| Home | Berita | Booklet Kota Sukabumi | Forum | Harga Bahan Pokok | perubahan waktu Jumat, 18 April 2014
Berita Utama

4/17/2014
PENYAMPAIAN LKPJ HARUS DITUNAIKAN OLEH KEPALA DAERAH
 
4/17/2014
DALAM PROSES POLITIK SEPANJANG MASA
 
4/17/2014
PEMKOT SUKABUMI AKAN LAUNCHING PELAYANAN TERPADU NANG KIS SOS
 
Untitled Document
 
Kamis, 17 April 2014
PEMKOT SUKABUMI AKAN LAUNCHING PELAYANAN TERPADU NANG KIS SOS
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemkot (Pemerintah Kota) Sukabumi dan Kementerian Sosial RI, akan melaunching program Pelayanan Terpadu Nang Kis Sos (Penanggulangan Kemiskinan dan Sosial) Kota Sukabumi, oleh Menteri Sosial RI, Dr. Salim Segaf Al-Jufri, M.A., tepatnya pada tanggal 23 April 2014, bertempat di Dinsosnakertrans (Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi) Kota Sukabumi, Jalan Ciaul Pasir Nomor 126 Kota Sukabumi.

Adapun maksud dan tujuan dilaksanakannya launching program tersebut, seperti dikatakan Kepala Dinsosnakertrans Kota Sukabumi, Drs. H. Dadang Sudaryat, dalam rangka upaya mewujudkan komitmen Pemerintah Kota Sukabumi, sebagai kota yang ramah terhadap penyandang masalah kesejahteraan sosial, dan pengembangan ketahanan sosial masyarakat.

Dikatakan pula, program tersebut, merupakan salah satu program Pandu Gempita (Pelayanan Terpadu dan Gerakan Masyarakat Peduli Kabupaten dan Kota Sejahtera), sekaligus merupakan salah satu upaya yang terarah, terpadu dan berkelanjutan, yang dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat, dalam bentuk pelayanan sosial, untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, yang terdiri dari rehabilitasi sosial, jaminan sosial dan perlindungan sosial. Selain itu, program tersebut merupakan salah satu upaya, untuk mengembangkan ketahanan sosial masyarakat, melalui perlindungan sosial terhadap kelompok rentan, miskin dan penyandang masalah sosial.

Kepala Dinsosnakertrans Kota Sukabumi juga menjelaskan, dilaksanakannya program tersebut, untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, dalam pembangunan kesejahteraan sosial melalui organisasi sosial, sekaligus untuk menekan dan mengurangi tindak kekerasan dan konflik sosial, serta untuk menumbuhkan dan melestarikan kearifan lokal, dalam memelihara sumber daya alam dan sumber daya sosial.

Untuk itu, Kepala Dinsosnakertrans Kota Sukabumi menghimbau kepada semua pihak, baik pemerintah maupun sektor swasta dan masyarakat, agar senantiasa mendukung dan membantu menyukseskan pelaksanaan program tersebut. Karena untuk menyukseskan pelaksanaan program tersebut, merupakan tugas dan tanggungjawab semua pihak.

 
Selasa, 15 April 2014
PEMKOT SUKABUMI AKAN LAKUKAN PENILAIAN KELUARGA SAKINAH 2014
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemkot (Pemerintah Kota) Sukabumi, akan melakukan penilaian Keluarga Sakinah Tingkat Kota Sukabumi Tahun 2014. Penilaian yang dilaksanakan selama 3 hari, tepatnya pada tanggal 21, 22 dan 23 April 2014 pekan depan ini. seperti dijelaskan Kepala Bagian Administrasi Kesra (Kesejahteraan Rakyat) Setda Kota Sukabumi, Drs. H. Dede Nurdin, S.IP., M.Ag., didampingi Kasubbag PM-Kes (Pemberdayaan Masyarakat dan Kesehatan) Bagian Kesra Setda Kota Sukabumi, Sapti Handayani, S.H., diikuti oleh 7 kecamatan se Kota Sukabumi.

Adapun Tim Penilai Keluarga Sakinah Tingkat Kota Sukabumi Tahun 2014 ini, terdiri dari unsur pimpinan dari BPMPKB (Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Keluarga Berencana) Kota Sukabumi, Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi, Bagian Administrasi Kesra Setda Kota Sukabumi, Kantor Kementerian Agama Kota Sukabumi, dan TP PKK Kota Sukabumi.

Sedangkan maksud dan tujuan dilaksanakannya penilaian Keluarga Sakinah ini, dalam rangka upaya menciptakan Keluarga Sakinah, khususnya di Kota Sukabumi. Karena terciptanya Keluarga Sakinah ini, merupakan dambaan dan idaman bagi setiap masyarakat, khususnya yang sudah berkeluarga. Terlebih pada era informasi dan globalisasi saat ini. Sebab kehidupan sosial kemasyarakatan di seluruh penjuru dunia, berjalan sangat cepat dan dinamis.

Kepala Bagian Administrasi Kesra Setda Kota Sukabumi mengatakan, 1terbukanya arus informasi dan globalisasi ini, di satu sisi dapat berdampak pada hal-hal yang bersifat positif, seperti kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun di sisi lain, dapat berdampak pada hal-hal yang bersifat negatif, seperti terjadinya pergeseran nilai dan norma dalam masyarakat. Bahkan dalam kasus-kasus tertentu, terjadi perubahan yang cukup radikal. Demikian pula budaya konsumerisme, mode pakaian, gaya hidup yang tidak islami dan sebagainya, yang beberapa dekade ke belakang masih ditabukan, namun dewasa ini telah menjadi dan dianggap hal yang biasa di masyarakat.

Untuk itu, arus informasi dan globalisasi yang saat ini melanda masyarakat, mau tidak mau harus dibarengi dan diimbangi oleh peningkatan pemahaman agama secara mendalam. Maksud dan tujuannya, supaya nilai dan norma yang berlaku di masyarakat, tetap terjaga dan terpelihara dengan baik, sekaligus menjadi pandangan dan pedoman hidup, yang senantiasa dipatuhi dan ditaati. oleh segenap lapisan masyarakat secara konsisten dengan penuh kesadaran, sehingga dapat berdampak pada terciptanya keluarga sakinah di berbagai lapisan masyarakat.

 
Sabtu, 12 April 2014
PEMKOT SUKABUMI BERI INVENTARIS SEPEDA MOTOR KEPADA 33 LURAH
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemkot (Pemerintah Kota) Sukabumi, memberi bantuan inventaris kendaraan operasional, berupa sepeda motor kepada 33 Lurah se Kota Sukabumi, dari APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) Kota Sukabumi Tahun 2014. Selain itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat pun memberikan bantuan kendaraan yang sama, berupa hibah sepeda motor matic kepada Pemerintah Kota Sukabumi, untuk 7 Kepala Seksi Trantib (Ketenteraman dan Ketertiban) Kecamatan, se Kota Sukabumi.

Bantuan inventaris kendaraan operasional tersebut, termasuk surat-surat kendaraannya, sudah diberikan oleh Walikota Sukabumi, H. Mohamad Muraz, S.H., M.M., kepada 33 Lurah dan 7 Kepala Seksi Trantib Kecamatan se Kota Sukabumi, beberapa waktu yang lalu, tepatnya pada saat menjelang pelaksanaan Pileg (Pemilihan Umum Legislatif) Tahun 2014.

Maksud dan tujuannya, untuk menunjang kelancaran dan keberhasilan pelaksanaan tugas para Lurah dan Kasi Trantib Kecamatan se Kota Sukabumi, khususnya dalam bidang pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan, di wilayah kelurahan dan kecamatannya masing-masing. Disamping itu, juga untuk menunjang kelancaran dan keberhasilan, serta kecepatan dalam memberikan pelayanan kepada segenap lapisan warga masyarakat dalam berbagai bidang, termasuk pengamanan Pileg Tahun 2014, di wilayah kelurahan dan kecamatannya masing-masing.

Diharapkannya, pelaksanaan Pileg dan PSU (Pemungutan Suara Ulang) Pileg Tahun 2014, yang akan dilaksanakan di 96 TPS (Tempat Pemungutan Suara) se Kota Sukabumi, pada hari Minggu esok, tanggal 13 April 2014, hingga selesai proses penghitungan suara di Tingkat KPU (Komisi Pemilihan Umum) Kota Sukabumi pada tanggal 20 April 2014 mendatang, dapat berjalan dengan baik dan lancar, serta aman, tertib dan damai.

Selain itu, Walikota Sukabumi juga mengharapkan kepada seluruh Lurah dan Kasi Trantib Kecamatan se Kota Sukabumi, agar inventaris kendaraan operasional yang sudah diberikan tersebut, senantiasa dijaga dan dirawat dengan baik dan optimal. Maksud dan tujuannya, supaya kondisi fisik dan mesin kendaraan tersebut, senantiasa dalam keadaan baik, sehingga dapat digunakan secara optimal, untuk jangka waktu beberapa tahun ke depan.

 
Kamis, 10 April 2014
PEMKOT AKAN SELENGGARAKAN THE 4TH SUKABUMI EXPO 2014
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, melalui Diskopperindag (Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan) Kota Sukabumi, akan menyelenggarakan The 4TH Sukabumi Expo Tahun 2014. Kepala Diskopperindag Kota Sukabumi, Drs. Dudi Fathul Jawad, M.Pd. menjelaskan, kegiatan tersebut akan dilaksanakan selama 7 hari, tepatnya dari tanggal 23 sampai dengan 29 April 2014 mendatang, bertempat di Lapangan Merdeka Kota Sukabumi.

Maksud dan tujuannya, disamping dalam rangka upaya mengimplementasikan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah, khususnya Pasal 14 huruf a dan i, yakni Pemerintah Daerah memiliki kewenangan merencanakan dan mengendalikan pembangunan, termasuk kewenangan memfasilitasi pengembangan KUKM (Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah), sekaligus menindaklanjuti Surat Menteri Perdagangan Nomor : 608/M-DAG/SD/3/2014, tanggal 20 Maret 2014, perihal partisipasi dalam pelaksanaan HKN (Hari Konsumen Nasional), tanggal 20 April 2014.

Selain itu, juga dalam rangka upaya memeriahkan dan menyemarakan peringatan 1 abad atau 100 tahun Hari Jadi Kota Sukabumi, tepatnya yang jatuh pada tanggal 1 April 2014, dan peringatan HKN Tingkat Kota Sukabumi Tahun 2014, sekaligus untuk memperkenalkan potensi perekonomian Kota Sukabumi, khususnya produk KUKM dan potensi lainnya yang ada di Kota Sukabumi, memfasilitasi adanya ajang promosi dan informasi bagi produk KUKM, mendorong pertumbuhan dan perkembangan KUKM, menggelorakan semangat keberpihakan terhadap KUKM sebagai basis perekonomian rakyat, serta mempublikasikan dan mensosialisasikan komitemen Pemerintah Kota Sukabumi dalam memberdayakan KUKM.

Sedangkan peserta yang mengikuti The 4TH Sukabumi Expo Tahun 2014 ini, dibagi dalam dua kelompok. Yakni kelompok peserta yang mendapatkan fasilitas stand tidak dipungut biaya alias gratis, dan kelompok peserta komersil. Adapun kelompok peserta yang mendapatkan fasilitas stand tidak dipungut biaya sebanyak 48 stand, yang terdiri dari KUKM Kota Sukabumi, KUKM Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Bogor, Kota Bogor, dan Kota Depok, BUMD, serta SMK Negeri 1, 2, 3 dan 4 Kota Sukabumi. Sementara kelompok peserta komersil, terdiri dari BUMN, Perusahaan Swasta Besar, Perbankan dan lain-lain.

Kepala Diskopperindag Kota Sukabumi mengatakan, kegiatan tersebut akan diisi pementasan berbagai jenis kesenian, Peragaan Batik Sukabumi dan Komunitas Pengrajin Batik Sukabumi, Tabligh Akbar, dan Lomba Makanan Etnik TP PKK se Kota Sukabumi.

 
Sabtu, 5 April 2014
PEMKOT SUKABUMI AKAN SELENGGARAKAN HELARAN 2014 SE JAWA BARAT
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemkot (Pemerintah Kota) Sukabumi, melalui Disporaparekraf (Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif) Kota Sukabumi, akan menyelenggarakan Helaran atau Pawai Seni Budaya Tahun 2014, yang akan diikuti oleh seluruh Kabupaten dan Kota se Jawa Barat, dan seluruh Potensi Seni Budaya yang ada di 7 Kecamatan dan 33 Kelurahan se Kota Sukabumi.

Kegiatan tersebut, seperti dijelaskan Kepala Disporaparekraf Kota Sukabumi, Drs. Ayep Supriatna, M.M., menurut rencana akan dilaksanakan pada tanggal 23 April 2014 mendatang, mulai pukul 14.00 sampai dengan selesai. Adapun rute yang akan ditempuh oleh para peserta Helaran dan Potensi Seni Budaya tersebut, yakni star dari Jalan Veteran II, tepatnya dari depan Disporaparekraf Kota Sukabumi, kemudian masuk ke Jalan R.E. Martadinata, Jalan Siliwangi, dan finish di Jalan R. Syamsudin, S.H., setelah melewati Panggung Kehormatan, depan Balai Kota Sukabumi.

Sedangkan maksud dan tujuannya, selain dalam rangka memeriahkan dan menyemarakan Peringatan 1 Abad atau 100 Tahun Hari Jadi Kota Sukabumi, tepatnya yang jatuh pada tanggal 1 April 2014 yang lalu, juga dalam rangka upaya mewujudkan tujuan dan cita-cita bangsa Indonesia, sebagaimana yang diamanatkeun dalam Penjelasan Undang-Undang Dasar 1945, serta Perda (Peraturan Daerah) Provinsi Jawa Barat Nomor 6 Tahun 2003, termasuk Tupoksi (Tugas Pokok dan Fungsi) Disporaparekraf Kota Sukabumi. Selain itu, juga dalam rangka upaya menyediakan wadah atau wahana bagi warga masyarakat, khususnya para seniman dan seniwati, sekaligus menggali potensi, serta melestarikan dan mengembangkan seni budaya, terutama yang ada di wilayah Kota Sukabumi.

Kepala Disporaparekraf Kota Sukabumi juga menjelaskan, seperti dikatakan dalam Penjelasan Undang-Undang Dasar 1945, bahwa untuk melestarikan kebudayaan lama dan asli yang ada, sebagai puncak-puncak kebudayaan di daerah di seluruh wilayah Indonesia. Disamping itu, juga mengingatkan kepada seluruh bangsa Indonesia, supaya memiliki sikap terbuka, yakni tidak perlu menolak terhadap bahan-bahan baru dari kebudayaan asing, yang bisa memperkaya khasanah dan mengembangkan kebudayaan bangsa sendiri, khususnya yang dapat mengangkat harkat, derajat dan martabat kemanusiaan bangsa Indonesia.

 
Selasa, 18 Februari 2014
PEMKOT SUKABUMI SELENGGARAKAN SOSIALISASI UU NOMOR 5 TAHUN 2014
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

foto berita Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, hari Selasa, 18 Februari 2014, menyelenggarakan sosialisasi Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 2014, Tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), bertempat di Hotel Selabintana Sukabumi. Sosialisasi tersebut, dibuka secara resmi oleh Walikota Sukabumi, H. Mohamad Muraz, S.H., M.M., serta dihadiri oleh Wakil Walikota Sukabumi, H. Achmad Fahmi, S.Ag., M.M.Pd.

Adapun yang bertindak sebagai Nara Sumber dalam sosialisasi tersebut, yakni Deputi Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negera dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan dan RB), Dr. Ir. Setiawan Wangsaatmaja, Dipl. S.E., M.Eng., dan yang bertindak sebagai Moderator, Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, Dr. H.M.N. Hanafie Zain, M.Si.

Sedangkan para peserta yang mengikuti sosialisasi tersebut, yakni para Pejabat Eselon II dan III, di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, yang terdiri dari para Asisten dan Staf Ahli, Inspektur, Sekretaris dan para Inspektur Pembantu, para Kepala, Sekretaris dan Kepala Bidang pada setiap Badan dan Dinas, para Kepala Kantor dan Bagian, serta para Camat se Kota Sukabumi, termasuk para Widya Iswara.

Dalam sambutannya, Walikota Sukabumi, H. Mohamad Muraz, S.H., M.M., mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya, kepada Deputi Bidang SDM Aparatur Kemenpan dan RB, yang telah berkenan menjadi nara sumber dalam sosialisasi ini. Ucapan terima kasih Walikota Sukabumi tersebut, juga disampaikan kepada seluruh jajaran Panitia Penyelenggara, yang telah berupaya optimal melakukan berbagai persipan secara matang, sehingga sosialisasi ini dapat dilaksanakan dengan baik.

Selain itu, Walikota Sukabumi juga meminta kepada seluruh peserta sosialisasi ini, agar mempelajari secara mendalam setiap Bab, Pasal dan Ayat, yang ada dalam Undang-Undang tersebut dengan sebaik-baiknya, untuk selanjutnya diaplikasikan dan disosialisaikan kembali kepada seluruh aparatur, yang ada di setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD)-nya masing-masing. Dengan demikian, Undang-Undang tersebut dapat diaplikasikan dan dilaksanakan dengan baik, sesuai dengan harapan semua pihak, baik Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, maupun Pemerintah Kota Sukabumi.

 
Senin, 17 Februari 2014
PEMKOT SUKABUMI LAKUKAN KERJASAMA DENGAN UMMI
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

foto berita Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, melakukan kerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Sukabumi atau UMMI, khususnya dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, sesuai dengan fungsi dan kewenangan masing-masing. Adapun penandatanganan nota kesepahaman kerjasama tersebut, dilakukan oleh Walikota Sukabumi, H. Mohamad Muraz, S.H., M.M., dan Rektor UMMI, Prof. Dr. Asmawi Zainul, pada Upacara Pengibaran Bendera Kebangsaan Sang Merah Putih, hari Senin, 17 Februari 2014, bertempat di Halaman Apel Setda Kota Sukabumi.

Selain melakukan kerjasama dengan UMMI, Pemerintah Kota Sukabumi juga melakukan perjanjian kerjasama dengan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Sukabumi, tentang perpanjangan penyediaan tenaga pengajar dan pelatih pencak silat, pada jenjang pendidikan SD, SMP, SMA dan SMK Negeri dan Swasta di Kota Sukabumi. Perjanjian kerjasama tersebut, ditandatangani oleh Walikota Sukabumi, H. Mohamad Muraz, S.H., M.M., dan Ketua Harian Pengurus IPSI Kota Sukabumi, Erus Rusman, A.M.Pd. Turut menyaksikan Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kota Sukabumi, Drs. H. Dida Sembada, M.M., serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi, Drs. Beni Haerani, M.M.

Selanjutnya perjanjian kerjasama, antara Pemerintah Kota Sukabumi dengan PT Darutaqwa, tentang perpanjangan perjanjian kerjasama penyelenggaraan dan peminjaman sarana berdagang wisata kuliner Kota Sukabumi, tepatnya di Area Parkir Lantai 2 Toserba Selamat, Jalan R.E. Martadinata, Nomor 69 Kota Sukabumi. Adapun peminjaman sarana berdagang tersebut, terdiri dari 25 unit Gerobak Kuliner, 22 set Meja dan Kursi, 25 buah Tempat Kompor, dan 25 buah Tempat Cuci Piring. Sedangkan perjanjian kerjasama tersebut, ditandatangani oleh Walikota Sukabumi, H. Mohamad Muraz, S.H., M.M., dan Kuasa Direktur PT Darutaqwa, R. Emma Mutakin. Turut menyaksikan Kepala DPPKAD Kota Sukabumi, Drs. H. Dida Sembada, M.M., serta Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopperindag) Kota Sukabumi, Drs. Dudi Fathul Jawad, M.Pd.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Walikota Sukabumi, Pimpinan dan Anggota DPRD, unsur Muspida, Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, para Asisten dan Staf Ahli, para Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, Ketua TP PKK Kota Sukabumi, para tokoh masyarakat, tokoh wanita dan pemuda, serta undangan lainnya.

 
Senin, 3 Februari 2014
PEMKOT SUKABUMI SELENGGARAKAN MUSRENBANG RKPD KECAMATAN TAHUN 2014
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, selama 2 hari, tepatnya pada tanggal 3 dan 4 Februari 2014, menyelenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (Musrenbang) RKPD Tingkat Kecamatan se Kota Sukabumi Tahun 2014. Antara lain, tanggal 3 Februari 2014, Kecamatan Cikole, Kecamatan Warudoyong, dan Kecamatan Lembursitu, serta tanggal 4 Februari 2014, Kecamatan Gunungpuyuh, Kecamatan Citamiang, Kecamatan Baros, dan Kecamatan Cibeureum.

Sedangkan unsur instansi dan lembaga yang hadir dalam Musrenbang tersebut, terdiri dari unsur Inspektur, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Keluarga Berencana, Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kesehatan, serta Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan.

Kemudian Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, Dinas Perhubungan, Dinas Pengelolaan Sampah, Pertamanan dan Pemakaman, Dinas Tata Ruang, Perumahan dan Permukiman, Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan, Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi, serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

Selanjutnya unsur Kantor Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah, Kantor Komunikasi dan Informatika, Kantor Lingkungan Hidup, Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik, Satuan Polisi Pamong Praja, Kecamatan, Koramil, Polsek, UPT TK-SD, Puskesmas, KUA, Kelurahan, RW, RT, LPM, BKM, KSM, PKK, dan Karang Taruna.

Walikota Sukabumi, H. Mohamad Muraz, S.H., M.M. mengharapkan, pelaksanaan Musrenbang ini harus senantiasa sesuai dengan aspirasi dan kebutuhan warga masyarakat, dengan senantiasa mengacu pada filosofi Musrenbang itu sendiri, yakni filosofi bottom-up. Karena planning (perencanaan) pembangunan dan budgeting (pendanaan) pembangunan di Kota Sukabumi, dititikberatkan pada 3 sasaran utama. Yakni propoor, projob dan progrowth. Adapun maksud dan tujuannya, untuk menekan dan mengentaskan kemiskinan, menciptakan lapangan kerja dan mengurangi angka pengangguran, serta untuk meningkatkan pertumbuhan dan pengembangan perekonomian warga masyarakat.

 
Jumat, 31 Januari 2014
PEMKOT SUKABUMI RAIH KEMBALI PENGHARGAAN LAKIP DENGAN NILAI TERTINGGI
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, meraih kembali Penghargaan Laporan Akuntabilitas Instansi Pemerintah (LAKIP) Tahun 2013, Tingkat Akuntabilitas Kinerja B, dengan nilai tertinggi se Indonesia, yakni 70,65. Penghargaan tersebut, diserahkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan dan RB) RI, Azwar Abubakar, kepada Walikota Sukabumi, H. Mohamad Muraz, S.H., M.M., beserta sejumlah Bupati dan Walikota lainnya se Indonesia, di Balai Kartini Jakarta, tepatnya pada tanggal 29 Januari 2014.

Dengan meraihnya kembali penghargaan tersebut, seperti dikatakan Walikota Sukabumi, menjadi salah satu kebanggakan bagi semua pihak, khususnya seluruh aparat di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi. Sebab selain nilainya tertinggi se Indonesia, juga yang mendapat Penghargaan LAKIP Tahun 2013, Tingkat Akuntabilitas Kinerja B ini, se Indonesia hanya 4 kota dan kabupaten. Yakni Kota Sukabumi, Kota Manado, Kabupaten Sleman, dan Kabupaten Badung.

Terlebih penghargaan tersebut, diraih pada saat warga masyarakat dan aparat di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, sedang bersiap-siap memperingati sekaligus merayakan 1 abad atau 100 tahun Hari Jadi Kota Sukabumi, tepatnya yang jatuh pada tanggal 1 April 2014 mendtang.

Untuk itu, penghargaan tersebut dipersembahkan bagi segenap lapisan warga masyarakat dan aparat di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, sebagai kado ulang tahun 1 abad Kota Sukabumi.

Walikota Sukabumi menandaskan, keberhasilan tersebut merupakan salah satu bentuk nyata, hasil kerja keras semua pihak, khususnya segenap aparat di seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi.

Berkaitan dengan hal tersebut, Walikota Sukabumi mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada segenap aparat di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, yang telah berupaya optimal dan sungguh-sungguh, khususnya dalam melakukan Penyusunan dan Pelaporan LAKIP Tahun 2013.

Diharapkannya, upaya yang optimal dan sungguh-sungguh dari segenap aparat tersebut, agar senantiasa ditingkatkan dan dikembangkan, guna meningkatkan prestasi tersebut, ke arah yang lebih baik lagi.

 
Rabu, 29 Januari 2014
PEMKOT SUKABUMI DAPAT LAGI PENGHARGAAN LAKIP TAHUN 2013
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

foto berita Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, dapat lagi Penghargaan Laporan Akuntabilitas Instansi Pemerintah (LAKIP) Tahun 2013, untuk Katagori B, dengan nilai 70,65, atau tertinggi se Indonesia, dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan dan RB) RI. Penghargaan tersebut, diserahkan langsung oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan dan RB) RI, Azwar Abubakar, kepada Walikota Sukabumi, H. Mohamad Muraz, S.H., M.M., beserta sejumlah Bupati dan Walikota lainnya se Indonesia, tepatnya pada hari Rabu, 29 Januari 2014, di Balai Kartini Jakarta.

Adapun kabupaten dan kota lainnya yang mendapat Penghargaan LAKIP Katagori B ini, yakni Kabupaten Sleman, Kabupaten Badung, dan Kota Manado. Sedangkan sebanyak 150 kabupaten dan kota lainnya, mendapat Penghargaan LAKIP Katagori CC.

Selain menyerahkan penghargaan LAKIP Tahun 2013, Menpan dan RB RI juga menyerahkan Laporan Hasil Evaluasi atau LHE LAKIP Tahun 2013, kepada 492 Pemerintah Kabupaten dan Kota se Indonesia.

Walikota Sukabumi menjelaskan, keberhasilan Pemerintah Kota Sukabumi meraih penghargaan tersebut, merupakan hasil kerja keras semua pihak, khususnya segenap unsur pimpinan dan staf, di seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi.

Untuk itu, Walikota Sukabumi mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada segenap unsur pimpinan dan staf, yang telah berupaya optimal dan sungguh-sungguh, dalam melakukan penyusunan LAKIP. Diharapkannya, upaya yang optimal dan sungguh-sungguh dari segenap unsur pimpinan dan staf tersebut, agar senantiasa ditingkatkan dan dikembangkan, termasuk dalam memberikan pelayanan prima kepada seluruh lapisan warga masyarakat di berbagai bidang. Maksud dan tujuannya, untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan prestasi tersebut.

Walikota Sukabumi menandaskan, penghargaan tersebut akan dipersembahkan kepada segenap unsur pimpinan dan staf, serta kepada seluruh lapisan warga masyarakat Kota Sukabumi, sebagai kado ulang tahun 1 abad atau 100 tahun Hari Jadi Kota Sukabumi, tepatnya yang jatuh pada tanggal 1 April 2014 mendatang.

 
Rabu, 29 Januari 2014
APARAT PEMKOT BATAM LAKUKAN KUNKER KE KOTA SUKABUMI
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Aparat Pemerintah Kota (Pemkot) Batam, Provinsi Kepulauan Riau, hari Rabu, 29 Januari 2014, melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Kota Sukabumi. Adapun kedatangan rombongan aparat tersebut, diterima secara resmi oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Kota Sukabumi, Drs. Yoyo Subagio, bertempat di Operation Room Setda Kota Sukabumi. Hadir dalam kesempatan tersebut, unsur pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, serta undangan lainnya.

Sedangkan aparat yang mengikuti kunker ke Kota Sukabumi ini, seperti dijelaskan Kepala Bagian Organisasi Setda Kota Batam, selaku Pimpinan Rombongan, Herman Rozie, S.STP., M.Si., seluruhnya berjumlah 13 orang, terdiri dari unsur pimpinan dan staf SKPD Kota Batam, diantaranya Bagian Organisasi, Dinas Kebersihan, Satpol PP, Pemadam Kebakaran, Dinas Kependudukan, serta Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian dan Kehutanan (KP2K).

Sementara maksud dan tujuan dilaksanakannya kunker ke Kota Sukabumi ini, dalam rangka study banding, sekaligus belajar ke Kota Sukabumi, khususnya tentang cara-cara menyusun Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah (LAKIP) yang baik. Ditandaskannya, hasil study banding dan belajar dari Kota Sukabumi ini, akan diterapkan dan dikembangkan secara optimal di Kota Batam, supaya kota yang berada di Provinsi Kepulauan Riau ini dapat sesejar dengan Kota Sukabumi, khususnya dalam melakukan penyusunan LAKIP.

Dalam pada itu, Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Kota Sukabumi, Drs. Yoyo Subagio, dalam kesempatan tersebut menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya, serta menyampaikan salam dari Walikota Sukabumi, H. Mohamad Muraz, S.H., M.M. Karena Walikota Sukabumi, tidak bisa menerima secara langsung kedatangan rombongan aparat dari Kota Batam ini, sebab sedang berada di Jakarta, memenuhi undangan dari Kemenpan dan RB, terkait evaluasi penyusunan LAKIP.

