkir yang tidak sesuai dengan jumlah tenaga pengelola parkir, khususnya yang ada di Dinas Perhubungan Kota Sukabumi.

Untuk itu, Sekretaris Komisi I DPRD Kota Sukabumi, meminta kepada pihak Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, agar ke depan memberikan ketegasan kepada pihak pengelola perparkiran di Kota Sukabumi. Maksud dan tujuannya, supaya dalam melakukan pengelolaan dan penataan perparkiran di Kota Sukabumi, bisa lebih baik dan profesional.

Diungkapkannya, pengelolaan parkir di Kota Sukabumi, selama tahun 2012 sempat ditangani langsung oleh Dinas Perhubungan Kota Sukabumi. Karena pihak ketiga yang mengelola perparkiran di Kota Sukabumi sebelumnya, yakni CV Shofira masa kontraknya sudah habis, tepatnya sampai dengan tahun 2011 yang lalu. Diungkapkan pula, selama ditangani langsung oleh Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Sukabumi, khususnya dari sektor pendapatan parkir, mengalami peningkatan yang cukup signifikan, bahkan dapat melebihi target yang ditetapkan. Namun masalah penataan perparkirannya, masih belum optimal dan belum tertata dengan baik. Berkaitan dengan hal tersebut, Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, akan mengembalikan lagi pengelolaan perparkiran ini kepada pihak ketiga.

Menyinggung retribusi pelayanan parkir di Kota Sukabumi, menurut Sekretaris Komisi I DPRD Kota Sukabumi, sudah disyahkan dan ditetapkan dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 16 Tahun 2011, Tentang Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum. Adapun besaran tarif retribusi pelayanan parkir tersebut, yakni untuk kendaraan bermotor roda dua dan roda tiga sebesar 1 ribu rupiah, kendaraan bermotor roda empat jenis sedan, jeep, mini bus, pick up dan sejenisnya sebesar 2 ribu rupiah, kendaraan bermotor mobil barang dan bus jenis pick up dan sejenisnya, serta truck sumbu dua roda tunggal sebesar 3 ribu rupiah, dan truck sumbu dua roda ganda, truck sumbu tiga roda ganda, dan bus besar sebesar 5 ribu rupiah, untuk sekali parkir.

 
Jumat, 26 April 2013
KOPERASI DWP AKAN BERANGKATKAN UMROH DUA ORANG ANGGOTA
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Koperasi Dharma Wanita Persatuan (DWP) Reugreug Pageuh Kota Sukabumi, dalam tahun 2013 ini, akan memberangkatkan dua orang anggota, yakni Nyonya Itah Sasmita, dari Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopperindag) Kota Sukabumi, dan Nyonya Tatang, dari Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, untuk melaksanakan umroh ke Tanah Suci Mekah AL-Mukaromah.

Ketua Koperasi DWP Reugreug Pageuh Kota Sukabumi, Hajah Ida Fifi Kusumajaya menjelaskan, kepastian akan memberangkatkan kedua orang anggota, untuk melaksanakan umroh ke Tanah Suci Mekah AL-Mukaromah tersebut, berdasarkan hasil pengundian, yang dilakukan pada Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi DWP Reugreug Pageuh Kota Sukabumi Tahun Buku 2011-2012, yang dilaksanakan pada tanggal 23 April 2013, bertempat di Gedung Juang 45 Kota Sukabumi.

Menyinggung Rencana Kerja (RK) dan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja (RAPB) Koperasi DWP Reugreug Pageuh Kota Sukabumi Tahun Buku 2013-2014, khususnya yang disetujui anggota dan disyahkan dalam RAT tersebut, antara lain Simpanan Pokok (SP) sebesar 25 ribu rupiah per orang sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD-ART), Simpanan Wajib (SW) sebesar 10 ribu rupiah per orang, dan Simpanan Wajib Khusus (SWK) sebesar 5 persen dari pokok pinjaman.

Selanjutnya jasa pinjaman dihitung secara plat, dengan jasa sebesar 2 persen per bulan. Dikatakannya, apabila setelah 5 bulan pinjaman dilunasi, anggota harus membayar jasa 1 bulan ke depan. Sedangkan apabila pinjaman dilunasi kurang dari 5 bulan, kekurangan jasanya akan dihitung secara proporsional. Adapun jangka waktu pinjaman, yakni 10 sampai dengan 12 bulan atau 1 tahun, untuk 10 sampai dengan 12 kali angsuran, sesuai dengan kesepakatan dan ketentuan dari pihak asuransi, yakni 12 bulan atau 1 tahun. Sebab apabila ada anggota yang meminjam, kemudian meninggal dunia lebih dari jangka waktu pinjaman 12 bulan atau 1 tahun, tidak mendapatkan penggantian dari pihak asuransi.

Kemudian harga formulir Surat Pemohonan Pinjam Uang (SPPU) sebesar 1 ribu 500 rupiah, tidak boleh di foto copy sendiri, Dana Pendidikan sebesar 4 juta rupiah, untuk 20 orang putera-puteri anggota Golongan I dan II, atau masing-masing sebesar 200 ribu rupiah, menyisihkan zakat sebesar 2,5 persen dari jumlah Sisa Hasil Usaha (SHU) keseluruhan, memberikan santunan kematian kepada anggota atau suami anggota sebesar 250 ribu rupiah, memberikan sumbangan yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi, melaksanakan pelatihan keterampilan, dan memberikan pinjaman kepada anggota baru sebesar 500 ribu rupiah. Sedangkan bagi anggota yang meminjam lebih dari 5 juta rupiah, bisa diangsur dalam jangka waktu 2 tahun atau 24 bulan, untuk 24 kali angsuran, dengan asuransi selama 2 tahun.

 
Kamis, 25 April 2013
BSI DAN NURI OPTIMAL TINGKATKAN KUALITAS LULUSAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Universitas dan Akademi Bina Sarana Informatika (BSI) dan Nusa Mandiri (Nuri), senantiasa berupaya optimal meningkatkan kualitas lulusan. Adapun upaya tersebut, menurut Ketua Badan Pengurus Harian (BPH) Yayasan BSI dan Nuri, Insinyur H. Naba Aji Notoseputro, didampingi Kepala BSI Career Center (BCC) atau Pusat Persiapan dan Pengembangan Karir BSI dan Nuri, Heri Kuswara, M.Kom., dan Kepala BSI Entrepreneur Center (BEC) dan Nuri, Islahudin, M.Kom., diantaranya ditempuh melalui penyesuaian kurikulum dengan dunia kerja, yang dilaksanakan setiap dua tahun sekali.

Dikatakannya, dalam melakukan penyesuaian kurikulum tersebut, didasarkan pada hasil sharing dan masukan dari dunia kerja, usaha, industri dan perbankan, termasuk dari instansi pemerintah. Dengan demikian, lulusan BSI dan Nuri ini dapat lebih berkualitas, serta banyak terserap oleh dunia kerja, karena sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Dikatakan pula, dengan upaya tersebut, juga banyak perusahaan, industri dan perbankan, termasuk instansi pemerintah, yang melakukan kerja sama dengan BSI dan Nuri, khususnya dalam bidang rekruitmen Sumber Daya Manusia (SDM), Program Magang, dan Kunjungan Ilmiah.

Selain itu, dengan upaya tersebut, jumlah mahasiswa, termasuk sarana dan prasarana BSI dan Nuri ini, dalam setiap tahunnya senantiasa mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Buktinya jumlah mahasiswa yang kualiah di Universitas dan Akademi BSI dan Nuri ini, saat ini sudah mencapai 60 ribu orang lebih, tersebar di 23 Perguruan Tinggi (PT) dan 50 kampus, yang ada di 20 kota se Indonesia.

Ketua BPH Yayasan BSI dan Nuri, Insinyur H. Naba Aji Notoseputro juga mengungkapkan, selain banyak terserap oleh dunia kerja, mahasiswa dan lulusan BSI dan Nuri ini, juga benyak yang berhasil menjadi pengusaha muda, diantaranya bergerak dalam bidang Informasi dan Teknologi (IT), Busana, Tas, Makanan, Minuman, Jamur Tiram dan sebagainya. Diungkapkan pula, dengan banyaknya mahasiswa dan lulusan BSI dan Nuri, khususnya yang membuka usaha sendiri tersebut, menandakan naluri bisnis mahasiswa dan lulusan BSI dan Nuri ini sudah berjalan dengan baik.

Sedangkan hal lainnya yang cukup memuaskan dan membanggakan, yakni mahasiswa BSI dan Nuri ini, dalam setiap tahunnya banyak yang mendapat bea siswa dari pemerintah, yang jumlahnya sudah mencapai ribuan se Indonesia. Disamping itu, juga banyak yang mendapat bantuan kredit permodalan dari pihak perbankan dan lembaga keuangan lainnya, khususnya bagi mahasiswa dan lulusan BSI dan Nuri yang membuka usaha sendiri, yang difasilitasi oleh pihak BSI dan Nuri di setiap kota.

 
Minggu, 21 April 2013
AGAR OPTIMAL TINGKATKAN DAN KEMBANGKAN SEKTOR PERDAGANGAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Ketua DPRD Kota Sukabumi, Aep Saepurahman, S.E., meminta kepada segenap instansi dan lembaga terkait di Kota Sukabumi, agar berupaya optimal meningkatkan dan mengembangkan sektor perdagangan. Karena sektor tersebut, masih perlu ditingkatkan dan dikembangkan kembali. Hal tersebut, sesuai dengan Visi Pembangunan Kota Sukabumi, yakni Terwujudnya Kota Sukabumi, Sebagai Pusat Pelayanan Berkualitas Bidang Pendidikan, Kesehatan dan Perdagangan di Jawa Barat, Berlandaskan Iman dan Taqwa.

Adapun salah satu upaya untuk meningkatkan dan mengembangkan sektor tersebut, yakni dengan menerapkan konsep wisata perdagangan. Konsep tersebut, awalnya muncul dari salah seorang Kepala Bagian di Setda Kota Sukabumi. Namun demikian, pihak Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopperindag) Kota Sukabumi, diharapkan dapat mengadopsi konsep tersebut, serta dapat direalisasikan sebelum tahun 2020.

Dikatakannya, konsep tersebut merupakan salah satu upaya dan terobosan baru, agar Kota Sukabumi ke depan memiliki kawasan perdagangan khusus, sekaligus menjadi tujuan wisata perdagangan, dengan menyediakan berbagai komoditi unggulan Kota Sukabumi. Diharapkannya, kawasan perdagangan khusus tersebut, apabila memungkinkan lokasinya harus tetap berada di pusat perdagangan Kota Sukabumi, yakni tidak jauh dari kawasan Pasar Pelita. Maksud dan tujuannya, supaya bisa dijangkau oleh warga masyarakat, dengan cara berjalan kaki saja. Sedangkan upaya lainnya yang harus diwujudkan, diantaranya dengan melakukan penataan dan pembenahan, terhadap kondisi seluruh pasar yang ada di Kota Sukabumi, mulai dari infrastruktur, seperti trotoar dan fisik bangunan pasar, hingga kebersihan dan ketersediaan barang-barang dagangan, sesuai dengan kebutuhan warga masyarakat.

Ketua DPRD Kota Sukabumi menandaskan, kawasan wisata perdagangan tersebut, di Kota Sukabumi sangat penting direalisasikan. Maksud dan tujuannya, supaya Kota Sukabumi memiliki pasar tradisonal modern yang tertata dengan baik. Selain itu, juga untuk mengejar ketertinggalan dari daerah-daerah lain, khususnya dalam meningkatkan dan mengembangkan sektor perdagangan. Terlebih apabila Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) sudah berhasil direalisasikan, Pemerintah Kota Sukabumi harus benar-benar melakukan berbagai persiapan, khususnya dalam mengantisipasi arus migrasi penduduk dari daerah lain.

Ditandaskan pula, pihaknya beserta jajarannya, akan senantiasa berupaya optimal mendorong segenap instansi dan lembaga terkait, guna mewujudkan adanya kawasan wisata perdagangan di Kota Sukabumi. Karena dengan konsep tersebut, jumlah warga masyarakat dari daerah lain, khususnya yang berkunjung ke Kota Sukabumi dapat terus meningkat. Dengan demikian, Kota Sukabumi lambat laun akan menjadi tujuan wisata perdagangan.

 
Minggu, 21 April 2013
GOW SENANTIASA TINGKATKAN PENGETAHUAN IBU-IBU
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Sukabumi, senantiasa berupaya optimal meningkatkan pengetahuan, wawasan dan keterampilan ibu-ibu, khususnya yang tergabung dalam GOW Kota Sukabumi, baik dengan pengetahuan agama maupun pengetahuan umum. Maksud dan tujuannya, seperti dikatakan Ketua GOW Kota Sukabumi, Hajah Mahmudah Ramdan, S.Ag., supaya ibu-ibu yang tergabung dalam GOW Kota Sukabumi, dapat hidup mandiri, sekaligus dapat membantu keluarga secara ekonomi, termasuk melakukan amaliyah dalam keluarga dan masyarakat.

Dengan demikian, ibu-ibu tersebut dapat membentuk keluarga yang kuat dan sejahtera, keluarga yang sakinah, mawaddah dan warohmah, sesuai dengan Visi Pemerintah Kota Sukabumi, yakni Dengan iman dan taqwa, mewujudkan pemerintahan yang amanah berparadigma surgawi, menuju Kota Sukabumi yang cerdas, sehat dan sejahtera, baik lahir maupun batin, dilandasi nilai-nilai fhilosofis, Shidiq, Tabligh, Amanah, Fathonah, serta terwujudnya masyarakat dan Pemerintah Kota Sukabumi, yang baldatun, toyyibatun, warrobbun ghofur.

Diungkapkannya, upaya untuk mewujudkan hal tersebut, khususnya untuk mewujudkan penguatan ketahanan keluarga, banyak tantangan dan hambatan yang dihadapi. Contohnya seperti yang dialami oleh Komnas Perempuan dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), dalam lima tahun terakhir ini, kekerasan terhadap anak dan perempuan, terutama Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), dari tahun ke tahunnya secara kuantitas senantiasa mengalami peningkatan. Demikian pula secara kualitas, bentuk-bentuk dan pelaku kekerasan terhadap anak dan perempuan, juga mengalami peningkatan dan perkembangan. Selain itu, kasus trafficking, porno-grafi dan porno-aksi, juga masih marak terjadi.

Untuk itu, Ketua GOW Kota Sukabumi, mengharapkan kepada pemerintah dan segenap elemen warga masyarakat, untuk bersama-sama lebih konsen dan optimal, menangani kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan. Karena kedua sektor tersebut merupakan asset bangsa yang sangat berharga, untuk masa depan bangsa dan negara. Dikatakannya, berbagai bentuk perlindungan dan berbagai bentuk upaya penghapusan kekerasan terhadap anak dan perempuan, harus senantiasa ditingkatkan dan dikembangkan secara serius, serta sistematis dan komprehensif, sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Dengan demikian, anak-anak dan perempuan akan merasa aman dan nyaman, karena merasa terjamin dan terlindungi.

 
Sabtu, 20 April 2013
PERINGATAN HKN TAHUN 2013 UNTUK TINGKATKAN MARTABAT KONSUMEN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Dilaksanakannya peringatan Hari Konsumen Nasional (HKN) Tahun 2013, untuk meningkatkan harkat dan martabat konsumen, akan kesadaran, pengetahuan dan kemampuan untuk melindungi dirinya. Selain itu, seperti diungkapkan Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., juga untuk menumbuhkembangkan sikap para pelaku usaha yang bertanggungjawab. Yang tidak kalah penting, dengan dilaksanakannya peringatan HKN tersebut, juga untuk mendorong pembentukan jejaring-jejaring komunitas perlindungan konsumen, sesuai dengan tema peringatan, yakni Gerakan Meningkatkan Kesadaran Hak Konsumen.

Dijelaskannya, peringatan HKN tersebut, jatuh pada tanggal 20 April 2013. Adapun pemilihan penentuan tanggal peringatan HKN tersebut, didasarkan pada penerbitan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999, Tentang Perlindungan Konsumen. Dijelaskan pula, Pemerintah Kota Sukabumi akan senantiasa berupaya optimal mendorong, agar para pelaku usaha selaku produsen barang dan jasa, senantiasa berupaya optimal meningkatkan kualitas produk dan layanannya, supaya hak-hak para konsumen selaku pengguna layanan dapat terpenuhi dengan baik.

Walikota Sukabumi menandaskan, untuk menampung sekaligus menangani berbagai pengaduan dan keluhan warga masyarakat, khususnya para konsumen terhadap para pemilik perusahaan atau para penjual produk barang dan jasa, di Kota Sukabumi telah dibentuk Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kota Sukabumi. Berkaitan dengan hal tersebut, bagi warga masyarakat khususnya para konsumen yang merasa dirugikan oleh perusahaan atau oleh penjual produk barang dan jasa, dapat mengajukan pengaduan ke BPSK Kota Sukabumi, Jalan Suryakencana Nomor 79, Telepon (0266) 221954 Sukabumi. Karena setiap konsumen yang dirugikan, berhak atas penyelesaian sengketa.

Adapun tugas dan fungsi BPSK Kota Sukabumi tersebut, seperti dijelaskan Walikota Sukabumi, yakni menyelesaikan sengketa konsumen diluar Pengadilan, termasuk melaksanakan pengawasan terhadap pencantuman Klausulla Baku. Dijelaskan pula, menurut Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999, Tentang Perlindungan Konsumen, Penyelesaian Sengketa Konsumen, dapat dilakukan diluar Pengadilan (Non Ligitasi) atau melalui Pengadilan (Ligitasi). Sedangkan tata cara penyampaian pengaduan kepada BPSK Kota Sukabumi, dapat dilakukan oleh konsumen akhir, kuasanya, atau akhli warisnya, apabila konsumen meninggal dunia, sakit, lanjut usia, belum dewasa, dan Warga Negara Asing (WNA). Ditandaskannya, konsumen yang dirugikan akibat mengonsumsi barang atau jasa, dijamin oleh Undang-Undang untuk memperoleh ganti rugi, berupa pengembalian uang, penggantian barang dan jasa yang sejenis atau setara nilainya, perawatan kesehatan, dan pemberian santunan.

 
Jumat, 19 April 2013
AGAR SENANTIASA BERUPAYA OPTIMAL MENINGKATKAN DISIPLIN PEGAWAI
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, Doktor H.M.N. Hanafie Zain, M.Si., meminta kepada seluruh pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, agar senantiasa berupaya optimal meningkatkan disiplin pegawai, sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010, Tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS). Permintaan Sekretaris Daerah Kota Sukabumi tersebut, disampaikan dalam berbagai kesempatan, baik dalam apel pagi dan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), maupun dalam rapat dan pertemuan, serta dalam kegiatan lainnya, termasuk melalui surat himbauan yang disampaikan kepada setiap SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi.

Ditandaskannya, untuk mewujudkan hal tersebut, seluruh pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, agar senantiasa berupaya optimal memahami dan menghayati berbagai hal, khususnya yang berkaitan dengan kedisiplinan pegawai, termasuk berbagai aspek yang menjadi kewajiban dan larangan bagi PNS. Sedangkan khusus kepada para pegawai yang menduduki jabatan struktural di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, agar senantiasa berupaya optimal memberikan contoh yang baik kepada seluruh staf dalam berbagai hal, baik dalam berperilaku maupun dalam bertindak, khususnya dalam meningkatkan disiplin pegawai, termasuk dalam menggunakan pakaian dinas, apel pagi dan ketentuan jam kerja, sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

Selain itu, seluruh pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, agar senantiasa berupaya optimal mencapai target dan sasaran kinerja dengan sebaik-baiknya. Sebab tingkat pencapaian target dan sasaran kinerja tersebut, akan menjadi indikator keberhasilan kinerja setiap pegawai. Yang tidak kalah penting, seluruh pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, agar senantiasa berupaya optimal merealisasikan delapan etos kerja. Antara lain kerja sebagai amanah, rahmat, ibadah, panggilan, aktualisasi, seni, kehormatan, dan pelayanan. Hal tersebut sesuai dengan tugas dan fungsi PNS, yakni sebagai abdi negara, abdi pemerintah, dan abdi masyarakat.

Disamping itu, seluruh pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, juga agar senantiasa berupaya optimal merealisasikan landasan etika Korpri, yakni Panca Prasetya Korpri, yang merupakan janji luhur Anggota Korpri dalam menjalan tugas dan kewajibannya. Antara lain, Pertama, Setia dan taat kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, Kedua, Menjunjung tinggi kehormatan bangsa dan negara, serta memegang teguh rahasia jabatan dan rahasia Negara, Ketiga, Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat, di atas kepentingan pribadi dan golongan, Keempat, Bertekad memelihara persatuan dan kesatuan bangsa, serta kesetiakawanan Korp Pegawai Republik Indonesia, Kelima, Berjuang menegakan kejujuran dan keadilan, serta meningkatkan kesejahteraan dan profesionalisme.

 
Jumat, 19 April 2013
DPD KNPI KOTA SUKABUMI OPTIMAL TINGKATKAN KETERAMPILAN PEMUDA
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

DPD KNPI Kota Sukabumi, senantiasa berupaya optimal meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para pemuda, supaya bisa mandiri, dengan menjadi pelaku usaha yang kreatif dan inovatif. Adapun upaya tersebut, seperti dijelaskan Ketua DPD KNPI Kota Sukabumi, H. Gundar Kolyubi, S.Pdi., diantaranya ditempuh melalui berbagai program pelatihan dan pemberian bantuan, yang anggarannya berasal dari hibah Pemerintah Kota Sukabumi dan program CSR pihak swasta, diantaranya Bank BJB Cabang Sukabumi.

Dikatakannya, upaya tersebut merupakan program utama DPD KNPI Kota Sukabumi. Maksud dan tujuannya, dalam rangka upaya meningkatkan dan mengembangkan kemandirian, serta kerativitas para pemuda di Kota Sukabumi, supaya bisa hidup mandiri, dengan menjadi pelaku usaha yang kreatif dan inovatif. Namun demikian, upaya tersebut tidak akan berjalan dengan baik dan lancar, apabila tidak ada sinergitas yang baik, antara pemuda dengan Pemerintah Kota Sukabumi dan instansi terkait lainnya, terutama dengan instansi yang menangani sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM).

Ketua DPD KNPI Kota Sukabumi mengungkapkan, melalui upaya tersebut, hingga saat ini sudah banyak pemuda binaan DPD KNPI Kota Sukabumi, yang berhasil menjadi pelaku usaha yang kreatif dan inovatif dengan baik, serta menunjukan perkembangan yang cukup signifikan. Diantaranya pelaku usaha pembuatan box speaker, tepatnya di Kelurahan Dayeuhluhur, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi. Bahkan hasil produksinya, selain sudah menembus ke berbagai daerah Indonesia, juga ke berbagai daerah luar negeri. Selain itu, juga usaha jual beli pulsa dan HP, serta kuliner dan permen jahe.

Menyinggung program yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini oleh DPD KNPI Kota Sukabumi, diantaranya program pelatihan perkoperasian pemuda, dengan sasarannya koperasi yang dibentuk dan dijalankan oleh pelajar, yang tergabung dalam Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), di setiap sekolah yang ada di Kota Sukabumi. Dikatakannya, pelatihan tersebut dijadualkan diikuti oleh 50 orang pelajar se Kota Sukabumi.

 
Minggu, 7 April 2013
ANRI TELAH TERBITKAN BUKU SEJARAH BERDIRINYA KOTA SUKABUMI
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), baru-baru ini telah menerbitkan buku tentang sejarah berdirinya Kota Sukabumi, yang diberi judul Citra Kota Sukabumi Dalam Arsip. Buku setebal 228 halaman tersebut, dicetak dan disusun langsung oleh ANRI, serta sudah diserahkan oleh Deputi Bidang Informasi dan Pengembangan Sistem Kearsipan ANRI, Dra. Dini Saraswati, MAP., kepada Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., serta kepada Ketua DPRD Kota Sukabumi, Aep Saepurahman, S.E., tepatnya pada Rapat Paripurna Istimewa DPRD, dalam rangka memperingati Hari Jadi Ke-99 Kota Sukabumi, 1 April 2013, bertempat di Ruangan Rapat Paripurna DPRD Kota Sukabumi, sebagai kado ulang tahun bagi warga masyarakat dan Pemerintah Kota Sukabumi.

Selain kepada Walikota Sukabumi dan Ketua DPRD Kota Sukabumi, buku tersebut juga diserahkan kepada Kantor Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah (Kanpusipda) Kota Sukabumi. Seperti dikatakan Kepala Kanpusipda Kota Sukabumi, Drs. Mochamad Rizal Sidiq, M.M., ke depan pihaknya akan mengajukan kepada Pemerintah Kota Sukabumi, untuk membuat soft copy sekaligus memperbanyak buku sejarah tersebut, untuk dibaca oleh para pengunjung perpustakaan, serta dibagikan ke seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Instansi Vertikal, Kecamatan dan Kelurahan, termasuk ke seluruh sekolah yang ada di Kota Sukabumi. Dikatakan pula, buku sejarah Kota Sukabumi tersebut, memuat data-data autentik tentang sejarah berdirinya Kota Sukabumi, tepatnya sejak tahun 1914, yang dilengkapi dengan dokumen asli serta foto-foto bangunan bersejarah di Kota Sukabumi.

Kepala Kanpusipda Kota Sukabumi juga menjelaskan, penerbitan buku sejarah berdirinya Kota Sukabumi tersebut, merupakan salah satu upaya nyata dan terobosan pihak ANRI dan Pemerintah Pusat, sebagai percontohan bagi kota dan kabupaten lainnya di Indonesia. Dijelaskan pula, pada tahun 2013 ini, hanya ada dua daerah se Indonesia, yang diterbitkan buku sejarahnya oleh pihak ANRI, diantaranya Kota Sukabumi.

 
Sabtu, 23 Maret 2013
PEMKOT SUKABUMI AKAN TINGKATKAN KESEHATAN DAN PENDIDIKAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, akan berupaya optimal meningkatkan pembangunan bidang kesehatan dan pendidikan. Karena seperti dijelaskan Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, Doktor H.M.N. Hanafie Zain, M.Si., berdasarkan hasil evaluasi lima tahunan pencapaian indikator Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Sukabumi, kedua bidang pembangunan tersebut masih perlu ditingkatkan dan dikembangkan kembali.

Dikatakannya, apabila merujuk pada beberapa kasus Angka Kematian Bayi (AKB) yang terjadi, selama kurun waktu lima tahun terakhir mengalami penurunan dan peningkatan. Antara lain, pada tahun 2008 mencapai 42 kasus, pada tahun 2009 mengalami penurunan menjadi 34 kasus. Namun mulai tahun 2010 sampai dengan 2012, mengalami peningkatan kembali. Antara lain, tahun 2010 mencapai 49 kasus, tahun 2011 mencapai 57 kasus, dan tahun 2012 mencapai 62 kasus. Dikatakan pula, kasus AKB termasuk Angka Kematian IBU (AKI) sangat sulit ditekan, karena menyangkut pola hidup sehat warga masyarakat. Berkaitan dengan hal tersebut, apabila warga masyarakat senantiasa berupaya optimal dan mengedepankan pola hidup sehat, seperti melakukan cek kehamilan secara rutin, mengonsumsi makanan yang bergizi dan sebagainya, jumlah kasus AKB dan AKI ini akan terus berkurang.

Selain itu, kasus AKB di Kota Sukabumi, juga masih tercatat adanya penderita gizi buruk, kendati secara kuantitas, dalam setiap tahunnya senantiasa mengalami penurunan yang cukup signifikan. Antara lain, pada tahun 2008 mencapai 131 kasus, tahun 2009 mengalami penurunan menjadi 12 kasus, tahun 2010 mencapai 23 kasus, tahun 2011 mencapai 57 kasus, dan tahun 2012 mencapai 33 kasus. Sekretaris Daerah Kota Sukabumi menandaskan, terjadinya penurunan angka kasus penderita gizi buruk tersebut, dikarenakan adanya intervensi anggaran yang cukup signifikan, yang dimulai pada tahun 2011, sehingga angka kasus penderita gizi buruk tersebut, pada tahun 2012 mengalami penurunan.

Sedangkan dalam pembangunan dalam bidang pendidikan, masih tercatat adanya kasus siswa yang Drop Out (DO) di beberapa sekolah, khususnya di dua wilayah kecamatan, yakni di Kecamatan Citamiang dan Cikole, jumlah siswa yang DO selama kurun waktu lima tahun terakhir, rata-rata mencapai 50 siswa. Untuk itu, Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, meminta kepada setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, agar senantiasa memantau dan menelaah, tentang kasus terjadinya siswa yang DO tersebut. Ditandaskannya, apabila terjadinya kasus siswa yang DO tersebut diakibatkan oleh masalah kesehatan, Pemerintah Kota Sukabumi akan memberikan Kartu Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Kota Sukabumi (JPKKS). Demikian pula apabila kendalanya masalah biaya, Pemerintah Kota Sukabumi akan memberikan bantuan bea siswa kepada para siswa tersebut.

 
Rabu, 6 Februari 2013
PT JASA RAHARJA OPTIMAL TINGKATKAN PELAYANAN PRIMA
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

PT Jasa Raharja Perwakilan Sukabumi, senantiasa berupaya optimal meningkatkan pelayanan prima kepada warga masyarakat, khususnya dalam memberikan klaim asuransi, kepada para korban kecelakaan lalu lintas, di wilayah kerja PT Jasa Raharja Perwakilan Sukabumi. Kendati wilayah kerja PT Jasa Raharja Perwakilan Sukabumi ini cukup luas, karena membawahkan wilayah Kota Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, dan Kabupaten Cianjur.

Dengan demikian, para korban kecelakaan lalu lintas di wilayah kerja PT Jasa Raharja Perwakilan Sukabumi, terutama para korban meninggal dunia kecelakaan lalu lintas, dalam jangka waktu 1 minggu, klaim asuransinya sudah dapat diserahkan kepada akhli waris korban, melalui rekening bank.

Hal tersebut disampaikan Kepala PT Jasa Raharja Perwakilan Sukabumi, Saparudin, S.P., saat melakukan temu wicara dengan wartawan media cetak dan media elektronik, serta jajaran pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Perwakilan Kota Sukabumi, hari Rabu, 6 Februari 2013, bertempat di Ruangan Pertemuan PWI Perwakilan Kota Sukabumi, Lantai I Gedung Pemuda Kota Sukabumi.

Ditandaskannya, keberhasilan tersebut dapat dicapai, berkat kerja keras semua pihak, khususnya pihak PT Jasa Raharja Perwakilan Sukabumi, pihak Unit Registrasi dan Identifikasi (Regiden) Polres Sukabumi Kota, serta Unit Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas) Polres Sukabumi Kota, yang senantiasa berupaya optimal melaksanakan tugas dengan baik dan optimal, hingga melakukan jemput bola kepada para akhli waris korban kecelakaan lalu lintas. Ditandaskan pula, setiap melaksanakan proses pemberian klaim asuransi kepada para korban kecelakaan lalu lintas, dari mulai proses pendaftaran hingga penanganan dan pencairan klaim asuransinya, dilakukan secara online.

Dalam pada itu, Kanit Regiden Polres Sukabumi Kota, Iptu Munawir, dan Kanit Lakalantas Polres Sukabumi Kota, Iptu Alnop Afriawan menjelaskan, pihaknya senantiasa berupaya optimal melaksanakan tugas dengan baik, khususnya dalam menangani setiap kejadian kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Sukabumi Kota. Dengan demikian, Laporan Polisi (LP) Kecelakaan Lalu Lintas yang terjadi di wilayah hukum Polres Sukabumi Kota, senantiasa selesai dalam jangka waktu 1 kali 24 jam. Ditandaskannya, LP tersebut dibuat dan dilakukan secara online, yang tersambung secara langsung dengan Polda Jabar, termasuk dengan PT Jasa Raharja Perwakilan Sukabumi, sebagai salah satu persyaratan bagi pihak PT Jasa Raharja Perwakilan Sukabumi, dalam melakukan proses pencairan klaim asuransi kepada para korban kecelakaan lalu lintas, khususnya di wilayah hukum Polres Sukabumi Kota.

 
Senin, 7 Januari 2013
BPMPKB DALAM TAHUN 2013 TARGETKAN SEBANYAK 2 RIBU PESERTA KB
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPKB) Kota Sukabumi, dalam tahun 2013 menargetkan sebanyak 2 ribu peserta KB, yang belum mengetahui Alat Kontrasepsi (Alkon) yang akan dipakai. Adapun maksud dan tujuannya, seperti dikatakan Kepala BPMPKB Kota Sukabumi Drs. H.A. Hamdan, M.M., untuk menciptakan keseimbangan Total Fertility Rate (TFR), dengan jumlah laju pertumbuhan alami di Kota Sukabumi, yang hanya mencapai 1,7 persen per tahun.

Diungkapkannya, dalam tahun 2012, BPMPKB Kota Sukabumi telah berhasil merealisasikan sebanyak 4,12 persen peserta KB yang belum mengetahui Alkon yang akan dipakai di Kota Sukabumi, dari jumlah peserta KB sebanyak 55 ribu orang, yang tersebar di 33 kelurahan dan 7 kecamatan se Kota Sukabumi.

Menyinggung jumlah Alkon yang telah dikeluarkan selama tahun 2012, menurut Kepala BPMPKB Kota Sukabumi, pihaknya berhasil mengeluarkan sebanyak 12 ribu 306 berbagai jenis Alkon. Antara lain, 336 IUD, 6 ribu 734 Pil, 4 ribu 934 Suntik, 29 lusin Kondom, dan 264 set Implant.

Kepala BPMPKB Kota Sukabumi mengatakan, pencapaian program KB di Kota Sukabumi, dalam setiap tahunnya menunjukan keberhasilan yang cukup signifikan. Bahkan mampu memberikan kontribusi secara nyata, terhadap pencapaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM), khususnya di Kota Sukabumi umumnya di Jawa Barat. Ditandaskannya, keberhasilan pencapaian program KB tersebut, ditandai dengan meningkatnya jumlah akseptor KB setiap tahun.

Hal tersebut menandakan, bahwa partisipasi warga masyarakat Kota Sukabumi dalam mengikuti program KB ini, baik peserta KB aktif maupun peserta KB baru cukup tinggi. Dikatakannya, keberhasilan dalam meningkatkan peserta KB baru tersebut, merupakan keberhasilan dan kerja keras semua pihak, khususnya para petugas Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) dan para kader, khususnya dalam meningkatkan peserta KB baru, melalui peningkatan penyuluhan dan informasi tentang program dan manfaat ber-KB, yang dilaksanakan secara gencar dan kontinyu kepada segenap lapisan warga masyarakat.

 
Sabtu, 5 Januari 2013
SELAMA TAHUN 2012 DPRD SEDIKITNYA MENERBITKAN 35 KEPUTUSAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Kepala Bagian Rapat, Risalah dan Informasi Sekretariat DPRD Kota Sukabumi, Asep L. Sukmana, S.H., M.Si., didampingi Kepala Sub Bagian Informasi Sekretariat DPRD Kota Sukabumi, Emil Faisal, S.H. menjelaskan, selama tahun 2012, DPRD Kota Sukabumi sedikitnya menerbitkan 35 Keputusan, dan 7 Keputusan Pimpinan DPRD Kota Sukabumi.

Adapun ke-35 Keputusan tersebut, diantaranya Persetujuan Terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kota Sukabumi, Tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2011, Tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2012, dan Tentang APBD Tahun Anggaran 2013.

Selanjutnya Persetujuan Terhadap 2 Raperda Kota Sukabumi Tentang Izin Usaha Jasa Konstruksi dan Tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah, serta Persetujuan Terhadap 3 Raperda Kota Sukabumi, Tentang Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Perdesaan dan Perkotaan, Tentang Bangunan Gedung, serta Tentang Kerjasama Daerah.

Kemudian Persetujuan Terhadap Raperda Kota Sukabumi Tentang Perizinan dan Pendaftaran Bidang Perdagangan dan Perindustrian, Tentang Penyelenggaraan Perpajakan Daerah, Tentang Penyelenggaraan Retribusi Daerah, serta Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Sukabumi Tahun 2011-2031.

Selain itu, juga Persetujuan Terhadap Raperda Kota Sukabumi Tentang Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Sukabumi, Tentang Perubahan atas Keputusan DPRD Kota Sukabumi Nomor 9 Tahun 2012 Tentang Penetapan Nama, Susunan Keanggotaan dan Komposisi Jabatan Fraksi-Fraksi DPRD Kota Sukabumi, Tentang Program Legislasi Daerah Kota Sukabumi Tahun Anggaran 2013, serta Tentang Rekomendasi Terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi Tahun Anggaran 2011.

Sedangkan ke-7 Keputusan Pimpinan DPRD Kota Sukabumi tersebut, diantaraya Tentang Penetapan Pelaksanaan Reses DPRD Kota Sukabumi, Masa Persidangan Kesatu Tahun Sidang 2012-2013, Perubahan Lampiran Keputusan Pimpinan DPRD Kota Sukabumi, Tentang Rencana Kerja DPRD Kota Sukabumi Tahun Sidang 2012, Penetapan Penyempurnaan dan Penyesuaian Raperda Kota Sukabumi, Tentang APBD Tahun Anggaran 2012, Hasil Evaluasi Gubernur Jawa Barat, serta Penetapan Penyempurnaan dan Penyesuaian Raperda Kota Sukabumi, Tentang APBD Tahun Anggaran 2013, Hasil Evaluasi Gubernur Jawa Barat.

 
Rabu, 5 Desember 2012
UNTUK MENINGKATKAN DAN MENGEDEPANKAN PRINSIP-PRINSIP EFISIENSI
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Perubahan pada aspek pengelolaan keuangan daerah, yang diatur dalam paket undang-undang, pada dasarnya bertumpu pada upaya untuk meningkatkan dan mengedepankan prinsip-prinsip efisiensi, serta efektifitas, transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah, yang secara keseluruhan diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Namun demikian, menurut Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., dalam mengakomodir aspirasi masyarakat ke dalam Struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Sukabumi, harus tetap memerhatikan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku, khususnya yang menyangkut aspek teknis dan yuridis.

Dengan demikian, pada pelaksanaannya dapat dipertanggungjawabkan, khususya dari segi hukum dan administrasi, serta dari segi program dan kegiatannya, seperti yang dilakukan dalam proses penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kota Sukabumi Tahun Anggaran 2013, yang telah disetujui dan ditetapkan bersama, oleh DPRD dan Pemerintah Kota Sukabumi.

Dalam konteks pemahaman tersebut, maka pemerintahan daerah, khususnya dalam menyiapkan berbagai kebijakan, termasuk dalam melakukan penyusunan anggaran daerah, senantiasa memerhatikan prioritas kebijakan pembangunan nasional tahun 2013. Antara lain, Pemantapan reformasi birokrasi dan tata kelola pemerintahan, Peningkatan akses dan kualitas pedidikan, Perbaikan akses dan mutu kesehatan, Penaggulangan kemiskinan, Peningkatan ketahanan pangan, Peningkatan kualitas dan kuantitas infrastruktur, Perbaikan iklim investasi dan iklim usaha, Peningkatan sumber daya energi, Peningkatan kualitas lingkungan hidup dan pengelolaan bencana, Penanganan daerah tertinggal, terdepan, terluar dan pasca konflik, serta Pengembangan kebudayaan, kreativitas dan inovasi teknologi.

Selain itu, juga memerhatikan prioritas pembangunan daerah Jawa Barat tahun 2013, sebagaimana yang tertuang dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2013. Antara lain, Peningkatan kualitas pendidikan, Peningkatan kualitas kesehatan, Kemandirian pangan, Peningkatan daya beli masyarakat, Peningkatan kinerja aparatur, Penanganan bencana dan pengendalian lingkungan hidup, Pengembangan infrastruktur wilayah, Pengembangan energi, Pembangunan perdesaan, serta Pengembangan budaya lokal dan destinasi wisata.

 
Kamis, 8 November 2012
PEMKOT SUKABUMI OPTIMAL TINGKATKAN PEMANFAATAN POTENSI
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pembangunan pada hakekatnya merupakan upaya yang berkesinambungan, guna meningkatkan peradaban dan derajat kemanusiaan, serta terwujudnya kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera. Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi senantiasa berupaya optimal meningkatkan pemanfaatan potensi dan keunggulan yang dimiliki, supaya benar-benar mampu mengangkat tingkat kesehatan, kecerdasan dan kesejahteraan masyarakat, termasuk dalam melaksanakan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Sebab menurut Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., APBD merupakan salah satu motor penggerak ekonomi di daerah, yang diharapkan dapat secara bertahap dan berkesinambungan, khususnya dalam mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia, sesuai dengan kaidah dan norma, serta peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

Diungkapkannya, dalam melaksanakan pengelolaan keuangan daerah, senantiasa dihadapkan pada perubahan dan penyesuaian, akibat regulasi yang diterbitkan dan ditetapkan oleh pemerintah pusat. Antara lain Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 37 Tahun 2012, Tentang Pedoman Penyusunan APBD Tahun Anggaran 2013, dan Permendagri Nomor 39 Tahun 2012, Tentang Perubahan Atas Permendagri Nomor 32 Tahun 2011, Tentang Pedoman Pemberian Hibah dan Bantuan Sosial yang bersumber dari APBD.

Seperti dikatakan Walikota Sukabumi, hal tersebut sangat berpengaruh terhadap proses penyusunan Rencana APBD dan Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2013, terutama perubahan kodering dan nomenklatur, baik pendapatan dan belanja maupun pembiayaan.

Dijelaskannya, perubahan pada aspek pengelolaan keuangan daerah yang diatur dalam paket undang-undang, pada dasarnya bertumpu pada upaya untuk meningkatkan dan mengedepankan prinsip-prinsip efisiensi, efektivitas, transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah, yang secara keseluruhan diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Namun demikian, dalam mengakomodir aspirasi masyarakat ke dalam struktur APBD, harus tetap memerhatikan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku, khususnya yang berkaitan dengan aspek teknis dan yuridis, sehingga dalam pelaksanaannya dapat dipertanggungjawabkan, baik dari segi hukum dan administrasi, maupun dari segi program dan kegiatan.

 
Sabtu, 3 November 2012
KPU LIBATKAN 20 ORGANISASI UNTUK LAKUKAN SOSIALISASI PEMILUKADA
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Sukabumi, akan melibatkan 20 organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan, serta organisasi profesi di Kota Sukabumi, untuk melakukan sosialisasi pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi, serta Pemilukada Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat periode tahun 2013-2018, yang menurut rencana akan dilaksanakan pada hari Minggu, tanggal 24 Februari 2013 mendatang.

Untuk menunjang kelancaran dan keberhasilan pelaksanaan sosialisasi tersebut, KPU Kota Sukabumi akan memberikan bantuan dana sebesar 200 juta rupiah, kepada 20 organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan serta organisasi profesi di Kota Sukabumi, atau masing-masing organisasi sebesar 10 juta rupiah, yang sumber dananya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Sukabumi dan APBD Provinsi Jawa Barat.

Sedangkan teknis dan mekanisme sosialisasi Pemilukada Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi, serta Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat tersebut, khususnya yang dilakukan oleh ke-20 organisasi ini, bisa dilakukan melalui tatap muka dengan warga masyarakat, atau melalui berbagai kegiatan lainnya.

Ditandaskannya, apabila bantuan dana yang diberikan kepada ke-20 organisasi tersebut tidak mencukupi, pihak KPU Kota Sukabumi memberikan peluang kepada masing-masing organisasi tersebut, untuk menarik sponsor, dengan catatan bahwa sponsor tersebut tidak berafiliasi dengan salah satu Partai Politik (Parpol) atau para calon, baik calon Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi, maupun calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat.

Ditandaskan pula, untuk menunjang kelancaran dan keberhasilan ke-20 organisasi ini, khususnya dalam melakukan sosialisasi tersebut, pihak KPU Kota Sukabumi memberikan rentang waktu dari bulan November 2012 hingga bulan Januari 2013 mendatang. Adapun syarat-syarat bagi ke-20 organisasi tersebut untuk mendapatkan bantuan dana ini, yakni selain harus terdaftar di Kantor Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpol dan Linmas) Kota Sukabumi, juga harus ada Surat Keputusan (SK) Kepengurusannya. Dikatakannya, disamping akan melibatkan 20 organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan serta organisasi profesi tersebut, pihak KPU Kota Sukabumi, juga akan menjalin kerja sama dengan organisasi kewanitaan, seperti Tim Penggerak PKK dan Dharma Wanita Persatuan (DWP), serta organisasi-organisasi kewanitaan lainnya yang ada di Kota Sukabumi.

Ketua KPU Kota Sukabumi, Anton Rachman, S.Sos. mengharapkan, dengan dilaksanakannya sosialisasi oleh organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan serta organisasi profesi dan kewanitaan tersebut, dapat meningkatkan partisipasi warga masyarakat Kota Sukabumi, khususnya dalam menyalurkan aspirasinya, dengan mencoblos salah satu pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi, serta calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat periode tahun 2013-2018, sesuai dengan pilihannya masing-masing.

 
Kamis, 18 Oktober 2012
SATPOL PP KOTA SUKABUMI BERUPAYA OPTIMAL TINGKATKAN K-3
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Sukabumi, senantiasa berupaya optimal menciptakan dan meningkatkan ketertiban, kebersihan dan keindahan (K-3), khususnya di wilayah Kota Sukabumi. Kepala Satpol PP Kota Sukabumi, Agus Wawan Gunawan, S.IP. menjelaskan, penertiban tersebut senantiasa dilaksanakan secara rutin, sesuai dengan Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) Satpol PP Kota Sukabumi, serta peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

Adapun penertiban yang telah dilakukan baru-baru ini, yakni penertiban terhadap spanduk dan baligo politik, tepatnya pada hari Rabu, tanggal 17 Oktober 2012. Dikatakannya, dalam penertiban tersebut, pihaknya melibatkan puluhan aparat Satpol PP Kota Sukabumi. Hasilnya cukup memuaskan dan membanggakan bagi semua pihak, baik bagi warga masyarakat maupun bagi Pemerintah Kota Sukabumi. Karena puluhan aparat Satpol PP tersebut, berhasil menertibkan ratusan spanduk dan baligo politik, yang dipasang di sejumlah ruas jalan di Kota Sukabumi. Diantaranya Jalan Siliwangi, Jalan Suryakencana, Jalan R.E. Martadinata, Jalan Pelabuhan II, dan Jalan Lingkar Selatan.

Dikatakan pula, pihaknya terpaksa menertibkan ratusan spanduk dan baligo politik tersebut, karena selain keadaannya sudah kadaluarsa, atau batas waktu ijin pemasangannya sudah habis, juga ada yang dipasang di tempat-tempat terlarang, yang bertentangan dengan Peraturan Daerah atau Perda Nomor 2 Tahun 2004, Tentang Ketertiban Umum, terutama pada Pasal D, yang mengatur pelarangan pemasangan bentuk reklame apapun di pohon, serta Perda Nomor 4 Tahun 2008, Tentang Penyelenggaraan Reklame.

Kepala Satpol PP Kota Sukabumi menandaskan, apabila ratusan spanduk dan baligo tersebut tidak segera ditertibkan, akan berdampak negatif terhadap suasana wilayah Kota Sukabumi, yakni merusak pemandangan dan keindahan Kota Sukabumi. Ditandaskan pula, ratusan spanduk dan baligho tersebut, saat ini diamankan di Markas Komando atau Mako Satpol PP Kota Sukabumi.

Kepala Satpol PP Kota Sukabumi mengatakan, untuk ke depannya perlu ada Perda, yang mengatur secara khusus tentang penempatan pemasangan spanduk dan baligho politik, sehingga tidak terkesan semrawut. Selain itu, pihaknya juga telah mengajukan penambahan kendaraan operasional kepada Pemerintah Kota Sukabumi, yakni satu buah kendaraan pick up dan satu buah truk bak terbuka, untuk menunjang kelancaran dan keberhasilan pelaksanaan tugas penertiban di lapangan. Karena hingga saat ini, dalam setiap melaksanakan tugas penertiban, pihaknya beserta jajarannya senantiasa menggunakan Kendaraan Pasukan Anti Huru-Hara atau PHH. Dijelaskannya, pengajuan penambahan kendaraan operasional tersebut, menurut informasi dari pihak instansi terkait, akan direalisasikan pada tahun 2013 mendatang.

 
Selasa, 18 September 2012
DINAS PERHUBUNGAN AKAN LANJUTKAN PEMBANGUNAN TERMINAL TYPE A
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, akan berupaya optimal melanjutkan pembangunan Terminal Type A Kota Sukabumi, tepatnya di Jalan Lingkar Selatan Kota Sukabumi. Demikian disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, Drs. H. Andri Setiawan, M.M., didampingi Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan (LLA) Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, Ujang Hamdan, S.H., M.H., usai Upacara Bendera, dalam rangka memperingati Hari Perhubungan Nasional Tingkat Kota Sukabumi Tahun 2012, hari Selasa, 18 September 2012, di Halaman Dinas Perhubungan Kota Sukabumi.

Dikatakannya, pelaksanaan pembangunan lanjutan Terminal Type A Kota Sukabumi tersebut, dalam rangka upaya merealisasikan aspirasi warga masyarakat dan Pemerintah Kota Sukabumi. Maksud dan tujuannya, sebagai salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana transportasi yang memadai, khususnya bagi angkutan umum bus di Kota Sukabumi, baik bus Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP), maupun bus Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP).

Kepala Dinas Perhubungan Kota Sukabumi dan Kepala Bidang LLA Dinas Perhubungan Kota Sukabumi menjelaskan, untuk melanjutkan kembali pembangunan Terminal Type A Kota Sukabumi tersebut, pihaknya telah mendapat alokasi dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Sukabumi Tahun Anggaran 2012, yang besarnya mencapai 4,7 milyar rupiah, dan saat ini masih dalam tahap proses lelang. Dijelaskan pula, jumlah dana tersebut, diantaranya untuk membiayai lima item pembangunan fisik, yakni perluasan implasemen, drainase, bangunan, pos jaga, dan pematangan tanah.

Diharapkannya, pelaksanaan pembangunan lanjutan Terminal Type A Kota Sukabumi tersebut, dapat dimulai pada akhir bulan September 2012 ini, serta proses pengerjaan harus sesuai dengan tender kerja, yakni harus selesai selama 90 hari kerja. Dengan demikian, Terminal Type A Kota Sukabumi tersebut, secara bertahap sudah dapat dioperasikan pada akhir tahun 2012 ini, atau selambat-lambatnya pada awal tahun 2013 mendatang.

Sedangkan untuk menunjang kelancaran dan keberhasilan pengoperasian Terminal Type A Kota Sukabumi tersebut, pihak Dinas Perhubungan Kota Sukabumi beserta pihak dinas, instansi dan lembaga terkait, selain akan melakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada segenap lapisan warga masyarakat, juga akan melakukan uji coba dan pengaturan trayek, terutama untuk seluruh bus yang datang dari arah Bandung.

 
Selasa, 22 November 2011
OPTIMAL TINGKATKAN PENDAPATAN WARGA MASYARAKAT KOTA SUKABUMI
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota Sukabumi, senantiasa berupaya optimal meningkatkan pendapatan warga masyarakat Kota Sukabumi, melalui berbagai langkah dan upaya. Maksud dan tujuannya, seperti dijelaskan Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., supaya warga masyarakat Kota Sukabumi mampu memenuhi kebutuhan hidup.

Dijelaskannya, langkah dan upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Sukabumi, khususnya dalam meningkatkan pendapatan warga masyarakat Kota Sukabumi, termuat dalam prioritas pembangunan tahun 2011, yang terdiri dari penanganan kemiskinan, melalui pemenuhan kebutuhan dasar warga masyarakat, serta peningkatan dan pengembangan kesempatan kerja dan berusaha, melalui pemberdayaan Koperasi serta Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), termasuk sektor-sektor lainnya.

Adapun langkah dan upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Sukabumi, khususnya dalam melaksanakan prioritas pembangunan di Kota Sukabumi, diantaranya melalui pemenuhan kebutuhan dasar warga masyarakat yang kurang mampu, melalui pembiayaan pendidikan, kesehatan, perbaikan infrastruktur pemukiman, perbaikan rumah tidak layak huni, serta prasarana air bersih dan sanitasi dasar. Selain itu, juga ditempuh melalui peningkatan kemampuan kewirausahaan dan penguatan permodalan KUMKM, serta pemberdayaan fakir miskin dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS).

Walikota Sukabumi menandaskan, kebijakan pro poor, pro job dan pro growth, merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Karena hal tersebut, sangat berkaitan erat dan saling mendukung, khususnya dalam upaya menekan pertumbuhan warga masyarakat miskin di Kota Sukabumi. Dengan demikian, peningkatan kesejahteraan warga masyarakat Kota Sukabumi, dapat dijalankan dengan tolok ukur yang jelas dan terukur, yang terdiri dari distribusi pendapatan warga masyarakat, Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) yang stabil dan berkelanjutan, serta pola konsumsi warga masyarakat, atau persentase pengeluarkan rata-rata rumah tangga dalam kelompok makanan dan non makanan.

Ditandaskan pula, pertambahan jumlah warga masyarakat miskin di Kota Sukabumi, salah satunya disebabkan oleh pengaruh daya tarik Kota Sukabumi, sebagai Pusat Pelayanan Jasa, yang didominasi oleh kegiatan ekonomi, serta memiliki kebutuhan-kebutuhan, yang menitik-beratkan pada aspek efisiensi, efektifitas dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Diungkapkannya, kebutuhan tersebut belum dapat dipenuhi oleh warga masyarakat yang masuk ke wilayah Kota Sukabumi, yang seharusnya dapat mengisi pasar kerja yang ada. Dengan demikian, warga masyarakat migran tersebut, tidak memperoleh pekerjaan yang layak, sehingga memasuki sektor-sektor informal, yang tidak memiliki kepastian secara ekonomi. Hal tersebut akan membentuk kantong-kantong kemiskinan baru di Kota Sukabumi, yang menjadi tanggungjawab semua pihak, untuk menanggulanginya, baik dari aspek pemenuhan kebutuhan dan pelayanan dasar, maupun dari aspek ketenagakerjaan.

 
Sabtu, 5 November 2011
DISKOPERINDAG OPTIMAL MANFAATKAN KEMAJUAN TEKNOLOGI
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Sukabumi, berupaya optimal memanfaatkan kemajuan teknologi, untuk memantau perkembangan koperasi di wilayah Kota Sukabumi. Berkaitan dengan hal tersebut, seperti dijelaskan Kepala Diskopperindag Kota Sukabumi, Drs. Dudi Fathul Jawad, M.Pd., sejak tahun 2010 yang lalu, pihaknya telah melakukan pelatihan managemen berbasis komputerisasi, bagi para pengurus koperasi di wilayah Kota Sukabumi.

Ditandaskannya, dengan dilaksanakannya pelatihan managemen berbasis komputerisasi tersebut, secara tidak langsung dapat memudahkan para pengurus koperasi di wilayah Kota Sukabumi, khususnya dalam melaksanakan kepengurusan koperasi. Selain itu, juga dalam melaksanakan pembukuan bisa lebih rapi dan tertib, serta dapat mengetahui perkembangan koperasi di wilayah Kota Sukabumi.

Ditandaskan pula, untuk memudahkan para pengurus koperasi di wilayah Kota Sukabumi, khususnya dalam mengetahui perkembangan koperasi di wilayah Kota Sukabumi, pihaknya telah membuat website khusus koperasi.

Menyinggung kegiatan yang baru-baru ini telah dilaksanakan, menurut Kepala Diskopperindag Kota Sukabumi, diantaranya pelatihan rintisan penerapan teknologi sederhana manajemen modern, dengan konsep komputerisasi, bertempat di Ruangan Pertemuan Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI).

Sedangkan jumlah koperasi di Kota Sukabumi, saat ini mencapai 342 unit. Namun dari jumlah tersebut, yang aktif hanya 192 unit, dengan jumlah anggota sebanyak 31 ribu 217 orang. Dikatakannya, perkembangan koperasi di Kota Sukabumi, dalam setiap tahunnya senantiasa fluktuatif, yakni senantiasa naik-turun, tergantung jumlah simpanan anggota koperasi.

 
Minggu, 16 Oktober 2011
KETUA STH PASUNDAN SUKABUMI AKAN TINGKATKAN KUALITAS SDM
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Ketua Sekolah Tinggi Hukum (STH) Pasundan Sukabumi masa bhakti tahun 2011-2015, Nicke Siti Rahayu, S.H., M.H., akan berupaya optimal meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), termasuk sarana dan prasarana, sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan, serta harapan semua pihak. Selain itu, pihaknya juga saat ini sedang berupaya optimal meningkatkan status akreditasi STH Pasundan Sukabumi, dari Akreditasi C menjadi A, minimal B. Hal tersebut sangat penting dilakukan, karena peningkatan status akreditasi ini, merupakan cermin kinerja STH Pasundan Sukabumi, yang menggambarkan mutu, efisiensi, serta relevansi suatu Program Studi (Prodi), yang diselenggarakan di STH Pasundan Sukabumi.

Adapun program lainnya yang akan dilaksanakan, yakni melakukan penataan dan pembangunan gedung, supaya lebih representatif, serta akan menggelar berbagai kegiatan, khususnya kegiatan yang dapat menarik para lulusan SMA, SMK dan MA, untuk masuk ke STH Pasundan Sukabumi. Disamping itu, pihaknya juga akan mengupayakan pendidikan yang mengarah pada pendidikan praktis, serta meningkatkan dan mengembangkan berbagai program, termasuk mewajibkan seluruh mahasiswa STH Pasundan Sukabumi, untuk melakukan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) pada semester akhir, guna mengaplikasikan berbagai ilmu pengetahuan yang telah didapat di bangku kuliah, khususnya di desa-desa yang ada di Sukabumi. Maksud dan tujuannya, untuk meningkatkan kualitas lulusan STH Pasundan Sukabumi, supaya memiliki daya saing yang tinggi.

Menyinggung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang terdiri dari bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, STH Pasundan Sukabumi melakukan kerja sama dengan berbagai dinas-instansi. Diantara dengan Pemerintah Kota Sukabumi, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Jawa Barat, Yayasan AL-Kharomain, dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Sukabumi.

Adapun kerja sama dengan Pemerintah Kota Sukabumi, diantaranya dalam pembuatan Peraturan Daerah (Perda), Lomba Keluarga Sadar Hukum (Kadarkum), Kegiatan Rencana Aksi Nasional Hak Azasi Manusia (RANHAM), dan Penyuluhan Hukum. Sedangkan kerja sama dengan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat, diantaranya Penyuluhan Hukum dan Konsultasi Hukum untuk masyarakat. Sementara kerja sama dengan Yayasan AL-Kharomain, diantaranya bhakti sosial, berupa pemeriksaan kesehatan gratis untuk kaum dhuafa, dan kerja sama dengan KPU Kota Sukabumi, diantaranya dalam pelaksanaan Pemilihan Walikota Sukabumi dan Gubernur Jawa Barat.

 
Minggu, 9 Oktober 2011
DINAS PERHUBUNGAN TINGKATKAN PELAYANAN TRANSPORTASI
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, senantiasa berupaya optimal meningkatkan pelayanan transportasi yang nyaman dan aman. Salah satunya dengan menyediakan layanan transportasi Bus AC, khususnya trayek Sukabumi - Kampung Rambutan Jakarta.

Seperti dikatakan Kasi Trayek dan Angkutan Barang Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, Yogi Darmawan, dari 7 Perusahaan Oto atau PO Bus yang diusulkan, baru 2 PO yang sudah dibuatkan surat rekomendasi, untuk diajukan ke Direktorat Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat. Adapun ke-2 PO tersebut, yakni PO Lana Jaya dan PO Pandu Utama.

Dijelaskannya, penyediaan layanan transportasi Bus AC untuk trayek Sukabumi – Kampung Rambutan Jakarta tersebut, merupakan hasil kesepakatan seluruh PO, yang melayani trayek tersebut, dimana masing-masing PO menyediakan 2 unit armada bus. Dijelaskan pula, pihak Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, tidak memberikan batas waktu kepada PO, yang belum mengajukan usulan pembuatan rekomendasi ke pusat.

Kasi Trayek dan Angkutan Barang Dinas Perhubungan Kota Sukabumi juga mengungkapkan, selain trayek Sukabumi – Kampung Rambutan Jakarta, juga dibuka layanan transportasi Bus AC, untuk trayek Sukabumi – Pulogadung dan Tangerang. Namun khusus untuk trayek Bus AC Sukabumi – Tangerang, saat ini masih diproses di pusat.

Diharapkannya, dengan dibukanya layanan transportasi Bus AC tersebut, dapat meningkatkan pelayanan kepada segenap lapisan warga masyarakat, khususnya para pengguna jasa kendaraan Bus, ke arah yang lebih baik, serta nyaman dan aman.

Hal tersebut sesuai dengan Visi Dinas Perhubungan Kota Sukabumi,yakni Sebagai Penyedia Layanan Transportasi yang Berkualitas, serta Misi Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, yakni Mewujudkan sumber daya manusia yang handal dan profesional di bidang transportasi, Meningkatkan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana transportasi, serta Meningkatkan pelayanan jasa transportasi.

 
Senin, 3 Oktober 2011
SELURUH PEGAWAI AGAR OPTIMAL MENINGKATKAN KINERJA
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, H. Mohamad Muraz, S.H., M.M., meminta kepada seluruh pegawai di Lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, agar senantiasa berupaya optimal meningkatkan kinerja, yang dimulai dari penerapan disiplin apel pagi, termasuk peningkatan kualitas pelayanan kepada segenap lapisan warga masyarakat, khususnya dalam bidang pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan. Permintaan Sekretaris Daerah Kota Sukabumi tersebut, disampaikan pada apel pagi pegawai, hari Senin, 3 Oktober 2011, di Halaman Apel Setda Kota Sukabumi.

Selain itu, Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, juga meminta kepada seluruh pegawai dan warga masyarakat di Kota Sukabumi, agar senantiasa berupaya optimal membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat, baik di lingkungan tempat kerja maupun di lingkungan pemukiman masing-masing.

Untuk mewujudkan hal tersebut, seluruh pegawai dan warga masyarakat di Kota Sukabumi, agar senantiasa berupaya optimal menghindari kebiasaan membuang sampah di sembarang tempat, terutama ke selokan dan kali. Karena hal tersebut akan menimbulkan musibah banjir pada musim hujan, akibat tumpukan sampah di selokan dan kali. Berkaitan dengan hal tersebut, seluruh pegawai dan warga masyarakat, agar membiasakan diri membuang sampah pada tempatnya, yakni ke Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS) masing-masing, sebelum diangkut oleh petugas kebersihan ke Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA).

Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, juga mengingatkan kepada seluruh pegawai dan warga masyarakat di Kota Sukabumi, agar dalam musim kemarau saat ini, senantiasa berhati-hati dan waspada, karena sering terrjadi musibah kebakaran dan krisis air bersih. Oleh karenanya, seluruh pegawai dan warga masyarakat, agar menjauhkan barang-barang yang mudah terbakar dari sumber api, seperti kompor, tungku dan sebagainya.

Sedangkan untuk mengantisipasi krisis air, seluruh pegawai dan warga masyarakat di Kota Sukabumi, agar melakukan penghematan dalam menggunakan air, yakni disesuaikan dengan kebutuhan. Selain itu, juga agar membuat biopori dan sumur resapan air di lingkungan pemukimannya masing-masing. Maksud dan tujuannya, selain untuk mengantisipasi musibah banjir pada musim hujan, juga untuk menjaga ketersediaan air pada musim kemarau.

 
Jumat, 30 September 2011
UPAYA UNTUK MENINGKATKAN LPE SUATU DAERAH
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Upaya untuk meningkatkan Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) suatu daerah, diperlukan berbagai investasi yang kondusif, baik dari pemerintah maupun dari swasta. Oleh karenanya, menurut Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., kehadiran para investor diharapkan dapat meningkatkan LPE dan penyerapan tenaga kerja, kendati dampak dari pembangunan akan menimbulkan kemacetan lalu lintas.

Untuk menghindari hal tersebut, Pemerintah Kota Sukabumi telah berupaya optimal, khususnya dalam mengurangi kemacetan di Kota Sukabumi. Diantaranya melalui penataan, serta senantiasa memerhatikan dan melaksanakan berbagai kajian teknis, termasuk mengenai analisis dampak kemacetan lalu lintas, garis sempadan bangunan, kajian lingkungan hidup dan berbagai kajian lainnya, supaya dapat mengurangi dampak negatif yang diakibatkan oleh dinamika pembangunan.

Sedangkan langkah dan upaya yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Sukabumi, khususnya dalam bidang investasi, diantaranya menciptakan iklim investasi yang kondusif, dengan jaminan keamanan dan kepastian hukum. Selain itu, juga memfasilitasi percepatan proses perijinan penanaman modal atau investasi, sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP), menyediakan informasi potensi dan peluang investasi yang dapat diakses dan dianalisis oleh para investor, serta meningkatkan kualitas infrastruktur fisik, termasuk ketersediaan kualitas dan produktivitas tenaga kerja.

Menyinggung perijinan pembangunan gedung-gedung tempat usaha yang dilakukan oleh pihak swasta, seperti dikatakan Walikota Sukabumi, sebelumnya senantiasa dilakukan pembahasan dan ditangani secara terpadu oleh dinas-instansi terkait, khususnya dalam membuat kajian teknis, supaya sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Selain itu, juga kebijakan dan keputusan yang ditetapkan, disasarkan pada kepentingan umum.

Demikian pula dalam bidang pekerjaan umum, kajian didasarkan pada kesesuaian tata ruang, serta aturan-aturan teknis jalan dan bangunan. Namun mengenai garis sempadan bangunan, ada perbedaan antara wilayah pinggiran kota dengan wilayah sekitar pusat kota. Karena areal pertokoan di sekitar pusat kota sudah terbangun cukup lama, apabila dibandingkan dengan aturan garis sempadan bangunan.