Selain itu, juga menyampaikan ekspose tentang Sejarah Singkat Kota Sukabumi, Gambaran Umum Kota Sukabumi, Pemerintah Kota Sukabumi, Visi Kota Sukabumi, Misi Pemerintah Kota Sukabumi, Outcome Program Pembangunan, Best Practice Penyusunan LAKIP, dan Prestasi Kota Sukabumi. Diantaranya Peringkat ke-1 LAKIP Tahun 2012, Peringkat ke-7 Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD), Piala Adipura Tahun 2013, Penghargaan 3 Adiwiyata dan 1 Adiwiyata Mandiri, Peringkat ke-1 Lomba Sekolah Sehat (LSS), Penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) ke-9 kali, Peringkat ke-1 Lomba Kelurahan, Penghargaan ICT Pura dari Kementerian Komunikasi dan Informasi, serta Anugerah Parahita Ekapraya dari Presiden RI, melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PP dan PA).

Usai ekspose, dilanjutkan serah terima cindera mata, dari Pemerintah Kota Batam dan Kota Sukabumi, serta tanya jawab antara unsur pimpinan dan staf SKPD Kota Batam, dengan unsur pimpinan SKPD Kota Sukabumi.

 
Sabtu, 25 Januari 2014
CAMAT DAN LURAH AKAN DIBERI REWARD OLEH PEMKOT SUKABUMI
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Para Camat dan Lurah di Kota Sukabumi, khususnya yang berprestasi dalam mencapai target Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), akan diberi reward oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi. Demikian disampaikan Walikota Sukabumi, H. Mohamad Muraz, S.H., M.M., saat memberi sambutan, usai melaunching secara resmi Pengalihan PBB-P2 menjadi Pajak Daerah, di Gedung Korpri Kota Sukabumi, Jalan Palabuhan II, Kilo Meter 5 Kota Sukabumi, tepatnya pada tanggal 20 Januari 2014.

Dikatakannya, pemberian reward tersebut, diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para Camat dan Lurah lainnya di Kota Sukabumi, supaya lebih giat dan semangat, dalam mencapai target PBB-P2 yang telah ditetapkan. Dikatakan pula, Pengalihan PBB-P2 menjadi Pajak Daerah ini, merupakan salah satu bentuk untuk memperluas kewenangan perpajakan dan retribusi di Kota Sukabumi, terutama dari sektor PBB-P2. Adapun perluasan basis penerimaan pajak tersebut, dilakukan sesuai dengan prinsip yang baik, serta tidak akan menyebabkan biaya ekonomi tinggi, dan tidak akan menghambat terhadap mobilitas penduduk, lalu lintas barang dan jasa antara daerah.

Walikota Sukabumi menjelaskan, perluasan basis penerimaan pajak tersebut, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 Tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, bahwa Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), dialihkan sepenuhnya kepada daerah. Maksud dan tujuannya, agar dalam pengelolaan dan pengenaannya bisa lebih cepat, serta transparan dan adil. Selain itu, juga untuk mendukung pendanaan, atas penyerahan urusan kepada daerah, serta untuk lebih meningkatkan akuntabilitas penyelenggaraan otonomi daerah. Berkaitan dengan hal tersebut, Walikota Sukabumi menghimbau kepada seluruh unsur terkait, terutama para Wajib Pajak, unsur Pengusaha, unsur Kecamatan dan Kelurahan, agar lebih bersinergi dan berupaya optimal meningkatkan potensi dan penerimaan pendapatan daerah, khususnya dari sektor PBB-P2.

Diungkapkannya, untuk menunjang kelancaran dan keberhasilan tersebut, Pemerintah Kota Sukabumi melalui DPRD Kota Sukabumi, sudah menetapkan seluruh Peraturan Daerah (Perda) baru, khususnya tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah di Kota Sukabumi. Dikatakannya, dengan sudah ditetapkannya seluruh Perda tersebut, menjadi tantangan bagi semua pihak, khususnya bagi aparat instansi terkait, untuk lebih mandiri dalam mengolah Pajak Daerah, sekaligus meningkatkan standar pelayanan kepada para Wajib Pajak, sesuai dengan salah satu misi Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi Tahun 2013-2018, yakni mewujudkan pelayanan dasar yang lebih berkualitas, untuk mewujudkan Pemerintahan yang Rahmatan Lil Alamin.

 
Sabtu, 25 Januari 2014
PEMKOT SUKABUMI SUDAH OPTIMAL BERIKAN PELAYANAN KESEHATAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, sudah optimal memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya masyarakat miskin, baik melalui Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) maupun melalui Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) dan Kartu Sehat Kota Sukabumi, dengan standar pelayanan kesehatan yang memadai. Diantaranya melalui Pelayanan Kesehatan dan Rawat Inap di Puskesmas, serta di Ruangan Kelas 3 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R. Syamsudin, S.H. Kota Sukabumi.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, dr. Hj. Ritanenny Edlien Silyena Mirah, saat melakukan talk show tentang program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), di RSPD 99,9 FM Kota Sukabumi, beserta Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Sukabumi, Diah Sofiawati, S.Si., Apt., tepatnya pada tanggal 24 Januari 2014.

Adapun maksud dan tujuan diberikannya pelayanan kesehatan kepada warga masyarakat tersebut, sebagai salah satu upaya untuk mewujudkan Visi Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi Tahun 2013-2018, yakni Dengan Iman dan Taqwa, Mewujudkan Pemerintahan Yang Rahmatan Lil Alamin, serta Misi Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi Tahun 2013-2018, yakni mewujudkan pengamalan nilai-nilai agama, sosial dan budaya, mewujudkan tata kelola pemerintahan dan aparatur yang profesional dan religius atau clean government and good governance, serta mewujudkan kualitas pelayanan publik dalam bidang pendidikan, kesehatan, perdagangan dan sektor lainnya.

Menyinggung diberlakukannya program JKN yang dikelola oleh BPJS Kesehatan, tepatnya sejak tanggal 1 Januari 2014 yang lalu, seluruh program pelayanan kesehatan yang digulirkan oleh Pemerintah Kota Sukabumi tersebut, pengelolaannya secara bertahap akan dialihkan ke BPJS Kesehatan Cabang Sukabumi.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sukabumi, Diah Sofiawati, S.Si., Apt., bahwa seluruh program pelayanan kesehatan yang digulirkan oleh Pemerintah Kota Sukabumi, khususnya para Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan, pengelolaannya secara bertahap akan dialihkan ke BPJS Kesehatan Cabang Sukabumi, termasuk yang Bukan Penerima Bantuan Iuran atau Non PBI Jaminan Kesehatan. Diantaranya para pekerja penerima upah dan anggota keluarganya, seperti PNS, TNI, Polri, Pejabat Negara, Pegawai Pemerintah Non PNS, Pegawai Swasta dan Pekerja lainnya yang menerima upah, serta Warga Negara Asing (WNA) yang bekerja di Indonesia paling singkat 6 bulan. Selain itu, juga bukan pekerja dan anggota keluarganya, seperti Investor, Pemberi Kerja, Penerima Pensiun, Veteran, Perintis Kemerdekaan, Janda, Duda dan Anak Yatim Piatu dari Veteran dan Perintis Kemerdekaan, serta bukan pekerja yang membayar iuran.

 
Sabtu, 18 Januari 2014
PEMKOT SUKABUMI SELENGGARAKAN GERAKAN WAKAF AL-QURAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Dalam rangka upaya mendorong semangat membaca dan mengamalkan AL-Quran, Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, menyelenggarakan Gerakan Wakaf AL-Quran. Adapun Launching Gerakan tersebut, sudah dilaksanakan oleh Walikota Sukabumi, H. Mohamad Muraz, S.H., M.M., pada peringatan Maulid Nabi Muhammad Tahun 1435 Hijriyah, tepatnya pada tanggal 16 Januari 2014, bertempat di Halaman Apel Setda Kota Sukabumi.

Walikota Sukabumi mengharapkan, gerakan tersebut dapat dijadikan langkah awal dan stimulant, untuk mendorong semangat warga masyarakat, supaya dalam setiap melaksanakan kegiatan, tidak terlepas dari ajaran dan tuntunan Kitab Suci AL-Quran. Selain itu, juga untuk mendukung pencapaian Visi Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi Tahun 2013-2018, yakni Dengan Iman dan Taqwa, Mewujudkan Pemerintahan yang Rahmatan Lil Alamin.

Ditandaskannya, sebagai bentuk profesionalisme, Panitia Gerakan Wakaf AL-Quran, tidak menerima sedikitpun uang dari para pewakaf atau wakif AL-Quran. Ditandaskan pula, bagi warga masyarakat yang berkeinginan mewakafkan AL-Quran ke Bank AL-Quran Kota Sukabumi, bisa langsung datang ke salah satu bank yang ditunjuk oleh Panitia Gerakan Wakaf AL-Quran, yakni Bank Syariah Mandiri (BSM) Cabang Kota Sukabumi.

Walikota Sukabumi menjelaskan, bagi warga masyarakat yang ingin mewakafkan AL-Quran, oleh pihak bank tersebut akan diberi formulir khusus, sekaligus melakukan pembayaran dan akad wakaf. Setelah itu, pihak bank tersebut akan melakukan koordinasi dengan pihak Percetakan AL-Quran, dan pihak percetakan akan mengirimkan AL-Quran ke Bank AL-Quran Kota Sukabumi, sesuai dengan jumlah AL-Quran yang dikehendaki oleh para wakif, untuk didistribusikan melalui Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Pemerintah Kota Sukabumi.

Dalam pada itu, Direktur PASIM Sukabumi, selaku Ketua Bank AL-Quran Kota Sukabumi, Dr. Fajar Laksana, S.E., CQM., M.M. menjelaskan, Gerakan Wakaf AL-Quran ini, tidak hanya difokuskan pada penyediaan AL-Quran saja, akan tetapi juga untuk menyemangati warga masyarakat dalam membaca dan mengamalkan AL-Quran, dengan cara menyediakan fasilitasnya secara gratis. Selain itu, juga untuk menumbuhkan spirit warga masyarakat, agar AL-Quran senantiasa dijadikan sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Dijelaskannya, pelaksanaan gerakan tersebut, juga termotivasi oleh Visi Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi Tahun 2013-2018, yakni Dengan Iman dan Taqwa, Mewujudkan Pemerintahan yang Rahmatan Lil Alamin.

Sementara Ketua Gerakan Wakaf AL-Quran Kota Sukabumi, Bagus Pekik menjelaskan, dari pelaksanaan gerakan ini, pihaknya saat ini sudah memiliki sebanyak 1 ribu 500 Kitab AL-Quran. Selain itu, Bank AL-Quran Kota Sukabumi, sudah menyerahkan sebanyak 300 Kitab AL-Quran kepada warga masyarakat, melalui MUI Kota Sukabumi dan kegiatan Jumat Keliling (Jumling) Muspida Kota Sukabumi. Diharapkannya, gerakan ini dapat senantiasa konsisten. Dengan demikian, target atau langkah awal dari gerakan ini, yakni minimal bisa menyalurkan satu AL-Quran untuk satu rumah, bisa dicapai dengan baik dan berjalan lancar.

 
Kamis, 16 Januari 2014
PEMKOT SUKABUMI SELENGGARAKAN MAULID NABI TAHUN 1435 HIJRIYAH
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

foto berita Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, hari Kamis, 16 Januari 2014, bertempat di Halaman Apel Setda Kota Sukabumi, menyelenggarakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad Tahun 1435 Hijriyah, dan Launching Gerakan Wakaf AL-Quran, dalam rangka memperingati 1 abad atau 100 tahun Hari Jadi Kota Sukabumi, tepatnya yang jatuh pada tanggal 1 April 2014 mendatang.

Kegiatan tersebut, diawali Pembacaan Ayat-Ayat Suci AL-Quran, oleh Ustadzah Hajah Imas Siti Maesyarah, S.Ag., dan Laporan Kepala Bagian Administrasi Kesra Setda Kota Sukabumi, selaku Wakil Ketua PHBI Kota Sukabumi periode tahun 2011-2016, Drs. H. Dede Nurdin, S.IP., M.Ag. Selanjutnya Pembacaan Surat Keputusan Susunan Personalia Bank Quran Kota Sukabumi dan Gerakan Wakaf AL-Quran, Himbauan Walikota Sukabumi Tentang Gerakan Wakaf AL-Quran, Ikrar Gerakan Wakaf AL-Quran, Penandatanganan Gerakan AL-Quran oleh Walikota Sukabumi, Ketua Bank Quran Kota Sukabumi, Ketua Gerakan Wakaf AL-Quran, Pimpinan Bank Syariah Mandiri, dan Ketua TP PKK Kota Sukabumi. Kemudian Penyerahan Secara Simbolis AL-Quran dari Ketua Bank Quran Kota Sukabumi, dan dari Walikota Sukabumi sebanyak 400 Kitab, serta sambutan-sambutan dan diakhiri Uraian Hikmah Maulid Nabi, oleh Dosen UIN SGD Bandung, Dr. K.H. Abdul Hamid, M.Ag.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Walikota Sukabumi, Pimpinan dan Anggota DPRD, unsur Muspida, Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, para Asisten dan Staf Ahli, para Kepala OPD dan Instansi Vertikal, para Camat dan Lurah, jajaran Pengurus MUI, jajaran Pengurus TP PKK dan Dharma Wanita Persatuan, para pini sepuh, tokoh masyarakat dan pemuda, serta undangan lainnya.

Kepala Bagian Administrasi Kesra Setda Kota Sukabumi, Drs. H. Dede Nurdin, S.IP., M.Ag., dalam laporannya menjelaskan, tema yang diangkat dalam Peringatan Maulid Nabi Tahun 1435 Hijriyah ini, yakni Dengan Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Kita Tingkatkan Keteladanan Akhlak Rasulullah, Dalam Mewujudkan Pemerintahan Yang Rahmatan Lil Alamin. Sedangkan maksud dan tujuannya, untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan di kalangan birokrasi dan masyarakat Kota Sukabumi.

Selain itu, Kepala Bagian Administrasi Kesra Setda Kota Sukabumi, juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada semua pihak, khususnya kepada Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi, atas dukungan dan bantuannya, baik berupa moril maupun materil, sehingga kegiatan ini dapat terselenggara dengan baik, serta aman dan tertib. Diharapkannya, berbagai amaliyah yang diberikan dalam kegiatan ini, mendapat pahala yang berlipat ganda dari Yang Maha Kuasa, Allah Aza Wa Zalla.

 
Jumat, 22 November 2013
PEMKOT SUKABUMI RUTIN LAKUKAN UJI EMISI GAS BUANG KENDARAAN BERMOTOR
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, melalui Dinas Perhubungan Kota Sukabumi dan Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kota Sukabumi, secara rutin melakukan uji emisi gas buang kendaraan bermotor, di sejumlah titik di wilayah Kota Sukabumi. Maksud dan tujuannya, seperti dikatakan Walikota Sukabumi, H. Mohamad Muraz, S.H., M.M., untuk mengantisipasi sekaligus mencegah pencemaran lingkungan, khususnya yang diakibatkan oleh gas buang kendaraan bermotor di wilayah Kota Sukabumi.

Dijelaskannya, bagi setiap kendaraan yang lolos uji emisi, langsung dipasang stiker tanda lulus uji emisi. Sedangkan bagi yang tidak lolos uji emisi, diharuskan merawat kendaraannya secara optimal. Adapun mayoritas kendaraan bermotor yang tidak lolos uji emisi tersebut, karena memiliki gas buang melebihi ambang batas yang ditentukan. Sedangkan kendaraan dinas yang tidak lolos uji emisi, mayoritas disebabkan oleh faktor usia kendaraan, karena rata-rata diproduksi di bawah tahun 2000.

Berkaitan dengan hal tersebut, Walikota Sukabumi berharap khususnya kepada para pemegang kendaraan dinas di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, agar merawat kendaraannya masing-masing dengan baik dan optimal. Sebab Pemerintah Kota Sukabumi, belum mengalokasikan dana untuk pengadaan kendaraan dinas baru.

Dalam pada itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, Insinyur Asep Irawan, M.Sc. menjelaskan, yang menjadi indikator pada uji emisi kendaraan ini, yakni Carbon Monoxide (CO). Antara lain, bagi kendaraan yang diproduksi sebelum tahun 2007, harus memiliki BME Max kurang dari 4,5 persen. Sedangkan bagi kendaraan yang diproduksi setelah tahun 2007, harus memiliki BME Max kurang dari 1,5 persen. Selanjutnya Hidro Carbon (HC), bagi kendaraan yang diproduksi sebelum tahun 2007, harus memiliki BME Max kurang dari 1200 ppm, serta bagi kendaran yang diproduksi setelah tahun 2007, harus memiliki BME Max kurang dari 200 ppm.

Dikatakannya, bagi kendaraan yang CO dan HC-nya sesuai dengan ketentuan tersebut, dinyatakan lulus dan dipasang stiker tanda lulus uji emisi, untuk jangka waktu selama satu tahun ke depan. Sedangkan bagi kendaraan yang dinyatakan tidak lulus uji emisi, diharuskan merawat kendaraannya, dengan cara diservis secara berkala.

Sementara fungsi dari uji emisi ini, yakni untuk mengetahui efektivitas proses pembakaran bahan bakar pada mesin kendaraan, dengan cara menganalisa kandungan CO dan HC-nya, yang terjadi pada gas buang kendaraan. Adapun keuntungan yang didapat dari uji emisi ini, yakni dapat mengetahui kepastian akan kinerja mesin kendaraan dalam kondisi prima, menjaga korosi mesin, irit bahan bakar, tenaga mesin lebih optimal, serta dapat menurunkan emisi gas buang kendaraan, sehingga dapat mengantisipasi sekaligus mencegah pencemaran lingkungan, khususnya yang diakibatkan oleh gas buang kendaraan bermotor//

 
Jumat, 25 Oktober 2013
PEMKOT SUKABUMI SECARA GENCAR MELAKUKAN PENANAMAN POHON
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, senantiasa berupaya optimal dan secara gencar melakukan penanaman pohon di wilayah Kota Sukabumi. Adapun maksud dan tujuannya, seperti dijelaskan Walikota Sukabumi, H. Mohamad Muraz, S.H., M.M., untuk menciptakan kondisi wilayah Kota Sukabumi yang hijau, rindang dan indah, serta udara yang sejuk, segar dan sehat.

Selain itu, juga untuk mengantisipasi kondisi wilayah Kota Sukabumi ke depan. Sebab ke depan, pembangunan di wilayah Kota Sukabumi akan semakin tumbuh dan berkembang dengan pesat. Hal tersebut, menurut Walikota Sukabumi harus diimbangi dengan kondisi wilayah yang memadai. Sebab apabila tidak diimbangi, kondisi wilayah Kota Sukabumi ke depan akan menjadi gersang dan panas.

Walikota Sukabumi mengatakan, bukan hanya hewan dan tumbuhan saja yang membutuhkan manusia, tapi manusia juga membutuhkan hewan dan tumbuhan, atau flora dan fauna. Berkaitan dengan hal tersebut, Walikota Sukabumi menghimbau kepada segenap lapisan warga masyarakat Kota Sukabumi, agar senantiasa berupaya optimal dan secara gencar melakukan penanaman, sekaligus menjaga dan memelihara pohon di wilayah Kota Sukabumi, bersama-sama dengan Pemerintah Kota Sukabumi.

Sedangkan sasaran utama penanaman pohon ini, yakni di setiap pekarangan rumah dan lahan kosong, serta di kawasan bantaran sungai dan pinggiran jalan yang di wilayah Kota Sukabumi, tepatnya dari mulai pusat Kota Sukabumi hingga ke daerah pinggiran atau perbatasan Kota Sukabumi.

Dikatakannya, kegiatan menanam pohon ini, merupakan salah satu program Pemerintah Kota Sukabumi. Berkaitan dengan hal tersebut, segenap lapisan warga masyarakat Kota Sukabumi agar senantiasa mendukung dan membantu, sekaligus berpartisipasi menyukseskan program ini. Sebab program ini untuk kepentingan semua pihak, yakni pemerintah dan warga masyarakat, khususnya dalam menciptakan kondisi wilayah Kota Sukabumi yang hijau, rindang dan indah, serta udara yang sejuk, segar dan sehat.

 
Rabu, 23 Oktober 2013
PEMKOT SUKABUMI SUDAH BERI BANTUAN KEPADA KORBAN ANGIN PUTING BELIUNG
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, sudah memberi bantuan kepada 30 Kepala Keluarga (KK), yang rumahnya rusak akibat diterpa musibah Angin Puting Beliung, yang terjadi pada hari Jumat, 18 Oktober 2013, tepatnya di beberapa RW di wilayah Kelurahan Lembursitu, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi.

Dari 30 rumah yang rusak tersebut, terdapat 2 rumah yang luluh lantak rata dengan tanah. Sedangkan kerusakan terparah yang meimpa rumah warga masyarakat tersebut, yakni di wilayah RW 18 dan RW 21, yakni mencapai 27 rumah. Bahkan Wakil Walikota Sukabumi, H. Achmad Fahmi, S.Ag., M.M.Pd., terjun langsung membantu warga masyarakat, membersihkan puing-puing rumah yang luluh lantak rata dengan tanah, tepatnya di wilayah RW 18.

Walikota Sukabumi, H. Mohamad Muraz, S.H., M.M., sesaat setelah terjadinya musibah tersebut, langsung menginstruksikan kepada seluruh aparat instansi terkait, khususnya kepada aparat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, aparat wilayah Kecamatan Lembursitu dan Kelurahan Lembursitu, untuk segera membantu secara optimal kepada para korban musibah tersebut, baik berupa moril maupun materil, secara terpadu dengan aparat instansi terkait lainnya.

Berkaitan dengan hal tersebut, aparat BPBD Kota Sukabumi, bersama-sama aparat wilayah Kecamatan Lembursitu dan Kelurahan Lembursitu, serta aparat instansi terkait lainnya dan warga masyarakat setempat, langsung memberikan bantuan kepada para korban musibah tersebut, baik berupa moril maupun materil.

Adapun bantuan yang sudah diberikan oleh Pemerintah Kota Sukabumi kepada para korban musibah tersebut, menurut Kepala Unsur Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Drs. Hendra Resmanda, yakni berupa natura dan material atau bahan bangunan, serperti genting, asbes dan material lainnya yang dibutuhkan oleh warga masyarakat, untuk memperbaiki dan membangun kembali rumahnya yang rusak tersebut.

Dijelaskannya, bantuan tersebut diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Sukabumi Tahun 2013, khususnya Anggaran Tanggap Bencana. Untuk itu, Kepala Unsur Pelaksana BPBD Kota Sukabumi mengharapkan, dengan sudah diberikannya bantuan tersebut, dapat membantu sekaligus meringankan beban warga masyarakat, khususnya para korban musibah Angin Puting Beliung tersebut.

 
Kamis, 17 Oktober 2013
PEMKOT SUKABUMI SIAP IKUTI PORPEMDA JABAR KE IX TAHUN 2013
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, siap mengikuti Pekan Olahraga Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemerintah Daerah Kabupaten dan Kota se Jawa Barat (Porpemda Jabar) Ke IX Tahun 2013, baik secara fisik dan mental, maupun secara perlengkapan dan sebagainya. Porpemda tersebut, seperti dikatakan Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disporaparekraf) Kota Sukabumi, Drs. Ayep Supriatna, M.M., didampingi Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Disporaparekraf Kota Sukabumi, Drs. M. Yonan S, M.M., dijadualkan berlangsung selama 5 hari, tepatnya dari tanggal 21 sampai dengan 25 Oktober 2013 mendatang, bertempat di Kabupaten Cianjur.

Dijelaskannya, penetapan tempat berlangsungnya Porpemda tersebut, berdasarkan hasil Rapat Koordinasi (Rakor) Badan Pembina Olahraga Korps Pegawai Negeri (Bapor KORPRI) se Jawa Barat secara aklamasi, tepatnya pada tanggal 18 April 2013, yang diikuti oleh 26 Kabupaten dan Kota se Jawa Barat. Dijelaskan pula, hasil Rakor tersebut, ditindaklanjuti dengan Surat Keputusan (SK) Gubernur Jawa Barat, Nomor : 426/2452/Set.KORPRI, tentang Penetapan Tuan Rumah Porpemda Jabar Ke IX Tahun 2013.

Adapun Cabang Olah Raga (Cabor) yang dipertandingkan dalam ajang tersebut, seluruhnya berjumlah 12 Cabor. Antara lain, Cabor Bulutangkis, Bola Volli, Basket, Futsal, Tenis Meja, Tenis Lapangan, Golf, Senam SKJ 2012, Gerak Jalan, Catur, Billiard dan Cabor Tradisional Terompah Panjang. Sedangkan untuk Kota Sukabumi, dijadualkan mengikuti 8 Cabor, yang terdiri dari Cabor Bola Volli, Basket, Futsal, Tenis Meja, Catur, Gerak Jalan, Billiard dan Cabor Tradisional Terompah Panjang, melibatkan 73 PNS.

Kepala Disporaparekraf Kota Sukabumi dan Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Disporaparekraf Kota Sukabumi mengharapkan, seluruh Cabor yang diikuti oleh kontingen Porpemda Kota Sukabumi, dapat mengharumkan nama Kota Sukabumi, dengan meraih prestasi dan penghargaan yang membanggakan semua pihak, sebagai tolok ukur pembinaan kebugaran jasmani bagi PNS di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi.

Menyinggung target Kota Sukabumi dalam ajang tersebut, yakni masuk 4 atau 5 besar, karena pada Porpemda Jabar Ke VIII Tahun 2012 yang berlangsung di Kabupaten Kuningan, Kota Sukabumi masuk 6 besar. Sementara Cabor yang menjadi andalan Kota Sukabumi, dan senantiasa berhasil meraih medali, yakni Cabor Basket, Tenis Meja, Gerak Jalan dan Catur.

 
Selasa, 8 Oktober 2013
PEMKOT SUKABUMI SENANTIASA SELENGGARAKAN LOMBA POSYANDU
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPKB) Kota Sukabumi, Drs. H. Kostaman, M.M. menjelaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, senantiasa berupaya optimal menyelenggarakan Lomba Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), secara rutin setiap tahun, dari mulai Tingkat Kecamatan hingga Tingkat Kota Sukabumi.

Adapun penyelenggaraan Lomba Posyandu Tahun 2013, untuk Tingkat Kecamatan dilaksanakan dari bulan April sampai dengan Mei 2013, diikuti oleh 33 Kelurahan, serta Lomba Posyandu Tingkat Kota Sukabumi dilaksanakan pada bulan Juni 2013, diikuti oleh 7 Kecamatan.

Sedangkan juara pertama Lomba Posyandu Tingkat Kota Sukabumi Tahun 2013, yakni Posyandu Sakura Kecamatan Warudoyong, juara kedua Posyandu Flamboyan 7 Kecamatan Baros, dan juara ketiga Posyandu Alamanda 4 Kecamatan Lembursitu.

Dikatakannya, berhasilnya Posyandu Sakura Kecamatan Warudoyong meraih gelar juara pertama Lomba Posyandu Tingkat Kota Sukabumi Tahun 2013 ini, karena memiliki sejumlah keunggulan. Diantaranya terintegrasi secara baik dengan Pos Pendidikan Anak Usia Dini atau PAUD, Pos Pembinaan Terpadu atau Posbindu, Bina Keluarga Balita atau Balita, dan Bina Keluarga Lansia atau BKL.

Dikatakan pula, dengan berhasilnya Posyandu Sakura tersebut meraih gelar juara pertama Lomba Posyandu Tingkat Kota Sukabumi Tahun 2013 ini, berhak mengikuti Lomba Posyandu Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2013, yang penilaiannya sudah dilaksanakan pada tanggal 7 Oktober 2013. Diharapkannya, dengan memiliki sejumlah keunggulan tersebut, Posyandu tersebut dapat meraih gelar juara di Tingkat Provinsi Jawa Barat.

Sementara kebijakan Pemerintah Kota Sukabumi dalam program Posyandu, dianataranya membentuk Kelompok Kerja Operasional atau Pokjanal Posyandu Tingkat Kota Sukabumi, menyediakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah atau APBD Kota Sukabumi, untuk meningkatkan kualitas pelayanan Posyandu, termasuk untuk pelatihan dan pembinaan kader Posyandu, bantuan operasional Posyandu, peningkatan sarana dan prasarana Posyandu, serta menjalin kemitraan dengan dunia usaha melalui program Corporate Social Responsibility atau CSR.

Menyinggung kondisi eksisting tahun 2013, seperti diungkapkan Kepala BPMPKB Kota Sukabumi, antara lain jumlah Posyandu 447 unit, yang terdiri dari Strata Posyandu Mandiri 43 unit atau 9,61 persen, Strata Posyandu Purnama 127 unit atau 28.47 persen, Strata Posyandu Madya 190 unit atau 42,37 persen, dan Strata Posyandu Pratama 87 unit atau 19,50 persen. Selanjutnya jumlah Kader Posyandu 2 ribu 351 orang, dan jumlah kader yang pernah dilatih 1 ribu 607 orang. Kemudian jumlah Posbindu 185 unit, jumlah BKB 144 unit, jumlah Bina Keluarga Remaja atau BKR 88 unit, jumlah BKL106 unit, dan jumlah PAUD 158 unit.