Sementara untuk mengatasi kemacetan lalu lintas, khususnya yang diakibatkan oleh parkir kendaraan di pinggir jalan, hal tersebut telah diantisipasi oleh Pemerintah Kota Sukabumi. Yakni dengan adanya kewajiban dari pemohon, untuk membuat analisis dampak lalu lintas, yang didalamnya memuat perhitungan-perhitungan ruang parkir yang harus disediakan oleh pemohon, serta harus sesuai dengan luas bangunan dan jenis usaha yang dilakukan.

 
Senin, 19 September 2011
BERUPAYA OPTIMAL TINGKATKAN PENDAPATAN WARGA MASYARAKAT
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota Sukabumi, senantiasa berupaya optimal meningkatkan pendapatan warga masyarakat. Maksud dan tujuannya, supaya warga masyarakat Kota Sukabumi yang kurang mampu, dapat memenuhi kebutuhan hidupnya.

Seperti dijelaskan Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., upaya dalam meningkatkan pendapatan warga masyarakat tersebut, ditempuh melalui berbagai program dan kegiatan. Diantaranya program penanganan kemiskinan, melalui pemenuhan kebutuhan dasar warga masyarakat, serta peningkatan dan pengembangan kesempatan kerja dan berusaha, melalui pemberdayaan Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUMKM), serta sektor-sektor lainnya.

Dikatakannya, upaya yang dilakukan dalam memenuhi kebutuhan dasar warga masyarakat yang kurang mampu di Kota Sukabumi, diantaranya melalui pembiayaan pendidikan, kesehatan, perbaikan infrastruktur pemukiman, dan perbaikan rumah tidak layak huni, serta prasarana air bersih dan sanitasi dasar.

Selanjutnya peningkatan kemampuan kewirausahaan dan penguatan permodalan KUMKM, bantuan permodalan bagi warga masyarakat yang kurang mampu, serta pemberdayaan fakir miskin dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS).

Selain itu, juga ditempuh melalui advokasi pengentasan kemiskinan. Diantaranya melalui Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kota Sukabumi, serta mengacu pada Peraturan Presiden RI Nomor 15 Tahun 2010, dan Peraturan Menteri Dalam Negeri RI Nomor 42 Tahun 2010.

Ditandaskannya, upaya pengentasan kemiskinan di Kota Sukabumi, pada umumnya berjalan lancar dan efektif. Buktinya angka kemiskinan di Kota Sukabumi, pada tahun 2010 mengalami penurunan dari tahun 2009. Dengan demikian, jumlah keluarga pra sejahtera di Kota Sukabumi, yang pada tahun 2009 berjumlah 3 ribu 609 Kepala Keluarga (KK), sedangkan pada tahun 2011, tepatnya hingga bulan April, berjumlah 3 ribu 436 KK, mengalami penurunan sebanyak 173 KK, atau 4,79 persen dari tahun 2009.

 
Minggu, 11 September 2011
DIARAHKAN UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN WARGA MASYARAKAT
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Perubahan pada aspek pengelolaan keuangan daerah, yang diatur dalam paket undang-undang, pada dasarnya bertumpu pada upaya untuk meningkatkan dan mengedepankan prinsip-prinsip efisiensi, efektivitas, transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah, yang secara keseluruhan diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan warga masyarakat.

Namun demikian, seperti dijelaskan Wakil Walikota Sukabumi, Doktor H. Mulyono, M.M., dalam mengakomodir aspirasi warga masyarakat ke dalam struktur Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), harus tetap memerhatikan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku, khususnya yang berkaitan dengan aspek teknis dan yuridis. Dengan demikian, dalam pelaksanaannya dapat dipertanggungjawabkan, baik dari segi hukum dan administrasi, maupun dari segi program dan kegiatan.

Dikatakannya, dalam konteks pemahaman tersebut, Pemerintah Kota Sukabumi, khususnya dalam menyiapkan berbagai kebijakan, termasuk dalam melakukan penyusunan anggaran daerah, senantiasa memerhatikan masalah dan tantangan pokok nasional tahun 2011. Antara lain, terjadinya dampak krisis finansial global, adanya kecenderungan pergeseran moralitas di semua lapisan warga masyarakat, dan meningkatnya Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS).

Selain itu, juga tingginya tuntutan profesionalisme kinerja aparat pemerintah, dalam memberikan pelayanan kepada segenap lapisan warga masyarakat, banyaknya tuntutan akan pendidikan yang berkualitas dan terjangkau oleh berbagai lapisan warga masyarakat, meningkatnya persaingan dunia usaha, serta peningkatan kualitas dan pemerataan kondisi infrastruktur dan lingkungan perkotaan, bagi kehidupan warga masyarakat yang sehat dan nyaman.

Disamping memerhatikan masalah dan tantangan pokok nasional tahun 2011, juga memerhatikan prioritas pembangunan daerah Jawa Barat tahun 2011, sebagaimana yang tertuang dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2011. Antara lain, peningkatan kualitas kehidupan beragama dan sosial budaya, penanganan kemiskinan melalui pemenuhan kebutuhan dasar warga masyarakat, serta peningkatan dan pengembangan kesempatan kerja dan berusaha, melalui pemberdayaan Koperasi, Usaha Mikro Kecil Menengah (KUMKM), serta sektor-sektor lainnya.

Kemudian peningkatan kualitas pelayanan pemerintahan, menuju Good Governance dan Clean Government, peningkatan kualitas pelayanan pendidikan, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, optimalisasi pemanfaatan ruang dan peningkatan jaringan infrastruktur kota, serta peningkatan kualitas dan daya dukung lingkungan perkotaan.

 
Sabtu, 10 September 2011
PEMBANGUNAN UNTUK TINGKATKAN PERADABAN DAN DERAJAT KEMANUSIAAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pembangunan pada hakekatnya merupakan upaya yang berkesinambungan, untuk meningkatkan peradaban dan derajat kemanusiaan, serta untuk mewujudkan kehiduapan warga masyarakat ke arah yang lebih baik dan sejahtera.

Untuk mewujudkan hal tersebut, menurut Wakil Walikota Sukabumi, Doktor H. Mulyono, M.M., Pemerintah Kota Sukabumi senantiasa berupaya optimal meningkatkan dan memanfaatkan potensi, serta keunggulan yang dimiliki, supaya benar-benar mampu mengangkat derajat kesehatan, kecerdasan dan kesejahteraan warga masyarakat, sesuai dengan Visi Pembangunan Kota Sukabumi, yakni Terwujudnya Kota Sukabumi, Sebagai Pusat Pelayanan Berkualitas Bidang Pendidikan, Kesehatan dan Perdagangan di Jawa Barat, Berlandaskan Iman dan Taqwa; serta Visi Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi, yakni Dengan iman dan taqwa, mewujudkan pemerintahan yang amanah berparadigma surgawi, menuju Kota Sukabumi yang cerdas, sehat dan sejahtera, baik lahir maupun batin, dilandasi nilai-nilai fhilosofis, Shidiq, Tabligh, Amanah, Fathonah.

Selain itu, untuk mewujudkan hal tersebut, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Sukabumi, merupakan salah satu motor penggerak ekonomi di daerah, yang diharapkan dapat mewujudkan cita-cita tersebut secara bertahap dan berkesinambungan, sesuai dengan kaidah, norma, peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

Dijelaskannya, dalam melaksanakan pengelolaan keuangan daerah, setiap tahun senantiasa dihadapkan pada perubahan dan penyesuaian-penyesuaian, yang disebabkan oleh regulasi yang diterbitkan oleh Pemerintah Pusat. Seperti Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011, Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 Tentang Pedomanan Pengelolaan Keuangan Daerah, dan Petaturan Menteri Dalam Negeri Nomor 37 Tahun 2010, Tentang Pedoman Penyusunan APBD Tahun Anggaran 2011.

Dijelaskan pula, sesuai dengan peraturan tersebut, Perubahan APBD Kota Sukabumi dapat dilakukan, apabila terjadi perkembangan yang tidak sesuai dengan asumsi Kebijakan Umum Anggaran (KUA), keadaan yang menyebabkan harus dilakukan pergeseran anggaran antar unit organisasi, antar kegiatan dan antar jenis belanja, serta keadaan yang menyebabkan saldo anggaran lebih pada tahun sebelumnya, harus digunakan pada tahun yang sedang berjalan.

 
Jumat, 2 September 2011
DPRD KOTA SUKABUMI BERUPAYA OPTIMAL MENINGKATKAN KINERJA
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

DPRD Kota Sukabumi, senantiasa berupaya optimal meningkatkan kinerja, dan pembahasan dalam berbagai bidang, termasuk pembahasan dan penetapan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Berlanja Daerah (APBD) Kota Sukabumi Tahun 2011. Dengan demikian, Perubahan APBD Kota Sukabumi Tahun 2011 tersebut, untuk Desember 2011 sudah dievaluasi oleh Gubernur Jawa Barat.

Adapun maksud dan tujuannya, seperti dijelaskan Ketua DPRD Kota Sukabumi, Aep Saepurahman, S.E., untuk mengantisipasi mulurnya Pengesahan APBD Tahun 2012. Karena yang diharapkan DPRD Kota Sukabumi, APBD Kota Sukabumi Tahun 2012, sudah bisa berjalan dan dilaksanakan. Diharapkannya, dengan upaya tersebut, pelayanan publik di Kota Sukabumi, tidak akan mengalami hambatan dan persoalan. Karena pada bulan Januari 2012 mendatang, sudah mendapatkan Surat Keputusan dari Walikota Sukabumi.

Selain itu juga diharapkan, dilaksanakannya upaya tersebut, supaya pada tahun anggaran 2012 mendatang, tidak terjadi kekosongan APBD. Karena pada tahun-tahun anggaran sebelumnya, terutama pada setiap bulan Januari, setiap anggaran belum bisa berjalan dan belum dapat dilaksanakan.

Dikatakannya, berbagai pembahasan dan penetapan yang dilaksanakan oleh DPRD Kota Sukabumi tersebut, diantaranya Perubahan APBD Tahun 2011, RKPD Tahun 2012, dan KUAPPAS Tahun 2012. Dikatakan pula, berbagai pembahasan dan penetapan yang dilaksanakan oleh DPRD Kota Sukabumi tersebut, merupakan pola baru. Sebab pada tahun-tahun sebelumnya, pembahasan dan penetapan anggaran tersebut, dilaksanakan pada Desember.

Menyinggung kemungkinan terjadinya kesalahan dalam melaksanakan pembahasan dan penetapan anggaran tersebut, seperti ditandaskan Ketua DPRD Kota Sukabumi, pihaknya menjamin tidak akan terjadi kesalahan, karena dilaksanakan secara cermat dan akurat.

 
Kamis, 18 Agustus 2011
SEGENAP BANGSA DIINGATKAN UNTUK MEMAKNAI ESENSI KEMERDEKAAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Tema Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-66 Proklamasi Kemerdekaan RI Tahun 2011, yakni Dengan Semangat Proklamasi Kemerdekaan RI, 17 Agustus 1945, Kita Tingkatkan Kesadaran Hidup Dalam Kebhinekaan, Untuk Kokohkan Persatuan NKRI, Kita Sukseskan Kepemimpinan Indonesia Dalam Forum ASEAN, Untuk Kokohkan Solidaritas ASEAN.

Dengan tema tersebut, menurut Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., segenap komponen bangsa senantiasa diingatkan untuk memaknai esensi kemerdekaan. Diantaranya melalui kesadaran akan pentingnya nasionalisme, dan wawasan kebangsaan dalam pembangunan bangsa.

Dikatakannya, dimensi dan orientasi perjuangan segenap komponen bangsa saat ini, tentunya berbeda dengan masa-masa perjuangan fisik dahulu, karena lebih terfokus pada upaya untuk mewujudkan negara yang lebih stabil, peningkatan kualitas kehidupan yang demokratis, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara adil, dengan tetap mempertahankan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, sebagai idiologi bangsa, dalam kerangka Negara Kesatuan Repbulik Indonesia (NKRI).

Demikian pula di Kota Sukabumi, sebagai bagian dari NKRI, tentunya harus memaknai esensi dari kemerdekaan, selaras dengan tujuan nasional bangsa dan kondisi yang dimiliki. Sebagai gambaran umum, penduduk Kota Sukabumi berdasarkan hasil sensus pada bulan Mei 2010, berjumlah 299 ribu 247 jiwa, yang terdiri dari 152 ribu 193 laki-laki, dan 147 ribu 54 perempuan. Dengan demikian, maka angka Sex Ratio Kota Sukabumi, yakni sebesar 103,49, artinya jumlah penduduk laki-laki, lebih banyak sebesar 3,49 persen, dari jumlah penduduk perempuan.

Kemudian Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) Kota Sukabumi, sepanjang tahun 2000 sampai dengan tahun 2010, mencapai angka rata-rata 1,73 persen. Adapun angka kepadatan penduduk Kota Sukabumi, mencapai 6 ribu 234 orang per kilo meter persegi, mengalami peningkatan dari tahun 2000, yang mencapai 5 ribu 258 orang per kilo meter persegi. Sedangkan kecamatan di Kota Sukabumi dengan tingkat kepadatan penduduk tertinggi, yakni Kecamatan Citamiang, dan tingkat kepadatan penduduk terendah, Kecamatan Lembirsitu.

 
Selasa, 16 Agustus 2011
SEGENAP BANGSA AGAR TINGKATKAN RASA BERBANGSA DAN BERNEGARA
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Tema Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-66 Proklamasi Kemerdekaan RI Tahun 2011, yakni Dengan Semangat Proklamasi Kemerdekaan RI, 17 Agustus 1945, Kita Tingkatkan Kesadaran Hidup Dalam Kebhinnekaan, Untuk Kokohkan Persatuan NKRI, Kita Sukseskan Kepemimpinan Indonesia Dalam Forum ASEAN, Untuk Kokohkan Solidaritas ASEAN.

Atas dasar kedalaman makna yang terkandung dalam tema tersebut, Ketua DPRD Kota Sukabumi, Aep Saepurahman, S.E., mengajak kepada segenap komponen bangsa Indonesia, khususnya warga masyarakat Kota Sukabumi, agar senantiasa bersama-sama meningkatkan rasa berbangsa dan bernegara.

Selanjutnya, juga agar senantiasa bersama-sama meningkatkan semangat persatuan dan kesatuan bangsa, supaya berbagai cita-cita dan tujuan nasional bangsa Indonesia dapat segera terwujud, serta tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), yang sejahtera dan berkeadilan, dengan senantiasa memerhatikan nilai-nilai luhur Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Selain itu, Ketua DPRD Kota Sukabumi, juga mengajak kepada segenap komponen bangsa Indonesia, khususnya warga masyarakat Kota Sukabumi, agar senantiasa berupaya optimal dan sekuat tenaga, untuk keluar dari berbagai krisis multi dimensi, yang menghadang saat ini.

Kemudian, juga agar senantia berupaya optimal menyikapi dan menyelesaikan berbagai permasalahan yang berkembang saat ini, guna mewujudkan berbagai harapan dan cita-cita segenap lapisan warga masyarakat Kota Sukabumi, yakni menjadikan Kota Sukabumi yang cerdas, sehat dan sejahtera.

Hal tersebut, menurut Ketua DPRD Kota Sukabumi, sesuai dengan Visi Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi, yakni Dengan iman dan taqwa, mewujudkan pemerintahan yang amanah berparadigma surgawi, menuju Kota Sukabumi yang cerdas, sehat dan sejahtera, baik lahir maupun batin, dilandasi nilai-nilai fhilosofis, Shidiq, Tabligh, Amanah, Fathonah.

 
Minggu, 14 Agustus 2011
WALIKOTA SUKABUMI SEMATKAN LANCANA BINTANG MELATI TAHUN 2011
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Walikota Sukabumi, selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., menyematkan Lancana Bintang Melati Tahun 2011, kepada Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Sukabumi, H. Sanusi Hardjadireja, M.Pd., dan kepada salah seorang Anggota Dewan Kehormatan Gerakan Pramuka Kota Sukabumi, H.M. Suratmo.

Selain itu, Walikota Sukabumi, secara simbolis menyematkan Bintang Panca Warsa I sampai dengan V, kepada 107 orang Anggota Pramuka Kota Sukabumi. Namun dari sebanyak 107 penerima Bintang Panca Warsa tersebut, diantaranya salah seorang penerima Bintang Panca Warsa V, yakni Drs. Amir Machmud K.H., akan disematkan oleh Gubernur Jawa Barat, pada upacara peringatan ke-50 Hari Pramuka Tingkat Provinsi Jawa Barat, tanggal 20 Agustus 2011, di Bandung.

Selanjutnya, Walikota Sukabumi menyematkan Bintang Garuda kepada 2 Anggota Siaga, 10 Anggota Penggalang, dan 3 Anggota Penegak, serta Penghargaan Tiska kepada 32 Anggota Penggalang peserta Jambore Nasional (Jamnas) Pramuka Ke-9 Tahun 2011, yang dilaksanakan di Teluk Gelam, Ogan Komering Ilir (OKI), Provinsi Sumatera Selatan, beberapa waktu yang lalu.

Lancana Bintang Melati, Bintang Panca Warsa, dan Bintang Garuda tersebut, disematkan pada upacara peringatan ke-50 Hari Pramuka Tingkat Kota Sukabumi, hari Minggu, 14 Agustus 2011, bertempat di Lapangan Merdeka Kota Sukabumi.

Dalam pada itu, Humas Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Sukabumi, Drs. Amir Machmud K.H. menjelaskan, peringatan ke-50 Hari Pramuka Tingkat Kota Sukabumi ini, selain diisi upacara di Lapangan Merdeka Kota Sukabumi, juga diisi kegiatan ziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Suryakencana, dan Janji Ulang Pramuka di Balai Kota Sukabumi. Selain itu, juga diisi kegiatan bhakti sosial, berupa pemberian Sembako dan Uang, kepada sejumlah kaum dhuafa, yang dilaksanakan di 7 Kwartir Ranting (Kwaran) se Kota Sukabumi.

 
Sabtu, 6 Agustus 2011
SEGENAP MASYARAKAT AGAR TINGKATKAN KEAMANAN DAN KETERTIBAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., menghimbau segenap lapisan warga masyarakat, agar senantiasa menjaga sekaligus meningkatkan keamanan dan ketertiban, dengan senantiasa melaksanakan dan meningkatkan kegiatan Siskamling (Sistem Keamanan Lingkungan) di wilayahnya masing-masing. Maksud dan tujuannya, untuk meningkatkan suasana kondusif wilayah Kota Sukabumi, sekaligus untuk menunjang kelancaran dan keberhasilan Ibadah Shaum Ramadhan Tahun 1432 Hijriyah, yang dilaksanakan oleh segenap umat Islam.

Selain itu, Walikota Sukabumi meminta kepada segenap aparat dinas-instansi terkait, agar senantiasa optimal memberikan dan meningkatkan pelayanan kepada segenap lapisan warga masyarakat, khususnya selama bulan suci Ramdhan hingga hari raya Idul Fitri Tahun 1432 Hijriyah. Karena selama bulan suci Ramdhan hingga hari raya Idul Fitri Tahun 1432 Hijriyah, menurut Walikota Sukabumi, ada tiga sukses yang menjadi target Pemerintah Kota Sukabumi. Antara lain, sukses keamanan dan ketertiban, sukses kesejahteraan, dan sukses pelayanan umum.

Adapun sukses keamanan dan ketertiban, selain ditempuh dengan pelaksanaan dan peningkatan Siskamling, juga ditempuh melalui koordinasi dan penugasan aparat keamanan di Pos-Pos Pengamanan dan di tempat-tempat yang di anggap rawan kecelakaan, kriminalitas, padat lalu lintas dan rawan daerah kecelakaan lalu lintas, termasuk di terminal, di pasar-pasar swalayan dan pasar-pasar tradisional, serta di masjid-masjid.

Sedangkan sukses kesejahteraan, diantaranya ditempuh melalui Inspeksi Mendadak (Sidak) barang-barang kebutuhan pokok ke Pasar Swalayan dan Pasar Tradisional, memantau harga-harga dan ketersediaan bahan pokok, serta memantau kesiapan SPBU dan kesiapan sarana angkutan umum khususnya Bus, baik Antar Kota Antar Propinsi (AKAP) maupun Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP). Sementera sukses pelayanan umum, diantaranya ditempuh melalui pemenuhan kebutuhan bahan pokok, air bersih, kesehatan, listrik dan sarana komunikasi.

Untuk mencapai ketiga sukses tersebut, Walikota Sukabumi menghimbau kepada segenap lapisan warga masyarakat, agar senantiasa pro aktif membantu dan mendukung, dengan senantiasa mematuhi berbagai peraturan dan per-undang-undangan yang berlaku. Demikian pula kepada wartawan media cetak dan elektronik, agar senantiasa pro aktif membantu, dengan memberikan lnformasi secara positif dan akurat, untuk dijadikan bahan kebijakan dan pengambilan keputusan Pemerintah Kota Sukabumi.

 
Selasa, 2 Agustus 2011
UMAT ISLAM AGAR TINGKATKAN KETAQWAAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., menghimbau segenap lapisan warga masyarakat khususnya umat Islam, agar meningkatkan ketaqwaan, dengan melaksanakan ibadah shaum dan salat tarawih, yang disempurnakan dengan zakat fitrah, infaq dan sodaqoh. Selain itu, juga agar senantiasa menghindari diri, dari berbagai perbuatan yang dapat mengurangi dan membatalkan ibadah shaum, serta berbagai perbuatan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban.

Sementara kepada segenap lapisan warga masyarakat non Islam, agar menunjukan sikap saling menghormati, menghargai dan tenggang rasa kepada umat Islam, yang sedang menjalankan ibadah shaum, demi terpelihara dan terwujudnya kerukunan hidup antar umat ber-agama.

Sedangkan kepada para pengusaha restoran atau rumah makan dan warung nasi, agar tidak berjualan pada siang hari, kecuali dari pukul 16.00 WIB. Maksud dan tujuannya, untuk menghormati umat Islam, yang sedang melaksanakan ibadah shaum. Disamping itu, juga agar tidak melakukan berbagai kegiatan yang menjurus pada perjudian dan sebagainya, yang bertentangan dengan hukum yang berlaku. Kemudian tidak melakukan berbagai kegiatan yang dapat menimbulkan perbuatan maksiat, serta tidak membuat, menyimpan, mengedarkan dan menyulut petasan, atau mercon dan sejenisnya.

Selanjutnya kepada para pengusaha hiburan malam, seperti Karaoke, Pub, Ketangkasan, Billiard dan permainan lainnya, selama bulan Ramadhan Tahun 1432 Hijriyah, agar menutup dan menghentikan kegiatan usahanya, tepatnya dari tanggal 1 sampai dengan 29 Agustus 2011.

Diharapkannya, segenap lapisan warga masyarakat, agar memerhatikan dan mengindahkan himbauan tersebut. Karena apabila himbauan tersebut tidak diindahkan, akan dikenakan sanksi secara tegas, sesuai dengan peraturan dan per-undang-undangan yang berlaku.

 
Sabtu, 16 Juli 2011
PEMERINTAH PUSAT AKAN TINGKATKAN PEREKONOMIAN RAKYAT MELALUI KOPERASI
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) RI, Doktor Syarifudin Hasan menandaskan, Pemerintah Pusat akan senantiasa berupaya optimal meningkatkan perekonomian rakyat, melalui koperasi. Karena koperasi, merupakan soko guru perekonomian rakyat Indonesia. Penandasan Menteri Koperasi dan UKM RI tersebut, disampaikan Deputi Bidang Kelembagaan Kementerian Negara Koperasi dan UKM RI, Untung Tri Basuki, SH. SPN., saat memberi sambutan, pada Peringatan Ke-64 Hari Koperasi Tingkat Provinsi Jawa Barat, hari Kamis, 14 Juli 2011, bertempat di Lapangan Merdeka Kota Sukabumi.

Dikatakannya, Pemerintah Pusat saat ini sedang merevitalisasi koperasi, khususnya untuk 5 tahun ke depan, dalam rangka meningkatkan koperasi, sebagai sarana untuk meningkatkan perekonomian rakyat, yang bersifat inovatif dan kreatif. Selain itu, Pemerintah Pusat saat ini sedang melaksanakan koordinasi, dengan cara membangun jejaring dan menggalang kemitraan dengan pihak swasta, untuk meningkatkan koperasi ke depan. Adapun maksud dan tujuannya, untuk mengurangi kemiskinan, sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan, serta meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia.

Dalam pada itu, Gubernur Jawa Barat, H. Ahmad Heryawan, Lc. menjelaskan, maksud dan tujuan didirikannya koperasi, untuk mewujudkan cita cita luhur para tokoh koperasi, dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat. Sebab koperasi merupakan lembaga ekonomi masyarakat, yang mampu menjadi soko guru perekonomian masyarakat. Diungkapkannya, di Jawa Barat saat ini tercatat ada 8,4 juta pelaku usaha kecil, tersebar di 26 kota dan kabupaten. Namun dari jumlah tersebut, yang memanfaatkan koperasi hanya 23 ribu pelaku usaha, atau 22,2 persen. Padahal di Provinsi Jawa Barat, saat ini sudah ada 5 ribu 100 unit koperasi.

Gubernur Jawa Barat menandaskan, sesuai dengan arahan dari Pemerintah Pusat, pada tahun 2012 mendatang, peningkatan perekonomian masyarakat akan diarahkan pada peningkatan koperasi. Ditandaskan pula, peningkatan dan pengembangan koperasi di Indonesia, merupakan salah satu program yang sangat penting dilaksanakan. Maksud dan tujuannya, untuk meningkatlan perekonomian masyarakat. Namun yang menjadi kendala untuk meningkatkan koperasi saat ini, yakni masih sulitnya untuk mendapatkan dana dari pihak perbankan. Disamping itu, juga masih kurangnya optimalisasi Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopperindag), sebagai dinas yang mengurusi koperasi dan UKM.

 
Kamis, 14 Juli 2011
PEMKOT SUKABUMI AKAN BERUPAYA OPTIMAL TINGKATKAN PAD
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, akan senantiasa berupaya optimal meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), baik melalui ekstensifikasi maupun intensifikasi. Namun seperti ditandaskan Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., upaya dalam meningkatkan PAD tersebut, Pemerintah Kota Sukabumi akan tetap memegang prinsip, untuk tidak membebani warga masyarakat, dan ditujukan untuk meningkatkan pelayanan publik.

Menyinggung rendahnya penyerapan belanja modal pada tahun anggaran 2010, menurut Walikota Sukabumi, hal tersebut berkaitan dengan program dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, terutama pada penyaluran Dana Alokasi Khusus (DAK), dan Anggaran Geometrik dari Provinsi Jawa Barat. Adapun kendala yang dihadapi, yakni terjadinya keterlambatan penerimaan dana, yang baru masuk ke Kas Daerah pada akhir tahun anggaran 2010.

Sedangkan mengenai realisasi Belanja Tidak Terduga (BTT), yang melebihi anggaran pada tahun 2010, dikarenakan adanya pengembalian pendapatan dana penyesuaian tambahan penghasilan guru PNS, kepada Pemerintah Pusat, yang diterima pada tahun 2009. Hal tersebut sesuai dengan ketentuan, sebagaimana yang tercantum dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 13, tepatnya pada Pasal 48 Ayat 1, yang menyatakan, bahwa BTT merupakan belanja untuk kegiatan yang sifatnya tidak biasa, seperti penanggulangan bencana alam dan bencana sosial, termasuk pengembalian atas kelebihan penerimaan daerah tahun sebelumnya yang telah ditutup.

Selanjutnya mengenai realisasi belanja untuk beberapa kegiatan, yang penyerapannya kurang dari 80 persen, seperti dikatakan Walikota Sukabumi, karena dalam pelaksanaannya memegang prinsip efisiensi dan efektivitas, dengan tanpa mengurangi output dan target pencapaian kinerja, pada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang bersangkutan.

Sementara terjadinya perbedaan silpa pada tahun 2010, dikarenakan pada saat melakukan penyusunan perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2010, yakni dengan mencantumkan realisasi silpa tahun 2009. Sedangkan realisasi silpa tahun 2010, baru bisa diketahui, setelah berakhirnya tahun anggaran.

 
Kamis, 23 Juni 2011
SEGENAP APARATUR AGAR TINGKATKAN PELAYANAN PRIMA
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Segenap aparatur di Lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, agar senantiasa meningkatkan pelayanan prima, kepada seluruh lapisan warga masyarakat. Karena hal tersebut, sudah menjadi keharusan dan kewajiban bagi segenap aparatur di Lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi. Selain itu, pelayanan prima harus dijadikan acuan oleh segenap aparatur di Lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi. Maksud dan tujuannya, untuk menciptakan pemerintahan yang bersih dan berwibawa.

Demikian disampaikan Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., didampingi Wakil Walikota Sukabumi, Doktor H. Mulyono, M.M., saat menyampaikan ekspose di hadapan Tim Penilai Citra Bakti Abdi Negara Provinsi Jawa Barat, bertempat di Balaikota Sukabumi, baru-baru ini.

Dikatakannya, sejumlah program pelayanan publik telah digulirkan oleh Pemerintah Kota Sukabumi, sesuai dengan Visi Pembangunan Kota Sukabumi, yakni Terwujudnya Kota Sukabumi Sebagai Pusat Pelayanan Berkualitas Bidang Pendidikan, Kesehatan dan Perdagangan di Jawa Barat, Berlandaskan Iman dan Taqwa; serta Visi Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi, yakni Dengan iman dan taqwa mewujudkan pemerintahan yang amanah berparadigma surgawi, menuju Kota Sukabumi yang cerdas, sehat dan sejahtera, baik lahir maupun batin, dilandasi nilai-nilai fhilosofis, Shidiq, Tabligh, Amanah, Fathonah.

Sementara Ketua Tim Penilai Citra Bakti Abdi Negara Provinsi Jawa Barat, Dra. Dewi Lasmanawati, MSi. beserta empat anggotanya, usai menyaksikan ekspose yang disampaikan oleh Walikota Sukabumi, langsung melakukan penilaian sekaligus menyaksikan pelayanan yang diberikan oleh segenap aparatur di Lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi.

Dikatakannya, penilaian tersebut, juga dilakukan dalam bentuk wawancara dan survey ke lapangan, untuk bidang kesehatan dan pendidikan. Dikatakan pula, penilaian dalam bentuk wawancara, dilakukan kepada Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), khususnya yang berkaitan dengan pelayanan publik dan infra struktur yang diberikan. Sedangkan jawaban atas pertanyaan yang disampaikan oleh tim penilai ini, harus dibuktikan dengan surat dan foto atau dokumentasi lainnya.

Adapun survey ke lapangan untuk bidang kesehatan, dilakukan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R. Syamsudin, S.H. Kota Sukabumi, serta ke Klinik Lansia dan Pelayanan Bersalin Gratis, yang ada di Puskesmas Selabatu, Kelurahan Selabatu, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi. Sementara untuk bidang pendidikan, dilakukan ke SMK Negeri 2 Kota Sukabumi. Karena SMK tersebut, sudah mendapat sertifikat Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 versi 2008, dari Certifikate Of Registration Worldwide Quality Assurance (WQA).

 
Kamis, 28 April 2011
WAKIL KETUA KADIN JAWA BARAT INGATKAN PARA PELAKU UKM
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Barat, Iwan Gunawan, mengingatkan para pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Kota dan Kabupaten Sukabumi, terhadap rencana pembangunan Jalan Tol Bogor – Ciawi – Sukabumi (Bocimi). Karena apabila jalan bebas hambatan tersebut sudah dioperasikan, selain akan menjadi peluang juga dapat menjadi masalah, yakni para pelaku UKM Kota dan Kabupaten Sukabumi, akan menjadi penonton di rumahnya sendiri.

Hal tersebut dialami oleh para pelaku UKM di Bandung, setelah dibuka dan dioperasikannya Jalan Tol, para pelaku UKM tersebut menjadi penonton di rumahnya sendiri. Karena para pelaku UKM yang menguasai bisnis di Bandung, setelah dibuka dan dioperasikannya Jalan Tol berasal dari luar daerah Bandung. Ancaman tersebut, bisa saja terjadi kepada para pelaku UKM Kota dan Kabupaten Sukabumi, apabila Jalan Tol Bocimi telah dibuka dan dioperasikan.

Peringatan Wakil Ketua Kadin Jawa Barat tersebut, disampaikan saat memberi materi Pelatihan Indigopreneur UKM, yang berlangsung di Hotel Taman Sari Kota Sukabumi, baru-baru ini. Dijelaskannya, proses pembangunan jalan Tol Bocimi tersebut, saat ini sedang dilakukan oleh Pemerintah Pusat. Dijelaskan pula, dalam waktu dekat ini, pembangunan Jalan Tol Bocimi tersebut akan segera dimulai, setelah proses pembebasan lahan selesai. Untuk itu, sebelum dibuka dan dioperasikannya Jalan Tol tersebut, para pelaku UKM Kota dan Kabupaten Sukabumi agar mempersiapkan diri, guna menghadapi persaingan usaha.

Wakil Ketua Kadin Jawa Barat menandaskan, apabila para pelaku UKM Kota dan Kabupaten Sukabumi tidak mempersiapkan diri dari sekarang, setelah dibuka dan dioperasikannya Jalan Tol tersebut, dihawatirkan akan menjadi penonton di rumahnya sendiri. Karena akan kalah bersaing oleh para pelaku usaha, yang datang dari luar daerah Kota dan Kabupaten Sukabumi. Berkaitan dengan hal tersebut, Pelatihan Indigopreneur UKM ini, supaya dijadikan bekal dan acuan, khususnya dalam menghadapi rencana pembangunan Jalan Tol Bocimi.

Ditandaskan pula, apabila para pelaku UKM Kota dan Kabupaten Sukabumi sudah mempersiapkan diri dari sekarang, setelah dibuka dan dioperasikannya Jalan Tol tersebut, para pelaku UKM Kota dan Kabupaten Sukabumi, tidak akan kalah bersaing oleh para pelaku UKM yang datang dari luar daerah Kota dan Kabupaten Sukabumi.

 
Senin, 25 April 2011
PEMKOT SUKABUMI OPTIMAL TINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, senantiasa berupaya optimal melakukan langkah-langkah konkrit, dalam meningkatkan kesejahteraan warga masyarakat. Upaya tersebut, seperti dikatakan Wakil Walikota Sukabumi, Doktor H. Mulyono, M.M., diantaranya ditempuh melalui implementasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kota Sukabumi.

Adapun upaya yang dilakukan TKPK Kota Sukabumi dalam meningkatkan kesejahteraan warga masyarakat tersebut, diantaranya ditempuh melalui pemberian bantuan dan perlindungan sosial terpadu berbasis keluarga, seperti melalui Bazis dan Raskin, serta bantuan untuk Tukang Becak dan Kusir Delman. Selanjutnya melalui pemberdayaan masyarakat, seperti PMKS, PNPM, NUSSP, P2KP dan PUAP. Kemudian melalui pemberdayaan usaha mikro dan kecil, seperti KUR yang dilaksanakan oleh Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopperindag) Kota Sukabumi, pemberian modal bergulir yang dilaksanakan oleh UP2K, serta melalui program-program lainnya, seperti pelayanan KB Gratis dalam setiap momentum kegiatan, dan perbaikan rumah tidak layak huni.

Dijelaskannya, rumah tidak layak huni yang telah ditangani di Kota Sukabumi dalam tahun 2010, seluruhnya mencapai 108 unit. Antara lain melalui program Menteri Perumahan Rakyat sebanyak 75 unit, melalui program P2WKSS Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPKB) Kota Sukabumi sebanyak 10 unit, melalui program Saung Kadeudeuh sebanyak 13 unit, dan melalui program CSR sebanyak 10 unit.

Menyinggung penanggulangan Narkoba, penyakit menular seksual dan HIV-AIDS, menurut Wakil Walikota Sukabumi, senantiasa dilakukan secara optimal dan berkesinambungan. Diantaranya menunjuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R. Syamsudin, S.H. Kota Sukabumi, untuk menjadi pelaksana Program Terapi Rumatan Methadone, melaksanakan Program Harm Reduction atau Pengurangan Dampak Buruk Terhadap Pengguna Napza, melalui layanan jarum suntik steril, Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) untuk pengguna Napza, layanan kesehatan dasar bagi pengguna Napza, dan pemberian ID Card bagi pengguna Napza. Selain itu, juga membuka layanan klinik Pelangi, untuk memeriksa infeksi menular seksual, serta melakukan optimalisasi peran dan fungsi Komite Peduli AIDS Daerah (KPAD) Kota Sukabumi.

 
Sabtu, 23 April 2011
PEMPROV JABAR TELAH TERBITKAN PERGUB JABAR NOMOR 12 TAHUN 2011
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar), telah menerbitkan Peraturan Gubernur Jawa Barat (Pergub Jabar) Nomor 12 Tahun 2011, Tentang Larangan Kegiatan Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) di Jawa Barat. Adapun maksud dan tujuannya, dalam rangka upaya menjamin ketenteraman dan kerukunan hidup umat beragama di Jawa Barat.

Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan menandaskan, diterbitkannya Peraturan Gubernur Jawa Barat tersebut, sebagai salah satu langkah dan upaya untuk melindungi warga Jawa Barat, dari pengamalan ajaran agama yang menyimpang, sekaligus untuk menghindari sikap anarkis sebagian warga masyarakat kepada warga masyarakat yang lainnya.

Dikatakannya, jajaran pemerintah dan warga masyarakat Kota Sukabumi, tentu telah memahami maksud dan tujuan diterbitkannya Peraturan Gubernur Jawa Barat tersebut. Namun demikian, Gubernur Jawa Barat menghimbau segenap jajaran pemerintah dan warga masyarakat Kota Sukabumi, untuk senantiasa bertafakur sekaligus merenungkan langkah-langkah dan upaya-upaya yang telah diambil, baik oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat maupun oleh Pemerintah Kota Sukabumi, yang telah banyak menghasilkan berbagai kinerja, serta berbagai prestasi dan kemudahan bagi warga masyarakat Kota Sukabumi.

Diharapkannya, berbagai keberhasilan yang telah diraih Kota Sukabumi, agar dijadikan modal dan pendorong bagi kemajuan Kota Sukabumi, sesuai dengan Visi Kota Sukabumi, sebagaimana yang telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Sukabumi.

Diharapkan pula, segenap jajaran Pemerintah Kota Sukabumi dan stakeholders lainnya, agar senantiasa berupaya optimal menangani berbagai kekurangan dan kelemahan yang ada, diantaranya dengan melakukan berbagai perbaikan, serta memenuhi berbagai tuntutan dan aspirasi warga masyarakat Kota Sukabumi, sesuai dengan peraturan dan perundangan-undangan yang berlaku, serta kemampuan daya dan dana yang dimiliki.

Gubernur Jawa Barat menandaskan, segenap jajaran pemerintah Kota Sukabumi, dapat mewujudkan berbagai harapan yang diinginkan oleh segenap lapisan warga masyarakat, sesuai dengan motto Kota Sukabumi, yakni Reugreug Pageuh Repeh Rapih, serta Visi Kota Sukabumi, yakni Terwujudnya Kota Sukabumi Sebagai Pusat Pelayanan Berkualitas Bidang Perdagangan, Pendidikan dan Kesehatan, Berlandaskan Iman dan Taqwa, yang tidak terpisahkan dengan Visi Jawa Barat.

 
Jumat, 22 April 2011
PEMERINTAH KOTA SUKABUMI OPTIMAL TINGKATKAN IKLIM INVESTASI
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota Sukabumi, senantiasa berupaya optimal meningkatkan iklim investasi dan sistem pelayanan terpadu. Adapun upaya tersebut, seperti dijelaskan Wakil Walikota Sukabumi, Doktor H. Mulyono, M.M., diantaranya dengan meningkatkan kualitas dan ketersediaan infrastruktur pendukung kota, mempermudah sistem birokrasi dan regulasi perizinan melalui pembentukan Kantor Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (KPMPT), serta meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) tenaga kerja melalui optimalisasi Balai Latihan Kerja (BLK).

Sedangkan pelayanan perizinan yang dikelola KPMPT, berdasarkan Peraturan Walikota (Perwal) Sukabumi Nomor 4 Tahun 2009, dan Keputusan Walikota (Kepwal) Sukabumi Nomor 38 Tahun 2011, seluruhnya mencapai 13 jenis perizinan. Antara lain Izin Mendirikan Bangunan, Izin Gangguan, Izin Usaha Jasa Konstruksi, Izin Tanda Daftar Industri, Izin Usaha Industri, Izin Reklame, Izin Pengambilan Air Bawah Tanah, Surat Izin Usaha Perdagangan, Tanda Daftar Perusahaan, Tanda Daftar Gudang, Izin Trayek, Izin Penutupan dan Penggunaan Trotoar dan Saluran, serta Izin Usaha Kepariwisataan.

Menyinggung pembinaan keolahragaan secara umum, menurut Wakil Walikota Sukabumi, merupakan tanggung jawab bersama, antara pemerintah dengan organisasi keolahragaan dan warga masyarakat. Sedangkan pembinaan olahraga prestasi, sudah dilaksanakan dengan baik dan sungguh-sungguh oleh Pemerintah Kota Sukabumi dan Badan Olahraga Independen, yakni Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Selain itu, juga dilakukan melalui Induk Organisasi Cabang Olahraga masing-masing, baik secara manajerial maupun pendanaan dan ke-organisasiannya.

Demikian pula pelaksanaan pemeliharaan sarana olahraga yang telah dibangun di setiap kecamatan, seperti dikatakan Wakil Walikota Sukabumi, juga merupakan tanggung jawab bersama, antara warga masyarakat dan Pemerintah Kota Sukabumi. Dengan demikian, dana yang diberikan oleh pemerintah hanya merupakan stimulant saja, sebagai salah satu upaya memotivasi untuk membangkitkan semangat dan partisipasi warga masyarakat, dalam melaksanakan pemeliharaan sarana olahraga di setiap kecamatan.

 
Kamis, 14 April 2011
PEMERINTAH KOTA SUKABUMI BENTUK TKPK KOTA SUKABUMI
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Sebagai salah satu upaya untuk menangani masalah kemiskinan, Pemerintah Kota Sukabumi membentuk Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kota Sukabumi. Selain itu, juga senantiasa mendorong pihak private sector atau swasta, khususnya pihak perbankan, untuk senantiasa mengucurkan bantuan permodalan Kredit Usaha Rakyat (KUR), kepada para pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM).

Hal tersebut disampaikan Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., pada rapat hari Rabu, 13 April 2011. Rapat yang berlangsung di Operation Room Setda Kota Sukabumi ini, dihadiri Wakil Walikota Sukabumi, Doktor H. Mulyono, M.M., Staf Ahli Penanggulangan Kemiskinan Deputi Menko Kesra RI, Yauri Tetanel, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta para Camat dan Lurah se Kota Sukabumi.

Ditandaskannya, pihak perbankan di Kota Sukabumi, tidak pernah mempersulit proses pengucuran dana KUR bagi para pelaku UKM. Namun setiap bank yang mengucurkan dana KUR tersebut, memiliki kebijakan masing-masing.

Menyinggung tugas dan fungsi TKPK Kota Sukabumi, seperti dijelaskan Walikota Sukabumi, diantaranya mengkoordinasikan berbagai program dan kebijakan, pengendalian dan penanggulangan kemiskinan secara komprehensif dan terpadu.

Dijelaskannya, selain merumuskan berbagai program, TKPK Kota Sukabumi, juga bertugas melakukan pendataan jumlah warga miskin, yang saat ini di Kota Sukabumi jumlahnya mencapai 10,2 persen, dari jumlah penduduk keseluruhan, yakni 299 ribu jiwa lebih.

Dijelaskan pula, penanggulangan masalah kemiskinan, di Kota Sukabumi sudah berjalan sejak lama. Hal ini bisa dilihat dari berbagai bantuan yang kucurkan, seperti Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Beasiswa dan sebagainya.

Sementara Staf Ahli Penanggulangan Kemiskinan Deputi Menko Kesra RI, Yauri Tetanel menjelaskan, program Corporate Social Responbility (CSR), yang dijalankan pihak swasta terhadap penanggulangan masalah kemiskinan, saat ini masih belum optimal menyentuh masyarakat miskin. Karena program CSR yang dilakukan oleh pihak swasta tersebut, hanya terfokus pada suatu kegiatan, sesuai dengan program masing-masing.

Staf Ahli Penanggulangan Kemiskinan Deputi Menko Kesra RI mengatakan, idealnya program CSR yang dilaksanakan pihak swasta tersebut, dapat bekerjasama dengan pemerintah daerah, supaya program tersebut dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Sebab yang memiliki data dan informasi karaterisitik kehidupan masyarakat di daerah, yakni pemerintah daerah.

Dikatakan pula, jumlah penduduk miskin di Indonesia saat ini, sekitar 31 juta Kepala Keluarga (KK). Adapun program penanggulangan kemiskinan yang dilaksanakan oleh Kemenko Kesra, dibagi dalam 3 cluster, yang pelaksanaannya diawasi dan dikendalikan oleh tim dari tingkat nasional.

 
Minggu, 10 April 2011
PEMERINTAH KOTA SUKABUMI TINGKATKAN MODAL USAHA PETANI
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota Sukabumi, melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Sukabumi, pada tahun 2010 telah berupaya optimal meningkatkan permodalan usaha petani. Seperti dikatakan Wakil Walikota Sukabumi, Doktor H. Mulyono, M.M., peningkatan permodalan usaha petani tersebut, dilakukan melalui berbagai bentuk fasilitasi program bantuan keuangan dan bantuan sosial. Diantaranya program Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP), untuk 6 Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di 6 kelurahan sebesar 600 juta rupiah.

Selanjutnya program usaha ekonomi produktif untuk 3 Kelompok Tani (Poktan) sebesar 120 juta rupiah, program desa mandiri pangan untuk 2 Kelompok Afinitas di 2 kelurahan sebesar 200 juta rupiah, dan program lumbung pangan untuk 2 Poktan di 2 kelurahan sebesar 20 juta rupiah. Kemudian program lembaga mandiri yang mengakar di masyarakat untuk 2 Poktan di 2 kelurahan sebesar 190 juta 690 ribu rupiah, dan program pengembangan Unit Pengolah Pupuk Organik (UPPO) untuk 1 Poktan sebesar 322 juta 500 ribu rupiah.

Dijelaskannya, bantuan permodalan usaha tersebut, disalurkan melalui mekanisme bantuan langsung kelompok, artinya dana tersebut disalurkan melalui rekening masing-masing kelompok penerima bantuan. Dengan demikian, penyaluran bantuan permodalan usaha tersebut, lebih efektif dan efisien, serta lebih tepat sasaran, aman dan transparan.

Menyinggung pembangunan Terminal Type A, menurut Wakil Walikota Sukabumi, sesuai dengan komitmen Pemerintah Kota Sukabumi, dilaksanakan secara bertahap, mengingat jumlah anggaran yang dibutuhkan sangat besar. Untuk itu, Pemerintah Kota Sukabumi senantiasa berupaya mengajukan permohonan bantuan, kepada Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Sedangkan program prioritas peningkatan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang telah dilaksanakan, diantaranya pemberian bantuan permodalan bagi masyarakat melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPKB) Kota Sukabumi, antara lain melalui program Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS).

Selain itu, juga program perbaikan sanitasi berbasis masyarakat, dilaksanakan melalui lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yang disinergikan dengan kegiatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat, Karya Bhakti Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan Bulan Bhakti Siliwangi Manunggal Satata Sariksa, serta program perbaikan dan penataan rumah kumuh, melalui program Peningkatan Peranan Wanita menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS) dan program Nyaah Ka Kolot, melalui pendekatan benah imah, benah lingkungan dan benah usaha, yang dibantu oleh Yayasan Saung Kadeudeuh dan program Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Jabar.

 
Kamis, 7 April 2011
BUPATI DAN WALIKOTA DI JAWA BARAT AGAR LANJUTKAN HASIL PEMBANGUNAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan mengharapkan, Bupati dan Walikota di Jawa Barat, agar senantiasa menjaga dan melanjutkan hasil pembangunan yang dinilai baik, sekaligus melakukan perbaikan dan terobosan yang dianggap belum optimal, khususnya dalam mencapai visi dan misi Provinsi Jawa Barat.

Harapan Gubernur Jawa Barat tersebut, disampaikan Kepala Bidang Pembangunan Daerah Badan Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan (BKPP) Wilayah Bogor, Insinyur Asep Supriatna, M. Eng., Sc., saat memberi sambutan pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kota Sukabumi Tahun 2012, bertempat di Gedung Juang 45 Kota Sukabumi, baru-baru ini.

Dikatakannya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai bagian integral dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dalam mengupayakan visi dan misi, senantiasa memperhatikan program Pemerintah Pusat. Diantaranya Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), dan Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Pusat (RKP) Tahun 2012.

Adapun prioritas RPJMN dan RKP Tahun 2012, antara lain Reformasi Birokrasi dan Tata Kelola, Pendidikan, Kesehatan, Penanggulangan Kemiskinan, Ketahanan Pangan, Infrastruktur, Iklim Investasi dan Iklim Usaha, Energi, Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Bencana, Daerah Tertinggal, Terdepan dan Pasca Konflik, serta Kebudayaan, Kreativitas dan Inovasi Teknologi.

Dikatakan pula, tahun 2012 merupakan tahun pengembangan, dalam kerangka Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jawa Barat Tahun 2008-2013, membutuhkan peran semua pihak, bukan hanya dengan lintas pemerintahan saja, akan tetapi juga dengan dunia usaha.

Gubernur Jawa Barat menandaskan, dalam rangka merespon isu, problem, pelibatan multi stakeholders, hasil pembangunan yang bermakna, dan konsistensi RKP Tahun 2012, serta visi dan misi Jawa Barat Tahun 2008-2013, Tema Pembangunan Jawa Barat Tahun 2012, yakni Mengintegrasikan Peran Aktif Investasi Dunia Usaha, Dalam Pembangunan Sektoral Dan Kewilayahan Bersifat Monumental, Untuk Mempercepat Terwujudnya Masyarakat Jawa Barat Yang Mandiri, Dinamis Dan Sejahtera.

Ditandaskannya, implikasi dari Tema Pembangunan tersebut, yakni meningkatnya partisipasi dan kepentingan masyarakat, serta pemangku kepentingan lainnya, baik pusat dan provinsi, maupun kabupaten dan kota, dalam menetapkan prioritas pembangunan.

 
Minggu, 3 April 2011
Kita Terus Berupaya Untuk Meningkatkan Kebersihan dan Keindahan Kota Sukabumi
Reporter : Yuli Noviawan
 

Kita Terus Berupaya Untuk Meningkatkan Kebersihan dan Keindahan Kota Sukabumi, Demikian diungkapkan Wakil Walikota Sukabumi DR. H. Mulyono.,MM. Pada Kegiatan Sholat Subuh berjamaah di masjid Al-Ikhlas Sekretariat Daerah Kota Sukabumi (3/04/2011).

Wakil Walikota Sukabumi juga mengungkapkan bahwa, dalam rangka untuk terus menjaga kebersihan serta keindahan lingkungan di wilayah Kota Sukabumi semua unsur masyarakat Kota Sukabumi ikut terlibat di dalamnya.

Hadir dalam kegiatan sholat subuh berjamaah kali ini adalah Sekretaris Daerah Kota Sukabumi H. Moh. Muraz., SH.,MM, Para Alim Ulama, Pimpinan OPD di lingkungan wilayah Kota Sukabumi, Camat, Lurah, Pemuda Penggerak Sholat Subuh, anak-anak yatim piatu serta masyarakat Kota Sukabumi serta peserta Diklat Prajabatan Golongan II angkatan ke II CPNSD Kota Sukabumi.

Dalam kesempatan sholat subuh berjamaah kali ini hadir memberikan ceramah adalah KH. Encep Suherman dari Kementerian Agama Kota Sukabumi.

60 persen isi kandungan dari Al Qur'an adalah sejarah, sejarah bukan dongeng tapi di dukung oleh fakta. Sejarah ini adalah untuk dipelajari serta dipahami oleh kita sebagai cermin untuk kita semua. Bahwa semua umat yang mengikuti perintah Allah SWT akan diberikan pertolonganoleh Allah SWT, demikian diungkapkan KH. Encep Suherman.

 
Senin, 28 Maret 2011
EKSISTENSI BPSK KOTA SUKABUMI BELUM DIMANFAATKAN SECARA MAKSIMAL
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Eksistensi Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kota Sukabumi, belum dimanfaatkan secara maksimal oleh warga masyarakat. Padahal eksistensi BPSK Kota Sukabumi ini, menurut salah seorang anggota BPSK Kota Sukabumi, A.A. Brata Soedirdja, merupakan salah satu wadah bagi warga masyarakat khususnya para konsumen, untuk mengadukan berbagai keluhan terhadap para pemilik perusahaan, atau para penjual produk barang dan jasa.

Diungkapkannya, kendati hingga saat ini BPSK Kota Sukabumi masih berjalan dengan baik, namun pihaknya menyadari, karena BPSK Kota Sukabumi ini masih terdapat beberapa kekurangan, yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan. Salah satunya masih kurangnya anggaran untuk biaya sosialisasi kepada warga masyarakat, yang tersebar di 33 kelurahan dan 7 kecamatan se Kota Sukabumi.

Berkaitan dengan hal tersebut, pihaknya menghimbau kepada segenap lapisan warga masyarakat, agar mengetahui dan memahami, akan eksistensi, tugas dan fungsi BPSK Kota Sukabumi, melalui berbagai informasi dan pemberitaan, baik di media cetak maupun media elektronik. Karena hingga saat ini, masih banyak warga masyarakat yang tidak mengetahui dan memahami eksistensi, tugas dan fungsi BPSK Kota Sukabumi. Buktinya dalam kurun waktu satu tahun terakhir, BPSK Kota Sukabumi hanya mendapat pengaduan dari warga masyarakat antara 15 sampai 20 kasus. Adapun kasus yang diadukan oleh warga masyarakat tersebut, yang paling dominan yakni kasus Leasing, PDAM dan PLN.

Salah seorang anggota BPSK Kota Sukabumi tersebut, berharap kepada pihak dinas-instansi terkait di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, agar memerhatikan BPSK Kota Sukabumi, khususnya dalam penyediaan anggaran, untuk biaya sosialisasi kepada warga masyarakat, yang tersebar di 33 kelurahan dan 7 kecamatan se Kota Sukabumi. Karena anggaran per tahun yang diberikan oleh Pemerintah Kota Sukabumi, hanya cukup untuk biaya operasional pengurus dan anggota, serta biaya Sekertariat BPSK Kota Sukabumi.

Salah seorang anggota BPSK Kota Sukabumi tersebut, juga menghimbau kepada segenap lapisan warga masyarakat, apabila merasa dirugikan oleh para pemilik perusahaan atau para penjual produk barang dan jasa, agar mengadukannya ke BPSK Kota Sukabumi, untuk ditindak lanjuti dan diselesaikan, supaya tidak ada pemilik perusahaan atau para penjual produk barang dan jasa yang merasa diuntungkan, dan tidak ada konsumen yang merasa dirugikan.

 
Jumat, 18 Maret 2011
UPACARA KESADARAN NASIONAL DAPAT INGATKAN BANGSA INDONESIA
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Dengan dilaksanakannya upacara kesadaran nasional pada setiap tanggal 17, dapat mengingatkan kepada segenap komponen bangsa Indonesia, bahwa bangsa dan negara Indonesia masih tetap berdiri secara tegak dan utuh, dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dengan landasan idiil Pancasila, dan landasan konstitusional Undang-Undang Dasar 1945.

Selain itu, menurut Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Kota Sukabumi, Drs. H. Dadang Sudaryat, juga dapat dijadikan momentum untuk mengukur tujuan nasional, yang telah diamanatkan dalam konstitusi.

Ditandaskannya, untuk mencapai tujuan nasional tersebut, dibutuhkan adanya reformasi birokrasi, sebagai salah satu langkah dan upaya strategis, untuk membangun aparatur negara, supaya dapat lebih berdayaguna dan berhasilguna, khususnya dalam mengemban tugas umum pemerintahan dan pembangunan nasional.

Ditandaskan pula, reformasi birokrasi, pada hakekatnya merupakan salah satu upaya untuk melakukan pembaharuan dan perubahan secara mendasar, terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan, terutama yang berkaitan dengan aspek-aspek kelembagaan atau organisasi, ketata-laksanaan atau business process, dan Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur.

Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Kota Sukabumi mengungkapkan, berdasarkan hasil evaluasi, bahwa reformasi birokrasi yang digulirkan selama ini, belum berjalan sebagaimana mestinya. Demikian pula reformasi birokrasi yang dilaksanakan di sejumlah instansi pemerintah, belum berjalan maksimal sebagaimana yang diharapkan oleh semua pihak. Diungkapkan pula, sejak adanya program remunerasi, instansi pemerintah dijadikan sebagai salah satu motivator reformasi birokrasi.

Dikatakannya, untuk melaksanakan reformasi birokrasi yang baik, dibutuhkan adanya remunerasi yang baik pula, sebagai salah satu upaya untuk menekan penyimpangan yang dilakukan oleh aparatur negara, termasuk untuk meningkatkan kinerja yang dihasilkan. Namun demikian, reformasi birokrasi yang dicanangkan oleh pemerintah, tidak identik dengan remunerasi.

 
Rabu, 16 Maret 2011
LURAH WARUDOYONG HIMBAU WARGA MASYARAKAT AGAR TINGKATKAN K-3
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Lurah Warudoyong, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, H. Mukarom, menghimbau segenap lapisan warga masyarakat, agar senantiasa berupaya optimal meningkatkan keamanan, ketenteraman dan ketertiban (K-3), dengan meningkatkan Sistim Keamanan Lingkungan (Siskamling) atau Ronda Malam, di wilayahnya masing-masing. Selain itu, juga agar senantiasa melaporkan para tamu atau pendatang yang akan menginap di rumah warga masyarakat, kepada pengurus RT dan RW masing-masing. Demikian pula kepada para pemilik tempat kosan atau kontrakan, agar mendata dan melaporkan nama-nama penghuninya kepada pengurus RT dan RW setempat, untuk dilaporkan kembali kepada kelurahan dan kecamatan masing-masing.

Ditandaskannya, kondisi keamanan, ketentraman dan ketertiban yang mantap, merupakan salah satu syarat utama, untuk menjamin kelancaran dan keberlangsungan pelaksanaan berbagai bidang pembangunan, termasuk pemerintahan dan kemasyarakatan, guna menunjang kelancaran dan keberhasilan dalam mencapai Visi Pembangunan Kota Sukabumi, yakni Terwujudnya Kota Sukabumi Sebagai Pusat Pelayanan Berkualitas Bidang Pendidikan, Kesehatan dan Perdagangan di Jawa Barat, Berlandaskan Iman dan Taqwa. Disamping itu, juga untuk menunjang kelancaran dan keberhasilan dalam mencapai Visi Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi, yakni Dengan Iman dan Taqwa Mewujudkan Pemerintahan yang Amanah Berparadigma Surgawi, Menuju Kota Sukabumi yang Cerdas, Sehat dan Sejahtera, baik lahir maupun batin, dilandasi nilai-nilai fhilosofis, Sidiq, Tabligh, Amanah, Fathonah.

Dikatakannya, untuk menciptakan kondisi keamanan, ketentraman dan ketertiban yang mantap, warga masyarakat dapat bekerja sama dengan aparat dinas-instansi dan lembaga terkait, diantaranya dengan Babinsa, Babin Kamtibmas, Perlindungan Masyarakat (Linmas), perangkat RW dan RT, serta tokoh masyarakat, alim ulama, dan pemuda.

Selain dalam bidang keamanan, ketentraman dan ketertiban, Lurah Warudoyong juga menghimbau segenap lapisan warga masyarakat, agar senantiasa melaksanakan Gerakan Kebersihan, Program Kali Bersih (Prokasih), Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), dan kegiatan 3-M, yakni Menguras dan Menutup tempat penampungan air, serta Mengubur barang-barang bekas yang dapat digunakan tempat bersarang dan berkembang biak nyamuk Aides Aigepty, guna mengantisipasi sekaligus mencegah timbulnya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

 
Rabu, 23 Februari 2011
KOPERASI DWP REUGREUG PAGEUH BERANGKATKAN UMROH DUA ORANG ANGGOTA
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Koperasi Dharma Wanita Persatuan (DWP) Reugreug Pageuh Kota Sukabumi, dalam tahun 2011 ini, akan memberangkatkan dua orang anggota, yang telah menjadi anggota sekurang-kurangnya 20 tahun secara aktif, serta lancar dalam melaksanakan kewajiban sebagai anggota, baik dalam menyetor simpanan maupun dalam mengembalikan pinjaman, untuk melaksanakan umroh ke tanah suci Mekah. Antara lain, Jarnuji dari Dinas Pengelolaan Persampahan, Pertamanan dan Pemakaman (DP-4) Kota Sukabumi, dan Meni Martinah dari Kantor Perpustakaan Umum Daerah Kota Sukabumi.

Ketua Koperasi DWP Reugreug Pageuh Kota Sukabumi, Hajah Ida Fifi Kusumajaya menjelaskan, kedua orang anggota koperasi tersebut, hasil pengundian yang dilaksanakan pada Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi DWP Reugreug Pageuh Kota Sukabumi Tahun Buku 2010, bertempat di Graha Qolbun Salim Masjid Agung Kota Sukabumi, baru-baru ini.

Dijelaskan pula, pengundian terhadap dua orang anggota tersebut, sesuai dengan anggaran yang tersedia pada tahun buku 2010. Karena pada tahun-tahun sebelumnya, pengundian terhadap anggota untuk melaksanakan umroh ke tanah suci tersebut, dilakukan hanya untuk satu orang anggota.

Ketua Koperasi DWP Reugreug Pageuh Kota Sukabumi mengatakan, selain memberangkan anggota untuk melaksanakan umroh ke tanah suci, pihaknya juga setiap tahun senantiasa memberi hadiah kepada tiga orang anggota penyimpan terbesar, tiga orang anggota pemberi jasa terbanyak, tiga orang anggota penyimpan manasuka terbesar, dan kepada tiga orang bendahara terbaik.

Disamping itu, pihaknya juga senantiasa memberikan bantuan biaya pendidikan, kepada anak anggota Koperasi DWP Reugreug Pageuh Kota Sukabumin Golongan I dan II serta Pegawai Honor Daerah. Dikatakannya, untuk tahun buku 2010, bantuan biaya pendidikan tersebut diserahkan kepada 20 anak, dengan total bantuan sebesar 4 juta rupiah.

 
Rabu, 16 Februari 2011
SEBANYAK 50 BIDANG TANAH WARGA WARUDOYONG AKAN SEGERA DISERTIFIKATKAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Sebanyak 50 bidang tanah milik warga masyarakat Kelurahan Warudoyong, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, dalam waktu dekat ini akan segera disertifikatkan secara masal dan gratis, melalui program Proyek Operasi Nasional Pertahanan (Prona) Tahun 2011. Untuk itu, seperti dikatakan Lurah Warudoyong, H. Mukarom, pihaknya saat ini sedang melakukan sosialisasi, sekaligus mengumpulkan data bukti kepemilikan tanah milik warga masyarakat tersebut, bekerja sama dengan pihak Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Sukabumi.

Selain itu, pihaknya juga meminta kepada segenap warga masyarakat yang tanahnya akan disertifikatkan tersebut, agar segera melengkapi syarat-syarat. Diantaranya bukti kepemilikan tanah awal Leter C, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Kikitir, Akta Tanah, Kwitansi Pembelian Tanah, dan bukti pembelian tanah lainnya. Syarat-syarat tersebut agar segera diserahkan ke Kantor Kelurahan Warudoyong, untuk diproses oleh pihak Kantor BPN Kota Sukabumi.

Ditandaskannya, dari 5 kelurahan yang ada di wilayah Kecamatan Warudoyong, hanya Kelurahan Warudoyong, yang mendapat jatah program pembuatan sertifikat tanah secara masal dan gratis ini. Ditandaskan pula, untuk menyelesaikan sertifikat tanah tersebut, menurut informasi dari pihak Kantor BPN Kota Sukabumi, memerlukan waktu antara 3 sampai 4 bulan.

Sementara sejumlah warga masyarakat Kelurahan Warudoyong, khususnya warga masyarakat yang tanahnya akan disertifikatkan secara masal dan gratis tersebut, menyatakan bersyukur kepada Allah Taalla, dan mengucapkan terima kasih kepada segenap aparat dinas-instansi terkait, yang telah memperjuangkan sekaligus merealisasikan keinginannya, dalam pembuatan sertifikat tanah miliknya tersebut.

Sejumlah warga masyarakat Kelurahan Warudoyong juga mengungkapkan, keinginan untuk membuat sertifikat tanah miliknya tersebut sudah lama, tapi belum dapat diwujudkan, karena tidak memiliki biaya. Namun dengan adanya program ini, keinginan warga masyarakat untuk membuat sertifikat tanah miliknya tersebut, akan segera terwujud. Diharapkannya, proses pembuatan sertifikat tanah tersebut dapat berjalan lancar, sehingga proses pembuatan sertifikat tanah tersebut, tidak memerlukan waktu yang lama. Diharapkan pula, berbagai bantuan, pengorbanan dan perjuangan segenap aparat dinas-instansi terkait, khususnya dalam mewujudkan pembuatan sertifikat tanah milik warga masyarakat tersebut, senantiasa dijadikan lumbung amal sholeh, serta mendapat balasan berlipat ganda dari Allah Taalla.

 
Sabtu, 12 Februari 2011
SMP NEGERI 11 KOTA SUKABUMI OPTIMAL TINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

SMP Negeri 11 Kota Sukabumi, senantiasa berupaya optimal meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan dan pembelajaran. Adapun upaya tersebut, ditempuh melalui berbagai cara dan terobosan. Selain itu, juga senantiasa melakukan peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendukung pendidikan dan pembelajaran, seperti menata dan memelihara fisik bangunan kantor dan sekolah, taman sekolah, halaman sekolah, penyediaan tempat sampah, pembuatan ruangan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), dan sebagainya.

Pelaksanaan peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendukung pendidikan dan pembelajaran tersebut, menurut Wakil Kepala SMP Negeri 11 Kota Sukabumi, Lukman Hakim, M.Pd., bekerja sama dengan Komite Sekolah, Komite Kelas, siswa dan orang tua.