 
Sabtu, 28 September 2013
PEMKOT SUKABUMI TAHUN 2013-2018 MENGEMBAN LIMA MISI
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Seperti dijelaskan Wakil Walikota Sukabumi, H. Achmad Fahmi, S.Ag., M.M.Pd., Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi Periode Tahun 2013-2018, sedikitnya mengemban lima misi. Adapun kelima misi tersebut, yakni Mewujudkan Reformasi Birokrasi, Menuju Sumber Daya Manusia (SDM) yang Beriman, Bertaqwa dan Berilmu; Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik, Bersih, Berwibawa, Jujur, Adil dan Profesional; Mendengar dan Melayani Masyarakat dengan Ikhlas; Mewujudkan Pelayanan Dasar yang Lebih Baik dan Berkualitas; Mendorong Pertumbuhan Ekonomi dan Daya Saing Daerah; serta Meningkatkan Keamanan, Ketertiban, Keindahan dan Kebersihan Kota.

Dijelaskan pula, kelima misi tersebut, akan dijabarkan dalam tujuan dan sasaran pembangunan, yang setiap tujuan dan sasarannya akan dicapai melalui program dan kegiatan pembangunan. Sedangkan untuk mengimplementasikan keutuhan tujuan dan sasarannya, diperlukan strategi pembangunan yang tepat, berdasarkan pada kondisi lingkungan internal dan eksternal, yang ada pada tahun awal perencanaan.

Wakil Walikota Sukabumi menandaskan, dengan memerhatikan kondisi tersebut, sekaligus mempertajam proses perencanaan politik melalui program-program pembangunan, ditetapkan hal-hal yang menjadi prioritas pembangunan, baik dengan kemampuan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Sukabumi, maupun pembiayaan lainnya, seperti APBD Provinsi Jawa Barat, serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Sementara prioritas program pembangunan yang akan dilaksanakan selama periode tahun 2013-2018, dimasukan dalam tujuh aspek atau kelompok program prioritas. Antara lain aspek agama dan sosial budaya; aspek reformasi birokrasi; aspek pemeliharaan dan pembangunan infrastruktur lingkungan hidup; aspek layanan pendidikan; aspek layanan kesehatan; aspek daya saing daerah ekonom, pemberdayaan koperasi, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan penanggulangan kemiskinan; serta aspek peningkatan dasar administrasi kependudukan.

 
Kamis, 26 September 2013
KEMENSOS BERI BANTUAN 3 UNIT KENDARAAN KEPADA PEMKOT SUKABUMI
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Untuk menunjang kelancaran dan keberhasilan dalam menangani berbagai bencana yang terjadi, Kementerian Sosial (Kemensos), baru-baru ini memberi bantuan 3 unit kendaraan tanggap bencana, berupa satu unit mobil dan dua unit sepeda motor. kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, untuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi.

Ke-3 unit kendaraan tanggap bencana tersebut, sudah diserah-terimakan secara resmi, dari Pemerintah Kota Sukabumi kepada BPBD Kota Sukabumi, yakni oleh Walikota Sukabumi, H. Mohamad Muraz, S.H., M.M., kepada Kepala BPBD Kota Sukabumi, Drs. Hendra Resmanda, tepatnya pada tanggal 24 September 2013, bertempat di Halaman Apel Setda Kota Sukabumi.

Dalam kesempatan tersebut, Walikota Sukabumi, H. Mohamad Muraz, S.H., M.M. mengharapkan, dengan adanya fasilitas kendaraan tanggap bencana ini, BPBD Kota Sukabumi dapat lebih sigap dan tanggap, dalam menjalankan tugas dan fungsinya, yakni dalam menangani berbagai bencana yang terjadi di wilayah Kota Sukabumi.

Selain itu, berbagai bencana yang terjadi di wilayah Kota Sukabumi, harus segera ditangani dengan baik dan cepat, secara terpadu oleh semua pihak instansi dan lembaga terkait, terutama pada musim kemarau yang terjadi saat ini. Karena dalam setiap musim kemarau, di berbagai daerah di Indonesia termasuk di Kota Sukabumi, sangat rawan terjadi bencana kebakaran.

Untuk itu, Walikota Sukabumi menghimbau kepada segenap lapisan warga masyarakat, khususnya kepada aparat instansi dan lembaga terkait, agar senantiasa waspada dan berhati-hati, sekaligus melakukan kesiapan dan kesigapan, serta pendeteksian sejak dini. Karena Kota Sukabumi merupakan kota padat, serta rawan terjadi kebakaran, yang sebagian besar diakibatkan oleh hubungan pendek arus listrik.

Dalam pada itu, Kepala BPBD Kota Sukabumi, Drs. Hendra Resmanda menjelaskan, dengan adanya bantuan 3 unit kendaraan tanggap bencana tersebut, dapat menunjang sekaligus meningkatkan kinerja BPBD Kota Sukabumi. khususnya dalam menangani, memantau dan mendeteksi bencana di wilayah Kota Sukabumi. Menyinggung bencana yang sering terjadi di wilayah Kota Sukabumi, menurut Kepala BPBD Kota Sukabumi, tidak jauh berbeda dengan yang sering terjadi di daerah-daerah lainnya di Indoensia, yakni bencana kebakaran, banjir dan tanah longsor.

 
Senin, 19 Agustus 2013
PEMKOT SUKABUMI PERINGATI HARI JADI KE-68 PROV JABAR TAHUN 2013
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

foto berita Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, memeringati Hari Jadi Ke-68 Provinsi Jawa Barat (Prov Jabar) Tahun 2013. Peringatan tersebut, dilakukan pada Apel Pagi Pegawai di lingkungan Setda Kota Sukabumi, termasuk pegawai Bappeda Kota Sukabumi, BKPP Kota Sukabumi, DPPKAD Kota Sukabumi, Kantor Komunikasi dan Informatika Kota Sukabumi, serta Kantor Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah Kota Sukabumi, hari Senin, 19 Agustus 2013, bertempat di Halaman Apel Setda Kota Sukabumi. Adapun yang betindak selaku Pembina Apel, Wakil Walikota Sukabumi, H. Achmad Fahmi, S.Ag., M.M.Pd., dan Pimpinan Apel, Kepala Bidang Sosial Budaya Bappeda Kota Sukabumi, Andy Berlian, S.T.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Walikota Sukabumi, H. Achmad Fahmi, S.Ag., M.M.Pd., menyerahkan Trophy dan Piagam Penghargaan Juara I Klaster III Pengelolaan Kepegawaian, dari Gubernur Jawa Barat, H. Ahmad Heryawan, kepada Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, Doktor H.M.N. Hanafie Zain, M.Si., yang diserahkan kembali kepada Kepala BKPP Kota Sukabumi, Drs. Suwarsa, M.Si.

Selain itu, Wakil Walikota Sukabumi, juga menyampaikan sambutan Gubernur Jawa Barat, diantaranya mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri Tahun 1434 Hijriyah, mohon maaf lahir dan batin, serta Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-68 Proklamasi Kemerdekaan RI Tahun 2013. Dikatakan pula, tema peringatan Hari Jadi Ke-68 Provinsi Jawa Barat Tahun 2013, tepatnya yang jatuh pada tanggal 19 Agustus 2013, yakni Jawa Barat Maju dan Sejahtera untuk Semua, melalui Peningkatan Kebersamaan dan Kerja Keras.

Dikatakan pula, tema tersebut mengandung makna memiliki sikap dan kondisi masyarakat yang produktif, berdaya saing tinggi dan mandiri, serta terampil dan inovatif, dengan tetap memerhatikan dan menjaga tatanan sosial masyarakat yang toleran, rasional, bijak dan adaptif terhadap dinamika perubahan, serta tetap berpegang pada nilai budaya dan kearifan lokal.

Disamping itu juga dijelaskan, peringatan Hari Jadi Ke-68 Provinsi Jawa Barat Tahun 2013 ini, pada hakekatnya merupakan bentuk rasa syukur terhadap perjalanan kemajuan pembangunan Provinsi Jawa Barat, tepatnya sejak tanggal 19 Agustus 1945 sampai dengan tanggal 19 Agustus 2013. Dijelaskan pula, momentum ini sekaligus sebagai apresiasi, bagi para pelaku pembangunan Jawa Barat, yang telah berprestasi dalam bidangnya masing-masing, sebagai bentuk kontribusi positif masyarakat Jawa Barat, yang memiliki keunggulan kuantitatif, komparatif dan kompetitif, serta cita-cita kedepan paling lambat tahun 2025, yakni terwujudnya Jawa Barat sebagai Provinsi termaju di Indonesia.

 
Jumat, 2 Agustus 2013
PEMKOT SUKABUMI SUDAH IMPLEMENTASIKAN KARTU SEHAT DAN KARTU CERDAS
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, sudah mengimplementasikan Kartu Sehat dan Kartu Cerdas. Maksud dan tujuannya, seperti dikatakan Walikota Sukabumi, H. Mohamad Muraz, S.H., M.M., sebagai salah satu upaya meningkatkan pelayanan kesehatan dan pendidikan kepada warga masyarakat, khususnya warga masyarakat miskin.

Dijelaskannya, khusus dalam bidang pendidikan, selain program retrival untuk menarik kembali siswa yang drop out, juga menghilangkan berbagai pungutan di seluruh jenjang persekolahan, khususnya pada saat registrasi atau daftar ulang. Walikota Sukabumi mengharapkan, dengan program tersebut, angka partisipasi murni usia sekolah. di setiap jenjang pendidikan di Kota Sukabumi, bisa mencapai 100 persen.

Selain itu, Walikota Sukabumi mengucapkan terima kasih kepada Pemerintahan Provinsi Jawa Barat, yang telah menyalurkan berbagai bantuan kepada Pemerintah Kota Sukabumi. Diantaranya bantuan keuangan untuk memperkuat Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Sukabumi, bantuan keagamaan, pendidikan, kesehatan dan sosial, serta bantuan langsung ke berbagai lembaga dan kelompok masyarakat. Adapun salah satu bantuan yang sangat membanggakan pemerintah dan warga masyarakat Kota Sukabumi, yakni bantuan pembangunan Masjid Agung Kota Sukabumi.

Menyinggung masalah atau kendala yang cukup berat dihadapi dan dirasakan oleh warga masyarakat Kota Sukabumi saat ini, menurut Walikota Sukabumi, yakni hambatan akses transportasi ke arah Ciawi Bogor dan sebaliknya, akibat padatnya kendaraan yang tidak sebanding dengan infrastruktur yang ada, sehingga terjadi inefisiensi dalam waktu tempuh dan keekonomian.

Ditandaskannya, Selain menjadi faktor hambatan di bidang perdagangan dan jasa, keadaan tersebut telah menutup akses wisatawan, yang sampai tahun 1990-an masih cukup banyak yang datang ke Kota Sukabumi dan Kabupaten Sukabumi. Untuk itu, Walikota Sukabumi mengharapkan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat, agar memprioritaskan pemecahan masalah tersebut, dalam kebijakan dan program pembangunan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

 
Selasa, 30 Juli 2013
PEMKOT SUKABUMI BERI BANTUAN KEPADA 3.762 LANSIA DAN 120 KUSIR DELMAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, memberi bantuan kepada 3.762 Lanjut Usia (Lansia) sebesar 188 juta 100 ribu rupiah atau masing-masing 50 ribu rupiah, dan 120 Kusir Delman sebesar 12 juta rupiah atau masing-masing 100 ribu rupiah, yang tersebar di 7 kecamatan dan 33 kelurahan se Kota Sukabumi. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis, oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Sukabumi, H. Deden Solehudin, S.Ag., M.M., kepada 33 aparat kelurahan, hari Selasa, 30 Juli 2013, di Ruangan Pertemuan Setda Kota Sukabumi, untuk diserahkan kembali kepada para Lansia dan Kusir Delman, yang ada di wilayahnya masing-masing.

Dalam kesempatan tersebut, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Sukabumi menjelaskan, pemberian bantuan tersebut dilakukan secara rutin setiap tahun sekali, tepatnya pada setiap bulan Ramadhan, sebagai wujud nyata kecintaan Pemerintah Kota Sukabumi kepada warga masyarakat, khususnya kepada para Lansia dan Kusir Delman. Selain itu, juga dalam rangka upaya mewujudkan dan meningkatkan kesalehan sosial, sekaligus mengatasi kerawanan sosial.

Hal tersebut sesuai dengan 4 pilar utama, yang senantiasa dilaksanakan oleh aparat Pemerintah Kota Sukabumi, khususnya dalam mewujudkan Kota Sukabumi yang maju, aman, tentram, tertib dan damaim, serta sehat dan sejahtera baik lahir maupun batin, yakni ilmunya para ulama, adilnya para pemimpin, dermawannya kaum aghnia, dan doanya kaum dhuafa. Diharapkannya, bantuan tersebut dapat membantu sekaligus meringankan beban para Lansia dan Kusir Delman, khususnya dalam menghadapi hari raya Idul Fitri Tahun 1434 Hijriyah.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Sukabumi, menghimbau kepada segenap aparat dan warga masyarakat Kota Sukabumi, agar senantiasa berupaya optimal mengantisipasi dan mengatasi berbagai ujian dan cobaan, selama melaksanakan ibadah puasa pada bulan Ramadhan 1434 Hijriyah, disertai keimanan dan ketaqwaan. serta kesabaran dan keikhlasan.

Dengan demikian, pada saat menjalankan ibadah puasa 10 hari pertama, yakni hari-hari yang penuh dengan barokah, 10 hari kedua, yakni hari-hari yang penuh dengan maghfiroh atau ampunan, serta 10 hari ketiga atau terakhir, yakni sebagai hari-hari itkum minanar atau terhindar dari siksa api neraka, dapat dilalui dengan baik dan berjalan lancar.

 
Senin, 29 Juli 2013
PEMKOT SUKABUMI BERI BANTUAN OPERASIONAL RW DAN RT SEBESAR RP. 988 JUTA
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, memberi bantuan operasional kepada 355 Ketua RW dan 1.550 Ketua RT Tahun 2013, sebesar Rp. 988 juta, atau masing-masing Ketua RW sebesar Rp. 600 ribu, dan masing-masing Ketua RT sebesar Rp. 500 ribu. Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Tapem) Setda Kota Sukabumi, Iskandar, S.IP., M.T. menjelaskan, bantuan operasional tersebut, diserahkan secara simbolis oleh Walikota Sukabumi, pada kegiatan silaturahim Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi, sekaligus menyampaikan berbagai informasi penyelenggaraan pemerintahan, serta bantuan operasional kepada Ketua RW dan Ketua RW.

Kegiatan yang dilaksanakan secara marathon ke setiap kecamatan se Kota Sukabumi ini, mengambil tema, Melalui Silaturahim Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi dengan Ketua RW dan RT, Kita Wujudkan Pemerintahan Rahmatan Lil Alamin. Adapun dasar pelaksanaan kegiatan ini, yakni Peraturan Daerah (Perda) Kota Sukabumi Nomor 20 Tahun 2012, Tentang Pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Sukabumi Tahun 2013, melalui kegiatan dialog dan audensi, dengan tokoh masyarakat, pimpinan dan anggota organisasi sosial dan kemasyarakatan, serta bantuan keuangan kepada Ketua RW dan RT Tahun Anggaran 2013.

Sedangkan maksud dan tujuannya, untuk memotivasi dan membantu kinerja Ketua RW dan RT, dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, disamping memberikan informasi kepada masyarakat, tentang penyelenggaraan pemerintahan. Selain itu, juga sebagai bentuk penghargaan, atas pengabdian para Ketua RW dan RT kepada Pemerintah Kota Sukabumi, sekaligus memberi dorongan kepada para Ketua RW dan RT, untuk senantiasa meningkatkan kinerja, sesuai dengan Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi), khususnya dalam melaksanakan proses penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan, sesuai dengan Visi Kota Sukabumi Tahun 2005-2025, serta Visi Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi Tahun 2013-2018.

Kepala Bagian Tapem Setda Kota Sukabumi menandaskan, sebagaimana diketahui bersama, bahwa partisipasi masyarakat melalui peranan RW dan RT, merupakan salah satu kunci keberhasilan, khususnya dalam pelaksanaan pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan di Kota Sukabumi, dalam rangka upaya menciptakan dan membantu pelaksanaan penyelenggaraan pemerintahan, baik di tingkat kelurahan maupun di tingkat kecamatan.

 
Minggu, 14 Juli 2013
PEMPROV JABAR BANTU PEMKOT SUKABUMI SEBESAR RP. 1,705 MILYAR
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar), memberi bantuan sarana keagamaan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi sebesar Rp. 1,705 milyar. Selanjutnya kepada Pemerintah Kota Depok sebesar Rp. 1,580 milyar, Pemerintah Kota Bogor sebesar Rp. 100 juta, Pemerintah Kabupaten Bogor sebesar Rp. 16,280 milyar, Pemerintah Kabupaten Sukabumi sebesar rp. 20,463 milyar, dan Pemerintah Kabupaten Cianjur sebesar Rp. 7,375 milyar.

Bantuan tersebut diserahkan Gubernur Jawa Barat, H. Ahmad Heryawan, pada kegiatan Tarawih Keliling (Tarling) Safari Ramadhan Tahun 1434 Hijriyah, beserta Walikota dan Bupati serta unsur Muspida se Wilayah I Jawa Barat, di Masjid Agung Balai Kota Depok, tepatnya pada hari Kamis malam, 11 Juli 2013.

Disamping itu, juga memberi bantuan hibah kendaraan bermotor roda dua sebanyak 50 unit Kawasaki KLX-150 kepada Kepolisian Daerah Metro Jaya, hibah 5 unit kendaraan bermotor roda dua KLX-150 dan 1 unit mobil ambulan kepada Pusat Persenjataan Infanteri (Pussenif) Komando Pendidikan dan Pelatihan (Kodiklat) TNI-AD, diawali Penandatanganan Berita Acara Hibah Kendaraan oleh Gubernur Jawa Barat, Kapolda Metro Jaya, dan Komandan Pussenif Kodiklat TNI-AD.

Dalam kesempatannya, Gubernur Jawa Barat menjelaskan, diberikannya bantuan sarana keagamaan tersebut, untuk membangun sekaligus meningkatkan kualitas umat beragama di Jawa Barat. Untuk itu, bantuan tersebut agar dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Sedangkan diberikannya bantuan hibah kendaraan roda dua dan roda empat tersebut, untuk membantu operasional aparat TNI dan Polri, khususnya dalam mengayomi dan melayani masyarakat. Selain itu, Gubernur Jawa Barat juga mengharapkan, aparat TNI dan Polri beserta jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat, agar bersama-sama aktif membangun masyarakat Jawa Barat, khususnya di daerah perbatasan antara Provinsi Jawa Barat dengan DKI Jakarta, seperti Depok dan Bekasi.

Sementara Walikota Sukabumi, H. Mohamad Muraz, S.H., M.M. menjelaskan, bantuan sarana keagamaan ini akan digunakan dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, diantaranya untuk memperbaiki dan membangun sarana keagamaan di Kota Sukabumi. Untuk itu, amanah bantuan yang diberikan Gubernur Jawa Barat ini akan segera disalurkan, dengan terlebih dahulu melihat sarana keagamaan yang dibutuhkan di Kota Sukabumi.

 
Senin, 8 Juli 2013
SARANA TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI MILIK PEMKOT SUKABUMI
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, Doktor H.M.N. Hanafie Zain, M.Si. menandaskan, berbagai sarana teknologi informasi dan komunikasi milik Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, seperti Radio Siaran Pemerintah Daerah (RSPD) FM Kota Sukabumi, Situs Resmi Pemerintah Kota Sukabumi, dan Majalah Bulanan Berita Kota Sukabumi, dapat dimanfaatkan dan dijadikan media, untuk memberikan informasi kepada masyarakat luas.

Untuk itu, Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, mengharapkan kepada seluruh Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, untuk senantiasa menjalin kerja sama, dengan Kantor Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Sukabumi, sebagai pengelola sarana teknologi informasi dan komunikasi milik Pemerintah Kota Sukabumi tersebut.

Dengan demikian, berbagai sarana teknologi informasi dan komunikasi milik Pemerintah Kota Sukabumi tersebut, dapat dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh PPID di setiap OPD di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, khususnya dalam memberikan informasi kepada masyarakat luas. Karena sarana teknologi informasi dan komunikasi milik Pemerintah Kota Sukabumi tersebut, sangat mudah diakses oleh masyarakat luas, baik di dalam maupun di luar negeri.

Sekretaris Daerah Kota Sukabumi juga mengharapkan, seluruh PPID di setiap OPD di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, agar senantiasa berupaya optimal memahami sekaligus melaksanakan Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik. Dengan demikian, seluruh PPID di setiap OPD di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, dapat mengetahui jenis-jenis informasi yang dikecualikan, sesuai dengan Pasal 17 Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik. Sebab mengenai Pasal 17 Undang-Undang tersebut, hingga saat ini masih terjadi perbedaan pendapat dan pemahaman di masyarakat, sehingga dalam pelaksanaanya banyak terjadi kasus sengketa informasi. Untuk itu, uji konsekuensi terhadap informasi yang dikecualikan, harus dilaksanakan secara bersama-sama, supaya seluruh PPID di setiap OPD di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, memiliki pemahaman yang sama, tentang jenis-jenis informasi yang dikecualikan.

 
Senin, 17 Juni 2013
PEMKOT SUKABUMI DAN APEKSI SELENGGARAKAN PENANDATANGANAN MOU
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi dan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), menyelenggarakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau Nota Kesepahaman, Tentang Pelaksanaan Program Perumusan dan Pengintegrasian Strategi Ketahanan Kota Terhadap Dampak Perubahan Iklim. Penandatanganan MoU tersebut, dilakukan Walikota Sukabumi, H. Mohamad Muraz, S.H., M.M., dan Direktur Eksekutif APEKSI, Dr. Sarimun Hadisaputra, M.Si., pada Upacara Pengibaran Bendera Hari Kesadaran Nasional, hari Senin, 17 Juni 2013, bertempat di Halaman Apel Setda Kota Sukabumi, yang dirangkai dengan Upacara Peringatan Hari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Ke-63, Hari Lingkungan Hidup Se Dunia Tingkat Kota Sukabumi Tahun 2013, dan Pelepasan Kontingen Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Sukabumi, yang akan mengikuti Temu Karya Relawan PMI Ke-5 Tingkat Nasional Tahun 2013, di Bendungan Selorejo, Ngantang, Malang, Jawa Timur.

Selain itu, Walikota Sukabumi juga menyerahkan Piagam Penghargaan, Tropy, Tabungan dan Uang Kadeudeuh, kepada juara 1, 2 dan 3 Dokter Kecil (Dokcil) Putera dan Puteri, juara 1, 2 dan 3 Kader Kesehatan Remaja (KKR) Tingkat SMP dan SMA, serta juara umum Jambore Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) Tingkat Kota Sukabumi Tahun 2013, Kecamatan Citamiang.

Adapun yang bertindak selaku Inspektur Upacara, Walikota Sukabumi, H. Mohamad Muraz, S.H., M.M., Perwira Upacara, Kasubbag TU Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kota Sukabumi, Dede Kamaludin, S.H., M.H., Komandan Upacara, Kasi Pengendalian Ketenteraman dan Ketertiban (Daltrantib) Satpol PP Kota Sukabumi, Unang, Pengibar Bendera Merah Putih, Deri Darussalam, Fajar Afriawan dan Irya Suryanagara. Selanjutnya Pembaca Naskah Pancasila, Inspektur Upacara, Pembaca Naskah Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, Hendry Dwi Hikmawan, S.T., Pembaca Teks Panca Prasetya Korpri, May Widyastutie, S.T., dan Pembaca Panca Wira Satya Polisi Pamong Praja, Fitris Ismanto, S.E., serta Korsik, Marching Band Gema Swara Korpri Kota Sukabumi.

Hadir dalam kesempatan tersebut, unsur Pimpinan dan Anggota DPRD, Wakil Walikota Sukabumi, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD), Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, para Asisten dan Staf Ahli, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Instansi Vertikal, para Camat dan Lurah, Ketua dan Wakil Ketua TP PKK, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP), Ketua Organisasi Pemuda dan Kemasyarakatan, serta Insan Pers dan undangan lainnya.

Usai Upacara, Walikota Sukabumi beserta unsur Pimpinan dan Anggota DPRD, Wakil Walikota Sukabumi, unsur FKPD, Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, Ketua dan Wakil Ketua TP PKK, serta Ketua DWP dan undangan lainnya, melakukan peninjauan pelaksanaan Uji Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor, yang diselenggarakan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sukabumi, bertempat di Jalan R. Syamsudin, S.H., depan Balai Kota Sukabumi.

 
Senin, 10 Juni 2013
PEMKOT SUKABUMI SELENGGARAKAN PERINGATAN ISRO MIRAJ 1434 HIJRIYAH
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, hari Senin, 10 Juni 2013, bertempat di Halaman Apel Setda Kota Sukabumi, menyelenggarakan peringatan Isro Miraj Nabi Muhammad Tahun 1434 Hijriyah. Sedangkan hikmah Isro Miraj, disampaikan oleh Pimpinan Pondok Pesantren Ibadurrahman Tegal Lega Kota Sukabumi, K.H. Fatullah Mansyur, Lc., dan pembaca Wahyu Illahi, H. Sofyan Sauri.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Walikota Sukabumi, Pimpinan dan Anggota DPRD, unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD), Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, para Asisten dan Staf Ahli, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Instansi Vertikal, para Camat dan Lurah, Ketua TP PKK, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP), para Kepala Sekolah, Guru dan Siswa, serta undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Wakil Walikota Sukabumi, H. Achmad Fahmi, S.Ag., M.M.Pd. menjelaskan, apabila mencermati fenomena yang berkembang saat ini, semua pihak tentu akan merasa prihatin. Cita-cita nasional sebagaimana yang tertuang dalam amanat Undang-Undang Dasar 1945, antara lain untuk terwujudnya masyarakat Indonesia yang sehat, cerdas dan sejahtera, belum dapat tercapai dengan baik, bahkan masih menjadi harapan sebagian warga masyarakat. Sebab kemakmuran yang ada saat ini, belum dapat memberikan keadilan, karena ada disparitas antara yang kaya dengan yang miskin. Selain itu, lingkaran kemiskinan yang berkorelasi dengan pendidikan dan kesehatan, juga belum bisa diputus dengan baik.

Wakil Walikota Sukabumi mengatakan, sesungguhnya tidak ada yang kurang dari bangsa Indonesia, yakni dengan tanah air yang subur dan kekayaan alam yang melimpah, baik di darat maupun di laut, serta banyak bangsa Indonesia yang memiliki kecerdasan intelektual tinggi. Dengan demikian, apa yang kurang dari bangsa Indonesia. Namun pada kenyataannya, hampir dalam berbagai aspek, bangsa Indonesia jauh tertinggal dari bangsa-bangsa lainnya. Dikatakan pula, dengan jumlah penduduk Indonesia mayoritas beragama Islam, keprihatinan tersebut harus dijawab oleh umat Islam.

Sementara Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Sukabumi, H. Deden Solehudin, S.Ag., M.M., selaku Ketua Patinia Penyelenggara mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak, atas partisipasi dan kerjasamanya, khususnya kepada Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi, atas dukungannya, baik berupa moril maupun materil. Dengan demikian, acara peringatan Isro Miraj Nabi Muhammad Tahun 1434 Hijriyah ini, dapat terselenggara dengan baik. Diharapkannya, berbagai dukungan yang diberikan, baik berupa moril maupun materil, mendapat pahala yang berlipat ganda dari Allah Aza Wa Zalla.

Peringatan Isro Miraj Nabi Muhammad Tahun 1434 Hijriyah ini, mengambil tema, Dengan Hikmah Isro Miraj Nabi Muhammad, Kita Tingkatkan Keimanan dan Ketaqwaan, Dalam Mewujudkan Pemerintahan yang Rahmatan Lil Alamin. Adapun maksud dan tujuannya, untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan, di kalangan birokrasi dan warga masyarakat Kota Sukabumi.

 
Jumat, 7 Juni 2013
PEMKOT SUKABUMI AKAN DUKUNG PELAKSANAAN BERBAGAI BIDANG PEMBANGUNAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Walikota Sukabumi, H. Muhamad Muraz, S.H., M.M. menandaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, akan senantiasa berupaya optimal mendukung pelaksanaan berbagai bidang pembangunan, yang dilaksanakan di wilayah Kota Sukabumi, selama pembangunan tersebut memenuhi persyaratan dan prosedur, yang ditetapkan oleh Pemerintah Kota Sukabumi.

Untuk itu, Pemerintah Kota Sukabumi, akan senantiasa berupaya optimal mengawasi berbagai bidang pembangunan, yang dilaksanakan di wilayah Kota Sukabumi, khususnya yang berkaitan dengan berbagai persyaratan yang harus dipenuhi, termasuk persyaratan harus memiliki Ruang Terbuka Hijau (RTH), yakni sebanyak 20 persen dari luas setiap kawasan pembangunan.

Karena keberadaan RTH tersebut, sangat positif dan besar manfaatnya, baik bagi pemerintah maupun bagi warga masyarakat dan alam di sekitarnya. Yakni selain dapat menyerap air, juga dapat menciptakan lingkungan yang hijau dan rindang, sehat, segar dan nyaman, serta dapat terhindar dari polusi udara dan pemanasan global.