Maksud dan tujuannya, dalam rangka upaya menciptakan Sekolah Berwawasan Lingkungan (SBL), sekaligus menciptakan kebersihan dan keindahan, serta kenyamanan dan kesehatan lingkungan sekolah, termasuk meningkatkan kenyamanan dan kesehatan warga sekolah, khususnya dewan guru dan siswa.

Menyinggung pendidikan ekstra kurikuler yang dikembangkan, seperti dijelaskan Wakil Kepala SMP Negeri 11 Kota Sukabumi, diantaranya PMR, Pramuka, Olahraga Bola Volly dan Karate, Pasukan Khusus (Pasus) atau Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra), dan Kesenian Karawitan, yang terdiri dari Degungan, Tari, Anggana Sekar, dan Rampak Sekar.

Sedangkan prestasi yang telah berhasil diraih oleh siswa SMP Negeri 11 Kota Sukabumi baru-baru ini, khususnya dalam bidang olah raga, diantaranya juara I dan III Atletik Tingkat Kota Sukabumi, juara I dan III Palang Merah Remaja (PMR) Tingkat Kota Sukabumi, serta juara II Pramuka Tingkat Kota Sukabumi. Sementara prestasi yang telah diraih dalam bidang studi atau akademik baru-baru ini, yakni 5 besar Olimpiade Matematika, Fisika, Biologi, dan Bahasa Inggeris, Tingkat Kota Sukabumi.

 
Kamis, 10 Februari 2011
PDAM TBW AGAR TINGKATKAN KEBERSAMAAN DENGAN PARA PELANGGAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Bumi Wibawa (PDAM TBW) Kota Sukabumi, agar senantiasa berupaya optimal, meningkatkan kebersamaan dengan para pelanggan. Selain itu, PDAM TBW Kota Sukabumi juga, agar senantiasa berupaya optimal meningkatan kualitas pelayanan, sekaligus menanggapi dan merealisasikan berbagai keluhan dan persoalan yang dialami oleh para pelanggan, khususnya yang berkaitan dengan pendistribusian air kepada para pelanggan.

Demikian disampaikan Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., pada acara temu pelanggan PDAM TBW Kota Sukabumi, hari Rabu, 9 Februari 2011, bertempat di Ruangan Pertemuan Kecamatan Gunungpuyuh Kota Sukabumi. Acara yang berlangsung penuh kekeluargaan tersebut, diikuti oleh 100 orang lebih pelanggan PDAM TBW Kota Sukabumi.

Disamping itu, Walikota Sukabumi juga meminta kepada PDAM TBW Kota Sukabumi, agar senantiasa menerapkan keseimbangan, antara social benefit atau keuntungan sosial, dan financial benefit atau keuntungan finansial. Diharapkannya, PDAM TBW Kota Sukabumi dapat memenuhi kebutuhan air warga masyarakat Kota Sukabumi, khususnya para pelanggan PDAM TBW Kota Sukabumi.

Sementara Penasehat PDAM TBW Kota Sukabumi, Drs. Kostaman, M.M. menjelaskan, hingga saat ini, pendapatan PDAM TBW Kota Sukabumi masih belum maksimal. Adapun faktor yang menjadi penyebab belum maksimalnya pendapatan PDAM TBW Kota Sukabumi tersebut, diantaranya diakibatkan oleh adanya kemandegan pelunasan pembayaran rekening air dari para pelanggan.

Ditandaskannya, dari target pendapatan PDAM TBW Kota Sukabumi per tahun sebesar 2 milyar rupiah, baru dapat direalisasikan sebesar 1,4 milyar rupiah. Untuk itu, PDAM TBW Kota Sukabumi, selain harus senantiasa meningkatkan kualitas pelayanan, juga harus lebih dekat dengan para pelanggan, serta senantiasa berupaya optimal menanggapi dan merealisasikan berbagai keluhan dan persoalan yang dialami oleh para pelanggan, termasuk dalam melakukan penagihan rekening air kepada para pelanggan.

Dalam pada itu, Direktur PDAM TBW Kota Sukabumi, H.M. Helmi Sutikno, M.M., MBA. menjelaskan, dilaksanakannya acara temu pelanggan PDAM TBW Kota Sukabumi ini, dalam rangka upaya menjalin sekaligus meningkatkan kebersamaan, antara PDAM TBW Kota Sukabumi dengan para pelanggan. Karena para pelanggan, merupakan unsur yang paling penting, khususnya dalam memajukan dan mengembangkan PDAM TBW Kota Sukabumi. Diharapkannya, dengan dilaksanakannya temu pelanggan ini, pihaknya dapat lebih meningkatkan pelayanan, termasuk menanggapi dan merealisasikan berbagai keluhan dan persoalan yang dialami oleh para pelanggan, khususnya dalam memenuhi kebutuhan air kepada para pelanggan.

 
Kamis, 10 Februari 2011
SEGENAP LAPISAN WARGA MASYARAKAT AGAR SENANTIASA TINGKATKAN K-3
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Segenap lapisan warga masyarakat, agar senantiasa berupaya optimal meningkatkan keamanan, ketenteraman dan ketertiban atau K-3, dengan senantiasa meningkatkan kegiatan ronda malam atau siskamling, di wilayahnya masing-masing. Karena terciptanya K-3 yang mantap dan kondusif, merupakan salah satu syarat utama, untuk menjamin kelancaran dan kelangsungan pelaksanaan berbagai bidang pembangunan, pemerintahan dan kemasyarakatan.

Demikian disampaikan Lurah Gunungparang Kecamatan Cikole Kota Sukabumi, Samsulijar, dan Sekretaris Kelurahan Gunungparang, Widia Yudha Setiawan, S.STP., pada berbagai kesempatan, baik pada rapat dan pertemuan, maupun pada anjang sana dan silaturahmi dengan warga masyarakat, termasuk pada pengajian rutin, Peringatan Hari-hari Besar Islam (PHBI), dan Peringatan Hari-hari Besar Nasional (PHBN), di wilayah Kelurahan Gunungparang.

Dikatakannya, untuk meningkatkan K-3, warga masyarakat dapat bekerja sama dengan aparat dinas-instansi terkait, diantaranya dengan Seksi Ketenteraman dan Ketertiban (Trantib), Babinsa, Babin Kamtibmas, Perlindungan Masyarakat (Linmas), RW dan RT, termasuk dengan Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, dan Pemuda.

Selain dalam bidang K-3, Lurah Gunungparang dan Sekretaris Kelurahan Gunungparang, juga senantiasa menghimbau segenap lapisan warga masyarakat, agar senantiasa berupaya optimal meningkatkan Gerakan Kebersihan di wilayahnya masing-masing, serta tidak membuang sampah sembarangan, apalagi ke kali dan selokan. Sebab hal tersebut dapat menimbulkan musibah banjir dan tanah longsor, khususnya pada musim hujan, karena arus air kali dan selokan akan terhambat oleh tumpukan sampah.

Disamping itu, segenap lapisan warga masyarakat juga agar senantiasa melaksanakan Program Kali Bersih (Prokasih), dan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), termasuk melaksanakan kegiatan 3-M. Yakni Menguras dan Menutup bak penampungan air, serta Membuang atau mengubur barang-barang bekas yang dapat digunakan tempat bersarang dan berkembang biak nyamuk Aides Agepty, guna mengantisipasi sekaligus mencegah munculnya penyakit Demam Berdarah Dengue atau DBD.

Sedangkan himbauan lainnya yang senantiasa disampaikan oleh Lurah Gunungparang dan Sekretaris Kelurahan Gunungparang tersebut, yakni segenap wajib pajak, agar senantiasa tepat waktu membayar Pajak Bumi dan Bangunan atau PBB, baik melalui petugas kolektor, maupun melalui bank yang ditunjuk oleh Pemerintah Kota Sukabumi. Ditandaskannya, hasil dari pengumpulan PBB tersebut, dikembalikan lagi kepada warga masyarakat, dalam bentuk proyek pembangunan fisik, seperti sarana dan prasarana transportasi, perekonomian, pendidikan, kesehatan, pertanian, keamanan dan sebagainya. Atau dengan kata lain, dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Maksud dan tujuannya, untuk meningkatkan kesejahteraan warga masyarakat, serta kemajuan dan perkembangan wilayah.

 
Selasa, 8 Februari 2011
KELURAHAN TIPAR AKAN TINGKATKAN REALISASI PENGUMPULAN PBB
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Kelurahan Tipar Kecamatan Citamiang Kota Sukabumi, dalam tahun 2011 ini, akan berupaya optimal meningkatkan realisasi pengumpulan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Karena kelurahan tersebut, dalam pengumpulan PBB Tahun 2010, kendati di tingkat Kecamatan Citamiang menduduki peringkat ke-1, namun di tingkat Kota Sukabumi menduduki peringkat ke-9. Sebab dari target potensi sebesar 291 juta 647 ribu 461 rupiah, hanya dapat direalisasikan sebesar 261 juta 733 ribu 732 rupiah, atau sebesar 89,74 persen. Padahal pada tahun-tahun sebelumnya, kelurahan tersebut, dalam pengumpulan PBB ini senantiasa menduduki peringkat 5 besar, di tingkat Kota Sukabumi.

Adapun upaya yang dilakukan untuk meningkatkan realisasi pengumpulan PBB tersebut, seperti dikatakan Lurah Tipar, Dadang Fauzi, didampingi Sekretaris Kelurahan setempat, Djuanda, diantaranya dengan melakukan pendekatan dan himbauan kepada para wajib pajak, baik dalam rapat dan pertemuan, maupun dalam anjang sana dan silaturahmi dengan warga masyarakat. Maksud dan tujuannya, supaya para wajib pajak yang ada di kelurahan ini, senantiasa tepat waktu dalam membayar PBB.

Selain itu juga diharapkan, para wajib pajak dalam setiap melakukan pembayaran PBB, jangan menunggu ada penagihan dari petugas kolektor. Tapi akan lebih baik apabila pembayaran PBB tersebut, dilakukan secara langsung oleh para wajib pajak, baik melalui petugas kolektor maupun melalui bank yang ditunjuk oleh Pemerintah Kota Sukabumi, serta jangan menunggu jatuh tempo, yang dalam setiap tahunnya jatuh pada bulan Oktober.

Ditandaskannya, hasil dari pengumpulan PBB tersebut, dikembalikan lagi kepada warga masyarakat, dalam bentuk proyek pembangunan fisik, seperti sarana dan prasarana transportasi, perekonomian, pendidikan, kesehatan, pertanian, keamanan dan sebagainya. Atau dengan kata lain, dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Maksud dan tujuannya, untuk meningkatkan kesejahteraan warga masyarakat, serta kemajuan dan perkembangan wilayah.

Ditandaskan pula, target PBB untuk Kelurahan Tipar, telah dinaikan pada tahun 2010. Berkaitan dengan hal tersebut, pihak Kelurahan Tipar meminta kepada pihak dinas-instansi terkait, agar dalam tahun 2011 ini, jangan ada kenaikan lagi. Karena situasi dan kondisi ekonomi warga masyarakat Kelurahan Tipar, hingga saat ini masih belum stabil, tepatnya sejak terjadi krisis ekonomi yang menerpa bangsa dan negara Indonesia, beberapa tahun yang lalu.

 
Sabtu, 5 Februari 2011
KELURAHAN GUNUNGPARANG TARTGETKAN PENGUMPULAN PBB 100 PERSEN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Kelurahan Gunungparang Kecamatan Cikole Kota Sukabumi, dalam tahun 2011 ini, menartgetkan realisasi pengumpulan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) 100 persen. Untuk itu, Lurah Gunungparang, Samsulijar, dalam berbagai kesempatan, baik dalam rapat dan pertemuan, maupun dalam anjang sana dan silaturahmi, senantiasa menghimbau para wajib pajak, agar senantiasa tepat waktu dalam membayar PBB, baik melalui petugas kolektor, maupun melalui bank yang ditunjuk oleh Pemerintah Kota Sukabumi.

Ditandaskannya, hasil dari pengumpulan PBB tersebut, dikembalikan lagi kepada warga masyarakat, dalam bentuk proyek pembangunan fisik, seperti sarana dan prasarana transportasi, perekonomian, pendidikan, kesehatan, pertanian, keamanan dan sebagainya. Atau dengan kata lain, dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Maksud dan tujuannya, untuk meningkatkan kesejahteraan warga masyarakat, serta kemajuan dan perkembangan wilayah.

Menyinggung realisasi pengumpulan PBB tahun 2010, menurut Lurah Gunungparang, mencapai 812 juta 318 ribu 996 rupiah, atau 95,7 persen, dari target yang ditetapkan sebesar 986 juta 819 ribu 657 rupiah. Dengan demikian, dalam pengumpulan PBB tahun 2010, Kelurahan Gunungparang berada di peringkat 4 se Kota Sukabumi, dan peringkat 2 di Kecamatan Cikole. Adapun kendala yang dihadapi petugas kolektor dalam melakukan pengumpulan dan penagihan pajak tersebut, diantaranya banyak wajib pajak yang berdomisili di luar wilayah Kota Sukabumi.

Selain senantiasa menghimbau para wajib pajak agar tepat waktu dalam membayar PBB, Lurah Gunungparang juga senantiasa menghimbau segenap lapisan warga masyarakat, agar senantiasa berupaya optimal meningkatkan keamanan, ketenteraman, dan ketertiban, melalui peningkatan pelaksanaan ronda malam atau Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling), di wilayahnya masing-masing. Karena dengan terciptanya keamanan, ketenteraman, dan ketertiban yang mantap, berbagai bidang pembangunan, pemerintahan dan kemasyarakatan, dapat dilaksanakan secara optimal.

Dikatakannya, dalam meningkatkan keamanan, ketenteraman, dan ketertiban, warga masyarakat dapat bekerjasama dengan aparat dinas-instansi terkait, diantaranya dengan Seksi Ketenteraman dan Ketertiban (Trantib), Babinsa, Babin Kamtibmas, Perlindungan Masyarakat (Linmas), RW dan RT, serta Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, dan Pemuda.

 
Jumat, 4 Februari 2011
WARGA MASYARAKAT DAPAT MANFAATKAN PROGRAM JUSTICE FOR ALL
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si. menandaskan, warga masyarakat Kota Sukabumi pencari keadilan yang tidak mampu, dapat memanfaatkan program justice for all tahun 2011, yang digulirkan oleh Pengadilan Agama Kota Sukabumi. Karena digulirkannya program tersebut, untuk membantu sekaligus meringankan beban warga masyarakat yang tidak mampu, khususnya dalam mencari keadilan.

Berkaitan dengan hal tersebut, Walikota Sukabumi berharap kepada pihak Pengadilan Agama Kota Sukabumi, agar program tersebut dilaksanakan secara berkesinambungan. Karena hingga saat ini, masih banyak warga masyarakat Kota Sukabumi yang memerlukan bantuan, khususnya dalam mencari keadilan, karena ketidak-mampuan secara ekonomi. Selain itu, Walikota Sukabumi juga berharap kepada segenap aparat dinas-instansi dan lembaga terkait, aparat wilayah kecamatan dan kelurahan, termasuk RW dan RT, agar mensosialisasikan program tersebut kepada warga masyarakat, supaya program tersebut dapat diketahui oleh segenap lapisan warga masyarakat, khususnya warga masyarakat pencari keadilan yang tidak mampu.

Sementara Ketua Pengadilan Agama Kota Sukabumi, Yusuf Effendi, S.H. menjelaskan, program justice for all yang digulirkan pada tahun 2011 ini, sesuai dengan ketentuan Pasal 56 dan 57 Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009, Pasal 68 B dan 69 C Undang-Undang Nomor 49 Tahun 2009, serta Pasal 144 C dan 144 D Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2009, yang mengatur tentang hak setiap orang yang tersangkut perkara, untuk memperoleh bantuan hukum, dan negara menanggung biaya perkara bagi pencari keadilan yang tidak mampu, serta pembentukan Pos Bantuan Hukum pada setiap Pengadilan Negeri, Pengadilan Agama, dan Pengadilan Tata Usaha Negara, bagi pencari keadilan yang tidak mampu.

Untuk itu, bagi warga masyarakat pencari keadilan yang tidak mampu yang akan memanfaatkan program tersebut, harus mengajukan permohonan bebas biaya perkara ke Pengadilan Agama Kota Sukabumi, yang dilampiri dengan Surat Keterangan Tidak Mampu atau SKTM dari Ketua RT, RW, Kelurahan dan Kecamatan masing-masing. Adapun mengenai dibebaskan atau tidaknya biaya perkara tersebut, tergantung dari hasil penilaian, yang diputuskan dalam putusan sela. Dikatakannya, apabila majelis hakim mengabulkan pengajuan pemohon, maka pemohon dibebaskan dari biaya perkara, dan biaya perkara pemohon ditanggung oleh negara. Namun apabila majelis hakim menolak pengajuan pemohon, maka pemohon diperintahkan untuk membayar biaya perkara.

 
Jumat, 4 Februari 2011
KELURAHAN SUBANGJAYA TINGKATKAN KESEJAHTERAAN WARGA MASYARAKAT
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Kelurahan Subangjaya Kecamatan Cikole Kota Sukabumi, senantiasa berupaya optimal meningkatkan kesejahteraan warga masyarakat, khususnya dalam bidang ekonomi. Upaya tersebut, menurut Lurah Subangjaya, Asep Koswara, S.IP., M.Si., ditempuh melalui berbagai cara dan terobosan, diantaranya melalui peningkatan dan pengembangan berbagai jenis Usaha Kecil dan Menengah (UKM).

Adapun komoditas yang dihasilkan berbagai jenis UKM tersebut, diantaranya permen jahe, sumpia dan benang layangan, serta berbagai jenis penganan dan makanan. Disamping itu, juga telah berdiri peternakan sapi terbesar di Kota Sukabumi, yang memelihara lebih-kurang 150 ekor.

Dikatakannya, selain meningkatkan dan mengembangkan berbagai jenis UKM dan peternakan, pihaknya juga sedang mengembangkan potensi wisata, khususnya kolam renang untuk umum. Dikatakan pula, dengan meningkat dan berkembangnya berbagai jenis UKM di wilayah kelurahan tersebut, dapat berpengaruh terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), yang dalam 10 tahun terakhir ini, meningkat sekitar 40 sampai dengan 50 persen.

Menyinggung modal setiap UKM, seperti ditandaskan Lurah Subangjaya, hingga saat ini masih mengandalkan modal sendiri, yang besarnya antara 10 sampai dengan 15 juta rupiah. Demikian pula produk hasil UKM dari kelurahan tersebut, masih dipasarkan sendiri oleh pihak UKM masing-masing. Yakni selain dipasarkan di wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi, juga dipasarkan ke daerah-daerah di pulau Jawa dan Sumatera.

Sedangkan jumlah penduduk kelurahan tersebut, saat ini cukup banyak, yakni mencapai 15 ribu jiwa dari 4 ribu 600 KK. Jumlah penduduk tersebut, tersebar di 76 wilayah RT dan 14 RW. Dijelaskannya, dengan banyaknya jumlah penduduk tersebut, memiliki keuntungan tersendiri, khususnya dalam pengumpulan dana swadaya murni masyarakat. Buktinya dalam jangka waktu 1 tahun, tepatnya dari tahun 2009 sampai dengan tahun 2010, telah terkumpul dana swadaya murni masyarakat lebih-kurang 2 milyar rupiah. Dijelaskan pula, dana swadaya murni masyarakat tersebut, digunakan membiayai pembangunan berbagai fasilitas umum. Diantaranya jalan, gang, sarana pendidikan, keagamaan dan kesehatan, serta infratsruktur publik lainnya.

 
Minggu, 30 Januari 2011
BSI SUKABUMI OPTIMAL TINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Bina Sarana Informatika (BSI) Sukabumi, senantiasa berupaya optimal meningkatkan kualitas pendidikan, dengan melaksanakan program dan pola pembelajaran yang lebih kreatif dan terarah, sesuai dengan Visi BSI Sukabumi. Maksud dan tujuannya, seperti dikatakan Kepala BSI Cabang Sukabumi, Taufik Baidawi, untuk membangun sekaligus meningkatkan kualitas dan kreativitas, termasuk daya saing peserta didik dan lulusan.

Untuk itu, BSI Sukabumi senantiasa memberi pendidikan wira usaha kepada seluruh mahasiswa, termasuk kuliah khusus dan seminar, bekerja sama dengan dunia usaha dan industri, serta dinas-instansi dan lembaga terkait lainnya, sesuai dengan program dan Visi BSI Sukabumi. Hal tersebut dilakukan, guna meningkatkan kualitas peserta didik dan lulusan, supaya mampu dan lebih peka terhadap setiap objek, khususnya yang dapat dijadikan lahan usaha. Adapun program yang dilaksanakan BSI Sukabumi dalam bidang tersebut, lebih dititikberatkan pada bidang usaha dan industri kreatif, yang menjadi daya pikat tersendiri.

Karena dunia pendidikan, menurut Kepala BSI Cabang Sukabumi, merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari dunia usaha dan industri. Berkaitan dengan hal tersebut, program dan pola pendidikan yang dilaksanakan, harus senantiasa bersinergi dengan dunia usaha dan industry, guna dikembangkan oleh segenap mahasiswa dan lulusan, sebagai pelajar dan lulusan yang memiliki tingkat pendidikan lebih tinggi.

Ditandaskannya, industri kreatif mejadi salah satu pilihan utama yang dikembangkan oleh BSI Sukabumi. Karena industri tersebut dapat meningkatkan kreativitas dan kualitas mahasiswa dan lulusan, sesuai dengan kemampuan serta keilmuan akademik yang didapat dan dimiliki. Ditandaskan pula, dunia kerja, usaha dan industri saat ini, memerlukan banyak lulusan Perguruan Tinggi yang kreatif dan berkualitas, serta memiliki life skill atau keterampilan yang mumpuni, untuk menggerakan sekaligus mendongkrak roda perekonomian.

Kepala BSI Cabang Sukabumi mengharapkan, dengan dilaksanakannya program dan pola pembelajaran yang lebih kreatif dan terarah, khususnya dalam bidang pendidikan wira usaha tersebut, dapat meningkatkan kemampuan dan keterampilan mahasiswa dan lulusan, sebagai calon tenaga kerja yang kreatif dan berkualitas, sekaligus sebagai pelaku usaha dan industry, khususnya dalam dunia usaha dan industri kreatif.

Dikatakannya, hal tersebut senantiasa ditanamkan oleh BSI Sukabumi kepada segenap mahasiswa, melalui berbagai cara dan upaya, diantaranya melalui pola pembelajaran yang lebih kreatif dan terarah, serta melalui BSI Enterpreneur dan BSI Lowongan Kerja, bekerja sama dengan dunia usaha dan industri, termasuk dengan dinas-instansi dan lembaga terkait lainnya.

 
Sabtu, 29 Januari 2011
PUSKESMAS SUKAKARYA TINGKATKAN DERAJAT KESEHATAN WARGA MASYARAKAT
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Sukakarya, Kelurahan Sukakarya, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, senantiasa berupaya optimal meningkatkan derajat kesehatan warga masyarakat. Seperti dikatakan Kepala Puskesmas Sukakarya, Etna Saraswati, SKM., MKM., saat bertandang ke RSPD FM Kota Sukabumi baru-baru ini, upaya tersebut dilakukan melalui berbagai cara dan upaya. Antara lain melalui pelayanan kesehatan kepada warga masyarakat, mencakup 6 komponen Gerakan Hidup Sehat (GHS), baik di Puskesmas maupun di 16 Pos Yandu, yang tersebar di 47 RT dan 13 RW se Kelurahan Sukakarya.

Selain itu, juga senantiasa dilakukan himbauan kepada segenap lapisan warga masyarakat, agar dalam menggunakan air untuk memenuhi kebutuhan dan kepentingan keluarga, baik air ledeng maupun air sumur gali dan sumur pompa, yang benar-benar bersih dan memenuhi standar kesehatan, serta terhindar dari polusi air dan limbah, baik limbah pabrik maupun limbah rumah tangga.

Yang tidak kalah penting, juga disampaikan himbauan kepada segenap lapisan warga masyarakat, agar tidak merokok di dalam rumah, serta apabila ada keluhan masalah kesehatan, agar segera mendatangi Puskesmas, untuk dilakukan pemeriksaan dan pengobatan.

Sedangkan upaya lainnya yang dilakukan Puskesmas Sukakarya, yakni senantiasa melaksanakan penyuluhan kepada segenap lapisan warga masyarakat, tentang pemberantasan penyakit menular, seperti rabies, demam berdarah dan diare, serta Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), dengan senantiasa melaksanakan kegiatan 3M, yakni Menguras dan Menutup bak penampungan air, serta Mengubur barang-barang bekas yang dapat digunakan tempat bersarang dan bertelur nyamuk, termasuk menggunakan abate, obat anti nyamuk, dan memasang kawat nyamuk, serta melaksanakan gerakan kebersihan dan Program Kali Bersih (Prokasih).

Sementara upaya yang dilakukan untuk meningkatkan derajat kesehatan bayi, selain dilakukan pengkajian terhadap kemungkinan adanya kasus Bayi Gizi Buruk, juga dilakukan Pemberian Makanan Tambahan (PMT), baik bantuan dari pemerintah maupun bantuan dari swadaya murni warga masyarakat.

Adapun upaya yang dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan, wawasan dan keterampilan Kader Pos Yandu, khususnya dalam meningkatkan pelayanan kesehatan kepada warga masyarakat, diantaranya ditempuh melalui pendidikan dan pelatihan, serta mini lokakarya, bekerja-sama dengan Dinas Kesehatan Kota Sukabumi.

Menyinggung kegiatan yang baru-baru ini dilaksanakan, menurut Kepala Puskesmas Sukakarya, diantaranya melakukan pendataan kesehatan warga masyarakat, yang tersebar di 47 RT dan 13 RW se Kelurahan Sukakarya, bekerja sama dengan kader Pos Yandu dan PKK.

 
Jumat, 21 Januari 2011
SMP NEGERI 7 BERUPAYA OPTIMAL TINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

SMP Negeri 7 Kota Sukabumi, yang beralamat di Jalan Caringin Ngumbang Nomor 6 Kota Sukabumi, senantiasa ber-upaya optimal meningkatkan kualitas pendidikan, baik intra maupun ekstra kurikuler, termasuk bidang keagamaan. Adapun ekstra kurikuler yang dikembangkan di SMP tersebut, tidak kurang dari 17 ekstra kurikuler. Diantaranya Pramuka, PMR, Olah Raga, dan Kesenian, baik tradisional maupun modern, seperti Degungan, Rampak Kendang, Angklung, Tari, Pencak Silat, Vocal Group dan Band. Selain itu, juga Englis Club, Sains Club, dan Matematik Club.

Adapun maksud dan tujuannya, seperti dijelaskan Wakil Kepala SMP Negeri 7 Kota Sukabumi Bidang Kesiswaan, Agus Mulyana, S.Pd., untuk menampung sekaligus menyalurkan dan mengembangkan potensi siswa ke arah yang lebih baik dan positif, sesuai dengan bakat dan minat siswa masing-masing, yang dilandasi keimanan dan ketaqwaan. Disamping itu, juga dalam rangka upaya membentuk jati diri siswa, supaya memiliki kepribadian. Dengan demikian, para siswa di SMP ini, dapat menghindari hal-hal atau perbuatan yang bersifat negative, yang tidak diinginkan oleh semua pihak, baik oleh pemerintah dan sekolah, maupun oleh orang tua dan warga masyarakat. Sedangkan kegiatan ekstra kurikuler tersebut, dilaksanakan mulai pukul 13.00 sampai dengan pukul 16.00 WIB.

Yang tidak kalah penting, menurut Wakil Kepala SMP Negeri 7 Kota Sukabumi Bidang Kesiswaan, dengan dikembangkannya berbagai ekstra kurikuler tersebut, dapat meningkatkan kualitas siswa dan lulusan, supaya mampu bersaing dengan siswa dan lulusan SMP lainnya, khususnya di Kota Sukabumi. Selain itu, juga dapat mendongkrak prestasi siswa dan sekolah, baik dalam bidang akademik maupun non akademik, sesuai dengan visi sekolah ini, Melalui kehidupan yang religius, terciptanya prestasi pendidikan dan pelayanan yang profesional.

Menyinggung prestasi yang telah berhasil diraih oleh para siswa dan sekolah, baik dalam bidang akademik maupun non akademik, seperti dikatakan Wakil Kepala SMP Negeri 7 Kota Sukabumi Bidang Kesiswaan cukup banyak. Namun prestasi yang berhasil diraih baru-baru ini, diantaranya juara 3 Atletik Tingkat Jawa Barat, juara 1 Futsal dan juara 1 Sepak Bola, antar pelajar SMP se Kota Sukabumi.

 
Senin, 3 Januari 2011
SALAH SATU VISI KOTA SUKABUMI MASIH PERLU DITINGKATKAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Salah satu Visi Kota Sukabumi, Sebagai Pusat Pelayanan Berkualitas Bidang Perdagangan, khususnya dalam Bidang Daya Beli dan Jasa, masih perlu ditingkatkan kembali, karena belum maksimal. Hal tersebut ter-ungkap, dalam Seminar Identifikasi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Potensial Kota Sukabumi, yang diselenggarakan oleh Lembaga Peduli Pendidikan Masyarakat (LP2M) Kota Sukabumi, baru-baru ini, di Cafe D'Grean Kota Sukabumi.

Namun demikian, menurut Wakil Walikota Sukabumi, Doktor H. Mulyono, M.M., yang hadir dalam seminar tersebut menandaskan, Pemerintah Kota Sukabumi tetap optimis, bahwa Visi Kota Sukabumi tersebut dapat dicapai dengan baik. Bahkan target dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Sukabumi sampai tahun 2020, Kota Sukabumi dijadikan icon di Tingkat Nasional.

Sementara Ketua LP2M Kota Sukabumi, Ahmad Hidayat, M.Pd. mengatakan, pihaknya telah melakukan identifikasi terhadap seluruh UKM yang ada di Kota Sukabumi, sekaligus mengambil sampel dari setiap kecamatan, sehingga hasil identifikasi ini dapat dikatakan realita. Dijelaskannya, dari 1.600 UKM yang terdata oleh Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopperindag) Kota Sukabumi, terdapat sejumlah UKM yang perlu mendapat perhatian dari pemerintah, karena kondisinya sangat memprihatinkan. Diantaranya UKM Permen Jahe, Batako, Perlengkapan Kebersihan, Boks Speaker dan sebagainya. Maksud dan tujuannya, untuk mencapai salah satu Visi Kota Sukabumi, khususnya dalam Bidang Perdagangan. Selain itu, juga masih terdapat kesenjangan, antara UKM yang satu dengan UKM yang lainnya.

Berkaitan dengan hal tersebut, maka dalam seminar ini pihaknya sengaja mengundang seluruh stake holders. Diantaranya pihak pemerintah, para pelaku UKM, perbankan, dan LSM, supaya dapat memberikan suatu solusi alternatif, baik dalam pembinaan maupun dalam pendanaan, khususnya bagi UKM yang membutuhkan bantuan.

Dijelaskan pula, LP2M Kota Sukabumi, merupakan lembaga baru di Kota Sukabumi. Namun demikian, pihaknya akan senantiasa konsen, sekaligus melakukan pembinaan dan pelatihan life skill, terhadap para pelaku UKM di Kota Sukabumi. Karena pembinaan dan pelatihan life skill, secara langsung berhubungan dengan keterampilan masyarakat, khususnya dalam melakukan pengelolaan UKM.

 
Senin, 3 Januari 2011
PDAM TBW KOTA SUKABUMI PADA TAHUN 2011 AGAR TINGKATKAN KINERJA
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si. mengharapkan, Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Bumi Wibawa (PDAM TBW) Kota Sukabumi, pada tahun 2011 agar meningkatkan kinerja, khususnya dalam memberikan pelayanan kepada para pelanggan. Dengan demikian, pelayanan dan kebutuhan air warga masyarakat bisa terpenuhi dengan baik.

Harapan Walikota Sukabumi tersebut, disampaikan saat memberi sambutan, sekaligus membuka secara resmi Rapat Kerja (Raker) PDAM TBW Kota Sukabumi, hari Kamis, 30 Desember 2010, bertempat di Kantor PDAM setempat, Jalan Bhayangkara Kota Sukabumi. Diharapkan pula, PDAM TBW Kota Sukabumi tidak hanya mengejar keuntungan materi semata, akan tetapi juga harus mengutamakan keuntungan sosial. Karena sebagai pelayan publik, air bersih harus cukup, serta mudah didapat oleh para pelanggan.

Walikota Sukabumi mengatakan, keberhasilan perusahaan milik Pemerintah Kota Sukabumi ini, khususnya dalam meningkatkan kinerja, harus ditunjukan dengan semakin rendahnya tingkat pengaduan dari para pelanggan. Selain itu, juga tidak adanya keluhan dari para pelanggan yang masuk ke Bagian Pengaduan PDAM TBW Kota Sukabumi.

Sementara Direktur PDAM TBW Kota Sukabumi, H. M. Helmi Sutikno, M.M., MBA. Menjelaskan, pihaknya memiliki segudang agenda penting yang harus diwujudkan pada tahun 2011. Diantaranya masih tingginya tingkat kebocoran yang diakibatkan oleh berbagai faktor, mencapai 45,54 persen, antara lain diakibatkan oleh pipa yang sudah tua. Selain itu, juga masih besarnya hutang yang harus dilunasi. Dikatakannya, hingga akhir tahun 2010, hutang PDAM TBW Kota Sukabumi mencapai 42 milyar rupiah. Hutang tersebut merupakan warisan sejak dulu, yang pada awalnya sebesar 12 milyar rupiah. Namun hutang tersebut terus membengkak, karena bunganya terus bertambah.

Ditandaskannya, berdasarkan hasil perundingan dengan pemerintah pusat, hutang tersebut diberi kelonggaran untuk dicicil per tahun sebesar 12 juta rupiah, termasuk bunga yang dibebankan harus dilunasi. Sedangkan tunggakan para pelanggan perusahaan tersebut sangat besar, yakni dari jumlah pelanggan 22 ribu, sebanyak 5 ribu pelanggan menunggak membayar rekening penggunaan air. Jumlah para pelanggan yang menunggak tersebut, setara dengan 13 milyar rupiah. Untuk itu, pihaknya akan menghentikan penyuplaian air kepada para pelanggan yang menunggak tersebut.

Ditandaskan pula, hingga saat ini pihaknya telah mencabut sebanyak 700 unit meter air pelanggan yang menunggak. Sementara tingkat pengaduan para pelanggan yang masuk ke perusahaan ini cenderung menurun, yakni pada awal tahun yang lalu, jumlah pengaduan dari para pelanggan tersebut rata-rata mencapai 20 pengaduan per bulan, akan tetapi sejak pertengahan tahun ini jumlah pengaduan dari para pelanggan tersebut menurun menjadi 17 pengaduan.

 
Jumat, 3 Desember 2010
ASPEK KESEHATAN MASYARAKAT TAHUN 2011 DAPAT DITINGKATKAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Aspek kesehatan masyarakat, pada tahun 2011 diharapkan dapat ditingkatkan, yang ditandai dengan Angka Harapan Hidup (AHH) 73,27 tahun, dan penurunan Angka Kematian Bayi (AKB), yakni 28,43 per 1.000 kelahiran. Wakil Walikota Sukabumi, Doktor H. Mulyono, M.M. menjelaskan, kondisi yang diharapkan tersebut, setiap tahun secara bertahap senantiasa ditingkatkan, termasuk upaya penanggulangan kemiskinan. Upaya tersebut, diantaranya ditempuh melalui berbagai kebijakan dan program yang digulirkan, baik yang dilaksanakan oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, maupun oleh Pemerintah Kota Sukabumi dan seluruh pemangku kepentingan pembangunan, sehingga pertumbuhan jumlah penduduk miskin dapat ditekan.

Dikatakannya, dalam RPJMD Kota Sukabumi Tahun 2008-2013, telah ditetapkan Visi dan Misi Pembangunan Kota Sukabumi, yakni Dengan Iman dan Taqwa Mewujudkan Pemerintahan yang Amanah Berparadigma Surgawi, Menuju Kota Sukabumi yang Cerdas, Sehat dan Sejahtera, baik lahir maupun batin, dilandasi nilai-nilai fhilosofis, Sidiq, Tabligh, Amanah, Fathonah. Sedangkan dalam RKPD Tahun 2011, telah ditetapkan tema, yakni Tercapainya rencana pembangunan infrastruktur pelayanan masyarakat yang ter-integrasi, sesuai dengan tujuan kebijakan pembangunan dalam RPJMD Tahun 2008-2013.

Untuk mewujudkan hal tersebut, telah disusun program-program prioritas, yang merupakan dimensi implementasi, dari arah dan kebijakan pembangunan tahun 2011, sebagaimana yang telah ditetapkan bersama. Dikatakan pula, Pemerintah Pusat melalui RKP Tahun 2011, menetapkan beberapa arah kebijakan strategis, melalui 5 agenda pembangunan. Antara lain, Pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan rakyat, Perbaikan tata kelola pemerintahan, Penegakkan pilar demokrasi, Penegakkan hukum dan pemberantasan korupsi, serta Pembangunan yang inklusif dan berkeadilan.

 
Kamis, 18 November 2010
IDUL ADHA AGAR DIJADIKAN MOMENTUM UNTUK TINGKATKAN KEIMANAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Hari Raya Idul Adha Tahun 1431 Hijriah, agar dijadikan momentum untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah Taalla, khususnya oleh segenap ummat Islam, umumnya oleh warga masyarakat Kota Sukabumi. Selain itu, Idul Adha juga harus dimaknai, untuk lebih meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Demikian disampaikan Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., selepas menyaksikan penyembelihan hewan qurban, di area parkir Masjid Agung Kota Sukabumi, hari Rabu, 17 November 2010. Penyembelihan hewan qurban tersebut, selain disaksikan oleh Walikota Sukabumi, juga disaksikan oleh unsur Muspida, Pimpinan DPRD Kota Sukabumi, Wakil Walikota Sukabumi, Doktor H. Mulyono, M.M., Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, H. Mohamad Muraz, S.H., M.M., para Asisten, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan undangan lainnya.

Dijelaskannya, dalam Idul Adha Tahun 1431 Hijriyah ini, Panitia Qurban Mesjid Agung Kota Sukabumi, menyembelih sebanyak 38 ekor hewan qurban, yang terdiri dari 21 ekor Sapi dan 17 ekor Domba. Jumlah hewan kurban tersebut, mengalami peningkatan sebesar 16,7 persen dari tahun lalu. Selain itu, Pemerintah Kota Sukabumi melalui Bagian Administrasi Kesra Setda Kota Sukabumi, menyalurkan 83 ekor hewan kurban, yang terdiri dari 11 ekor Sapi dan 72 ekor Domba. Dijelaskan pula, ke-83 ekor hewan kurban tersebut, diserahkan kepada Dinas Pengelolaan Persampahan, Pertamanan dan Pemakaman (DP-4) Kota Sukabumi, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Sukabumi, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Nyomplong Sukabumi, Masjid Agung Kota Sukabumi, Kecamatan dan Kelurahan se Kota Sukabumi, serta Panti Sosial dan Panti Asuhan. Walikota Sukabumi menandaskan, dengan meningkatnya warga masyarakat yang melaksanakan qurban, menandakan semakin meningkatnya kesejahteraan warga masyarakat.

Sedangkan makna yang dapat diambil dari Hari Raya Idul Adha, yakni meneladani keimanan dan ketaqwaan Nabi Ibrahim, meneladani kesabaran Siti Hajar, dan meneladani keshalehan Nabi Ismail. Untuk itu, warga masyarakat Kota Sukabumi yang mayoritas ber-agama Islam, harus dapat memaknai sekaligus meneladani keimanan dan ketakwaan, serta kesabaran dan keshalehan. Diharapkannya, energi ke-agamaan tersebut, dapat memberikan daya ungkit, terhadap warga masyarakat yang tidak mampu.

Menyinggung kepedulian Pemerintah Kota Sukabumi terhadap para korban bencana letusan Gunung Merapi, seperti dikatakan Walikota Sukabumi, seluruh komponen masyarakat sudah siap membantu, namun belum terpadu. Untuk itu, pihak Pemerintah Kota Sukabumi, dalam waktu dekat ini akan membentuk Tax Post, untuk menampung bantuan bagi para korban bencana tersebut, guna didistribusikan kepada para korban, termasuk Tim Relawan dari Kota Sukabumi.

 
Rabu, 13 Oktober 2010
KLH KOTA SUKABUMI OPTIMAL TINGKATKAN PELAKSANAAN PEMERINTAHAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kota Sukabumi, ber-upaya optimal meningkatkan pelaksanaan pemerintahan, yang lebih berdaya-guna dan berhasil-guna, serta bersih dan bertanggung-jawab. Maksud dan tujuannya, seperti dikatakan Kepala KLH Kota Sukabumi, Insinyur H. Rudi Djuansyah, untuk memantapkan pelaksanaan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah, sebagai wujud pertanggung-jawaban dalam mencapai misi dan tujuan instansi pemerintah. Selain itu, juga dalam rangka upaya mewujudkan kepemerintahan yang baik atau good governance, yang merupakan prasyarat bagi setiap pemerintahan, untuk mewujudkan aspirasi masyarakat, sekaligus untuk mencapai tujuan serta cita-cita berbangsa dan bernegara.

Dijelaskannya, atas dasar tersebut, untuk mempertangung-jawabkan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi, serta kewenangan pengelolaan sumber daya, dengan didasarkan pada suatu perencanaan strategik yang ditetapkan oleh masing-masing instansi, setiap instansi pemerintah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan negara, serta berdasarkan pada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 1999 Tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, wajib memberikan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP), sebagai dokumen berisi gambaran perwujudan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, yang disusun dan disampaikan secara sistematik dan melembaga.

Dijelaskan pula, akuntabilitas merupakan kewajiban, guna memberikan pertanggung-jawaban kinerja, termasuk tindakan seseorang, badan hukum, dan pimpinan kolektif suatu organisasi. Sedangkan kinerja, berkaitan dengan tingkat pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan, program dan kebijaksanaan, dalam mewujudkan sasaran, tujuan, misi dan visi organisasi. Oleh karenanya, Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, merupakan perwujudan kewajiban suatu instansi pemerintah, untuk mempertanggung-jawabkan keberhasilan, atau kegagalan dalam melaksanakan organisasi.

Sementara informasi yang diharapkan dari Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, diantaranya untuk mendorong instansi pemerintah, dalam menyelenggarakan tugas umum pemerintahan dan pembangunan. Selain itu, juga untuk mendorong instansi pemerintah, supaya dapat ber-operasi secara efisien, efektif dan responsif terhadap masyarakat, sehingga menjadi masukan dan umpan balik bagi pihak-pihak yang berkepentingan, serta dapat menjaga terpeliharanya kepercayaan masyarakat.

 
Jumat, 8 Oktober 2010
PARTISIPASI MASYARAKAT AGAR SENANTIASA DITINGKATKAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Kepedulian dan partisipasi warga masyarakat dalam berbagai bidang pembangunan, agar senantiasa ditingkatkan dan dikembangkan. Maksud dan tujuannya, selain untuk meningkatkan kesejahteraan warga masyarakat, juga untuk meningkatkan kemajuan wilayah dalam berbagai bidang pembangunan, baik fisik maupun non fisik. Demikian disampaikan Lurah Selabatu Kecamatan Cikole Kota Sukabumi, Dodi Supriadi, S.Ag., M.M., saat menghadiri pelayanan kesehatan di Posyandu Kaswari RW 5 Kelurahan Selabatu, hari Kamis, 7 Oktober 2010, oleh petugas medis kesehatan Kelurahan Selabatu.

Ditandaskannya, dengan meningkatnya kepedulian dan partisipasi warga masyarakat, wilayah Kelurahan Selabatu Kecamatan Cikole Kota Sukabumi, dalam setiap tahunnya banyak mengalami perubahan dan kemajuan dalam berbagai bidang, baik fisik maupun non fisik, sehingga dapat memberikan kontribusi secara nyata, terhadap peningkatan kesejahteraan, perekonomian, kesehatan dan pendidikan warga masyarakat.

Sementara Ketua Posyandu Kaswari RW 5 Kelurahan Selabatu Kecamatan Cikole Kota Sukabumi, Hajah Teti Oha menjelaskan, Posyandu Kaswari RW 5 Kelurahan Selabatu, didirikan pada tahun 1980, diatas tanah wakaf dan dibangun oleh warga masyarakat setempat, dengan cara gotong royong.

Adapun jenis pelayanan kesehatan yang diberikan di Posyandu Kaswari RW 5 Kelurahan Selabatu, diantaranya pemeriksaan kesehatan Bayi, Ibu Hamil, Ibu Meneteki, dan kesehatan Lansia. Ditandaskannya, pelayanan kesehatan yang diberikan di Posyandu Kaswari RW 5 Selabatu ini, dilaksanakan secara rutin setiap bulan sekali, tepatnya pada setiap hari Kamis minggu kesatu.

Pelayanan kesehatan yang diikuti puluhan Bayi, Ibu Hamil, Ibu Meneteki, dan Lansia ini, dihadiri Kasi PMKB, PKB, Ketua RW, RT, Tokoh Masyarakat, serta Ketua dan Kader Posyandu se Kelurahan Selabatu.

 
Jumat, 1 Oktober 2010
PENGURUS BAZ DIHARAPKAN DAPAT TINGKATKAN PENGUMPULAN ZAKAT
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Jajaran Pengurus Badan Amil Zakat (BAZ) Kota Sukabumi masa bhakti tahun 2010-2013, diharapkan dapat meningkatkan realisasi pengumpulan zakat di Kota Sukabumi, termasuk infaq dan shodaqoh. Haparan tersebut disampaikan Wakil Walikota Sukabumi, Doktor H. Mulyono, M.M., saat memberi sambutan pada Rapat Kerja (Raker) Pengurus BAZ Kota Sukabumi, bertempat di Ruangan Pertemuan BBAT Sukabumi, baru-baru ini. Selain itu, Wakil Walikota Sukabumi juga mengharapkan, Jajaran Pengurus BAZ Kota Sukabumi, dapat bekerja secara professional, guna memberikan manfaat dan dampak positif, terhadap pengurangan jumlah warga miskin di Kota Sukabumi, yang saat ini mencapai 11 ribu 820 Kepala Keluarga (KK).

Dalam pada itu, Ketua Umum BAZ Nasional, Profesor Drs. K.H. Didin Hafidhuddin menjelaskan, dalam tahun 2010, BAZ Nasional menargetkan pengumpulan zakat sebesar 2 trilyun rupiah. Target pengumpulan zakat tersebut lebih besar, apabila dibandingkan dengan target pengumpulan zakat tahun lalu, yakni sebesar 1,2 trilyun rupiah. Dikatakannya, ada beberapa langkah dan cara untuk menggali potensi zakat di Indonesia, diantaranya dengan sosialisasi, penguatan amil, pedayagunaan yang tepat sasaran, dan sinergitas koordinasi. Bahkan apabila Jajaran Pengurus BAZ melihat secara jeli, begitu banyak peluang untuk menggali potensi zakat di Indonesia. Salah satunya pada setiap shalat Jumat, minimal ada himbauan atau arahan kepada seluruh jamaah, tentang pentingnya membayar zakat. Karena membayar zakat, selain merupakan salah satu kewajiban, juga merupakan salah satu kebutuhan bagi umat Islam. Dikatakan pula, saat ini masih banyak umat Islam yang menyalurkan zakat, langsung kepada pihak atau orang yang membutuhkan, tanpa melalui unit pelayanan zakat yang ada di daerahnya masing-masing. Selain itu, berdasarkan data yang ada di BAZ Nasional, dari jumlah 100 orang mustahiq atau penerima zakat, dalam setiap tahunnya rata-rata sekitar 17 orang sudah menjadi muzaki atau pemberi zakat, dalam artian sudah tidak menjadi mustahiq atau penerima zakat lagi.

Sementara Ketua BAZ Kota Sukabumi, Drs. K.H. Muchtar Ubaidillah menjelaskan, dilaksanakannya Raker Jajaran Pengurus BAZ Kota Sukabumi tersebut, untuk menyusun rencana dan program kerja BAZ Kota Sukabumi ke depan, guna memberikan pelayanan yang optimal, termasuk dalam menggali potensi zakat di Kota Sukabumi. Adapun salah satu program yang menjadi fokus Jajaran Pengurus BAZ Kota Sukabumi ke depan, yakni ber-upaya optimal meningkatkan pengumpulan zakat maal di Kota Sukabumi. Karena hingga saat ini, pengumpulan zakat tersebut, apabila dilihat dari prosentasenya hanya 0 koma sekian persen. Sedangkan realisasi pengumpulan zakat yang berhasil dihimpun selama bulan Ramadhan Tahun 1431 Hijriyah beberapa waktu yang lalu, mencapai 328 juta 119 ribu 965 rupiah.

 
Rabu, 29 September 2010
IBADAH PUASA BERI MANFAAT DALAM TINGKATKAN DERAJAT KEIMANAN DAN KETAQWAAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Ibadah puasa yang dilaksanakan satu bulan penuh beberapa waktu yang lalu, diyakini telah memberikan manfaat kepada umat Islam, khususnya dalam meningkatkan derajat keimanan dan ketaqwaan. Karena dengan ibadah puasa, umat Islam telah dilatih bersikap kritis, khususnya dalam melihat semua fenomena, yang sedang terjadi dan berjalan di masyarakat. Demikian disampaikan Wakil Walikota Sukabumi, Doktor H. Mulyono, M.M., saat memberi sambutan pada acara Halal Bil Halal Idul Fitri Tahun 1431 Hijriyah, yang dilaksanakan Gabungan Dharma Wanita Persatuan (DWP), Gabungan Organisasi Penyelenggara Taman Kanak-kanak Indonesia (GOP-TKI), dan Yayasan Lembaga Gerakan Orang Tua Asuh (YLGN-OTA) Kota Sukabumi, hari Senin, 27 September 2010, di Gedung Juang 45 Kota Sukabumi.

Diharapkannya, dengan ibadah puasa dapat menambah kekuatan umat Islam, ter-utama dalam menumbuhkan keberanian moral, untuk mengoreksi dan memperbaiki lingkungan. Selain itu juga diharapkan, dengan ibadah puasa, segenap umat Islam dapat menjadi penggerak utama, khususnya dalam mengkristalkan nilai-nilai ibadah puasa yang telah dilaksanakan, serta berani mengambil sikap dalam membasmi penyakit mental dan moral masyarakat.

Wakil Walikota Sukabumi menandaskan, dengan meningkatnya derajat keimanan dan ketaqwaan, secara praktis dapat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, sekaligus dapat melahirkan kesalehan pribadi dan kesalehan sosial. Ditandaskan pula, kemampuan umat Islam dalam mengendalikan hawa nafsu dan ke-ikhlasan membayar zakat, infaq dan sodaqoh pada bulan Ramadhan, sangat penting untuk senantiasa ditingkatkan dan dikembangkan, guna mengatasi berbagai permasalahan yang masih melilit warga masyarakat, diantaranya permasalahan dalam mengatasi kemiskinan, memberdayakan anak yatim, membantu pendidikan siswa yang tidak mampu dan sebagainya.

Wakil Walikota Sukabumi juga mengharapkan, agar inti dari ajaran puasa yang telah dilaksanakan selama bulan Ramadhan, dapat membuka ke-ikhlasan umat Islam, untuk senantiasa menyisihkan sebagian rizki yang didapat, guna membantu biaya pendidikan anak-anak yang tidak mampu. Hal tersebut sangat penting dilakukan, sebab pendidikan sebagai landasan bagi setiap umat manusia, dalam menata kehidupan ke arah yang lebih baik. Selain itu, pendidikan juga dapat menjadi jalan yang tepat, khususnya dalam memberantas lingkaran kemiskinan. Karena tanpa pendidikan, lingkaran kemiskinan tidak akan bisa diputus, bahkan akan menjadi sebaliknya, yakni akan semakin besar, akibat sosial yang semakin kompleks.

 
Senin, 27 September 2010
EKSISTENSI PDAM KOTA SUKABUMI HARUS DITINGKATKAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si. mengharapkan, eksistensi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bumi Wibawa Kota Sukabumi, harus senantiasa ditingkatkan dan dikembangkan. Diantaranya dengan melakukan peningkatan dan pengembangan Instalasi Pompa Air atau Water Treatment, karena dengan adanya Instalasi Pompa Air tersebut, mampu memproduksi air bersih, untuk memenuhi kebutuhan warga masyarakat Kota Sukabumi. Harapan Walikota Sukabumi tersebut, disampaikan pada acara Halal Bil Halal Idul Fitri Tahun 1431 Hijriyah, yang dilaksanakan PDAM Tirta Bumi Wibawa Kota Sukabumi, baru-baru ini.

Diharapkan pula, jajaran PDAM Tirta Bumi Wibawa Kota Sukabumi, dapat membina hubungan dengan baik, ter-utama dengan para pemilik sumber air, termasuk dengan para pelanggan. Demikian pula komunikasi antara pimpinan dengan bawahan, khususnya di lingkungan PDAM Tirta Bumi Wibawa Kota Sukabumi, harus senantiasa ditingkatkan dan dikembangkan, guna menjadikan PDAM Kota Sukabumi, sebagai salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang handal.

Sementara Direktur PDAM Tirta Bumi Wibawa Kota Sukabumi, H.M. Helmi Sutikno, M.M., MBA. Menjelaskan, peningkatan pelayanan kepada para pelanggan menjadi prioritas utama. Untuk itu, berbagai kekurangan khususnya yang berkaitan dengan peningkatan pelayanan, secara bertahap senantiasa dilakukan peningkatan dan pengembangan. Diantaranya dengan menganti Water Meter atau Meter Air yang sudah tidak berfungsi.

Dikatakannya, di wilayah Kota Sukabumi, saat ini sedang dilakukan penggantian terhadap 399 Water Meter, karena keberadaannya sudah tidak berfungsi, akibat tertimbun, mati dan buram. Selain itu, pihaknya juga senantiasa ber-upaya optimal melakukan perbaikan terhadap pipa-pipa air yang bocor, guna meningkatkan pelayanan dan kelancaran pendistribusian air kepada para pelanggan.

 
Selasa, 25 Mei 2010
LOMBA KELURAHAN MERUPAKAN MOTIVASI TERSENDIRI DALAM TINGKATKAN KUALITAS PEMBANGUNAN MASYARAKAT
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si. menandaskan, Lomba Kelurahan, merupakan motivasi tersendiri, dalam upaya meningkatkan peran serta dan kualitas pembangunan masyarakat. Penandasan Walikota Sukabumi tersebut, disampaikan saat memberi sambutan, pada pelaksanaan penilaian Lomba Kelurahan Tingkat Jawa Barat Tahun 2010, bertempat di Kelurahan Karangtengah, hari Senin, 24 Mei 2010.

Dikatakannya, Visi Pembangunan Kota Sukabumi Tahun 2005-2025, yakni Terwujudnya Kota Sukabumi Sebagai Pusat Pelayanan Berkualitas Bidang Pendidikan, Kesehatan dan Perdagangan di Jawa Barat, Berlandaskan Iman dan Taqwa. Untuk mewujudkan Visi Pembangunan Kota Sukabumi yang telah ditetapkan bersama tersebut, diperlukan penetapan misi, arah kebijakan, dan strategi pencapaian secara tepat dan benar. Salah satu pilihan dari kebijakan dan strategi Pemerintah Kota Sukabumi tersebut, adalah pola pembangunan yang lebih difokuskan di setiap kelurahan, dengan dasar pemikiran. Pertama, baiknya penataan pranata kelurahan dan sejahteranya masyarakat di tingkat kelurahan, dapat menjadi cermin dari kondisi riil di tingkat yang lebih tinggi, yakni kecamatan dan kota. Kedua, penduduk sebuah kota secara nyata, merupakan penduduk setiap kelurahan. Ketiga, salah satu ciri dalam mewujudkan kepemerintahan yang baik atau good governance, adalah adanya pelibatan secara aktif dari unsur-unsur masyarakat, dalam setiap tahapan pembangunan.

Dalam konteks pemahaman tersebut, Walikota Sukabumi senantiasa ber-upaya optimal untuk menata berbagai indikator yang ada di setiap kelurahan, seperti pendidikan masyarakat, kesehatan masyarakat, ekonomi masyarakat, kesadaran berbangsa dan bernegara masyarakat, pemberdayaan masyarakat, kelembagaan kelurahan, dan penyelenggaraan pemerintahan.

Ditandaskannya, keberhasilan dari beberapa indikator tersebut, akhirnya akan bermuara pada pencapaian secara bertahap Visi Pembangunan Kota Sukabumi, yang diantaranya ditujukan terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Sebagai ilustrasi, data tahun 2009, IPM Kota Sukabumi yang berpenduduk saat ini 282 ribu 367 jiwa, telah mencapai angka 75,76 point, dengan penunjang Angka Harapan Hidup (AHH) 71,87 tahun, Angka Kematian Bayi (AKB) 34 per 1.000 kelahiran hidup, Angka Melek Huruf (AMH) 99,99 persen, dan Angka Rata-rata Lama Sekolah 10,1 tahun. Ditandaskan pula, Angka Rata-rata Lama Sekolah bisa ditingkatkan kembali, karena di Kota Sukabumi telah dilaksanakan program Wajib Belajar Pendidikan 12 Tahun, tepatnya sejak tahun 2005.

 
Selasa, 25 Mei 2010
HANYA BANGSA YANG MEMILIKI KARAKTER YANG KUAT YANG MAMPU MELANJUTKAN CITA-CITA PARA PENCETUS KEBANGKITAN NASIONAL
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Hanya bangsa yang memiliki karakter yang kuat serta memiliki identitas dan jati diri, yang mampu melanjutkan dan meneruskan cita-cita para tokoh pencetus kebangkitan nasional. Oleh karenanya, menurut Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., dalam suasana memperingati ke-102 Hari Kebangkitan Nasional, semua pihak agar menanamkan dan menerapkan nilai-nilai kebangkitan nasional dengan sungguh-sungguh dan dengan hati yang ikhlas, sehingga dapat dijadikan pondasi yang kuat dalam membangun bangsa Indonesia, sekaligus menjadi landasan dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia.

Dikatakannya, membangun Indonesia ke depan, mutlak harus dilakukan oleh warga bangsa yang memiliki semangat dan jiwa kebangsaan yang kuat. Sebab semangat dan jiwa kebangsaan, adalah antitesis dari cara berpikir, bersikap, bertindak dan berpeilaku individual, kedaerahan, kepartaian, golongan, aliran, dan antitesis dari cara berpikir kolonial. Berkaitan dengan hal tersebut, dalam memaknai hari kebangkitan nasional, harus diarahkan untuk mewujudkan Indonesia yang memiliki ketahanan masyarakat yang kuat, dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Selain itu, sikap dan perilaku sektarian, harus dibuang jauh-jauh, serta harus diganti dengan sikap dan perilaku, yang senantiasa mengutamakan kepentingan bangsa dan negara.

Dikatakan pula, apabila nilai-nilai kebangkitan nasional secara sungguh-sungguh diterapkan dalam tatanan kehidupan bangsa Indonesia, akan menjadi landasan yang kuat dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia. Dengan demikian, Indonesia Maju, Indonesia Mandiri, dan Indonesia Sejahtera, dapat terwujud dengan baik dan berjalan lancar.

Disamping itu, guna mewujudkan tujuan tersebut, Walikota Sukabumi mengajak kepada seluruh warga masyarakat Kota Sukabumi, agar senantiasa bekerja ekstra keras dan ber-upaya optimal dalam berbagai bidang pembangunan, baik fisik maupun non fisik, seraya memanjatkan doa kepada Allah Taalla, untuk senantiasa memberikan kekuatan lahir dan batin kepada seluruh bangsa Indonesia, sehingga NKRI semakin kokoh, serta dapat membuat seluruh bangsa Indonesia merasakan kehidupan yang lebih baik, sehat, cerdas, maju dan sejahtera, baik lahir maupun batin.

 
Rabu, 19 Mei 2010
STKIP PGRI KOTA SUKABUMI MENURUT RENCANA AKAN MENAMBAH DUA PROGRAM STUDI
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia (STKIP PGRI) Kota Sukabumi, menurut rencana akan menambah dua program studi, yakni program Administrasi Pendidikan dan program Ilmu Pendidikan Sosial. Sedangkan program studi PPKN dan Ekonomi Akutansi yang ada saat ini di Sekolah Tinggi tersebut, untuk di wilayah Kota Sukabumi dianggap sudah memenuhi kebutuhan.

Wakil Walikota Sukabumi, Doktor H. Mulyono, M.M., usai acara Wisuda Mahasiswa STKIP PGRI Kota Sukabumi Angkatan XXIII Tahun Akademik 2009-2010, di Gedung Anton Sujarwo Secapa Polri Sukabumi, hari Minggu, 16 Mei 2010 menjelaskan, secara rasio, kebutuhan tenaga pendidik untuk program PPKN dan Ekonomi Akutansi, di wilayah Kota Sukabumi dianggap sudah mencukupi.

Namun demikian, menurut Wakil Walikota Sukabumi selaku Pembantu Ketua I STKIP PGRI Kota Sukabumi, tenaga pendidik untuk program PPKN dan Ekonomi Akutansi, bukan ber-arti tidak diperlukan lagi. Karena di daerah lain, tenaga pendidik untuk program tersebut masih dibutuhkan. Sedangkan rencana akan dilaksanakannya penambahan dua program studi tersebut, sebagai salah satu upaya untuk mengembangkan STIKP PGRI, sekaligus dalam rangka upaya meningkatkan kualitas dan kuantitas pendidikan di Kota Sukabumi.

Sementara Ketua STKIP PGRI Kota Sukabumi, Drs. H. Vredi Kastam Marta mengungkapkan, mahasiswa yang di wisuda dalam Tahun Akademik 2009-2010, seluruhnya berjumlah 499 orang. Dikatakannya, selain akan menambah dua program studi, pihaknya juga telah melakukan pembelajaran kuliah jarak jauh, dengan cara mendatangi para mahasiswa yang ada di setiap wilayah kecamatan. Diantaranya di wilayah Kecamatan Sagaranten, Waluran, Nagrak, Ujung Genteng, Gegerbitung, Cisaat dan Nyalindung.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua STKIP PGRI Kota Sukabumi, berpesan kepada para wisudawan yang telah menyandang gelar sarjana pendidikan, agar senantiasa ber-upaya optimal membangun pendidikan, guna meningkatkan kualitas dan kuantitas pendidikan anak bangsa, sesuai dengan tugas dan fungsi, serta kedudukan masing-masing.

 
Selasa, 18 Mei 2010
PEMBANGUNAN KESEHATAN UNTUK TINGKATKAN KESADARAN DAN KEMAMPUAN HIDUP SEHAT MASYARAKAT
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Tujuan Nasional Bangsa Indonesia, sebagaimana yang tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, adalah untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, serta untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut serta melaksanakan ketertiban dunia, yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Untuk mencapai tujuan tersebut, menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Dokter Hajah Ritanenny Edlien Silyena Mirah, diselenggarakan program pembangunan nasional secara menyeluruh dan berkesinambungan, termasuk pembangunan kesehatan, yang tujuannya untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat masyarakat, agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Dikatakannya, pembangunan kesehatan tersebut, merupakan upaya seluruh potensi bangsa Indonesia, baik masyarakat dan swasta maupun pemerintah.

Adapun permasalahan yang dihadapi dalam pembangunan kesehatan secara nasional, yakni masih rendahnya kualitas kesehatan penduduk, yang antara lain ditunjukkan dengan masih tingginya angka kematian bayi, anak balita, dan ibu melahirkan, serta tingginya proporsi balita yang menderita gizi kurang. Selain itu, juga masih tingginya angka kematian akibat beberapa penyakit menular, serta kecenderungan semakin meningkatnya penyakit tidak menular, kesenjangan kualitas kesehatan dan akses terhadap pelayanan kesehatan yang bermutu antar daerah dan antar kelompok status sosial ekonomi. Selanjutnya belum memadainya jumlah, penyebaran, komposisi dan mutu tenaga kesehatan, serta terbatasnya sumber pembiayaan kesehatan, dan belum optimalnya alokasi pembiayaan kesehatan.

Sedangkan permasalahan kesehatan di Kota Sukabumi selama kurun waktu 3 sampai 4 tahun ter-akhir, diantaranya yang menyangkut morbiditas penduduk dan mortalitas ibu, serta bayi dan anak, masih didominasi oleh penyakit menular, dengan risk factor lingkungan dan risk factor perilaku yang tidak sehat. Adapun jenis penyakit menular tersebut, diantaranya TB BTA Plus, HIV, AIDS, AFP, Tetanus Neonatorum, Malaria, DBD, DHF, ISPA, Diare, Kusta, Filareasis, Gigitan HPR, dan Campak, serta kematian ibu, bayi dan anak. Adapun penyebab kematian ibu, dari tahun ke tahunnya masih didominasi oleh perdarahan dan pre eklampsia, yang disertai penyakit infeksi paru dan suspect Demam Berdarah. Sedangkan penyebab kematian pada bayi, lebih banyak disebabkan oleh prematuritas dan asphyxia berat. Sementara kematian pada balita, penyebab utamanya lebih banyak diakibatkan oleh penyakit infeksi, dengan status gizi yang buruk.

 
Jumat, 14 Mei 2010
PELAYANAN SIUP DI KOTA SUKABUMI DITERBITKAN SELAMBAT-LAMBATNYA 7 HARI KERJA
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pelayanan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), di Kota Sukabumi diterbitkan selambat-lambatnya 7 hari kerja, terhitung sejak diterimanya permohonan secara lengkap dan benar. Hal tersebut, seperti dikatakan Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., dan Wakil Walikota Sukabumi, Doktor H. Mulyono, M.M., sesuai dengan Pasal 10 ayat 3 Peraturan Daerah (Perda) Kota Sukabumi Nomor 14 Tahun 2002, Tentang Pelayanan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP). Adapun jumlah perusahaan besar, menengah dan kecil yang telah memiliki SIUP di Kota Sukabumi, dalam tahun 2009 mencapai 4 ribu 899 perusahaan. Jumlah perusahaan tersebut, mengalami kenaikan sebanyak 406 perusahaan atau 9,04 persen, apabila dibandingkan dengan tahun 2008, yakni mencapai 4 ribu 493 perusahaan.

Sedangkan pelayanan dan penerbitan Tanda Daftar Perusahaan (TDP), berdasarkan Pasal 14 ayat 3 Perda Kota Sukabumi Nomor 13 Tahun 2002 Tentang Pelayanan Tanda Daftar Perusahaan, yakni selambat-lambatnya 5 hari kerja, terhitung sejak diterimanya permohonan secara lengkap dan benar. Sementara jumlah perusahaan besar, menengah dan kecil yang telah mendaftar dalam tahun 2009, mencapai 6 ribu 610 perusahaan, mengalami kenaikan sebanyak 1 ribu 935 perusahaan atau 41,39 persen, dari tahun 2008 yakni mencapai 4 ribu 675 perusahaan.

Selanjutnya pelayanan dan penerbitan Tanda Daftar Gudang (TDG), selambat-lambatnya 5 hari kerja, terhitung sejak diterimanya permohonan secara lengkap dan benar. Dijelaskannya, dalam rangka peningkatan pelayanan kepada masyarakat, Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kota Sukabumi, mempercepat penerbitan izin usaha, yakni dari yang semula 7 hari kerja menjadi 1 hari, dengan catatan persyaratannya lengkap dan benar, serta pejabat yang berwenang menanda-tangani izin usaha ada ditempat. Dijelaskan pula, kontribusi sektor perdagangan terhadap PDRB Kota Sukabumi, dalam tahun 2009 mencapai 40,31 persen. Sedangkan Nilai Ekspor bersih Kota Sukabumi, mencapai 1 juta 462 ribu 726 USD.

Menyinggung Urusan Pilihan Ketransmigrasian, menurut Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi, mengingat urusan transmigrasi ini baru dilaksanakan pada tahun 2009, maka yang menjadi prioritas program di Kota Sukabumi, yakni Transmigrasi Regional. Adapun program transmigrasi yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Sukabumi, diantaranya telah menempatkan 10 KK warga Kota Sukabumi, di lokasi transmigrasi FIDA SP 6 Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara. Dikatakannya, penempatan ke-10 KK tersebut, merupakan hasil sosialisasi Program Transmigrasi Regional, yang dilaksanakan di 7 wilayah kecamatan se Kota Sukabumi.

 
Rabu, 12 Mei 2010
URUSAN PILIHAN ADALAH URUSAN PEMERINTAH YANG BERPOTENSI UNTUK TINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Kota Sukabumi Nomor 2 Tahun 2008, tepatnya pada pasal 4 disebutkan, bahwa Urusan Pilihan adalah Urusan Pemerintah, yang secara nyata ada dan berpotensi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sesuai dengan kondisi, kekhasan, dan potensi unggulan daerah. Untuk itu, menurut Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., dan Wakil Walikota Sukabumi, Doktor H. Mulyono, M.M., Kota Sukabumi hanya melaksanakan enam Urusan Pilihan. Antara lain, Urusan Pilihan Kelautan dan Perikanan, Pertanian, Pariwisata, Industri, Perdagangan, dan Ketransmigrasian.

Adapun hasil-hasil yang dicapai dalam mendukung Urusan Pilihan Kelautan dan Perikanan, di Kota Sukabumi selama tahun 2009, diantaranya produksi perikanan mencapai 99,04 persen, karena jumlah produksi ikan mencapai 1 ribu 569,10 ton, dari target sebesar 1 ribu 584,36 ton. Sedangkan konsumsi ikan, mencapai 68,91 persen, dari jumlah konsumsi ikan sebanyak 18,26 Kilogram per tahun, dengan target konsumsi sebanyak 26,50 Kilogram per tahun.

Selanjutnya hasil-hasil yang dicapai dalam mendukung Urusan Pilihan Pertanian, antara lain produktivitas padi atau bahan pangan utama lokal lainnya, di Kota Sukabumi per hektar mencapai 7,43 ton. Sedangkan kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB Kota Sukabumi, mencapai 4,75 persen.

Kemudian program dan kegiatan dalam Bidang Budaya dan Pariwisata, khususnya pada Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Sukabumi, seperti diharapkan Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi, harus semakin ditingkatkan, baik kualitas maupun kuantitasnya.

Selain itu, juga dalam pelaksanaanya harus dikelola dengan baik, sesuai dengan Tugas Pokok dan Fungsi Disporabudpar, khususnya dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Dikatakannya, jumlah kunjungan wisata ke Kota Sukabumi, selama tahun 2009 mencapai 103 ribu 950 orang wisatawan, baik dari dalam maupun dari luar wilayah Kota Sukabumi. Sedangkan kontribusi Sektor Pariwisata terhadap PDRB Kota Sukabumi, mencapai 3,14 persen.

 
Selasa, 11 Mei 2010
URUSAN WAJIB BUDAYA DI KOTA SUKABUMI HARUS SENANTIASA DITINGKATKAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Urusan Wajib Budaya di Kota Sukabumi, harus senantiasa ditingkatkan, baik kualitas maupun kuantitasnya. Selain itu, seperti dikatakan Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., dan Wakil Walikota Sukabumi, Doktor H. Mulyono, M.M., juga dalam pelaksanaannya harus dikelola dengan baik, sesuai harapan semua pihak.

Adapun Urusan Wajib Budaya dalam akselerasi pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Kota Sukabumi selama tahun 2009, diantaranya ditempuh melalui penyelenggaraan festival seni dan budaya sebanyak 5 kali, sarana penyelenggaraan seni dan budaya 1 unit, serta benda situs dan kawasan cagar budaya yang dilestarikan sebanyak 10 buah, dengan tingkat capaian 34,5 persen.

Menyinggung Urusan Wajib Statistik dalam tahun 2009, Pemerintah Kota Sukabumi belum menyelenggarakan Urusan Wajib Statistik secara mandiri. Karena penyelenggaraan Urusan Wajib Statistik senantiasa berkoordinasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Sukabumi. Namun demikian, kebutuhan penyelenggaraan urusan wajib tersebut, di Kota Sukabumi tetap dapat dipenuhi dengan baik. Sebab Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang menyelenggarakan urusan wajib tersebut, yakni Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Sukabumi. Adapun output yang dihasilkan dalam urusan wajib tersebut, yakni Kota Sukabumi Dalam Angka, PDRB Kota Sukabumi, Buku IPM, Buku Inskesra, dan Indikator Ekonomi.

Sedangkan capaian kinerja urusan kearsipan di Kota Sukabumi, diantaranya penerpaan pengelolaan arsip, telah mencapai 75 persen. Sementara kegiatan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) Pengelolaan Kearsipan, dilaksanakan satu kegiatan, dengan melakukan bimbingan teknis kepada para pengelola arsip di setiap SKPD. Selain itu, Arsip Pemerintah Kota Sukabumi telah disimpan dengan baik dan aman di Depo Arsip.

Selanjutnya Urusan Wajib Perpustakaan, diantaranya jumlah koleksi buku yang tersedia di Perpustakaan Umum Daerah Kota Sukabumi, hingga akhir tahun 2009 mencapai 23 ribu 374 judul, dibagi jumlah koleksi buku yang tersedia sebanyak 52 ribu 869 eksemplar, sehingga apabila dipersentasekan mencapai 44,21 persen. Kemudian jumlah kunjungan ke Perpustakaan Umum Daerah Kota Sukabumi, selama tahun 2009 sebanyak 136 ribu 711 kunjungan, dibagi jumlah orang dalam populasi yang harus dilayani sebanyak 281 ribu 30 orang. Dengan demikian, apabila dipersentasekan, Urusan Wajib Perpustakaan di Kota Sukabumi, dalam tahun 2009 mencapai 48,65 persen.

 
Senin, 10 Mei 2010
ANAK TK BELUM SAATNYA DIAJARI KEMAMPUAN CALISTUNG
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Anak TK belum saatnya diajari kemampuan Membaca, Menulis dan Menghitung atau Calistung. Sebab seperti yang dijelaskan Koordinator Lomba Kreatifitas Anak RA se Kota Sukabumi, Siti Hayati baru-baru ini, bahwa usia anak TK itu merupakan usia anak untuk bermain. Dikatakannya, yang perlu dan sangat penting diajarkan kepada anak TK, yakni motorik kasar, seperti keseimbangan, sebagai bekal untuk konsentrasi pada saat melompat, meloncat dan sejenisnya.

Namun demikian, untuk motorik halus pun perlu diberikan kepada anak TK, seperti cara memegang pensil, menggaris, menggunting, menggambar, mewarnai dan sejenisnya, termasuk diberi pengenalan huruf dan angka. Namun bukan harus dijadikan target pembelajaran di TK. Maksud dan tujuannya, hanya untuk membantu mereka pada saat masuk SD.

Ditandaskannya, kenapa anak-anak TK saat ini diajari Calistung, karena hal tersebut merupakan tuntutan dari orang tua anak. Sebab saat ini banyak orang tua anak TK yang menghendaki, agar anak-anaknya diajari Calistung, tidak hanya sebatas menggambar, mewarnai, menggaris, dan menggunting saja.

Ditandaskan pula, tuntutan para orang tua anak TK tersebut, akibat tidak paham akan usia anak TK, yakni usia anak untuk bermain. Untuk itu, pembelajaran yang harus dikembangkan di TK, yakni motorik kasar dan halus, seperti keseimbangan pada saat melompat dan meloncat, memegang pensil, menggaris, menggunting, menggambar, mewarnai dan sejenisnya, bukan kemampuan Calistung.

Sementara salah seorang Pemerhati Pendidikan Anak Kota Sukabumi, Edah Jubaedah menjelaskan, sebenarnya mengajarkan Calistung di TK tidak dilarang. Namun hanya sebatas pengenalan saja, bukan dengan cara dipaksa apalagi membuat anak kesulitan. Karena mengajarkan Calistung kepada anak TK banyak cara, seperti melalui lagu dan permainan. Sebab dengan cara itupun, kemampuan anak akan berkembang dengan baik, serta tidak akan membuat anak stress. Namun kendati demikian, pada saat ini ada beberapa TK yang sengaja memfokuskan belajar Calistung, dengan alasan lebih diminati dan dimintai oleh orang tua anak.

 
Jumat, 7 Mei 2010
MIGRASI PENDUDUK KE LUAR KOTA SUKBUMI TERUS MEMPERLIHATKAN KECENDERUNGAN PENURUNAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Migrasi penduduk ke luar Kota Sukabumi, terus memperlihatkan kecenderungan penurunan, dibandingkan 10 tahun yang lalu. Bahkan menurut Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., justeru migrasi ke dalam Kota Sukabumi yang akan terus mengalami penambahan. Dijelaskannya, kecenderungan terjadinya penambahan migrasi penduduk ke dalam Kota Sukabumi tersebut, diakibatkan beberapa hal. Antara lain dengan adanya peningkatan sarana dan prasarana pendidikan, yang dalam setiap tahunnya mengalami perkembangan secara pesat dan signifikan. Dengan demikian, warga masyarakat khususnya para pelajar yang biasanya melanjutkan kuliah ke luar Kota Sukabumi, sekarang tidak lagi dilakukan, karena di Kota Sukabumi pun sudah banyak Perguruan Tinggi.

Selain itu, berbagai fasilitas pun, dalam setiap tahunnya senantiasa dibangun, khususnya fasilitas yang dapat memberikan ruang gerak kepada warga masyarakat, yang ingin membuka dan mengembangan berbagai jenis usaha di Kota Sukabumi. Dikatakannya, perputaran ekonomi di Kota Sukabumi cukup menggairahkan, karena didukung oleh berbagai dunia usaha dan perdagangan yang cukup menjanjikan. Hal tersebut, menurut Wakil Walikota Sukabumi, didukung oleh Visi Pembangunan Kota Sukabumi Tahun 2005-2025, yakni Terwujudnya Kota Sukabumi Sebagai Pusat Pelayanan Berkualitas Bidang Pendidikan, Kesehatan dan Perdagangan di Jawa Barat, Berlandaskan Iman dan Taqwa; serta Visi Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi Tahun 2008-2013, yakni Dengan iman dan taqwa mewujudkan pemerintahan yang amanah berparadigma surgawi, menuju Kota Sukabumi yang cerdas, sehat dan sejahtera, baik lahir maupun batin, dilandasi nilai-nilai fhilosofis, Shidiq, Tabligh, Amanah, Fathonah.

Diharapkannya, dengan visi tersebut, pada akhir tahun 2013 dapat tercapai kondisi Kota Sukabumi yang cerdas, yakni semakin meningkatnya taraf pendidikan masyarakat, sehingga dapat menuntaskan wajib belajar 12 tahun, dengan biaya sekolah yang terjangkau, didukung oleh kualitas manajemen pendidikan dan kualitas tenaga pengajar yang professional, serta tumbuh dan berkembangnya minat baca di berbagai lapisan masyarakat. Selanjutnya Kota Sukabumi sehat, yakni meningkatnya derajat kesehatan masyarakat, sehingga memiliki kemampuan untuk meningkatkan produktifitasnya, sekaligus berpartisipasi penuh dalam proses mencari penghasilan dan kehidupan yang layak. Kemudian Kota Sukabumi sejahtera, yakni semakin meningkatnya kualitas kehidupan ber-agama, serta semakin dijunjungnya nilai-nilai religius dalam sendi-sendi kehidupan masyarakat, dan meningkatnya toleransi kehidupan ber-agama dalam masyarakat, yang dibarengi dengan pertumbuhan ekonomi yang semakin meningkat, serta perluasan lapangan kerja dan daya beli masyarakat, sehingga masyarakat Kota Sukabumi mampu memenuhi kebutuhan sandang, pangan, papan, pendidikan, kesehatan dan kebutuhan dasar lainnya.

 
Kamis, 6 Mei 2010
TK NEGERI PEMBINA LEMBURSITU MENGGELAR BERBAGAI PERLOMBAAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

TK Negeri Pembina Lembursitu Kecamatan Lembursitu Kota Sukabumi, hari Kamis, 6 April 2010, menggelar berbagai perlombaan. Diantaranya Lomba Berbagi Ceritera Unik, Baca Puisi, Paduan Suara, Busana Tradisional, dan K-3. Lomba yang melibatkan dewan juri dari Puskesmas Cikundul dan Pengawas TK-SD ini, diikuti oleh 107 siswa TK, yang terbagi dalam 4 kelompok, yakni Kelompok A, B-1, B-2 dan B-3. Adapun tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut, yakni Melalui Hari Kartini dan Hardiknas Tahun 2010, Kita Tanamkan Semangat Memperoleh Pendidikan.

Adapun maksud dan tujuan dilaksanakannya kegiatan tersebut, seperti dikatakan Kepala TK Lembursitu Kecamatan Lembursitu Kota Sukabumi, Neneh Suryaman, S.Ag., dalam rangka memeriahkan Hari Kartini dan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2010, sekaligus sebagai salah satu upaya menggali, menyalurkan dan mengembangkan potensi para siswa, sesuai dengan minat dan bakat yang dimiliki oleh masing-masing siswa. Selain itu, juga untuk menunjang kelancaran dan keberhasilan Pembelajaran Pakem, yakni pembelajaran yang efektif, kreatif, inovatif dan menyenangkan.

Menyinggung keunggulan yang dimiliki, menurut Kepala TK Lembursitu, yakni sebagai TK Percontohan Berstandar Nasional, dengan model dan proses Kegiatan Belajar Mengajar, yang didukung oleh sarana dan prasarana, serta fasilitas pendidikan yang memadai. Dengan demikian, TK tersebut sering dikunjungi dan dijadikan tempat studi banding, oleh TK-TK lainnya dari berbagai wilayah di Indonesia.

Ditandaskannya, Kepala beserta 12 orang Guru yang ada di TK tersebut, senantiasa ber-upaya optimal menanamkan dan meningkatkan semangat belajar para siswa, seperti halnya semangat Raden Ajeng Kartini dan Ki Hajar Dewantara, karena masa depan bangsa ada di pundak anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. Disamping itu, juga untuk menunjang pencapaian Visi Pembangunan Kota Sukabumi Tahun 2005-2025, yakni Terwujudnya Kota Sukabumi Sebagai Pusat Pelayanan Berkualitas Bidang Pendidikan, Kesehatan dan Perdagangan di Jawa Barat, Berlandaskan Iman dan Taqwa; serta Visi Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi Tahun 2008-2013, yakni Dengan iman dan taqwa mewujudkan pemerintahan yang amanah berparadigma surgawi, menuju Kota Sukabumi yang cerdas, sehat dan sejahtera, baik lahir maupun batin, dilandasi nilai-nilai fhilosofis, Shidiq, Tabligh, Amanah, Fathonah.

 
Selasa, 4 Mei 2010
PEMERINTAH KOTA SUKABUMI MENEMPATKAN PEMBANGUNAN BIDANG PENDIDIKAN SEBAGAI SALAH SATU SKALA PRIORITAS
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Selaras dengan Visi Pembangunan Kota Sukabumi Tahun 2005-2025, yakni Terwujudnya Kota Sukabumi Sebagai Pusat Pelayanan Berkualitas Bidang Pendidikan, Kesehatan dan Perdagangan di Jawa Barat, Berlandaskan Iman dan Taqwa, maka Pemerintah Kota Sukabumi, menempatkan pembangunan bidang pendidikan, sebagai salah satu skala prioritas. Hal tersebut ditunjukan, selain dengan serangkaian kebijakan yang berpihak, juga ditunjukan dengan anggaran pendidikan.

Demikian disampaikan Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., saat memberi sambutan pada upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardinas) Tingkat Kota Sukabumi Tahun 2010, hari Minggu baru-baru ini, di Lapangan Sutadi Ronodipuro Secapa Polri Sukabumi.

Dikatakannya, dalam melaksanakan amanat amandemen ke-IV Undang-Undang Dasar 1945 Tahun 2000, dimana bangsa Indonesia telah bersepakat untuk memprioritaskan 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk pendidikan. Berkaitan dengan hal tersebut, sebagai ilustrasi, anggaran bidang pendidikan di Kota Sukabumi untuk tahun 2009, termasuk Dana Alokasi Khusus (DAK), telah mencapai 27,3 persen dari APBD. Bahkan apabila dengan memperhitungkan anggaran pendidikan pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain, termasuk dana hibah lainnya, maka anggaran pendidikan di Kota Sukabumi hampir mencapai 30 persen.

Walikota Sukabumi menandaskan, besarnya prosentase anggaran pendidikan di Kota Sukabumi dalam beberapa tahun ter-akhir ini, secara nyata telah berdampak pada beberapa aspek, seperti semakin membaiknya sarana dan prasarana gedung sekolah, terkuranginya angka siswa drop out, serta adanya peningkatan kesejahteraan pendidik dan tenaga kependidikan. Hal tersebut harus diakui, bahwa secara kuantitatif, peningkatan anggaran pendidikan secara signifikan telah mampu meningkatkan Angka Rata-rata Lama Sekolah dan Angka Melek Huruf, sebegai komposit penentu Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Namun demikian, menurut Walikota Sukabumi harus diakui, bahwa peningkatan prosentase anggaran pendidikan tersebut, belum dapat memuaskan harapan seluruh warga masyarakat Kota Sukabumi.

 
Senin, 3 Mei 2010
UPAYA YANG DILAKUKAN PEMERINTAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Upaya yang dilakukan pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan, baik dalam penyempurnaan berbagai regulasi maupun dalam peningkatan anggaran, mengandung sebuah konsekuensi. Karena publik menuntut adanya nilai tambah, dan akuntabilitas dari para pihak pemangku pendidikan. Demikian disampaikan Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., saat memberi sambutan pada upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tingkat Kota Sukabumi Tahun 2010, hari Minggu, 2 Mei 2010, bertempat di Lapangan Sutadi Ronodipuro Secapa Polri Sukabumi.

Dikatakannya, setiap memperingati Hardiknas, ingatan tentu terju sekaligus mengenang jasa dan kepeloporan seorang tokoh pembangunan pendidikan, yakni Ki Hajar Dewantara, sebagai pelopor pembangunan pendidikan di tingkat nasional, yang dalam perjalanan hidupnya sangat gigih berjuang, untuk memajukan pendidikan.

Dikatakan pula, dalam memperingati Hardiknas tahun ini, semua pihak tentunya diingatkan untuk memahami benar spririt dari Visi Pendidikan Nasional, yakni Terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa, untuk memberdayakan seluruh warga Negara Indonesia, supaya bisa berkembang menjadi manusia yang berkualitas. Dengan demikian, seluruh warga Negara Indonesia, mampu dan pro-aktif menjawab tantangan jaman yang senantiasa berubah.

Menyadari bahwa pendidikan memiliki peranan yang sangat penting dan strategis dalam pembangunan bangsa, maka pemerintah terus bertekad dan ber-upaya optimal memberikan perhatian yang besar terhadap pembangunan pendidikan. Ditandaskannya, melalui proses pembangunan pendidikan, semua pihak hendak membangun manusia Indonesia se-utuhnya, menjadi subyek yang bermutu. Atas dasar tersebut, langkah ke depan dalam bidang pembangunan pendidikan menjadi bagian yang sangat penting, karena menentukan perkembangan pendidikan di Tanah Air.

Walikota Sukabumi menjelaskan, yang harus dipahami oleh semua pihak, bahwa pendidikan yang sejatinya memberikan tuntutan menyeluruh, serta meng-inspirasi dan membimbing, agar kelak generasi muda menjadi pribadi yang cerdas, kreatif, ber-etika dan ber-estetika. Dikatakannya, untuk mewujudkan hal tersebut, bukan merupakan tugas dan tanggung jawab sekolah semata, akan tetapi tanggung jawab bersama, yakni pemerintah, swasta dan masyarakat, termasuk keluarga.

 
Senin, 3 Mei 2010
UPACARA PERINGATAN HARDIKNAS TINGKAT KOTA SUKABUMI TAHUN 2010 DIPUSATKAN DI LAPANGAN SUTADI RONODIPURO
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tingkat Kota Sukabumi Tahun 2010, dipusatkan di Lapangan Sutadi Ronodipuro Secapa Polri Sukabumi, hari Minggu, 2 Mei 2010. Bertindak selaku Inspektur Upacara, Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., Perwira Upacara, Kompol Drs. Siskamto, M.M., serta Komandan Upacara, AKP Sudiono, S.H.

Selanjutnya Pengibar Bendera Merah Putih, Purna Paskibraka Kota Sukabumi, Pembaca Teks Pancasila, Inspektur Upacara, Pembaca Teks Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, dari unsur Korpri Kota Sukabumi, Korsik, Pemda Kota Sukabumi, dan Paduan Suara, Merah Putih Dinas Pendidikan Kota Sukabumi.

Sedangkan peserta upacara, terdiri dari Perwira Secapa Polri Sukabumi, Yonif 310 Kidang Kancana, Yon Armed 13 Kostrad, Kodim 0607 Sukabumi, Polres Kota Sukabumi, Korpri, PGRI, HIMPAUDI, OKP, KNPI, Mahasiswa, Pelajar SMA, SMK, MA, SMP, MTs, PMR dan Pramuka.

Upacara Peringatan Hardiknas Tingkat Kota Sukabumi tersebut, diisi Launching Muatan Lokal (Mulok) Pencak Silat dan Web Site Dinas Pendidikan Kota Sukabumi. Selain itu, juga diisi penyerahan SK Kenaikan Pangkat, penghargaan dan trophy kepada sejumlah guru, siswa dan sekolah berprestasi, serta bantuan pendidikan sebesar 156 juta 250 ribu rupiah. Antara lain, kepada 11 Perguruan Tinggi S-1 sebesar 55 juta rupiah, masing-masing sebesar 5 juta rupiah, kepada 7 Akademi atau Diploma sebesar 17 juta 500 ribu rupiah, masing-masing 2 juta 500 ribu rupiah, kepada 12 LPK atau Kursus sebesar 30 juta rupiah, masing-masing sebesar 2 juta 500 ribu rupiah, kepada 26 SMA dan SMK Swasta sebesar 32 juta 500 ribu rupiah, masing-masing sebesar 1 juta 250 ribu rupiah, dan kepada 17 SMP Swasta sebesar 21 juta 250 ribu rupiah, masing-masing 1 juta 250 ribu rupiah.

Kemudian atraksi Pencak Silat masal, yang diikuti oleh 6 ribu siswa SD, MI, SMP, MTs, SMA, SMK dan MA, serta unsur pendidik dan pelatih, menampilkan pencak silat Wiraga Masa, jurus Katagori Tunggal, Ganda dan Regu, dilanjutkan atraksi mematahkan benda keras, menarik mobil dengan se-utas benang menggunakan gigi, dan atraksi Debus.

Usai Upacara di Lapangan Sutadi Ronodipuro Secapa Polri Sukabumi, Walikota Sukabumi beserta unsur Muspida dan rombongan, menuju Gelanggang Olah Raga (GOR) Remaja Merdeka Kota Sukabumi, menyaksikan pelaksanaan Pasanggiri Rampak Sekar, yang diikuti oleh 8 grup, yakni 7 grup utusan dari 7 UPTD TK-SD se Kota Sukabumi, dan 1 grup SMA yang diwakili oleh SMA Negeri 1 Kota Sukabumi.

 
Kamis, 29 April 2010
WAKIL WALIKOTA SUKABUMI MINTA KEPADA SELURUH SEKOLAH AGAR TINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Wakil Walikota Sukabumi, Doktor H. Mulyono, M.M., meminta kepada seluruh sekolah di Kota Sukabumi, agar senantiasa ber-upaya optimal meningkatkan kualitas pendidikan. Hal tersebut, guna meningkatkan kualitas dan kuantitas lulusan, supaya mampu bersaing dalam berbagai bidang, khususnya dalam era globalisasi saat ini, yang penuh tantangan dan persaingan.

Selain itu, juga untuk menunjang pencapaian Visi Pembangunan Kota Sukabumi Tahun 2005-2025, yakni Terwujudnya Kota Sukabumi Sebagai Pusat Pelayanan Berkualitas Bidang Pendidikan, Kesehatan dan Perdagangan di Jawa Barat, Berlandaskan Iman dan Taqwa; serta Visi Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi Tahun 2008-2013, yakni Dengan iman dan taqwa mewujudkan pemerintahan yang amanah berparadigma surgawi, menuju Kota Sukabumi yang cerdas, sehat dan sejahtera, baik lahir maupun batin, dilandasi nilai-nilai fhilosofis Shidiq, Tabligh, Amanah, Fathonah. Permintaan Wakil Walikota Sukabumi tersebut, disampaikan saat memberi sambutan pada acara perpisahan siswa kelas XII angkatan ke-6 SMA Negeri 5 Kota Sukabumi, hari Selasa, 27 April 2010, di Gelanggang Olah Raga (GOR) Remaja Merdeka Kota Sukabumi.

Pada bagian lain sambutannya, Wakil Walikota Sukabumi mengucapkan selamat kepada seluruh jajaran civitas akademika SMA Negeri 5 Kota Sukabumi, atas prestasi yang telah diraih, khususnya dalam kelulusan siswa kelas XII, yang hampir mencapai 100 persen. Diharapkannya, prestasi tersebut agar senantiasa ditingkatkan, guna membawa harum nama sekolah dan Kota Sukabumi. Sedangkan kepada seluruh lulusan SMA Negeri 5 Kota Sukabumi, Wakil Walikota Sukabumi meminta, agar mempersiapkan dan menata diri, khususnya dalam menghadapi masa depan.

Sementara Kepala SMA Negeri 5 Kota Sukabumi, H. Mochamad Effendi, S.Pd., M.Si., dalam sambutannya menjelaskan, acara perpisahan siswa kelas XII angkatan ke-6 SMA Negeri 5 Kota Sukabumi ini, mengambil tema Be A Star. Dikatakannya, tema yang diambil tersebut, sesuai dengan salah satu misi SMA Negeri 5 Kota Sukabumi, yakni ilmu, iman dan amal, dengan harapan, agar pada masa yang akan dating, para siswa dapat menjadi bintang dalam berbagai bidang kehidupan.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala SMA Negeri 5 Kota Sukabumi, secara simbolis menyerahkan ijazah kelulusan, kepada Buldan Ilham M., yang meraih nilai Ujian Nasional (UN) terbaik, yakni 54,30. Hadir pada acara tersebut, Ketua DPRD Kota Sukabumi, Aep Saepurahman, S.E., Kepala Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, Sanusi Hardjadiredja, S.Pd., para orang tua dan wali murid siswa kelas XII, insan pers dan undangan lainnya.

 
Selasa, 20 April 2010
DINAS PERHUBUNGAN KOTA SUKABUMI TINGKATKAN PELAYANAN PRIMA KEPADA MASYARAKAT
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, senantiasa ber-upaya optimal meningkatkan pelayanan prima kepada masyarakat, khususnya kepada para pengguna jalan. Seperti dijelaskan Kepala Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, Drs. Andri Setiawan, M.M., upaya tersebut ditempuh melalui berbagai cara, diantaranya dengan mengganti rambu-rambu dan traffic light atau lampu penerangan lalu-lintas, di beberapa perempatan dan pertigaan jalan, khususnya yang termasuk katagori jalur sibuk atau padat kendaraan, baik roda dua maupun roda empat. Adapun traffic light yang sudah diganti oleh pihak Dinas Perhubungan Kota Sukabumi belum lama ini, yakni traffic light di perempatan Degung dan pertigaan NBS.

Dikatakannya, traffic light yang sudah dipasang di perempatan dan pertigaan jalan tersebut, tidak menggunakan energi listrik, akan tetapi mengunakan sumber energi matahari atau tenaga surya. Dikatakan pula, traffic light yang sudah dipasang tersebut, yakni bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, yang sebelumnya diusulkan oleh pihak Dinas Perhubungan Kota Sukabumi.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Sukabumi menandaskan, dilaksanakannya penggantian traffic light di perempatan dan pertigaan jalan tersebut, karena kondisinya sudah tidak layak lagi, sehingga perlu diganti dengan traffic light yang baru. Ditandaskan pula, kendati traffic light yang dipasang di perempatan dan pertigaan jalan tersebut menggunakan sumber energi matahari atau tenaga surya, namun kualitasnya tidak kalah oleh traffic light yang menggunakan sumber energi listrik.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Sukabumi juga menandaskan, selain di perempatan Degung dan pertigaan NBS, pihaknya juga akan mengganti traffic light di beberapa perempatan dan pertigaan jalan lainnya di Kota Sukabumi. Diantaranya di perempatan jalan Nanggeleng serta perempatan dan pertigaan jalan lainnya, khususnya yang termasuk dalam katagori jalur sibuk atau padat kendaraan.

Diharapkannya, dengan dilaksanakannya penggantian sejumlah traffic light oleh traffic light tenaga surya di beberapa perempatan dan pertigaan jalan tersebut, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat menghemat pemakaian energi listrik, khususnya untuk traffic light atau lampu penerangan lalu-lintas di Kota Sukabumi.

 
Kamis, 15 April 2010
RATUSAN GURU TK NEGERI DAN SWASTA IKUT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Ratusan Guru TK Negeri dan Swasta, khususnya yang tergabung dalam Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Kota Sukabumi, mengikuti Pendidikan dan Pelatihan. Diklat yang berlangsung hari Senin, 12 April 2010, di Aula Wisma Anugerah Kota Sukabumi tersebut, dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, Sanusi Harjadireja, S.Pd.

Adapun maksud dan tujuan dilaksanakannya Diklat tersebut, sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas Guru TK, supaya menjadi tenaga pendidik yang handal dan professional. Adapun yang hadir dalam Diklat tersebut, diantaranya Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, Drs. Ayep Supriatna, para nara sumber, dan undangan lainnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, dalam sambutannya mengharapkan, dengan dilaksanakannya Diklat tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas pelayanan pendidikan, serta profesionalisme Guru TK. Diharapkan pula, seluruh Guru TK yang tergabung dalam IGTKI Kota Sukabumi, dapat memberikan pembelajaran yang berkualitas, sekaligus mampu menggali potensi dan kreativitas. sesuai dengan bakat, minat, karakter, dan kemampuan anak TK. Selain itu juga diharapkan, IGTKI Kota Sukabumi, ke depan dapat meningkatkan kualitas manajemen dan pelayanan kepada masyarakat, sekaligus menaati berbagai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku, khususnya tentang pendidikan.

Sementara Ketua IGTKI Kota Sukabumi, Nina Herlina mengharapkan, melalui Diklat ini dapat menciptakan tenaga pendidik TK yang handal dan profesional. Adapun materi yang diberikan dalam Diklat tersebut, diantaranya Tentang Budaya Organisasi, Cara Menyusun Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD-ART), serta sejumlah materi lainnya. Dikatakannya, dari 336 orang Guru TK Negeri dan Swasta yang tergabung dalam IGTKI Kota Sukabumi, sebanyak 32 orang sudah mendapat Sertifikasi, tepatnya sejak Tahun 2008 yang lalu. Dari ke-32 orang tersebut, sebanyak 4 orang Guru TK Non PNS. Diharapkannya, ke-32 orang Guru TK yang sudah mendapat Sertifikasi tersebut, dapat meningkatkan kualitas, khususnya dalam memberikan pendidikan yang baik terhadap seluruh anak didiknya. Dikatakan pula, selain melaksanakan Diklat, IGTKI Kota Sukabumi juga akan melaksanakan Konferensi, tepatnya pada bulan Juni 2010 mendatang, guna memilih Kepengurusan IGTKI Kota Sukabumi, periode tahun 2010-2015.

 
Selasa, 6 April 2010
PIHAK INSTANSI TERKAIT AGAR BUKA PELUANG BAGI MASYARAKAT UNTUK DAPATKAN PELATIHAN KETERAMPILAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Seluruh pihak instansi terkait, agar lebih membuka peluang sekaligus meningkatkan kesempatan bagi masyarakat, untuk mendapatkan berbagai pelatihan keterampilan, khususnya yang mengarah pada peningkatan kecerdasan emosional, intelektual, dan spiritual, disamping keterampilan teknik, yang dapat membuka lapangan usaha dan kesempatan kerja. Adapun maksud dan tujuannya, seperti dikatakan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kota Sukabumi, H. Kiking Sutardi, untuk meningkatkan dan mengembangkan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) Kota Sukabumi, yang ber-akhlak mulia, bermoral, ber-etika, dan berbudaya, serta mampu berdaya saing tinggi, khususnya dalam penerapan Ilmu dan Teknologi (Iptek).

Sedangkan dalam bidang kesehatan, menurut Ketua DPD Asosiasi LPM Kota Sukabumi, masyarakat menyambut baik atas upaya yang dilakukan pihak instansi terkait, khususnya dalam peningkatan pelayanan di bidang kesehatan. Namun demikian, masyarakat berharap kepada pihak instansi terkait, agar informasi tentang kesehatan, pembiayaan kesehatan, dan pelayanan kesehatan, dapat lebih dioptimalkan lagi, supaya masyarakat dapat mengikuti irama dan kebijakan di bidang kesehatan, yang digulirkan oleh pemerintah. Selanjutnya dalam bidang perdagangan dan pelayanan jasa, masyarakat berharap, agar pihak instansi terkait terus ber-upaya secara optimal menumbuhkan kekuatan ekonomi rakyat, sekaligus memfasilitasi kemitraan, ditunjang dengan regulasi yang kondusif, khususnya bagi usaha kecil, menengah, dan besar, termasuk kemudahan dalam memper-oleh bantuan modal usaha, melalui kredit lunak perbankan, atau lembaga keuangan lainnya.

Menyinggung Bulan Bhakti Gotong Royong yang digulirkan oleh pemerintah, khususnya dalam mendorong partisipasi masyarakat di berbagai bidang pembangunan melalui kemitraan, kebersamaan, dan pemberdayaan, masyarakat berharap, agar momentum rutinitas tahunan tersebut, bentuk kegiatannya bisa dimasukan dalam agenda Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Dengan demikian, Tim Pendamping yang terdiri dari instansi terkait, LPM, LSM, dan Tokoh Masyarakat, dapat memilih sekaligus menentukan jenis kegiatan gotong royong yang akan dilaksanakan dengan jelas dan terencana.

Selain itu, masyarakat juga berharap, agar momen peringatan Hari Jadi Ke-96 Kota Sukabumi, dapat membangkitkan semangat juang dan motivasi yang tinggi, sehingga pihak pemerintah dan warga masyarakat, dapat bersama-sama menjadikan Kota Sukabumi, sebagai sebuah kota yang maju dan berkembang pesat, serta mampu sejajar dengan kota-kota lainnya di Indonesia, bahkan dengan kota-kota lainnya yang ada di berbagai belahan dunia.

 
Senin, 29 Maret 2010
SEBANYAK 25 SISWA TK ISLAM MITRA NUSANTARA BERKUNJUNG KE RSPD FM KOTA SUKABUMI
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Sebanyak 25 siswa TK Islam Mitra Nusantara Kelurahan Karamat Kecamatan Gunungpuyuh Kota Sukabumi, hari Sabtu pagi, 27 Maret 2010, berkunjung ke RSPD FM Kota Sukabumi. Adapun maksud dan tujuannya, seperti dikatakan Kepala TK Islam Mitra Nusantara Kota Sukabumi, Iis Supriatin, S.Pd., dalam rangka memperkenalkan serta memberi pengetahuan dan wawasan kepada para siswa, tentang cara-cara, teknik, metode, sarana dan prasarana, serta alat komunikasi penyiaran di RSPD FM Kota Sukabumi.

Menyinggung pendirian TK Islam Mitra Nusantara Kota Sukabumi, menurut Kepala TK Islam tersebut, baru berjalan 5 tahun, terhitung sejak tanggal 14 April 2005. Namun demikian, kendati baru berjalan 5 tahun, tapi TK Islam tersebut telah berhasil meraih sejumlah prerstasi yang cukup membanggakan semua pihak, khususnya pihak TK, para siswa dan orang tua. Antara lain, juara satu Siswa Berprestasi Tingkat Kecamatan Gunungpuyuh, juara satu dan dua Senam Tingkat Kota Sukabumi, serta juara satu, dua dan tiga Mewarnai Tingkat Kota Sukabumi. Yang lebih membanggakan semua pihak, yakni TK Islam tersebut telah meraih Nilai Akreditasi TK A, dengan nilai 94,8. Ditandaskannya, sejumlah prestasi yang berhasil diraih TK Islam tersebut, berkat kebersamaan dan kekompakan dari seluruh komponen TK, serta kelengkapan sarana dan prasarana, termasuk kelengkapan administrasi, baik umum maupun kelas.

Sedangkan visi TK Islam Mitra Nusantara Kota Sukabumi, yakni Ber-iman, Ber-ilmu, Cerdas, Sehat, Ceria, dan Ber-akhlak Mahmudah. Dengan misi, Menanamkan rasa ketaqwaan kepada Allah Taalla sejak dini; Menumbuhkan dan mengembangkan kreativitas, imajinasi apresiatif, serta bersosialisasi dengan sesama teman. Selanjutnya Membentuk sikap mandiri dan menanamkan cara hidup bersih dan sehat; Menjadikan TK sebagai tempat belajar dan bermain; Menanamkan Cinta Tanah Air; Membiasakan berperilaku agamis; dan Memberikan suri tauladan dari warga TK.

Untuk mewujudkan visi dan misi tersebut, TK Islam Mitra Nusantara Kota Sukabumi, didukung oleh sejumlah tenaga pengajar yang profesional, sesuai dengan bidang masing-masing. Antara 1 orang Kepala TK, 4 orang Guru Kelompok, yang terdiri dari 2 orang Guru Laki-Laki dan 2 orang Guru Perempuan, 1 orang tenaga Tata Usaha, dan 1 orang Penjaga TK. Selain itu, juga didukung oleh fasilitas atau sarana dan prasarana yang memadai, diantaranya Ruangan Belajar, Perpustakaan, Tempat Bermain, Mushola, Komputer, dan Alat Musik, seperti Angklung, Keyboard dan Drum Band.

Sedangkan lingkup perkembangan yang dilakukan di TK Islam Mitra Nusantara Kota Sukabumi, diantaranya membiasakan sikap perilaku yang islami, dan 5 kemampuan pengembangan dasar, yang terdiri dari Pendidikan Agama Islam, Bahasa Indonesia, Fisik dan Motorik, Sosial emosional, Kognitif, dan Bahasa Sunda. Sementara kegiatan Muatan Lokal atau Mulok dan Ekstrakurikuler yang dikembangkan di TK Islam Mitra Nusantara Kota Sukabumi, yakni Mengaji Iqro, Membaca, Bermain Musik, Bahasa Inggeris dan Arab, PSA, Prasiaga, Berenang, dan Mewarnai.

 
Senin, 29 Maret 2010
BUPATI DAN WALIKOTA AGAR MENJAGA DAN MELANJUTKAN HASIL PEMBANGUNAN YANG DINILAI BAIK
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, menghimbau Bupati dan Walikota beserta jajarannya dan seluruh elemen masyarakat, agar senantiasa menjaga dan melanjutkan hasil pembangunan yang dinilai baik. Maksud dan tujuannya, guna menjaga kesinambungan pembangunan, yang merupakan tugas bersama seluruh pemangku kepentingan. Selain itu, Bupati dan Walikota beserta jajarannya, agar senantiasa melakukan perbaikan dan terobosan dalam berbagai hal yang dianggap belum optimal, khususnya dalam mencapai visi dan misi Provinsi jawa Barat.

Himbauan Gubernur Jawa Barat tersebut, disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jaawa Barat, Profesor Doktor Deni Juanda, saat memberi sambutan pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kota Sukabumi, di Gedung Juang 45, hari Rabu, 24 Maret 2010.

Dikatakannya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, sebagai bagian integral dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dalam mengupayakan visi dan misi, senantiasa memperhatikan program Pemerintah Pusat. Antara lain, Rencana Kerja Pemerintah Pusat (RKP) Tahun 2011, dengan prioritas Reformasi birokrasi dan Tata Kelola Pemerintahan, Pendidikan, Kesehatan, Penanggulangan Kemiskinan, Ketahanan Pangan, Infrastruktur, Iklim Inventasi dan Iklim Usaha, Energi, Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Bencana, Daerah Tertinggal, Terdepan dan Panca Konflik, serta Kebudayaan, Kreativitas dan Inovasi Teknologi.

Dikatakan pula, Musrenbang ini menjadi momen yang sangat penting, dalam rangka menghasilkan dokumen Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2011, yang merupakan tahap pemantapan dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2008-2013, untuk penyiapan kemandirian masyarakat Jawa Barat. Dikatakan pula, dalam rangka menjaga kesinambungan RKPD Tahun 2011 dan sejalan dengan tahap pemantapan dari RPJMD Tahun 2008-2013, maka tema pembangunan Jawa Barat tahun 2011, yakni Memantapkan sinergi pembangunan yang bermutu dan akuntabel bersama Pemerintah Pusat, Kabupaten, Kota dan mitra, menuju masyarakat Jawa Barat yang mandiri, dinamis dan sejahtera.

Gubernur Jawa Barat menjelaskan, implikasi dari tema pembangunan tersebut, yakni meningkatnya partisipasi dan kepentingan masyarakat serta pemangku kepentingan lainnya, baik Pusat dan Provinsi maupun Kabupaten dan Kota, dalam menetapkan prioritas pembangunan.

 
Rabu, 17 Maret 2010
SEGENAP LAPISAN MASYARAKAT AGAR BERUPAYA OPTIMAL TINGKATKAN KEAMANAN, KETENTERAMAN, DAN KETERTIBAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Lurah Sudajaya Hilir Kecamatan Baros Kota Sukabumi, Endang Suryadi, menghimbau segenap lapisan masyarakat, agar ber-upaya optimal meningkatkan keamanan, ketenteraman, dan ketertiban. Karena terciptanya keamanan, ketenteraman, dan ketertiban yang mantap, merupakan salah satu syarat utama, untuk menjamin kelancaran dan kelangsungan pelaksanaan berbagai bidang pembangunan, pemerintahan dan kemasyarakatan.

Himbauan Lurah Sudajaya Hilir tersebut, disampaikan dalam berbagai kesempatan, baik dalam rapat dan pertemuan, maupun dalam anjang-sana dan silaturahmi dengan masyarakat, termasuk dalam pengajian rutin, Peringatan Hari-hari Besar Islam (PHBI), dan Peringatan Hari-hari Besar Nasional (PHBN), di wilayah Kelurahan Sudajaya Hilir.

Dijelaskannya, untuk meningkatkan keamanan, ketenteraman, dan ketertiban, warga masyarakat dapat bekerja-sama dengan aparat dinas-instansi terkait, diantaranya dengan Seksi Ketenteraman dan Ketertiban (Trantib), Babinsa, Babin Kamtibmas, Perlindungan Masyarakat (Linmas), perangkat RW dan RT, serta Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, dan Pemuda.

Lurah Sudajaya Hilir juga menghimbau segenap lapisan masyarakat, agar senantiasa ber-upaya optimal meningkatkan Gerakan Kebersihan di wilayahnya masing-masing, serta tidak membuang sampah sembarangan, apalagi ke kali dan selokan. Sebab hal tersebut dapat menimbulkan musibah banjir dan tanah longsor, khususnya pada musim hujan, karena arus air kali dan selokan akan terhambat oleh tumpukan sampah.

Selain itu, segenap lapisan masyarakat juga agar secara rutin melaksanakan Program Kali Bersih (Prokasih) dan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), melalui kegiatan 3-M. Yakni Menguras dan Menutup bak penampungan air, serta Membuang atau Mengubur barang-barang bekas yang dapat digunakan tempat bersarang dan bertelur nyamuk Aides Agepty, sebagai penyebab munculnya penyakit DBD.

Maksud dan tujuannya, untuk meningkatkan kebersihan, keindahan dan kesehatan lingkungan, sekaligus meningkatkan derajat kesehatan warga masyarakat, serta untuk meng-antisipasi munculnya berbagai jenis penyakit, khususnya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), yang saat ini semakin menghawatirkan, baik di level nasional maupun di daerah.

 
Senin, 15 Maret 2010
SEGENAP LAPISAN MASYARAKAT AGAR BERUPAYA OPTIMAL TINGKATKAN GERAKAN KEBERSIHAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Lurah Sindangsari Kecamatan Lembursitu Kota Sukabumi, Dadi Supriadi, S.IP., menghimbau segenap lapisan masyarakat, agar senantiasa ber-upaya optimal meningkatkan Gerakan Kebersihan di wilayahnya masing-masing, serta tidak membuang sampah sembarangan, apalagi ke kali dan selokan. Sebab hal tersebut dapat menimbulkan musibah banjir dan tanah longsor, khususnya pada musim hujan, karena arus air kali dan selokan akan terhambat oleh tumpukan sampah.

Selain itu, segenap lapisan masyarakat juga agar secara rutin melaksanakan Program Kali Bersih (Prokasih) dan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), melalui kegiatan 3-M. Yakni Menguras dan Menutup bak penampungan air, serta Membuang atau Mengubur barang-barang bekas yang dapat digunakan tempat bersarang dan bertelur nyamuk Aides Agepty, sebagai penyebab munculnya penyakit DBD.

Maksud dan tujuannya, untuk meningkatkan kebersihan, keindahan dan kesehatan lingkungan, sekaligus meningkatkan derajat kesehatan warga masyarakat, serta untuk meng-antisipasi munculnya berbagai jenis penyakit, khususnya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), yang saat ini semakin menghawatirkan, baik di level nasional maupun di daerah.

Himbauan Lurah Sindangsari tersebut, disampaikan dalam berbagai kesempatan, baik dalam rapat dan pertemuan, maupun dalam anjang-sana dan silaturahmi dengan masyarakat, termasuk dalam pengajian rutin, Peringatan Hari-hari Besar Islam (PHBI), dan Peringatan Hari-hari Besar Nasional (PHBN), di wilayah Kelurahan Sindangsari.

Menyinggung upaya lainnya dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kelurahan Sindangsari, diantaranya ditempuh melalui penyuluhan dan peningkatan pelayanan kepada segenap lapisan masyarakat, mencakup 6 komponen Gerakan Hidup Sehat (GHS), termasuk melaksanakan imunisasi terhadap segenap ibu hamil dan setiap bayi yang lahir, serta Pemberian Makanan Tambahan (PMT), baik di Puskesmas maupun di Pos Yandu RW masing-masing.

Sedangkan upaya dalam meningkatkan pengetahuan, wawasan dan keterampilan aparat kesehatan dan kader Pos Yandu, menurut Lurah Sindangsari, diantaranya ditempuh melalui eskalasi latihan kader Pos Yandu, mini lokakarya dan penyuluhan, bekerja-sama dengan Puskesmas dan Dinas Kesehatan Kota Sukabumi. Disamping itu, juga senantiasa dilakukan himbauan kepada segenap lapisan masyarakat, agar dalam memenuhi kebutuhan air, senantiasa menggunakan dan mengonsumsi air bersih yang memenuhi standar kesehatan, baik air ledeng maupun air sumur gali dan sumur pompa, yang benar-benar steril dari polusi air limbah rumah tangga dan limbah pabrik.

 
Rabu, 3 Maret 2010
WALIKOTA SUKABUMI KEMBALI DINOBATKAN SEBAGAI BAPAK ANAK YATIM
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., kembali dinobatkan sebagai Bapak Anak Yatim, oleh jajaran Pengurus Persatuan Panti Asuhan dan Kaum Dhuafa Kota Sukabumi. Pemberian gelar tersebut, diterima Walikota Sukabumi, usai melantik jajaran Pengurus Persatuan Panti Asuhan dan Kaum Dhuafa Kota Sukabumi, di Gedung Pusat Kajiaan Islam Kota Sukabumi, hari Sabtu, 27 Februari 2010 baru-baru ini, ditandai penyematan Pin Bapak Anak Yatim, oleh salah seorang Pengurus Persatuan Panti Asuhan dan Kaum Dhuafa Kota Sukabumi, Mukhtar Sahid.

Namun seperti dikatakan Walikota Sukabumi, gelar yang diberikan tersebut kurang tepat. Karena gelar tersebut, diperuntukan bagi seluruh umat Islam, yang orang tuanya sudah meninggal. Selain itu, Walikota Sukabumi pun sudah menjadi anak yatim, karena orang tuanya sudah meninggal. Yang lebih tepat dan paling disenangi, menurut Walikota Sukabumi, gelar yang diberikan bagi seorang pemimpin, yakni Bapa Urang Sarerea atau Bapak Semua Orang. Karena bagi seorang pemimpin, harus senantiasa menyayangi dan mencintai semua orang, tanpa membeda-bedakan suku, bangsa, agama, kelompok dan golongan. Sebab tugas dan fungsi serta kewajiban bagi seorang pemimpin, yakni untuk melayani dan membantu semua orang, dalam berbagai bidang.

Namun demikian, Walikota Sukabumi tidak menolak dinobatkan sebagai Bapak Anak Yatim, untuk kedua kalinya oleh Pengurus Persatuan Panti Asuhan dan Kaum Dhuafa Kota Sukabumi. Karena gelar yang sama, sebelumnya telah dinobatkan oleh jajaran Pengurus Yayasan Panti Asuhan Padepokan Pancaroba Kota Sukabumi, beberapa waktu yang lalu.

Walikota Sukabumi mengatakan, pemberian gelar tersebut diterima dengan senang hati. Namun gelar tersebut tidak akan ada artinya, apabila tidak ditindak lanjuti dengan tugas, fungsi dan kewajiban sebagai Bapak Anak Yatim. Berkaitan dengan hal tersebut, Walikota Sukabumi mengajak seluruh warga masyarakat, untuk bersama-sama serta senantiasa menyayangi dan mencintai anak yatim, yang sangat membutuhkan uluran tangan dalam berbagai bidang.

Sebab menurut Walikota Sukabumi, sebagian dari harta yang dimiliki oleh setiap orang, ada hak bagi anak yatim. Ditandaskannya, apabila setiap orang melaksanakan aturan tersebut, seluruh rejeki yang didapat oleh setiap orang akan lebih barokah.

Sementara Ketua Persatuan Panti Asuhan dan Kaum Dhuafa Kota Sukabumi, Rafdi menjelaskan, gelar Bapak Anak Yatim yang diberikan kepada Walikota Sukabumi sangat tepat. Karena sosok dan jiwa sosial Walikota Sukabumi ini sangat tinggi, ter-utama dalam membantu anak-anak yang ditinggalkan oleh orang tuanya. Diharapkannya, sosok dan jiwa sosial yang dilakukan Walikota Sukabumi ini, agar ditiru dan diteladani oleh seluruh warga masyarakat, karena sangat positif dan besar manfaatnya.

 
Rabu, 13 Januari 2010
ANAK TK AL AZIS KOTA SUKABUMI DIAJARI CARA MEMELIHARA BERBAGAI JENIS IKAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Anak TK AL-Azis Kota Sukabumi, diajari cara memelihara berbagai jenis ikan, tepatnya di sebuah kolam yang berlokasi di depan TK tersebut. Adapun jenis ikan yang dipelihara dan dikembangkan oleh anak TK tersebut, diantaranya ikan Patin, Tamakang, ikan Sapu, dan Lele Bule.

Ketua Yayasan Ajjaelaniyah, Aang Jaelani Sholeh menjelaskan, pemberian nama ikan Lele Bule, karena sesuai dengan warna kulit yang dimiliki ikan tersebut. Diungkapkannya, ikan lele tersebut sudah 4 tahun dipelihara, yakni dari semenjak ber-ukuran panjang 40 centi meter dengan bobot 2,5 kilogram, hingga saat ini telah ber-ukuran 60 centi meter dengan bobot 4 kilogram.

Menyinggung pengelolaan pendidikan yang dilakukan di TK AL-Azis Kota Sukabumi, yakni menggunakan sistem Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), sebagai salah satu konsep dan model pengelolaan sekolah, yang memfasilitasi para pelaku pendidikan, untuk secara aktif bersama-sama dan bertanggung-jawab bersama-sama, ter-utama dalam mengembangkan sistem pengelolaan secara otonomi, guna meningkatkan kualitas pendidikan anak, khususnya di TK AL-Azis Kota Sukabumi.

Sedangkan proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang dilaksanakan, dijelaskan Kepala TK AL-Azis Kota Sukabumi, Iis Rohaeni, yakni memadukan kurikulum Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas), dengan kurikulum Muatan Lokal, seperti Pendidikan Keterampilan Berlalu Lintas (PKBL), Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), dan Lingkungan Hidup.

Sementara sistem pembelajaran yang dilaksanakan di TK AL-Azis Kota Sukabumi, yakni pembelajaran terpadu, yang berpusat pada anak, dengan memfasilitasi anak belajar aktif. Karena pada hahekatnya, anak berpotensi aktif dalam perkembangannya. Dengan demikian, pembelajaran di TK tersebut disiapkan lingkungan belajar melalui area yang disediakan, seperti area keagamaan, bahasa, matematika, seni, memasak, dan bermain di luar ruangan, termasuk memelihara ikan.

Disamping itu, setiap anak diberi tambahan pelajaran, seperti pendidikan lingkungan hidup, perilaku hidup sehat, pengenalan bahasa Inggris, olahraga, bahasa Sunda, shalat berjamaah, dan Sabtu Ceria. Selanjutnya anak diajak senam irama bersama, jalan-jalan, berenang, berkebun, dan dokter kecil. Maksud dan tujuannya, untuk menanamkan perilaku hidup sehat kepada setiap anak.

 
Senin, 11 Januari 2010
PEMERINTAH KOTA SUKABUMI SENANTIASA BERUPAYA OPTIMAL TINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota Sukabumi, senantiasa ber-upaya optimal meningkatkan kualitas pendidikan warga masyarakat. Upaya tersebut ditempuh melalui berbagai cara, diantaranya dengan membangunan dan memperbaiki gedung sekolah, melengkapi sarana dan prasarana sekolah, menambah dan meningkatan kualitas tenaga kependidikan, serta melakukan kerja-sama dengan berbagai universitas, baik negeri maupun swasta.

Adapun kerja-sama yang dilakukan Pemerintah Kota Sukabumi dengan universitas baru-baru ini, seperti dijelaskan Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, Drs. Ayep Supriatna, yakni dengan Universitas Indonesia (UI) Jakarta. Sedangkan bentuk kerja-sama dengan universitas tersebut, yakni berupa pelaksanaan seleksi masuk UI, yang lebih dikenal dengan sebutan SIMAK UI.

Dikatakannya, dengan adanya kerja-sama tersebut, Pemerintah Kota Sukabumi telah membantu warga masyarakat khususnya para lulusan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA), yang berniat melanjutkan pendidikan ke universitas tersebut. Karena para lulusan SLTA tersebut, tidak perlu jauh-jauh pergi ke Jakarta hanya untuk mengikuti seleksi masuk UI, tapi cukup mengikuti seleksi di Kota Sukabumi, dengan mengunduh http://penerimaan.ui.ac.id saja. Sedangkan mengenai biaya pendaftaran, para calon peserta seleksi bisa langsung membayar di bank. Sementara masalah tempat seleksi, disediakan oleh Pemerintah Kota Sukabumi.

Dikatakan pula, apabila dipandang dari aspek pendidikan, pelaksanaan seleksi tersebut, selain dapat menghemat biaya, juga dapat memotivasi warga masyarakat khususnya para lulusan SLTA, yang ingin melanjutkan kuliah di UI. Disamping itu, juga dapat dijadikan ajang uji coba profesionalisme bagi para guru di Kota Sukabumi. Karena dengan dilaksanakannya seleksi tersebut, dapat dijadikan barometer keberhasilan para guru, dalam membina anak didik di sekolahnya masing-masing. Diharapkannya, pelaksanaan SIMAK UI di Kota Sukabumi ini dapat berjalan lancar, sesuai dengan harapan semua pihak.

Menyinggung sekolah-sekolah yang akan dijadikan tempat pelaksanaan seleksi tersebut, menurut Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, diantaranya SMP Negeri 1, SMP Negeri 2, SMP Negeri 5, dan SMA Negeri 4. Sedangkan kota-kota yang menjadi Panitia Lokal SIMAK UI tahun ini, yakni Kota Sukabumi, Medan, Ternate, Sorong, dan Denpasar, termasuk Indonesia bagian timur dan Panitia Lokal di KBRI Malaysia.

 
Senin, 14 Desember 2009
PENETAPAN UMK UNTUK TINGKATKAN KESEJAHTERAAN PEKERJA
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Penetapan Upah Minimum Kota (UMK), sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan para pekerja. Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si. menjelaskan, dalam menetapkan UMK ada beberapa referensi yang menyatakan, bahwa negara bertanggung-jawab terhadap kesejahteraan rakyat. Berkaitan dengan hal tersebut, pemerintah dituntut untuk melakukan pemberdayaan atau empowering kepada pihak yang lemah, agar tercipta keseimbangan dan kesetaraan. Selain itu, penetapan UMK harus senantiasa mengacu pada standar internasional, serta harus mampu memenuhi sekurang-kurangnya kebutuhan hidup minimum, atau tahapan pencapaian Kebutuhan Hidup Layak (KHL). Diharapkannya, dengan ditetapkan UMK yang proporsional, dapat meningkatkan daya beli dan mendorong produktivitas kerja, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat.

Berkaitan dengan hal tersebut, serta seiring dengan bergulirnya demokratisasi dan otonomi, sekaligus sebagai implementasi Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah, maka penetapan UMK mulai tahun 2001 dilakukan oleh Gubernur. Adapun mekanisme penetapan UMK tersebut, dilakukan melalui pengumpulan data dan informasi, yang selanjutnya dibahas secara mendalam, serta memperhatikan beberapa faktor dan pertimbangan, termasuk aspirasi Serikat Pekerja dan Pengusaha.

Dijelaskannya, untuk UMK Sukabumi, pada tahun 2010 ditetapkan satu UMK, yakni sebesar 850 ribu rupiah. Untuk itu, melalui sosialisasi UMK yang proporsional tahun 2010, dapat terjalin silaturahmi antara pengusaha dengan para pekerja, serta diharapkan dapat menarik investor ke Kota Sukabumi, yang pada gilirannya dapat menyerap tenaga kerja, sekaligus dapat mengurangi pengangguran, yang pada setiap tahunnya mengalami peningkatan.

Walikota Sukabumi menandaskan, bagi perusahaan di Kota Sukabumi yang telah memberi upah lebih tinggi dari ketentuan UMK Sukabumi tahun 2010, tidak dibenarkan mengurangi atau menurunkan upah kepada para pekerjanya. Selain itu, bagi pimpinan perusahaan atau pengusaha yang mempekerjakan tenaga kerja paling sedikit 10 orang dan membayar upah paling sedikit 1 juta rupiah per bulan, wajib mengikut-sertakan para pekerjanya masuk Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), sesuai dengan upah yang dibayarkan, yakni minimal sebesar UMK yang berlaku. Diharapkannya, penetapan UMK Sukabumi tersebut, dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, disertai rasa tanggung jawab yang tinggi, guna meringankan beban kehidupan para pekerja, sekaligus untuk menjamin kelangsungan perusahaan.

 
Jumat, 11 Desember 2009
DITETAPKANNYA UMK SEBAGAI SALAH SATU UPAYA UNTUK TINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Ditetapkannya Upah Minimum Kota (UMK), sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, juga berfungsi sebagai safety net atau jaring pengaman, agar tidak terjadi penurunan daya beli secara drastis, dalam upaya memenuhi tahapan pencapaian Kebutuhan Hidup Layak (KHL).

Demikian disampaikan Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., saat memberi sambutan pada acara sosialisasi UMK tahun 2009, bagi para pengusaha dan para pekerja di Kota Sukabumi, hari Kamis pagi, 10 Desember 2009, di Aula BBAT Sukabumi.

Dijelaskannya, nuansa dalam tahun 2009 terdapat perbedaan, sekaitan terjadi fenomena dan kondisi masyarakat yang semakin berkembang. Untuk itu, UMK Sukabumi disesuaikan dengan kondisi, kemampuan dan keberadaan perusahaan. Upaya tersebut dilakukan, untuk memotivasi perusahaan, ter-utama perusahaan yang masih memberi upah rendah di bawah UMK kepada para pekerja. Disamping itu, juga untuk mempertahankan perusahaan yang telah memberi upah di atas UMK kepada para pekerja.

Dijelaskan pula, dalam pembahasan UMK Sukabumi Tahun 2010 yang dilakukan oleh Dewan Pengupahan Kota (DEPEKO) Sukabumi, dengan mempertimbangkan kepentingan berbagai pihak serta melihat kenaikan upah dari tahun-tahun sebelumnya, maka UMK Sukabumi tahun 2010 ditetapkan sebesar 850 ribu rupiah, atau mengalami kenaikan sebesar 10,39 persen, dari UMK tahun 2009 sebesar 770 ribu rupiah.

Oleh karenanya, berdasarkan hasil kesepakatan rapat DEPEKO Sukabumi pada tanggal 4 November 2009, bahwa pada tahun 2010, UMK untuk Kota Sukabumi dibuat dengan 1 angka, supaya lebih adil. Selain itu, juga memperhatikan UMK yang berlaku di daerah sekitar Kota Sukabumi, yang hasilnya direkomendasikan Walikota Sukabumi kepada Gubernur Jawa Barat, untuk ditetapkan dengan Keputusan Gubernur.

 
Kamis, 10 Desember 2009
LURAH GUNUNGPUYUH HIMBAU MASYARAKAT AGAR TINGKATKAN GERAKAN KEBERSIHAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Lurah Gunungpuyuh Kecamatan Gunung Puyuh Kota Sukabumi, Dadang Sugandi, S.E., menghimbau segenap lapisan masyarakat, agar senantiasa ber-upaya optimal meningkatkan Gerakan Kebersihan di wilayahnya masing-masing, serta tidak membuang sampah sembarangan, apalagi ke kali atau selokan, karena dapat menimbulkan musibah banjir pada musim hujan.

Ditandaskannya, dari pada dibuang sembarangan, sampah-sampah tersebut lebih baik diolah seperti di wilayah RW 4 Gunungpuyuh, dengan sistem komposing. Dengan demikian, sampah-sampah tersebut dapat dimanfaatkan dan dijual untuk pupuk berbagai jenis tanaman, serta dapat dijadikan sumber penghasilan dan pendapatan.

Selain itu, segenap lapisan masyarakat juga agar senantiasa melaksanakan Program Kali Bersih (Prokasih) dan melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui Gerakan 3-M, yakni Menguras dan Menutup bak penampungan air, serta Mengubur barang-barang bekas yang dapat digunakan tempat bersarang dan bertelur nyamuk.

Maksud dan tujuannya, untuk meningkatkan kebersihan, keindahan dan kesehatan lingkungan, sekaligus meningkatkan derajat kesehatan warga masyarakat, serta untuk meng-antisipasi munculnya berbagai jenis penyakit, khususnya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kelurahan Gunungpuyuh.

Menyinggung upaya lainnya yang dilakukan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kelurahan Gunungpuyuh, diantaranya ditempuh melalui penyuluhan dan peningkatan pelayanan kepada segenap lapisan masyarakat, mencakup 6 komponen Gerakan Hidup Sehat (GHS), termasuk meng-imunisasi segenap ibu hamil dan setiap bayi yang lahir, serta Pemberian Makanan Tambahan (PMT), baik di Puskesmas maupun di Pos Yandu RW masing-masing. Disamping itu, juga senantiasa dilakukan himbauan kepada segenap lapisan masyarakat, agar dalam memenuhi kebutuhan air, senantiasa menggunakan dan mengonsumsi air bersih yang memenuhi standar kesehatan, baik air ledeng maupun air sumur gali dan sumur pompa, yang benar-benar steril dari polusi limbah rumah tangga dan limbah pabrik.

Sedangkan upaya yang dilakukan dalam meningkatkan pengetahuan, wawasan dan keterampilan aparat kesehatan dan kader Pos Yandu, menurut Lurah Gunungpuyuh, diantaranya ditempuh melalui eskalasi latihan kader Pos Yandu, mini lokakarya dan penyuluhan, bekerja-sama dengan Puskesmas dan Dinas Kesehatan Kota Sukabumi.