Berkaitan dengan hal tersebut, keberadaan RTH tersebut, akan senantiasa digalakan, sekaligus ditingkatkan dan dikembangkan. Yakni selain di setiap kawasan pembangunan, juga di tempat-tempat lainnya, termasuk di sekitar kawasan Lapangan Merdeka Kota Sukabumi. Karena hingga saat ini, masih banyak warga masyarakat, yang belum mengetahui dan tidak peduli akan pentingnya RTH, baik bagi pemerintah maupun bagi warga masyarakat dan alam di sekitarnya.

Menyinggung kualitas permukiman di wilayah perkotaan, seperti dikatakan Walikota Sukabumi, dapat dilihat dari kemacetan arus lalu lintas yang semakin parah, berkembangnya kawasan kumuh yang rentan bencana banjir dan tanah longsor, serta semakin tidak adanya ruang terbuka atau open space, untuk kenyamanan dan kesehatan warga masyarakat.

 
Jumat, 7 Juni 2013
PEMKOT SUKABUMI AKAN PERLUAS BANGUNAN RSUD R. SYAMSUDIN, S.H.
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, menurut rencana akan memperluas bangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R. Syamsudin, S.H. Kota Sukabumi. Maksud dan tujuannya, untuk meningkatkan daya tampung rumah sakit tersebut, khususnya bagi warga masyarakat yang dirawat di Ruangan Kelas III rumah sakit tersebut.

Walikota Sukabumi, H. Muhamad Muraz, S.H., M.M. menandaskan, akan dilaksanakannya perluasan terhadap bangunan RSUD R. Syamsudin, S.H. ini, karena sering terjadi penumpukan pasien yang dirawat di rumah sakit tersebut, khususnya di Ruangan Kelas III.

Sedangkan untuk menunjang kelancaran dan keberhasilan perluasan terhadap bangunan rumah sakit tersebut, Pemerintah Kota Sukabumi sudah menyiapkan anggaran sebesar 2,6 milyar rupiah. Adapun rencana perluasan bangunan rumah sakit tersebut, akan dilakukan pada lahan dan bangunan Paviliun Korpri, yang lokasinya bersebelahan dengan rumah sakit tersebut.

Dikatakannya, perluasan terhadap bangunan rumah sakit tersebut, khusus untuk para pasien yang dirawat di Ruangan Kelas III. Dikatakan pula, perluasan bangunan rumah sakit tersebut, akan dilakukan dengan cara bertingkat. Maksud dan tujuannya, selain akan lebih luas, juga dapat mempermudah para dokter dan perawat, dalam memberikan pelayanan kepada para pasien.

Walikota Sukabumi menjelaskan, sering terjadinya penumpukan pasien yang dirawat di rumah sakit tersebut, khususnya di Ruangan Kelas III, karena warga masyarakat lebih memilih dirawat di rumah sakit, dari pada dirawat di Puskesmas. Padahal sejumlah Puskesmas di Kota Sukabumi, sudah dilengkapi dengan fasilitas pelayanan rawat inap.

Dijelaskan pula, selain akan memperluas bangunan RSUD R. Syamsudin, S.H., Pemerintah Kota Sukabumi, dalam waktu dekat ini akan mendata warga masyarakat yang tidak mampu, untuk mendapatkan Jaminan Pelayanan Kesehatan Kartu Sehat (JPKKS), sebagai pengganti Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Kota Sukabumi (JPKKS) dan Kartu Sehat (KS). Berkaitan dengan hal tersebut, Walikota Sukabumi sudah menginstruksikan kepada seluruh Camat, Lurah, RW dan RT se Kota Sukabumi, untuk melakukan pendataan terhadap warga masyarakat yang tidak mampu secara detail, di wilayahnya masing-masing.

 
Senin, 27 Mei 2013
PEMKOT SUKABUMI AKAN PANGGIL SEJUMLAH KEPALA SEKOLAH
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, dalam waktu dekat ini akan memanggil sejumlah kepala sekolah, dari mulai tingkat SMP hingga SMA dan SMK. Adapun maksud dan tujuannya, seperti dijelaskan Wakil Walikota Sukabumi, H. Achmad Fahmi, S.Ag., M.M.Pd., guna mengantisipasi terjadinya aksi tawuran pelajar, termasuk berbagai penyimpangan dan perbuatan negatif lainnya, yang dilakukan oleh sejumlah pelajar, baik pelajar SMP maupun SMA dan SMK.

Karena berbagai permasalahan tersebut, harus segera diantisipasi secara optimal oleh semua pihak, khususnya oleh pihak pemerintah, sekolah dan instansi terkait lainnya. Maksud dan tujuannya, untuk menciptakan generasi muda yang unggul secara akademik, serta saleh secara kepribadian, disertai keimanan dan ketaqwaan.

Hal tersebut sesuai dengan Visi Pembangunan Kota Sukabumi Tahun 2005-2025, yakni Terwujudnya Kota Sukabumi, Sebagai Pusat Pelayanan Berkualitas Bidang Pendidikan, Kesehatan dan Perdagangan di Jawa Barat, Berlandaskan Iman dan Taqwa. Selain itu, juga Visi Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi tahun 2013-2018, yakni Dengan Iman dan Taqwa, Mewujudkan Pemerintahan Yang Rahmatan Lil alamin.

Dijelaskan pula, disamping untuk mengantisipasi terjadinya aksi tawuran pelajar, termasuk berbagai penyimpangan dan perbuatan negatif lainnya yang dilakukan oleh sejumlah pelajar tersebut, juga untuk mengetahui secara pasti, tentang upaya pengawasan dan peningkatan disiplin terhadap para pelajar, khususnya dalam melakukan proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolahnya masing-masing.

Wakil Walikota Sukabumi mengungkapkan, berdasarkan informasi dan hasil pemantauan yang dilakukan pihaknya selama ini, sering menemukan pelajar yang berkeliaran di tempat-tempat keramaian, termasuk di Lapangan Merdeka pada pagi hari. Hal tersebut tentunya menimbulkan berbagai pertanyaan dan kecurigaan dari berbagai pihak. Apakah pelajar tersebut sudah pulang dari sekolah, atau sengaja bolos tidak masuk sekolah. Karena pada jam tersebut, seluruh pelajar seharusnya mengikuti KBM di sekolahnya masing-masing, hingga siang bahkan sore hari. Ditandaskannya, dengan tidak mengikutinya KBM di sekolahnya masing-masing, pelajar tersebut bisa saja melakukan berbagai penyimpangan dan perbuatan negatif, termasuk melakukan tawuran.

 
Jumat, 3 Mei 2013
PEMKOT SUKABUMI DAPAT BANTUAN 2 UNIT KENDARAAN OPERASIONAL
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, mendapat bantuan 2 unit kendaraan operasional roda empat, antara lain dari Kementerian Sosial (Kemensos), yakni mobil rescue untuk Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Sukabumi, dan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra), yakni mobil ambulance untuk Masjid Agung Kota Sukabumi. Adapun berita acara penerimaan bantuan 2 unit kendaraan tersebut, ditandatangi langsung oleh Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., bertempat di Halaman Apel Setda Kota Sukabumi, hari Jumat, 3 Mei 2013, setelah apel pagi pegawai.

Dalam kesempatannya, Walikota Sukabumi menjelaskan, mobil rescue bantuan dari Kemensos tersebut, untuk dimanfaatkan Dinsosnakertrans Kota Sukabumi, yakni untuk menjangkau lokasi kejadian bencana alam, khususnya di Kota Sukabumi. Dengan demikian, penanganan bencana alam di Kota Sukabumi, bisa lebih cepat dilakukan. Sedangkan mobil ambulance bantuan dari Menko Kesra, untuk pelayanan kesehatan masyarakat di Masjid Agung Kota Sukabumi. Diharapkannya, dengan adanya bantuan 2 unit kendaraan tersebut, dapat memberikan manfaat yang lebih baik, khususnya bagi aparat dan masyarakat Kota Sukabumi.

Walikota Sukabumi juga menjelaskan, Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Pemerintah Kota Sukabumi, dalam setiap tahunnya senantiasa memerhatikan dan pro terhadap pertumbuhan ekonomi dan investasi pada pengembangan lapangan pekerjaan, termasuk pada sisi sosial masyarakat. Maksud dan tujuannya, supaya tidak ada lagi warga masyarakat Kota Sukabumi, yang tidak bisa berobat dan makan. Intinya, KUA Pemerintah Kota Sukabumi ini, senantiasa memerhatikan dan pro terhadap tujuan pelayanan berkualitas, khususnya dalam bidang pendidikan, kesehatan dan perdagangan.

Menyinggung peresmian penggunaan Masjid Agung Kota Sukabumi, seperti dijelaskan Walikota Sukabumi, menurut rencana akan dilaksanakan pada tanggal 10 Mei 2013. Dikatakannya, peresmian penggunaan Masjid Agung tersebut, akan dilakukan oleh Gubernur Jawa Barat. Untuk itu, Walikota Sukabumi mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Jawa Barat, unsur Muspida dan berbagai elemen masyarakat Kota Sukabumi, yang telah membantu dalam pembangunan Masjid Agung Kota Sukabumi, untuk digunakan dan dijadikan wahana kegiatan vertikal dengan Allah Aza Wa Zalla, kegiatan horizontal dengan sesama umat manusia, dan kegiatan diagonal dengan alam sekitar.

 
Selasa, 23 April 2013
PEMKOT SUKABUMI ALOKASIKAN RP. 2 MILYAR UNTUK PENANGGULANGAN BENCANA
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, dalam tahun 2013 mengalokasikan dana sebesar Rp. 2 milyar, untuk biaya penanggulangan bencana di Kota Sukabumi. Kepala Unsur Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, Drs. Hendra Resmanda menjelaskan, jumlah dana tersebut, untuk biaya program dan persiapan, operasional, penanggulangan bencana, dan Pemadam Kebakaran. Selain itu, pihak BPBD Kota Sukabumi, juga mendapat alokasi dana dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, untuk biaya penanggulangan bencana darurat di Kota Sukabumi. Sedangkan besaran dana tersebut, akan disesuaikan dengan laporan kejadian bencana di Kota Sukabumi.

Kepala Unsur Pelaksana BPBD Kota Sukabumi menandaskan, alakosasi dana untuk biaya penanggulangan bencana tahun 2013 ini dinilai cukup besar, apabila dibandingkan dengan alokasi dana pada tahun 2012. Karena alakosasi dana untuk biaya penanggulangan bencana pada tahun 2012, nilainya sangat kecil atau sedikit. Adapun yang menjadi penyebab dan alasannya, karena pada tahun 2012 BPBD Kota Sukabumi baru dibentuk. Berkaitan dengan hal tersebut, anggaran kebutuhan untuk biaya penanggulangan bencana ini belum masuk ke pemerintah. Namun untuk tahun 2013 sudah masuk ke pemerintah, baik ke Pemerintah Kota Sukabumi dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, maupun ke Pemerintah Pusat. Disamping itu, apabila terjadi kekurangan anggaran pun, BPBD Kota Sukabumi bisa memanfaatkan atau menggunakan biaya belanja tidak terduga.

Menyinggung kejadian bencana di Kota Sukabumi, khususnya pada periode bulan Januari sampai dengan Maret 2013, diantaranya bencana banjir sudah terjadi di sejumlah daerah di Kota Sukabumi. Diantaranya di Kecamatan Cikole, Kecamatan Gunungpuyuh, dan Kecamatan Warudoyong, serta di sejumlah daerah lainnya. Sedangkan potensi terjadinya bencana di Kota Sukabumi sangat beragam, diantaranya bencana banjir, tanah longsor, rumah roboh dan sebagainya.

Untuk itu, Kepala Unsur Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, menghimbau kepada segenap lapisan warga masyarakat Kota Sukabumi, agar senantiasa waspada dan berhati-hati, sekaligus berpartisipasi aktif untuk melihat dan melaporkan kondisi daerahnya masing-masing, khususnya yang terkena musibah dan yang berpotensi terjadinya bencana kepada pihak BPBD Kota Sukabumi, atau kepada pengurus RT dan RW, aparat Kelurahan dan Kecamatan masing-masing, atau kepada instansi dan lembaga terkait lainnya, untuk ditindaklajuti dan ditangani secara terpadu, oleh aparat pemerintah dan warga masyarakat.

 
Minggu, 21 April 2013
PEMKOT SUKABUMI SENANTIASA OPTIMAL DORONG SELURUH PEGAWAI
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, senantiasa berupaya optimal mendorong seluruh pegawai yang ada di setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), untuk senantiasa mengembangkan berbagai inovasi dalam melakukan pekerjaan. Maksud dan tujuannya, supaya tidak terkesan hanya sekedar melaksanakan tugas yang bersifat rutinitas saja.

Selain itu, menurut Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, Doktor H.M.N. Hanafie Zain, M.Si., juga harus senantiasa mencermati aspek akuntabilitas kinerja. Yakni selain harus mampu memberikan pelayanan berkualitas sebagaimana yang diharapkan oleh warga masyarakat, juga harus senantiasa berupaya optimal meraih berbagai prestasi kerja. Untuk mewujudkan hal tersebut, seluruh SKPD yang ada di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, sudah saatnya memikirkan berbagai kegiatan best practice, khususnya yang memiliki dampak terhadap citra SKPD dan Pemerintah Kota Sukabumi, sekaligus bermanfaat bagi warga masyarakat.

Yang tidak kalah penting, seperti dikatakan Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, seluruh pegawai yang ada di setiap SKPD, harus senantiasa berupaya optimal meningkatkan tanggungjawab, khususnya dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada segenap lapisan warga masyarakat. Sebab hal tersebut merupakan indikator penentu penilaian dari warga masyarakat, terhadap baik dan buruknya citra setiap SKPD. Karena setiap SKPD atau unit kerja, dinilai berhasil apabila mampu melaksanakan tanggungjawabnya, yang sedikitnya berkaitan dengan lima katagori penilaian. Antara lain, mampu melaksanakan visi dan misi, termasuk tugas pokok, fungsi dan kewenangannya dengan sebaik-baiknya, serta senantiasa mampu meningkatkan kualitas kinerja dan pelayanan publik. Selanjutnya mampu meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan dana, Sumber Daya Manusia (SDM), peralatan dan kelengkapan kerja, serta berbagai sumber daya lainnya, berhasil membangun budaya malu dan bersih, sehingga dapat mencegah terjadinya Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) di lingkungan kerjanya, serta mampu mengembangkan budaya kompetitif pada era global yang keras dan penuh persaingan, seperti kreativitas, produktivitas tinggi, dan profesionalisme yang matang, disertai peningkatan daya saing individual.

Berkaitan dengan hal tersebut, Sekretaris Daerah Kota Sukabumi berharap kepada seluruh pegawai, khususnya di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, agar senantiasa merespon dan merealisasikan berbagai keluhan dan aspirasi warga masyarakat, serta dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada segenap warga masyarakat. Disamping itu, juga dapat mendorong terhadap terciptanya manajemen kepemerintahan yang modern, bersih dan akuntabel, gemar untuk senantiasa berprestasi, memiliki dedikasi yang tinggi dan loyalitas yang handal, serta bersih dari KKN.

 
Kamis, 4 April 2013
PEMKOT SUKABUMI SELENGGARAKAN SOSIALISASI PERMASALAHAN HUKUM
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, menyelenggarakan sosialisasi permasalahan hukum, bagi aparat di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi. Maksud dan tujuannya, untuk memberikan sekaligus meningkatkan pemahaman dan menyamakan persepsi, khususnya dalam melaksanakan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008, Tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP), dan Aspek Pidana Khusus dalam Pengelolaan Administrasi Keuangan Negara.

Demikian dijelaskan Kepala Bagian Hukum Setda Kota Sukabumi, Een Rukmini, S.H., saat menyampaikan laporan pelaksanaan sosialisasi permasalahan hukum, terkait KIP dan Aspek Pidana Khusus dalam Pengelolaan Administrasi Keuangan Negara, hari Kamis, 4 April 2013, di Operation Room Setda Kota Sukabumi.

Dijelaskan pula, sosialisasi tersebut diikuti oleh seluruh pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, sebagai atasan langsung Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID), Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) TK-SD, Kepala SMP, SMA dan SMK Negeri, serta Kepala Puskesmas se Kota Sukabumi.

Adapun materi yang disampaikan dalam sosialisasi tersebut, antara lain tentang KIP, Sengketa Informasi, Tips Pemilahan Informasi, serta Aspek Pidana Khusus dalam Pengelolaan Administrasi Keuangan Negara. Sedangkan nara sumber yang memberikan materi tersebut, diantaranya Komisioner dari Komisi Informasi Provinsi Jawa Barat, Doktor Mahi M. Hikmat, M.Si., Kepala Seksi Intel Kejaksaan Negeri Sukabumi, Suparman, S.H., M.H., dan Tim Pemberi Bantuan Hukum Pemerintah Kota Sukabumi.

Kepala Bagian Hukum Setda Kota Sukabumi mengharapkan, dengan dilaksanakannya sosialisasi tersebut, dapat meningkatkan pemahaman dan menyamakan persepsi, khususnya bagi aparat di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, dalam melaksanakan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 Tentang KIP, dan Aspek Pidana Khusus dalam Pengelolaan Administrasi Keuangan Negara.

 
Rabu, 3 April 2013
PEMKOT SUKABUMI SECARA RUTIN SELENGGARAKAN PENYULUHAN HUKUM
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, senantiasa berupaya optimal dan secara rutin menyelenggarakan penyuluhan hukum, serta sosialisasi produk hukum pusat dan daerah, kepada segenap lapisan warga masyarakat Kota Sukabumi. Adapun penyuluhan hukum serta sosialisasi produk hukum pusat dan daerah tersebut, terutama yang belum lama ini dilaksanakan, menurut Kasubag Dokumentasi dan Informasi Hukum Bagian Hukum Setda Kota Sukabumi, Nenden Eviyanti, S.H., yakni pada tanggal 27 Maret 2013, bertempat di Operation Room Setda Kota Sukabumi.

Dijelaskannya, penyuluhan hukum serta sosialisasi produk hukum pusat dan daerah tersebut, dibuka secara resmi oleh Asisten Pemerintahan Setda Kota Sukabumi, Hardi Harpan, Sm.Hk., serta diikuti oleh aparat dan warga masyarakat, yang terdiri dari aparat wilayah kecamatan dan kelurahan, para Ketua RW dan RT, jajaran pengurus LPM dan PKK, serta Tokoh Masyarakat, Alim Ulama dan Pemuda, perwakilan dari 33 kelurahan, yang tersebar di 7 wilayah kecamatan se Kota Sukabumi.

Adapun tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut, yakni Melalui Penyuluhan Hukum serta Sosialisasi Produk Hukum Pusat dan Daerah, Kita Tingkatkan Pemahaman dan Kesadaran Hukum Aparat dan Masyarakat Kota Sukabumi. Sedangkan nara sumber yang memberikan materi dalam penyuluhan hukum serta sosialisasi produk hukum pusat dan daerah tersebut, antara lain Kepala Bagian Hukum Setda Kota Sukabumi, Een Rukmini, S.H., menyampaikan materi Peraturan Daerah (Perda) Kota Sukabumi Nomor 13 Tahun 2012, Tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah, serta Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Dinas Pengelolaan Persampahan, Pertamanan dan Pemakaman (DP-4) Kota Sukabumi, Andang Cahyadi, ST., MKM., menyampaikan materi Perda Kota Sukabumi Nomor 20 Tahun 2011, Tentang Retribusi Pelayanan Persampahan dan Kebersihan.

Selanjutnya dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Sukabumi, menyampaikan materi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960, Tentang Undang-Undang Pokok Agraria, dan Kebijakan Proses Pensertifikatan Tanah di BPN Kota Sukabumi, Kasat Narkoba Polres Sukabumi Kota, AKP Supeno, menyampaikan materi tentang Penanggulangan dan Pemberantasan Penyalahgunaan Narkoba, serta Wakil Ketua Bidang Penanggulangan dan Informasi Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Sukabumi, Kompol Sumarta Setiadi, S.H., M.H., menyampaikan materi Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004, Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

 
Minggu, 31 Maret 2013
PEMKOT SUKABUMI BERUPAYA OPTIMAL LAKSANAKAN TUGAS
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, senantiasa berupaya optimal melaksanakan tugas, berdasarkan tolak ukur yang tercantum dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD). Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si. mengungkapkan, tolak ukur tersebut berisi pelaksanaan urusan desentralisasi, yang terdiri dari urusan wajib dan urusan pilihan, serta tugas umum pemerintahan dan tugas pembantuan, termasuk hambatan dan permasalahan yang dihadapi, serta mencari solusi terbaik dalam melakukan upaya pemecahannya.

Sedangkan implementasi tugas tersebut, intinya mengarah pada upaya peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), sebagaimana yang dijabarkan dalam visi dan misi Kota Sukabumi, dengan menyinergikan 6 urusan pusat dan 16 urusan wajib daerah, serta menyelaraskan dengan visi dan misi Pemerintah Kota Sukabumi, sebagaimana yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Sukabumi.

Sementara untuk mencapai hasil yang optimal dalam melaksanakan berbagai bidang pembangunan, Pemerintah Kota Sukabumi senantiasa berpedoman pada asas umum penyelenggaraan negara, sebagaimana yang diamanatkan pada Pasal 20 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004, yang terdiri dari asas kepastian hukum, tertib penyelenggaraan negara, kepentingan umum, keterbukaan, proporsionalitas, profesionalisme, akuntabilitas, efisiensi, dan efektivitas.

Walikota Sukabumi mengharapkan, dengan berdasarkan pada asas-asas tersebut, penyelenggaraan Otonomi Daerah (Otda) dapat mengarah pada peningkatan kesejahteraan warga masyarakat, dengan senantiasa memerhatikan kepentingan dan aspirasi yang tumbuh di masyarakat.

Selain itu, penyelenggaraan Otda juga harus dapat menjamin keserasian hubungan, antara daerah dengan daerah lainnya, dengan kata lain harus mampu membangun kerja sama antar daerah, untuk meningkatkan kesejahteraan bersama, sekaligus mencegah ketimpangan antar daerah.

Hal lain yang tidak kalah penting dalam penyelenggaraan Otda ini, menurut Walikota Sukabumi, juga harus mampu menjamin hubungan yang serasi dengan pemerintah pusat, yakni harus mampu memelihara dan menjaga keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dalam kerangka mewujudkan tujuan negara.

 
Selasa, 26 Maret 2013
PEMKOT SUKABUMI SETIAP TAHUN BERI BANTUAN UNTUK PEMELIHARAAN MASJID
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Kasubag Agama dan Pendidikan Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Sukabumi, H. Dadang Suhendra, S.Ag., M.Si. menjelaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, setiap tahun memberi bantuan untuk pemeliharaan dan perawatan masjid se Kota Sukabumi, sebesar 250 juta 500 ribu rupiah.

Ditandaskannya, bantuan ini disalurkan kepada sejumlah masjid, yang mendapat giliran menerima bantuan tersebut, tepatnya pada setiap pelaksanaan Tarawih Keliling (Tarling) Ramadhan, yang dilakukan oleh Kepala Daerah, Pimpinan dan Anggota DPRD, unsur Muspida, para pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para Camat dan Lurah, dan Instansi Vertikal di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi.

Adapun besaran anggaran bantuan tersebut, yakni untuk setiap Masjid Besar Kecamatan masing-masing sebesar 5 juta rupiah, Masjid Jami Kelurahan masing-masing sebesar 1 juta 500 ribu rupiah, dan Masjid Jami RW masing-masing sebesar 750 ribu rupiah. Ditandaskan pula, maksud dan tujuan diberikannya bantuan tersebut, untuk biaya operasional perbaikan dan perawatan masjid.

Sedangkan bagi setiap masjid atau mushola di Kota Sukabumi yang tidak terdata, untuk mendapatkan bantuan tersebut, dapat mengajukan proposal permohonan bantuan, kepada Bagian Administrasi Kesra Setda Kota Sukabumi. Dikatakannya, apabila proposal permohonan bantuan tersebut disetujui, setiap masjid atau mushola tersebut, akan mendapat bantuan rata-rata sebesar 500 ribu rupiah.

Menyinggung jumlah masjid dan mushola yang ada di Kota Sukabumi, seperti dikatakan Kasubag Agama dan Pendidikan Bagian Administrasi Kesra Setda Kota Sukabumi, berdasarkan data yang diperoleh dari pihak Kantor Kementerian Agama Kota Sukabumi, saat ini mencapai 374 bangunan, tersebar di 7 kecamatan dan 33 kelurahan se Kota Sukabumi.

 
Minggu, 24 Maret 2013
PEMKOT SUKABUMI SENANTIASA OPTIMAL KURANGI JUMLAH PMKS
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, senantiasa berupaya optimal mengurangi jumlah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial atau PMKS. Diantaranya melalui penanggulangan, sosialisasi, pembinaan dan pelatihan keterampilan, termasuk program Peningkatan Peran Wanita Menuju Keluarga Sejahtera (PW2KSS). Upaya tersebut, seperti dijelaskan Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Sukabumi, Adang Taufik, S.H., M.Si., dilaksanakan bekerja sama dengan berbagai pihak, yakni pemerintah, sektor swasta dan warga masyarakat.

Adapun program lainnya yang akan dilaksanakan, diantaranya membangun rumah singgah khusus bagi PMKS, sekaligus sebagai tempat pembinaan bagi PMKS di Kota Sukabumi. Dikatakannya, keberadaan rumah singgah tersebut sangat penting dan besar manfaatnya bagi PMKS. Karena hingga saat ini, di Kota Sukabumi masih banyak PMKS yang berkeliaran. Sebab para PMKS yang berhasil dirazia oleh para petugas di Kota Sukabumi, hanya dikembalikan kepada pihak keluarganya.

Ditandaskannya, apabila Kota Sukabumi telah memiliki rumah singgah tersebut, para PMKS yang berhasil dirazia oleh para petugas, bisa ditampung sekaligus diawasi dan dibina oleh para petugas di rumah tersebut, dengan berbagai pengetahuan dan pelatihan keterampilan, supaya bisa berusaha dan hidup mandiri. Dengan demikian, jumlah PMKS di Kota Sukabumi, dalam setiap tahunnya bisa ditekan dan dikurangi. Menyinggung masalah dana untuk kepentingan tersebut, pihak Dinsosnakertrans Kota Sukabumi, mendapat alokasi dana dari Anggaran Pendapat dan Belanja Daerah (APBD) Kota Sukabumi, sebesar 300 juta rupiah per tahun.

Sedangkan jumlah keseluruhan PMKS yang ada di Kota Sukabumi, saat ini mencapai 12 ribu 698 orang. Adapun jumlah PMKS selama tiga bulan terakhir, tepatnya dari bulan Januari sampai dengan bulan Maret 2013 ini mencapai 20 kasus, dengan berbagai faktor. Diantaranya faktor yang paling dominan, yakni masalah narkoba dan latar belakang ekonomi. Sementara jumlah PMKS selama satu tahun terakhir, tepatnya dari bulan Januari sampai dengan bulan Desember 2012 mencapai 26 kasus, juga dengan berbagai faktor. Diantaranya faktor wanita rawan ekonomi, orang terlantar, pengemis dan anak jalanan. Namun dari ke-26 kasus tersebut, yang paling dominan yakni faktor keluarga fakir miskin dan pengguna narkoba.

 
Sabtu, 23 Maret 2013
PEMKOT SUKABUMI AKAN TINGKATKAN KESEHATAN DAN PENDIDIKAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, akan berupaya optimal meningkatkan pembangunan bidang kesehatan dan pendidikan. Karena seperti dijelaskan Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, Doktor H.M.N. Hanafie Zain, M.Si., berdasarkan hasil evaluasi lima tahunan pencapaian indikator Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Sukabumi, kedua bidang pembangunan tersebut masih perlu ditingkatkan dan dikembangkan kembali.

Dikatakannya, apabila merujuk pada beberapa kasus Angka Kematian Bayi (AKB) yang terjadi, selama kurun waktu lima tahun terakhir mengalami penurunan dan peningkatan. Antara lain, pada tahun 2008 mencapai 42 kasus, pada tahun 2009 mengalami penurunan menjadi 34 kasus. Namun mulai tahun 2010 sampai dengan 2012, mengalami peningkatan kembali. Antara lain, tahun 2010 mencapai 49 kasus, tahun 2011 mencapai 57 kasus, dan tahun 2012 mencapai 62 kasus. Dikatakan pula, kasus AKB termasuk Angka Kematian IBU (AKI) sangat sulit ditekan, karena menyangkut pola hidup sehat warga masyarakat. Berkaitan dengan hal tersebut, apabila warga masyarakat senantiasa berupaya optimal dan mengedepankan pola hidup sehat, seperti melakukan cek kehamilan secara rutin, mengonsumsi makanan yang bergizi dan sebagainya, jumlah kasus AKB dan AKI ini akan terus berkurang.

Selain itu, kasus AKB di Kota Sukabumi, juga masih tercatat adanya penderita gizi buruk, kendati secara kuantitas, dalam setiap tahunnya senantiasa mengalami penurunan yang cukup signifikan. Antara lain, pada tahun 2008 mencapai 131 kasus, tahun 2009 mengalami penurunan menjadi 12 kasus, tahun 2010 mencapai 23 kasus, tahun 2011 mencapai 57 kasus, dan tahun 2012 mencapai 33 kasus. Sekretaris Daerah Kota Sukabumi menandaskan, terjadinya penurunan angka kasus penderita gizi buruk tersebut, dikarenakan adanya intervensi anggaran yang cukup signifikan, yang dimulai pada tahun 2011, sehingga angka kasus penderita gizi buruk tersebut, pada tahun 2012 mengalami penurunan.