 
Selasa, 8 Desember 2009
APARAT KELURAHAN SINDANGSARI SENANTIASA BERUPAYA OPTIMAL TINGKATKAN DERAJAT KESEHATAN MASYARAKAT
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Aparat Kelurahan Sindangsari Kecamatan Lembursitu Kota Sukabumi, senantiasa ber-upaya optimal meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Upaya tersebut, seperti dikatakan Lurah Sindangsari, Dadi Supriadi, S.IP., diantaranya ditempuh melalui pelayanan kesehatan, mencakup 6 komponen Gerakan Hidup Sehat (GHS) di setiap Pos Yandu dan Puskesmas, termasuk melakukan pengkajian terhadap kemungkinan adanya kasus Balita Gizi Buruk.

Disamping itu, juga senantiasa dilakukan himbauan kepada segenap lapisan masyarakat, agar dalam menggunakan air untuk memenuhi kebutuhan dan kepentingan keluarga, baik air ledeng maupun air sumur gali dan sumur pompa, harus yang benar-benar bersih dan memenuhi standar kesehatan, serta terhindar dari polusi air dan limbah, baik limbah pabrik maupun limbah rumah tangga.

Upaya lainnya yang dilaksanakan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, yakni senantiasa dilakukan penyuluhan tentang pemberantasan penyakit menular, seperti flu burung, rabies, demam berdarah dan diare, serta Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan kegiatan 3-M, yakni Menutup dan Menguras bak penampungan air, serta Mengubur barang-barang bekas yang dapat digunakan tempat bersarang dan bertelur nyamuk, termasuk melaksanakan gerakan kebersihan dan Program Kali Bersih (Prokasih), bekerja-sama dengan Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan, Puskesmas dan Kader Pos Yandu, serta jajaran pengurus RW dan RT.

Menyinggung upaya dalam meningkatkan pengetahuan, wawasan dan keterampilan Kader Pos Yandu khususnya dalam meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, menurut Lurah Sindangsari, diantaranya ditempuh melalui pendidikan dan pelatihan, serta mini lokakarya, bekerja-sama dengan Puskesmas dan Dinas Kesehatan Kota Sukabumi.

Selain ber-upaya optimal meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, aparat Kelurahan Sindangsari juga senantiasa ber-upaya optimal meningkatkan keamanan, ketenteraman dan ketertiban masyarakat, bekerjasama dengan aparat instansi terkait. Diantaranya dengan Kasi Trantib Kecamatan Lembursitu, Babinsa, dan Babin Kamtibmas, serta dengan jajaran pengurus RW, RT dan Karang Taruna.

 
Senin, 30 November 2009
SHALAT IDUL ADHA TAHUN 1430 HIJRIYAH TINGKAT KOTA SUKABUMI DIPUSATKAN DI LAPANGAN MERDEKA
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Shalat Idul Adha Tahun 1430 Hijriyah Tingkat Kota Sukabumi, dipusatkan di Lapangan Merdeka, Jumat pagi, tanggal 27 November 2009. Adapun yang bertindak sebagai Imam, yakni Imam Besar Masjid Agung Kota Sukabumi, K.H. Gozali, Khotib, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sukabumi, Profesor Doktor K.H. Dedi Ismatulloh Machdi, S.H., M.H., dan Muroqi, Ustadz Machpud Gozali.

Sedangkan Tingkat Kecamatan Cikole, dipusatkan di Masjid Besar Kecamatan Cikole, Assalamah, bertindak sebagai Imam dan Khotib, K.H. Suhanda, serta Muroqi, H. Fajri. Tingkat Kecamatan Citamiang dipusatkan di Masjid Jami Darussalam, bertindak sebagai Imam, Ustadz Muchlis Nawawi, S.Ag., dan Khotib, Ustadz Soma Sumarna. Tingkat Kecamatan Gunungpuyuh dipusatkan di Lapangan Sepak Bola Kecamatan Gunungpuyuh, bertindak sebagai Imam, Ustadz E. Gunawan, Khotib, Ustadz Hidayat Komarudin, S.Ag., dan Muroqi, Ustad Atmaja. Serta Tingkat Kecamatan Warudoyong dipusatkan di Masjid Besar Kecamatan Warudoyong, AL-Faizin, bertindak sebagai Imam, Ludi Djalaludin, S.Ag., dan Khotib, Ustad Djunaedi. Selanjutnya Tingkat Kecamatan Baros dipusatkan di Halaman SDN Baros Kencana CBM, bertindak sebagai Imam, Ustad Kamil, dan Khotib, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Baros. Tingkat Kecamatan Cibeureum dipusatkan di Masjid Besar Kecamatan Cibeureum, AL-Muhajirin, bertindak sebagai Imam, K. Dudun, dan Khotib, K.H. Abdurahman Zahlan. Serta Tingkat Kecamatan Lembursitu dipusatkan di Masjid Besar Kecamatan Lembursitu, AL-Muttaqin, bertindak sebagai Imam, Drs. K.H. Deden Dahlan, dan Khotib, Drs. Ece Jamaludin.

Menyinggung jumlah sementara hewan qurban di Kota Sukabumi, seperti dikatakan Panitia Penyelenggara, Drs. H. Abad Badrudin, seluruhnya mencapai 2 ribu 60 ekor, yakni Sapi 408 ekor, dan Domba 1.652 ekor. Antara lain, di Kecamatan Cikole 466 ekor, Sapi 148 ekor, Domba 318 ekor. Di Kecamatan Citamiang 359 ekor, Sapi 73 ekor, Domba 286 ekor. Di Kecamatan Gunungpuyuh 274 ekor, Sapi 42 ekor, Domba 232 ekor. Serta di Kecamatan Warudoyong 204 ekor, Sapi 40 ekor, Domba 164 ekor. Kemudian di Kecamatan Baros 205 ekor, Sapi 23 ekor, Domba 182 ekor. Di Kecamatan Cibeureum 288 ekor, Sapi 32 ekor, Domba 256 ekor. Di Kecamatan Lembursitu 220 ekor, Sapi 31 ekor, Domba 189 ekor. Serta di Masjid Agung Kota Sukabumi 44 ekor, Sapi 19 ekor, Domba 25 ekor.

 
Senin, 23 November 2009
PELAKSANAAN TESTING CPNS DAERAH TAHUN 2009 DI KOTA SUKABUMI DIPUSATKAN DI 15 SEKOLAH
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pelaksanaan Testing Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Daerah, yang berlangsung pada hari Minggu, 22 November 2009, di Kota Sukabumi dipusatkan di 15 Sekolah. Antara lain, SMA Negeri 4, SMP Negeri 9, SMP Negeri 2, SD Negeri Cikole, SD Negeri Pakujajar CBM, SD Negeri Dewi Sartika CBM, SMP Negeri 5, SMA Negeri 3, SMA Mardi Yuana, SMP, SMA, dan SMK Taman Siswa, SMA Negeri 1, SMP Negeri 1, SD Negeri Suryakencana CBM, SD Islam AL-Azhar, serta SMP, SMA, dan SMK Muhammadiyah.

Berdasarkan hasil pemantauan RSPD FM Kota Sukabumi, Situs Resmi Pemda Kota Sukabumi, dan Majalah Berita Kota di sejumlah lokasi, pelaksanaan testing CPNS tersebut pada umumnya berjalan lancar, aman dan tertib. Demikian pula berkas soal-soal yang diberikan kepada para peserta testing, juga berjalan lancar, aman dan tertib.

Berkas soal-soal testing tersebut, diserahkan oleh pihak Universitas Padjadjaran (UNPAD) Bandung, kepada Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Kota Sukabumi selaku Ketua Panitia Penyelenggara, Drs. Suwarsa, M.Si., pada hari Sabtu, tanggal 21 November 2009, tepatnya pada pukul 2 siang, di BKD Kota Sukabumi, menggunakan Kendaraan Box dengan Nomor Polisi D 8280 BU, dalam keadaan disegel dan digembok, serta mendapat pengawalan dan pengamanan secara ketat dari aparat kepolisian.

Setelah diterima secara resmi oleh Kepala BKD Kota Sukabumi, berkas soal-soal testing yang berjumlah 40 dus dan cadangan sebanyak 15 amplop tersebut, langsung diamankan di Rumah Dinas Walikota Sukabumi, dengan pengawalan dan pengamanan secara ketat oleh aparat keamanan, yakni dari aparat kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Sukabumi.

Sedangkan pada hari Minggu tanggal 22 November 2009 tepatnya pada pukul 7 pagi, berkas soal-soal testing tersebut diserahkan oleh pihak UNPAD Bandung kepada Wakil Walikota Sukabumi, Doktor H. Mulyono, M.M., bertempat di BKD Kota Sukabumi, yang selanjutnya didistribusikan ke seluruh tempat testing, dengan pengawalan dan pengamanan secara ketat oleh aparat keamanan.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Pimpinan DPRD Kota Sukabumi, Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Sukabumi, Asisten Administrasi Setda Kota Sukabumi, Inspektur Kota Sukabumi, Kepala BKD Kota Sukabumi, sejumlah pejabat dari Inspektorat Provinsi Jawa Barat, pejabat dari Badan Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan (Bakorpembang) Wilayah I Jawa Barat, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kepala Satpol PP Kota Sukabumi, dan pejabat dari Polres Kota Sukabumi.

 
Senin, 16 November 2009
DEPARTEMEN KESEHATAN RI BERUPAYA OPTIMAL TINGKATKAN PELAYANAN KESEHATAN BERKUALITAS
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Menteri Kesehatan RI, Dokter Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Doktor, PH. Menandaskan, Departemen Kesehatan RI, senantiasa ber-upaya optimal meningkatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, sesuai dengan National Summit Bidang Kesejahteraan. Diantaranya melalui peningkatan pembiayaan kesehatan untuk memberikan jaminan kesehatan masyarakat, peningkatan kesehatan masyarakat untuk mempercepat pencapaian target MDG’s, pengendalian penyakit dan penanggulangan masalah kesehatan akibat bencana, serta peningkatan ketersediaan, pemerataan dan kualitas tenaga kesehatan, ter-utama di Daerah Terpencil, Tertinggal, Perbatasan dan Kepulauan atau DTPK, secara berkesinambungan.

Penandasan Menteri Kesehatan tersebut, disampaikan Direktur Rumah Sakit Islam (RSI) Assyfa Sukabumi, Dokter Iskandar MS, MARS., saat memberi sambutan pada Upacara Peringatan Hari Kesehatan Nasional Ke-45 Tingkat Kota Sukabumi Tahun 2009, di halaman Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, hari Kamis, 12 November 2009.

Demikian pula dalam upaya-upaya untuk meningkatkan Lingkungan Sehat, juga sangat berperan, khususnya dalam mencapai sasaran program 2, yakni peningkatan kesehatan ibu dan anak, serta program 3, yakni pendaya-gunaan tenaga kesehatan. Dengan demikian, sebagian besar penyakit menular dapat dicegah, melalui perbaikan dan peningkatan kualitas lingkungan, yang mencakup kebutuhan dan ketersediaan air minum, sanitasi dan peningkatan perilaku higienis. Selain itu, juga pengembangan Kabupaten dan Kota Sehat, pengendalian bahan berbahaya dan logam berat, penanganan limbah rumah tangga, industri dan institusi pelayanan kesehatan, seperti Rumah Sakit dan Puskesmas. Disamping itu, penanganan kedaruratan lingkungan dalam situasi bencana perlu dilakukan dan ditangani dengan baik. Karena apabila kondisi tersebut tidak ditangani dengan baik, keadaan tersebut dapat menjadi krisis kesehatan, seperti Kejadian Luar Biasa penyakit menular, peningkatan penyakit tidak menular, dan penyakit-penyakit baru lainnya.

Dikatakannya, masalah lingkungan masih merupakan tantangan yang cukup besar di bidang kesehatan, seperti terbatasnya ketersediaan dan akses air bersih, rendahnya akses sanitasi, tingginginya polusi udara akibat kebakaran hutan dan kendaraan bermotor, serta masih rendahnya proporsi rumah tangga dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang baik.

Dikatakan pula, Riskesdas Tahun 2007 memperlihatkan, bahwa rumah tangga yang tidak menggunakan fasilitas buang air besar mencapai 24,8 persen, dan yang tidak memiliki saluran pembuangan air limbah mencapai 32,5 persen. Adapun hal-hal yang memperlihatkan kecenderungan positif ke arah pencapaian dan peningkatan lingkungan sehat, yakni rumah tangga yang mempunyai akses air bersih mencapai 57,7 persen, dan rumah tangga yang mempunyai akses sanitasi baik mencapai 63,3 persen.

 
Jumat, 6 November 2009
SEBANYAK 239 ORANG CALON HAJI ASAL KOTA SUKABUMI RESMI DIBERANGKATKAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Sebanyak 239 orang Calon Haji asal Kota Sukabumi menuju Asrama Haji Bekasi, hari Kamis sore, 5 November 2009, resmi diberangkatkan oleh Wakil Walikota Sukabumi, Drs. H. Mulyono, M.M., dari Gelanggang Olah Raga (GOR) Remaja Merdeka. Keberangkatan ke-239 orang Calon Haji menuju Asrama Haji Bekasi tersebut, menggunakan 6 unit Bis, dan 1 unit Truk yang memuat barang-barang bawaan Calon Haji.

Sementara keberangkatan dari Asrama Haji Bekasi menuju Bandara Soekarno Hatta, menurut Kepala Kantor Departemen Agama Kota Sukabumi, Drs. H. Abubakar Sidiq, M.Ag., yakni pada hari Jumat tanggal 6 November 2009, pukul 2 siang lebih 10 menit. Sedangkan take off dari Bandara Soekarno Hatta menuju Arab Saudi, pada pukul 6 petang lebih 40 menit, menggunakan Pesawat Arab Saudi Air Line Nomor SV 5526, Kelompok Terbang (Kloter) 42, bersama-sama dengan 205 orang Calon Haji asal Kabupaten Cianjur.

Dijelaskannya, ke-239 orang Calon Haji tersebut, terdiri dari 105 orang laki-laki dan 134 orang perempuan. Adapun usia tertua, yakni usia 81 sampai dengan 90 tahun dari para Calon Haji tersebut hanya 1 orang, dan usia termuda, yakni usia 21 sampai dengan 30 tahun sebanyak 6 orang.

Dijelaskan pula, keberangkatan para Calon Haji asal Kota Sukabumi tersebut, dipimpin oleh Pimpinan Rombongan Haji atau Amirul Haj, yakni Asep Saepul Mukmin dan Haji Aat Abdullah, serta didampingi oleh Tim Kesehatan, yakni Dokter Wiwi Edi Yuliviani, dan dua orang paramedis, Indra Permana dan Syaripudin, untuk menangani para Calon Haji yang sakit.

Kepala Kantor Departemen Agama Kota Sukabumi mengatakan, keberangkatan para Calon Haji tersebut telah siap 100 persen. Karena para Calon Haji tersebut, sebelumnya telah mengikuti Manasik Haji selama 14 hari. Yakni di tingkat kecamatan masing-masing selama 10 hari, dan di tingkat Kota Sukabumi selama 4 hari, serta telah mengikuti dan dinyatakan lulus tes kesehatan.

Adapun jadual kepulangan jamaah haji asal Kota Sukabumi dari Tanah Suci Mekah, menurut rencana pada hari Rabu, tanggal 16 Desember 2009, serta direncanakan mendarat di Bandara Soekarno Hatta pada pukul 4 sore lebih 35 menit. Sedangkan tiba di Kota Sukabumi, direncanakan pukul 11 malam.

 
Senin, 2 November 2009
BKD KOTA SUKABUMI AKAN TINGKATKAN PELAYANAN KEPADA PNS YANG AKAN MEMASUKI MASA PENSIUN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Kota Sukabumi, mulai pertengahan tahun 2010, menurut rencana akan meningkatkan pelayanan kepada para Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang akan memasuki pensiun, khususnya dalam mengurus pembayaran dana pensiun dan pembayaran Tabungan Hari Tua (THT), di PT Taspen Kantor Cabang Bogor secara kolektif.

Dengan demikian, para PNS yang akan memasuki masa pensiun di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, tidak usah repot mengurus pembayaran dana pensiun dan pembayaran THT ke PT Taspen Kantor Cabang Bogor, karena bisa diurus oleh pihak BKD Kota Sukabumi, atau oleh lembaga perbankan secara kolektif.

Adapun maksud dan tujuannya, seperti dikatakan Kepala BKD Kota Sukabumi, Drs. Suwarsa, M.Si., didampingi Kepala Bidang Mutasi BKD Kota Sukabumi, Sukarna, S.H., selain untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan dalam mengurus pembayaran dana pensiun dan THT, juga untuk meningkatkan kesejahteraan kepada para PNS yang akan memasuki masa pensiun.

Sedangkan masalah pembayaran dana pensiun dan pembayaran THT, akan diserahkan langsung oleh PT Taspen Kantor Cabang Bogor, melalui rekening PNS masing-masing. Sebab pihak BKD Kota Sukabumi, hanya sebatas membantu mengurus persyaratan administrasi saja, untuk menunjang kelancaran para PNS yang akan memasuki masa pension, khususnya dalam mendapat pembayaran dana pensiun dan pembayaran THT dari PT Taspen Kantor Cabang Bogor.

Kepala BKD Kota Sukabumi dan Kepala Bidang Mutasi BKD Kota Sukabumi, menghimbau segenap PNS di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi yang akan memasuki masa pensiun, agar dalam mengajukan dan melengkapi berbagai persyaratan pensiun, sekurang-kurangnya dalam jangka waktu 1 tahun sebelum memasuki masa pensiun, harus sudah diajukan ke BKD Kota Sukabumi. Maksud dan tujuannya, supaya para PNS yang akan memasuki masa pensiun tersebut, bisa tepat waktu dalam menerima hak-haknya, baik dalam menerima pembayaran dana pensiun maupun pembayaran THT.

 
Rabu, 21 Oktober 2009
LURAH KARAMAT HIMBAU MASYARAKAT AGAR TINGKATKAN GERAKAN KEBERSIHAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Lurah Karamat Kecamatan Gunung Puyuh Kota Sukabumi, Acep Junaedi, S.IP., menghimbau segenap lapisan masyarakat, agar senantiasa ber-upaya optimal meningkatkan Gerakan Kebersihan di wilayahnya masing-masing, serta tidak membuang sampah sembarangan, apalagi ke kali atau selokan, karena dapat menimbulkan musibah banjir pada musim hujan.

Selain itu, juga agar melaksanakan Program Kali Bersih (Prokasih) dan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), melalui Gerakan 3-M. Yakni Menguras dan Menutup bak penampungan air, serta Membuang atau Mengubur barang-barang bekas yang dapat digunakan tempat bersarang dan bertelur nyamuk Aides Agepty.

Maksud dan tujuannya, untuk meningkatkan kebersihan, keindahan dan kesehatan lingkungan, sekaligus meningkatkan derajat kesehatan warga masyarakat, serta untuk meng-antisipasi munculnya berbagai jenis penyakit, khususnya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kelurahan Karamat.

Menyinggung upaya lainnya dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kelurahan Karamat, diantaranya ditempuh melalui penyuluhan dan peningkatan pelayanan kepada segenap lapisan masyarakat, mencakup 6 komponen Gerakan Hidup Sehat (GHS), termasuk meng-imunisasi segenap ibu hamil dan setiap bayi yang lahir, serta Pemberian Makanan Tambahan (PMT), baik di Puskesmas maupun di Pos Yandu RW masing-masing.

Sedangkan upaya dalam meningkatkan pengetahuan, wawasan dan keterampilan aparat kesehatan dan kader Pos Yandu, menurut Lurah Karamat, diantaranya ditempuh melalui eskalasi latihan kader Pos Yandu, mini lokakarya dan penyuluhan, bekerja-sama dengan Puskesmas dan Dinas Kesehatan Kota Sukabumi. Disamping itu, juga senantiasa dilakukan himbauan kepada segenap lapisan masyarakat, agar dalam memenuhi kebutuhan air, senantiasa menggunakan dan mengonsumsi air bersih yang memenuhi standar kesehatan, baik air ledeng maupun air sumur gali dan sumur pompa, yang benar-benar steril dari polusi air limbah rumah tangga dan limbah pabrik.

 
Kamis, 15 Oktober 2009
SMP NEGERI 16 BERUPAYA OPTIMAL TINGKATKAN KUALITAS TENAGA KEPENDIDIKAN DAN PESERTA DIDIK
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

SMP Negeri 16 Kota Sukabumi, senantiasa ber-upaya optimal meningkatkan kualitas tenaga kependidikan dan peserta didik. Adapun upaya dalam meningkatkan kualitas tenaga kependidikan, seperti dikatakan Kepala SMP Negeri 16 Kota Sukabumi, Engkus Kusnadi, M.Pd., diantaranya ditempuh melalui pendidikan, pelatihan, dan seminar pendidikan. Sedangkan upaya dalam meningkatkan kualitas peserta didik, ditempuh melalui berbagai program layanan pendidikan. Diantaranya melalui Kelas Reguler, yakni peserta didik di SMP Negeri 16 Kota Sukabumi mendapat pelayanan yang optimal dalam proses pembelajaran, sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan, dan dapat menyelesaikan seluruh kurikulum pembelajaran SMP dalam waktu 3 tahun.

Selanjutnya Kelompok Pencinta Mata Pelajaran, yakni bentuk layanan bagi peserta didik yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa. Melalui layanan pendidikan ini, peserta didik di SMP Negeri 16 Kota Sukabumi, mendapat bimbingan secara intensif, ter-arah, terencana, dan sistematis, untuk meningkatkan pengetahuan dalam mata pelajaran tertentu, seperti Matematika, Bahasa Inggeris, Bahasa Indonesia, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), dan Baca Tulis Qur’an (BTQ).

Kemudian Life Skills, yakni layanan bagi peserta didik, untuk mengembangkan potensi dalam menghadapi peran di masa mendatang secara menyeluruh. Melalui layanan pendidikan ini, peserta didik mendapat bekal kecakapan hidup cara bertani dan beternak ikan.

Disamping itu, juga melalui Ekstra Kurikuler, yakni layanan bagi peserta didik dalam bidang olahraga dan seni. Diantaranya Bola Volly, Futsal, Pencak Silat, Atletik, Sepak Takraw, Paskibra, Pramuka, PMR, KIR, Seni Tari Modern, Kontemporer, dan Tradisional, Paduan Suara dan Solo, Karawitan, Rampak Sekar dan Anggana Sekar, English Club, dan Remaja Mesjid.

Program layanan pendidikan tersebut, sesuai dengan visi sekolah, yakni Berlandaskan Iman dan Taqwa, SMP Negeri 16 Kota Sukabumi unggul di Bidang Akademik, Non Akademik, dan Berwawasan Lingkungan, serta misi sekolah, yakni Melaksanakan pengembangan isi kurikulum, Melaksnakan pengembangan mutu tenaga kependidikan, Melaksanakan peningkatan dan pengembangan standar proses, dan Melaksanakan pengembangan standar fasilitas pendidikan. Selanjutnya Melaksanakan peningkatan dan pengembangan standar kelulusan, Melaksanakan peningkatan standar mutu kelembagaan dan manajemen, Melaksanakan peningkatan standar pembiayaan pendidikan, dan Melaksanakan pengembangan standar penilaian.

 
Senin, 12 Oktober 2009
PEMERINTAH KOTA SUKABUMI TERIMA TIM PENILAI POSYANDU DAN KADER POSYANDU TELADAN TK. PROVINSI JAWA BARAT 2009
Reporter : SYIFA
 

Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) merupakan salah satu bentuk upaya pemberdayaan masyarakat yang di kelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk, dan bersama masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan, pendidikan, ekonomi dengan tujuan memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar, pendidikan dan ekonomi.

Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) merupakan salah satu bentuk upaya pemberdayaan masyarakat yang di kelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk, dan bersama masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan, pendidikan, ekonomi dengan tujuan memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar, pendidikan dan ekonomi.

Acara penerimaan Tim Penilai Posyandu dan Kader Pos Yandu Tk. Provinsi Jawa Barat yang berlansung di Kantor Kelurahan Benteng Kecamatan Warudoyong pada hari Senin, 12 Oktober 2009 ini di hadiri oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kota Sukabumi, Ketua Dharma Wanita Kota Sukabumi, Kepala Dinas / Instansi se-Kota Sukabumi serta Camat se-Kota Sukabumi, Muspika dan Pengelola Pos Yandu se-Kota Sukabumi.

Dalam sambutannya Walikota Sukabumi yang di wakili oleh Wakil Walikota Sukabumi menyatakan bahwa Pos Yandu merupakan wahana pelayanan dari berbagai program, maka penyelenggaraan pos yandu perlu menyertakan aspek pemberdayaan masyarakat secara konsisten, hal ini menuntut aspek pemberdayaan masyarakat menjadi tumpuan upaya peningkatan pos yandu yang pada pelaksanaannya perlu memperoleh bantuan tekhnis dari pemerintah serta menjalin kerjasama kemitraan dengan berbagai pihak.

Ditandaskannya, sesuai dengan Keputusan Walikota No. 50 yaitu tentang Pembentukan Kelompok Kerja Operasional Posyandu (Pokjanal Posyandu) dengan tujuan agar terjalin harmonisasi antara Pemerintah dan Masyarakat di berbagai sektor pembangunan, baik fisik maupun non fisik maka program posyandu berkoordinasi dengan seluruh SKPD dan organisasi yang ada.

Dalam upaya meningkatkan kualitas kemitraan kelembagaan dan kinerja Posyandu di Kota Sukabumi sebanyak 440 Posyandu, Pemerintah Kota Sukabumi melakukan pembinaan berkelanjutan bagi para pengelola posyandu dan memberikan bantuan operasional posyandu sebesar Rp. 150.000,- per pos yandu yang di berikan setiap satu semester dengan harapan untuk lebih membangkitkan motivasi dan meningkatkan kualitas para oengelola posyandu dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, sesuai dengan Visi Kota Sukabumi yaitu Terwujudnya Kota Sukabumi Sebagai Pusat Pelayanan Berkualitas Bidang Pendidikan, Kesehatan dan Perdagangan di Jawa Barat Berlandaskan Iman dan Takwa.

 
Sabtu, 10 Oktober 2009
CAMAT CIBEUREUM HIMBAU SEGENAP LAPISAN MASYARAKAT AGAR TINGKATKAN KEBERSAMAAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Camat Cibeureum, Encep Sulaeman, S.H., M.H., menghimbau segenap lapisan masyarakat, agar senantiasa meningkatkan kebersamaan serta persatuan dan kesatuan, untuk menggalang kekuatan dalam melaksanakan berbagai bidang pembangunan fisik dan non fisik, seperti dalam membangun sarana keagamaan dan peribadatan, pendidikan dan kesehatan, serta perekonomian, perhubungan dan pertanian, termasuk dalam bidang keamanan, ketertiban, kebersihan dan keindahan.

Karena berbagai bidang pembangunan tersebut, bukan merupakan tugas dan kewajiban pemerintah semata, akan tetapi tugas dan kewajiban semua pihak, yakni pemerintah, sektor swasta dan masyarakat.

Himbauan Camat Cibeureum tersebut, disampaikan dalam berbagai kesempatan, baik dalam rapat dan pertemuan, maupun dalam Jumat Keliling dan Pengajian Rutin, termasuk dalam kegiatan anjangsana dan silaturahmi dengan warga masyarakat.

Menyinggung kegiatan sosial yang telah dilaksanakan belum lama ini, menurut Camat Cibeureum, diantaranya pada saat menjelang Idul Fitri 1430 Hijriyah, yakni memberi bantuan uang sebesar 11 juta 500 ribu rupiah, kepada 160 orang jompo, kaum dhuafa dan fukoro, serta kepada 210 Pengemudi Ojeg, termasuk kepada sebagian Alim Ulama di Kecamatan Cibeureum, masing-masing sebesar 20 ribu rupiah.

Pemberian bantuan yang dihadiri unsur Polsek, Koramil dan para Lurah ini, diserahkan dalam tiga tahap, yakni tahap pertama kepada 100 orang, bertempat di Kelurahan Limusnunggal, tahap kedua kepada 60 orang, dan tahap ketiga kepada 210 orang, masing-masing bertempat di Kecamatan Cibeureum.

Diberikannya bantuan tersebut, merupakan implementasi dari iman dan taqwa (imtaq), khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sesuai dengan Visi Kecamatan Cibeureum, yakni Mewujudkan pelayanan yang tulus dan berkualitas berlandaskan imtaq, serta Visi Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi Tahun 2008-2013, yakni Dengan iman dan taqwa mewujudkan pemerintahan yang amanah berparadigma surgawi, menuju Kota Sukabumi yang cerdas, sehat dan sejahtera, baik lahir maupun batin, dilandasi nilai-nilai fhilosofis, Shidiq, Tabligh, Amanah, Fathonah.

 
Minggu, 4 Oktober 2009
PT JASA RAHARJA BERUPAYA OPTIMAL TINGKATKAN PELAYANAN PRIMA KEPADA MASYARAKAT
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

PT Jasa Raharja Perwakilan Sukabumi, senantiasa ber-upaya optimal meningkatkan pelayanan prima kepada segenap lapisan masyarakat, khususnya dalam melakukan pembayaran klaim dana santunan asuransi kepada para korban kecelakan lalu-lintas di wilayah Kota Sukabumi, Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Cianjur, baik kepada korban meninggal dunia maupun kepada korban luka-luka.

Hal tersebut dilakukan, seperti dijelaskan Kepala PT Jasa Raharja Perwakilan Sukabumi, Puryanto, S.E., didampingi Penanggungjawab Pelayanan PT Jasa Raharja Perwakilan Sukabumi, Toif Riyanto, S.PT., sesuai dengan Visi PT Jasa Raharja, yakni Menjadi Perusahaan terkemuka di bidang asuransi dengan mengutamakan penyelenggaraan program asuransi sosial dan asuransi wajib sejalan dengan kebutuhan masyarakat.

Selain itu, juga sesuai dengan Moto PT Jasa Raharja, yakni Utama dalam Perlindungan, Prima dalam Pelayanan; serta Misi PT Jasa Raharja, yakni Catur Bhakti Ekakarsa Jasa Raharja, yang terdiri dari Bhakti kepada masyarakat: dengan mengutamakan perlindungan dasar dan pelayanan prima sejalan dengan kebutuhan masyarakat. Selanjutnya Bhakti kepada Negara: dengan mewujudkan kinerja terbaik sebagai penyelenggara program asuransi sosial dan asuransi wajib serta Badan Usaha Milik Negara. Kemudian Bhakti kepada Perusahaan: dengan mewujudkan keseimbangan kepentingan agar produktivitas dapat tercapai secara optimal demi kesinambungan Perusahaan; serta Bhakti kepada Lingkungan: dengan memberdayakan potensi sumber daya bagi keseimbangan dan kelestarian lingkungan.

Menyinggung Kredo Jasa Raharja, menurut Kepala PT Jasa Raharja Perwakilan Sukabumi, Puryanto, S.E., yakni Kami insan Jasa Raharja: Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Berakhlak Mulia, Mengutamakan Kepuasan Pelanggan, serta Bersikap Jujur, Profesional dan Disiplin.

 
Sabtu, 3 Oktober 2009
KELURAHAN KARAMAT TINGKATKAN KETERAMPILAN WARGA MASYARAKAT
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Kelurahan Karamat Kecamatan Gunung Puyuh Kota Sukabumi, senantiasa ber-upaya optimal meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga masyarakat. Upaya tersebut, seperti dikatakan Lurah Karamat, Acep Junaedi, S.IP., ditempuh melalui berbagai pelatihan. Antara lain, pelatihan budidaya ikan Lele terhadap 12 orang, menghabiskan dana BLM PNPM P2KP sebesar 2 juta 775 ribu rupiah, dan pelatihan budidaya padi unggul terhadap 25 orang, menghabiskan dana BLM PNPM P2KP sebesar 3 juta rupiah.

Diharapkannya, dengan dilaksanakan pelatihan tersebut, dapat meningkatkan pendapatan, perekonomian dan kesejahteraan warga masyarakat, khususnya para petani ikan dan padi di Kelurahan Karamat.

Lurah Karamat menjelaskan, selain melaksanakan pelatihan terhadap warga masyarakat, juga dilaksanakan pembangunan dan perbaikan berbagai prasarana dasar, yang dibiayai dari dana BLM PNPM P2KP. Diantaranya perbaikan gang sepanjang 50 meter di wilayah RT 1 RW 3, menghabiskan dana sebesar 1 juta 200 ribu rupiah, pembangunan gang sepanjang 100 meter di wilayah RT 5 RW 4, menghabiskan dana sebesar 3 juta 360 ribu rupiah, pembangunan gang sepanjang 300 meter di wilayah RT 4 RW 4, menghabiskan dana sebesar 10 juta 80 ribu rupiah, pembangunan drainase sepanjang 60 meter di wilayah RT 2 RW 5, menghabiskan dana sebesar 2 juta 835 ribu rupiah, dan perbaikan gang sepanjang 200 meter di wilayah RT 4 RW 8, menghabiskan dana sebesar 4 juta 800 ribu rupiah.

Selanjutnya pembangunan drainase sepanjang 50 meter di wilayah RT 3 RW 5, menghabiskan dana sebesar 1 juta 200 ribu rupiah, pembangunan talud sepanjang 50 meter di wilayah RT 1 RW 2, menghabiskan dana sebesar 3 juta 780 ribu rupiah, perbaikan MCK di wilayah RT 2 RW 3, menghabiskan dana sebesar 3 juta 600 ribu rupiah, pembangunan Pos Yandu di wilayah RT 1 RW 5, menghabiskan dana sebesar 8 juta 640 ribu rupiah, dan pembangunan MCK di wilayah RT 3 RW 6, menghabiskan dana sebesar 7 juta 680 ribu rupiah.

 
Selasa, 29 September 2009
HALAL BIL HALAL UNTUK TINGKATKAN KUALITAS KEIMANAN DAN KETAQWAAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Maksud dan tujuan dilaksanakan acara silaturahmi dan halal bil halal Idul Fitri 1 Syawal 1430 Hijriyah, untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan, melalui pembinaan mental warga masyarakat, khususnya para pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi.

Selain itu, juga untuk meningkatkan kejamaahan, antara ulama, umaro, aghniya dan kaum dhuafa, yakni pemerintah, sektor swasta dan masyarakat, dalam rangka menciptakan Kota Sukabumi yang cerdas, sehat dan sejahtera, serta untuk meningkatkan kinerja aparatur, khususnya dalam memberikan pelayanan kepada segenap lapisan masyarakat.

Demikian disampaikan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Sukabumi, H. Deden Solehudin, S.Ag., M.M., pada acara silaturahmi dan halal bil halal Idul Fitri 1 Syawal 1430 Hijriyah, Selasa pagi, 29 September 2009, di Halaman Setda Kota Sukabumi.

Adapun tema yang diangkat dalam acara tersebut, yakni Dengan hikmah halal bil halal, kita tingkatkan iman dan taqwa serta kejamaahan, menuju Kota Sukabumi cerdas, sehat dan sejahtera, dalam nuansa pemerintahan amanah berparadigma surgawi.

Tema tersebut sesuai dengan Visi Kota Sukabumi Tahun 2005-2025, yakni Terwujudnya Kota Sukabumi Sebagai Pusat Pelayanan Berkualitas Bidang Pendidikan, Kesehatan dan Perdagangan di Jawa Barat, Berlandaskan Iman dan Taqwa, serta Visi Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi Tahun 2008-2013, yakni Dengan Iman dan Taqwa Mewujudkan Pemerintahan yang Amanah Berparadigma Surgawi, Menuju Kota Sukabumi yang Cerdas, Sehat dan Sejahtera, baik lahir maupun batin, dilandasi nilai-nilai fhilosofis, Sidiq, Tabligh, Amanah, Fathonah.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Sukabumi, dalam kesempatan tersebut mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, sehingga pelaksanaan acara silaturahmi dan halal bil halal Idul Fitri 1 Syawal 1430 Hijriyah ini, dapat berjalan lancar, aman dan tertib.

 
Senin, 28 September 2009
BPMPKB KOTA SUKABUMI BERUPAYA OPTIMAL TINGKATKAN JUMLAH PESERTA KB
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPKB) Kota Sukabumi, senantiasa ber-upaya optimal meningkatkan jumlah peserta KB. Upaya yang senantiasa dibantu secara optimal oleh Tenaga Pusat Latihan dan Kemahiran Bestari Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) ini, menurut Kepala BPMPKB Kota Sukabumi, Drs. H.A. Hamdan, M.M., diantaranya ditempuh dengan menggencarkan sosialisasi tentang manfaat KB kepada segenap lapisan masyarakat, khususnya kepada Pasangan Usia Subur (PUS). Hasilnya cukup memuaskan dan membanggakan semua pihak. Karena dengan upaya tersebut, jumlah peserta KB di Kota Sukabumi senantiasa mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Selain itu, upaya dalam meningkatkan jumlah peserta KB tersebut, mendapat dukungan secara penuh dari Gubernur Jawa Barat, H. Ahmad Heryawan, dan Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., baik berupa moril maupun materil.

Ditandaskannya, dalam sosialisasi tersebut, yang paling penting ditekankan adalah memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada warga masyarakat, bahwa program KB bukan dilihat dari keikutsertaan menggunakan alat kontrasepsi saja, akan tetapi menyangkut berbagai aspek. Diantaranya menyangkut aspek kesehatan reproduksi, ketahanan keluarga, dan reproduksi remaja. Ditandaskan pula, keberhasilan program KB tersebut diukur dari output kepesertaan KB, yang akan dilihat pada akhir tahun 2009.

Kepala BPMPKB Kota Sukabumi menjelaskan, apabila dibandingkan dengan tahun 2008 yang lalu, jumlah peserta KB pada tahun 2009 ini, mengalami peningkatan yang cukup signifikan, khususnya dari total PUS yang ada. Berkaitan dengan hal tersebut, pihaknya merasa optimis, bahwa target peserta KB Baru pada tahun 2009 sebanyak 10 ribu 14 akseptor tersebut, dapat tercapai.

Dalam pada itu, Kepala Bidang KB BPMPKB Kota Sukabumi, Drs. H. Nandang menjelaskan, peran penting dari program KB ini yakni menekan angka kelahiran sekaligus memberantas kemiskinan. Dikatakannya, jumlah peserta KB di Kota Sukabumi, dalam setiap bulannya senantiasa mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Sebagai salah satu contohnya, jumlah peserta KB pada bulan Mei 2009 mencapai 835 akseptor, dan pada bulan Juni 2009 mencapai 878 akseptor.

 
Senin, 21 September 2009
LURAH SUDAJAYA HILIR HIMBAU MASYARAKAT AGAR TINGKATKAN KEAMANAN DAN KETERTIBAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Lurah Sudajaya Hilir Kecamatan Baros Kota Sukabumi, Endang Suryadi, menghimbau segenap lapisan masyarakat, agar meningkatkan keamanan dan ketertiban, dengan meningkatkan Sistim Keamanan Lingkungan (Siskamling) atau Ronda Malam, di wilayahnya masing-masing.

Selain itu, juga agar melaporkan tamu atau pendatang yang akan menginap di rumah warga masyarakat, kepada RT dan RW masing-masing. Sedangkan kepada para pemilik tempat-tempat kosan atau kontrakan, agar mendata dan melaporkan nama-nama penghuninya kepada RT dan RW setempat, untuk dilaporkan kembali ke kelurahan dan kecamatan masing-masing.

Lurah Sudajaya Hilir juga menghimbau segenap lapisan masyarakat, agar senantiasa melaksanakan gerakan kebersihan, Program Kali Bersih (Prokasih), Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), dan kegiatan 3-M, yakni Menguras dan Menutup tempat penampungan air, serta Mengubur barang-barang bekas yang dapat digunakan tempat bersarang dan berkembang biak nyamuk Aides Aigepty secara rutin, guna meng-antisipasi penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Demikian pula dalam musim kemarau saat ini, Lurah Sudajaya Hilir menghimbau segenap lapisan masyarakat, agar senantiasa waspada, khususnya dalam meng-antisipasi dan mengghindari terjadinya musibah kebakaran. Disamping itu, juga agar senantiasa melaksanakan Gerakan Hemat Air dan Menabung Air, dengan cara membuat Sumur Resapan, membuat Lobang Biopori dan membangun Tempat Penampungan Air dan Air Hujan.

Himbauan Lurah Sudajaya Hilir tersebut, disampaikan dalam berbagai kesempatan, baik dalam rapat dan pertemuan, maupun dalam Jumat Keliling dan Pengajian Rutin, termasuk dalam anjang sana dan silaturahmi dengan warga masyarakat.

 
Selasa, 15 September 2009
IPSI CABANG KOTA SUKABUMI TARGETKAN 2 MEDALI EMAS DALAM PORDA XI JAWA BARAT
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Ikatan Pencaksilat Seluruh Indonesia (IPSI) Cabang Kota Sukabumi, menargetkan 2 medali emas, dari 23 pertandingan yang diikuti dalam Pekan Olahraga Daerah (Porda) XI Jawa Barat, di Kabupaten Bandung tahun 2010 mendatang.

Target 2 medali emas tersebut, seperti dikatakan Sekretaris Umum IPSI Cabang Kota Sukabumi, Dikdik Kristina, tidak muluk-muluk. Sebab pihak IPSI Cabang Kota Sukabumi, memiliki keyakinan hanya dapat meraih 2 medali emas, yakni dari Kelas Tunggal, Ganda dan Regu (TGR), serta Kelas Tanding.

Dijelaskannya, IPSI Cabang Kota Sukabumi senantiasa melakukan pembinaan dan pelatihan terhadap para pesilat. Hal tersebut dilakukan, atas dasar tekad dan semangat, untuk meningkatkan kualitas para pesilat. Bahkan pihak IPSI Cabang Kota Sukabumi, telah memiliki program, diantaranya akan mendatangkan pelatih dari luar Kota Sukabumi.

Selain itu, pihak IPSI juga telah merencanakan akan melakukan kolaborasi dengan pengurus Kempo Cabang Kota Sukabumi, khususnya dalam memberikan pelatihan fisik dan mental kepada para pesilat.

Ditandaskannya, kedua program tersebut akan dilaksanakan dalam waktu dekat, sebagai salah satu upaya dalam menghadapi Pra Kualifikasi Porda XI Jawa Barat di Kabupaten Indramayu, dan Porda XI Jawa Barat di Kabupaten Bandung Tahun 2010 mendatang.

Sekretaris Umum IPSI Cabang Kota Sukabumi menandaskan, belum lama ini pihak IPSI Cabang Kota Sukabumi telah melakukan seleksi secara ketat terhadap 22 pesilat, untuk diikut-sertakan pada Pra Kualifikasi Porda XI Jawa Barat, di Kabupaten Indramayu tahun 2010 mendatang.

Diharapkannya, dalam Pra Kualifikasi Porda XI Jawa Barat di Kabupaten Indramayu tersebut, seluruh pesilat dari Kota Sukabumi dapat meraih gelar juara 1 dan 2. Maksud dan tujuannya, supaya seluruh pesilat tersebut dapat tampil pada Porda XI Jawa Barat, di Kabupaten Bandung tahun 2010 mendatang.

 
Minggu, 13 September 2009
BPMPKB KOTA SUKABUMI BERUPAYA OPTIMAL TINGKATKAN PROGRAM KB
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPKB) Kota Sukabumi, berupaya optimal meningkatkan program Keluarga Berencana (KB). Maksud dan tujuannya, supaya seluruh keluarga di Kota Sukabumi ikut program KB, guna mewujudkan Norma Keluarga Kecil Bahagia Sehat dan Sejahtera.

Seperti dikatakan Kepala BPMPKB Kota Sukabumi, Drs. H.A. Hamdan, M.M., hal tersebut sesuai dengan Visi Program KB Nasional, yakni Seluruh Keluarga Ikut KB, serta Misi Program KB Nasional, yakni Mewujudkan Norma Keluarga Kecil Bahagia Sehat dan Sejahtera (NKKBSS).

Ditandaskannya, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1992, terdapat 4 pilar program KB. Antara lain, Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) dengan sasaran para remaja, Pengaturan Kelahiran dengan sasaran Pasangan Usia Subur (PUS) dan Keluarga, Peningkatan Kesejahteraan Keluarga, dan Ketahanan Keluarga.

Adapun faktor yang mempengaruhi NKKBSS, diantaranya Faktor Perkawinan, yang terdiri dari pola perkawinan dan usia kawin. Kemudian KB, yang terdiri dari tingkat keikut-sertaan KB, tingkat kelangsungan ber-KB, efektifitas kontrasepsi, Ketahanan Keluarga dan Ekonomi Keluarga Sejahtera.

Sedangkan fokus program KB Kota Sukabumi dalam tahun 2009, yakni meningkatkan keikut-sertaan ber-KB, PUP, dan Pemberdayaan Keluarga. Sementara Kegiatan Pokok KB, yakni Pelayanan KIE, Pelayanan ALKON, Pelayanan Rujukan, Pelayanan Ayoman Sosial KB, serta Pembentukan dan Pembinaan IMP, KKR, PIK dan KKR.

Sementara Visi BPMPKB Kota Sukabumi, yakni Mewujudkan NKKBSS, dan Misi BPMPKB Kota Sukabumi, yakni meningkatkan kepedulian dan peran serta masyarakat dalam pendewasaan usia perkawinan, mengupayakan peran serta masyarakat dalam pengaturan kelahiran, peningkatan kesejahteraan dan memperkuat ketahanan keluarga, mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, serta meningkatkan status perkembangan kelurahan, dari swadaya ke swakarya, menuju swasembada.

 
Jumat, 11 September 2009
SEGENAP LAPISAN MASYARAKAT AGAR TINGKATKAN KEWASPADAAN HADAPI FENOMENA EL NINO
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdusyukur, S.H., M.Si., menghimbau segenap lapisan masyarakat, agar meningkatkan kewaspadaan menghadapi fenomena EL-Nino. Karena sejak bulan Juni 2009, diprediksi akan terjadi fenomena EL-Nino, dan diperkirakan akan terus meningkat intensitasnya hingga awal tahun 2010.

Himbauan Walikota Sukabumi tersebut, disampaikan melalui Surat Nomor 058/1107/Tapem, tertanggal 31 Agustus 2009, yang ditujukan kepada para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Pimpinan Perusahaan Swasta, para Camat dan Lurah, serta para Ketua RW dan RT se Kota Sukabumi.

Walikota Sukabumi menjelaskan, disampaikannya himbauan tersebut, menindak-lanjuti Surat Gubernur Jawa Barat Nomor 058/3170/BPLHD, tertanggal 26 Agustus 2009, perihal Kewaspadaan Menghadapi Fenomena EL-Nino.

Ditandaskannya, akibat Fenomena EL-Nino tersebut, akan berdampak langsung pada terjadinya pengurangan intensitas curah hujan dan musim kemarau panjang, dengan kondisi kering dan lembab.

Untuk itu, Walikota Sukabumi mengharapkan kepada segenap lapisan masyarakat, agar melaksanakan Gerakan Hemat Air dan Menabung Air, dengan cara membuat Sumur Resapan, membuat Lobang Biopori dan membangun Tempat Penampungan Air dan Air Hujan.

Selanjutnya meng-antisipasi terjadinya kebakaran, baik di lingkungan perkantoran maupun di lingkungan pemukiman, dengan menyiapkan sarana dan sumber daya yang memadai.

Sedangkan khusus untuk aparat Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Sukabumi, agar menyiapkan perencanaan musim tanam secara akurat, melaksanakan sosialisasi dan menyiapkan masyarakat petani, untuk mengindahkan perencanaan tanam yang telah disusun oleh aparat Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Sukabumi.

 
Rabu, 26 Agustus 2009
WALIKOTA SUKABUMI HIMBAU SEGENAP UMMAT ISLAM AGAR TINGKATKAN KEIMANAN DAN KETAQWAAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., menghimbau segenap ummat Islam, agar meningkatkan keimanan dan ketaqwaan, dengan melaksanakan ibadah shaum dan shalat tarawih, yang disempurnakan dengan zakat fitrah, infaq dan shodaqoh.

Selain itu, juga agar senantiasa menghindari diri dari berbagai perbuatan yang dapat mengurangi dan membatalkan ibadah shaum, serta berbagai perbuatan yang menjurus dan mengganggu ketertiban, keamanan dan kesejahteraan.

Sedangkan kepada segenap warga masyarakat non muslim, agar menunjukan sikap saling menghormati, menghargai dan tenggang rasa, kepada kaum muslimin dan muslimat yang sedang menjalankan ibadah shaum, demi terpelihara dan terwujudnya kerukunan hidup antar ummat ber-agama.

Himbauan Walikota Sukabumi tersebut, disampaikan melalui Surat Pengumuman Nomor 1048, tertanggal 10 Agustus 2009, menyusul datangnya bulan suci Ramadhan tahun 1430 Hijriyah, yakni bulan yang penuh dengan rahmat, berkah dan maghfiroh.

Himbauan Walikota Sukabumi tersebut, juga disampaikan kepada para pengusaha restaurant atau rumah makan, agar tidak berjualan pada siang hari, untuk menghormati kaum muslimin dan muslimat yang sedang melaksanakan ibadah shaum, selanjutnya tidak melakukan berbagai kegiatan yang menjurus pada perjudian dan sebagainya, yang bertentangan dengan hukum yang berlaku, tidak melakukan berbagai kegiatan yang dapat menimbulkan perbuatan maksiat, tidak membuat, menyimpan, mengedarkan dan menyulut petasan, mercon dan sejenisnya, serta tidak melaksanakan kegiatan hiburan malam, yang dapat mengganggu kekhusuan ibadah ummat Islam, dan mengganggu ketertiban umum selama bulan suci Ramadhan.

Walikota Sukabumi mengharapkan kepada segenap lapisan masyarakat, agar memperhatikan dan mengindahkan himbauan tersebut. Sebab apabila tidak diperhatikan dan diindahkan, akan dikenakan sanksi, sesuai dengan peraturan dan per-undang-undangan yang berlaku.

 
Selasa, 18 Agustus 2009
DITERBITKANNYA TAP MPR RI NOMOR VI TAHUN 2001 UNTUK BANGUN KULTUR BIROKRASI INDONESIA YANG TRANSPARAN
Reporter : ENDANG SUMARDI / TIM PELIPUT
 

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) RI, Andi Mattalatta menandaskan, diterbitkannya Tap MPR RI Nomor VI Tahun 2001, untuk membangun kultur birokrasi Indonesia yang transparan, akuntabel, bersih dan bertanggungjawab, serta dapat menjadi pelayan masyarakat yang baik.

Berkaitan dengan hal tersebut, terkait dengan tugas pokok dan fungsi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dalam bidang pelayanan, bimbingan dan pembinaan terhadap warga binaan, telah diterbitkan Instruksi Menteri Hukum dan HAM RI Nomor M.HH.01.OT.03.01 Tahun 2008, tertanggal 1 Februari 2008, Tentang Pencanangan Bulan Tertib Pemasyarakatan, yang meliputi Tertib Pengamanan, Tertib Pelayanan, Tertib Perawatan dan Pengelolaan, Tertib Pembinaan dan Pembimbingan, serta Tertib Peri Kehidupan Penghuni.

Penandasan Menteri Hukum dan HAM tersebut, disampaikan Wakil Walikota Sukabumi, Drs. H. Mulyono, M.M., pada Upacara peringatan HUT Ke-64 Proklamasi Kemerdekaan RI Tingkat Instansional, Senin pagi, 17 Agustus 2009, di Lapas Kelas II B Sukabumi.

Terbitnya Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor Per/15/M.PAN/7/2008 Tentang Pedoman Umum Reformasi Birokrasi, telah memperkuat dan mendorong jajaran Pemasyarakatan untuk mempercepat perubahan mendasar dalam sistem Pemasyarakatan, dengan diterbitkannya Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor M.HH.01.OT.02.02 Tahun 2009, tertanggal 13 Januari 2009, tentang Cetak Biru Pembaharuan Pelaksanaan Sistem Pemasyarakatan.

Dijelaskannya, Cetak Biru tersebut menjabarkan pemikiran, gagasan dan aspirasi dalam penyelenggaraan sistem pemasyarakatan, disusun atas dasar kondisi objektif, guna merumuskan suatu formula perbaikan dan perubahan, juga sebagai pedoman bagi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, dalam proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi pemasyarakatan secara menyeluruh, sekaligus sebagai titik tolak pembangunan reformasi birokrasi, yang meliputi bidang kelembagaan, sumber daya manusia aparatur, ketatalaksanaan, akuntabilitas aparatur, pengawasan dan pelayanan publik.

Berkaitan dengan hal tersebut, sebagai langkah awal jajaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, yakni harus mampu melakukan perubahan mindset dan culture set, serta pengembangan budaya kerja, dalam rangka pelayanan prima kepada masyarakat.

Reformasi birokrasi juga diarahkan pada upaya-upaya mencegah dan mempercepat pemberantasan korupsi secara berkelanjutan, dalam menciptakan tata kepemerintahan yang baik, bersih dan berwibawa atau good governance, serta bebas KKN. Hal tersebut dilakukan, untuk menjawab tantangan, karena hasil survey integritas sektor publik yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menempatkan Departemen Hukum dan HAM khususnya Pemasyarakatan dalam urutan terendah, baik pada tahun 2007 maupun pada 2008, kendati survey yang dilaksanakan KPK tersebut terbatas, yakni hanya di Wilayah DKI Jakarta.

Upaya-upaya yang dilakukan jajaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan tersebut tidak ringan, serta membutuhkan waktu yang cukup. Namun upaya-upaya tersebut apabila didukung oleh seluruh aparatur Departemen Hukum dan HAM, ter-utama jajaran Pemasyarakatan yang disertai dengan bekal tekad dan semangat yang kuat, upaya-upaya tersebut akan berhasil diwujudkan dengan baik.

 
Sabtu, 8 Agustus 2009
ANGGOTA DPRD MERUPAKAN REPRESENTASI DARI PARTAI POLITIK YANG MENDAPATKAN KURSI
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Sesuai dengan ketentuan, peraturan dan per-undang-undangan, bahwa Anggota DPRD merupakan representasi dari Partai Politik yang mendapatkan kursi, sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah. Sejalan dengan hal tersebut, DPRD Kabupaten dan Kota, dalam menjalankan tugas, fungsi, kewajiban dan tanggung jawab, khususnya dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan, harus senantiasa mengembangkan hak legislasi, anggaran dan pengawasan.

Demikian ditandaskan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, yang disampaikan Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., saat memberi sambutan pada Rapat Paripurna Istimewa, dalam rangka Peresmian Pemberhentian Keanggotaan DPRD Kota Sukabumi Hasil Pemilihan Umum Tahun 2004 Untuk Masa Jabatan Tahun 2004-2009, dan Peresmian Keanggotaan DPRD Kota Sukabumi Hasil Pemilihan Umum Tahun 2009 Untuk Masa Jabatan Tahun 2009-2014, hari Rabu, 5 Agustus 2009 baru-baru ini, di Gedung Anton Sujarwo Secapa Polri Sukabumi.

Ditandaskan pula, masyarakat menaruh harapan pada pundak para Anggota DPRD Kabupaten dan Kota masa jabatan 2009-2014, bukan saja memiliki legitimasi yang kuat dari masyarakat, melainkan juga memiliki visi dan misi, serta jati diri yang mantap sebagai aktor-aktor utama pembangunan daerah ke depan, dalam kerangka penyelenggaraan pemerintahan daerah yang bersih, transparan, akuntabel, efektif, efisien dan berwibawa, sesuai harapan semua pihak.

Diungkapkannya, pengalaman dalam 5 tahun ter-akhir atas berbagai kasus penyimpangan wewenang dan jabatan yang dilakukan oknum Anggota DPRD, hendaknya dapat dihapus, karena selain akan menghambat kinerja DPRD, juga hal tersebut merupakan bentuk penghianatan terhadap aspirasi masyarakat. Oleh karenanya, Gubernur Jawa Barat berharap, agar komposisi baru di lingkungan DPRD ini, dapat menjadi angin segar bagi pencitraan lembaga DPRD yang lebih baik, sehingga dapat berdampak nyata pada usaha-usaha percepatan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten dan Kota, umumnya masyarakat Jawa Barat.

Guna mewujudkan hal tersebut, menurut Gubernur Jawa Barat, harus ditunjang dengan perubahan perilaku politik seluruh kekuatan politik masyarakat, dalam menciptakan demokrasi yang berbasis etika dan nilai-nilai budaya daerah. Berkaitan dengan hal tersebut, para Anggota DPRD harus mampu memainkan peran dan fungsinya sebagai mediator dan fasilitator, untuk secara berkesinambungan mengembangkan budaya dan etika politik masyarakat yang mencerminmkan kedewasaan, berjiwa besar, legowo dan ber-orientasi pada kepentingan masyarakat.

Disamping itu, juga dapat menerapkan perilaku politik yang mengedepankan filosofi masyarakat Jawa Barat, yakni Silih Asah Silih Asih jeung Silih Asuh, dilandasi semangat kebangsaan dan nasionalisme, untuk menjaga keutuhan NKRI, serta jauh dari ego-ego pribadi dan kepentingan kelompok atau golongan. Dengan demikian, Jawa Barat yang Gemah Ripah Repeh Rapih, dan masyarakat Jawa Barat yang Baldatun Thoyyibatun Warobbun Ghofur, adil, makmur dan sejahtera dapat terwujud, serta senantiasa berada dalam ridho dan lindungan Allah Ta'alla.

 
Senin, 3 Agustus 2009
LURAH LEMBURSITU HIMBAU MASYARAKAT AGAR TINGKATKAN KEWASPADAAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Lurah Lembursitu, Drs. Dodi Supriadi, M.M., menghimbau segenap lapisan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya dalam meng-antisipasi penyebaran penyakit DBD, Flu Burung dan Flu Babi. Upaya tersebut dapat dilakukan dengan senantiasa melaksanakan gerakan kebersihan, Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), dan kegiatan 3-M, yakni Menguras dan Menutup tempat penampungan air, serta Mengubur barang-barang bekas yang dapat digunakan tempat bersarang dan berkembang biak nyamuk Aides Aigepty.

Selain itu, segenap lapisan masyarakat juga agar senantiasa meningkatkan Siskamling atau Ronda Malam secara intensip, di lingkungannya masing-masing, serta melaporkan tamu atau pendatang kepada RT atau RW setempat, yang akan menginap di rumah warga masyarakat masing-masing. Demikian pula kepada para pemilik tempat-tempat kosan atau kontrakan, agar mendata dan melaporkan nama-nama penghuninya kepada RT atau RW setempat, untuk dilaporkan kembali ke kelurahan dan kecamatan masing-masing. Himbauan Lurah Lembursitu tersebut, disampaikan hari Minggu sore, 26 Juli 2009 baru-baru ini, pada acara silaturahmi dan pengajian rutin, bertempat di mesjid Ibbadurrahman Tegallega, Kelurahan Lembursitu.

Sementara Ustadz Drs. Aang Jaenudin, dalam kesempatan tersebut menjelaskan tentang keluarga sakinah, mawadah dan warohmah. Dikatakannya, Keluarga sakinah, mawadah dan warohmah, merupakan idaman bagi setiap orang. Namun untuk mewujudkan keluarga sakinah, mawadah dan warohmah tersebut sangat sulit, sebagaimana sulitnya mewujudkan misi kenabian. Karena untuk mewujudkan keluarga sakinah, mawadah dan warohmah tersebut, membutuhkan persyaratan-persyaratan yang sangat ketat dan berat. Diantaranya dengan mewujudkan kesucian, yakni kesucian berpikir, mengolah hati dan bertindak. Adapun sebagai gambaran bagi setiap orang dalam mewujudkan rumah tangga yang sakinah, mawadah dan warohmah tersebut, bisa bercermin pada rumah tangga yang telah diwujudkan oleh Nabi Muhammad dengan Sayyidah Khodijah Al-Kubra, dan rumah tangga yang telah diwujudkan oleh Imam Ali bin Abi Thalib dengan Sayyidah Fatimah Az-Zahra.

 
Senin, 3 Agustus 2009
FKK UMMI KEMBANGKAN EKONOMI DAERAH DAN TINGKATKAN KUALITAS LULUSAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Forum Komunikasi dan Konsultasi (FKK) Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI), hingga saat ini sudah menjaring 33 mitra di Kota dan Kabupaten Sukabumi. Maksud dan tujuannya, untuk membantu pengembangan ekonomi daerah dan meningkatkan kualitas lulusan.

Ke-33 mitra tersebut, seperti dikatakan Ketua FKK UMMI, Reny Sukmawani, terdiri dari Pemerintah Kota Sukabumi, Pemerintah Kabupaten Sukabumi, dunia usaha, industri, rumah sakit, dan para pemangku kepentingan atau stake holders.

Dengan dibentuknya FKK UMMI ini, diharapkan dapat mengurangi terjadinya ketimpangan, antara jumlah kesempatan kerja dengan angkatan kerja. Sebab di forum ini, baik pemerintah maupun dunia usaha dan masyarakat, dilibatkan untuk berkomunikasi secara aktif, dalam berbagai keperluan dan kebutuhan. Dengan demikian, baik pemerintah maupun dunia usaha dan masyarakat, tidak akan terjadi miss komunikasi.

Selain itu, pemerintah juga bisa lebih fokus melayani masyarakat, dengan memberikan kebijakan yang pro terhadap rakyat. Sementara pihak dunia usaha atau industri, bisa memenuhi kebutuhan karyawan dan masyarakat. Sedangkan karyawan dan masyarakat, bisa fokus bekerja dengan baik, sesuai peraturan yang berlaku dan harapan para pelaku dunia usaha. Karena di forum ini, ada usaha saling menguntungkan, antara ketiga belah pihak tersebut.

Adapun kegiatan yang telah dilakukan FKK UMMI terhadap mitra-mitra tersebut, antara lain pelatihan usaha tani pembibitan ikan konsumsi, pelatihan manajemen bisnis, praktik keperawatan, serta konsultasi seputar agribisnis pemerintahan dan kesehatan. Disamping itu, juga seminar bursa kerja dan memberikan informasi positif kepada para calon tenaga kerja. Diharapkannya, FKK UMMI ini, bisa secara kontinyu memfasilitasi dan menjembatani pemerintah, dunia usaha dan masyarakat.

 
Senin, 3 Agustus 2009
SEGENAP LAPISAN MASYARAKAT AGAR TINGKATKAN PENGAWASAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Kapolres Kota Sukabumi, AKBP Drs. Mochamad Hendra Suhartyono, M.Si., menghimbau segenap lapisan masyakarakat, agar meningkatkan pengawasan di lingkungannya masing-masing. Maksud dan tujuannya, untuk meng-antisipasi terjadinya gangguan keamanan, termasuk ancaman teror bom di wilayah hukum Polres Kota Sukabumi.

Himbauan Kapolres Kota Sukabumi tersebut, disampaikan saat melakukan sosialiasi teror bom, kepada para Camat dan Lurah, serta para Ketua RW dan RT, para pemilik hotel/ restaurant dan pusat perbelanjaan se Kota Sukabumi, hari Jumat, 31 Juli 2099 baru-baru ini, di Gedung Juang 45.

Sosialisasi teror bom tersebut, menghadirkan pembicara Ketua MUI Kota Sukabumi, Profesor Doktor H. Dedi Ismatullah Mahdi, S.H., M.H., mengulas tentang jihad yang sebenarnya menurut ajaran Islam.

Kapolres Kota Sukabumi mengatakan, kerjasama antara polisi, pemerintah dan masyarakat sangat dibutuhkan, untuk mencegah wilayah hukum Polres Kota Sukabumi dijadikan tempat persembunyian teroris. Hal tersebut perlu dilakukan, mengingat salah satu kecamatan di wilayah hukum Polres Kota Sukabumi, pernah dijadikan tempat kediaman teroris, Herry Gholun, yang terlibat dalam pemboman di Kantor Kedutaan Besar Australia di Jakarta.

Ditandaskannya, sebagai penguasa di tingkat paling bawah, baik RT dan RW maupun Lurah dan Camat, tentu lebih mengenal wilayahnya masing-masing. Untuk itu, kewaspadaan harus ditingkatkan dengan melaksanakan Siskamling atau Ronda Malam secara intensif di lingkungannya masing-masing. Selain itu, mewajibkan kepada setiap tamu yang akan menginap di wilayahnya masing-masing, untuk melapor kepada RT atau RW. Demikian pula kepada para pemilik kosan atau kontrakan, agar mendata dan melaporkan nama-nama penghuninya kepada RT dan RW. Yang tidak kalah penting, masyarakat agar melaporkan apabila ada hal-hal yang mencurigakan kepada aparat kepolisian. Disamping itu, juga jangan mudah terprovokasi oleh isu dan informasi yang memperkeruh keadaan. Sedangkan kepada para pemilik hotel, restaurant dan pusat perbelanjaan, agar memperketat pengawasan, serta melengkapi Satuan Pengamanan (Satpam) dengan alat detektor.

Hal tersebut disampaikan, berkaitan dengan belum tertangkapnya otak pelaku pemboman dari beberapa kali kejadian yang lalu. Dikatakan pula, Polres Kota Sukabumi telah menyebarkan sebanyak 10 ribu lembar brosur ke seluruh wilayah hukum Polres Kota Sukabumi. Adapun isi brosur tersebut, memuat identitas dan foto Nurdin M. Top dalam berbagai bentuk. Maksud dan tujuannya, untuk mempersempit ruang gerak teroris, khususnya di wilayah hukum Polres Kota Sukabumi. Untuk itu, Kapolres Kota Sukabumi meminta kepada segenap lapisan masyarakat yang berdomisili di wilayah hukum Polres Kota Sukabumi, apabila melihat orang yang dicurigai sebagai Nurdin M.Top, agar segera melaporkannya kepada aparat kepolisian.

 
Senin, 3 Agustus 2009
KOTA SUKABUMI JUARA UMUM DUA OLIMPIADE GURU TK AL QURAN TINGKAT JAWA BARAT
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Kotingen Kota Sukabumi keluar sebagai juara umum dua olimpiade guru TK AL-Quran, Tingkat Jawa Barat Tahun 2009, dengan meraih 8 medali, yakni 5 medali emas, 2 medali perak, dan 1 medali perunggu.