Sedangkan dalam pembangunan dalam bidang pendidikan, masih tercatat adanya kasus siswa yang Drop Out (DO) di beberapa sekolah, khususnya di dua wilayah kecamatan, yakni di Kecamatan Citamiang dan Cikole, jumlah siswa yang DO selama kurun waktu lima tahun terakhir, rata-rata mencapai 50 siswa. Untuk itu, Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, meminta kepada setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, agar senantiasa memantau dan menelaah, tentang kasus terjadinya siswa yang DO tersebut. Ditandaskannya, apabila terjadinya kasus siswa yang DO tersebut diakibatkan oleh masalah kesehatan, Pemerintah Kota Sukabumi akan memberikan Kartu Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Kota Sukabumi (JPKKS). Demikian pula apabila kendalanya masalah biaya, Pemerintah Kota Sukabumi akan memberikan bantuan bea siswa kepada para siswa tersebut.

 
Kamis, 7 Maret 2013
PEMKOT SUKABUMI HARAPKAN ADANYA SINERGITAS DENGAN KODIM 0607 SUKABUMI
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, sangat mengharapkan adanya sinergitas dengan jajaran Kodim 0607 Sukabumi. Demikian disampaikan Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., pada acara pisah sambut pejabat lama Dandim 0607 Sukabumi, Letkol Inf. Mukhlis, dengan pejabat baru Dandim 0607 Sukabumi, Letkol Arm. Budi Saroso, hari Rabu, 6 Maret 2013, bertempat di Markas Kodim 0607 Sukabumi.

Diungkapkannya, sinergitas antara Pemerintah Kota Sukabumi dengan jajaran Kodim 0607 Sukabumi ini, sudah terjalin cukup baik. Namun demikian, sangat perlu ditingkatkan kembali, terutama dengan kepemimpinan yang baru, supaya dapat lebih baik lagi. Sebab dengan terjalinnya sinergitas ini, akan terciptanya keamanan dan kenyamanan, khususnya bagi pemerintah dan segenap lapisan warga masyarakat Sukabumi.

Disamping itu, dalam upaya mencapai Visi Pembangunan Kota Sukabumi Tahun 2005-2025, yakni Terwujudnya Kota Sukabumi, Sebagai Pusat Pelayanan Berkualitas Bidang Pendidikan, Kesehatan dan Perdagangan di Jawa Barat, Berlandaskan Iman dan Taqwa; serta Visi Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi Tahun 2008-2013, yakni Dengan iman dan taqwa, mewujudkan pemerintahan yang amanah berparadigma surgawi, menuju Kota Sukabumi yang cerdas, sehat dan sejahtera, baik lahir maupun batin, dilandasi nilai-nilai fhilosofis, Shidiq, Tabligh, Amanah, Fathonah, sangat penting mengedepankan keamanan. Untuk itu, sinergitas antara Pemerintah Kota Sukabumi dengan pihak keamanan, termasuk dengan jajaran Kodim 0607 Sukabumi ini, sangat penting dan dibutuhkan.

Hal yang sama juga disampaikan Bupati Sukabumi, Drs. H. Sukmawijaya, M.M. Diharapkannya, dengan adanya pergantian kepemimpinan di Kodim 0607 Sukabumi ini, dapat lebih meningkatkan keamanan dan kondusifitas di wilayah Sukabumi. Dikatakannya, kendati masalah keamanan ini merupakan tanggung jawab bersama semua pihak, yakni pemerintah, aparat keamanan dan warga masyarakat, namun pada kenyataannya di lapangan, warga masyarakat masih tetap mengandalkan pemerintah dan aparat kemanan.

 
Rabu, 6 Maret 2013
PEMKOT SUKABUMI SUDAH OPTIMAL LAKUKAN PELAYANAN PENDIDIKAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, sudah berupaya optimal melakukan pelayanan pendidikan, yang mengacu pada visi dan misi Kota Sukabumi. Salah satunya, menurut Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., yakni terwujudnya pelayanan pendidikan yang berkualitas.

Berkaitan dengan hal tersebut, salah satu upaya Pemerintah Kota Sukabumi, khususnya dalam mewujudkan visi dan misi tersebut, yakni berbagai program dan kegiatan, yang mendukung terhadap upaya peningkatan pelayanan pendidikan. Diantaranya program peningkatan mutu peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan. Selain itu, juga peningkatan sarana dan prasarana, termasuk kurikulumnya, kendati outputnya masih terdapat berbagai kekurangan atau kelemahan, untuk ke depannya dilakukan perbaikan dan inovasi-inovasi dari semua pihak, yakni pemerintah dan masyarakat atau stake holders peduli pendidikan.

Ditandaskannya, untuk mengantisipasi problematika tersebut, Pemerintah Kota Sukabumi, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kota Sukabumi, pada tahun 2013 ini akan melaksanakan program atau kegiatan, yang dapat meningkatkan kinerja pelayanan pendidikan. Diantaranya program dan kegiatan Belanja Operasional Sekolah (BOS) Kota, bea siswa bagi siswa miskin, dan bantuan biaya personal bagi siswa retrieval drop out.

Ditandaskan pula, program bea siswa yang membiayai sebagian biaya personal tersebut, terdiri dari pakaian seragam, sepatu, tas, buku, dan sebagian biaya transport ke sekolah,yang sudah dimulai pada tahun anggaran perubahan 2012. Selain itu, juga peningkatan prestasi peserta didik, melalui kegiatan pengembangan prestasi berkelanjutan di bidang akademik dan non akademik. Selanjutnya pembangunan sekaligus peningkatan sarana dan prasarana pendidikan, dilakukan melalui anggaran yang bersumber dari BOS, baik dari Pusat dan Provinsi Jawa Barat, maupun dari APBD Kota Sukabumi dan bantuan keuangan lainnya.

Menyinggung upaya yang dilakukan Pemerintah Kota Sukabumi, khususnya dalam meningkatkan relevansi pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja, seperti diungkapkan Walikota Sukabumi, pihak Dinas P dan K Kota Sukabumi akan mengoptimalkan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Vokasional, melalui pemberian pendalaman keterampilan kepada para peserta didik, supaya mempunyai dampak yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja di masyarakat.

 
Selasa, 5 Maret 2013
PEMKOT SUKABUMI SELENGGARAKAN EVENT MAKAN BESAR MOCHI RAKSASA
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopperindag) Kota Sukabumi, bekerja sama dengan salah satu media cetak lokal Sukabumi dan salah satu televisi swasta nasional, hari Selasa, 5 Maret 2013, bertempat di Lapangan Merdeka Kota Sukabumi, menyelenggarakan event Makan Besar, yakni Mochi Raksasa berdiameter 1,5 meter. Adapun maksud dan tujuannya, dalam rangka menyambut sekaligus memeriahkan Peringatan Ke-99 Hari Jadi Kota Sukabumi, tepatnya yang jatuh pada tanggal 1 April 2013.

Hadir pada kesempatan tersebut, Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., Kepala Diskopperindag Kota Sukabumi, Drs. Dudi Fathul Jawad, M.Pd., Ketua Tim Penggerak TP PKK Kota Sukabumi, Nyonya Hajah Isye Muslikh Abdussyukur, jajaran panitia penyelenggara, dan undangan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya, kepada segenap jajaran panitia penyelenggara, yang telah menyelenggarakan event Makan Besar, yakni Mochi Raksasa ini. Karena kegiatan tersebut, sangat positif dan besar manfaatnya, khususnya dalam mempromosikan penganan khas Kota Sukabumi. Diharapkannya, melalui kegiatan tersebut, penganan khas Kota Sukabumi ini, semakin dikenal dan disukai oleh warga masyarakat, sehingga produk penganan tersebut dapat ditingkatkan dan dikembangkan, oleh para pelaku dan pengrajin penganan tersebut.

Walikota Sukabumi menandaskan, penganan khas Kota Sukabumi ini, sudah merambah ke berbagai daerah Indonesia, bahkan hingga ke manca negara, karena memiliki cita rasa yang khas. Dengan demikian, penganan khas Kota Sukabumi ini, dapat mendongkrak perekonomian warga masyarakat Kota Sukabumi. Selain itu, juga dapat menunjang terhadap pencapaian Visi Pembangunan Kota Sukabumi Tahun 2005-2025, yakni Terwujudnya Kota Sukabumi, Sebagai Pusat Pelayanan Berkualitas Bidang Pendidikan, Kesehatan dan Perdagangan di Jawa Barat, Berlandaskan Iman dan Taqwa; serta Visi Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi Tahun 2008-2013, yakni Dengan iman dan taqwa, mewujudkan pemerintahan yang amanah berparadigma surgawi, menuju Kota Sukabumi yang cerdas, sehat dan sejahtera, baik lahir maupun batin, dilandasi nilai-nilai fhilosofis, Shidiq, Tabligh, Amanah, Fathonah.

 
Senin, 4 Maret 2013
PEMKOT SUKABUMI MELAKSANAKAN PROGRAM WIFI INDONESIA
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, bekerja sama dengan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, melaksanakan program Wifi Indonesia. Kepala Kantor Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Sukabumi, Insinyur H. Cecep Mansur, M.M., didampingi Kasi Teknologi Informasi dan Aplikasi Telematika (TI dan Aptel) Kantor Kominfo Kota Sukabumi, Rakhman Gania Kusumah, S.T., M.T. menjelaskan, dalam program tersebut, Pemerintah Kota Sukabumi sedikitnya memasang 83 titik jaringan internet speedy.

Adapun ke-83 titik jaringan internet tersebut, tersebar di 83 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi. Antara lain, di seluruh Dinas, Badan dan Kantor, termasuk DPRD Kota Sukabumi, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R. Syamsudin, S.H. Kota Sukabumi, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Sukabumi, dan Radio Siaran Pemerintah Daerah (RSPD) Kota Sukabumi, serta Puskesmas, Kecamatan dan Kelurahan se Kota Sukabumi.

Dikatakannya, program tersebut merupakan tindak lanjut dari program Inkubator E-Government Kecamatan Tahun 2008-2012, yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, bekerja sama dengan Pemerintah Kota dan Kabupaten se Jawa Barat, khususnya dalam penyediaan dan operasional Inkubator E-Government, guna mewujudkan Jabar Cyber Province 2012. Dikatakan pula, dengan telah berakhirnya kerja sama tersebut, menurut Kepala Kantor Kominfo Kota Sukabumi, sudah dilakukan serah terima hibah perangkat tersebut, dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat kepada Pemerintah Kota dan Kabupaten se Jawa Barat.

Dengan demikian, seluruh perangkat yang diterima oleh seluruh kecamatan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat tersebut, menjadi asset Pemerintah Kota dan Kabupaten masing-masing kecamatan yang bersangkutan. Selain itu, juga subsidi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Barat, terhadap akses internet di seluruh kecamatan se Jawa Barat, telah berakhir pada bulan Januari 2013. Kepala Kantor Kominfo Kota Sukabumi menandaskan, untuk menindak lanjuti program tersebut, Pemerintah Kota Sukabumi bekerja sama dengan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, melalui program Wifi Indonesia.

 
Rabu, 13 Februari 2013
KUNJUNGAN KERJA DPRD KOTA BANJAR DAN APARAT PEMKOT JAMBI
Reporter : Ratna Nurseha
 

Walikota Sukabumi, H. Mokh. Muslikh Abdussukur, SH., M.Si., menerima kunjungan kerja anggota Komisi A DPRD Kota Banjar, Propinsi Jawa Barat dan aparat Pemerintahan yang terdiri dari para camat serta lurah dari Kota Jambi, Propinsi Jambi, di Ruang Utama Balaikota Sukabumi, Rabu, 13 Pebruari 2013.

Ketua Komisi A DPRD Kota Banjar, Abdullah M. Syafe’I, M.Pd.I., selaku pimpinan rombongan dari Kota Banjar dan pimpinan rombongan aparat pemerintah Kota Jambi, Drs. Syaiful Huda menjelaskan, maksud kedatangan rombongan ke Kota Sukabumi ini adalah untuk belajar ke Kota Sukabumi khususnya mengenai pembangunan di tingkat kelurahan dan kecamatan. Hal ini karena salah satu kelurahan di Kota Sukabumi yakni Kelurahan Subangjaya, Kecamatan Cikole, menjadi juara pertama Lomba Kelurahan tingkat nasional pada tahun lalu.

Selain prestasi kelurahan, rombongan juga ingin belajar dari Kota Sukabumi terkait banyaknya prestasi Kota Sukabumi baik di tingkat propinsi maupun di tingkat nasional, serta pelaksanaan pembangunan khususnya pelayanan di kecamatan dan kelurahan. Hasil belajar dari Kota Sukabumi ini akan diterapkan sebagai acuan untuk peningkatan pelayanan di Kota masing-masing.

Walikota Sukabumi dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada rombongan, serta memohon maaf bila penerimaan di Kota Sukabumi kurang memuaskan. Selanjutnya Walikota menyampaikan ekspose Kota Sukabumi, Visi dan Misi, penyelenggaraan pemerintahan yang dibangun dengan kebersamaan antara Pemerintah, private sector dan civil society, hubungan antara pemerintah dengan DPRD Kota Sukabumi baik dalam perumusan kebijakan maupun dalam bidang lainnya.

 
Minggu, 3 Februari 2013
PEMKOT SUKABUMI BERHASIL MEMBANGUN 6 RUAS JALAN BARU
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, selama 5 tahun terakhir, tepatnya dari tahun 2008 sampai dengan 2013, berhasil membangun 6 ruas jalan baru. Adapun ke-6 ruas jalan tersebut, seperti dijelaskan Kepala Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, Insinyur Asep Irawan, M.Sc., didampingi Kepala Bidang Prasarana Jalan dan Jembatan Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, Tatang Sutisna, S.T., antara lain Jalan Karya Bhakti Kecamatan Warudoyong, Jalan Pasir Pogor Kecamatan Gunungpuyuh, Jalan Sukasirna dan Jalan Pasir Ipis Kecamatan Cikole, Jalan SIKIB di perbatasan Kecamatan Cikole dan Kecamatan Citamiang, serta Jalan Cipanas II Kecamatan Citamiang. Sedangkan total panjang jalan dari ke-6 ruas jalan tersebut, mencapai 6 ribu 428 meter atau 6,428 kilo meter, dengan lebar jalan rata-rata 3 meter.

Selain berhasil membangun 6 ruas jalan baru, Pemerintah Kota Sukabumi juga berhasil memperlebar 8 ruas jalan, yang panjangnya mencapai 7 ribu 475 meter atau 7, 475 kilo meter. Antara lain Jalan Palabuhan II, Jalan Pelda Suryanta, Jalan Lamping, Jalan Cipanas I, Jalan Balandongan, Jalan Kapitan, Jalan Baros, dan Jalan Ciaul Pasir, dengan lebar antara 1 sampai dengan 2 meter, untuk setiap sisi kiri dan kanan jalan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Sukabumi menandaskan, dibangunnya ke-6 ruas jalan dan diperlebarnya ke-8 ruas jalan tersebut, dalam rangka upaya meningkatkan pelayanan, kesejahteraan dan perekonomian warga masyarakat, ke arah yang lebih baik lagi. Selain itu, juga untuk menunjang kelancaran dan keberhasilan, khususnya dalam mencapai Visi Pembangunan Kota Sukabumi Tahun 2005-2025, yakni Terwujudnya Kota Sukabumi, Sebagai Pusat Pelayanan Berkualitas Bidang Pendidikan, Kesehatan dan Perdagangan di Jawa Barat, Berlandaskan Iman dan Taqwa, Menuju Kota Sukabumi yang Cerdas, Sehat dan Sejahtera, baik lahir maupun batin, dilandasi nilai-nilai fhilosofis, Sidiq, Tabligh, Amanah, Fathonah.

Menyinggung program yang akan dilaksanakan dalam tahun 2013 ini, menurut Kepala Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, antara lain akan berupaya optimal melakukan pelebaran terhadap 3 buah jembatan, yang ada di wilayah Kota Sukabumi. Diantaranya Jembatan Cisaray dan Jembatan Ciandam. Untuk menunjang kelancaran dan keberhasilan program tersebut, pihak Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, telah melakukan koordinasi dengan pihak Bina Marga Pusat. Sebab untuk memperlebar fisik ke-3 buah jembatan tersebut, merupakan tugas dan kewenangan Bina Marga Pusat. Sedangkan pihak Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, hanya memiliki kewenangan membebaskan lahannya saja.

Disamping itu, pihak Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, juga akan berupaya optimal melakukan pelebaran terhadap sejumlah ruas jalan, sebagai akses dari outlet rencana pembangunan Jalan Tol dan Jalan Lingkar Selatan. Maksud dan tujuannya, untuk mempermudah pelintasan akses kendaraan. Sedangkan program lainnya yang akan dilaksanakan, diantaranya akan berupaya optimal membangun Jalan Lingkar Utara Lokal, tepatnya di wilayah Kelurahan Subangjaya dan Kelurahan Cisarua Kecamatan Cikole, sebagai Jalan Alternatif yang tembus ke ruas Jalan Selabintana.

 
Rabu, 30 Januari 2013
PEMKOT SUKABUMI SEDANG MEMASANG 83 TITIK JARINGAN INTERNET
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, bekerja sama dengan PT Telkom Indonesia Cabang Sukabumi, saat ini sedang memasang 83 titik jaringan internet Spidi, di 83 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi.

Adapun ke-83 SKPD yang dipasang jaringan internet tersebut, seperti dijelaskan Kepala Kantor Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Sukabumi, Insinyur H. Cecep Mansur, didampingi salah seorang Kasi di Kantor tersebut, Rakhman Gania, M.T., terdiri dari seluruh Dinas, Badan dan Kantor, termasuk DPRD Kota Sukabumi, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R. Syamsudin, S.H. Kota Sukabumi, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Sukabumi, dan Radio Siaran Pemerintah Daerah (RSPD) Kota Sukabumi, serta Puskesmas, Kecamatan dan Kelurahan se Kota Sukabumi.

Sedangkan maksud dan tujuan dipasangnya jaringan internet tersebut, dalam rangka upaya menyukseskan program Cyber City Sukabumi, khususnya dalam memanfaatkan Information Technology (IT), guna mewujudkan E-Government di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi. Salah satunya dengan menggunakan aplikasi E-Office, di seluruh SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi.

Diungkapkannya, pemasangan jaringan internet tersebut, sudah berlangsung sejak bulan Desember 2012 yang lalu, serta diharapkan selesai secara keseluruhan 100 persen, pada bulan Februari 2013 mendatang.

Menyinggung prestasi yang telah berhasil diraih Pemerintah Kota Sukabumi, menurut Kepala Kantor Kominfo Kota Sukabumi, diantaranya Penghargaan Information Communication Technology (ICT) Pura Tingkat Nasional Tahun 2012, dari Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) RI. Ditandaskannya, keberhasilan tersebut merupakan keberhasilan Pemerintah Kota Sukabumi, yang telah siap menghadapi era digital, yang berbasis Teknologi, Informatika dan Komunikasi (TIK).

 
Rabu, 30 Januari 2013
APARAT DARI 4 PEMKAB DAN PEMKOT LAKUKAN KUNKER KE PEMKOT SUKABUMI
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Sebanyak 60 orang aparat dari 4 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan Pemerintah Kota (Pemkot), yang terdiri dari Pemkab Madiun Provinsi Jawa Timur, Pemkab Pemalang Provinsi Jawa Tengah, Pemkot Yogyakarta Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Pemkot Bogor Provinsi Jawa Barat, hari Rabu, 30 Januari 2013, melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Pemkot Sukabumi. Adapun kedatangan aparat dari 4 Pemkab dan Pemkot tersebut, diterima secara resmi oleh Asisten Pemerintahan Setda Kota Sukabumi, Hardi Harpan, Sm.Hk., bertempat di Operation Room Setda Kota Sukabumi.

Sedangkan aparat dari Pemkab Madiun, dipimpin oleh Inspektur Kabupaten Madiun, Bambang Budi Utomo, dari Pemkab Pemalang, dipimpin oleh Asisten Administrasi Setda Kabupaten Pemalang, Dian Subagio, S.H., M.M., dari Pemkot Yogyakarta, dipimpin oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Yoyakarta, Insinyur Edi Muhamad, serta dari Pemkot Bogor, dipimpin oleh Kepala Bagian Keuangan Setda Kpta Bogor, Dra. Rachmawati, M.Si.

Sementara maksud dan tujuan dilakukannya kunker ke Kota Sukabumi ini, seperti dijelaskan Kepala Bappeda Kota Yoyakarta, Insinyur Edi Muhamad, dalam rangka study banding dan uji terap, tentang penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP). Sebab Pemkot Sukabumi, dalam melakukan penyusunan LAKIP ini cukup sukses, serta berhasil menduduki Peringkat Ke-1 Tingkat Nasional Tahun 2012. Ditandaskannya, hasil study banding dan uji terap dari Kota Sukabumi ini, akan dikembangkan di ke-4 Pemkab dan Pemkot tersebut.

Dalam pada itu, Asisten Pemerintahan Setda Kota Sukabumi, Hardi Harpan, Sm.Hk., atas nama pemerintah dan warga masyarakat Kota Sukabumi, mengucapkan selamat dating, seraya menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya, atas berbagai kekurangan, khususnya dalam menerima dan menyambut kedatangan aparat dari Pemkab dan Pemkot tersebut.

Selain itu, Asisten Pemerintahan Setda Kota Sukabumi, juga menyampaikan ekspose tentang Sejarah Singkat Kota Sukabumi, Kota Sukabumi Dalam Konstelasi Nasional dan Regional Jawa Barat, Gambaran Umum Kota Sukabumi, Pemerintah Kota Sukabumi, Visi Kota Sukabumi, Outcome Program Pembangunan di Kota Sukabumi Tahun 2012, Penyelenggaraan Pemerintahan di Kota Sukabumi, Road Map Penyusunan Dokumen Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah dan Akuntabilitas Kinerja, Mekanisme Perencanaan, serta Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Dalam Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP).

Adapun prestasi yang berhasil diraih oleh Pemkot Sukabumi dalam tahun 2012, diantaranya Peringkat Ke-1 Penyusunan LAKIP Tingkat Nasional, Peringkat Ke-7 Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) Tingkat Nasional, Piala Adipura, Penghargaan 3 Adiwiyata dan 1 Adiwiyata Mandiri, Peringkat Ke-1 Lomba Sekolah Sehat (LSS), Penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) Ke-9 Kali, Peringkat Ke-1 Lomba Kelurahan, Penghargaan ICT Pura dari Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) RI, serta Anugerah Parahita Ekapraya dari Presiden RI, melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Usai diterima secara resmi oleh Asisten Pemerintahan Setda Kota Sukabumi, dilanjutkan tanya jawab, antara aparat dari ke-4 Pemkab dan Pemkot tersebut, dengan aparat SKPD terkait di lingkungan Pemkot Sukabumi, khususnya yang berkaitan dengan proses Penyusunan LAKIP.

 
Minggu, 27 Januari 2013
PEMKOT SUKABUMI DALAM WAKTU DEKAT AKAN BAGIKAN KARTU JPKM
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, dalam waktu dekat ini akan membagikan Kartu Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat (JPKM), kepada warga masyarakat Kota Sukabumi yang berhak menerima kartu tersebut. Adapun kartu tersebut, seperti dijelaskan Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, Doktor H.M.N. Hanafie Zain, M.Si., apabila tidak aral melintang, akan dibagikan pada bulan Februari 2013 mendatang.

Diungkapkannya, program tersebut merupakan perubahan dari program Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda). Diungkapkan pula, dengan program tersebut, warga masyarakat akan lebih mudah mengakses kesehatan. Sebab dengan program tersebut, warga mayarakat tidak perlu repot mengurus administrasi.

Sekretaris Daerah Kota Sukabumi menjelaskan, bagi warga masyarakat yang memegang kartu ini, apabila menderita sakit dan harus dirawat di rumah sakit, dapat dilayani secara gratis, di Kelas III Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R. Syamsudin, S.H. Kota Sukabumi. Dijelaskan pula, program ini sangat jauh berbeda dengan program Jamkesda. Karena dalam program Jamkesda, warga masyarakat harus memenuhi berbagai persyaratan. Diantaranya harus mengurus Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), dan persyaratan lainnya. Tapi dengan program ini, warga masyarakat yang akan berobat, hanya cukup dengan memperlihatkan Kartu JPKM, serta tidak perlu repot mengurus administrasi, seperti dalam program Jamkesda. Sebab dalam melaksanakan program JPKM ini, Pemerintah Kota Sukabumi bekerja sama dengan PT Asuransi Kesehatan (Askes).

Selain itu, perlu diketahui oleh seluruh lapisan warga masyarakat Kota Sukabumi, khususnya yang berhak menerima Kartu JPKM ini, bahwa program ini dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Sukabumi, yang setiap tahunnya mencapai 6 milyar rupiah. Yang cukup menarik dan membanggakan semua pihak, dalam melaksanakan program ini, sudah ada beberapa rumah sakit swasta di Kota Sukabumi, yang menawarkan kerja sama, untuk ikut serta melayani program ini.

Sekretaris Daerah Kota Sukabumi menandaskan, Kartu JPKM ini akan diberikan kepada warga masyarakat Kota Sukabumi, yang tidak terakomodir dalam program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas). Ditandaskan pula, selain akan membagikan Kartu JPKM kepada warga masyarakat, Pemerintah Kota Sukabumi juga akan menggratiskan biaya berobat di seluruh Puskesmas yang ada di Kota Sukabumi, bagi segenap lapisan warga masyarakat Kota Sukabumi, dengan memperlihatkan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Dikatakannya, berbagai program yang akan dilaksanakan tersebut, merupakan salah satu wujud nyata perhatian dan kepedulian Pemerintah Kota Sukabumi, kepada segenap lapisan warga masyarakat Kota Sukabumi. Adapun maksud dan tujuannya, selain untuk meningkatkan pelayanan, kesejahteraan dan kesehatan warga masyarakat, juga untuk mewujudkan program Kota Sukabumi Sehat.

 
Minggu, 27 Januari 2013
PEMKOT SUKABUMI TELAH MEMILIKI PAPAN RUNNING TEK HARGA SEMBAKO
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, belum lama ini telah memiliki Papan Running Tek Harga Sembilan Bahan Pokok (Sembako). Kepala Bagian Administrasi Perekonomian Setda Kota Sukabumi, Drs. M. Gabriel Sukarman, M.Pd. menjelaskan, Papan Running Tek tersebut, merupakan sumbangan dari Bank Indonesia (BI), sebagai tindak lanjut dari kerja sama, antara Pemerintah Kota Sukabumi dengan pihak BI Wilayah Jawa Barat.

Dijelaskan pula, kerja sama tersebut dituangkan dalam Memorandum of Understanding (MoU) atau Nota Kesepakatan, yang ditandatangani oleh Walikota Sukabumi dan pihak BI Wilayah Jawa Barat, beberapa waktu yang lalu. Adapun kota-kota di Jawa Barat yang melakukan kerja sama, sekaligus mendapat bantuan Papan Running Tek dari BI Wilayah Jawa Barat tersebut, seluruhnya berjumlah 7 kota. Antara lain, Kota Sukabumi, Kota Bogor, Kota Depok, Kota Bekasi, Kota Bandung, Kota Cirebon, dan Kota Tasikmalaya.

Kepala Bagian Administrasi Perekonomian Setda Kota Sukabumi juga mengatakan, Papan Running Tek Harga Sembako tersebut, untuk Kota Sukabumi sudah dipasang, tepatnya di Jalan Zaenal Zakse. Namun demikian, Papan Running Tek tersebut, hingga saat ini belum dapat dioperasikan, karena masih menunggu kelengkapan perangkat lainnya, seperti komputer dan sebagainya.

Menyinggung pengelolaan Papan Running Tek tersebut, akan ditangani langsung oleh Bagian Administrasi Perekonomian Setda Kota Sukabumi, bekerja sama dengan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopperindag) Kota Sukabumi. Dikatakan pula, mendapatnya bantuan Papan Running Tek tersebut, karena Kota Sukabumi sudah memiliki Tim Pemantau Inflasi Daerah (TPID), yang sekretariatnya dipusatkan di Bagian Administrasi Perekonomian Setda Kota Sukabumi.

Kepala Bagian Administrasi Perekonomian Setda Kota Sukabumi menandaskan, dengan adanya Papan Running Tek tersebut, perkembangan harga-harga Sembako di seluruh pasar tradisional yang ada di Kota Sukabumi, dalam setiap minggunya dapat diketahui oleh segenap lapisan warga masyarakat, melalui Papan Running Tek tersebut. Selain itu, mengenai perkembangan harga-harga Sembako tersebut, sejak beberapa tahun yang lalu, sudah dapat diakses di Situs Resmi Pemerintah Kota Sukabumi, dan didengarkan melalui Berita Seputar Kota (BSK), di Radio Siaran Pemerintah Daerah (RSPD) Kota Sukabumi 99,95 FM.

 
Jumat, 25 Januari 2013
PEMKOT SUKABUMI OPTIMAL KURANGI KEMISKINAN DAN PENGANGGURAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, senantiasa berupaya optimal mengurangi kemiskinan dan pengangguran. Upaya tersebut, seperti dijelaskan Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., ditempuh melalui berbagai program. Diantaranya melalui peningkatan wirausaha warga masyarakat, seperti menciptakan sekaligus meningkatkan produk Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Kota Sukabumi, khususnya yang dapat membuka lapangan pekerjaan baru.

Ditandaskannya, dengan upaya peningkatan wirausaha warga masyarakat tersebut, diyakini Walikota Sukabumi dapat mengurangi kemiskinan dan pengangguran. Sebab melalui upaya tersebut, selain dapat membantu meningkatkan ekonomi warga masyarakat, khususnya para pelaku UKM di Kota Sukabumi, juga dapat membuka lapangan pekerjaan baru bagi warga masyarakat.

Walikota Sukabumi mengungkapkan, jumlah kemiskinan di Kota Sukabumi, dalam setiap tahunnya senantiasa mengalami pengurangan. Keberhasilan tersebut dapat diraih, karena di Kota Sukabumi banyak warga masyarakat yang kreatif, khususnya dalam menciptakan lapangan pekerjaan. Dikatakannya, keberhasilan tersebut sesuai dengan Visi Pembangunan Kota Sukabumi Tahun 2005-2025, yakni Terwujudnya Kota Sukabumi, Sebagai Pusat Pelayanan Berkualitas Bidang Pendidikan, Kesehatan dan Perdagangan di Jawa Barat, Berlandaskan Iman dan Taqwa; serta Visi Pemerintah Kota Sukabumi Tahun 2008-2013, yakni Dengan iman dan taqwa, mewujudkan pemerintahan yang amanah berparadigma surgawi, menuju Kota Sukabumi yang cerdas, sehat dan sejahtera, baik lahir maupun batin, dilandasi nilai-nilai fhilosofis, Shidiq, Tabligh, Amanah, Fathonah.

Walikota Sukabumi juga mengatakan, dengan upaya peningkatan wirausaha warga masyarakat tersebut, diharapkan dapat membangkitkan pertumbuhan, sekaligus meningkatkan dan mengembangkan produk UKM di Kota Sukabumi, khususnya yang dapat menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih luas lagi. Dikatakan pula, selain berupaya optimal meningkatan wirausaha warga masyarakat, Pemerintah Kota Sukabumi juga senantiasa memberikan bantuan modal usaha, melalui peningkatan kerja sama dengan pihak perbankan yang ada di wilayah Kota Sukabumi. Diantaranya memberikan kemudahan dalam melakukan penyaluran kredit penambahan modal usaha, khususnya bagi para pelaku UKM di Kota Sukabumi, dengan bunga yang relatif kecil dan ringan.

 
Minggu, 20 Januari 2013
PEMKOT SUKABUMI MEMILIKI TOLOK UKUR KINERJA YANG JELAS
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Dalam melaksanakan pembangunan, Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, memiliki tolok ukur kinerja yang jelas dan terukur, sesuai dengan urusan wajib dan urusan pilihan yang dilaksanakan. Sedangkan tolok ukur kinerja pembangunan Kota Sukabumi tahun 2008-2013, seperti dijelaskan Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., dituangkan dalam bentuk Peraturan Walikota (Perwal) Sukabumi Nomor 10 Tahun 2011, Tentang Perubahan Atas Perwal Sukabumi Nomor 11 Tahun 2009, Tentang Indikator Kinerja Utama Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Sukabumi Tahun 2008-2013.

Ditandaskannya, tolok ukur kinerja tersebut, senantiasa dijadikan acuan dan pedoman, bagi pencapaian target kinerja setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD), khususnya dalam melaksanakan urusan wajib dan urusan pilihan yang diemban. Selain itu, juga secara makro, pembangunan yang dilaksanakan di Kota Sukabumi, senantiasa diukur dengan tolok ukur kinerja yang berkaitan dengan demografi, ekonomi makro, ketenagakerjaan dan keuangan daerah.

Adapun gambaran secara umum pencapaian kinerja, khususnya yang tercantum dalam Perwal Sukabumi Nomor 10 Tahun 2011 tersebut, yakni berjumlah 156 indikator. Antara lain, misi 1 berjumlah 42 indikator, dengan tingkat pencapaian sebanyak 12 indikator, atau sebesar 28 persen telah tercapai melampaui target, 18 indikator atau sebesar 67 persen telah tercapai sesuai dengan target, dan 2 indikator atau sebesar 5 persen belum mencapai target. Selanjutnya misi 2 berjumlah 46 indikator, dengan tingkat pencapaian sebanyak 17 indikator, atau sebesar 39 persen telah tercapai melampaui target, 24 indikator atau sebesar 52 persen telah tercapai sesuai dengan target, dan 5 indikator atau sebesar 10 persen belum mencapai target. Kemudian misi 3 berjumlah 68 indikator, dengan tingkat pencapaian sebanyak 28 indikator, atau sebesar 35 persen telah tercapai melampaui target, 37 indikator atau sebesar 54 persen telah tercapai sesuai dengan target, dan 7 indikator atau sebesar 11 persen belum mencapai target.

Walikota Sukabumi mengatakan, apabila dilihat dari tingkat pencapaian indikator makro pembangunan Kota Sukabumi, terdapat beberapa hal yang dapat dilaksanakan dengan baik. Antara lain, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Sukabumi tahun 2012, berdasarkan perhitungan yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat, telah mengalami peningkatan dari IPM Kota Sukabumi tahun 2008, yakni dari 74,17 point menjadi 75,55 point. Selanjutnya Angka Melek Huruf (AMH) Kota Sukabumi tahun 2012, berdasarkan data dari BPS Kota Sukabumi, telah mencapai 99,68 persen. Hal tersebut menandakan, bahwa kelompok Manusia Lanjut Usia (Manula) di Kota Sukabumi, hanya sebagian saja yang belum bisa membaca dan menulis. Kemudian Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) Kota Sukabumi tahun 2012, berdasarkan data dari BPS, juga mengalami peningkatan dari tahun 2008, yakni dari 9,00 tahun menjadi 9,42 tahun. Sedangkan data dari Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, RLS Kota Sukabumi tahun 2012 ini, telah mencapai 11,22 tahun.

 
Kamis, 3 Januari 2013
PEMKOT SUKABUMI DAPAT PENGHARGAAN DARI FKDT PROVINSI JAWA BARAT
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, mendapat penghargaan dari Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Provinsi Jawa Barat, atas Program Peduli Diniyah Bidang Regulasi dan Anggaran. Penghargaan tersebut, diserahkan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Sukabumi, Drs. K.H. Khoirudin, M.M., kepada Wakil Walikota Sukabumi, Doktor H. Mulyono, M.M., pada Upacara Puncak Peringatan Ke-67 Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama Tingkat Kota Sukabumi Tahun 2013, hari Kamis, 3 Januari 2013, bertempat di Halaman Apel Setda Kota Sukabumi.

Sementara Wakil Walikota Sukabumi, menganugerahkan Satya Lancana Karya Satya 30 Tahun, 20 Tahun dan 10 Tahun, kepada 8 orang pegawai di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Sukabumi, dari Presiden RI, bantuan sarana keagamaan kepada 7 Madrasah Diniyah (MD) Percontohan se Kota Sukabumi sebesar 70 juta rupiah, atau masing-masing MD sebesar 10 juta rupiah, dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Sukabumi Tahun Anggaran 2012, serta piagam penghargaan kepada 7 orang pegawai di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Sukabumi, yang telah memasuki masa purnabhakti atau pensiun.

Selain itu, juga diserahkan piala dan piagam penghargaan kepada para juara lomba, dalam rangka Memperingati Ke-67 HAB Kementerian Agama Tingkat Kota Sukabumi Tahun 2013. Antara lain, juara pertama Lomba Tumpeng, Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Syamsul Ulum, juara kedua, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Sukabumi, dan juara ketiga, Sub Bag TU Kantor Kementerian Agama Kota Sukabumi.

Selanjutnya kepada juara pertama Futsal, MAN 1 Kota Sukabumi, juara kedua, Kantor Kementerian Agama Kota Sukabumi, dan juara ketiga, KK MI Kota Sukabumi. Kemudian kepada juara pertama Bulu Tangkis Ganda Putera, Dedi Mulyadi dan Drs. Ade Hendraguna, juara kedua, Marpudin, S.Pdi. dan Saepul, S.Ag., juara ketiga bersama, Kuswara dan Rendi, serta Redi dan Asep.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Pimpinan dan Anggota DPRD, Kepala Setukpa Lemdikpol Sukabumi, unsur Muspida, para Pejabat Eselon II dan III, Pimpinan Instansi Vertikal, Pimpinan BUMN dan BUMD, para Pini Sepuh, Alim Ulama, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Ketua Organisasi Wanita, Ketua Organisasi Pemuda, serta undangan lainnya.

 
Sabtu, 22 Desember 2012
PEMKOT SUKABUMI DAPAT ANUGERAH PARAHITA EKAPRAYA
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si. menjelaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, mendapat Anugerah Parahita Ekapraya, dari Presiden RI, Doktor H. Susilo Bambang Yudhoyono. Anugerah tersebut, diserahkan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Linda Amalia Sari Gumelar, kepada Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPKB) Kota Sukabumi, Drs. H.A. Hamdan, M.M., tepatnya pada hari Selasa, 18 Desember 2012, di Gedung UKM Convention Hall Jakarta. Dijelaskan pula, diraihnya anugerah tersebut, atas perhatian dan kepedulian Pemerintah Kota Sukabumi, terhadap kaum perempuan dan anak.

Penjelasan Walikota Sukabumi tersebut, disampaikan saat memberi sambutan, pada upacara puncak peringatan ke-84 Hari Ibu Tahun 2012 Tingkat Kota Sukabumi, yang dipusatkan di Halaman Apel Balai Kota Sukabumi, hari Sabtu, 22 Desember 2012.

Adapun yang betindak selaku Inspektur Upacara, Walikota Sukabumi, Perwira Upacara, Kasubag Dal Ops Polres Sukabumi Kota, Iptu Ratnadewi, Komandan Upacara, Kanit Sabara Polsek Gunungpuyuh, Ipda Sarniatiningsih, Pembawa Acara, Bripka Yanti Novianti, S.IP., Pengibar Bendera, Naimah Agusti, Kurnia Afifah dan Nuri Aliyani, Pembaca Naskah Pancasila, Walikota Sukabumi, Pembaca Naskah Undang-Undang Dasar 1945, Ranti Yulianitis, Pembaca Sejarah Singkat Hari Ibu, Wakil Ketua Bhayangkari Cabang Sukabumi Kota, Nyonya Linda Ferry Irawan, Korsik, Marching Band Gema Swara Korpri Kota Sukabumi, dan Paduan Suara, Dinas Pendidikan Kota Sukabumi.

Sedangkan peserta upacara, terdiri dari Gabungan Polwan Polres Sukabumi Kota dan Setukpa Lemdikpol Sukabumi, Gabungan Korpri Wanita Kota Sukabumi, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Dharma Wanita Persatuan (DWP), Tim Penggerak PKK, Bhayangkari Polres Sukabumi Kota, Persit Kartika Chandra Kodim 0607 Sukabumi, Mahasiswa, Pelajar SLTA dan Pramuka.

Dalam kesempatan tersebut, Walikota Sukabumi menyerahkan Piagam Penghargaan dan Trophy, kepada para juara Lomba Perempuan Inspiratif Tingkat Kota Sukabumi Tahun 2012. Antara lain, juara pertama, Wida dari Kelurahan Situmekar Kecamatan Lembursitu, juara kedua, Yuningsih dari Kelurahan Cikondang Kecamatan Citamiang, dan juara ketiga, Prisca Diana, S.S.Sos. dari Kelurahan Cikole Kecamatan Cikole. Selain itu, Walikota Sukabumi, juga menyerahkan Piagam Penghargaan dan Trophy, kepada para juara Lomba Perempuan Inspiratif Tingkat Kecamatan Tahun 2012, se Kota Sukabumi.

Hadir pada kesempatan tersebut, Pimpinan dan Anggota DPRD, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Wakil Walikota Sukabumi, Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, para Asisten dan Staf Ahli, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Instansi, para Camat dan Lurah, Ibu-Ibu Ketua Organisasi Wanita dan Organisasi Kemasyarakatan, serta undangan lainnya.

Usai upacara, dilanjutkan ziarah rombongan ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Suryakencana Kota Sukabumi, dipimpin oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kota Sukabumi, Nyonya Hajah Isye Muslikh Abdussyukur.

 
Selasa, 18 Desember 2012
PEMKOT SUKABUMI MENYELENGGARAKAN LOMBA KADARKUM TAHUN 2012
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, selama 3 hari, tepatnya dari tanggal 18 sampai dengan 20 Desember 2012, bertempat di Gedung Juang 45 Kota Sukabumi, menyelenggarakan Lomba Keluarga Sadar Hukum (Kadarkum) Tahun 2012, antar pelajar SMA, SMK dan MA se Kota Sukabumi. Lomba Kadarkum tersebut, menurut Kepala Bagian Hukum Setda Kota Sukabumi, Een Rukmini, S.H., didampingi Kasubbag Bantuan Hukum pada Bagian Hukum Setda Kota Sukabumi, Yudi Febriansyah, S.H., diikuti oleh 150 orang, yang terbagi dalam 30 kelompok, atau masing-masing kelompoknya beranggotakan 5 orang.

Adapun teknis pelaksanaan lomba tersebut, dibagi dalam 3 babak, yakni Babak Penyisihan, dilaksanakan selama 2 hari, tepatnya dari tanggal 18 sampai dengan 19 Desember 2012, serta Babak Semifinal dan Babak Final, dilaksanakan pada tanggal 20 Desember 2012. Sedangkan metode dan mekanisme lomba tersebut, mengacu pada metode dan mekanisme Lomba Kadarkum Antar Pelajar SMA, SMK dan MA Tingkat Nasional Tahun 2011, yakni dibagi dalam tiga tahap. Antara lain, tahap pertama tanya jawab antar kelompok, tahap kedua tahap bonus, dan tahap ketiga tahap rebutan.

Sementara materi yang disampaikan dalam lomba tersebut, yakni Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak, Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik, Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, Peraturan Daerah (Perda) Kota Sukabumi Nomor 2 Tahun 2004 Tentang Ketertiban Umum, dan Perda Kota Sukabumi Nomor 2 Tahun 2004 Tentang Pengelolaan Sampah.

Untuk menunjang kelancaran dan keberhasilan pelaksanaan lomba tersebut, Panitia Penyelenggara melibatkan 5 orang juri, yakni Ketua dari unsur Kejaksaan Negeri Sukabumi, R. Firmansyah, S.H., Sekretaris dari unsur Polres Sukabumi Kota, Kompol Sumarta Setiadi, S.H., M.H., serta Anggota dari unsur Pengadilan Negeri Sukabumi, Salman Alfarasi, S.H., M.H., dari unsur Akademisi, R. Pursita Ayugandari, S.H., dan dari unsur Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, Nurhayati, M.M.Pd., serta Pemandu, Didin Z. Kusumahbratam Sm.Hk.

Kepala Bagian Hukum Setda Kota Sukabumi menjelaskan, maksud dan tujuan dilaksanakannya Lomba Kadarkum ini, dalam rangka upaya meningkatkan kesadaran hukum warga masyarakat, khususnya di kalangan para pelajar SMA, SMK dan MA di Kota Sukabumi. Dijelaskan pula, peserta yang berhasil meraih gelar juara pertama dalam lomba ini, akan diikutsertakan pada Lomba Kadarkum Antar Pelajar SMA, SMK dan MA Tingkat Provinsi Jawa Barat, sebagai duta dari Kota Sukabumi. Hadir dalam kesempatan tersebut, jajaran Panitia Penyelenggara, para Guru Pembimbing, para pelajar SMA, SMK dan MA, serta undangan lainnya.

 
Selasa, 18 Desember 2012
PEMKOT SUKABUMI SUDAH SIAPKAN ANGGARAN SEKITAR 11 MILYAR RUPIAH
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Untuk mengantisipasi terjadinya dua putaran pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada), khususnya Pemilukada Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi periode tahun 2013-2018, Pemerintah Kota Sukabumi sudah menyiapkan anggaran sekitar 11 milyar rupiah. Demikian disampaikan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Sukabumi, Anton Rachman, S.Sos., usai menetapkan 4 Pasangan Bakal Calon (Balon) Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi, yang akan mengikuti Pemilukada Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi periode tahun 2013-2018, menjadi Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi.

Adapun ke-4 Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi tersebut, antara lain Pasangan H. Muhamad Muraz, S.H., M.M. dan H. Achmad Fahmi, S.Ag., M.M.Pd. Bersama Masyarakat (MUFAKAT), Pasangan Doktor H. Mulyono, M.M. dan Jona Arizona, S.IP. Berhasil (MUJARAB), Pasangan Menang H. Andri Setiawan, S.H., M.H. dan Achmad Seha Nuklir untuk Sukabumi (MADANI), serta Pasangan H. Sanusi Harjadireja, M.Pd. dan Insinyur H. Yeyet Hudayat Amanah dan Merakyat (SYAHADAT).

Penetapan ke-4 Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi tersebut, dilaksanakan dalam Rapat Pleno, yang diisi dengan penandatanganan Berita Acara Penetapan, oleh seluruh Anggota KPU Kota Sukabumi. Rapat Pleno tersebut, berlangsung pada tanggal 17 Desember 2012, di Kantor KPU Kota Sukabumi, serta diikuti oleh seluruh Anggota KPU Kota Sukabumi, Sekretariat KPU Kota Sukabumi, dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Sukabumi.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Sukabumi, Anton Rachman, S.Sos. menandaskan, dilaksanakannya penetapan ke-4 Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi tersebut, setelah pihak KPU Kota Sukabumi mendapatkan keterangan kesehatan dari pihak Tim Dokter Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R. Syamsudin, S.H. Kota Sukabumi, yang menjelaskan bahwa kondisi ke-4 Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi tersebut, sehat jasmani dan rokhani.

Ditandaskan pula, selain lolos test kesehatan, ke-4 Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi tersebut, juga lolos persyaratan adminstrasi, dari mulai surat keterangan tidak memiliki hutang, termasuk pajak hingga hasil kekayaan, yang dikeluarkan oleh Pengadilan Niaga Jakarta.

Sedangkan pelaksanaan Pemilukada Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi periode tahun 2013-2018 tersebut, menurut Ketua KPU Kota Sukabumi, akan diselenggarakan berbarengan dengan Pemilukada Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat periode tahun 2013-2018, yakni pada hari Minggu, tanggal 24 Februari 2013 mendatang.

 
Kamis, 13 Desember 2012
PEMKOT SUKABUMI SELENGGARAKAN WORKSHOP AUDIT TINGKAT DASAR 2012
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, menyelenggarakan Workshop Audit Tingkat Dasar Tahun 2012. Workshop yang berlagsung selama 3 hari, tepatnya dari tanggal 13 sampai dengan 15 Desember 2012 ini, dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, Doktor H.M.N. Hanafie Zain, M.Si., bertempat di Hotel Anugrah Kota Sukabumi.

Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, Doktor H.M.N. Hanafie Zain, M.Si., meminta kepada seluruh peserta workshop ini, agar mengikuti seluruh materi yang diberikan oleh para nara sumber dengan sungguh-sungguh, disertai disiplin yang tinggi. Maksud dan tujuannya, supaya seluruh materi yang diberikan oleh para nara sumber tersebut, dapat diserap dan dipahami dengan baik. Dengan demikian, seluruh peserta yang mengikuti workshop ini, dapat menjadi auditor yang baik dan profesional, sesuai dengan harapan semua pihak.

Semetara Kepala Bidang Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Kota Sukabumi, Doktor Hajah Wiwin Winarni, M.M.Pd., selaku Ketua Panitia Penyelenggara menjelaskan, peserta yang mengikuti workshop ini, seluruhnya berjumlah 23 orang, yang sebelumnya telah mengikuti seleksi penerimaan calon auditor.

Adapun materi yang disampaikan dalam workshop ini, antara lain Gambaran Umum Audit, Kode Etik dan Standar Audit, Evaluasi Sistem Pengendalian Intern, dan Audit Rinci, dengan nara sumber para Widya Iswara dari Pusat Pendidikan Pelatihan dan Pengawasan (Pusdiklatwas) Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Ciawi-Bogor, para pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, dan para pejabat dari BPKP Perwakilan Provinsi Jawa Barat.

Sedangkan maksud dan tujuan dilaksanakannya workshop ini, dalam rangka upaya mempersiapkan calon auditor, yang memahami peran auditor internal pemerintah, serta mampu melaksanakan teknik dasar dan prosedur audit.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala BPKP Perwakilan Provinsi Jawa Barat, Kepala BKD Kota Sukabumi, Inspektur Kota Sukabumi, para Kepala Orgaisasi Perangkat Daerah (OPD), dan undangan lainnya.

 
Selasa, 11 Desember 2012
PEMKOT SUKABUMI SEDANG MERANCANG PROGRAM PENGOBATAN GRATIS
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, beserta Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dinas, instansi dan lembaga terkait, saat ini sedang merancang program pengobatan gratis, bagi warga masyarakat Kota Sukabumi, khususnya warga masyarakat miskin, dengan prosedur dan persyaratan yang sangat ringan dan sederhana, tanpa mengeluarkan sedikit pun biaya, yakni cukup dengan hanya memperlihatkan Kartu Tanda Penduduk (KTP), kepada petugas Puskesmas atau Pustu yang ada di wilayahnya masing-masing.

Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, Doktor H.M.N. Hanafie Zain, M.Si. mengatakan, segenap masyarakat miskin di Kota Sukabumi yang akan berobat ke Puskesmas atau Pustu, hanya cukup dengan memperlihatkan KTP, bisa dilayani oleh para petugas di Puskesmas atau Pustu yang ada di wilayahnya masing-masing. Adapun maksud dan tujuannya, untuk mewujudkan masyarakat Kota Sukabumi yang sehat dan sejahtera, baik lahir maupun batin.

Ditandaskannya, program yang sedang dirancang tersebut, tentunya akan berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Sukabumi. Sebab dengan diterapkannya program tersebut, PAD Kota Sukabumi khususnya yang dihasilkan dari retribusi pelayanan kesehatan di setiap Puskesmas dan Pustu di Kota Sukabumi akan hilang. Namun demikian, menurut Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, hal tersebut tidak akan menjadi kendala dan masalah bagi Pemerintah Kota Sukabumi. Karena kesehatan warga masyarakat lebih penting, dari pada menambah PAD yang dihasilkan dari retribusi pelayanan kesehatan dari warga masyarakat miskin.

Sekretaris Daerah Kota Sukabumi menjelaskan, Pemerintah Kota Sukabumi masih bisa menambah PAD dari retribusi pelayanan kesehatan. Karena masih banyak warga masyarakat dari luar wilayah Kota Sukabumi, yang berobat ke Puskesmas atau Pustu di Kota Sukabumi. Sebab bagi warga masyarakat dari luar wilayah Kota Sukabumi, yang berobat ke Puskesmas atau Pustu yang ada di Kota Sukabumi tidak gratis, atau masih tetap harus membayar retribusi pelayanan kesehatan. Sedangkan mengenai waktu penerapan program tersebut, seperti diharapkan Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, dapat segera diterapkan, supaya warga masyarakat tidak perlu menunggu waktu lama.

Sekretaris Daerah Kota Sukabumi juga menjelaskan, selain sedang merancang program pengobatan gratis bagi warga masyarakat miskin, pihaknya juga saat ini sedang merancang program Asuransi Kesehatan bagi warga masyarakat. Dengan demikian, bagi warga masyarakat Kota Sukabumi yang akan berobat dengan Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) dan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda), bisa digabungkan dalam Asuransi Kesehatan Masyarakat. Diharapkanya, dengan program tersebut, Pemerintah Kota Sukabumi dapat meningkatkan pelayanan kesehatan kepada warga masyarakat, ke arah yang lebih baik lagi.

 
Senin, 19 November 2012
PEMKOT SEDANG GODOK RAPERWAL LOKASI KAMPANYE PEMILUKADA
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, saat ini sedang menggodok Rancangan Peraturan Walikota (Raperwal) Sukabumi, Tentang Lokasi Kampanye Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada), baik Kampanye Pemilukada Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi periode tahun 2013-2018, maupun Kampanye Pemilukada Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat periode tahun 2013-2018, yang penyelenggaraan pemilihannya akan dilaksanakan berbarengan, yakni pada hari Minggu, tanggal 24 Februari 2013 mendatang.

Untuk itu, seperti dikatakan Kepala Bagian Hukum Setda Kota Sukabumi, Een Rukmini, S.H., pihaknya saat ini sedang gencar melakukan pembahasan tentang Raperwal Sukabumi tersebut, sekaligus melakukan koordinasi dengan seluruh unsur Muspida dan Muspika se Kota Sukabumi, guna mendapatkan masukan dan arahan, khususnya mengenai tempat-tempat yang diperbolehkan untuk dijadikan pusat kampanye, di setiap wilayah kecamatan se Kota Sukabumi.

Selain sedang menggodok Raperwal Sukabumi Tentang Lokasi Kampanye Pemilukada, pihaknya juga sudah menyampaikan himbauan kepada 4 Pasangan Bakal Calon (Balon) Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi, yang telah mendaftar secara resmi ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Sukabumi, untuk mengikuti Pemilukada Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi periode tahun 2013-2018, yang isinya melarang seluruh Pasangan Balon Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi, termasuk kepada 4 Pasangan Balon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, agar tidak memasang atribut kampanye, di seluruh ruas jalan protokol yang ada di wilayah Kota Sukabumi. Karena hal tersebut, selain dapat merusak pemandangan, juga dapat mengganggu ketertiban, kebersihan dan keindahan Kota Sukabumi.

Kepala Bagian Hukum Setda Kota Sukabumi mengatakan, apabila Raperwal Sukabumi tersebut telah selesai digodok dan dibahas secara optimal, akan segera ditetapkan oleh Walikota Sukabumi, menjadi Peraturan Walikota (Perwal) Sukabumi secara definitif. Adapun maksud dan tujuan dibuatnya Perwal Sukabumi tersebut, untuk menunjang kelancaran, keamanan dan ketertiban pelaksanaan Kampanye Pemilukada, baik Kampanye Pemilukada Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi, maupun Kampanye Pemilukada Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat.

Sementara Ketua Divisi Penyelenggara Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Sukabumi, Agus Firmansyah mengharapkan, agar Raperwal Sukabumi Tentang Lokasi Kampanye Pemilukada tersebut, dapat segera ditetapkan menjadi Perwal Sukabumi secara definitif, sebelum dilaksanakannya Kampanye Pemilukada tersebut.

Ketua Divisi Penyelenggara KPU Kota Sukabumi mengharapkan, dengan adanya Perwal Sukabumi tersebut, dapat menunjang kelancaran, keamanan dan ketertiban pelaksanaan Kampanye Pemilukada, serta dapat menghindari terjadinya rebutan tempat kampanye dan bentrokan antar relawan atau pendukung setiap pasangan calon, baik pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi, maupun pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat.

 
Kamis, 8 November 2012
PEMKOT SUKABUMI OPTIMAL TINGKATKAN PEMANFAATAN POTENSI
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pembangunan pada hakekatnya merupakan upaya yang berkesinambungan, guna meningkatkan peradaban dan derajat kemanusiaan, serta terwujudnya kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera. Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi senantiasa berupaya optimal meningkatkan pemanfaatan potensi dan keunggulan yang dimiliki, supaya benar-benar mampu mengangkat tingkat kesehatan, kecerdasan dan kesejahteraan masyarakat, termasuk dalam melaksanakan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Sebab menurut Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., APBD merupakan salah satu motor penggerak ekonomi di daerah, yang diharapkan dapat secara bertahap dan berkesinambungan, khususnya dalam mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia, sesuai dengan kaidah dan norma, serta peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

Diungkapkannya, dalam melaksanakan pengelolaan keuangan daerah, senantiasa dihadapkan pada perubahan dan penyesuaian, akibat regulasi yang diterbitkan dan ditetapkan oleh pemerintah pusat. Antara lain Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 37 Tahun 2012, Tentang Pedoman Penyusunan APBD Tahun Anggaran 2013, dan Permendagri Nomor 39 Tahun 2012, Tentang Perubahan Atas Permendagri Nomor 32 Tahun 2011, Tentang Pedoman Pemberian Hibah dan Bantuan Sosial yang bersumber dari APBD.

Seperti dikatakan Walikota Sukabumi, hal tersebut sangat berpengaruh terhadap proses penyusunan Rencana APBD dan Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2013, terutama perubahan kodering dan nomenklatur, baik pendapatan dan belanja maupun pembiayaan.

Dijelaskannya, perubahan pada aspek pengelolaan keuangan daerah yang diatur dalam paket undang-undang, pada dasarnya bertumpu pada upaya untuk meningkatkan dan mengedepankan prinsip-prinsip efisiensi, efektivitas, transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah, yang secara keseluruhan diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Namun demikian, dalam mengakomodir aspirasi masyarakat ke dalam struktur APBD, harus tetap memerhatikan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku, khususnya yang berkaitan dengan aspek teknis dan yuridis, sehingga dalam pelaksanaannya dapat dipertanggungjawabkan, baik dari segi hukum dan administrasi, maupun dari segi program dan kegiatan.