Adapun cabang lomba yang dipertandingkan dalam olimpiade tersebut, yakni Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ), Berjanji, Kaligrafi, Pengajaran Sains, Pengajaran Karakter dan Cerdas Cermat.

Dengan berhasil meraih gelar juara umum dua pada olimpiade tersebut, kontingen Kota Sukabumi mendapat piagam penghargaan dan piala Gubernur Jawa Barat.

Ketua Pengurus Daerah Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Al-Qur'an (PD IGTKA), Asep mengatakan, dengan berhasil meraih gelar juara umum dua olimpiade tersebut, kontingen Kota Sukabumi mampu menunjukan kemampuan dan prestasi yang cukup membanggakan semua pihak, khususnya pengurus dan anggota IGTKA. Karena dengan meraih gelar juara umum dua tersebut, mampu membawa harum nama Kota Sukabumi di tingkat regional Jawa Barat.

Ditandaskannya, keberhasilan yang diraih tersebut cukup mengagetkan semua pihak. Karena persiapan yang dilakukan kontingen Kota Sukabumi untuk mengikuti olimpiade tersebut waktunya sangat sedikit, apabila dibandingkan dengan kontingen-kontingen dari daerah lainnya. Namun demikian, semangat dan perjuangan kontingen Kota Sukabumi dalam mengikuti olimpiade tersebut sangat tinggi, sehingga mampu meraih gelar juara umum dua.

Dikatakannya, prestasi yang telah diraih tersebut akan senantiasa dipertahankan dan ditingkatkan, guna mencapai visi Kota Sukabumi, yakni Terwujudnya Kota Sukabumi Sebagai Pusat Pelayanan Berkualitas Bidang Pendidikan, Kesehatan dan Perdagangan di Jawa Barat, Berlandaskan Iman dan Taqwa; serta visi Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi tahun 2008-2013, yakni Dengan iman dan taqwa mewujudkan pemerintahan yang amanah berparadigma surgawi, menuju Kota Sukabumi yang cerdas, sehat dan sejahtera, baik lahir maupun batin, dilandasi nilai fhilosofis Shidiq, Tabligh, Amanah, Fathonah.

 
Sabtu, 25 Juli 2009
MASYARAKAT YANG INGIN MANFAATKAN SUB TERMINAL BUNGBULANG AGAR BERSABAR
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Berbagai kalangan masyarakat khususnya para pedagang mengharapkan, agar Sub Terminal Bungbulang Kecamatan Cibeureum, segera difungsikan kembali. Maksud dan tujuannya, untuk meningkatkan kelancaran transportasi ke berbagai jurusan, perekonomian dan kesejahteraan masyarakat, serta untuk menghidupkan wilayah Kecamatan Cibeureum dari berbagai aktifitas dan pembangunan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, Drs. Andri Setiawan, M.M. menjelaskan, rencana difungsikannya kembali Sub Terminal Bungbulang, masih dalam kajian dari berbagai instansi terkait. Dengan demikian, peng-operasian kembali sub terminal tersebut, waktunya belum bisa dipastikan. Berkaitan dengan hal tersebut, masyarakat yang ingin memanfaatkan Sub Terminal Bungbulang Kecamatan Cibeureum, agar bersabar.

Ditandaskannya, untuk memfungsikan kembali sub terminal tersebut, diperlukan kajian yang matang dari berbagai instansi terkait. Sebab untuk memfungsikan kembali sub terminal tersebut, bukan kewenangan Dinas Perhubungan Kota Sukabumi saja, akan tetapi kewenangan seluruh instansi terkait. Antara lain, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Pengolahan Persampahan, Pertamanan dan Pemakaman (DP-4), serta Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopperindag). Karena selain berfungsi sebagai Terminal Angkutan Kota (Angkot), di dalam sub terminal tersebut juga terdapat kios dan pasar. Dengan demikian, untuk memfungsikan kembali sub terminal tersebut, diperlukan kesamaan persepsi dari berbagai intansi terkait.

Namun demikian, sambil menunggu hasil kajian dari berbagai instansi terkait, sebagai tahap awal peng-operasian kembali sub terminal tersebut, akan diisi oleh para pedagang. Maksud dan tujuannya, untuk menghidupkan sub terminal tersebut dari berbagai aktifitas masyarakat. Dijelaskannya, para pedagang yang berjualan di kios dan pasar sub terminal tersebut, dibebaskan dari biaya sewa selama satu tahun. Sedangkan tahapan rencana selanjutnya, seperti dikatakan Kepala Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, yakni mulai tahun depan akan dilaksanakan renovasi bangunan.

 
Jumat, 24 Juli 2009
PENGASAPAN YANG TIDAK BENAR DAPAT AKIBATKAN NYAMUK JADI KEBAL
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Masyarakat jangan terlalu mengandalkan pengasapan atau fogging, dalam memberantas nyamuk Aides Aigepty. Sebab apabila pengasapan dilakukan dengan cara yang tidak benar, nyamuk yang menjadi perantara penularan penyakit DBD ini, justeru akan menjadi sebaliknya, yakni menjadi kebal. Selain itu, apabila pengasapan terlalu sering dilakukan pada saat yang tidak tepat, potensi dari bahan insektisida menjadi tidak maksimal.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Dokter H. Boyke Priyono S, M.Kes. menjelaskan, pengasapan yang baik bukan pada siang atau sore hari, tapi harus pada waktu sebelum matahari tinggi. Sebab apabila pengasapan dilakukan pada siang atau sore hari, molekul-molekul pada insektisida akan menguap. Akibatnya daya basmi dari insektisida kurang efektif.

Selain itu, upaya dalam menanggulangi penyebaran DBD melalui pengasapan, hanya membunuh nyamuk dewasa. Sedangkan jentik-jentiknya tidak akan terbunuh. Adapun upaya yang sangat ampuh untuk menanggulangi penyebaran DBD, yakni dengan melakukan gerakan Pemberntasan Sarang Nyamuk (PSN) secara kontinyu/ termasuk melakukan kegiatan 3-M, yakni Menguras dan Menutup bak penampungan air, serta Mengubur barang-barang bekas yang dapat digunakan tempat bersarang dan berkembang biak nyamuk.

Sementara Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Dokter Rita Fitrianingsih, M.Kes. menjelaskan, kondisi nyamuk di Kota Sukabumi sudah pada tingkatan kebal dengan insektisida jenis malathion. Untuk itu, insektisida yang cocok untuk pengasapan saat ini, yakni harus menggunakan insektisida jenis cynoff.

Berkaitan dengan hal tersebut, Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, menghimbau segenap lapisan masyarakat yang akan menggunakan jasa fogging, agar tidak sembarangan. Sebab bisa saja bahan-bahan fogging yang digunakan, tidak sesuai dengan yang direkomendasikan oleh Dinas Kesehatan. Disamping itu, permintaan pengasapan atau fogging dari masyarakat, ada persyaratan dan aturannya. Yakni apabila terjadi kasus DBD yang dibuktikan dengan surat keterangan dari petugas kesehatan, serta ditemukan tambahan penderita DBD, atau penderita panas tanpa sebab selama tiga tahun berturut-turut, disertai penemuan jentik nyamuk.

 
Kamis, 23 Juli 2009
KEJAKSAAN NEGERI SUKABUMI BERUPAYA OPTIMAL TINGKATKAN KINERJA SECARA PROFESIONAL
Reporter : ENDANG SUMARDI / TIM PELIPUT
 

Kejaksaan Negeri Sukabumi, senantiasa ber-upaya optimal meningkatkan kinerja secara profesional. Maksud dan tujuannya, untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat. Buktinya selama satu tahun ter-akhir ini, lembaga penegak hukum tersebut berhasil menangani ratusan kasus tindak pidana umum dan puluhan kasus tindak pidana khusus.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sukabumi, Wirzal Yanuar, S.H., hari Selasa, 21 Juli 2009 baru-baru ini, di ruangan kerjanya mengungkapkan, sejak tanggal 22 Juli 2008 hingga 21 Juli 2009, lembaga tersebut telah menangani sebanyak 308 kasus perkara tindak pidana umum, dan 10 kasus tindak pidana korupsi. Dari 308 kasus tindak pidana umum tersebut, sebanyak 75 kasus merupakan perkara tindak pidana narkotika, dan 14 kasus perkara tindak pidana psikotropika. Sedangkan sisanya, berupa kasus pembunuhan, pencurian dan penganiayaan. Satu perkara narkotika yang paling besar, yakni dengan barang bukti seberat 4 kilogram ganja. Dijelaskannya, dari sebanyak 308 kasus tindak pidana umum tersebut, sebanyak 261 kasus sudah mendapat putusan pengadilan. Sedangkan sisanya sebanyak 47 kasus, masih dalam proses persidangan dan dalam upaya hokum, baik banding maupun kasasi.

Sementara 10 kasus tindak pidana korupsi, menurut Kajari Sukabumi, seluruhnya telah mendapat vonis dari pengadilan, serta mendapat kekuatan hukum tetap (inkracht). Dikatakannya, pada saat ini, pihaknya tengah menangani tiga kasus korupsi. Diantaranya satu kasus telah diajukan ke pengadilan. Sedangkan dua kasus lagi masih dalam proses pemeriksaan. Ditandaskannya, paling lama dalam jangka waktu satu bulan ke depan, perkara dua kasus tersebut sudah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri.

Ditandaskan pula, sebagai Pengacara Negara, Kejaksaan Negeri Sukabumi telah menandatangani piagam kerjasama dalam bidang Perdata dan Tata Usaha Negara, dengan sejumlah lembaga pemerintah dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Diantaranya dengan Pemerintah Kota Sukabumi, PT Jamsostek, PT PLN APJ Sukabumi, dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Sukabumi. Sementara dengan PT Telkom masih dalam proses. Selain itu, hingga tanggal 21 Juli 2009, Kejaksaan Negeri Sukabumi telah mendapat 14 Surat Kuasa Khusus (SKK) dari PT Jamsostek, untuk menyelesaikan tunggakan perusahaan.

Menyinggung peringatan ke-49 Hari Bhakti Adyaksa, seperti dikatakan Kajari Sukabumi, momen ini akan dijadikan salah satu upaya peningkatan profesionalisme dan integritas moral aparat kejaksaan. Hal tersebut sesuai dengan kebijakan Kejaksaan Agung, menyusul dikeluarkannya 6 Peraturan Kejaksaan Agung (Perja). Dikeluarkannya 6 Perja tersebut, sebagai langkah awal pembaharuan di lembaga kejaksaan. Maksudnya untuk membentuk jaksa yang professional dan memiliki integritas moral yang tinggi. Sebab apabila aparat kejaksaan memiliki dua kriteria tersebut, kepercayaan masyarakat terhadap lembaga hukum ini akan semakin tinggi.

Dikatakannya, upaya peningkatan kinerja yang dilakukan Kejaksaan Negeri Sukabumi selama satu tahun ter-akhir, menghasilkan prestasi yang cukup membanggakan semua pihak, yakni dengan ditetapkannya Kejaksaan Negeri Sukabumi, sebagai peringkat ketiga tingkat nasional dalam menangani tindak pidana khusus, dan peringkat pertama di Jawa Barat. Keberhasilan tersebut, menurut Kajari Sukabumi, merupakan keberhasilan dan kinerja seluruh aparat Kejaksaan Negeri Sukabumi, termasuk dukungan dan bantuan dari berbagai komponen, baik dari masyarakat maupun dari Pemerintah Kota Sukabumi dan Kepolisian Resort Kota Sukabumi.

 
Sabtu, 18 Juli 2009
KABAG BINAMITRA HIMBAU SEGENAP MASYARAKAT AGAR TINGKATKAN KEWASPADAAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Kabag Binamitra Polres Kota Sukabumi, Kompol Sumarta Setiadi, S.H., M.H., atas nama Kepala Kepolisian Resort Kota Sukabumi, menghimbau segenap lapisan warga masyarakat, baik warga masyarakat Kota maupun warga masyarakat Kabupaten Sukabumi, agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan, dengan melaksanakan Siskamling atau Ronda Malam secara intensip, di lingkungannya masing-masing. Selain itu juga agar memberlakukan wajib lapor bagi para tamu atau pendatang kepada RT atau RW setempat, yang akan menginap di rumah warga masyarakat masing-masing. Selanjutanya kepada para pemilik tempat-tempat kos atau kontrakan, agar mendata dan melaporkan nama-nama penghuninya kepada RT atau RW setempat.

Yang tidak kalah penting, juga melaporkan kepada aparat kepolisian terdekat, apabila menemukan atau menjumpai hal-hal yang mencurigakan. Disamping itu, segenap lapisan warga masyarakat, agar tidak mudah terhasut dan terpropokasi oleh isu dan informasi, yang dapat memperkeruh suasana dari kelompok-kelompok yang tidak menghendaki terciptanya keamanan.

Kabag Binamitra Polres Kota Sukabumi menandaskan, disampaikannya himbauan tersebut, sebagai salah satu upaya untuk menciptakan dan meningkatkan suasana kondusif wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi, yakni suasana yang aman, tenteram, tertib dan damai.

Sementara Kabag Ops Polres Kota Sukabumi, Kompol H. Agus Subandi menandaskan, sejak Jumat malam baru-baru ini, Polres Kota Sukabumi menggelar operasi gabungan dari seluruh fungsi kepolisian, diantaranya di jalan Raya Sukabumi – Cianjur, tepatnya di daerah Ngaweng Kecamatan Sukaraja Kabupaten Sukabumi, dengan mencegat dan memeriksa seluruh kendaraan yang melintas di ruas jalan tersebut.

Kabag Ops Polres Kota Sukabumi juga menandaskan, dilaksanakannya operasi tersebut, perintah langsung dari Kapolri. Maksud dan tujuannya, sebagai salah satu langkah antisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Untuk itu, operasi tersebut akan dilaksanakan setiap saat oleh seluruh anggota kepolisian di sejumlah lokasi di Kota dan Kabupaten Sukabumi, hingga batas waktu yang tidak ditentukan, atau hingga adanya pencabutan waktu dari Kapolri.

 
Jumat, 10 Juli 2009
PEMERINTAH MENUTUP SEMENTARA PENGIRIMAN TKI KE MALAYSIA
Reporter : TIM PELIPUT
 

Terkait dengan banyaknya kasus penyiksaan terhadap Tenaga Kerja Indonesia (TKI), pemerintah menutup sementara pengiriman tenaga kerja ke Malaysia.

Kepala Bidang Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Penanggulangan Bencana (Dinsostek PB) Kota Sukabumi, Marjiyono, S.Ag., M.M. mengatakan, dengan ditutupnya sementara pengiriman tenaga kerja tersebut, mengakibatkan ratusan lowongan kerja di Malaysia, khususnya pada sektor informal terpaksa ditolak.

Ditandaskannya, lowongan kerja pada sektor tersebut yang ditawarkan Malaysia hingga bulan September 2009 mendatang, jumlahnya lebih dari 100 lowongan kerja.

Ditandaskan pula, dilaksanakannya penutupan pengiriman TKI ke Malaysia tersebut, berlandaskan Surat Keputusan Pemerintah Pusat, yang disesuaikan dengan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2004, Tentang Penempatan TKI.

Selain itu, pihak Dinsostek PB Kota Sukabumi, menerima Surat Izin Pengerahan (SIP) dari Departemen Tenaga Kerja, dan Surat Pengantar Rekrut (SPR) dari BP-3-TKI, yang didalamnya mencantumkan Malaysia tidak menjadi negara tujuan pengiriman TKI.

Kepala Bidang Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinsostek PB Kota Sukabumi menjelaskan, kendati pengiriman TKI ke Malaysia ditutup sementara oleh pemerintah pusat, namun kesempatan untuk bekerja ke negara-negara lainnya, seperti Taiwan dan Singapura termasuk negara-nagara di Timur Tengah masih terbuka. Dijelaskan pula, pihak Dinsostek PB Kota Sukabumi akan mematuhi kebijakan yang dikeluarkan pemerintah pusat, khususnya tentang penutupan sementara pengiriman TKI ke Malaysia.

Dikatakannya, dengan ditutupnya pengiriman sementara TKI tersebut, banyak pencari kerja yang mengurungkan niatnya untuk bekerja di Malaysia. Para pencari kerja tersebut, akhirnya mengalihkan tujuan dan pilihannya, yakni ke negara-negara di Timur Tengah.

 
Jumat, 19 Juni 2009
GOP-TKI KOTA SUKABUMI DIHARAPKAN DAPAT MENJALAN PERAN SECARA OPTIMAL
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Gabungan Organisasi Penyelenggara Taman Kanak-kanak Indonesia (GOP-TKI) Kota Sukabumi, diharapkan dapat menjalankan peran secara optimal, sebagai mitra pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Harapan tersebut disampaikan Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., pada peringatan HUT ke-52 GOP-TKI Kota Sukabumi, hari Kamis, 18 Juni 2009 baru-baru ini, di Gedung Pusat Kajian Islam.

Diharapkan pula, segenap jajaran pengurus GOP-TKI Kota Sukabumi, agar senantiasa berperan aktif, supaya dapat meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya di Kota Sukabumi.

Sementara Ketua GOP-TKI Kota Sukabumi, Hajah Esih Muraz menjelaskan, masa kanak-kanak merupakan masa yang sangat penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Sebab pada masa tersebut, merupakan awal dari pembentukan karakter dan mental seorang anak.

Oleh karenanya, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sangat dibutuhkan serta harus ditingkatkan dan dikembangkan, baik dalam segi sarana dan prasarananya, maupun dalam segi pembelajarannya.

Ditandaskannya, pendidikan pada usia dini sangat penting bagi anak-anak. Dengan demikian, bakat dan potensi yang dimiliki oleh setiap anak bisa dikembangkan sejak dini, guna menyiapkan generasi bangsa yang tangguh.

Menyinggung Yayasan Penyelenggara Taman Kanak-kanak yang tergabung dalam GOP-TKI Kota Sukabumi, saat ini berjumlah 58 yayasan, tersebar di 33 kelurahan dan 7 kecamatan se Kota Sukabumi.

Dari jumlah yayasan tersebut, sebanyak 54 yayasan telah ter-akreditasi, dan 4 yayasan masih dalam proses akreditasi. Diharapkannya, dengan banyaknya Yayasan Penyelenggara Taman Kanak-kanak tersebut, dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya di Kota Sukabumi.

Dalam pada itu, Ketua Panitia Penyelenggara, Hajah Neti Kostaman menjelaskan, peringatan HUT ke-52 GOP-TKI Kota Sukabumi ini, mengambil tema, Penguatan Organisasi Sebagai Implementasi Menuju Peningkatan Mutu Taman Kanak-kanak.

Untuk itu, dengan dilaksanakannya peringatan HUT tersebut, dapat meningkatkan peran GOP-TKI, khususnya dalam meningkatkan kinerja Yayasan Penyelenggara Taman Kanak-kanak di Kota Sukabumi.

 
Selasa, 16 Juni 2009
BPN KOTA SUKABUMI PADA TAHUN 2009 AKAN TERBITKAN 500 SERTIFIKAT TANAH PRONA
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Sukabumi, pada tahun 2009 akan menerbitkan 500 Sertifikat Tanah Program Nasional (Prona). Seperti dikatakan Kepala BPN Kota Sukabumi, James J.F. Tirayoh, program tersebut akan segera digulirkan. Maksud dan tujuannya, untuk membantu masyarakat yang kurang mampu di 7 wilayah kelurahan se Kota Sukabumi. Yakni Kelurahan Gunungpuyuh, Kelurahan Babakan, Kelurahan Subangjaya, Kelurahan Jayamekar, Kelurahan Sindangsari, Kelurahan Sudajayahilir, dan Kelurahan Baros.

Dijelaskannya, jumlah Sertifikat Tanah Prona yang akan diterbitkan dalam tahun 2009 ini, mengalami penurunan secara drastis apabila dibandingkan dengan tahun lalu, yakni mencapai 1.800 sertifikat. Adanya penurunan jumlah sertifikat tersebut, karena ada program Layanan Rakyat untuk Sertifikat Tanah (Larasita). Tujuannya untuk meningkatkan pendapatan daerah. Sedangkan rencana penyerahan sertifikat tanah tersebut, dijadualkan berlangsung pada bulan Oktober 2009 mendatang, bertepatan dengan peringatan Hari Agraria Nasional.

Kepala BPN Kota Sukabumi mengatakan, Prona merupakan program pemerintah yang biaya pembuatannya disubsidi oleh pemerintah pusat, melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dengan demikian, masyarakat yang membuat sertifikat tanah melalui program tersebut, sepeser pun tidak dikenakan biaya alias gratis. Namun demikian, masyarakat yang akan membuat sertifikat tanah tersebut, berkewajiban membayar Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), yang besarnya sesuai dengan luas lahan dan bangunan yang dimilikinya. Adapun lokasi yang menjadi sasaran Sertifikat Tanah tersebut, ditentukan pihak BPN Kota Sukabumi dan Pemerintah Kota Sukabumi.

Dalam pada itu, Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kota Sukabumi, Wawan Gunawan Permana, S.IP., M.Si. menjelaskan, penentuan lokasi yang menjadi sasaran sertifikat tanah tersebut, hasil koordinasi dengan pihak kelurahan, khususnya kelurahan yang berprestasi dalam lomba kelurahan tingkat kecamatan. Salah satu indikatornya, yakni keberhasilan dalam melaksanakan program pemberdayaan masyarakat kelurahan dan pemberdayaan pemerintah kelurahan. Keberhasilan tersebut dilihat dari tingkat perkembangan masyarakat kelurahan selama 2 tahun ter-akhir, berdasarkan 8 indikator. Antara lain Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi, Keamanan dan Ketertiban, Partisipasi Masyarakat, Pemerintahan, Lembaga Kemasyarakatan, dan Kesejahteraan Keluarga.

Adapun syarat-syarat untuk mendapatkan sertifikat tersebut, seluruh pemohon harus melampirkan foto copy Surat Bukti Kepemilikan Tanah, foto copy KTP, Kartu Keluarga, serta Surat Pemberitahuan Pajak Ter-utang Pajak Bumi dan Bangunan (SPPT PBB) Tahun 2008, serta diajukan secara kolektif oleh sekelompok masyarakat ke kelurahan dan kecamatan masing-masing, serta ke BPN Kota Sukabumi.

 
Jumat, 5 Juni 2009
KB DAN TKI AT-TAQWA BBPBAT BERI SANTUNAN KEPADA SEJUMLAH KAUM DHUAFA
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Kelompok Belajar (KB) dan Taman Kanak-Kanak Islam (TKI) At-Taqwa Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Kota Sukabumi, belum lama ini memberi santunan kepada sejumlah kaum dhuafa, khususnya yang berdomisili di sekitar BBPBAT.

Santunan sebesar 5 juta rupiah lebih tersebut, ber-asal dari hasil infaq orang tua dan anak-anak KB dan TKI At-Taqwa BBPBAT Kota Sukabumi, yang dihimpun pada setiap hari Jumat.

Seperti dikatakan Kepala KB dan TKI At-Taqwa BBPBAT Kota Sukabumi, Mulyanah, aksi sosial yang dilakukan orang tua dan anak-anak terhadap kaum dhuafa tersebut, bertujuan untuk melatih dan menempa anak-anak, supaya peduli terhadap lingkungan dan sesama umat manusia.

Dijelaskannya, santunan sebesar 5 juta rupiah lebih tersebut, diberikan kepada 100 orang kaum dhuafa dalam bentuk uang tunai, ditambah paket sembako, berupa mie instant, beras, minyak goreng, kecap, kerupuk, gula dan kopi.

Dijelaskan pula, pemberian santunan kepada kaum dhuafa tersebut, merupakan program tahunan KB dan TKI At-Taqwa BBPBAT Kota Sukabumi, yang penyerahannya dilakukan pada setiap acara pembukaan penerimaan pendaftaran siswa baru.

Kepala KB dan TKI At-Taqwa BBPBAT Kota Sukabumi menandaskan, aksi sosial tersebut akan senantiasa diterapkan dan dikembangkan kepada seluruh anak didiknya. Maksud dan tujuannya, supaya seluruh anak di KB dan TKI At-Taqwa BBPBAT Kota Sukabumi, memiliki kepedulian dan jiwa sosial yang tinggi, terhadap lingkungan dan sesama umat manusia yang membutuhkan.

Berkaitan dengan hal tersebut, Kepala KB dan TKI At-Taqwa BBPBAT Kota Sukabumi, menghimbau segenap lapisan masyarakat khususnya orang tua siswa, agar senantiasa pro aktif mendukung dan membantu, supaya aksi sosial yang telah menjadi program tahunan KB dan TKI At-Taqwa BBPBAT Kota Sukabumi tersebut, dapat berjalan lancar dan berkesinambungan.

 
Sabtu, 30 Mei 2009
DINAS KESEHATAN SENANTIASA BERUPAYA OPTIMAL TINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, senantiasa ber-upaya optimal meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Upaya tersebut, diantaranya ditempuh dengan melengkapi berbagai sarana dan prasarana, sumber daya manusia dan obat-obatan. Selain itu, juga pihak Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, akan melakukan kerjasama dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R. Syamsudin, S.H. Kota Sukabumi, untuk meng-agendakan dokter spesialis berkunjung ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) secara bertahap.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Dokter H. Boyke Priyono S, M.Kes. menjelaskan, akan dilakukannya kerjasama tersebut, selain sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan, juga masyarakat Kota Sukabumi dapat merasakan langsung pelayanan dari dokter spesialis di Puskesmas.

Sedangkan manfaat lainnya dari kerjasama tersebut, yakni para dokter umum yang bertugas di Puskesmas dengan dokter spesialis bisa bekerjasama, saling berbagi ilmu dan pengalaman, khususnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi juga menjelaskan, akan dilakukannya kerjasama tersebut, sebagai salah satu upaya untuk mencapai Visi Kota Sukabumi, yakni Terwujudnya Kota Sukabumi Sebagai Pusat Pelayanan Berkualitas Bidang Pendidikan, Kesehatan dan Perdagangan di Jawa Barat, Berlandaskan Iman dan Taqwa, serta Visi Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi Tahun 2008-2013, yakni Dengan iman dan taqwa mewujudkan pemerintahan yang amanah berparadigma surgawi, menuju Kota Sukabumi yang cerdas, sehat dan sejahtera, baik lahir maupun batin, dilandasi nilai fhilosofis Shidiq, Tabligh, Amanah, Fathonah.

Rencana kerjasama yang akan dilakukan Dinas Kesehatan Kota Sukabumi tersebut, disambut baik oleh segenap lapisan masyarakat. Karena dengan adanya kunjungan dokter spesialis ke Puskesmas tersebut, pelayanan kesehatan kepada masyarakat akan semakin baik.

 
Senin, 18 Mei 2009
APARAT KECAMATAN WARUDOYONG BERUPAYA OPTIMAL TINGKATKAN PELAYANAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Aparat Kecamatan Warudoyong, senantiasa ber-upaya optimal meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dalam berbagai bidang, baik dalam bidang pemerintahan maupun dalam bidang pembangunan dan kemasyarakatan.

Adapun pelayanan dalam bidang pemerintahan, seperti dikatakan Camat Warudoyong, Asep Suhendrawan, S.Sos., diantaranya pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Dijelaskannya, dari jumlah penduduk Kecamatan Warudoyong sebanyak 49 ribu 183 jiwa, sekitar 90 persen atau sebanyak 38 ribu jiwa sudah wajib memiliki KTP. Dijelaskan pula, penduduk yang sudah wajib memiliki KTP tersebut, saat ini jumlahnya sudah berkurang. Hal tersebut dapat terwujud, berkat kesadaran masyarakat, untuk memiliki kartu identitas penting tersebut.

Menyinggung waktu proses pembuatan KTP, menurut Camat Warudoyong tergantung dari banyaknya masyarakat yang membuat KTP. Apabila dalam setiap harinya jumlah masyarakat yang membuat KTP antara 30 sampai dengan 50 orang, waktu proses pembuatan KTP bisa dilaksanakan lebih cepat, yakni hanya sekitar 15 menit, dengan catatan persyaratannya lengkap. Diantaranya Kartu Keluarga, serta Surat Pengantar dari RT, RW dan Kelurahan masing-masing.

Dijelaskan pula, selain melayani pembuatan KTP, aparat Kecamatan Warudoyong juga melayani masyarakat yang membuat Akte Kelahiran, Surat Keterangan Pindah, Surat Keterangan Kematian, dan Surat Rekomendasi Izin Mendirikan Bangunan. Seluruh masyarakat yang membuat surat-surat tersebut, senantiasa dilayani secara optimal.

Camat Warudoyong mengatakan, dengan dilaksanakannya pelayanan secara optimal kepada masyarakat tersebut, supaya masyarakat merasa puas. Selain itu, juga merupakan salah satu upaya, untuk mewujudkan pelayanan yang prima, cepat, tepat dan mudah.

 
Selasa, 12 Mei 2009
KOTA SUKABUMI OPTIMIS DAPAT TINGKATKAN PRESTASI DALAM O2SN TINGKAT JAWA BARAT
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Kotingen Kota Sukabumi, optimis dapat meningkatkan prestasi, dalam Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) SD-MI dan SMP-MTs Tingkat Jawa Barat Tahun 2009, yang dijadualkan berlangsung pada akhir Mei hingga awal Juni 2009 mendatang.

Seperti dikatakan PLH Kepala Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, Drs. Ayep Supriatna, atlet Kota Sukabumi optimis dapat meraih 5 medali emas dalam O2SN Tingkat Jawa Barat Tahun 2009.

Dijelaskannya, pada O2SN Tingkat Jawa Barat Tahun 2007, atlet Kota Sukabumi mampu meraih 5 medali emas, 3 medali perak, dan 8 medali perunggu. Namun pada O2SN Tingkat Jawa Barat Tahun 2008, atlet Kota Sukabumi mengalami penurunan dalam peraihan medali, yakni hanya 4 medali emas, 4 medali perak, dan 8 medali perunggu.

Untuk memenuhi target peraihan medali pada O2SN Tingkat Jawa Barat Tahun 2009, pihak Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, telah melakukan berbagai upaya. Diantaranya pembinaan secara intensif kepada seluruh atlet, dilakukan oleh seluruh Guru Olahraga di setiap sekolah, serta pelaksanaan O2SN Tingkat Kota Sukabumi Tahun 2009.

PLH Kepala Dinas Pendidikan Kota Sukabumi menandaskan, dilaksanakannya O2SN tersebut, selain sebagai ajang kompetisi, juga sebagai ajang pencarian bibit unggul atlet muda Indonesia. Karena seluruh atlet yang berhasil menjadi juara pada O2SN Tingkat Jawa barat, akan diikutsertakan pada O2SN Tingkat Nasional. Sedangkan seluruh atlet yang berhasil menjadi juara pada O2SN Tingkat Nasional, akan direkrut menjadi Tim Nasional oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, untuk diikutsertakan dalam Olimpiade Remaja ASEAN, yang dijadualkan berlangsung di Singapura, pada tahun 2010 mendatang.

Menyinggung pelaksanaan O2SN Tingkat Kota Sukabumi yang berlangsung selama 3 hari, tepatnya dari tanggal 5 hingga 7 Mei 2009, menurut PLH Kepala Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, selain sebagai ajang kompetisi dan ajang pembinaan, juga sebagai ajang pembibitan prestasi bagi pelajar SD-MI dan SMP-MTs, khususnya di Kota Sukabumi.

 
Selasa, 12 Mei 2009
PROGRAM TMKK TINGKATKAN PROGRAM KB DAN KESEHATAN MASYARAKAT
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Program TNI Manunggal KB dan Kesehatan (TMKK), merupakan bentuk kegiatan terpadu yang sangat strategis, khususnya dalam meningkatkan program Keluarga Berencana (KB) dan Kesehatan masyarakat. Karena program TMKK ini mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan akseptor KB dan Kesehatan masyarakat, termasuk menumbuhkan motivasi dan peran serta masyarakat dalam mengikuti program KB dan kesehatan.

Demikian disampaikan Dandim 0607 Sukabumi, Letkol Kavaleri M. Yusuf, usai melakukan pertemuan dengan Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan KB (BPMPKB) Kota Sukabumi, Dinas Kesehatan dan Bapemdes Kabupaten Sukabumi, di Markas Kodim 0607 Sukabumi, hari Rabu, 6 Mei 2009.

Dikatakannya, program TMKK telah memantapkan kader kemanunggalan TNI dengan masyarakat, secara bersama-sama melaksanakan program KB dan Kesehatan. Selain itu, program TMKK betujuan untuk meng-evaluasi dan mengenalkan program KB dan Kesehatan lebih mendalam kepada semua pihak yang terlibat dalam program TMKK. Dengan demikian, target yang menjadi sasaran program TMKK dengan Pemberdayaan Keluarga dan Masyarakat, khususnya dalam meningkatkan program KB dan Kesehatan dapat tercapai secara optimal. Dikatakan pula, pelaksanaan program TMKK Tahun 2009, dijadualkan berlangsung selama 5 bulan, tepatnya dari bulan April sampai dengan September 2009.

Dandim 0607 Sukabumi menjelaskan, pelaksanaan program TMKK mendapat dukungan dari semua pihak, seperti dari BPMPKB Kota Sukabumi, yang senantiasa ber-upaya optimal mendukung pelaksanaan program TMKK, khususnya dalam meningkatkan program KB di Kota Sukabumi. Dijelaskan pula, keberadaan BPMPKB sangat strategis, karena memiliki jaringan yang cukup luas, hingga ke tingkat kelurahan. Untuk itu Dandim 0607 Sukabumi mengharapkan, agar BPMPKB mampu memberdayakan masyarakat, tidak hanya sebatas pada program KB saja, akan tetapi juga dalam bidang lainnya, khususnya yang berkaitan dengan upaya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Dalam pada itu, Kepala BPMPKB Kota Sukabumi, Drs. H.A. Hamdan, M.M. mengatakan, pelaksanaan program KB dan Kesehatan Kota Sukabumi yang dipadukan dengan program TMKK Kodim 0607 Sukabumi, dapat meningkatkan target Perkiraan Permintaan Masyarakat (PPM) KB Tahun 2009. Dijelaskannya, dalam tahun 2009, pihak BPMPKB Kota Sukabumi menargetkan sebanyak 1.014 PPM. Untuk itu, pihak BPMPKB Kota Sukabumi mengharapkan, dalam tahun 2009 dapat menjaring akseptor KB baru lebih banyak.

 
Senin, 11 Mei 2009
KANTOR PDE AKAN BERUPAYA OPTIMAL TINGKATKAN JARINGAN INTERNET
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Kantor Pengelolaan Data Elektronik (PDE), Arsip Daerah dan Humas Kota Sukabumi, akan ber-upaya optimal meningkatkan jaringan internet di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Maksud dan tujuannya, untuk meningkatkan pelayanan sekaligus memudahkan para pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, khususnya dalam meng-akses informasi, baik dari dalam maupun dari luar.

Upaya yang akan dilakukan Kantor PDE, Arsip Daerah dan Humas Kota Sukabumi tersebut, ter-ungkap dalam rapat penajaman Rencana Strategis (Renstra) OPD, hari Rabu, 6 Mei 2009, di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sukabumi.

Selain akan meningkatkan jaringan internet, juga ada tiga indikator kinerja yang akan menjadi fokus program Kantor PDE, Arsip Daerah dan Humas Kota Sukabumi. Antara lain melaksanakan sosialisasi setiap OPD di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, meningkatkan daya pancar Radio Siaran Pemerintah Daerah (RSPD) FM Kota Sukabumi, dan meningkatkan penyebaran informasi kegiatan Pemerintah Kota Sukabumi.

Kepala Kantor PDE, Arsip Daerah dan Humas Kota Sukabumi, Drs. Suwarsa, M.Si. menandaskan, ke-empat point program penting tersebut, akan menjadi pokus perhatian utama, sesuai dengan pagu anggaran yang tersedia.

Dikatakannya, dari sisi perencanaan yang akan dilaksanakan Kantor PDE, Arsip Daerah dan Humas Kota Sukabumi, mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Sebab mampu memunculkan inovasi berupa audio streaming RSPD FM Kota Sukabumi, sehingga dapat menambah alternatif akses informasi kegiatan Pemerintah Kota Sukabumi.

Rapat penajaman Renstra OPD di Bappeda Kota Sukabumi tersebut, dijadualkan berlangsung selama satu minggu, sekaligus meng-evaluasi kinerja dan kebijakan setiap OPD, supaya lebih efektif dan efisien.

 
Jumat, 1 Mei 2009
DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN TINGKATKAN PENGAWASAN TERHADAP DAGING BABI
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Sukabumi, meningkatkan pengawasan terhadap daging Babi, khususnya yang didatangkan dari luar Kota Sukabumi.

Maksud dan tujuannya, seperti dikatakan Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Sukabumi, Insinyur Cecep Mansyur, sebagai langkah antisipatif kemungkinan terjadinya penyebaran virus Flu Babi ke Kota Sukabumi.

Dijelaskannya, pengawasan terhadap daging Babi tersebut, dilakukan ke setiap pasar modern yang ada di Kota Sukabumi. Sebab yang memasarkan daging Babi di Kota Sukabumi, hanya terdapat di pasar modern.

Menyinggung peternakanan Babi, menurut Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Sukabumi, di Kota Sukabumi tidak terdapat peternakan Babi, karena warga Kota Sukabumi mayoritas ber-agama Islam.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Sukabumi juga menjelaskan, pada tanggal 23 April 2009 baru-baru ini, pihaknya mengikuti Rapat Komite Daerah Flu Burung dan Zoonosis lainnya. Rapat yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, di Puri Katulistiwa Sumedang ini, selain menjelaskan tentang Flu Burung, juga menjelaskan tentang bahaya virus Flu Babi.

Ditandaskannya, Flu Babi merupakan penyakit influenza yang disebabkan oleh virus influenza A, sub type H-1 N-1. Virus ini dapat ditularkan melalui binatang khususnya Babi, dan kemungkinan bisa melalui manusia yang terjangkit virus tersebut.

Ditandaskan pula, hingga saat ini pihaknya belum pernah mendengar apalagi mendapat laporan adanya virus Flu Babi. Namun demikian, pihaknya beserta jajarannya akan ber-upaya optimal meng-antisipasi kemungkinan terjadinya penyebaran virus Flu Babi, dengan meningkatkan pengawasan terhadap daging Babi, khususnya yang didatangkan dari luar Kota Sukabumi.

 
Kamis, 30 April 2009
WAKIL WALIKOTA HIMBAU AGAR DINAS KOPERINDAG MENINGKATKAN PERANNYA DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI DI KOTA SUKABUMI
Reporter : SYIFA
 

Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kota Sukabumi pada hari ini Kamis tanggal 29 April 2009 menyelenggarakan Pembukaan Kegiatan Tahun Anggaran 2009.

Pembukaan Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kota Sukabumi Tahun Anggaran 2009 bertempat di Gedung Juang 45 Kota Sukabumi dan di buka oleh Wakil Walikota, Drs. H. Mulyono, M.M.

Wakil Walikota, Drs. H. Mulyono, M.M., dalam sambutannya mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada semua OPD yang telah bekerja sama serta Beliau berharap melalui kegiatan ini minimal kita mampu merefleksi dan merenungi diri bahwa rancangan ini merupakan sebuah proses dari keberhasilan.

Dikatakannya, Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kota Sukabumi melalui kegiatan ini merupakan salah satu langkah mengkomunikasikan atau menyampaikan pesan kepada masyarakat terhadap kegiatan apa yang akan dilakukan dan bentuk akuntabilitas serta bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat.

Ditambahkannya, tiga hal penting yang berkenaan dengan potensi Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan adalah potensi koperasi di Kota Sukabumi dengan 27 ribu anggota merupakan potensi yang sangat luar biasa, serta pelaku industri yang di dalamnya termasuk pelaku perdagangan serta potensi perdagangan Kota Sukabumi yang sangat besar sehingga masyarakat akhirnya memilih 3 indikator ini untuk menentukan sikap kedepan yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang 2005-2025.

"Indikasi penurunan angka kemiskinan dan naiknya Angka Indeks Pembangunan Manusia di Kota Sukabumi merupakan indikator keberhasilan peningkatan ekonomi di Kota Sukabumi walaupun di terpa oleh Krisis Keuangan Global, Krisis Ekonomi Global serta Krisis Energi", ungkap Wakil Walikota.

Mengakhiri sambutannya, Beliau menghimbau agar Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan mampu meningkatkan pelayanan dan perannya sebagai fasilitator sertaw motivator pembangunan ekonomi khususnya untuk pengembangan usaha bagi masyarakat terutama di kalangan usaha kecil dan menengah serta dapat menerapkan strategi pembangunan ekonomi kerakyatan juga Beliau berharap semoga program dan kegiatan yang akan dilaksanakan dapat lebih meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada Pemerintah Kota Sukabumi dan memohon Ridho Allah SWT untuk selalu membimbing perjalanan Kota Sukabumi untuk menuju hari esok yang lebih baik.

 
Senin, 20 April 2009
SELURUH ANGGOTA LINMAS AGAR TINGKATKAN KEMAMPUAN DAN KETERAMPILAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Wakil Walikota Sukabumi, Drs. H. Mulyono, M.M. berharap, seluruh Anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas), agar meningkatkan kemampuan dan keterampilan, termasuk kepekaan terhadap perubahan dinamika masyarakat, sekaligus mendeteksi secara dini dengan cepat atas terjadinya potensi gangguan ketentraman dan ketertiban umum.

Selain itu, seluruh Anggota Linmas agar meningkatkan koordinasi dan komunikasi dengan semua pihak terkait, ter-utama dalam mendukung suksesnya pelaksanaan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2009.

Wakil Walikota Sukabumi juga berharap, seluruh Anggota Linmas agar senantiasa menjaga citra dan meningkatkan disiplin, sekaligus memperkokoh jiwa korsa yang baik, dalam setiap melaksanakan tugas, peran dan fungsi, khususnya dalam melindungi masyarakat dari gangguan ketentraman dan ketertiban.

Disamping itu, dalam melaksanakan tugas, peran dan fungsi, seluruh Anggota Linmas, senantiasa disertai tanggung jawab yang tinggi, serta profesional dan ikhlas.

Menyinggung pelaksanaan Pemilu Legisltif tanggal 9 April 2009 yang baru lalu, di Kota Sukabumi pada umumnya berjalan lancar, aman dan tertib.

Hal tersebut dapat terwujud, berkat kesadaran, kedewasaan dan partisipasi aktif masyarakat, dalam menyukseskan pesta demokrasi 5 tahunan tersebut.

Keberhasilan pelaksanan Pemilu Legislatif tersebut, juga tidak terlepas dari peran serta dan tugas aparat pengamanan, ter-utama Polri, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan dan Linmas.

Untuk itu, Wakil Walikota Sukabumi mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada segenap aparat pengamanan, yang telah bekerja ekstra keras dalam melaksanakan tugas, sehingga pelaksanaan pesta demokrasi rakyat Indonesia tersebut, dapat berjalan dengan lancar, aman dan tertib, sesuai harapan semua pihak.

 
Minggu, 1 Maret 2009
UPTD TK-SD KECAMATAN CITAMIANG SELENGGARAKAN BERBAGAI KEGIATAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) TK-SD Kecamatan Citamiang, dalam setiap tahunnya senantiasa menyelenggarakan berbagai kegiatan. Adapun kegiatan yang baru-baru ini dilaksanakan, diantaranya Lomba Bidang Studi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Lomba yang berlangsung di SD Negeri Begeg ini, diikuti 25 orang siswa SD, utusan dari 25 SD Negeri dan Swasta se Kecamatan Citamiang.

Kepala UPTD TK-SD Kecamatan Citamiang Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, Muchtar menjelaskan, pelaksanaan lomba tersebut merupakan program rutin tahunan UPTD TK-SD Kecamatan Citamiang. Maksud dan tujuannya, untuk memilih siswa terbaik dalam bidang studi IPA.

Dikatakannya, para siswa terbaik dalam lomba bidang studi tersebut, akan diikut-sertakan pada lomba yang sama tingkat Kota Sukabumi. Sedangkan para siswa yang diperbolehkan mengikuti lomba tersebut, yakni para siswa kelas 5 yang menduduki ranking 10 besar di sekolahnya masing-masing. Namun demikian, setiap sekolah hanya diwajibkan mengikut-sertakan perwakilannya satu orang siswa. Adapun soal-soal yang diberikan dalam lomba tersebut, sesuai dengan soal-soal yang diberikan oleh guru sekolah masing-masing siswa.

Dengan dilaksanakannya lomba tersebut, diharapkan dapat berdampak langsung terhadap peningkatan minat para siswa, dalam menguasai bidang studi IPA, sekaligus ber-upaya optimal menjadi yang terbaik.

Ditandaskannya, upaya untuk meningkatkan minat para siswa dalam bidang studi IPA, tidak semudah membalikan telapak tangan, karena membutuhkan jalinan kerjasama dari semua pihak, khususnya dari para guru, siswa dan orang tua murid.

Ditandaskan pula, apabila bidang studi tersebut dikemas secara menarik, serta dengan ide dan kreativitas yang tinggi, akan mudah diserap oleh para siswa. Selain itu, para siswa juga akan lebih tertarik untuk mempelajari dan menekuni bidang studi tersebut.

Untuk menunjang kelancaran dan keberhasilan pelajaran IPA kepada para siswa, para guru bisa memanfaatkan lingkungan yang ada di sekitar sekolahnya masing-masing, untuk dijadikan media pembelajaran yang mudah, murah, meriah dan menyenangkan, khususnya bagi para siswa.

 
Minggu, 1 Maret 2009
UPT PPNFI BERUPAYA OPTIMAL TINGKATKAN KUALITAS PAMONG BELAJAR
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Unit Pelaksana Teknis Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal (UPT PPNFI) Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, senantiasa ber-upaya optimal meningkatkan kualitas Pamong Belajar.

Upaya tersebut, diantaranya ditempuh dengan mengirimkan Pamong Belajar, untuk mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Peningkatan Mutu Instruktur Penyuluh Pendidikan Non Formal, di Pusat Pengembangan Pemberdayaan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Pertanian Cianjur.

Kepala UPT PPNFI Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, Yemmi Yohanni menjelaskan, dilaksanakannya pengiriman Pamong Belajar untuk mengikuti Diklat tersebut, dalam rangka upaya meningkatkan pengetahuan, wawasan, keterampilan dan kualitas Pamong Belajar, dalam melakukan peroses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), guna meningkatkan kualitas para warga belajar di Kota Sukabumi.

Sementara salah seorang Pamong Belajar UPT PPNFI Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, Dian Suntana menjelaskan, selama mengikuti Diklat banyak metoda baru yang didapat, khususnya dalam mengembangkan pendidikan. Salah satunya tata cara pengolahan hasil pertanian.

Untuk itu, seluruh metoda yang didapat dari Diklat tersebut, akan senantiasa dikembangkan dan diterapkan kepada segenap warga belajar, khususnya lulusan Paket C atau setara SMA di Kota Sukabumi.

Ditandaskannya, dirinya akan senantiasa ber-upaya optimal memberikan pelayanan yang terbaik kepada segenap warga belajar, dengan senantiasa memberi bimbingan dan pengetahuan, termasuk kepada anak jalanan, yayasan dan sebagainya.

Diharapkannya, dengan upaya yang dilakukannya tersebut, dapat meningkatkan pengetahuan, wawasan dan keterampilan para warga belajar di Kota Sukabumi. Dengan demikian, para warga belajar di Kota Sukabumi bisa mandiri dan terampil, khususnya dalam melakukan pengolahan hasil-hasil pertanian.

 
Selasa, 24 Februari 2009
SELURUH CAMAT DAN LURAH AGAR TINGKATKAN KEGIATAN SISKAMLING
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Wakil Walikota Sukabumi, Drs. H. Mulyono, M.M., menghimbau seluruh Camat dan Lurah se Kota Sukabumi, agar meningkatkan kegiatan Ronda Malam atau Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling), di wilayahnya masing-masing.

Maksud dan tujuannya, untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat, dalam meng-antisipasi kemungkinan adanya gangguan keamanan di wilayahnya masing-masing, sekaligus meningkatkan suasana kondusif wilayah Kota Sukabumi.

Apabila memungkinkan, para Camat dan Lurah se Kota Sukabumi, mengadakan pertemuan khusus dengan masyarakat dan aparat keamanan, agar masyarakat dapat meningkatkan kegiatan Siskamling di setiap wilayah RW dan RT-nya masing-masing.

Wakil Walikota Sukabumi menjelaskan, untuk meningkatkan Siskamling, para Camat dan Lurah harus mengadakan koordinasi dengan Polres Kota Sukabumi, Kodim 0607 Sukabumi dan masyarakat. Terlebih dengan Polres Kota Sukabumi. Sebab Polres Kota Sukabumi, saat ini sedang merancang konsep Siskamling Berbasis Mesjid. Dalam konsep Siskamling tersebut, selain melibatkan masyarakat, juga melibatkan Remaja Mesjid, dengan mengedepankan pendekatan agama atau religi. Adapun maksud dan tujuannya, supaya masyarakat senantiasa waspada, serta dapat meng-antisipasi berbagai kemungkinan adanya aksi premanisme dan tindak kejahatan lainnya, seperti pencurian dan sebagainya.

Ditandaskannya, seluruh apartur pemerintah wajib memberi jaminan keamanan kepada masyarakat, supaya masyarakat senantiasa merasa tenteram dan damai, serta dapat melaksanakan berbagai aktivitasnya dengan baik dan lancar.

Himbauan Wakil Walikota Sukabumi tersebut, mendapat dukungan positif dari berbagai pihak, termasuk dari Anggota Komisi II DPRD Kota Sukabumi, Doce Sutana. Karena menurut Anggota Komisi II DPRD Kota Sukabumi tersebut, dengan ditingkatkannya Siskamling di setiap wilayah RW dan RT, dapat meng-antisipasi kemungkinan terjadi tidak pidana, khususnya pada malam hari.

 
Senin, 23 Februari 2009
DISHUB BERUPAYA OPTIMAL TINGKATKAN PELAYANAN KEPADA MASYARAKAT
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sukabumi, senantiasa ber-upaya optimal meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Upaya tersebut, diantaranya ditempuh dengan senantisa memantau kondisi jalan dan fasilitas umum lalu lintas, seperti traffic light, marka jalan, rambu-rambu lalu lintas dan sebagainya.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, Drs. Andri Setiawan, M.M. menjelaskan, dilaksanakannya pemantauan tersebut, untuk mengetahui kondisi jalan dan fasilitas umum lalu lintas, yakni yang rusak akan segera dilakukan perbaikan, dan yang kurang akan dilakukan penambahan.

Selain itu, juga pihaknya senantiasa melakukan koordinasi dan kerjasama dengan pihak instansi terkait, diantaranya dengan pihak Polres Kota Sukabumi dan Sat Pol PP Kota Sukabumi, khususnya dalam mengatasi kemacetan lalu lintas di Kota Sukabumi, dengan melakukan penertiban arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan di Kota Sukabumi. Upaya tersebut, mendapat dukungan positif dari berbagai pihak dan masyarakat.

Ditandaskannya, untuk mengatasi kemacetan lalu lintas di Kota Sukabumi, pihak Dinas Perhubungan Kota Sukabumi dan Polres Kota Sukabumi, memiliki strategi khusus, yakni dengan membuat rekayasa jalan, seperti memberlakukan jalur satu arah pada batas waktu tertentu di sejumlah ruas jalan. Hal tersebut telah diberlakukan pada ruas jalan Perpustakaan dan jalan Dewi Sartika Kecamatan Cikole. Hasilnya cukup baik dan memuaskan semua pihak.

Sedangkan upaya lainnya yang akan dilakukan pihak Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, yakni akan menambah dan memperbaiki fasilitas umum lalu lintas, seperti marka jalan dan rambu-rambu lalu lintas di beberapa ruas jalan, termasuk memasang Kaca Cekungan di 16 titik persimpangan jalan di Kota Sukabumi.

Disamping itu, juga pihak Polres Kota Sukabumi, dalam melakukan penertiban arus lalu lintas tersebut, akan menggiatkan dan meningkatkan fungsi Badan Koordinasi Lalu Lintas (Bakorlantas), di setiap kecamatan yang ada di wilayah hukum Polres Kota Sukabumi.

Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si. mengharapkan, berbagai upaya yang dilakukan pihak Dinas Perhubungan dan pihak Polres Kota Sukabumi tersebut, agar dicontoh dan diikuti oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya di Kota Sukabumi. Karena upaya tersebut sangat baik dan positif, khususnya dalam mewujudkan kinerja aparatur pemerintah ke arah yang lebih baik, aspiratif, responsif, transparan dan akuntabel, guna memberikan sekaligus meningkatkan pelayanan prima kepada masyarakat.

 
Kamis, 12 Februari 2009
TINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT MELALUI KOPERASI
Reporter : Riksan/Tim Liputan Infokom
 

Wakil Walikota Sukabumi, Drs.H.Mulyono M.M., pagi tadi (12/02) membuka secara resmi RAT ( Rapat Anggota Tahunan ) Koperasi Pegawai Republik Indonesia – Pemerintah ( KPRI – PKS ) Kota Sukabumi untuk tahun anggaran 2008, yang diadakan di Op.Room Setda Kota Sukabumi.

Dalam sambutannya, Wakil Walikota mengatakan bahwa koperasi sebagai soko guru perekonomian Indonesia harus mampu menjadi daya ungkit kesejahteraan masyarakat. Untuk mencapai hal itu, Wakil Walikota menambahkan, KPRI – PKS, harus mampu meraih anggota dari kalangan masyarakat umum. langkah ini dimulai dengan pemetaan dan pendataan masyarakat. Selain itu pula, pola pikir masyarakat terhadap koperasi mesti dirubah, karena selama ini koperasi dianggap diperlukan ketika seseorang membutuhkan pinjaman. Padahal kegiatan koperasi tidak hanya terbatas kepada simpan pinjam.

Diakhir sambutannya, Wakil Walikota mengucapkan terima kasih kepada KPRI – PKS yang saat ini dipimpin oleh H. Sukandar Bachtiar, yang sampai dengan saat ini telah menunjukkan kiprahnya dalam meningkatkan kesejahteraan PNS.

Dalam acara yang dihadiri oleh para anggota koperasi ini, akan dibagikan pula doorprize untuk para anggota koperasi.

 
Rabu, 4 Februari 2009
APARAT KELURAHAN SINDANGSARI TINGKATKAN DERAJAT KESEHATAN MASYARAKAT
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Aparat Kelurahan Sindangsari, ber-upaya optimal meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Upaya tersebut di diantaranya ditempuh melalui penyuluhan dan peningkatan pelayanan kepada segenap lapisan masyarakat, mencakup 6 komponen Gerakan Hidup Sehat (GHS), termasuk imunisasi kepada segenap ibu hamil dan setiap bayi yang lahir, baik di Puskesmas maupun di Pos Yandu RW masing-masing.

Sedangkan upaya dalam meningkatkan pengetahuan, wawasan dan keterampilan aparat kesehatan dan kader Pos Yandu, seperti dikatakan Lurah Sindangsari, Dadi Supriadi, S.IP., diantaranya ditempuh melalui eskalasi latihan kader Pos Yandu, mini lokakarya dan penyuluhan, bekerja-sama dengan Puskesmas dan Dinas Kesehatan Kota Sukabumi.

Selain itu, juga senantiasa dilakukan himbauan kepada segenap lapisan masyarakat, agar dalam memenuhi kebutuhan air, senantiasa menggunakan dan mengonsumsi air bersih yang memenuhi standar kesehatan, baik air ledeng maupun air sumur gali dan sumur pompa, yang benar-benar steril dari polusi air limbah rumah tangga dan pabrik.

Dikatakan pula, dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, di Kelurahan Sindangsari juga ditempuh melalui pemberantasan penyakit menular, seperti flu burung, rabies, diare dan demam berdarah. “Disamping itu, juga dilaksanakan pengasapan, serta Gerakan Jum’at Bersih dan Minggu Bersih, Program Kali Bersih (Prokasih) dan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), melalui kegiatan 3-M, yakni menguras dan menutup tempat penampungan air, serta mengubur barang-barang bekas yang dapat digunakan tempat bersarang dan bertelur nyamuk Aides Agepty”, katanya.

Menyinggung upaya dalam menciptakan suasana aman, tentram, tertib dan damai, sekaligus memperkokoh persatuan dan kesatuan di Kelurahan Sindangsari, diantaranya ditempuh melalui peningkatan jalinan silaturahmi, serta pembinaan kerukunan hidup umat ber-agama dan antar umat ber-agama, keimanan dan ketaqwaan, serta keamanan, ketentraman dan ketertiban, baik melalui anjang karya Bakohumas maupun dalam kegiatan Jum’at Keliling dan pengajian rutin, termasuk memonitor wilayah dan petugas ronda malam di setiap Pos Kamling RW dan RT, bekerja-sama aparat instansi terkait, diantaranya dengan Babinsa, Babin Kamtibmas dan Perlindungan Masyarakat (Linmas). “Hasilnya cukup memuaskan dan membanggakan semua pihak, karena wilayah Kelurahan Sindangsari pada umumnya setiap tahun relatif kondusif, aman, tentram, tertib dan damai”, ujar Dadi Supriadi.

 
Minggu, 18 Januari 2009
UPTD TK-SD KECAMATAN WARUDOYONG SAMBUT BAIK PROGRAM PENANGANAN DAN PEMANFAATAN SAMPAH
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Unit Pelaksana Teknis Dinas Tanam Kanak-kanak dan Sekolah Dasar (UPTD TK-SD) Kecamatan Warudoyong, menyambut baik atas dicanangkannya program Penanganan dan Pemanfaatan Sampah, di lingkungan Instansi dan Persekolahan, oleh Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, belum lama ini.

Berdasarkan hasil pantauan RSPD FM, Web Site dan Majalah Berita Kota, UPTD TK-SD Kecamatan Warudoyong, merupakan yang pertama kali meng-implementasikan program tersebut di Kota Sukabumi.

Kepala UPTD TK-SD Kecamatan Warudoyong, Wiwin Winarni, M.M.Pd. menjelaskan, dilaksanakannya implementasi program Penanganan dan Pemanfaatan Sampah di lingkungan Instansi dan Persekolahan tersebut, sesuai Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Kota Sukabumi.

Maksud dan tujuannya, untuk membudayakan para pegawai, guru dan siswa, supaya terbiasa melaksanakan pola hidup bersih dan sehat, dengan membiasakan membuang sampah ke tempat yang telah di sediakan, sesuai dengan jenis sampah yang dibuang. Sedangkan pengelola sampah, pihak Dinas Pendidikan Kota Sukabumi melakukan kerjasama dengan pengusaha setempat, untuk mendaur ulang sampah-sampah tersebut.

Dijelaskannya, di wilayah Kecamatan Warudoyong, saat ini terdapat 23 sekolah. Setiap sekolah akan disediakan satu sampai dua tong sampah, ber-asal dari rekanan yang menjadi mitra Dinas Pendidikan Kota Sukabumi dalam program tersebut. Setelah terkumpul di setiap sekolah, sampah-sampah tersebut diangkut oleh pihak rekanan, untuk di daur ulang sesuai dengan kesepakan bersama.

Dijelaskan pula, program tersebut sangat menguntungkan pihak sekolah. Sebab selain ligkungan sekolah menjadi bersih dan sehat, juga pihak rekanan akan memberikan imbal balik, berupa bantuan untuk penataan lingkungan dan penghijauan sekolah. Selain itu, pihak sekolah juga mendapat tambahan dana. Dengan demikian, dalam program tersebut tidak ada pihak yang dirugikan.

Kepala UPTD TK-SD Kecamatan Warudoyong menandaskan, pelaksanaan program tersebut tidak akan tumpang tindih dengan program Dinas Pengelolaan Persampahan, Pertamanan dan Pemakaman Kota Sukabumi. Bahkan akan menguntungkan dan meringankan tugas Dinas tersebut.

Diharapkannya, program tersebut dapat membantu Pemerintah Kota Sukabumi, khususnya dalam meraih Piala Adipura, sekaligus meningkatkan keberhasilan program UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) di Kota Sukabumi.

Sementara Pengusaha Pengelola Sampah, Bayu Waluya mengatakan, keinginan menjadi mitra Dinas Pendidikan Kota Sukabumi sebagai pengelola sampah tersebut, bukan untuk mengutamakan keuntungan belaka, akan tetapi sekaligus membantu program Pemerintah Kota Sukabumi, untuk menciptakan ligkungan yang bersih, hijau dan sehat.

 
Kamis, 8 Januari 2009
HAB DEPAG KE-63 DIPUSATKAN DI GEDUNG PUSAT KAJIAN ISLAM
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Hari Amal Bhakti Departemen Agama (HAB Depag) ke-63 Tingkat Kota Sukabumi, dipusatkan di Gedung Pusat Kajian Islam, hari Sabtu, 3 Januari 2009.

Wakil Walikota Sukabumi, Drs. H. Mulyono, M.M., dalam kesempatan tersebut menghimbau segenap lapisan masyarakat khususnya umat Islam, agar menyekolahkan putera-pueterinya ke madrasah. Baik ke Madrasah Ibtida’iyah (MI) maupun Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA). Sebab lembaga pendidikan yang berada dibawah binaan Departemen Agama ini, keberadaannya sama dengan sekolah umum yang berstatus negeri. Yakni selain memiliki kualitas dan gaya mengajar yang sama, juga memiliki kelebihan, khususnya dalam bidang keagamaan. Dengan demikian, madrasah mampu menghasilkan lulusan yang berkualitas, dilandasi disiplin moral dan ilmu keagamaan yang tinggi. Hal tersebut sangat penting dimiliki oleh segenap lulusan, guna mencapai visi Kota Sukabumi, yakni Terwujudnya Kota Sukabumi Sebagai Pusat Pelayanan Berkualitas Bidang Pendidikan, Kesehatan dan Perdagangan di Jawa Barat, Berlandaskan Iman dan Taqwa, serta visi Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi tahun 2008-2013, yakni Dengan Iman dan Taqwa Mewujudkan Pemerintahan yang Amanah Berparadigma Surgawi, Menuju Kota Sukabumi yang Cerdas, Sehat dan Sejahtera.

Sementara Kepala Kantor Departemen Agama Kota Sukabumi, H. Abu Bakar Sidik, M.Ag. menjelaskan, HAB Depag kali ini dimaknai untuk menggugah dan memantapkan peran Departemen Agama, dalam meningkatkan mutu pendidikan keagamaan di masyarakat. Dengan demikian, masyarakat khususnya umat Islam, dapat menjadikan agama sebagai inspirasi dan spirit, dalam melaksanakan berbagai bidang pembangunan.

Ditandaskannya, keberadaan lembaga-lembaga pendidikan yang berada dibawah binaan Departemen Agama, bukan untuk menyaingi lembaga-lembaga pendidikan lainnya. Akan tetapi untuk bersama-sama mendidik dan membina masyarakat kearah yang lebih baik, yakni masyarakat yang cerdas, sehat dan sejahtera, dilandasi keimanan dan ketaqwaan yang tinggi.

 
Kamis, 25 Desember 2008
SEMBILAN KOTA SE INDONESIA BERUPAYA TINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Sebanyak sembilan Kota se Indonesia yang tergabung dalam Citynet Indonesia, yang terdiri dari Kota Sukabumi, Kota Bandung, Kota Tomohon, Kota Palembang, Kota Banda Aceh, Kota Tarakan, Kota Balikpapan, Kota Gorontalo, dan Kota Pangkal Pinang, senantiasa berupaya optimal meningkatkan kesejahteraan masyarakat, melalui peningkatan kapasitas dan daya saing. Dengan demikian, ke-9 kota yang tergabung dalam Citynet Indonesia tersebut, mampu menanggulangi berbagai kendala yang dihadapi, sekaligus dapat meng-optimalkan kekuatan dan peluang yang dimiliki oleh ke-9 kota tersebut.

Hal tersebut terungkap pada rapat jajaran Pengurus dan Anggota Citynet Indonesia, hari Senin, 22 Desember 2008, di hotel Borobudur Jakarta, dipimpin Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., selaku Ketua Citynet Indonesia.

Dalam rapat tersebut, Walikota Sukabumi didampingi Kepala Bappeda Kota Sukabumi, Insinyur H. Dodi DS Rosadi, Dip. Ly, S.E., Kepala RSUD R. Syamsudin, S.H. Kota Sukabumi, Dokter H. Suherman, MKM., serta Kepala Sub Bidang Penataan Wilayah dan Pemukiman Bappeda Kota Sukabumi, Iskandar, S.IP., MT.

Menyinggung ruang lingkup kegiatan yang dilakukan Citynet Indonesia, seperti dijelaskan Kepala Sub Bidang Penataan Wilayah dan Pemukiman Bappeda Kota Sukabumi, Iskandar, S.IP., MT., diantaranya Capacity Building, yakni pelayanan dan konsultasi, pelatihan teknis, seminar dan workshop, baik secara nasional maupun internasional, program orientasi dan diskusi, studi banding, penelitian, program tukar-menukar pengalaman dan informasi dalam pengelolaan dan pembangunan perkotaan.

Selanjutnya Networking, yakni memprakarsai hubungan internasional dengan Citynet Asia Pasifik dan Lembaga-Lembaga Luar Negeri yang memiliki tujuan dan visi yang sama, meningkatkan kerjasama dengan para pemangku kepentingan pembangunan perkotaan tingkat local, nasional dan internasional, yang penekanannya pada peningkatan kapasitas anggota.

Adapun visi Citynet Indonesia, yakni mewujudkan kota yang ramah, nyaman dan aman bagi para penghuninya dengan berwawasan lingkungan yang berkelanjutan, produktif secara ekonomi, partisipatif, serta berkomunikasi secara global.

Sedangkan misi Citynet Indonesia, menjadi wadah yang mendukung pengelolaan perkotaan dan permukiman yang berkelanjutan, dengan pelayanan publik yang berdaya guna, serta menjangkau seluruh anggota masyarakatnya, sekaligus meningkatkan kesejahteraan.

 
Kamis, 11 Desember 2008
SOSIALISASI KEARSIPAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PARA PENGELOLA ARSIP
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Maksud dilaksanakannya sosialisasi kearsipan, untuk meningkatkan kemampuan para pengelola arsip di setiap SKPD, sekaligus menambah wawasan dan pengetahuan di bidang kearsipan.