 
Selasa, 6 November 2012
PEMKOT SUKABUMI MELAKUKAN PENANDATANGANAN NOTA KESEPAKATAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, melakukan Penandatanganan Nota Kesepakatan, dengan PT Sindangpalay Langgeng Mandiri, Tentang Pengembangan Kawasan Wisata Pemandian Air Panas Santa, yang berlokasi tepatnya di wilayah Kelurahan Cikondang Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi. Penandatanganan Nota Kesepakatan yang berlangsung hari Senin, 5 November 2012, di Rumah Dinas Walikota Sukabumi ini, dilakukan oleh Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., dan Direktur Utama PT Sindangpalay Langgeng Mandiri, H. Asep Somantri.

Usai melakukan Penandatanganan Nota Kesepakatan, Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si. menjelaskan, dilakukannya Penandatanganan Nota Kesepakatan ini, merupakan tahap awal pemikiran, Tentang Rencana Pengembangan Kawasan Wisata Pemandian Air Panas Santa. Dijelaskan pula, Nota Kesepakatan tersebut, akan ditindaklanjuti dengan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama, antara pihak pengembang dengan dinas teknis terkait, khususnya dengan Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Sukabumi, dilanjutkan dengan permohonan persetujuan dari DPRD Kota Sukabumi.

Walikota Sukabumi menandaskan, tanpa adanya kerja sama dengan pihak swasta, Pemerintah Kota Sukabumi akan mengalami kesulitan melakukan Pengembangan Kawasan Wisata Pemandian Air Panas tersebut, karena sudah lama tidak digunakan. Apalagi membangun kembali kawasan tersebut, sebab membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Ditandaskan pula, dengan adanya investor yang berani dan bersedia menginvestasikan dana yang besar untuk membangun kawasan tersebut, merupakan salah satu keuntungan bagi Pemerintah Kota Sukabumi. Karena kawasan tersebut akan dibangun dan ditata kembali. Selain itu, juga Obyek Wisata Pemandian Air Panas di Kota Sukabumi akan bertambah menjadi dua obyek, yakni Obyek Wisata Pemandian Air Panas Cikundul dan Obyek Wisata Pemandian Air Panas Santa. Namun sebelum melakukan proses pembangunan, perusahaan tersebut harus memberikan uang jaminan, sebagai salah satu bukti nyata keseriusan, untuk membangun kembali kawasan obyek wisata tersebut.

Menyinggung waktu kerja sama tersebut, menurut Walikota Sukabumi belum dapat dipastikan. Karena masih dalam tahap pembahasan, yang hasilnya akan dituangkan dalam perjanjian kerja sama. Untuk itu, Walikota Sukabumi mengharapkan, agar proses pembahasannya dapat segera tuntas, sehingga proses pembangunannya dapat segera dimulai. Dikatakannya, apabila obyek wisata tersebut telah dibangun dan dioperasikan kembali, dapat memberikan pelayanan kepada warga masyarakat, khususnya yang akan berwisata air panas. Selain itu, juga dapat memberikan kontribusi secara positif, terhadap peningkatan Pendapat Asli Daerah (PAD) Kota Sukabumi, khususnya dari sektor pariwisata.

Dalam pada itu, Direktur Utama PT Sindangpalay Langgeng Mandiri, H. Asep Somantri menjelaskan, untuk tahap pertama pihaknya akan membangun seluas 3 hektar, dari luas lahan keseluruhan 5,4 hektar, dengan alokasi anggaran yang dibutuhkan sebesar 15 milyar rupiah. Adapun fasilitas yang akan dibangun di kawasan obyek wisata tersebut, diantaranya kolam pemandian air panas, jungle, water boom, air terjun dan out bound. Sedangkan proses pembangunannya, akan dilaksanakan secepatnya, serta ditargetkan selesai dan sudah dapat dioperasikan pada akhir tahun 2013 mendatang.

 
Senin, 15 Oktober 2012
PEMKOT SUKABUMI TELAH MENYIAPKAN SEBANYAK 82 EKOR HEWAN QURBAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Kasubbag Kesejahteraan Sosial (Kesos) pada Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Sukabumi, Mohamad Hapidz, S.IP. menjelaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, hingga saat ini telah menyiapkan sebanyak 82 ekor hewan qurban, yang terdiri dari 11 ekor sapi dan 71 ekor domba.

Dikatakannya, ke-82 ekor hewan qurban tersebut, akan distribusikan pada tanggal 25 Oktober 2012 mendatang, atau satu hari sebelum Hari Raya Idul Adha Tahun 1433 Hijriyah, yang jatuh pada tanggal 26 Oktober 2012 mendatang. Antara lain, untuk hewan qurban sapi akan didistribusikan ke Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Sukabumi sebanyak 3 ekor, untuk didistribusikan kepada para Penarik Becak dan Kusir Delman, serta ke Dinas Pengelolaan Persampahan, Pertamanan dan Pemakaman (DP-4) Kota Sukabumi sebanyak 2 ekor, untuk didistribusikan kepada para petugas kebersihan.

Selanjutnya ke Mesjid Agung Kota Sukabumi sebanyak 4 ekor, untuk didistribusikan kepada para kaum dhuafa se Kota Sukabumi, serta ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Nyomplong Sukabumi sebanyak 2 ekor, untuk didistribukan kepada para Napi dan Tahanan.

Sedangkan untuk hewan qurban domba, akan didistribusikan ke 7 kecamatan masing-masing 2 ekor, dan ke 33 kelurahan masing-masing 1 ekor, untuk didistribusikan kepada para kaum dhuafa yang ada di wilayah kecamatan dan kelurahannya masing-masing, serta ke 24 Panti Asuhan se Kota Sukabumi masing-masing 1 ekor, untuk didistribukan kepada warga Panti Asuhan masing-masing.

Menyinggung jumlah anggaran yang dikeluarkan Pemerintah Kota Sukabumi untuk pembelian ke-82 ekor hewan qurban tersebut, seperti dikatakan Kasubbag Kesos pada Bagian Administrasi Kesra Setda Kota Sukabumi, mencapai 274 juta rupiah. Dikatakan pula, bantuan hewan qurban dari Pemerintah Kota Sukabumi tersebut, merupakan agenda rutin tahunan Pemerintah Kota Sukabumi, sesuai dengan Keputusan Walikota Sukabumi Nomor 384 Tahun 2003.

Adapun maksud dan tujuannya, sebagai salah satu wujud nyata perhatian dan kepedulian Pemerintah Kota Sukabumi, kepada para Penarik Becak dan Kusir Delman, para petugas kebersihan, para kaum dhuafa dan warga Panti Asuhan, serta kepada para Napi dan Tahanan, yang menjadi warga binaan Lapas Kelas II B Nyomplong Sukabumi.

 
Minggu, 14 Oktober 2012
PEMKOT SUKABUMI SENANTIASA KEMBANGKAN KEBIJAKAN YANG INOVATIF
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Untuk menyikapi dinamika pertumbuhan ekonomi daerah, Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, senantiasa mengembangkan kebijakan yang inovatif, sekaligus mencari terobosan untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas pasar, termasuk kemungkinan membangun kerja sama, antara pemerintah daerah dengan swasta atau investor secara profesional, dengan tidak mengabaikan prinsip kehati-hatian.

Sedangkan mengenai kebijakan alokasi anggaran, khususnya dalam Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Sukabumi Tahun Anggaran 2012, baik belanja tidak langsung maupun belanja langsung, seperti dijelaskan Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., senantiasa diarahkan untuk mendukung kegiatan ekonomi nasional, untuk memacu peningkatan kesejahteraan rakyat, dengan tetap melanjutkan tiga sasaran kebijakan utama Kota Sukabumi.

Pertama kebijakan untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkualitas atau pro growth, dicerminkan dalam alokasi anggaran yang berorientasi pada pengembangan perekonomian daerah yang berbasis pada perekonomian masyarakat, Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUMKM), serta pengembangan infrastruktur dan suprastruktur pendukung ekonomi.

Kedua kebijakan untuk menciptakan dan memperluas lapangan kerja atau pro job, diarahkan pada upaya pengembangan perekonomian dan infrastruktur, yang dapat menciptakan lapangan kerja baru. Selain itu, juga diarahkan pada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Tenaga Kerja, serta mendorong peningkatan akses para pencari kerja terhadap pasar kerja.

Ketiga kebijakan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, melalui program-program Jaring Pengamanan Sosial (JPS), yang berpihak pada masyarakat miskin atau pro poor, diarahkan pada peningkatan kemampuan masyarakat miskin, dalam mengakses fasilitas-fasilitas pelayanan dasar, serta membangun kemampuan masyarakat miskin dari sisi perekonomiannya.

 
Senin, 8 Oktober 2012
PEMKOT SUKABUMI LAKUKAN KERJA SAMA DENGAN KEJARI SUKABUMI
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota Sukabumi, hari Senin, 8 Oktober 2012, bertempat di Rumah Dinas Walikota Sukabumi, melakukan kerja sama dengan Kejaksaan Negeri Sukabumi, tentang penyelesaian masalah hukum bidang perdata dan tata usaha negara. Kerja sama tersebut, ditandai dengan penandatanganan nota kesepakatan kerja sama, oleh Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., dan Kepala Kejaksaan Negeri Sukabumi, E. Suprihanto, S.H., M.H. Hadir dalam kesempatan tersebut, Pimpinan dan Anggota DPRD, para Asisten dan Staf Ahli, para Kepala Orgasnisasi Perangkat Daerah (OPD), para Kepala Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), para pejabat dari Kejaksaan Negeri Sukabumi, dan undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si. menjelaskan, pemerintah daerah merupakan subyek hukum, yang mempunyai hak dan kewajiban, sebagaimana diatur dalam undang-undang. Sedangkan dalam menjalankan peran dan fungsinya, terutama dalam mewujudkan kepemerintahan yang baik atau good governance, pemerintah daerah senantiasa bersinggungan dengan masyarakat dan sektor swasta, yang menjadi partner dalam mewujudkan program tersebut.

Ditandaskannya, persinggungan-persinggungan tersebut, sering berakhir dengan proses hukum, yang mengharuskan pemerintah daerah berhadapan dengan masyarakat atau sektor swasta, baik dalam bentuk somasi atau peringatan, maupun dalam bentuk gugatan ke pengadilan. Untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan tersebut, pemerintah daerah secara khusus memiliki sebuah tim, yang bertugas memberikan bantuan hukum, untuk menyelesaikan berbagai bentuk gugatan dari masyarakat, baik masalah hukum bidang perdata maupun masalah hukum bidang tata usaha negara.

Selain itu, berdasarkan Pasal 30 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2004 Tentang Kejaksaan Republik Indonesia, Jaksa selaku Pengacara Negara, dapat bertindak sebagai Kuasa Hukum dari Pemerintah Daerah. Berkaitan dengan hal tersebut, Pemerintah Kota Sukabumi bersama-sama Kejaksaan Negeri Sukabumi, sepakat untuk mengadakan kerja sama penyelesaian masalah hukum bidang perdata dan tata usaha negara, yang ada di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi.

Walikota Sukabumi mengharapkan, dengan dilaksanakannya kerja sama tersebut, dapat lebih mengoptimalkan penanganan perkara hukum perdata dan tata usaha negara, yang ada di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, serta dapat memberikan nilai tambah, bagi terwujudnya masyarakat Kota Sukabumi yang aman, tenteram, tertib, damai dan sejahtera.

Sementara Kepala Kejaksaan Negeri Sukabumi, E. Suprihanto, S.H., M.H. menandaskan, pihaknya beserta jajarannya, akan senantiasa berupaya optimal melaksanakan kerja sama tersebut, demi kelancaran dan keberhasilan Pemerintah Kota Sukabumi, dalam menjalankan peran dan fungsinya, serta terwujudnya masyarakat Kota Sukabumi yang aman, tenteram, adil, damai dan sejahtera.

 
Kamis, 17 November 2011
PEMKOT SUKABUMI TELAH USULKAN TIGA NAMA CALON SEKDA
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, beberapa waktu yang lalu telah mengusulkan tiga nama calon Sekretaris Daerah (Sekda), kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Adapun ketiga nama calon Sekda tersebut, antara lain Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sukabumi, Doktor H.M.N. Hanafie Zain, M.Si., Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPKB) Kota Sukabumi, Drs. H.A. Hamdan, M.M., serta Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kota Sukabumi, Drs. H. Kostaman, M.M.

Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si. mengungkapkan, ketiga nama calon Sekda tersebut, sudah memenuhi seluruh kriteria dan persyaratan, untuk menduduki jabatan sebagai pimpinan tertinggi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kota Sukabumi, baik dari kepangkatan maupun dari masa kerjanya.

Ditandaskannya, ketiga nama calon Sekda tersebut, akan digodok oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta akan direkomendasikan oleh Gubernur Jawa Barat kepada Walikota Sukabumi, untuk menggantikan H. Mohamad Muraz, S.H., M.M., yang akan memasuki masa purna bhakti atau pensiun pada bulan Mei 2012 mendatang. Untuk itu, H. Mohamad Muraz, S.H., M.M., sudah melakukan berbagai persiapan, termasuk surat pengajuan pensiun.

Ditandaskan pula, mekanisme pemilihan Sekretaris Daerah saat ini, sangat berbeda dengan pemilihan tahun-tahun sebelumnya. Karena pemilihan pada tahun-tahun sebelumnya, bisa secara langsung ditunjuk oleh Walikota, yang dikomuniksasikan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Namun untuk pemilihan saat ini, yang menilai Gubernur Jawa Barat. Karena jabatan Sekda ini, bukan jabatan politis. Walikota Sukabumi mengatakan, penentuan calon Sekda Kota Sukabumi ini, kemungkinan baru akan diketahui pada bulan Januari atau Febuari 2012 mendatang.

 
Senin, 24 Oktober 2011
PEMKOT DAN KPUD BAHAS MEKANISME PEMILUKADA TAHUN 2013
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota Sukabumi dan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Sukabumi, membahas mekanisme yang akan dilaksanakan, khususnya dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Kota Sukabumi Tahun 2013 mendatang. Pembahasan tersebut, berlangsung dalam sebuah rapat, yang dilaksanakan di Operation Room Setda Kota Sukabumi, baru-baru ini. Sebab Pemilukada Kota Sukabumi tersebut, pelaksanaannya akan digabung dengan Pemilukada Gubernur Jawa Barat.

Menyinggung anggaran yang diajukan oleh KPUD Kota Sukabumi kepada Pemerintah Kota Sukabumi, untuk biaya Pemilukada Kota Sukabumi Tahun 2013 sebesar 19 milyar rupiah, seperti dijelaskan Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, H. Mohamad Muraz, S.H., M.M., pihaknya beserta pihak KPUD Kota Sukabumi, dalam rapat tersebut tidak membahas tentang jumlah alokasi anggaran, yang akan digunakan dalam Pemilukada Kota Sukabumi Tahun 2013 mendatang. Akan tetapi, pihaknya hanya meminta penjelasan dan rasionalisasi dari KPUD Kota Sukabumi, atas pengajuan anggaran yang sudah dilaksanakan sebelumnya.

Sedangkan mengenai dana sebesar 8 milyar rupiah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Sukabumi Tahun 2012, seperti diungkapkan Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, dana tersebut merupakan dana cadangan. Oleh karenanya, penentuan besaran anggaran untuk biaya Pemilukada Kota Sukabumi secara keseluruhan, akan dibahas dalam rapat-rapat mendatang. Sebab apabila dana tersebut diberikan ke KPUD Kota Sukabumi, hanya cukup untuk membiayai satu putaran Pemilukada. Namun yang jelas, menurut Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, pada tahun 2012 mendatang, anggaran untuk keperluan pengadaan barang dan jasa, sudah bisa digunakan oleh KPUD Kota Sukabumi.

Dalam pada itu, Ketua KPUD Kota Sukabumi, Anton Rachman, S.Sos. menjelaskan, dalam rapat tersebut baru dilakukan pembahasan tahap awal, yakni berkaitan dengan mekanisme yang akan dilaksanakan oleh KPUD Kota Sukabumi, dalam Pemilukada Kota Sukabumi, yang pelaksanaannya akan digabung dengan Pemilukada Gubernur Jawa Barat. Dikatakannya, dalam rapat-rapat mendatang akan dilakukan pembahasan tentang besaran anggaran yang akan digunakan, untuk keperluan pelaksanaan Pemilukada Kota Sukabumi Tahun 2013 mendatang.

 
Rabu, 19 Oktober 2011
PEMKOT SUKABUMI SELENGGARAKAN UNPP TAHAP II TAHUN 2011
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, menyelenggarakan Ujian Nasional Program Paket (UNPP) A, B dan C, Tahap II Tahun 2011. UNPP yang diikuti oleh 620 peserta se Kota Sukabumi ini, dijadualkan berlangsung dari 11 sampai dengan 20 Oktober 2011. Ketua UNPP A, B dan C Tahap II Tahun 2011, Drs. Asep Sudayat menjelaskan, ke-620 peserta yang mengikuti UNPP A, B dan C tersebut, mengerjakan berbagai soal ujian, yang telah disiapkan oleh Panitia Pusat.

Dikatakannya, dari jumlah 620 peserta UNPP tersebut, yang tidak bisa mengikuti UNPP sebanyak 58 peserta, seluruhnya dari UNPP C, dengan berbagai alasan. Diantaranya sakit, kesibukan aktifitas, dan berbagai alasan lainnya. Dikatakan pula, bagi para peserta yang tidak bisa mengikuti UNPP Tahap II ini, harus mengulang pada tahun depan.

Menyinggung tingkat kelulusan UNPP B dan C Tahap I, yang diikuti oleh 825 peserta beberapa waktu yang lalu, tingkat kelulusannya mencapai 90 persen. Sedangkan bagi para peserta yang tidak lulus pada UNPP Tahap I, dapat mengikuti kembali UNPP pada Tahap II. Adapun para peserta yang mengikuti UNPP A, B dan C ini, baik pada Tahap I maupun pada Tahap II, berasal dari 16 Pusat Kegiatan Belajar Mengajar Masyarakat (PKBM), se Kota Sukabumi.

Ditandaskannya, khusus bagi para peserta yang memiliki aktifitas sebagai karyawan, pihak panitia penyelenggara telah mengirim surat kepada tempat kerja masing-masing peserta, supaya memberikan izin kepada karyawannya, untuk mengikuti UNPP. Ditandaskan pula, ijazah paket ini bisa digunakan melamar pekerjaan, dan melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi. Karena ijazah paket ini setara dengan ijazah pendidikan formal, serta telah diatur oleh Kementerian Pendidikan Nasioan (Kemendiknas).

 
Selasa, 11 Oktober 2011
PEMKOT SUKABUMI KEMBANGKAN BERBAGAI FASILITAS OLAHRAGA
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, senantiasa berupaya optimal membangun dan mengembangkan berbagai fasilitas olahraga, bagi warga masyarakat Kota Sukabumi. Diantaranya pengembangan Stadion Suryakencana Kota Sukabumi, sebagai kompleks olahraga warga masyarakat Kota Sukabumi.

Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si. menjelaskan, kehadiran kompleks olahraga bagi warga masyarakat, di Kota Sukabumi sangat perlu, sebagai salah satu upaya peningkatan pelayanan kepada segenap lapisan warga masyarakat. Namun untuk membangun suatu kompleks olahraga tersebut, membutuhkan anggaran yang cukup besar. Selain itu, kendati anggarannya sudah ada, tidak serta merta bisa langsung dibangun, karena harus mengikuti aturan yang berlaku.

Dikatakannya, upaya ke arah pengembangan kompleks olahraga, saat ini sudah terlihat di sekitar Stadion Suryakencana, tepatnya di wilayah Kecamatan Warudoyong. Hal tersebut bisa dilihat, dengan dibangunnya fasilitas trek lari dan tempat olahraga lainnya. Disamping itu, Pemerintah Kota Sukabumi juga sudah membangun lapangan publik, tepatnya di 7 wilayah kecamatan, sebagai pusat pengembangan olahraga bagi warga masyarakat.

Dalam pada itu, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Sukabumi, Drs. Beni Haerani, M.M. mengungkapkan, pengembangan di sekitar Stadion Suryakencana Kota Sukabumi sebagai kompleks olahraga bagi warga masyarakat Kota Sukabumi, sudah mulai dilakukan. Yakni selain sudah memiliki Gelanggang Olah Raga (GOR), juga akan dikembangkan rintisan kolam renang baru. Namun untuk mewujudkan hal tersebut, memerlukan anggaran yang cukup besar, sehingga perlu ada keterlibatan dari pihak investor.

Kepala Disporabudpar Kota Sukabumi menandaskan, aktifitas olahraga di Stadion Suryakencana, saat ini sudah mulai hidup, serta dimanfaatkan secara optimal oleh warga masyarakat. Demikian pula dari sisi pembangunan fasilitas olahraga, saat ini sudah mulai merangkak naik, sesuai dengan kemampuan keuangan yang dimiliki Pemerintah Kota Sukabumi.

 
Jumat, 16 September 2011
PEMKOT SUKABUMI OPTIMAL LAKUKAN PENANGGULANGAN KEMISKINAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, senantiasa berupaya optimal melakukan penanggulangan kemiskinan. Antara lain dengan telah diterbitkannya Keputusan Walikota Sukabumi Nomor 40 Tahun 2011, Tentang Pembentukan Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kota Sukabumi.

Adapun tugas TKPK Kota Sukabumi tersebut, seperti dikatakan Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., diantaranya menyusun strategi penanggulangan kemiskinan daerah, sesuai dengan prinsip-prinsip good governance. Selain itu, juga mengkoordinasikan berbagai program dan kebijakan, serta pengendalian dan penanggulangan kemiskinan secara komprehensif dan terpadu.

Dikatakannya, selain merumuskan berbagai program, TKPK Kota Sukabumi, juga bertugas melakukan pendataan jumlah warga miskin, yang saat ini di Kota Sukabumi jumlahnya mencapai lebih kurang 10,2 persen, dari jumlah penduduk keseluruhan Kota Sukabumi, sebanyak 299 ribu jiwa lebih.

Walikota Sukabumi menandaskan, upaya dalam melakukan penanggulangan kemiskinan ini, bukan merupakan tugas dan tanggung jawab pemerintah semata, akan tetapi juga memerlukan keterlibatan sektor swasta dan warga masyarakat pada umumnya.

Ditandaskan pula, upaya dalam melakukan penanggulangan masalah kemiskinan, di Kota Sukabumi sudah berjalan sejak lama. Hal ini bisa dilihat dari berbagai bantuan yang kucurkan oleh pemerintah, seperti Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Beasiswa dan sebagainya.

Sedangkan upaya-upaya lainnya yang dilaksanakan dalam melakukan penanggulangan kemiskinan di Kota Sukabumi, menurut Walikota Sukabumi, diantaranya ditempuh dengan senantiasa mendorong pihak private sector atau swasta, terutama pihak perbankan, untuk senantiasa memberikan bantuan permodalan, melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), kepada para pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Kota Sukabumi.

Dijelaskannya, pihak perbankan di Kota Sukabumi, tidak pernah mempersulit proses pengucuran dana KUR kepada para pelaku UKM. Namun demikian, setiap bank yang mengucurkan dana KUR tersebut, memiliki kebijakan masing-masing.

Selain itu, Pemerintah Kota Sukabumi, juga senantiasa mengundang para pimpinan dunia usaha, yang melakukan kegiatan usaha di Kota Sukabumi, untuk senantiasa memberikan bantuan, melalui program Corporate Sosial Responsibility (CSR).

 
Senin, 5 September 2011
PEMKOT SUKABUMI SELENGGARAKAN HALAL BIL HALAL IDUL FITRI 1432 HIJRIYAH
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, menyelenggarakan silaturahmi dan halal bil halal Idul Fitri Tahun 1432 Hijriyah, sekaligus tasyakur bi nikmat Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-66 Proklamasi Kemerdekaan RI Tahun 2011, bertempat di Halaman Setda Kota Sukabumi, hari Senin, 5 September 2011. Acara tersebut diisi pembacaan Wahyu Illahi oleh Ustadz Mamun dan tausiyah oleh Drs. K.H. Zaenal Abidin, M.Ag., serta hiburan Marawis dan Ramah Tamah.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Walikota Sukabumi, Kepala Setukpa Lemdikpol, Pimpinan dan Anggota DPRD, unsur Muspida, Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, para Asisten dan Staf Akhli, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, jajaran pengurus Tim Penggerak PKK, Dharma Wanita Persatuan (DWP), para Tokoh Masyarakat dan Alim Ulama, para Ketua Organisasi Sosial Kemasyarakatan dan Pemuda, Anggota Paskibraka dan Paswalbraka Kota Sukabumi Tahun 2011, serta Insan Pers dan undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., atas nama pribadi, unsur Muspida dan Pemerintah Kota Sukabumi, mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1432 Hijriyah, seraya menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin, dari berbagai kesalahan, kealfaan dan kekurangan.

Selain itu, Walikota Sukabumi mengucapkan terima kasih kepada segenap aparat dinas-instansi terkait, yang telah berupaya optimal mengamankan pelaksanaan ibadah shaum Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri Tahun 1432 Hijriyah, serta peringatan HUT Ke-66 Proklamasi Kemerdekaan RI Tahun 2011 di Kota Sukabumi.

Karena atas kesiapan dan kesigapan, serta kerja keras dan kebersamaan segenap aparat dinas-instansi terkait, pelaksanaan ibadah shaum Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri Tahun 1432 Hijriyah, serta peringatan HUT Ke-66 Proklamasi Kemerdekaan RI Tahun 2011, di Kota Sukabumi pada umumnya berjalan lancar, aman, tertib dan damai.

Pada kesempatan tersebut, Walikota Sukabumi menyerahkan Piagam Penghargaan dan Uang Kadeudeuh, kepada segenap Anggota Paskibraka dan Paswalbraka Kota Sukabumi Tahun 2011, secara simbolis kepada Pelatih Paskibraka dan Paswalbraka Kota Sukabumi Tahun 2011, Letda Armed Hendi Wibowo.

 
Jumat, 2 September 2011
PEMKOT SUKABUMI SENANTIASA PERHATIKAN MASALAH POKOK NASIONAL 2011
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Dalam menyiapkan berbagai kebijakan, termasuk dalam melakukan penyusunan anggaran daerah, Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, senantiasa memerhatikan pada masalah dan tantangan pokok nasional tahun 2011. Antara lain terjadinya dampak krisis finansial global, adanya kecenderungan pergeseran moralitas di semua lapisan masyarakat, dan meningkatnya Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial atau PMKS.

Selain itu, juga tingginya tuntutan profesionalisme kinerja aparat pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, banyaknya tuntutan akan pendidikan yang berkualitas dan terjangkau di berbagai lapisan masyarakat, meningkatnya persaingan dunia usaha, serta peningkatan kualitas dan pemerataan kondisi infrastruktur dan lingkungan perkotaan, bagi kehidupan segenap lapisan masyarakat yang sehat dan nyaman.

Wakil Walikota Sukabumi, Doktor H. Mulyono, M.M. menjelaskan, selain senantiasa memerhatikan pada masalah dan tantangan pokok nasional tahun 2011, Pemerintah Kota Sukabumi, juga senantiasa memerhatikan Prioritas Pembangunan Daerah Jawa Barat Tahun 2011, sebagaimana tertuang dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2011. Antara lain peningkatan kualitas kehidupan beragama dan sosial budaya, penanganan kemiskinan melalui pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, peningkatan dan pengembangan kesempatan kerja dan berusaha, melalui pemberbdayaan Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUMKM), serta sektor-sektor lainnya.

Selanjutnya peningkatan kualitas pelayanan pemerintahan, menuju good governance dan clean government, peningkatan kualitas pelayanan pendidikan, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, optimalisasi pemanfaatan ruang dan peningkatan jaringan infrastruktur kota, serta peningkatan kualitas dan daya dukung lingkungan perkotaan.

 
Minggu, 28 Agustus 2011
PEMKOT SUKABUMI BERI BANTUAN TAHAP KEDUA KEPADA 630 TUKANG BECAK
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota Sukabumi, memberi bantuan tahap kedua kepada 630 Tukang Becak, yang beroperasi di wilayah Kota Sukabumi, sebesar 63 juta rupiah, masing-masing 100 ribu rupiah. Selain itu, juga memberi bantuan kepada 150 Kusir Delman, yang beroperasi di wilayah Kota Sukabumi, sebesar 11 juta 250 ribu rupiah, masing-masing 75 ribu rupiah, serta kepada 3 ribu 762 Lansia se Kota Sukabumi, sebesar 188 juta 100 ribu rupiah, masing-masing 50 ribu rupiah.

Bantuan yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Sukabumi tersebut, diserahkan secara simbolis oleh Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., usai melaksanakan Sholat Subuh Berjamaah, di Masjid Agung Kota Sukabumi, hari Jumat, 26 Agustus 2011.

Dalam sambutannya Walikota Sukabumi menjelaskan, pemberian bantuan tersebut, merupakan wujud kecintaan Pemerintah Kota Sukabumi kepada rakyatnya. Hal tersebut sesuai dengan 4 pilar utama ajaran agama, khususnya dalam mewujudkan Kota Sukabumi yang maju, aman, tentram, tertib dan damai, serta cerdas, sehat dan sejahtera, baik lahir maupun batin, yakni ilmunya para ulama, adilnya para pemimpin, dermawannya kaum aghnia, dan doanya kaum dhuafa.