Selain itu, juga untuk memberi bekal dan pedoman kearsipan kepada aparat di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, dalam upaya meningkatkan pengetahuan di bidang kearsipan, sehingga keberadaan arsip di setiap SKPD dapat terpelihara dengan baik.

Sedangkan tujuannya, memberi bekal dan pedoman kearsipan, dalam rangka tertib arsip di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi. Karena hingga saat ini, disinyalir ada beberapa kelompok orang yang sengaja memiliki arsip, tanpa didasari dengan kewenangannya. Padahal hal tersebut, merupakan salah satu perbuatan melawan hukum.

Demikian disampaikan Kepala Kantor Infokom, PDE dan Arsip Daerah Kota Sukabumi, Drs. H. Dede Nurdin, M.Ag., pada acara pembukaan sosialisasi kearsipan bagi aparat di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, Rabu pagi, 10 Desember 2008, di hotel Edelweis.

Ditandaskannya, kondisi Seksi Arsip pada Kantor Infokom, PDE dan Arsip Daerah Kota Sukabumi saat ini, antara lain telah memiliki Depo Arsip yang luasnya lebih kurang 400 meter persegi, tepatnya di wilayah Kecamatan Cibeureum.

Sementara sarana yang telah tersedia, diantaranya 27 unit rak terbuka, 9 unit filing cabinet, 3 unit lemari dari bahan plat besi, dan 2 unit lemari besi tahan api.

Adapun personil yang ada saat ini di seksi tersebut, berjumlah 2 orang. Yakni seorang Kepala Seksi dan seorang staf. Untuk itu, Kepala Kantor Infokom, PDE dan Arsip Daerah Kota Sukabumi, mengharapkan kepada pihak instansi terkait, agar menambah pegawai untuk ditempatkan di Seksi Arsip Daerah, sesuai dengan kebutuhan.

Sosialisasi kearsipan yang dipandu Kepala Tata Usaha Kantor Infokom, PDE dan Arsip Daerah Kota Sukabumi, Kadarisman, S.Sos., dengan nara sumber Kepala Bidang Evaluasi dan Pengembangan pada Badan Kearsipan Daerah Provinsi Jawa Barat, Edward Edison Gultom ini, diikuti 75 orang pengelola arsip SKPD se Kota Sukabumi.

 
Sabtu, 29 November 2008
OBAT-OBATAN UNTUK MENAMBAH KEJANTANAN KAUM PRIA BISA MENGAKIBATKAN KEMATIAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Obat-obatan untuk menambah kejantanan kaum pria yang saat ini banyak beredar di pasaran, baik tradisional maupun dalam bentuk kemasan, bila dikonsumsi dengan dosis tinggi dapat berdampak negatif pada kesehatan, bahkan bisa mengakibatkan kematian.

Sebab penggunaan obat-obatan untuk menambah kejantanan kaum pria yang aman dikonsumsi, seperti dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Dokter H. Boyke Priyono, M.Kes., harus dengan resep dokter.

Menyinggung kandungan bahan kimia yang digunakan obat-obatan tersebut, pihak Dinas Kesehatan Kota Sukabumi belum mengetahui secara pasti, karena harus dilakukan penelitian secara akurat oleh pihak BPOM.

Untuk menjaga kesehatan masyarakat khususnya kaum pria dari pengaruh obat-obatan tersebut, pihak Dinas Kesehatan Kota Sukabumi bekerjasama dengan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), belum lama ini melakukan sweeping ke pasar-pasar swalayan dan pasar-pasar tradisional yang ada di Kota Sukabumi.

Dalam sweeping tersebut, pihak Dinas Kesehatan berhasil menyita beberapa jenis obat yang diduga dapat membahayakan terhadap kesehatan manusia, untuk dilakukan penelitian oleh pihak BPOM. Selain itu, juga dilakukan penyuluhan kepada para pedagang, agar tidak menjual obat-obatan yang dapat membahayakan terhadap kesehatan manusia.

Sementara Bendahara MUI Kota Sukabumi, H. Lili Supardi mengatakan, pihaknya sering menemukan berbagai jenis dan merk obat kuat untuk menambah kejantanan kaum pria, yang dijual bebas di pasaran tanpa harus dengan resep dokter.

Untuk itu, pihak MUI menyambut baik atas upaya yang dilakukan pihak Dinas Kesehatan. Karena apabila hal tersebut dibiarkan, dikhawatirkan dapat berdampak negatif pada kesehatan yang mengonsumsinya. Selain itu, dengan mengonsumsi obat-obatan untuk menambah kejantanan, sangat bertentangan dengan ajaran agama Islam, sebab merupakan salah satu perbuatan yang melawan takdir.

 
Senin, 24 November 2008
PEMERINTAH BERUPAYA OPTIMAL MENINGKATKAN PELAYANAN KESEHATAN KEPADA PENDUDUK MISKIN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Menteri Kesehatan RI, Doktor Dokter Siti Fadilah Supari, Sp.JP(K) menandaskan, sebagian besar rakyat Indonesia belum dapat menikmati akses pelayanan kesehatan secara optimal. Hal tersebut diukur dengan masih tingginya angka kematian ibu dan bayi, serta prevalensi gizi kurang dan gizi buruk, ter-utama untuk masyarakat miskin. Untuk itu, beberapa tahun ter-akhir pemerintah ber-upaya optimal meningkatkan pelayanan kesehatan kepada penduduk miskin, melalui Penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Masyarakat (JAMKESMAS).

Penandasan Menteri Kesehatan tersebut, disampaikan Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., pada peringatan ke-44 Hari Kesehatan Nasional Tahun 2008 Tingkat Kota Sukabumi, Minggu pagi, 23 November 2008, di halaman Balaikota Sukabumi.

Diharapkannya, Indonesia dengan keadaan geografis yang luas, serta dengan ketersediaan akses pelayanan kesehatan yang luas dan berkualitas, dapat memiliki penduduk yang berkualitas, serta mampu mengelola dan memanfaatkan seluruh potensi yang dimiliki Indonesia secara maksimal. Berkaitan dengan hal tersebut, peranan sektor kesehatan dalam meningkatkan produktivitas bangsa sangat penting, disamping sektor pendidikan dan ekonomi.

Menteri Kesehatan menjelaskan, peringatan ke-44 Hari Kesehatan Nasional Tahun 2008, mengambil tema “Rakyat Sehat Kualitas Bangsa Meningkat”. Maksud dan tujuannya, supaya dapat mengarahkan kegiatan secara kongkrit, yang dapat berdampak pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat, yang pada gilirannya dapat meningkatkan kualitas bangsa secara keseluruhan.

Dikatakannya, rakyat yang sehat baik secara fisik maupun mental dan sosial serta memiliki produktivitas yang tinggi, merupakan kekuatan negara, sekaligus sebagai bagian dari ketahanan nasional, guna memberikan sumbangan secara nyata pada peningkatan daya saing bangsa, khususnya dalam era globalisasi saat ini.

DIISI BERBAGAI KEGIATAN

Adapun peringatan ke-44 Hari Kesehatan Nasional (HKN) Tahun 2008 Tingkat Kota Sukabumi, diisi berbagai kegiatan. Antara lain senam masal, pemberian santunan kepada 7 orang lansia, pemberian obat cacing kepada sejumlah siswa SD, jalan santai dan sepeda santai, bazaar, donor darah pemeriksaan gula darah gratis, pemeriksaan mata gratis, pemeriksaan kimia darah discount 35 persen, penyerahan door prize dan hiburan.

Selanjutnya pengukuhan pengurus Forum Simak Samawar Kota Sukabumi Tahun 2008-2011, pemberian penghargaan kepada Puskesmas Cipelang, Puskesmas Sukabumi, dan Puskesmas Selabatu sebagai Puskesmas Teladan, penghargaan kepada Dokter Gigi Saptawati S sebagai tenaga medis teladan, penghargaan kepada Sri Purwaningsih sebagai tenaga keperawatan teladan, penghargaan kepada Hetti Sumartini sebagai tenaga pelaksana gigi teladan, dan penghargaan kepada Rini Marlina, AMKL sebagai sanitarian teladan.

Kemudian talk show perilaku hidup sehat remaja, menampilkan tiga orang narasumber, yakni Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., Dokter Satia Gumbira, dan Dokter Edi Yuswardi, SPB, dipandu salah seorang penyiar RSPD FM Kota Sukabumi, Tyas. Dalam kesempatan tersebut, para narasumber membagikan hadiah kepada sejumlah siswa dan masyarakat, yang bisa menjawab pertanyaan dengan benar, berupa uang antara 50 ribu rupiah hingga 100 ribu rupiah.

Sedangkan kegiatan lainnya dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional tahun ini, menurut Ketua Panitia Penyelenggara, Dokter Edi Yuswardi, SPB, dilaksanakan sejak bulan Oktober 2008. Antara lain operasi bibir sumbing bekerjasama dengan Rumah Sakit Hermina, pertandingan olahraga, lomba kesenian dan duta pelayanan kesehatan, pelatihan BTCLS bagi tenaga perawat, penyuluhan kesehatan bekerjasama dengan BPOM, serta seminar kesehatan tentang pencegahan kanker mulut rahim dan kanker payudara.

 
Senin, 24 November 2008
DINAS PERTANIAN DAN PETERNAKAN MENINGKATKAN PENGAWASAN TERHADAP HEWAN KURBAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Menjelang hari raya Idul Adha tahun 1429 Hijriyah yang jatuh pada tanggal 8 Desember 2008, aparat Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Sukabumi meningkatkan pengawasan terhadap hewan kurban.

Maksud dan tujuannya, seperti dijelaskan Kepala Seksi Kesehatan Hewan pada Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Sukabumi, Insinyur Cecep Mansyur, untuk meng-antisipasi sekaligus mencegah kemungkinan masuknya penyakit hewan ke wilayah Kota Sukabumi.

Dengan demikian, masyarakat tidak akan hawatir mengonsumsi daging kurban, baik daging Domba dan Kambing maupun daging Sapi atau Kerbau, karena Kota Sukabumi bukan wilayah endemis penyakit hewan. Selain itu, dengan dilakukan dan ditingkatkannya pengawasan terhadap hewan kurban tersebut, kesehatan hewan kurban benar-benar terjaga dan terpelihara.

Ditandaskannya, pihak Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Sukabumi, menjamin kesehatan hewan kurban yang dijual di lapak-lapak atau di pasaran di wilayah Kota Sukabumi, karena telah dilakukan pemeriksaan secara akurat.

Kepala Seksi Kesehatan Hewan pada Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Sukabumi mengatakan, aparat Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Sukabumi, setiap hari berkeliling ke setiap lapak penjualan hewan kurban, melakukan pemeriksaan terhadap hewan kurban yang akan dijual. Disamping itu, aparat Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Sukabumi, juga senantiasa melakukan pemeriksaan kelengkapan surat-surat, khususnya Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH), yang ditanda-tangani oleh pejabat yang berkompeten, dari daerah asal hewan kurban.

Dikatakan pula, hewan kurban memiliki kualifikasi tertentu. Yakni untuk Sapi atau Kerbau harus ber-usia dua tahun lebih, serta untuk Domba dan Kambing harus ber-usia satu tahun lebih. Selain itu, juga tubuh hewan kurban harus gemuk, sehat dan tidak cacat.

 
Rabu, 19 November 2008
STKIP PGRI MENYERAHKAN SERTIFIKASI PENDIDIK KEPADA 2123 ORANG
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

STKIP PGRI Kota Sukabumi, Selasa pagi, 18 November 2008, di Gedung Anton Sudjarwo Secapa Polri Sukabumi, menyerahkan piagam sertifikasi pendidik bagi guru dalam jabatan, kepada 2123 orang, se Kota Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, dan Kabupaten Cianjur.

Wakil Walikota Sukabumi, Drs. H. Mulyono, M.M., dalam sambutannya mengatakan, dengan diserahkannya piagam sertifikasi tersebut, selain dapat meningkatkan derajat kesejahteraan kepada para guru, juga dapat memberikan multiflier effect pada sikap professional dan peningkatan kualitas pendidikan, khususnya di Kota Sukabumi. Karena dengan sertifikasi tersebut, pendapatan para guru tersebut bertambah 1 kali gaji pokok. Dengan demikian, penghasilan para guru tersebut, setiap bulan diatas 5 juta rupiah, sama dengan gaji Walikota.

Ditandaskannya, Pemerintah Kota Sukabumi senantiasa ber-upaya optimal meningkatkan derajat kesejahteraan guru, melalui pemberian penambahan insentif pendapatan dan bea siswa pendidikan. Selain itu juga melalui peningkatan kelancaran dan kemudahan proses kenaikan pangkat dan jabatan, kepastian jenjang karier bagi yang berprestasi, pemberian pakaian dinas, kesempatan menunaikan ibadah haji dan sebagainya.

Adapun kriteria yang dapat meningkatkan kualitas dan professional seorang guru, seperti dikatakan Wakil Walikota Sukabumi, berkaitan dengan 8 etos kerja. Antara lain, kerja sebagai amanah, sebagai rahmat, sebagai ibadah, sebagai panggilan, sebagai aktualisasi, sebagai seni, sebagai kehormatan, dan sebagai pelayan.

Sementara Ketua STKIP PGRI Kota Sukabumi, Drs. Vredi Kastam Marta, M.Pd., M.M. menjelaskan, diserahkannya piagam sertifikasi tersebut, sesuai Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 057 Tahun 2007, Tentang Penetapan Perguruan Tinggi Penyelenggara Sertifikasi Dalam Jabatan.

Menyinggung jumlah guru di Kota Sukabumi yang mendapat piagam sertifikasi tersebut, seluruhnya mencapai 263 orang, terdiri dari 217 orang PNS, dan 46 orang non PNS.

 
Rabu, 12 November 2008
BENIH PADI HIBRIDA BERNAS PRIMA TINGKATKAN HASIL PANEN PETANI
Reporter : Tim Liputan
 

Kondisi lahan pertanian yang semakin menyempit dengan produktifitas rata-rata Nasional GKP 4-5 ton per HA dan pertambahan penduduk sekitar 1,25 % pertahun mendorong PT. SAS yang bernaung pada kelompok usaha AG network melakukan kerjasama dengan GuoHau Seed Industries dari China.

Pada tahun 2006, pemerintah RI dalam hal ini Menteri Pertanian telah melepas 2 (dua) Varietas unggul nasional yaitu Bernas Super atau Bernas Prima dan padi hibrida Varietes Rokan dari Departemen pertanian.

Hal tersebut diungkapkan perwakilan PT SAS, Babay Chalimi, selaku ketua panitia dalam kegiatan panen raya padi hibrida jenis Bernas Prima, di Kampung Jeruknyelap, Kelurahan Situmekar, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, Rabu, 12 Nopember 2008.

Sesuai dengan anjuran pemerintah bahwa benih padi hibrida ini harus diproduksi didalam Negeri. Maka, PT. SAS dan AG Network telah berupaya memproduksi benih padi hibrida sejak tahun 2006 di Lampung.

“Benih Hibrida Bernas Prima yang digunakan pada areal pertanaman yang akan dipanen ini, adalah benih padi hibrida Bernas Prima yang diproduksi sendiri di Lampung. Dan ternyata pertanaman padi hibrida bernas prima di Situmekar ini menghasilkan produksi tertinggi yang pernah dicapai. Bahkan, lebih tinggi dari produktifitas padi di China. Hasil panen yang bisa dicapai sekarang ini mencapai 16,4 ton per hektare. Sebelumnya, benih hasil produksi sendiri ini juga sudah kami tanam dirawajitu pada tahun 2007 dan memberikan hasil 8 ton gabah per Ha dan pada awal tahun 2008 di Malang mencapai 14,7 ton per Ha,” jelas Babay.

Dengan data ini menunjukan bahwa padi hibrida produksi PT.SAS dari tahun ke tahun dapat ditingkatkan produksinya asal sesuai petunjuk pendidikan dan latihan yang diselenggarakan oleh PT. SAS. Dimasa datang, produksi panen diharapkan dapat mencapai 20 ton per Ha.

“Pencapaian produksi yang cukup tinggi ini tidak terlepas dari kerja keras kelompok tani HARUM I Kelurahan Situmekar dalam mengelola tanaman padi hibrida ini. Kelompok tani ini melaksanakan pertanaman sesuai dengan anjuran dari petugas kami yang mendampingi maupun dari Dinas Pertanian Kota Sukabumi. Mereka melakukan persemaian dengan benar, mengolah tanah dengan sempurna, tidak menggunakan pupuk secara berlebihan dan mengatur pengairan dengan baik sehingga padi tumbuh dengan sehat serta terhindar dari serangan hama penyakit. Disamping itu, kondisi lingkungan Agroklimat di daerah Sukabumi ini sangat sesuai dan mendukung bagi pertumbuhan padi Hibrida Bernas ini,” terangnya.

Ditambahkan pula, Kelompok Tani Harum 1 bekerja dengan baik, terencana dan sistematis. Sebelumnya, mereka telah datang untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan tentang cara budidaya padi hibrida di Pusat riset dan pengembangan benih Hibrida Bernas di Lampung. Kemudian, mereka menerapkan apa yang didapatnya selama proses pelatihan itu dengan benar dilahan mereka. Disamping itu, PT SAS selalu memberikan pendampingan pada kelompok tani Harum 1 dari awal pertanaman hingga panen saat ini. Hal tersebut merupakan konsep kerja PT SAS, bahwa tak melepas benih tanpa pendampingan yang konsiten dan kontinyu.

Kelompok Tani Harum 1 dengan ketua Ir. Nenden Yeti dapat dijadikan contoh bagi kelompok tani lainnya di Indonesia dalam mengembangkan usaha tani padinya. Keberhasilannya tidak terlepas dari dukungan pemerintah Kota Sukabumi beserta jajarannya maupun Pemerintah Propinsi Jabar.

Pada akhir sambutannya, Babay berharap kemitraan ini sekiranya dapat menjadi jalan pembuka bagi pengembangan padi hibrida di Sukabumi maupun Propinsi Jabar dan juga Negeri tercinta Indonesia. Diharapkan pada musim yang akan datang, kemitraan dapat melibatkan petani yang lebih banyak dan areal yang lebih luas. Dengan demikian bisa memberikan kontribusi yang nyata dalam peningkatan produksi padi dan pendapatan petani beserta keluarganya.

 
Kamis, 6 November 2008
KOMWIL III APEKSI DIHARAPKAN DAPAT TINGKATKAN PEREKONOMIAN DAN PEMBANGUNAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Komisariat Wilayah III Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (KOMWIL III APEKSI), diharapkan dapat meningkatkan perekonomian dan pembangunan, khususnya di wilayah KOMWIL III APEKSI.

Demikian disampaikan Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., saat memberi sambutan pada acara pembukaan Musyawarah Komisariat Wilayah III Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (MUSKOMWIL III APEKSI), Rabu malam, 5 Nopember 2008, di Hotel Pangrango Sukabumi.

Dijelaskannya, dalam musyawarah tersebut akan dibahas berbagai permasalahan, khususnya yang berkaitan dengan ekonomi kreatif, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah KOMWIL III APEKSI.

Selain itu, dalam musyawarah tersebut, juga akan dilaksanakan pemilihan Ketua KOMWIL III APEKSI, periode tahun 2008-2011. Diharapkannya, siapapun yang terpilih menjadi Ketua KOMWIL III APEKSI periode tahun 2008-2011 tidak menjadi masalah, yang penting dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan dan peningkatan ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah KOMWIL III APEKSI, yakni di Kota-kota yang ada di wilayah Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Barat, Banten dan DKI Jakarta.

Pada bagian lain sambutannya, Walikota Sukabumi, atas nama masyarakat dan Pemerintah Kota Sukabumi, mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada seluruh Walikota beserta jajarannya se wilayah KOMWIL III APEKSI, yang telah berkenan hadir untuk mengikuti MUSKOMWIL III APEKSI.

Disamping itu, Walikota Sukabumi juga menyampaikan permohonan maaf yang dalam-dalamnya, atas berbagai kekurangan dan kealpaan, khususnya dalam menerima dan memberikan pelayanan kepada seluruh Walikota beserta jajarannya se wilayah KOMWIL III APEKSI.

 
Kamis, 6 November 2008
MUSKOMWIL III APEKSI DIHARAPKAN DAPAT TINGKATKAN PERTUMBUHAN EKONOMI
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Musyawarah Komisariat Wilayah III Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (MUSKOMWIL III APEKSI), yang berlangsung selama 3 hari tepatnya dari tanggal 5 hingga 7 Nopember 2008 di Hotel Pangrango Sukabumi, diharapkan dapat membentuk kesepakatan dan kebersamaan, khususnya dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di daerah masing-masing, dengan saling tukar informasi dan pengalaman, serta saling mengisi dan membantu.

Harapan tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jawa Barat, H. Dede Yusuf, saat memberi sambutan sekaligus membuka pelaksanaan MUSKOMWIL III APEKSI, Rabu malam, 5 Nopember 2008, di Hotel Pangrango Sukabumi.

Untuk itu, Wakil Gubernur Jawa Barat mengajak kepada seluruh peserta MUSKOMWIL III APEKSI, agar senantiasa mendaya-gunakan dan memanfaatkan berbagai potensi alam yang ada di wilayah masing-masing dengan sebaik-baiknya.

Ditandaskannya, untuk menunjang kelancaran sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat saat ini sedang merencanakan berbagai bidang pembangunan. Diantaranya di Kota Sukabumi, yakni mempercepat perbaikan ruas-ruias jalan provinsi. Karena Kota Sukabumi, merupakan salah satu kota yang diapit oleh dua kota besar, yakni Jakarta dan Bandung. Untuk itu, sangat wajar apabila akses jalan di Kota Sukabumi memadai.

Disamping akan memperbaiki jalan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat pun saat ini sedang mengkaji dan menggodok rencana pembangunan jalan Tol Bogor-Sukabumi-Cianjur (BOSUCI). Dikatakannya, apabila jalan tol tersebut dapat direalisasikan, dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Acara pembukaan MUSKOMWIL III APKESI yang dihadiri unsur Muspida dan undangan lainnya ini, diikuti 24 Walikota, yang tergabung dalam KOMWIL III APEKSI.

 
Selasa, 4 November 2008
SEBANYAK 54 ORANG CPNS GOLONGAN I DAN II STATUSNYA AKAN DITINGKATKAN MENJADI PNS
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Sebanyak 54 orang CPNS golongan I dan II di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, statusnya akan ditingkatkan menjadi PNS. Kepastian peningkatan status ini, setelah para pegawai tersebut secara resmi menyelesaikan Diklat Prajabatan Angkatan V Tahun 2008, di Gedung KPDA baru-baru ini.

Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si. menjelaskan, dengan ditingkatkannya status ini, para pegawai tersebut memiliki tanggung jawab dalam memberikan sekaligus meningkatkan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat. Karena PNS, selain sebagai abdi Negara, juga sebagai pelayan dan pelindung masyarakat. Selain itu, para pegawai tersebut juga harus memiliki kompetensi dan intergritas yang memadai. Sebab dengan kompetensi, seorang pegawai akan mampu melaksanakan tugas dengan baik dan benar. Sedangkan dengan integritas, seorang pegawai akan mampu melaksanakan tugas sesuai standar etika, serta peraturan dan per-undang-undangan yang berlaku. Ditandaskannya, kompetensi dan integritas merupakan persyaratan yang sangat penting bagi seorang pegawai, supaya benar-benar menjadi Sumber Daya Manusia yang patut dan layak atau fit and proper. Untuk itu Walikota Sukabumi berharap, melalui Diklat Prajabatan ini dapat melahirkan PNS yang berprestasi dan berdedikasi, serta memiliki loyalitas dan tidak tercela, baik dalam menjalankan tugas dan fungsinya, maupun dalam kehidupan sosial di masyarakat.

Sementara Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kota Sukabumi, Hajah Titin Sulastri, S.H., Sp.-1 menjelaskan, tujuan dan sasaran Diklat Prajabatan, yakni untuk meningkatkan pengetahuan, keahlian, keterampilan dan sikap pegawai, dalam setiap melaksanakan tugas, dilandasi kepribadian dan etika yang baik. Selain itu, juga untuk menciptakan aparatur yang bersih dan mampu berperan sebagai pembaharu, sekaligus perekat persatuan dan kesatuan bangsa. Selanjutnya untuk memantapkan semangat pengabdian yang ber-orientasi pada pelayanan, pengayoman dan pengembangan partisipasi masyarakat, sekaligus menciptakan kesamaan visi dan dinamika pola pikir, dalam setiap melaksanakan tugas pemerintahan dan pembangunan, demi terwujudnya kepemerintahan yang baik atau good governance.

 
Jumat, 31 Oktober 2008
GOP-TKI KOTA SUKABUMI SELENGGARAKAN ACARA HALAL BIL HALAL
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Gabungan Organisasi Penyelenggara Taman Kanak-kanak Indonesia (GOP-TKI) Kota Sukabumi, hari Rabu, 29 Oktober 2008, menyelenggarakan acara Halal Bil Halal, bertempat di Operation Room Setda Kota Sukabumi.

Ketua GOP-TKI Kota Sukabumi, Hajah Esih Muraz menjelaskan, dilaksanakannya acara halal bil halal tersebut, sebagai langkah awal dalam memperbaiki berbagai kekurangan, kealfaan dan kelemahan, termasuk berbagai perbuatan yang kurang baik pada masa lalu. Dengan demikian, acara halal bil halal tersebut, tidak lagi menjadi salah satu tradisi, akan tetapi menjadi salah satu kebutuhan, yang idealnya dilakukan setiap hari.

Dikatakannya, dalam acara halal bil halal, seluruh pengurus, guru dan pemilik yayasan TK se Kota Sukabumi, saling maaf memaafkan dari berbagai kekurangan, kealfaan dan kelemahan. Selain itu, juga pada bulan Ramadhan yang baru lalu, seluruh pengurus, guru dan pemilik yayasan TK se Kota Sukabumi, senantiasa ber-upaya optimal meningkatkan amalan ke dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, seluruh pengurus, guru dan pemilik yayasan TK se Kota Sukabumi, dapat merasakan haus dan lapar, yang sering dialami dan dirasakan oleh orang-orang miskin. Diharapkannya, dengan dilaksanakannya acara halal bil halal tersebut, dapat mengingatkan sekaligus mengubah perilaku hidup, dari yang kurang baik menjadi lebih baik, serta senantiasa memperhatikan orang-orang miskin.

Acara halal bil halal tersebut, diisi siraman rokhani yang disampaikan salah seorang penceramah dari Secapa Polri Sukabumi, AKBP H. Jalaludin Anwari.

Adapun yang hadir dalam acara tersebut, diantaranya Kepala UPTD Sanggar Kegiatan Belajar pada Dinas P dan K Kota Sukabumi, Yemi Yohani, Wakil Ketua Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Berdiri Sendiri Secapa Polri Sukabumi, Genot Harianto, para Kepala Sekolah, para Guru, para Penyelenggara Yayasan TK se Kota Sukabumi, dan undangan lainnya.

 
Kamis, 23 Oktober 2008
PEMKOT SUKABUMI SENANTIASA BERUPAYA OPTIMAL TNGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, senantiasa ber-upaya optimal meningkatkan kualitas pendidikan. Upaya tersebut dilakukan, tidak sebatas pada sekolah umum saja, akan tetapi juga sekolah yang berada dalam naungan Departemen Agama.

Sebab permasalahan yang dihadapi sekolah yang ada dalam naungan Departemen Agama pun, pada dasarnya sama dengan yang dialami sekolah umum, yakni permasalahan pemerataan relevansi dan kualitas pendidikan, termasuk akuntabilitas dan pencitraan.

Permasalahan tersebut dapat diatasi, diantaranya ditempuh dengan cara meningkatkan kualitas para guru, melalui sertifikasi guru. Karena dengan sertifikasi, para guru dituntut untuk senantiasa meningkatkan kualitas dan jenjang pendidikan, minimal sarjana S-1. Dengan upaya tersebut, selain dapat meningkatkan kualitas para guru dan pendidikan, juga dapat meningkatkan kesejahteraan para guru.

Demikian disampaikan Wakil Walikota Sukabumi, Drs. H. Mulyono, M.M., usai mengikuti acara halal bil halal, yang dilaksanakan Panca Mitra Pendidikan, Rabu pagi, 22 Oktober 2008, di Gedung Anton Sujarwo Secapa Polri Sukabumi.

Ditandaskannya, dengan regulasi yang baru, untuk guru golongan III A dengan masa kerja nol tahun, gajinya diatas 2 juta rupiah. Sedangkan guru sertifikasi dengan masa kerja nol tahun, gajinya diatas 5 juta 700 ribu rupiah, diatas gaji Walikota. Hal tersebut menjadikan profesi guru, sebagai salah satu pilihan yang sangat menjanjikan, pada masa mendatang.

Dalam pada itu, Kepala Dinas P dan K Kota Sukabumi, Sanusi Harjadireja, S.Pd. menjelaskan, dilaksanakannya acara halal bil halal tersebut, untuk memper-erat jalinan silaturahmi jajaran Panca Mitra Pendidikan, yakni para guru dengan lembaga profesi guru.

Dengan demikian, jajaran Panca Mitra Pendidikan akan memiliki ikatan batin yang kuat, khususnya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia, sesuai dengan peran dan fungsi yang diemban oleh lembaga tersebut.

 
Minggu, 19 Oktober 2008
SISWA SDN CIPANENGAH CBM DAN TK NEGERI PEMBINA CIPANENGAH BELAJAR CUCI TANGAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Sebanyak 540 siswa SDN Cipanengah CBM dan 104 siswa TK Negeri Pembina Cipanengah, belajar mencuci tangan dengan baik dan benar.

Hal tersebut di lakukan, dalam rangka menperingati Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia Tingkat Kota Sukabumi, hari Rabu, 15 Oktober 2008, bertempat di SDN Cipanengah CBM dan TK Negeri Pembina Cipanengah.

Kepala Bagian Tata Usaha Dinas P dan K Kota Sukabumi, Ayep Sipriatna menandaskan, hasil penelitian Yayasan Jantung Sehat Indonesia, dari sebanyak 4 ribu 863 siswa SD, SMP, SMA dan SMK yang di diagnosa, hanya 4 orang yang memiliki fisik sehat secara sempurna. Sedangkan yang masuk dalam kategori baik hanya 7 persen, yang masuk dalam kategori cukup 20 persen, dan sisanya masuk dalam kategori kurang baik.

Data tersebut menunjukkan, bahwa tingkat kesehatan anak sekolah masih rendah. Hal tersebut menjadi tantangan bagi semua pihak, khususnya dalam meningkatkan kesehatan anak sekolah di Kota Sukabumi.

Dijelaskannya, dilaksanakan cuci tangan dengan baik dan benar di SDN Cipanengah CBM dan TK Negeri Pembina Cipanengah tersebut, selain untuk menghilangkan mikro organisme khususnya bakteri, juga untuk membentuk pola hidup sehat siswa di sekolah tersebut.

Untuk menunjang kelancaran dan keberhasilan program tersebut di Kota Sukabumi, Kepala Bagian Tata Usaha Dinas P dan K Kota Sukabumi, menghimbau segenap guru dan siswa, agar mendukung sekaligus meng-implementasikan program tersebut, supaya segenap siswa gemar mencuci tangan dengan baik dan benar, guna meningkatkan kesehatan anak sekolah di Kota Sukabumi.

 
Jumat, 17 Oktober 2008
RATUSAN ANAK DARI 198 TK DAN RA SERAHKAN BINGKISAN KEPADA 4 YAYASAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Dalam pelaksanaan Stand-Up and Take Action Campaign hari pertama, ratusan anak dari 198 TK dan RA se Kota Sukabumi, menyerahkan bingkisan kepada 4 Yayasan Panti Jompo dan Panti Asuhan, tepatnya pada hari Jum’at 17 Oktober 2008, di GOR Remaja Merdeka Kota Sukabumi.

Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, yang telah membantu dan mendukung pelaksanaan Stand-Up and Take Action Campaign atau kampanye bangkit dan ber-aksi, untuk mengajak semua pihak supaya melakukan aksi nyata yang berkelanjutan, khususnya dalam mencapai tujuan pembangunan Milenium. Ditandaskannya, keberhasilan pelaksanaan kampanye tersebut, berkat jalinan silaturahmi dan kebersamaan yang harmonis dari semua pihak.

Walikota Sukabumi mengharapkan, penyerahan bingkisan dari anak TK dan RA tersebut, dapat melawan kemiskinan, khususnya di Kota Sukabumi. Selain itu, kepedulian anak TK dan RA dalam kemanusiaan tersebut, dapat mendorong sekaligus meningkatkan kemajuan pembangunan di Kota Sukabumi ke arah yang lebih baik, lebih sehat, lebih cerdas dan lebih sejahtera.

Pada bagian akhir sambutannya, Walikota Sukabumi mengajak segenap anak termasuk guru TK dan RA, untuk bersama-sama melantunkan bait ter-akhir lagu Sukabumi Melangkah Pasti, sebagai motivasi mengajak bangkit kepada semua pihak, untuk bersama-sama melawan kemiskinan khususnya di Kota Sukabumi.

Sementara dua anak TK dan RA, dalam kesempatan tersebut ber-orasi menyampaikan sejumlah harapan kepada Walikota Sukabumi. Sedangkan sejumlah anak TK dan RA lainnya, menyampaikan surat terbuka, untuk mendapat tanggapan positif dari Walikota Sukabumi, atas berbagai harapan anak TK dan RA, berkaitan dengan pembangunan millennium di Kota Sukabumi. Kegiatan yang berlangsung meriah dan semarak ini, diakhiri acara pemutaran film anak.

 
Senin, 22 September 2008
SEGENAP UMAT ISLAM AGAR TINGKATKAN KEIMANAN DAN KETAQWAAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Segenap umat Islam di Kota Sukabumi, agar senantiasa ber-upaya optimal meningkatkan keimanan dan ketaqwaan, dengan melaksanakan ibadah shaum dan shalat tarawih, yang disempurnakan dengan membayar zakat fitrah, infaq dan shodaqoh.

Namun dalam membayar zakat firah, infaq dan shodaqoh, seperti yang diharapkan Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., agar disalurkan ke lembaga-lembaga resmi penerima zakat, supaya dalam penyalurannya sesuai dengan aturan dan hukum Islam yang berlaku, yakni memenuhi syarat 8 asnap. Selain itu, juga untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti yang terjadi di Pasuruan Jawa Timur.

Walikota Sukabumi juga mengharapkan, segenap umat Islam agar senantiasa menghindari berbagai perbuatan yang dapat mengurangi dan membatalkan ibadah shaum, termasuk berbagai perbuatan yang mengganggu ketertiban, keamanan, kedamaian dan kesejahteraan.

Sedangkan kepada masyarakat non Islam, agar menunjukan sikap saling menghormati, menghargai dan tenggang rasa kepada umat Islam yang sedang menjalankan ibadah shaum, demi terpelihara dan terwujudnya kerukunan hidup umat ber-agama dan antar umat ber-agama.

Selanjutnya kepada para pengusaha Restaurant atau Rumah Makan, agar tidak berjualan pada siang hari, untuk menghormati umat Islam yang sedang melaksanakan ibadah shaum.

Kemudian tidak melakukan segala kegiatan yang menjurus pada perjudian, serta kegiatan lainnya yang bertentangan dengan hukum dan per-undang-undangan yang berlaku. Tidak melakukan segala kegiatan yang dapat menimbulkan perbuatan maksiat. Tidak membuat, menyimpan, mengedarkan dan menyulut petasan, mercon dan sejenisnya, serta tidak melaksanakan hiburan malam yang dapat mengganggu ketertiban umum dan menggangu kekhusuan serta kesempurnaan ibadah shaum umat Islam.

 
Selasa, 16 September 2008
PEMKOT SUKABUMI TINGKATKAN PELAYANAN DAN PERLINDUNGAN KEPADA MASYARAKAT
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, senantiasa ber-upaya optimal meningkatkan pelayanan dan perlindungan, serta kesehatan dan pendidikan, termasuk keamanan dan ketentraman kepada masyarakat. Maksud dan tujuannya, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, baik lahir maupun batin.

Hal tersebut disampaikan Wakil Walikota Sukabumi, Drs. H. Mulyono, M.M., saat memberi sambutan pada kegiatan Tarawih Keliling Muspida Kota Sukabumi putaran kelima, Senin malam, 15 September 2008, di Mesjid Jami AL Mujahidin, RW 9 Kelurahan Karang Tengah Kecamatan Gunung Puyuh.

Pada bagian lain sambutannya, Wakil Walikota Sukabumi mengucapkan terima kasih kepada segenap jama’ah Mesjid Jami AL Mujahidin, yang telah ber-upaya optimal memakmurkan mesjid tersebut, dengan berbagai kegiatan.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Walikota Sukabumi menyerahkan bantuan Hijab dan uang kepada Ketua DKM Mesjid AL Mujahidin RW 9 Kelurahan Karang Tengah, Nanan Sulaeman Muhariri, untuk sarana keagamaan.

Selanjutnya Ketua Korpri Kota Sukabumi, H. Mohamad Muraz, S.H., M.M. dan Kepala Kantor Departemen Agama Kota Sukabumi, Drs. H. Abu Bakar Sidik, M.Ag., menyerahkan bantuan Al-Qur’an, Ketua PMI Kota Sukabumi, Charly Dahlan, S.IP., S.HI., menyerahkan bantuan Jam Dinding, Dispenser, Baju Koko dan Sorban, serta Remaja Mesjid Al-Ikhlas Pemda Kota Sukabumi menyerahkan bingkisan.

Selain itu, Wakil Walikota Sukabumi juga menyerahkan bantuan uang sebesar 9 juta 500 ribu rupiah kepada Camat Gunung Puyuh, Suherman, B.A., untuk diserahkan kembali kepada DKM Mesjid Besar Kecamatan Gunung Puyuh sebesar 5 juta rupiah, serta kepada DKM Mesjid Jami Kelurahan Gunung Puyuh, DKM Mesjid Jami Kelurahan Sriwidari dan DKM Mesjid Jami Kelurahan Karamat, masing-masing sebesar 1 juta 500 ribu rupiah.

Adapun yang bertindak sebagai Imam, Ustadz Maksum Kamiludin, Penceramah, K.H. Ucu Komarudin, dan Moderator, Drs. H. Abad Badrudin.

 
Jumat, 12 September 2008
PEMERINTAH KOTA SUKABUMI TINGKATKAN KEAMANAN, KETENTRAMAN DAN KETERTIBAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Wakil Walikota Sukabumi, Drs. H. Mulyono, M.M. menandaskan, Pemerintah Kota Sukabumi, senantiasa ber-upaya optimal meningkatkan keamanan, ketentraman dan ketertiban. Maksud dan tujuannya, agar berbagai aktifitas pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan, khususnya perekonomian berjalan lancar.

Penandasan Wakil Walikota Sukabumi tersebut, disampaikan saat memberi sambutan pada kegiatan Tarawih Keliling Muspida Kota Sukabumi putaran keempat, Kamis malam, 11 September 2008, di Mesjid Jami AL Muqorrobin, jalan Letda T. Asmita, Kelurahan Gedong Panjang Kecamatan Citamiang. Adapun yang bertindak selaku Imam, Ustadz H. Uus, Penceramah, K.H. Abdullah Fauzi, dan Moderator, Drs. Didin Syarifudin.

Pada bagian lain sambutannya, Wakil Walikota Sukabumi mengajak segenap lapisan masyarakat, agar senantiasa meningkatkan kebersamaan, persatuan dan kesatuan. Sebab dengan kebersamaan, berbagai permasalahan dan keinginan bisa diatasi dan dicapai dengan baik, termasuk dalam membangun sarana keagamaan dan fasiltas umum lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Walikota Sukabumi menyerahkan bantuan Hijab dan uang sebesar 1 juta 500 ribu rupiah kepada Ketua DKM Mesjid AL Muqorrobin, Rusli Hamid, untuk sarana keagamaan.

Selanjutnya Ketua Korpri Kota Sukabumi, H. Mohamad Muraz, S.H., M.M. dan Kepala Kantor Departemen Agama Kota Sukabumi, Drs. H. Abu Bakar Sidik, M.Ag., menyerahkan bantuan Al-Qur’an, Ketua PMI Kota Sukabumi, Charly Dahlan, S.IP., S.HI. menyerahkan bantuan Jam Dinding, Dispenser dan Baju Koko, serta Remaja Mesjid Al-Ikhlas Pemda Kota Sukabumi menyerahkan bingkisan.

Selain itu, Wakil Walikota Sukabumi juga menyerahkan bantuan kepada Camat Citamiang, Drs. Adil Budiman, M.Si., berupa uang sebesar 11 juta rupiah, untuk sarana keagamaan Mesjid Besar Kecamatan sebesar 5 juta rupiah, serta untuk 4 Mesjid Jami Kelurahan Nanggeleng, Citamiang, Tipar dan Kelurahan Cikondang sebesar 6 juta rupiah, atau masing-masing Mesjid Jami sebesar 1 juta 500 ribu rupiah.

 
Selasa, 2 September 2008
WALIKOTA HIMBAU UMAT ISLAM AGAR TINGKATKAN KEIMANAN DAN KETAQWAAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., menghimbau segenap umat Islam, agar pada bulan Ramadhan meningkatkan keimanan dan ketaqwaan, degan melaksanakan ibadah shaum dan shalat tarawih, yang disempurnakan dengan zakat fitrah, infaq dan shodaqoh.

Selain itu, juga agar senantiasa menghindari berbagai perbuatan yang dapat mengurangi dan membatalkan ibadah shaum, termasuk berbagai perbuatan yang mengganggu ketertiban, keamanan dan kesejahteraan.

Sedangkan kepada masyarakat non Islam, agar menunjukan sikap saling menghormati, menghargai dan tenggang rasa kepada umat Islam yang sedang menjalankan ibadah shaum, demi terpelihara dan terwujudnya kerukunan hidup umat ber-agama dan antar umat ber-agama.

Selanjutnya kepada para pengusaha Restaurant atau Rumah Makan, agar tidak berjualan pada siang hari, untuk menghormati umat Islam yang sedang melaksanakan ibadah shaum.

Kemudian tidak melakukan segala kegiatan yang menjurus pada perjudian, serta kegiatan lainnya yang bertentangan dengan hukum dan per-undang-undangan yang berlaku. Tidak melakukan segala kegiatan yang dapat menimbulkan perbuatan maksiat. Tidak membuat, menyimpan, mengedarkan dan menyulut petasan, mercon dan sejenisnya, serta tidak melaksanakan hiburan malam yang dapat mengganggu ketertiban umum dan menggangu kekhusuan ibadah umat Islam.

Diharapkannya, segenap lapisan masyarakat Kota Sukabumi, dapat melaksanakan himbauan Walikota Sukabumi tersebut, guna menunjang kelancaran, keberhasilan, kekhususan dan kesempurna-an ibadah shaum, yang dilaksanakan umat Islam.

 
Rabu, 2 Juli 2008
APARAT KELURAHAN TIPAR TINGKATKAN DERAJAT KESEHATAN MASYARAKAT
Reporter :
 

Aparat Kelurahan Tipar, senantiasa ber-upaya optimal meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Upaya tersebut, seperti dikatakan Lurah Tipar, Dadang Fauzi, ditempuh melalui pelayanan kesehatan, mencakup 6 komponen Gerakan Hidup Sehat (GHS) di setiap Pos Yandu dan Puskesmas Tipar. Selanjutnya dilakukan pengkajian, terhadap kemungkinan adanya kasus Balita Gizi Buruk.

Selain itu, juga senantiasa dilakukan himbauan kepada segenap lapisan masyarakat, agar dalam menggunakan air untuk memenuhi kebutuhan dan kepentingan keluarga, baik air ledeng maupun air sumur gali dan sumur pompa, harus yang benar-benar bersih dan memenuhi standar kesehatan, serta terhindar dari polusi air dan limbah, baik limbah pabrik maupun limbah rumah tangga.

Upaya lainnya yang dilaksanakan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, yakni senantiasa dilakukan penyuluhan tentang pemberantasan penyakit menular, seperti flu burung, rabies, demam berdarah dan diare, serta Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan kegiatan “3-M”, yakni menutup dan menguras bak penampungan air, serta mengubur barang-barang bekas yang dapat digunakan tempat bersarang dan bertelur nyamuk, termasuk gerakan kebersihan dan Program Kali Bersih (Prokasih), bekerja-sama dengan Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan, Puskesmas dan Kader Pos Yandu.

Menyinggung sarana kesehatan yang ada saat ini, menurut Dadang Fauzi, yakni 1 Puskesmas, 14 Pos Yandu, 9 Dokter Praktik, 3 Bidan Praktik dan 3 Apotek.

Adapun upaya dalam meningkatkan pengetahuan, wawasan dan keterampilan Kader Pos Yandu dalam meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, diantaranya ditempuh melalui pendidikan dan pelatihan serta mini lokakarya, bekerja-sama dengan Puskesmas Tipar dan Dinas Kesehatan Kota Sukabumi.

 
Kamis, 19 Juni 2008
SELAMATKAN ANAK - ANAK KITA
Reporter : Riksan / Tim Liputan Infokom
 

Selamatkan anak – anak kita. Pesan tersebut disampaikan oleh Wakil Walikota Sukabumi, Drs.H.Mulyono, M.M., saat menghadiri HUT GOPTKI ke -51 tingkat Kota Sukabumi yang digelar hari ini, Kamis 19 Juni 2008 di TK Fathia.

Kehadiran pendidikan anak usia dini seperti taman kanak – kanak, diharapkan oleh Wakil Walikota, mampu menciptakan generasi yang cerdas dan berakhlak tinggi. Maraknya kasus seperti penyalahgunaan narkoba maupun geng motor yang terjadi dikalangan remaja pada masa sekarang merupakan keprihatinan yang mendalam bagi Wakil Walikota. Hal ini juga diperparah oleh lunturnya nilai – nilai luhur bangsa kita seperti nilai kejuangan, nilai kasih sayang. Oleh karena itu Wakil Walikota mengajak semua pihak terutama penyelenggara pendidikan agar mampu mendidik, membina, dan mengawasi anak didiknya sehingga hal – hal negatif yang bisa merusak anak dalam perkembangannya bisa dihindarkan.

Wakil Walikota juga mengajak kepada para orangtua agar berinvestasi dalam pendidikan bukan hanya investasi materi. Karena Negara – Negara maju yang berpengaruh di dunia memulai titik kebangkitannya dari pendidikan. Sumber daya alam yang berlimpah tak akan berarti tanpa sumber daya yang berkualitas.

Sementara itu Ketua DPC GOPTKI Kota Sukabumi, Ny.Hj.Esih Muraz, mengatakan bahwa GOPTKI di usianya yang ke – 51 diharapkan mampu meningkatkan kiprahnya dalam pendidikan anak usia dini. Oleh karena itu tema perayaan HUT GOPTKI ke – 51 ini adalah “Membangun Bangsa dengan Pengembangan Kecerdasan Anak Usia Dini”.

Acara yang dihadiri oleh para kepala sekolah TK se- kota Sukabumi ini diisi pula dengan penampilan siswa – siswi TK Fathia. Selain itu acara ini juga dilanjutkan dengan ceramah tentang pengembangan kecerdasan anak yang menghadirkan narasumber dari RS Hermina.

 
Selasa, 8 April 2008
APARAT KELURAHAN BAROS BERUPAYA OPTIMAL MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Aparat Kelurahan Baros senantiasa berupaya optimal meningkatkan pengetahuan, wawasan dan keterampilan, serta pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.

Upaya tersebut, seperti dikatakan Sekretaris Kelurahan setempat, Yayat Hidayat, didampingi PLT Kasi Trantib, Yudi Yuliadi, diantaranya ditempuh melalui peningkatan sarana dan prasarana, infrastruktur, pelayanan, pemberian modal usaha, dan pelatihan keterampilan.

Seperti yang dilaksanakan baru-baru ini, Aparat Kelurahan Baros bekerjasama dengan Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) setempat, tidak tanggung-tanggung menyelenggarakan tiga jenis pelatihan keterampilan, yakni pelatihan keterampilan Tata Rias Pengantin dan Membuat Baki Lamaran; Membuat Kue Dodol, Angleng, Saptu dan Ladu; serta Membuat Keset dari bahan limbah kain.

Pelatihan yang diikuti lebih kurang 150 orang warga masyarakat se Kelurahan Baros ini, diharapkan Yayat Hidayat dan Yudi Yuliadi, dapat meningkatkan kemajuan, pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. “Dengan demikian, Kelurahan Baros ke depan akan lebih maju dan sejahtera, sesuai visi-misi Kota Sukabumi, sebagai pusat pelayanan jasa terpadu dalam bidang perdagangan, pendidikan dan kesehatan, serta visi Kota Sukabumi sehat, cerdas dan sejahtera, “reugreug pageuh repeh rapih”, tandasnya.

Sementara sejumlah peserta pelatihan, saat bincang-bincang dengan RSPD FM, Web Site dan Majalah Berita Kota Sukabumi, mengucapkan terima kasih kepada pemerintah khususnya Kelurahan Baros dan BKM Kelurahan Baros, yang telah peduli dan memerhatikan masyarakat kecil, dengan memberi pelatihan tersebut.

Dijelaskannya, pelatihan tersebut sangat besar manfaatnya bagi masyarakat khususnya yang kurang mampu dan yang tidak memiliki pekerjaan. Karena dengan pelatihan tersebut, masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan, wawasan dan keterampilan. “Selain itu, masyarakat juga bisa memiliki pekerjaan, untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan”, ujar mereka.

Dalam pada itu, Ketua BKM Kelurahan Baros, Rusli Saripudin menjelaskan, sasaran pelatihan tersebut, yakni masyarakat yang kurang mampu dan pengangguran. Maksud dan tujuannya, untuk meningkatkan aktifitas dan produktifitas, serta pendapatan dan kesejahteraan, sehingga dapat mengentaskan kemiskinan dan pengangguran, khususnya di Kelurahan Baros.

Ditandaskannya, pelatihan yang berlangsung masing-masing selama 5 hari dengan materi pelatihan teori dan praktek ini, menghabiskan biaya sebesar 19 juta 600 ribu rupiah, dari dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Program Penanggulangan Kemiskinan Perkotaan (PN-PM-P-2-KP).

Untuk menunjang kelancaran dan keberhasilan serta kesinambungan hasil dari pelatihan Tata Rias Pengantin dan Membuat Baki Lamaran; Membuat Kue Dodol, Angleng, Saptu dan Ladu; serta Membuat Keset dari bahan limbah kain tersebut, baru-baru ini telah dibentuk pengurus KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat).

Adapun pengurus KSM Tata Rias Pengantin dan Membuat Baki Lamaran, yakni Ketua, Serli, Sekretaris, Ny. Sofyan, Bendahara, Herna, dan Anggota 40 orang. Selanjutnya pengurus KSM Membuat Kue Dodol, Angleng, Saptu dan Ladu, Ketua, Ujang, Sekretaris, Evi, Bendahara, Ilah, dan Anggota 40 orang. Sedangkan pengurus KSM Membuat Keset dari bahan limbah kain, Ketua, Wati, Sekretaris, Ida, Bendahara, Leni, dan Anggota 60 orang.

Namun kendati telah dibentuk jajaran kepengurusan tersebut, seluruh pengurus dan anggota masih menghadapi kendala, khususnya dalam memasarkan hasil produksi “home industri” tersebut. Untuk itu, seluruh pengurus dan anggota KSM tersebut, menghimbau kepada segenap pihak instansi terkait, agar membantu memasarkan hasil produksi “home industri” tersebut, khususnya ke luar wilayah Kota Sukabumi. Dengan demikian, kata mereka, hasil dari pelatihan Tata Rias Pengantin dan Membuat Baki Lamaran; Membuat Kue Dodol, Angleng, Saptu dan Ladu; serta Membuat Keset dari bahan limbah kain tersebut tidak sia-sia, serta bisa berjalan dengan lancar, berhasil dan berkesinambungan, khususnya dalam meningkatkatkan produk, pendapatan dan kesejahteraan masyarakat, sekaligus mengentaskan kemiskinan di Kelurahan Baros, sekaligus dapat menunjang terhadap pencapaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Sukabumi, yang saat ini telah mencapai angka 75,09.

 
Kamis, 13 Maret 2008
DINAS P DAN K KOTA SUKABUMI BERTEKAD MENINGKATKAN PRESTASI DI JAWA BARAT
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Dinas P dan K Kota Sukabumi, bertekad meningkatkan prestasi di Jawa Barat, dalam pelaksanaan Ujian Nasional bagi siswa SMP, MTs, SMA, SMK dan MA, serta Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional atau UAS-BN, bagi siswa SD dan MI, minimal memertahankan prestasi yang telah diraih pada tahun sebelumnya, yakni posisi 3 besar di Jawa Barat.

Hal tersebut disampaikan PLT Kepala Dinas P dan K Kota Sukabumi, Drs. Dudi Fathul Jawad, M.Pd., saat dikonfirmasi RSPD FM, Web Site dan Majalah Berita Kota Sukabumi, di ruangan kerjanya belum lama ini.

Untuk mewujudkan tekad tersebut, PLT Kepala Dinas P dan K Kota Sukabumi berharap kepada segenap lapisan masyarakat khususnya orang tua siswa, agar senantiasa pro-aktif mendukung berbagai program yang dilaksanakan di sekolah putra-putrinya masing-masing, baik yang berkaitan dengan pelaksanaan pengayaan berupa tambahan jam pelajaran, maupun “Try Out” atau percobaan.

Adapun mata pelajaran yang diujikan pada UAS-BN SD dan MI, berjumlah 3 mata pelajaran, yakni Matematika, IPA dan Bahasa Indonesia. Sementara mata pelajaran yang diujikan pada Ujian Nasional SMP dan MTs, berjumlah 4 mata pelajaran, yakni Matematika, IPA, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggeris. Sedangkan mata pelajaran yang diujikan pada Ujian Nasional SMA, SMK dan MA, berjumlah 6 mata pelajaran, yakni Matematika, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggeris, ditambah 3 mata pelajaran, sesuai dengan jurusan siswa masing-masing.

Menyinggung waktu pelaksanaan Ujian Nasional dan UAS-BN, menurut Dudi Fathul Jawad, yakni Ujian Nasional untuk SMA, SMK dan MA, pada tanggal 22 hingga 24 April 2008, dan Ujian Nasional Susulan pada tanggal 28 hingga 30 April 2008, Ujian Nasional untuk SMP dan MTs, pada tanggal 5 hingga 8 Mei 2008, dan Ujian Nasional Susulan pada tanggal 13 hingga 15 Mei 2008, serta UAS-BN untuk SD dan MI, pada tanggal 13 hingga 15 Mei 2008, dan UAS-BN Susulan pada tanggal 18 hingga 21 Mei 2008.

Dikatakan Dudi Fathul Jawad, langkah-langkah yang telah ditempuh Dinas P dan K Kota Sukabumi, diantaranya mengadakan “road show” untuk seluruh jenjang persekolahan, penanda-tanganan MoU UAS-BN, dan rapat-rapat di Dinas P dan K, untuk menyampaikan berbagai informasi seputar Ujian Nasional dan UAS-BN.

Selain itu, juga telah dilakukan pengayaan, berupa tambahan jam pelajaran dan “Try Out” atau percobaan, untuk melihat kemampuan para siswa dalam menjawab soal-soal seluruh mata pelajaran yang diujikan, termasuk melaksanakan dzikir dan do’a bersama, serta menghapal seluruh mata pelajaran yang diujikan.

Dikatakan pula, jumlah siswa yang mengikuti Ujian Nasional dan UAS-BN, yakni untuk SD sebanyak 5 ribu 124 siswa dari 119 SD, serta untuk MI sebanyak 570 siswa dari 14 MI. Sedangkan untuk SMP sebanyak 4 ribu 230 siswa dari 34 SMP, serta untuk MTs sebanyak 777 siswa dari 13 MTs se Kota Sukabumi. Selanjutnya untuk SMA sebanyak 2 ribu 686 siswa dari 17 SMA, untuk SMK sebanyak 2 ribu 422 siswa dari 17 SMK, serta untuk MA sebanyak 388 siswa dari 8 MA.

 
Selasa, 26 Februari 2008
KAMPANYE PUTARAN KE-2 PASANGAN MUSLIKH-MULYONO DIPUSATKAN DI 3 LOKASI
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Kampanye putaran ke-2 pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi Nomor Urut 4, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si. dan Drs. H. Mulyono, M.M., pasca kampanye bersama, dipusatkan di 3 lokasi, yakni di kawasan Terminal Bungbulang, lapangan Polsek Warudoyong, dan di lapangan Merdeka Kota Sukabumi.

Kegiatan kampanye yang dilaksanakan sejak Selasa pagi hingga Selasa sore, 26 Pebruari 2008 ini, diawali hiburan Memancing Ikan Gratis di 2 buah kolam, tepatnya di jalan Samsi, diikuti lebih-kurang 500 orang pendukung dan simpatisan pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi tersebut.

Kampanye putaran ke-2 pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi usungan Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Demokrat (PD) ini, dihadiri pengurus DPP Golkar Korwil Jawa Barat, DPD Golkar Jawa Barat, PAN Jawa Barat dan PD Jawa Barat, jajaran pengurus dan anggota DPD Golkar Kota Sukabumi, PAN Kota Sukabumi dan PD Kota Sukabumi, serta ribuan pendukung dan simpatisan pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi tersebut.

Kehadiran ribuan pendukung dan simpatisan pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi yang menamakan pasangan “Musmulyadi” ini, menggunakan ratusan kendaraan roda dua dan roda empat, mendapat pengawalan secara ketat dari aparat keamanan. Antara lain Motoris dan Mobil Patwal Polres Kota Sukabumi, Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, serta Dinas Pol PP dan Kesbang Kota Sukabumi.

Pelaksanaan kampanye yang dimeriahkan musik dangdut ini, diisi orasi kandidat pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi, serta sejumlah Jurkam, menyampaikan visi-misi dan program kerja pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi tersebut.

 
Minggu, 24 Februari 2008
KAMPANYE PUTARAN KEDUA PASANGAN CALON NOMOR URUT 2 DIPUSATKAN DI LAPANGAN MERDEKA
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Kampanye putaran kedua pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi Nomor Urut 2, H. Dedy Safei, S.E. dan H. Itang Abdulkarim, S.H., pasca kampanye bersama, dipusatkan di lapangan Merdeka, dilaksanakan sejak Minggu pagi hingga Minggu sore, 24 Pebruari 2008.

Kampanye pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi usungan 17 Partai Politik (Parpol) yang tergabung dalam Forum Lintas Partai (FLP) ini, dihadiri ribuan massa pendukung dan simpatisannya, menggunakan ratusan kendaraan roda dua dan roda empat.

Dalam kampanye tersebut, pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi ini, menurunkan 4 orang Jurkam, yakni Herman Budi Santoso, Usep Ubaedillah, Ustadz Deni dan Misbahul Alam, menyampaikan orasi tentang visi pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi tersebut, yakni “Kota Sukabumi Yang Maju Dan Berwawasan Lingkungan 2013”, serta misi “Meningkatkan kualitas dan profesionalisme SDM melalui peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan masyarakat, Mengembangkan ekonomi masyarakat yang berbasis usaha kecil dan menengah, Meningkatkan mutu kualitas lingkungan hidup melalui pengelolaan tata ruang yang ramah lingkungan, dan Meningkatkan mutu layanan publik melalui penataan birokrasi yang ber-orientasi pelayanan”.

Kampanye yang berlangsung semarak dan dimeriahkan musik dangdut ini, diakhiri kampanye keliling Kota Sukabumi, mengambil rute start dari lapangan Merdeka, kemudian masuk ke jalan Perintis Kemerdekaan, jalan Sudirman, jalan Tanjungsari, jalan Karamat, jalan Bhayangkara, jalan Sriwidari, jalan Veteran, jalan Suryakencana, jalan Siliwangi dan jalan R.A. Kosasih. Selanjutnya masuk ke jalan Ciaul Pasir, jalan R.A. Kosasih, jalan Selakaso, jalan Cikaret, jalan Limus Nunggal, jalan R. Didi Sukardi, jalan Gudang, jalan R.E. Martadinata, jalan Perintis Kemerdekaan, dan finish di lapangan Merdeka.

 
Minggu, 17 Februari 2008
KEBESARAN DAN KEBERHASILAN RAPI AGAR DITINGKATKAN DAN DIKEMBANGKAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Kebesaran dan keberhasilan Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Wilayah 06 Sukabumi, agar ditingkatkan dan dikembangkan, supaya dapat memenuhi harapan semua pihak, khususnya dalam membantu kelancaran dan keberhasilan berbagai kegiatan, baik yang diselenggarakan pemerintah maupun yang diselenggarakan swasta dan masyarakat.

Demikian harapan yang disampaikan Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., saat membuka secara resmi Rapat Koordinasi dan Silaturahmi RAPI Wilayah 06 Sukabumi, Minggu pagi, 17 Pebruari 2008, di Gedung Pusat Kajian Islam Kota Sukabumi.

Diharapkan pula, dengan dilaksanakannya Rapat Koordinasi dan Silaturahmi antara pengurus dan anggota, dapat mencairkan berbagai permalasalahan yang dihadapi. Selain itu, juga dapat meningkatkan kebersamaan, aktifitas dan produktifitas, serta kinerja pengurus dan anggota RAPI.

Sementara “Sesepuh” RAPI Wilayah 06 Sukabumi, H. Prihadi, dalam sambutannya menghimbau segenap pengurus dan anggota RAPI, agar ber-upaya optimal membantu mengamankan dan menyukseskan pelaksanaan kampanye Pilkada Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi periode tahun 2008-2013, yang dijadwalkan berlangsung selama 14 hari, tepatnya dari tanggal 20 Pebruari hingga 4 Maret 2008, serta pelaksanaan Pilkada Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi, yang dijadwalkan berlangsung pada tanggal 8 Maret 2008.

Dalam pada itu, Ketua RAPI Wilayah 06 Sukabumi, H. Abep, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, atas partisipasi aktifnya baik berupa moril maupun materil, sehingga pelaksanaan Rapat Koordinasi dan Silaturahmi RAPI Wilayah 06 Sukabumi ini, dapat dilaksanakan dengan baik, serta berjalan lancar, aman dan tertib.

 
Sabtu, 2 Februari 2008
TK DAN RA SE-KOTA SUKABUMI TANAM 1000 POHON
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Dalam rangka gebyar 10 Muharam 1429 Hijriyah, TK dan RA se Kota Sukabumi, melakukan gerakan penanaman 1.000 pohon. Kegiatan tersebut, diprakarsai “Islamic Labschool Centre” (ILC), bekerjasama dengan OISCA Jepang.

Adapun pencanangan gerakan penanaman 1.000 pohon tersebut, dilakukan Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., Kamis pagi, 31 Januari 2008, di lapangan Merdeka.

Dalam sambutannya, Walikota Sukabumi mengucapkan terima kasih kepada jajaran ILC, ang telah memprakarsai gerakan penanaman 1.000 pohon di lingkungan TK dan RA se Kota Sukabumi. Karena dengan dilakukannya penanaman 1.000 pohon tersebut, anak-anak TK dan RA telah ditempa untuk mencintai tanaman dan lingkungan termasuk keindahan sejak dini, yang sangat besar manfaatnya bagi manusia dan alam.

Ditandaskannya, gebyar bulan Muharam 1429 Hijriyah, di Kota Sukabumi hingga saat ini masih terus berlangsung, salah satunya penanaman 1.000 pohon, yang sebelumnya telah pula dilaksanakan Pawai Ta’aruf, MTQ dan dzikir bersama.

Dalam kesempatan tersebut, Walikota Sukabumi menyerahkan bibit tanaman, secara simbolis diwakili oleh 3 TK dan RA. Selain itu, Walikota juga menyerahkan Trophy, Piagam Penghargaan dan hadiah kepada sejumlah anak TK dan RA, yang berhasil meraih gelar juara pada berbagai jenis perlombaan dan permainan.

Hadir dalam kesempatan tersebut, unsur Muspida. Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Sukabumi, unsur Dinas Pertanian Kota Sukabumi, Guru, Orang Tua, Siswa TK dan RA, serta undangan lainnya.

 
Kamis, 31 Januari 2008
CAMAT DAN LURAH SE KOTA SUKABUMI MENGHIMBAU MASYARAKAT AGAR MENINGKATKAN K-3
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Camat dan Lurah se Kota Sukabumi, menghimbau segenap lapisan masyarakat, agar meningkatkan keamanan, ketentraman dan ketertiban (K-3), serta persatuan dan kesatuan, dengan senantiasa menjunjung tinggi asas kebersamaan, “sareundeuk saigel sabobot sapihanean”, “ka cai jadi saleuwi ka darat jadi salebak”, sesuai moto Pemerintah Kota Sukabumi, “Reugreug Pageuh Repeh Rapih”. Terlebih pada bulan Pebruari dan Maret 2008, tepatnya dari tanggal 20 Pebruari hingga 4 Maret 2008, akan dilaksanakan kampanye Pilkada Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi, serta pada tanggal 8 Maret 2008 akan dilaksanakan Pilkada Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi periode tahun 2008-2013.

Selain itu, Camat dan Lurah se Kota Sukabumi menghimbau segenap lapisan masyarakat khususnya masyarakat yang telah berhak memilih, agar turut serta menyukseskan Pilkada Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi periode tahun 2008-2013, dengan menyalurkan aspirasi sekaligus menyoblos pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi, sesuai pilihan dan hati nurani masing-masing. Hal tersebut perlu dilakukan, guna menunjang kelancaran dan kesinambungan roda pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan.

Ditandaskannya, siapapun pasangan yang terpilih menjadi Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi periode tahun 2008-2013 dari ke-4 pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota, merupakan hasil dan aspirasi mayoritas warga masyarakat Kota Sukabumi.

Camat dan Lurah se Kota Sukabumi juga mengharapkan, pasangan Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi yang terpilih kelak dalam Pilkada, dapat mengemban amanah, kepercayaan dan aspirasi masyarakat, serta senantiasa memperhatikan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, baik lahir maupun batin.

Disamping itu, juga dapat menjalankan roda pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakat dengan baik, termasuk menciptakan suasana keamanan, ketentraman dan ketertiban Kota Sukabumi, yang hingga saat ini dinilai berbagai kalangan cukup kondusif dan terkendali.

 
Kamis, 17 Januari 2008
PENGUKUHAN PENGURUS DPC GOPTKI SE WILAYAH BOGOR
Reporter : Riksan Satyaprawira
 

Pengurus DPC GOPTKI se –wilayah Bogor hari ini dilantik digedung Juang 45 kota Sukabumi. Salah satu yang dilantik adalah Ketua Dharma Wanita Kota Sukabumi, Ny.Hj.Esih Muraz. Para pengurus ini dilantik oleh Ketua DPD GOPTKI Jabar, Ny.Hj.Lex Laksamana. Hadir dalam acara ini Sekda Kota Sukabumi, H.M.Muraz, SH, M.M., Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi dan para pengurus dan anggota GOPTKI se-wilayah Bogor.

Dalam sambutannya Sekda kota Sukabumi mengatakan bahwa pengembangan pendidikan taman kanak – kanak secara umum masih memiliki berbagai kendala. Diantaranya adalah fasilitas belajar yang tidak memadai dan masih rendahnya gaji para guru TK. Bahkan dalam program pemerintah pun pendidikan dasar dimulai dari SD seperti dalam wajar 9 tahun. Namun begitu, kehadiran TK sangatlah penting karena pendidikan anak sejak dini merupakan batu pondasi pengembangan anak kedepannya. Apalagi saat ini ditengah gencarnya tayangan hiburan ditelevisi sangat mempengaruhi proses pertumbuhan kejiwaan anak. Oleh karena itu, beliau sangat berterima kasih kepada para guru TK yang telah mengabdi dan menunjukkan dedikasinya dalam mendidik anak – anak ditengah segala keterbatasan yang ada.

Sedangkan ketua DPD GOPTKI Jabar mengungkapkan hal yang senada akan pentingnya TK. Ditambah pula hal ini sejalan dengan visi dan misi Jabar 2003 – 2008 untuk menjadi propinsi termaju di Indonesia yang salah satu faktor penentu utama adalah pendidikan.

Pada kesempatan ini pula Ketua DPD GOPTKI Jabar memberikan bantuan kepada DPC GOPTKI se-wilayah Bogor. Dalam acara ini pula dilaksanakan sosialisasi hasil rakernas GOPTKI.

 
Jumat, 28 Desember 2007
TKPK SERAHKAN BANTUAN DANA
Reporter : Riksan Satyaprawira
 

Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan ( TKPK ) hari ini, Jumat 28 Desember 2007, menyerahkan bantuan dana kepada masyarakat yang membutuhkan. Penyerahan ini dilaksanakan di Ruper Setda Kota Sukabumi.

Penyerahan bantuan dana ini diserahkan secara simbolis oleh Walikota Sukabumi, H.Mokh.Muslikh Abdussyukur, SH, M.Si., kepada para perwakilan penerima bantuan dana. Para penerima bantuan ini berasal dari 7 kecamatan yang ada di kota Sukabumi. Para penerima bantuan ini adalah :

1.bantuan modal usaha kepada 924 orang masing – masing mendapat Rp.300.000.
2.bantuan dana rehab rumah kepada 231 orang masing – masing mendapat Rp.1.000.000.
3.Bantuan kepada 7 kelompok usaha masing – masing mendapat Rp.10.000.000

Walikota, dalam sambutannya, mengatakan bahwa dana bantuan ini merupakan kewajiban pemerintah dalam mensejahterakan masyarakat. Bantuan dana ini berasal dari APBD tahun anggaran 2007. Bahkan beliau menegaskan bahwa ini adalah uang masyarakat kota Sukabumi untuk masyarakat kota Sukabumi juga. Beliau berharap adanya penyerahan bantuan ini mempunyai daya ungkit terhadap kesejahteraan masyarakat yang akan berimbas pada naiknya tingkat kesehatan, kecerdasan, dan daya beli masyarakat. Beliau juga menegaskan bahwa perlu dilakukan rechecking kepada setiap penerima bantuan dana agar dana bantuan ini dipakai sesuai dengan tujuan tidak dipakai untuk hal – hal lainnya. Oleh karena itu para camat dan lurah dihimbau untuk senantiasa melakukan pengawasan dan pengarahan kepada para penerima bantuan ini.

 
Sabtu, 1 Desember 2007
AKSI PEREMPUAN TANAM POHON SELAMATKAN LINGKUNGAN
Reporter : Ratna Nurseha
 

Dalam rangka membangun kesadaran dan semangat menjaga serta melestarikan lingkungan hidup, Walikota Sukabumi, H. Mokh. Muslikh Abdussyukur, SH., M.Si., mengajak seluruh warga Kota Sukabumi untuk menanam pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan khususnya untuk mengurangi pemanasan global (global warming) yang saat ini menjadi issue internasional. Ajakan ini disampaikan Walikota saat mencanangkan Aksi Penanaman Serentak, Pekan Pemeliharaan dan Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara Pohon (GPTPP) di Bumi Perkemahan Cikundul, Sabtu, 1 Desember 2007.

Dalam kesempatan tersebut hadir pula General Manager Telkom Kandatel Sukabumi, Setia Hermawan, yang menyerahkan bantuan 7.000 pohon kepada Pemerintah Kota Sukabumi untuk ditanam di wilayah Kota Sukabumi sebagai bentuk dukungan Telkom dalam pelestarian lingkungan.

Secara nasional, kegiatan ini dicanangkan oleh Ibu Negara, Hj. Ani Yudhoyono yang mengajak perempuan Indonesia secara serentak untuk menanam 10 juta pohon di seluruh Indonesia. Ibu Ani Yodhoyono dan Ibu Mufidah Kalla secara simbolis mengawali pencanangan ini dengan menanam pohon di Kawasan Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur.

Sementara itu Walikota Sukabumi yang didampingi Ibu Ketua Tim Penggerak PKK Kota Sukabumi dalam sambutannya mengemukakan, jika dilihat pada tatanan global issue lingkungan hidup, disamping kerusakan hutan yang peningkatannya dari tahun ke tahun terus meningkat, juga issue pemanasan global mendapat perhatian serius dari masyarakat internasional.

“Pemerintah dalam masalah ini telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi kerusakan hutan dan lahan, guna memperbaiki ekosistem serta membangun citra bangsa, pemerintah dan masyarakat di dunia internasional. Upaya dimaksud adalah melalui program Gerhan, HTI, HTR, Indonesia menanam dan yang sekarang kita laksanakan yaitu Aksi Menanam Serentak, Pekan Pemeliharaan Pohon dan Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara Pohon (GPTPP),” ungkap Walikota.

“Selain program pemerintah pusat dalam rehabilitasi hutan dan lahan tersebut, di tingkat regional juga dilaksanakan program yang mendukung kearah itu, seperti di Jawa Barat telah dilaksanakan suatu program yaitu Gerakan Rehabilitasi Lahan Kritis yang dimulai pada tahun 2004,” tambah Walikota.

Menurut survey, kondisi Kota Sukabumi terdapat 293 ha lahan kritis dan potensial kritis, yang dicoba ditanggulangi melalui program Gerhan dan GRLK. Diharapkan pada tahun 2009 lahan kritis yang ada telah dapat dilaksanakan penanaman, sehingga pada tahun 2010 dan seterusnya, apabila program ini berhasil tinggal melaksanakan kegiatan pemeliharaan dan penyulaman.

Kegiatan penanaman pohon di perkotaan sama pentingnya dengan program reboisasi kawasan hutan. Penanaman bibit tanaman di kawasan perkotaan dapat dilaksanakan di lahan milik pemerintah, masyarakat bahkan dapat dilaksanakan di lahan sempit dan terbatas seperti halaman rumah, sekolah dan peekantoran. Kegiatan penghijauan lingkungan melalui penanaman serentak ini tidak akan berhasil baik tanpa peran semua pihak. Dalam program kali ini pemerintah mencoba untuk meningkatkan peran serta masyarakat melalui organisasi perempuan, yaitu melalui Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara Pohon (GPTPP), dengan mengajak serta organisasi perempuan bertujuan meningkatkan kepedulian dan partisipasi kaum perempuan dalam menanam dan memelihara pohon untuk menyelamatkan dan melestarikan lingkungan.

“Saya berharap, mudah-mudahan dengan adanya aksi nyata gerakan organisasi perempuan dalam menanam dan memelihara pohon dapat mewujudkan upaya untuk menjaga dan memelihara lingkungan hidup yang melibatkan semua kalangan masyarakat, tidak hanya kaum perempuan tetapi juga adanya peran serta bapak-bapak dan anak pelajar,” harap Walikota diakhir sambutan.

 
Jumat, 30 November 2007
KORPRI SEBAGAI TEMPAT BERHIMPUN PARA PNS DALAM MENINGKATKAN PERJUANGAN BANGSA DAN NEGARA
Reporter : Endang Sumardi
 

Presiden RI, Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono selaku Penasehat Nasional Korpri menandaskan, Korpri sebagai wadah tempat berhimpun para PNS dalam meningkatkan perjuangan bangsa dan negara, memiliki peran dan tanggung jawab untuk mengarahkan segenap anggotanya, khususnya dalam menjalankan tugas-tugas pemerintahan dan melayani keperluan masyarakat dalam berbagai bidang.

Penandasan Presiden RI tersebut, disampaikan Walikota Sukabumi, H. Mokh. Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., selaku Inspektur Upacara pada Peringatan HUT Ke-36 Korpri Tingkat Kota Sukabumi, Kamis pagi (29/11) di lapangan Merdeka.

Diungkapkannya, sejak organisasi tersebut didirikan pada tanggal 29 Nopember 1971 hingga saat ini, Korpri terus berjuang, berbhakti dan mengabdi kepada masyarakat, bangsa dan negara.

Secara organisatoris, perjalanan 36 tahun telah memasuki usia yang cukup dewasa, untuk menjadi organisasi yang mandiri dan professional. Posisi Korpri sebagai organisasi profesi yang kedudukan dan kegiatannya tidak terlepas dari kedinasan, harus senantiasa berkiprah bersama seluruh komponen bangsa, untuk secara konsisten memperjuangkan cita-cita bangsa.

Selain mewadahi aspirasi segenap anggotanya, Korpri juga berperan untuk mendorong para anggotanya, agar lebih professional dalam membangun tata pemerintahan yang baik atau good government.

Adapun tujuan terpenting dari tata pemerintahan yang baik atau good government, yakni untuk meningkatkan kinerja birokrasi dan segenap PNS, khususnya dalam melayani masyarakat dan menjalankan roda pemerintahan. Oleh karenanya, pelayanan birokrasi pemerintahan memerlukan aparatur yang memiliki komitmen kuat terhadap reformasi birokrasi, termasuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Tuntutan reformasi birokrasi, menghendaki perubahan pemerintahan yang baik dan bersih atau good and clean government. Untuk mewujudkan hal tersebut, memerlukan birokrasi dan PNS selaku aparatur pemerintahan, yang senantiasa mengedepankan proses pelayanan secara cepat, tepat, akurat dan akuntabel.

Seiring dengan semangat reformasi dan demokrasi yang terus bergulir, di berbagai daerah baik daerah propinsi maupun kota dan kabupaten, saat ini tengah dan akan berlangsung proses demokrasi, melalui pelaksanaan Pilkada.

Dalam proses pelaksanaan demokrasi, Presiden RI mengajak segenap Anggota Korpri, untuk senantiasa menjaga keutuhan organisasi, tetap bersikap professional dan netral, khususnya dalam menjalankan tugas dan kewajiban selaku aparatur pemerintah. Selain itu, Presiden RI juga mengajak segenap Anggota Korpri, untuk bersama-sama membangun proses demokrasi yang adil, serta senantiasa menciptakan sebuah demokrasi yang benar-benar menjadi wadah dan sarana penyaluran aspirasi masyarakat.

Dalam penyelenggaraan Otonomi Daerah yang telah menggulirkan demokrasi dalam berbagai aspek penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan di daerah, setiap Anggota Korpri dituntut untuk dapat berfikir secara nasional, kendati hanya berkarya dan memberikan pelayanan pada skala lokal.

Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan Anggota Korpri yang tidak terkotak-kotak berdasarkan kepentingan sesaat, kedaerahan, kesukuan, aliran ideologi atau politik. Oleh karenanya, peningkatan semangat korps menjadi salah satu tantangan yang dihadapi pada masa mendatang.

Sedangkan dalam proses demokrasi yang tengah berjalan, telah tersedia aturan yang berlaku bagi PNS sebagai Anggota Korpri, sebagaimana yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 Tentang Pokok-Pokok Kepegawaian, yakni PNS harus netral dari semua golongan dan partai politik, tidak diskriminatif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dan dilarang menjadi anggota atau pengurus partai politik.

Pada bagian akhir sambutannya, Presiden RI menghimbau segenap Anggota Korpri, agar senantiasa menunjukkan disiplin dan kinerja yang optimal dalam melaksanakan tugas dan pengabdian, terutama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Selain itu juga agar senantiasa meningkatkan kompetensi dalam menyelenggarakan pemerintahan, dengan mengedepankan profesionalisme dan kompetensi birokrasi. Selanjutnya harus peka terhadap berbagai perkembangan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat, serta senantiasa merespon setiap kritik dan saran dari masyarakat, khususnya masukan yang positif bagi perbaikan kinerja pemerintahan.

Sementara upaya dalam melaksanakan tata pemerintahan yang baik dan tanggung-jawab, seluruh jajaran Korpri agar melaksanakan tugas dan kewajiban dengan sebaik-baiknya. Disamping itu, seluruh fungsi pemerintahan harus mengacu pada prinsip keterbukaan dan dapat dipertanggung-jawabkan, jangan sekali-kali melanggar hukum serta sumpah jabatan dan Panca Prasetya Korpri. Kemudian menunjukkan sikap aparatur yang senantiasa mengedepankan kepentingan masyarakat, bangsa dan negara dari pada kepentingan pribadi atau golongan, dan mengamalkan doktrin “Bhineka Karya Abdi Negera”, serta sebagai PNS dalam Negara Kesatuan RI, meskipun melaksanakan tugas di berbagai bidang dengan jenis karya yang beragam, tetapi harus tetap satu dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara.

Melalui peringatan HUT ke-36 Korpri, diharapkan segenap anggota Korpri dapat meningkatkan disiplin, etos kerja dan kinerja, dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus tetap berperan sebagai perekat persatuan dan kesatuan bangsa. Dirgahayu Korpri.

 
Jumat, 9 November 2007
SILATURAHMI GOPTKI
Reporter : Riksan Satyaprawira
 

Masa kanak – kanak merupakan masa – masa yang sangat penting dalam perkembangan dan pertumbuhan anak. Karena pada masa itu merupakan awal dari pembentukan karakter dan mental seseorang. Oleh karena itu, pendidikan anak usia dini ( PAUD ) sangat dibutuhkan dan harus ditingkatkan dalam segi sarana proses pembelajarannya. Itulah hal yang mengemuka dalam Silaturahmi GOPTKI, IGTKI dan Dinas P & K yang dilaksanakan hari Kamis tanggal 8 November 2007 di Ruangan Pertemuan Sekretariat Daerah Pemda Kota Sukabumi.

Dalam sambutannya Ketua GOPTKI, Ny.Hj.Esih Muraz, mengatakan bahwa pendidikan TK ( Taman Kanak – Kanak ) diperlukan sebagai pembentukan calon kader bangsa. Oleh karena itu peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan mutlak diperlukan. Selain itu beliau menandaskan agar kita bisa menyelami dan meniru sifat – sifat Nabi Ibrahim AS untuk diterapkan dalam kehidupan sehari – hari. Beliau berharap agar melalui silaturahmi ini terjalin koordinasi yang baik, hubungan yang harmonis, kebersamaan yang erat, kerjasama yang baik antara tri komponen yaitu GOPTKI, IGTKI, Dinas P & K. Dalam akhir sambutannya beliau juga berpesan agar para guru TK memasukkan mata pelajaran bahasa sunda untuk diajarkan kepada anak – anak didik mereka.

Sementara itu Kepala Dinas P & K, Drs.H.Mulyono, MM, yang mewakili Walikota Sukabumi sebagai Pembina GOPTKI mengatakan bahwa PAUD masih memiliki beberapa kendala yang harus diselesaikan bersama agar bisa dirasakan semua anak – anak usia dini yang ada dikota Sukabumi. Salah satu masalah yang mengemuka adalah masalah akses PAUD yaitu pelayanan PAUD masih rendah. Karena jumlah TK Negeri saat ini hanya ada 2, dari jumlah TK yang ada saat ini yaitu sebanyak 50, yaitu TK Pembina Kec.Baros dan Kec.Lembursitu. oleh karenanya, tahun ini akan segera dibangun satu TK Negeri lagi. Pada tahun – tahun kedepan diharapkan ada 7 TK Negeri yang berada di 7 Kecamatan.

Pada silaturahmi kali ini Yayasan An – Nur bertindak sebagai penyelenggara. Acara ini ditutup dengan tausiyah yang disampaikan oleh Drs.H.Encep Suherman yang menekankan betapa pentingnya pembentukan karakter anak sejak dini

 
Rabu, 12 September 2007
PERINGATAN HAORNAS KE-24 TINGKAT JAWA BARAT DIPUSATKAN DI KOTA SUKABUMI
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Peringatan ke-24 Haornas Tingkat Jawa Barat Tahun 2007, dipusatkan di Kota Sukabumi. Peringatan yang dilaksanakan Selasa pagi, 11 September 2007, di lapangan Merdeka Kota Sukabumi ini, berlangsung semarak dan meriah. Karena peringatan tersebut, diisi berbagai kegiatan, diantaranya Gerak Jalan Sehat, Senam Sukabumi Melangkah Pasti, dan pagelaran kolosal kolaburasi Seni dan Olahraga, yakni Tari Ronggeng Uyeg, Pencak Silat, Paduan Suara, dan Barongsay.

Selain itu, juga diisi penyerahan trophy, penghargaan dan uang pembinaan kepada 12 insan olahraga, pembina, pelatih, guru dan tokoh olahraga, diantaranya kepada Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., sebagai pembina olahraga berprestasi.

Selanjutnya kepada para juara Lomba Lintas Alam, Lomba Senam Indonesia Sehat dan Lomba Senam Aerobik Tingkat Jawa Barat, serta “Uang Kadeudeuh” dari Walikota Sukabumi, kepada sejumlah atlet berprestasi, yang mengikuti Pelatda PON di Bandung.

Gubernur Jawa Barat, H. Dani Setiawan, dalam sambutannya mengajak semua pihak, untuk bersama-sama membangun olahraga, melalui implementasi Undang-Undang Sistem Ke-olahragaan Nasional Secara Konsisten.

Maksud dan tujuan, untuk membangun masyarakat yang sehat dan kuat, baik jasmani maupun rohani, untuk menunjang kelancaran dan keberhasilan pelaksanaan pembangunan dalam berbagai bidang.

Disamping itu, juga untuk mencapai target Jawa Barat, yakni 100 medali emas pada PON di Kalimantan Timur, supaya dapat menempati posisi 2 besar di Tingkat Nasional.

Diharapkan pula, segenap komponen masyarakat agar senantiasa mendukung berbagai program dan kebijakan yang dilaksanakan, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kemajuan wilayah Jawa Barat dalam berbagai bidang.

Namun dukungan yang diberikan masyarakat tersebut, harus tetap dalam satu koridor Sauyunan, Silih Asah, Silih Asih jeung Silih Asu,/ sarta jauh tina pacogregan.

 
Senin, 10 September 2007
GELAR PENGAWASAN DAERAH TINGKATKAN FUNGSI MANAJEMEN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Dilaksanakan Gelar Pengawasan Daerah di Kota Sukabumi Tahun 2007, untuk meningkatkan fungsi manajemen, baik pemerintahan maupun pembangunan.

Demikian disampaikan Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., saat memberi sambutan sekaligus membuka secara resmi kegiatan tersebut, Senin pagi, 10 September 2007, di Ruangan Pertemuan BBAT Sukabumi.

Ditandaskannya, tujuan pengawasan dapat dicapai, apabila semua pihak mampu melaksanakan manajemen dengan baik, sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing, bermoral baik, serta senantiasa memerhatikan dasar hukum yang berlaku.

Sementara Kepala Bagian Tata Usaha Bawasda Kota Sukabumi selaku Ketua Panitia Pelaksana Gelar Pengawasan Daerah Tahun 2007, Drs. Endang Somantri, M.M. menjelaskan, maksud dan tujuan dilaksanakan kegiatan tersebut, untuk menyampaikan informasi hasil pemeriksaan dan hasil tidak lanjutnya kepada obyek pemeriksaan. Selain itu, juga untuk meningkatkan pembinaan kepada perangkat daerah, supaya mengerti, memahami dan menghayati pentingnya pengawasan, dalam suatu kegiatan manajemen pemerintahan dan pembangunan.

Adapun materi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, diantaranya Penjelasan Umum Tentang Masalah Pengawasan, Temuan Hasil Pemeriksaan, Penanganan Kasus-Kasus Pengaduan Masyarakat, dan Program Kerja Pemerikasaan Tahunan.

Gelar Pengawasan Daerah Tahun 2007 yang dipimpin langsung Kepala Bawasda Kota Sukabumi, Hadi Wahyudin, S.H., M.Si. ini, diikuti Kepala Dinas, Badan, Lembaga, Unit Kerja Perangkat Daerah, dan Camat se Kota Sukabumi.

 
Kamis, 31 Mei 2007
SOSIALISASI GERAKAN MEMASYARAKATKAN MAKAN IKAN
Reporter : Endang Sumardi
 

Yang menjadi keprihatinan bangsa saat ini, adalah fenomena sebagian penduduk belum mampu berkecukupan dalam memenuhi kebutuhan pangan, terutama makanan pokok. Ketergantungan yang tinggi terhadap beras sebagai makanan pokok penduduk yang tidak diimbangi dengan jumlah produksi, mengakibatkan komoditas beras menjadi mahal bagi sebagian penduduk.

Berkenaan dengan hal tersebut, maka dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan keluarga di Indonesia, pemerintah memandang penting melakukan penganekaragaman pangan yang bergizi, dengan penerapan pola makanan beragam, bergizi dan berimbang (3-B), serta penerapan “Aku Cinta Makanan Indonesia” termasuk makanan dari hasil olahan ikan.

Demikian penandasan Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, SH, MSi., yang disampaikan Asisten Pemerintahan Setda Kota Sukabumi, H. Kusna Kurhana, S.IP, M.Si., saat memberi sambutan pada sosialisasi gerakan memasyarakatkan makan ikan, bagi siswa TK dan SD di Kota Sukabumi, di GOR Remaja Merdeka, Kamis, 31 Mei 2007.

Diharapkan, dengan mengetahui aneka bahan pangan yang ada, dapat memotivasi keluarga untuk senantiasa memanfaatkan pekarangan, guna melengkapi sumber pangan yang dapat menjamin tersedianya bahan pangan keluarga, baik sebagai sumber karbohidrat dan protein, maupun vitamin dan mineral.

Sedangkan dengan penganekaragaman makanan dari hasil olahan ikan, diharapkan mampu mendorong orang tua dan anak untuk mengonsumsinya, sebagai salah satu upaya dalam meningkatkan gizi, kecerdasan dan kesehatan keluarga.

Demikian pula dengan sosialisasi gerakan pemasyarakatan makan ikan, diharapkan dapat mengikis anggapan tabu dari sebagian orang tua, yang masih enggan memberi masakan ikan yang berprotein tinggi kepada anak-anaknya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kota Sukabumi, Ir. Agus Wahyudi mengatakan, daging ikan memiliki kandungan gizi yang relatif sama dengan gizi yang terkandung dalam daging ternak lainnya. Bahkan menurut hasil penelitian, satu atau lebih jenis asam amino esensial yang berasal dari ikan, dapat meningkatkan kecerdasan anak yang mengonsumsinya.

Ditandaskannya, sosialisasi gerakan pemasyarakatan makan ikan tersebut, dilatarbelakangi keinginan pemerintah, dalam mewujudkan kesinambungan pemahaman dan kesadaran masyarakat, akan pentingnya mengonsumsi ikan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Untuk mencapai keberhasilan sekaligus melestarikan pemasyarakatan mengonsumsi ikan, perlu dilakukan suatu gerakan terpadu lanjutan yang didukung oleh semua pihak, sehingga mengonsumsi ikan dapat menjadi suatu budaya masyarakat sehari-hari. Karena daging ikan memiliki protein yang cukup tinggi, serta dapat meningkatkan gizi, kecerdasan dan kesehatan bagi yang mengonsumsinya.

Sosialisasi gerakan pemasyarakatan makan ikan ini diikuti 1.000 siswa, terdiri dari 150 siswa TK, 100 siswa PAUD dan 750 siswa SD, perwakilan dari 7 Kecamatan se-Kota Sukabumi. Hadir dalam kesempatan tersebut, Pimpinan dan Anggota DPRD, unsur Muspida Kota Sukabumi, Kepala Dinas Pertanian Propinsi Jawa Barat, Wakil Ketua Pokja III Tim Penggerak PKK Propinsi Jawa Barat, Ketua dan Anggota Tim Penggerak PKK Kota Sukabumi, Ketua dan Anggota Dharma Wanita Persatuan Kota Sukabumi dan undangan lainnya.

Wakil Ketua Pokja III Tim Penggerak PKK Propinsi Jawa Barat, Hj. Setia Hidayat mengemukakan, Pemerintah Propinsi Jawa Barat, saat ini sedang menghadapi suatu masalah yang harus segera ditangani, yakni kerawanan pangan dan gizi. Sebenarnya hal tersebut tidak perlu terjadi, karena Propinsi Jawa Barat merupakan daerah yang paling subur di Indonesia. Namun sangat disayangkan, kesuburan daerah Propinsi Jawa Barat tidak dapat dimanfaatkan secara optimal, karena masih kurangnya sumber daya manusia (SDM) yang cerdas dan terampil.

Pembangunan SDM yang cerdas dan terampil, harus dilakukan dari masa kanak-kanak, bahkan yang paling tepat sejak anak masih dalam kandungan, harus diberi gizi yang baik, dilanjutkan pada masa pertumbuhan sampai anak duduk di bangku SD. Demikian pula sesudah dewasa dan menjelang Lansia, gizi tetap diperlukan.

Salah satu makanan yang tepat dan mudah dikonsumsi, yakni ikan. Karena ikan mudah didapat dan diolah, murah harganya, kandungan proteinnya tinggi bagi kecerdasan anak dan dapat mencegah penyakit jantung koroner, serta halal dikonsumsi. Karena sesudah mati pun, ikan masih dapat dikonsumsi.

Untuk itu, Wakil Ketua Pokja III Tim Penggerak PKK Propinsi Jawa Barat, menghimbau kepada segenap lapisan masyarakat, agar senantiasa mengonsumsi ikan atau makanan hasil olahan dari ikan.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua Pokja III Tim Penggerak PKK Propinsi Jawa Barat, secara simbolis menyerahkan paket makanan hasil olahan dari ikan, kepada 150 siswa TK, 100 siswa PAUD dan 750 siswa SD, serta bingkisan kepada sejumlah siswa TK, PAUD dan SD.

 
Jumat, 25 Mei 2007
TK ISLAM FATHIA OPTIMIS RAIH JUARA UKS TINGKAT NASIONAL
Reporter : Endang Sumardi
 

TK Islam Fathia Kecamatan Cibeureum merupakan salah lembaga pendidikan milik Yayasan Assyukuriyah, didirikan diatas tanah 11 ribu m2 serta dilengkapi fasilitas yang cukup memadai. Antara lain 3 Ruangan Belajar, 1 Ruangan Perpustakaan, 1 Ruangan Laboratorium Komputer, 1 Ruangan UKS, 1 Lapangan Olahraga, 1 Mushola, 1 Ruangan Kepala TK, 1 Ruangan TU, 1 Ruangan Yayasan, 1 Kolam Renang, 1 Kebun Geometri, 1 Gedung Pertemuan, 1 Outbound Zone, 1 Farming Zone, 1 Water Life Zone, Taman Angin, Taman Batu, Area Pesawahan, Ruangan PKHS dan Audio Visual, serta Taman Panca-indera dan Taman Ikan.

Sementara jumlah siswa saat ini, menurut Kepala TK, H. Eiry Saus, seluruhnya mencapai 73 anak dibagi 3 Kelas, yakni Kelas A, Kelas B, dan Kelas Bermain, dibina oleh 24 personil, yang terdiri dari 1 Kepala TK, 1 Guru Farming, 1 Guru Outbound, 6 Guru Kelas, 1 Guru Komputer, 1 Pegawai Tata Usaha, 1 Pegawai Bagian Rumah Tangga, 1 Penjaga TK, 1 Satpam, dan 10 Pegawai Lainnya.

Adapun visi TK yang didirikan pada tahun 2004 ini, yakni “membentuk anak didik yang cerdas, ceria, berakhlakul-karimah, berilmu-pengetahuan, jujur, bertanggung-jawab, serta penuh kasih sayang”.

Sejumlah tokoh masyarakat, alim ulama, pemuda dan tokoh pendidik menyatakan merasa optimis, bahwa ketiga sekolah yang dinilai Tim Lomba UKS Tingkat Nasional, Kamis lalu (22/5), yakni TK Islam Fathia Kecamatan Cibeureum, SDN Cipanengah CBM Kecamatan Lembursitu, dan SMK Negeri 2 Kecamatan Citamiang, berpeluang meraih gelar kejuaraan. Karena ketiga sekolah tersebut, menurut sejumlah tokoh masyarakat, didasarkan pada luas bangunan, luas tanah, sarana dan prasarana yang cukup memadai, serta bersih, indah, sehat, nyaman dan aman, diperkirakan dapat memenuhi kriteria penilaian yang ditetapkan Tim Penilai, sebab dapat menjamin kesehatan, keamanan dan keselamatan Siswa, Kepala Sekolah, Guru dan Tenaga Kependidikan lainnya.

 
Selasa, 15 Mei 2007
TK ISLAM AL-AZHAR KUNJUNGI BALAIKOTA
Reporter : Ratna Nurseha
 

Walikota Sukabumi, H. Mokh. Muslikh Abdussyukur, SH., M. Si., didampingi Asisten Daerah Bidang Pembangunan dan Perekonomian, Ir. H. F. Kusumajaya, MM., dan Kabag Tata Usaha Dinas P dan K Kota Sukabumi beberapa waktu lalu (11/5) menerima kehadiran puluhan anak Taman Kanak-Kanak Islam Al-Azhar di ruang Pertemuan Balaikota Sukabumi.

Pimpinan rombongan, Hj. Maryati Hilman mengatakan bahwa kehadiran rombongan TK Islam Al-Azhar di Sekretariat Pemda itu adalah dalam rangka menerapkan pembelajaran luar sekolah (Outdoor Learning) terhadap anak untuk menghindari kebosanan peserta didik dalam belajar. Sebelumnya, anak-anak pra sekolah ini telah mengunjungi beberapa instansi antara lain Polresta Sukabumi, Telkom, Puskesmas, Pemadam Kebakaran, Perpustakaan, Mesjid Agung dan Mesjid Secapa Polri. Selain itu mereka juga diperkenalkan bagaimana memanfaatkan lahan pertanian dan praktek bercocok tanam untuk menambah wawasan serta mengenal lebih dekat tentang lingkungannya.

Dalam sambutannya Walikota menyambut baik gagasan Yayasan Al-Azhar tersebut dan memberikan apresiasi kepada kegiatan ini sebagai suatu rintisan yang baik sebagai proses pembelajaran supaya tidak monoton. Program belajar seperti itu adalah termasuk upaya mensukseskan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang sedang dirintis oleh Pemerintah Kota Sukabumi saat ini. Menurut Walikota proses pembelajaran memang sebaiknya tidak hanya dilakukan di dalam kelas saja (indoor) sehingga siswa menjadi bosan. Siswa hanya mampu menyerap pelajaran di ruangan kelas saja, hanya tahu teori dari gambar dan cerita guru. Proses pembelajaran juga dapat dilakukan di luar kelas (outdoor) karena lingkungan yang memiliki ragam media cukup mendidik dan dapat dengan cepat dipahami oleh anak.

Walikota juga mengingatkan bahwa anak usia dini harus dididik dan dibiasakan mampu menyimak kemudian melihat dan mengenali serta mampu menceritakan pengalamannya tersebut. Untuk anak usia dini tidak cukup hanya mengenal lingkungan sekolah saja tetapi juga lingkungan diluar sekolahnya sehingga anak mampu mengenal siapa pemimpinnya, apa dan bagaimana yang dilakukan orang di dunia kerja. Selain itu penting juga diberikan pengenalan life skill kepada anak dengan meninjau tempat-tempat kerja yang sesungguhnya sehingga anak tahu cara kerja dan dapat menghargai pekerjaan orang lain. Walikota juga menegaskan bahwa anak adalah calon pemimpin masa depan. Bila tidak dididik dengan pendidikan kompetensi maka ia tidak akan siap menghadapi era masa depan yang kompetitif.

Pada pertemuan yang berlangsung hangat dan akrab ini, Walikota mengutip sebuah hadits Rasulullah bahwa ketika manusia meninggal, ada tiga hal yang dapat menolongnya di akhirat kelak yaitu amal jariah, doa anak yang sholeh serta ilmu yang berguna. Pendidikan anak usia dini yang baik dapat menjadi tabungan para orang tua saat kembali kepada Sang Kholiq kelak.

 
Selasa, 23 Januari 2007
MENGASAH DAN MENINGKATKAN KEMAMPUAN DZIKIR DAN FIKIR MELALUI MTQ
Reporter : Ratna Nurseha
 

Bertepatan dengan akhir tahun hijriyah 1427 H, dan detik-detik awal tahun baru 1 Muharram 1428 H, Musabaqah Tilawatil Qur’an ke-29 tingkat Kota Sukabumi dibuka secara resmi oleh Walikota Sukabumi, H. Mokh. Muslikh Abdussyukur, SH., M. Si., di Lapang Merdeka Kota Sukabumi, Jumat (19/1). Pembukaan MTQ ditandai dengan pemukulan bedug oleh Walikota sebagai simbol budaya islami karena bedug digunakan sebagian umat Islam sebagai pertanda tibanya waktu shalat. Sebelumnya, kafilah dari 7 kecamatan mengawali pembukaan MTQ dengan defile para peserta MTQ. Karena bertepatan dengan pergantian tahun hijriyah, acara pembukaan ini diisi pula dengan pembacaan doa bersama untuk menutup dan menyambut tahun baru hijriyah dengan harapan tahun baru ini menjadi lebih baik lagi dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Musabaqah Tilawatil Qur’an ke-29 kali ini dibagi meliputi kelompok anak-anak, remaja dan dewasa. Cabang-cabang yang diperlombakan diantaranya Tilawah, Qira’ah Sab’ah, Fahmil Qur’an, Syarhil Qur’an, Kaligrafi, Hifdzil Qur’an, Qosidah, Mufassir dan Murattal.

“Musabaqah Tilawatil Qur’an yang kita selenggarakan secara berkala selama ini telah memberi arti yang sangat besar bagi syiar agama kita. Dari tahun ke tahun penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an ini makin berkembang dan makin semarak. Hal ini tentunya patut kita syukuri. Namun tentu saja kita tidak boleh berhenti pada kesemarakan syiar agama itu saja. Kita harus berusaha menjadikan Musabaqah Tilawatil Qur’an ini sebagai wahana dan sarana untuk meningkatkan kesadaran keagamaan pada diri kita masing-masing.” demikian dikemukakan Walikota dalam sambutannya.

“Kitab suci Al-Qur’an yang menjadi pegangan hidup kita, diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW adalah untuk mengangkat kita dari lembah kegelapan ke alam yang terang benderang. Ini berarti bahwa melalui pemahaman, penghayatan dan pengamalan Al-Qur’an kita harus mampu meningkatkan kualitas kehidupan kita, lahiriah dan bathiniah. Untuk meningkatkan kualitas kehidupan itu kita mutlak harus mencerdaskan kehidupan masyarakat,” lanjut Walikota.

Ayat pertama yang diturunkan Allah SWT dalam Al-Qur’an adalah perintah untuk membaca. Kegiatan membaca dapat menambah khazanah pengetahuan dan memperluas cakrawala wawasan. Nabi Muhammad tegas-tegas mewajibkan umatnya untuk belajar sepanjang hidupnya. Hal ini ditegaskan agar umat Islam menyadari bahwa kemajuan umat Islam sangat tergantung pada kualitas wawasan dan pengembangan pemikiran umat Islam sendiri. Untuk meningkatkan kualitas, harus disertai dengan peningkatan pendidikan umat. Karena itu bagi Kota Sukabumi tidaklah berlebihan bila unsur pendidikan menjadi salah satu prioritas dalam pembangunan. Hal ini dapat dicerminkan dari visi Kota Sukabumi yakni sebagai pusat pelayanan jasa terpadu di bidang perdagangan, pendidikan dan kesehatan.

“Kita sangat bersyukur bahwa pembangunan pendidikan telah mengalami kemajuan yuang pesat di Kota Sukabumi. Berbagai penghargaan telah kita raih yang tentunya telah mendorong peningkatan IPM yang pada saat ini telah berada pada angka 75. Namun demikian, selaras visi Walikota Sukabumi periode 2003-2008 saat ini yaitu untuk mewujudkan pemerintahan yang amanah berparadigma surgawi, maka saya tegaskan, bahwa pendidikan yang kita selenggarakan bukan hanya ditujukan bagi peningkatan kecerdasan dan keterampilan semata, melainkan juga pembinaan keshalehan umat. Ini juga saya pandang penting, mengingat kecerdasan dan keterampilan yang tidak diimbangi dengan “ruh kesalehan” maka telah terbukti hanya akan melahirkan tirani dan keserakahan. Oleh karena itu output pendidikan yang kita harapkan tentu saja bukan hanya terletak pada aspek intelegensia semata tapi juga pembinaan aspek kepribadian dan spiritual. Dengan demikian, maka generasi yang diharapkan terlahir adalah generasi yang cerdas, terampil dan berakhlak mulia,” ungkap Walikota.

“Akhirnya saya mengajak hadirin sekalian untuk menjadikan Musabaqah Tilawatil Qur’an Tingkat Kota Sukabumi kali ini, sebagai wahana untuk mengasah dan meningkatkan kemampuan “dzikir dan fikir” kita. Mudah-mudahan melalui kegiatan MTQ dan peringatan tahun baru Islam 1 Muharram 1428 H kita mampu meningkatkan pemahaman dan pengamalan kandungan Al-Qur’an dalam upaya mewujudkan Kota Sukabumi cerdas, sehat dan sejahtera yang berparadigma surgawi.” harap Walikota.

KECAMATAN GUNUNGPUYUH RAIH JUARA UMUM

Musabaqah Tilawatil Qur’an ke-29 tingkat Kota Sukabumi yang berlangsung selama 4 hari sejak tanggal 19-22 Januari 2007 secara umum berlangsung tertib aman dan lancar. Jumlah peserta tahun ini secara kuantitatif meningkat dibanding tahun 2006 yakni 297 peserta, sementara tahun 2006 sebanyak 288 peserta. Dari 10 cabang MTQ yang dilombakan, para juara yang lolos diharapkan dapat mewakili Kota Sukabumi pada MTQ tingkat Propinsi Jawa Barat yang menurut rencana akan dilaksanakan di Cirebon.

Demikian dikemukakan Ketua Panitia Penyelenggara MTQ ke-29 Tingkat Kota Sukabumi, Ir. H. F. Kusumajaya, MM., pada acara penutupan MTQ yang berlangsung di Lapang Merdeka Kota Sukabumi, Senin, 22 Januari 2007. Secara resmi, MTQ ke-29 ditutup oleh Walikota Sukabumi, H. Moh. Muslikh Abdussyukur, SH., M. Si. Selain menutup acara, Walikota juga berkenan menyerahkan hadiah bagi para juara secara simbolis diserahkan pada para juara I. Selanjutnya berturut-turut menyerahkan hadiah Ketua DPRD Kota Sukabumi, Kepala Secapa Polri, Kapolres Sukabumi, Ketua Pengadilan Negeri Kota Sukabumi, Ketua Pengadilan Agama Kota Sukabumi dan Kepala Kantor Departemen Agama Kota Sukabumi. Selain mendapat piala, para juara I diberikan uang pembinaan sebesar Rp. 500.000.

Berdasarkan keputusan Dewan Hakim, dari keseluruhan cabang yang dilombakan, Kecamatan Gunungpuyuh meraih juara umum dengan perolehan nilai keseluruhan 71 point. Nilai ini didasarkan pada perolehan juara yang diraih dari setiap mata lomba. Untuk juara I mendapat point 5, juara II mendapat point 3 dan juara III mendapat point 1. Camat Gunungpuyuh, Suherman, BA., mengungkapkan bahwa tahun ini adalah tahun ketiga Kecamatan Gunungpuyuh meraih juara umum secara berturut-turut dalam penyelenggaraan MTQ tingkat Kota Sukabumi. Selain mendapat piala tetap dan piala bergilir, untuk juara umum diberikan uang pembinaan sebesar Rp. 3.500.000.

Selain diumumkan juara dari 10 cabang yang dilombakan, dalam penyelenggaraan MTQ kali ini juga diumumkan kecamatan penyelenggara MTQ terbaik yang diraih oleh Kecamatan Warudoyong, juara II diraih Kecamatan Citamiang dan Juara III Kecamatan Cikole. Untuk tiap kecamatan yang meraih juara, diberikan uang pembinaan masing-masing Rp. 2.500.000 untuk juara I, Juara II sebesar Rp. 2.000.000 dan juara III sebesar Rp. 1.500.000. Selain itu juga diumumkan juara peserta pawai ta’aruf menyambut 1 Muharram 1428 H yang diraih kecamatan Cikole sebagai juara I, Juara II diraih Kecamatan Citamiang dan juara III diraih Kecamatan Warudoyong.

 
Rabu, 20 September 2006
SUKABUMI DAPATKAN PENGHARGAAN WTN
Reporter : Deden Dendayasa
 

Bertepatan dengan peringatan hari perhubungan nasional tahun 2006, tingkat propinsi Jawa Barat (18/9) , Walikota Sukabumi, H. Mokh. Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., menerima plakat dan piagam penghargaan Wahana Tata Nugraha dibidang Ketertiban lalu lintas, dari Gubernur Jawa barat,yang diserahterimakan di bandung beserta kota/kabupaten lain yang layak untuk penerima penghargaan tersebut seperti kota Bandung, Bogor, Cimahi, dan Garut.

Penyerahan penghargaan tersebut, sebagai perwujudan pembinaan pemerintah propinsi Jawa Barat dalam menata transportasi perkotaan secara berkesinambungan yang berbasis kepentingan masyarakat dan lingkungan.

Menurut Menteri perhubungan yang disampaikan kepala kantor Infokom, Drs. H. Hamdan, M.M., lomba tertib lalu lintas dan angkutan kota merupakan kegiatan lomba yang dilaksanakan setiap tahun oleh Departemen Perhubungan yang diikuti oleh seluruh kota/ kabupaten di Indonesia .

Tujuan dilaksanakannya lomba, lebih lanjut menurut Drs.H.A. Hamdan M.M., adalah upaya membina pemerintah daerah propinsi, kabupaten/kota dalam penyelenggaraan lalu lintas dan angkutan kota. Penilaian lomba Tertib lalu lintas dan angkutan kota dilaksanakan secara berjenjang dalam dua tahap, tahap pertama tingkat propinsi untuk menentukan kota-kota yang akan diajukan ke penilaian tingkat nasional dan tahap kedua penilaian tingkat nasional untuk menentukan kota-kota yang akan mendapatkan penghargaan.

Penilaian tahap pertama meliputi aspek administrasi dan teknis, aspek administrasi meliputi kelembagaan, sumber daya manusia, perencanaan dan program serta finansial, sementara untuk aspek teknis meliputi unsur-unsur, sarana prasarana dan lalu lintas. Masing-masing unsur dalam penilaian teknis memiliki bobot penilaian, kelembagaan 15%, SDM 40% , perencanaan dan program 50%, sarana 20%, dan lalu lintas 30% perbandingan bobot penilaian antara aspek administrasi teknis sebesar 40:60%.

H, Mokh. Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., menilai keberhasilan yang diraih oleh kota Sukabumi, merupakan sebuah cermin kebersamaan dari seluruh instansi yang ada. Peranan DPRD, jajaran Polresta serta warga kota , sebagai modal dasar yang paling berharga, sehingga kota Sukabumi ditetapkan oleh pemerintah propinsi sebagai kota aman dan tertib serta layak menerima supremasi dibidang manajemen lalu lintas.

Menurut walikota, produk DPRD dengan mengeluarkan peraturan daerah serta menyutujui pengalokasian dana untuk penataan kota, sangat penting. Sebab tanpa adanya persetujuan legislatif, mustahil pembangunan sektor perhubungan bisa berjalan dengan baik.

“Demikian pula dengan polisi. Sepak terjang kapolresta dalam melakukan penertiban lalu lintas dan penegakan disiplin berlalu lintas terhadap masyarakat, sangat berarti. Demikian pula dengan peranan warga yang sadar tentang pentingnya disiplin lalu lintas. Semua ini membentuk sebuah kondisi dan situasi yang aman dan tertib dalam berlalu lintas,” jelas Muslikh.

PEMBANGUNAN SEKTOR TRANSPORTASI 2005 – 2009

Menteri Perhubungan dalam sambutannya yang disampaikan oleh Gubernur Jawa Barat, H.Danny Setiawan M.Si., menyebutkan bahwa pembangunan sektor transportasi periode 2005 – 2009 diarahkan mengacu pada tiga pendekatan yaitu pemulihan kondisi sarana dan prasarana transportasi, melakukan reposisi peran dan fungsi Departemen Perhubungan dalam kerangka good governance, serta peningkatan kapasitas dan kualitas pelayanan jasa perhubungan.

Selama dua tahun masa kabinet Indonesia Bersatu telah terdapat kemajuan – kemajuan jika mengacu pada tiga pendekatan diatas. Proses revisi RUU Transpotasi yang sekarang dalam proses pembahasan di DPR merupakan kemajuan dalam hal policy reform. Perampungan dokume Sistem Transportasi Nasional ( Sistranas ) yang ditindaklanjuti secara bertahap dengan penyusunan dan sosialisasi Tataran Transportasi Wilayah ( Tatrawil ) dan Tataran Transportasi Lokal ( Tatralok ) di beberapa daerah juga menjadi bukti lain kemajuan yang telah dicapai. Khusus di sektor transportasi laut telah berhasil ditetapkan Inpres nomor 5 tahun 2005 tentang pemberdayaan industri pelayaran nasional yang secara bertahap telah dan akan ditindaklanjuti dengan peraturan dan petunjuk pelaksanaan.

Khusus untuk pulau – pulau terpencil, pemerintah melalui departemen perhubungan menyelenggarakan angkutan perintis untuk dioperasikan di daerah – daerah terpencil. Pada kesempatan kali ini telah diberikan satu unit kapal perintis kepada Pemda propinsi Papua dan pada bulan Desember nanti, tiga unit kapal perintis juga akan diberikan. Sementara dalam bidang hubungan dan kerjasama transportasi internasional khususnya menyangkut transpotasi laut, Indonesia kembali terpilih sebagai anggota Dewan ( Council ) IMO pada sidang majelis IMO ke – 24 di London.

 
Selasa, 17 Januari 2006
Pelepasan 41 orang calon TKI asal Kota Sukabumi ke Malaysia
Reporter : Endang Sumardi
 

Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, SH, MSi, melepas 41 orang calon TKI asal Kota Sukabumi, untuk bekerja di negeri Jiran Malaysia. Pelepasan ke-41 orang calon TKI tersebut, berlangsung di halaman apel Sekretariat Pemda, pada upacara bendera hari kesadaran nasional, Selasa 17 Januari 2006. Dalam sambutannya, Walikota Sukabumi mengajak kepada semua pihak, melalui upacara bendera hari kesadaran nasional, dapat dijadikan momen untuk melakukan introspeksi diri, dengan harapan dalam memasuki tahun 2006 dapat mengambil sikap tegas, untuk menata hidup dan kehidupan kearah yang lebih baik. Dijelaskan, luas wilayah Kota Sukabumi yang relatif kecil dan sempit serta topografi alam yang landai, memiliki keuntungan untuk menata kota secara lebih baik dan terhindar dari banjir. Oleh karenanya Walikota mengajak kepada semua pihak, untuk menjadikan Kota Sukabumi yang indah, hijau, bersih dan nyaman, dengan mengedepankan sikap silih asah, silih asih dan silih asuh, seraya menjauhkan diri dari sikap curiga berlebihan, sirik pidik, hiri dengki dan jail kaniaya, tanpa kehilangan daya kritis dan keharmonisan hubungan, yang selama ini telah terbukti menjadi aset berharga, dalam menyukseskan berbagai agenda di Kota Sukabumi. Kepada seluruh aparatur di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, Walikota meminta agar pada tahun 2006, mampu bekerja secara lebih baik, sebagaimana arah kebijakan umum APBD Kota Sukabumi tahun 2006. Dengan demikian, berbagai kegiatan di setiap unit kerja, dapat mengarah kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kota Sukabumi. Demikian pula dalam penggunaan anggaran, sebagaimana yang telah dialokasikan dalam DASK masing-masing unit kerja, hendaknya berpegang teguh pada norma dan prinsip anggaran, yang terdiri dari transparansi, akuntabilitas, disiplin, efektifitas dan efisiensi anggaran. Pada bagian lain sambutannya, Walikota menjelaskan, perkembangan, situasi dan kondisi ketenaga-kerjaan di Kota Sukabumi, hingga akhir tahun 2005 belum menggembirakan. Sebagai ilustrasi, dari jumlah penduduk 263 ribu 552 orang, terdapat jumlah pengangguran terbuka sebanyak 20 ribu 951 orang, dan setengah pengangguran sebanyak 10 ribu 309 orang, atau sekitar 11,86 persen. Sedangkan pencari kerja yang terdaftar, berjumlah 3 ribu 310 orang, dan yang baru dapat ditempatkan berjumlah 1.040 orang, atau baru sekitar 31,4 persen. Ditandaskan, program penanggulangan pengangguran melalui penempatan tenaga kerja ke luar negeri, memiliki nilai yang sangat strategis. Karena selain dapat mengurangi jumlah pengangguran, juga dapat mendatangkan devisa bagi negara, khususnya Kota Sukabumi. Selain itu, juga dapat berpengaruh terhadap peningkatan daya beli masyarakat, sekaligus mendorong peningkatan IPM Kota Sukabumi. Untuk itu, kepada P.T. PJTKI Elkarim Makmur Sentosa sebagai perusahaan yang akan menyalurkan sejumlah tenaga kerja asal Kota Sukabumi ke Malaysia dan Bank Jabar Cabang Sukabumi yang telah memberikan bantuan kredit kepada para calon TKI, Walikota mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya, seraya mengharapkan, agar langkah yang dilakukan P.T. PJTKI Elkarim Makmur Sentosa dan Bank Jabar tersebut, dapat ditiru oleh perusahaan lainnya, sehingga proses pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kota Sukabumi semakin meningkat dan berkembang. Sementara kepada para calon TKI yang akan berangkat ke Malaysia, Walikota berpesan, agar senantiasa menjaga nama baik bangsa dan negara, khususnya Kota Sukabumi. Tumbuhkan budaya kerja yang baik, yakni budaya kerja yang penuh dengan kerja keras, disiplin, jujur, tekun dan ulet, serta senantiasa menghargai adat dan budaya masyarakat setempat. Dalam kesempatan tersebut, Walikota Sukabumi menyerahkan faspor dan visa secara simbolis kepada salah seorang calon TKI, diawali penanda-tangan akad kredit dengan Bank Jabar, masing-masing sebesar 6 juta 500 ribu rupiah.

 
Selasa, 3 Januari 2006
TK Negeri Pembina dan SDN Gunung Puyuh CBM, juara Lomba Sekolah Sehat Tingkat Jawa Barat.
Reporter : Endang Sumardi
 

TK Negeri Pembina dan SDN Gunung Puyuh CBM Kota Sukabumi, berhasil meraih gelar juara Lomba Sekolah Sehat Tingkat Jawa Barat, tahun 2005. Sedangkan SMK Negeri 2 Kota Sukabumi, pada lomba yang sama, hanya mampu meraih gelar juara kedua. Ketiga sekolah yang berhasil meraih gelar juara tersebut, disamping mendapat piagam penghargaan dan trophy, juga mendapat hadiah uang dari Gubernur Jawa Barat, yang diserahkan pada tanggal 29 Desember 2005, bertempat di Ruangan Sidang Gedung Sate Bandung. Selain itu, dalam evaluasi kinerja Wajardikdas 9 Tahun Tingkat Jawa Barat Tahun 2005, Kota Sukabumi berhasil meraih Wajardikdas Award dari Gubernur Jawa Barat, tepatnya pada tanggal 6 Desember 2005, di Bandung; dan Kecamatan Cikole, pada evaluasi kinerja kecamatan khususnya dalam pelaksanaan Otonomi Daerah (Otda) tahun 2005 tingkat Jawa Barat, berhasil meraih predikat terbaik, serta mendapat piagam penghargaan dan hadiah seperangkat komputer dari Gubernur Jawa Barat, tepatnya pada tanggal 27 Desember 2005, di Bandung. Dengan demikian, dalam bulan Desember 2005, Kota Sukabumi mendapat 5 penghargaan dari Gubernur Jawa Barat. Ke-5 penghargaan tersebut, kata Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, SH. MSi, merupakan keberhasilan semua pihak, sebagai “kado” tahun baru bagi masyarakat dan Pemerintah Kota Sukabumi. Menyinggung jumlah sekolah di Kota Sukabumi yang telah berhasil meraih predikat juara lomba sekolah sehat, baik di tingkat nasional maupun di tingkat regional Jawa Barat, hingga saat ini telah mencapai 9 sekolah. Karena sebelumnya, sebanyak 6 sekolah telah berhasil meraih predikat juara di tingkat nasional dan regional. Antara lain: SDN Benteng 1 Gentra Masekdas, SDN Dewi Sartika CBM, SDN Pakujajar CBM, SMP Negeri 5, SDN Baros Kencana CBM, dan TK Al-Azhar. Walikota Sukabumi menandaskan, ke-9 sekolah yang berhasil meraih gelar juara lomba sekolah sehat tersebut, merupakan keberhasilan semua pihak, khususnya Pemerintah Kota Sukabumi, dinas/instansi terkait, orang tua murid dan siswa. Selain itu, keberhasilan tersebut layak diper-oleh, karena dipersiapkan cukup lama, melalui pembinaan yang sistematis dan terencana, sehingga dapat menumbuhkan pola perilaku hidup sehat, khususnya bagi warga sekolah dan umumnya bagi masyarakat. Lebih jauh Walikota Sukabumi menjelaskan. pembinaan usaha kesehatan sekolah (UKS) di Kota Sukabumi, tidak hanya dilakukan pada jenjang pendidikan SD semata, akan tetapi dilakukan di seluruh jenjang persekolahan. Maksud dan tujuannya, untuk mewujudkan lingkungan sekolah sebagai tempat yang sehat dalam arti luas, yaitu sehat secara fisik dan sehat secara spiritual.

 
Selasa, 6 Desember 2005
Kegiatan Kesatuan Gerak PKK-KB-Kes, untuk meningkatkan pelayanan dalam bidang KB dan kesehatan
Reporter : Yuli N.
 

foto berita Dilaksanakan kegiatan Kesatuan Gerak PKK-KB-Kes, untuk meningkatkan pelayanan dalam bidang KB dan kesehatan. Demikian ditandaskan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Sukabumi, Hj. Isye Muslikh, saat menyampaikan ekspose di hadapan Tim Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Kesatuan Gerak PKK-KB-Kes Propinsi Jawa Barat, Selasa 6 Desember 2005, di Gedung TP PKK Kota Sukabumi. Adapun cakupan wilayah kegiatan tersebut, yakni di 7 wilayah kecamatan dan 33 kelurahan, dengan cakupan program terdiri dari program Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), program KB, dan program kesehatan. Sedangkan ruang lingkup sasaran langsung kegiatan tersebut, yakni keluarga khususnya keluarga pra KS dan KS-1, dan sasaran tidak langsung yaitu para pengelola dan petugas bidang KB serta kesehatan di setiap wilayah, kelembagaan Pos Yandu, institusi KB dan kesehatan, para kader dan tokoh masyarakat. Ditandaskan, jumlah kader dasa wisma di Kota Sukabumi, saat ini tercatat 3 ribu 323 orang, yang aktif berjumlah 2 ribu 492 orang. Kader Pos Yandu tercatat 1.657 orang, yang aktif 1.404 orang, dan kader BKB Inti 1.197 orang. Sedangkan jumlah penduduk Kota Sukabumi, saat ini mencapai 257 ribu 274 jiwa, terdiri dari laki-laki 128 ribu 747 atau 50,60 persen, dan perempuan 128 ribu 527 jiwa atau 49,95 persen, dari 64 ribu 788 KK. Dari jumlah penduduk tersebut, yang tergolong pra KS sebanyak 1.469 KK, KS satu 20 ribu 237 KK, KS dua 11 ribu 303 KK, KS tiga 25 ribu 371 KK, dan KS tiga plus 6 ribu 318 KK. Selanjutnya jumlah Wanita Usia Subur (WUS) 89 ribu 983 jiwa, peserta KB baru 466 akseptor, terdiri dari hormonal 316 akseptor, dan non hormonal 150 akseptor, serta peserta KB aktif 34 ribu 526 akseptor, Lansia usia 60 tahun ke atas 16 ribu 359 jiwa atau 6,3 persen, dan Balita 13 ribu 869. Kemudian jumlah BKB 322, BKR 65, BKL 64, Pos KB 33, dan Sub Pos KB 1.207. Menyinggung langkah-langkah yang telah dilaksanakan dalam kegiatan Kesatuan Gerak PKK-KB-Kes di Kota Sukabumi, kata Hj. Isye Muslikh, diantaranya sosialisasi lintas sektor dan lintas program, serta sosialisasi latihan fasilitator, Tabungan Ibu Bersalin (Tabulin), Dana Sosial Ibu Bersalin (Dasolin), Angkutan Bersalin (Anglin), Bank Donor Darah, Pelayanan Obsectri Neonalal Dasar (Poned), Bidan Siaga, Suami Siaga, dan Warga Siaga. Sedangkan program kesehatan peduli remaja di Kota Sukabumi, saat ini telah dikembangkan di 7 wilayah kecamatan dan di 7 sekolah, yakni di 5 SLTA dan di 2 SLTP. Kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat, gerakan PKK, LSM, sektor pemerintah dan swasta dalam meningkatkan pelayanan KB dan kesehatan ini, berthemakan: Bersama Kesatuan Gerak PKK-KB-Kes, kita wujudkan lingkungan keluarga berkualitas, sehat dan sejahtera Infokom, pusat informasi dan komukasi sebagai corong dari kepanjangan Pemerintah Kota Sukabumi yang bergerak di bidang Humas selaku mitra dengan insan pers di Kota Sukabumi. Dari berbagai aspek dapat terlihat khususnya untuk para insan pers dan khususnya masyarakat luas dalam kinerjanya mencakup, dimana Infokom berperan sebagai komunikasi antar insan pers baik cetak dan elektronik dengan instansi yang terkait, meningkatkan peran dan fungsi pers sebagai mitra kerja dalam menjalin hubungan yang harmonis dengan pemerintah kota sukabumi menuju terwujudnya tata pemerintahan yang good government, profesionalisme, produktifitas dan fasilitator insan pers dalam mendukung pelaksanaan tugasnya sesuai dengan UU Pers 40 tahun 2000 yang telah disahkan oleh DPR RI tanggal 21 Oktober 2000 agar lebih ditingkatkan lagi dan menciptakan tata informasi dan komunikasi yang baik guna mendorong terwujudnya dinamika kehidupan masyarakat yang kondusif. Disisi lain insan pers yang berfungsi sebagai social control menyambut baik dalam menampung dan menyalurkan serta memperjuangkan aspirasi rakyat melalui profesionalisme, menjungjung tinggi etika pers dan secara terpadu, komunikatif, konstruktif, kritis dan inovatif baik internal maupun eksternal sesuai dengan visi dan misi kota sukabumi. Kepala Kantor Infokom, PDE dan Arsip Daerah Kota Sukabumi, Drs H.A Hamdan, MM mengatakan “ sasaran utama yang hendak dicapai adalah menyamakan persepsi dari seluruh insan pers dalam menata system informasi dan komunikasi yang kondusif guna menunjang pembangunan di kota sukabumi” jelas Hamdan pada HR.

 
Kamis, 1 Desember 2005
Sebanyak 119 CPNS di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, statusnya ditingkatkan menjadi PNS.
Reporter : Endang Sumardi
 

foto berita Sebanyak 119 CPNS golongan 1, 2 dan 3 di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, statusnya ditingkatkan menjadi PNS, ditandai acara pengambilan sumpah oleh Wakil Walikota Sukabumi, Iwan Kustiawan. Adapun yang bertindak sebagai saksi, yakni Sekretaris Daerah, H. Mohamad Muraz, SH, MM, dan Kepala Badan Kepegawaian Daerah, Hj. Titien Sulastri, SH, SP-1. Acara yang berlangsung pada hari Kamis 1 Desember 2005 di halaman apel Sekretariat Pemda ini, diisi penandatangan berita acara sumpah dan penyerahan Keputusan Walikota Sukabumi tentang peningkatan status pegawai tersebut, diwakili oleh 3 orang pegawai. Antara lain: untuk golongan 1 oleh Ade Hopipah, golongan 2 oleh R. Rani Setiani, Amd, dan untuk golongan 3 oleh Dokter Ariyanto Z. Habibie. Dalam sambutannya, Wakil Walikota Sukabumi menandaskan, sebagaimana dinyatakan dalam Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 Juncto Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian, PNS adalah warga negara RI yang telah memenuhi syarat sesuai dengan ketentuan, diangkat oleh pejabat yang diserahi tugas dalam suatu jabatan negeri atau yang diserahi tugas negara lainnya, serta digaji berdasarkan peraturan dan per-undang-undangan yang berlaku. PNS yang merupakan unsur aparatur negara, bertugas sebagai abdi masyarakat mempunyai peran yang sangat penting, dalam rangka upaya mencapai tujuan nasional dan menciptakan masyarakat madani yang taat hukum, berperadaban moderen, demokratis, makmur, adil dan bermoral tinggi. Selain itu, juga menyelenggarakan pelayanan secara adil dan merata, menjaga persatuan dan kesatauan bangsa dengan penuh kesetiaan kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Dijelaskan, apabila menyimak secara teliti kandungan makna dari amanat Undang-Undang tersebut, betapa berat peran dan tanggung-jawab yang di pikul oleh setiap PNS. Berkenaan dengan hal tersebut, setiap PNS agar memiliki kemampuan dan kompetensi, untuk melaksanakan tugas-tugas sacara professional, bertanggung-jawab, serta bersih dari korupsi, kolusi dan nepotisme, dalam menyelenggarakan tugas pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan. Dalam konteks pemikiran demikian, tidak berlebihan apabila dalam setiap mengadakan formasi PNS, sejak perencanaan, pengumuman, pelamaran, penyaringan, pengangkatan CPNS sampai dengan pengangkatan PNS, senantiasa dilakukan secara ketat, selektif, transparan dan akuntabel. Peningkatan status ke-119 CPNS golongan 1, 2 dan 3 di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi menjadi PNS tersebut, merupakan hasil dan jerih payah CPNS itu sendiri, khususnya dalam memenuhi serangkaian ujian dan aturan yang berlaku. Antara lain: masa percobaan sebagai CPNS sekurang-kurangnya 1 tahun, setiap unsur penilaian prestasi kerja sekurang-kurangnya bernilai baik, memenuhi syarat kesehatan jasmani dan rokhani, serta telah lulus Diklat Prajabatan. Dengan telah diterimanya keputusan peningkatan status dari CPNS menjadi PNS tersebut, diharapkan dapat menjadi peristiwa yang senantiasa disyukuri, sebagai hidayah dari Tuhan Yang Maha Kuasa, serta sebagai amanah yang harus dipertanggung-jawabkan di dunia dan di akhirat kelak. Diharapkan pula, peningkatan status CPNS menjadi PNS tersebut, dapat menambah motivasi dan energi, untuk lebih meningkatkan kemampuan, kompetensi dan profesionalisme, dalam menjalankan tugas sehari-hari selaku abdi masyarakat dan abdi negara. Karena ke depan, terbuka peluang untuk diangkat dalam jabatan, baik struktural maupun fungsional. Hal tersebut dapat ditempuh, melalui peningkatan prestasi kerja, loyalitas, sikap pengabdian, dan pengalaman, serta kompetensi dan kualifikasi pendidikan. Selain itu, segenap CPNS yang statusnya telah ditingkat menjadi PNS, agar senantiasa memahami dengan sebaik-baiknya landasan etika Korpri, yaitu Panca Prasetya Korpri, sebagai janji luhur anggota Korpri dalam menjalankan tugas dan kewajiban selaku abdi negara dan abdi masyarakat. Antara lain: Pertama, setia dan taat kepada negara kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945; Kedua, menjunjung tinggi kehormatan bangsa dan negara serta memegang teguh rahasia jabatan dan rahasia negara; Ketiga, mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat di atas kepentingan pribadi dan golongan; Keempat, bertekad memelihara persatuan dan kesatuan bangsa serta kesetia-kawanan Kors Pegawai Republik Indonesia; dan Kelima, berjuang meningkatkan kesejahteraan dan ptrofesionalisme. Usai mengikuti pengambilan sumpah, ke-119 PNS tersebut mengikuti pengarahan dari Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, H. Mohamad Muraz, SH, MM, bertempat di ruangan pertemuan Balaikota

 
   
Pemerintah Kota Sukabumi
Jl. R. Syamsudin, S.H. No. 25 Telepon/Fax (+62266) 221123
Sukabumi, Jawa Barat - Indonesia
Kantor Komunikasi dan Informatika Kota Sukabumi 2013