Diharapkannya, bantuan yang diberikan tersebut, dapat meringankan beban warga masyarakat yang kurang mampu, khususnya Tukang Becak, Kusir Delman dan Lansia di Kota Sukabumi, terutama dalam menghadapi Hari Raya Idul Fitri Tahun 1432 Hijriyah. Selain itu, diberikannya bantuan tersebut, merupakan salah satu upaya dan kewajiban Pemerintah Kota Sukabumi, khususnya dalam upaya menyejahterakan warga masyarakatnya.

Sementara Kepala Bagian Administrasi Kesra Setda Kota Sukabumi, Adang Taufik, S.H., M.Si. menjelaskan, bantuan tersebut diberikan secara rutin setiap tahun, tepatnya pada setiap menjelang Hari Raya Idul Fitri. Sedangkan khusus bagi Tukang Becak, diberikan dua tahap, yakni pada setiap menjelang bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.

Adapun bantuan yang diberikan kepada Tukang Becak tahun ini, seluruhnya mencapai 126 juta rupiah, diberikan kepada 630 Tukang Becak, masing-masing 200 ribu rupiah. Bantuan tersebut diberikan dalam dua tahap, yakni pada saat menjelang bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri Tahun 1432 Hijriyah, masing-masing 100 ribu rupiah, ditambah bantuan Paket Sembako senilai 31 juta 500 ribu rupiah, berupa Beras, Gula Pasir, Minyak Goreng, Kecap, dan Mie Instan, hasil dari infaq dan shodaqoh karyawan-karyawati Pemerintah Kota Sukabumi. Bantuan Paket Sembako tersebut, diberikan secara simbolis oleh Walikota Sukabumi, tepatnya pada saat menjelang bulan Ramadhan Tahun 1432 Hijriyah, usai melaksanakan Sholat Subuh Berjamaah, di Masjid Agung Kota Sukabumi.

 
Rabu, 24 Agustus 2011
PEMKOT SUKABUMI TELAH MEMILIKI KLINIK DAN TEMPAT PENITIPAN HEWAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, belum lama ini telah memiliki Klinik dan Tempat Penitipan Hewan, tepatnya sejak bulan April 2011 yang lalu. Adapun lokasi Klinik dan Tempat Penitipan Hewan tersebut, yakni di Jalan Sejahtera, Kelurahan Sukakarya, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Sukabumi, Insinyur Cecep Mansyur menjelaskan, didirikannya Klinik dan Tempat Penitipan Hewan tersebut, diantaranya untuk membantu warga masyarakat, yang akan menitipkan dan memeriksakan kesehatan hewan peliharaannya.

Untuk itu, segenap lapisan warga masyarakat yang memiliki hewan peliharaan, seperti kucing, anjing dan yang lainnya, serta akan bepergian ke luar daerah atau mudik ke kampung halamannya dalam beberapa hari, hewan peliharaannya bisa dititipkan di Klinik dan Tempat Penitipan Hewan tersebut. Ditandaskannya, hewan peliharaan warga masyarakat yang dititipkan di Klinik dan Tempat Penitipan Hewan tersebut, dijamin aman dan sehat.

Ditandaskan pula, didirikannya Klinik dan Tempat Penitipan Hewan tersebut, sebagai wujud nyata kepedulian dan perhatian Bidang Peternakan DPKP Kota Sukabumi, khususnya dalam merealisasikan instruksi Walikota Sukabumi, yakni agar Pemerintah Kota Sukabumi memiliki Klinik dan Tempat Penitipan Hewan. Selain itu, juga sebagai wujud nyata kepedulian dan perhatian Pemerintah Kota Sukabumi, khususnya dalam melakukan kasih sayang terhadap hewan, yang harus senantiasa dijaga dan dipelihara.

Menyinggung tempat dan fasilitas yang ada di Klinik dan Tempat Penitipan Hewan tersebut, seperti dikatakan Kepala Bidang Peternakan DPKP Kota Sukabumi, hingga saat ini masih belum sempurna dan memadai. Namun demikian, tempat dan fasilitas yang ada di Klinik dan Tempat Penitipan Hewan tersebut, dapat menjamin kesehatan dan perawatan hewan peliharaan, yang dititipkan warga masyarakat selama bepergian. Selain itu, hewan peliharaan yang dititipkan di Klinik dan Tempat Penitipan Hewan tersebut, dijamin terpelihara serta tidak akan terlantar.

 
Sabtu, 6 Agustus 2011
ANGGARAN PEMKOT SUKABUMI SEBAGIAN BESAR UNTUK KEPENTINGAN MASYARAKAT
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Anggaran Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, sebagian besar untuk kepentingan warga masyarakat. Kondisi tersebut, menurut Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., sesuai dengan dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Sukabumi Tahun 2008-2013, dan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kota Sukabumi Tahun 2010. Selain itu, anggaran tersebut juga telah mencerminkan keinginan pembangunan yang pro poor, pro job, dan pro growth.

Dijelaskannya, Pemerintah Kota Sukabumi, senantiasa memberikan apresiasi terhadap kinerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), khususnya kecamatan, yang telah mendapat tugas pelimpahan sebagian kewenangan Walikota Sukabumi, sesuai dengan Keputusan Walikota Sukabumi, Nomor 184 Tahun 2004. Dengan demikian, anggaran untuk setiap kecamatan, secara bertahap akan senantiasa ditingkatkan, sesuai dengan kondisi keuangan daerah. Disamping itu, juga akan dilakukan pembinaan secara intensif, terhadap administrasi keuangan di setiap kecamatan.

Menyinggung adanya peningkatan realisasi anggaran pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Sukabumi, seperti diungkapkan Walikota Sukabumi, karena pada tahun 2010 ada penambahan anggaran, yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Barat sebanyak 3 kegiatan, dan APBD Kota Sukabumi sebanyak 1 kegiatan. Antara lain, fasilitasi operasional tenaga penyuluh pertanian dan perkebunan, pengembangan pertanian padi organik, rumah kompos, serta peningkatan kapasitas penyuluh pertanian dan perkebunan. Maksud dan tujuannya, untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan para petani di Kota Sukabumi.

Adapun upaya lainnya yang dilakukan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan para petani di Kota Sukabumi, menurut Walikota Sukabumi, diantaranya ditempuh melalui peningkatan pembinaan dan pendampingan petani dan kelompok tani, bantuan benih atau bibit unggul, fasilitasi promosi dan pemasaran, fasilitasi pelatihan, penguatan dan peningkatan kelembagaan ekonomi kelompok tani, optimalisasi saran dan prasarana agribisnis, serta peningkatan penanggulangan organime pengganggu tanaman secara terpadu.

 
Selasa, 2 Agustus 2011
PEMKOT SUKABUMI SENANTIASA BERI BANTUAN KEPADA KAUM DHUAFA
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Setiap menjelang Bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri, Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, senantiasa memberi bantuan kepada para kaum dhuafa. Seperti pada saat menjelang Bulan Suci Ramadhan Tahun 1432 Hijriyah ini, Pemerintah Kota Sukabumi memberi bantuan kepada 630 orang Tukang Becak, yang beroperasi di wilayah Kota Sukabumi.

Adapun bantuan tersebut, berupa uang tunai sebesar 63 juta rupiah, atau masing-masing Tukang Becak sebesar 100 ribu rupiah, dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Sukabumi. Selain itu, juga Paket Sembako senilai 31 juta 500 ribu rupiah, berupa Beras, Gula Pasir, Minyak Goreng, Kecap, dan Mie Instan, hasil dari infaq dan shodaqoh karyawan-karyawati Pemerintah Kota Sukabumi.

Bantuan tersebut, diserahkan secara simbolis oleh Walikota Sukabumi, H. Mokhmad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., usai melaksanakan Sholat Subuh Berjamaah, beserta unsur Muspida dan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), baru-baru ini, di Masjid Agung Kota Sukabumi.

Dalam kesempatan tersebut, Walikota Sukabumi mengajak kepada seluruh lapisan warga masyarakat, khususnya umat Islam, untuk senantiasa melaksanakan Sholat Subuh Berjamaah di masjid. Karena dari pelaksanaan Sholat Subuh Berjamaah ini, dapat memberikan implikasi yang positip kepada seluruh umat Islam, khususnya dalam mencapai Visi Pembangunan Kota Sukabumi, serta Visi Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi.

Adapun Visi Pembangunan Kota Sukabumi, yakni Terwujudnya Kota Sukabumi, Sebagai Pusat Pelayanan Berkualitas Bidang Pendidikan, Kesehatan dan Perdagangan di Jawa Barat, Berlandaskan Iman dan Taqwa; serta Visi Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi, yakni Dengan iman dan taqwa, mewujudkan pemerintahan yang amanah berparadigma surgawi, menuju Kota Sukabumi yang cerdas, sehat dan sejahtera, baik lahir maupun batin, dilandasi nilai-nilai fhilosofis, Shidiq, Tabligh, Amanah, Fathonah.

 
Sabtu, 16 Juli 2011
UPAYA PEMKOT SUKABUMI DALAM KEMBANGKAN KOPERASI DAN UKM
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi dalam mengembangkan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), diantaranya ditempuh melalui pelaksanaan Visi Pembangunan Kota Sukabumi, yakni Terwujudnya Kota Sukabumi Sebagai Pusat Pelayanan Berkualitas Bidang Pendidikan, Kesehatan dan Perdagangan di Jawa Barat, Berlandaskan Iman dan Taqwa.

Selain itu, seperti dijelaskan Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., juga telah dijabarkan melalui tiga misi dalam bidang perdagangan, yakni mendorong perkembangan Koperasi dan UKM, sebagai basis perekonomian rakyat, melindungi dan meningkatkan produktivitas Sumber Daya Manusia (SDM) Koperasi dan UKM, serta mendorong partisipasi masyarakat, dalam pembangunan Koperasi dan UKM, melalui pemberdayaan dan kemitraan.

Dikatakannya, Pemerintah Kota Sukabumi akan tetap berupaya optimal mengembangkan Koperasi dan UKM, sebagai basis perekonomian rakyat, dengan lebih kuat dan mantap, serta memiliki ruang gerak dan kesempatan usaha yang luas, dalam berbagai sektor lapangan usaha. Dengan demikian, para pelaku Koperasi dan UKM di Kota Sukabumi, diharapkan mampu lebih cepat, serta dapat lebih mudah menyesuaikan diri, terhadap perubahan-perubahan kontektual, dalam perkembangan perekonomian. Selain itu juga diharapkan, Koperasi dan UKM di Kota Sukabumi, dapat menjadi lembaga ekonomi masyarakat yang kokoh dan mengakar keberadaannya.

Walikota Sukabumi mengungkapkan, data Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Kota Sukabumi Tahun 2010, mencapai 6,14 persen, dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang paling besar, yakni mencapai 45,7 persen dari sektor perdagangan, serta hotel dan restoran. Sedangkan sektor perdagangan di Kota Sukabumi, didominasi oleh sub sektor retail, atau Koperasi dan UKM. Ditandaskannya, dari data tersebut nampak jelas, bahwa Koperasi dan UKM di Kota Sukabumi, merupakan bagian yang sangat penting, khususnya dalam mendorong LPE di Kota Sukabumi.

 
Kamis, 14 Juli 2011
PEMKOT SUKABUMI GENCAR LAKSANAKAN BERBAGAI BIDANG PEMBANGUNAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, secara gencar melaksanakan berbagai bidang pembangunan. Hal tersebut, seperti diungkapkan Ketua DPRD Kota Sukabumi, Aep Saepurahman, S.E., sesuai dengan Visi Pembangunan Kota Sukabumi, yakni Terwujudnya Kota Sukabumi Sebagai Pusat Pelayanan Berkualitas Bidang Pendidikan, Kesehatan dan Perdagangan di Jawa Barat, Berlandaskan Iman dan Taqwa. Selain itu, juga sesuai dengan Visi Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi, yakni Dengan iman dan taqwa mewujudkan pemerintahan yang amanah berparadigma surgawi, menuju Kota Sukabumi yang cerdas, sehat dan sejahtera, baik lahir maupun batin, dilandasi nilai-nilai fhilosofis, Shidiq, Tabligh, Amanah, Fathonah.

Namun demikian, Ketua DPRD Kota Sukabumi menghimbau kepada Pemerintah Kota Sukabumi, khususnya kepada Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, agar pada setiap melaksanakan pembangunan dalam bidang pendidikan, harus bisa memberikan pelayanan yang optimal kepada segenap lapisan warga masyarakat, khususnya di 33 kelurahgan, yang tersebar di 7 kecamatan se Kota Sukabumi. Salah satunya, kedepan perlu dibangun SMA baru, yang jumlah ruangan kelasnya harus disesuaikan dengan jumlah lulusan SMP. Demikian pula jumlah ruangan kelas SMP, juga harus disesuaikan dengan kebutuhan lulusan SD. Dengan demikian, fasilitas pendidikan yang ada di Kota Sukabumi, dapat dijangkau dengan mudah oleh warga masyarakat, karena tidak terfokus di pusat-pusat keramaian kota saja, akan tetapi merata di setiap wilayah.

Selanjutnya dalam bidang kesehatan, Pemerintah Kota Sukabumi melalui Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, harus lebih mengoptimalkan dalam meningkatkan pelayanan kesehatan kepada warga masyarakat, khususnya di setiap Puskesmas dan Pustu, yang tersebar di 7 kecamatan se Kota Sukabumi. Terlebih pada saat ini, mayoritas Puskesmas di Kota Sukabumi, sudah memiliki ruangan rawat inap. Namun yang harus lebih diperhatian oleh Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, menurut Ketua DPRD Kota Sukabumi, yakni masalah jam operasional dan ketersedian dokter jaganya. Dengan demikian, setiap warga masyarakat yang akan berobat, jam berapapun bisa dilayani.

Kemudian dalam bidang perdagangan, Pemerintah Kota Sukabumi melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopperindag) Kota Sukabumi, harus berupaya optimal melakukan penataan terhadap pasar-pasar tradisional, yang ada di Kota Sukabumi. Sebab apabila dilakukan penataan dengan baik, pasar-pasar tradisional yang ada di Kota Sukabumi, akan lebih bersih dan nyaman. Selain itu, para Pedagang Kaki Lima (PKL) pun, harus ditata dengan baik, supaya tampak lebih teratur dan tertib.

 
Kamis, 14 Juli 2011
PEMKOT SUKABUMI AKAN BERUPAYA OPTIMAL TINGKATKAN PAD
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, akan senantiasa berupaya optimal meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), baik melalui ekstensifikasi maupun intensifikasi. Namun seperti ditandaskan Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., upaya dalam meningkatkan PAD tersebut, Pemerintah Kota Sukabumi akan tetap memegang prinsip, untuk tidak membebani warga masyarakat, dan ditujukan untuk meningkatkan pelayanan publik.

Menyinggung rendahnya penyerapan belanja modal pada tahun anggaran 2010, menurut Walikota Sukabumi, hal tersebut berkaitan dengan program dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, terutama pada penyaluran Dana Alokasi Khusus (DAK), dan Anggaran Geometrik dari Provinsi Jawa Barat. Adapun kendala yang dihadapi, yakni terjadinya keterlambatan penerimaan dana, yang baru masuk ke Kas Daerah pada akhir tahun anggaran 2010.

Sedangkan mengenai realisasi Belanja Tidak Terduga (BTT), yang melebihi anggaran pada tahun 2010, dikarenakan adanya pengembalian pendapatan dana penyesuaian tambahan penghasilan guru PNS, kepada Pemerintah Pusat, yang diterima pada tahun 2009. Hal tersebut sesuai dengan ketentuan, sebagaimana yang tercantum dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 13, tepatnya pada Pasal 48 Ayat 1, yang menyatakan, bahwa BTT merupakan belanja untuk kegiatan yang sifatnya tidak biasa, seperti penanggulangan bencana alam dan bencana sosial, termasuk pengembalian atas kelebihan penerimaan daerah tahun sebelumnya yang telah ditutup.

Selanjutnya mengenai realisasi belanja untuk beberapa kegiatan, yang penyerapannya kurang dari 80 persen, seperti dikatakan Walikota Sukabumi, karena dalam pelaksanaannya memegang prinsip efisiensi dan efektivitas, dengan tanpa mengurangi output dan target pencapaian kinerja, pada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang bersangkutan.

Sementara terjadinya perbedaan silpa pada tahun 2010, dikarenakan pada saat melakukan penyusunan perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2010, yakni dengan mencantumkan realisasi silpa tahun 2009. Sedangkan realisasi silpa tahun 2010, baru bisa diketahui, setelah berakhirnya tahun anggaran.

 
Senin, 11 Juli 2011
PENGURUS RAYON AMS AGAR REALISASIKAN PROGRAM PEMKOT SUKABUMI
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Wakil Walikota Sukabumi, Doktor H. Mulyono, M.M., selaku Ketua Distrik Angkatan Muda Siliwangi (AMS) 013 Kota Sukabumi, meminta kepada segenap jajaran pengurus Rayon AMS, agar senantiasa mendukung dan merealisasikan berbagai program dan kebijakan Pemerintah Kota Sukabumi, khususnya dalam menciptakan masyarakat Kota Sukabumi yang sehat, cerdas dan sejahtera. Permintaan Wakil Walikota Sukabumi tersebut, disampaikan usai melantik jajaran pengurus baru Rayon AMS Kecamatan Citamiang, periode tahun 2011-2016, baru-baru ini.

Sementara Ketua Rayon AMS Kecamatan Citamiang periode tahun 2011-2016, Dedi Supriadi menjelaskan, sebagai organisasi kepemudaan, pihaknya siap mengawal dan mendukung berbagai program serta kebijakan yang digulirkan oleh Pemerintah Kota Sukabumi, khususnya program dan kebijakan yang lebih berpihak kepada warga masyarakat. Selain itu, pihaknya juga berharap, agar kehadiran AMS di Kecamatan Citamiang ini, dapat bermanfaat bagi warga masyarakat, dengan melakukan berbagai program dan kegiatan secara nyata, khususnya yang lebih berpihak kepada warga masyarakat.

Adapun kegiatan yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini, menurut Ketua Rayon AMS Kecamatan Citamiang, diantaranya akan melaksanakan rapat gabungan dengan seluruh jajaran pengurus Sub Rayon AMS Kelurahan se Kecamatan Citamiang. Ditandaskannya, dalam rapat gabungan tersebut, jajaran pengurus baru Rayon AMS Kecamatan Citamiang, akan merumuskan berbagai program kerja, yang akan dilaksanakan ke depan. Salah satunya program kegiatan bhakti sosial, yang dapat dirasakan manfaatnya oleh warga masyarakat Kecamatan Citaming.

Menyinggung jumlah pengurus Rayon AMS Kecamatan Citamiang, saat ini mencapai 52 orang, dan pengurus Sub Rayon AMS Kelurahan mencapai 125 orang, tersebar di 5 kelurahan se Kecamatan Citamiang. Sedangkan kegiatan lainnya yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini, yakni dalam bulan suci Ramdhan Tahun 1432 Hijriyah, melaksanakan kegiatan Tarawih Keliling (Tarling), di setiap kelurahan. Maksud dan tujuannya, dalam rangka upaya meningkatkan jalinan silahturahmi dengan warga masyarakat, serta jajaran pengurus dan anggota Sub Rayon AMS Kelurahan se Kecamatan Citamiang.

Dalam pada itu, salah seorang Dewan Penasehat Rayon AMS Kecamatan Citamiang, Hasan mengharapkan, kehadiran organisasi AMS ini, harus lebih bermanfaat bagi warga masyarakat. Selain itu, juga harus senantiasa mendukung dan merealisasikan berbagai program dan kebijakan, yang digulirkan oleh Pemerintah Kota Sukabumi, khususnya berbagai program dan kebijakan yang berdampak pada peningkatan kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan warga masyarakat Kota Sukabumi.

 
Minggu, 10 Juli 2011
PEMKOT SUKABUMI AKAN BATASI KONSUMEN PREMIUM BERSUBSIDI UNTUK UMUM
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota Sukabumi, menurut rencana akan membatasi konsumen Bahan Bakar Minyak (BBM), khususnya jenis premium bersubsidi untuk umum. Hal tersebut disampaikan Wakil Walikota Sukabumi, Doktor H. Mulyono, M.M., usai rapat pembahasan rencana penggunaan premium bersubsidi, bertempat di Operation Room Balai Kota Sukabumi, hari Jumat, 8 Juli 2011.

Sebab penggunaan BBM jenis premium tersebut, hanya untuk Usaha Kecil dan Menengah (UKM), dan untuk pelayanan-pelayanan tertentu, seperti untuk mobil ambulan dan pemadam kebakaran. Dengan demikian, untuk diluar kendaraan tersebut, harus menggunakan BBM jenis pertamax. Ditandaskannya, Wakil Walikota Sukabumi sangat memahami kehendak warga masyarakat, yang lebih memilih BBM jenis premium, dari pada BBM jenis pertamax. Karena harga BBM jenis premium, jauh lebih murah dari pada harga BBM jenis pertamax.

Menyinggung berkurangnya subsidi BBM tahun ini, seperti dikatakan Wakil Walikota Sukabumi, harus benar-benar disiasati, yakni dengan melakukan pengawasan secara ketat, terhadap warga masyarakat yang akan membeli BBM jenis premium. Dikatakannya, hal tersebut sudah dibicarakan dengan berbagai pihak dinas-instansi terkait. Sedangkan mengenai regulasinya, menurut Wakil Walikota Sukabumi, akan ditentukan dan ditetapkan kemudian.

Dikatakan pula, dalam menjalankan program tersebut, Pemerintah Kota Sukabumi, menurut rencana akan menerbitkan kartu pengaman, khususnya bagi pihak-pihak tertentu, yang benar-benar berhak mendapatkan BBM jenis premium. Dengan demikian, yang membeli BBM jenis premium tersebut, benar-benar pihak yang berhak mendapatkannya.

Sedangkan untuk menunjang kelancaran dan keberhasilan pelaksanaan program tersebut, pihaknya meminta kepada dinas-instansi terkait, termasuk kepada pihak pengusaha Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), untuk ikut serta menyosialisasikan program tersebut, kepada segenap lapisan warga masyarakat.

Diharapkannya, program tersebut dapat berjalan dengan baik dan lancar, serta benar-benar tepat sasaran, sesuai dengan kebijakan yang akan ditentukan kemudian. Diharapkan pula, sosialisasi tentang program tersebut, agar dilaksanakan lebih cepat, supaya segenap lapisan warga masyarakat, dapat segera mengetahui dan memahaminya dengan baik, terhadap kebijakan dan program tersebut.

 
Rabu, 6 Juli 2011
PEMKOT SUKABUMI AKAN OPTIMAL BENAHI PEMANDIAN AIR PANAS CIKUNDUL
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, akan berupaya optimal membenahi Obyek Wisata Pemandian Air Panas Cikundul, tepatnya di wilayah Kelurahan Cikundul, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi. Adapun pembenahan yang akan dilakukan terhadap obyek wisata tersebut, menurut Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Sukabumi, Drs. Beni Haerani, M.M., diantaranya melengkapi berbagai fasilitas pendukung, untuk memuaskan para pengunjung, yang datang ke obyek wisata tersebut.

Dikatakannya, untuk mewujudkan hal tersebut, Pemerintah Kota Sukabumi, belum lama ini telah menggalang kerja sama dengan salah seorang investor dari Kota Surabaya. Karena untuk melengkapi berbagai fasilitas pendukung di obyek wisata tersebut, dibutuhan dana yang cukup besar, yakni mencapai 100 milyar rupiah.

Untuk itu diharapkan, kerja sama dengan salah seorang investor dari Kota Surabaya tersebut, dapat berjalan dengan baik dan lancar, sehingga dapat mewujudkan impian pemerintah dan warga masyarakat Kota Sukabumi, khususnya dalam memiliki objek wisata yang representatif. Selain itu juga diharapkan, apabila obyek wisata tersebut telah dilengkapi oleh berbagai fasilitas pendukung, dapat menarik para pengunjung sebanyak-banyaknya, baik dari dalam maupun dari luar Kota Sukabumi.

Kepala Disporabudpar Kota Sukabumi menjelaskan, program kegiatan yang akan dilaksanakan dalam membenahi obyek wisata tersebut, diantaranya perluasan wilayah dan penambahan fasilitas pendukung, seperti water park, flying fox, dan water boom. Selain itu, juga telah direncanakan akan membuat fasitas jembatan, serta fasilitas pendukung lainnya. Dijelaskan pula, master plan pembenahan obyek wisata tersebut sudah ada, tinggal menunggu realisasi pengerjaannya saja.

Untuk menunjang kelancaran dan keberhasilan dalam melakukan pembenahan terhadap obyek wisata tersebut, pihak Disporabudpar Kota Sukabumi telah mengambil langkah cepat, khususnya dalam melakukan koordinasi dengan para pemilik lahan yang akan dijadikan area perluasan objek wisata tersebut. Adapun lahan yang sudah dibebaskan untuk perluasan objek wisata tersebut, seluruhnya mencapai empat hektar. Sedangkan lokasinya, berada di seberang sungai Cimandiri. Dikatakan pula, pihak Disporabudpar Kota Sukabumi sudah sangat siap, untuk melaksanakan pembenahan terhadap objek wisata tersebut.

Kepala Disporabudpar Kota Sukabumi mengharapkan, pelaksanaan pembenahan terhadap objek wisata tersebut, mendapat dukungan dari semua pihak. Maksud dan tujuannya, supaya pelaksanaan pembenahan terhadap objek wisata tersebut, dapat berjalan dengan baik dan lancar, serta dapat segera selesai.

 
Sabtu, 25 Juni 2011
PEMKOT SUKABUMI OPTIMAL LAKUKAN PEMERATAAN PUSAT-PUSAT KERAMAIAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, senantiasa berupaya optimal melakukan pemerataan pusat-pusat keramaian. Seperti dijelaskan Wakil Walikota Sukabumi, Doktor H. Mulyono, M.M., upaya tersebut, diantaranya ditempuh melalui peningkatan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, khususnya untuk menyelesaikan pembangunan Jalan Lingkar Selatan, dan Pembangunan Kampus Politeknik Negeri Sukabumi. Disamping itu, juga secara bertahap melaksanakan pembangunan Terminal Type A, serta melakukan mekanisme insentif, yakni kemudahan bagi para investor, yang akan melakukan kegiatan ekonomi di wilayah Kecamatan Baros, Cibeureum dan Lembursitu atau Bacile.

Menyinggung Program Pro-Poor, menurut Wakil Walikota Sukabumi, bahwa Pemerintah Kota Sukabumi, senantiasa peduli melakukan penanganan kemiskinan. Dijelaskannya, pada tahun 2010, Pemerintah Kota Sukabumi, telah melaksanakan berbagai program, khususnya yang berkaitan dengan hal tersebut. Antara lain melalui penyediaan bea siswa untuk anak-anak dari Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), Penyelenggaraan Paket B dan Paket C, Pelayanan KB Untuk MBR, Pelayanan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) dan Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas), Pelatihan Kewirausahaan Untuk MBR, serta Perbaikan Kawasan Kumuh dan Rumah Tidak Layak Huni.

Selain itu juga dilaksanakan program lainnya, khususnya yang berkaitan dengan penanganan kemiskinan di Kota Sukabumi. Diantaranya melalui pemberian pinjaman modal kerja, yang disalurkan oleh PD BPR Bank Pasar Kota Sukabumi dan Baitul Maal Wa Tamwil (BMT), kepada para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), serta subsidi bunga sebesar 10 persen selama 2 tahun. Dengan demikian, beban bunga pinjaman yang harus dibayar oleh setiap UMKM tersebut, hanya 4 persen per tahun.

 
Rabu, 22 Juni 2011
PEMKOT SUKABUMI LINDUNGI ADAT DAN BUDAYA ISLAM SUNDA PADJADJARAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, akan senantiasa berupaya optimal mendukung, sekaligus melindungi adat dan budaya Islam Sunda Padjadjaran. Demikian disampaikan Wakil Walikota Sukabumi, Doktor H. Mulyono, M.M., pada acara saresehan dan pengkajian budaya Sunda, di Pondok Pesantren Dzikir AL-Fath, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, beberapa waktu yang lalu. Namun demikian, seperti ditandaskan Wakil Walikota Sukabumi, perlindungan terhadap adat dan budaya Islam Sunda Padjadjaran ini, jangan hanya mengandalkan sebuah Peraturan Daerah atau Perda saja, akan tetapi harus timbul dari jati diri dan tingkah laku setiap orang Islam Sunda.

Saat dimintai komentarnya tentang kesimpangsiuran kabar agama yang dianut oleh Raden Pamanah Rasa atau Prabu Siliwangi, yang kebenarannya menjadi bahan perbincangan di masyarakat Tatar Sunda, menurut Wakil Walikota Sukabumi, kesimpangsiuran kabar dan sejarah Islam Sunda Padjadjaran tersebut, dapat diluruskan melalui saresehan dan pengkajian budaya Sunda ini. Karena menurut bukti dan fakta sejarah, bahwa Raden Pamanah Rasa atau Prabu Siliwangi tersebut, merupakan salah seorang muslim, yang diislamkan oleh Syekh Quro.

Wakil Walikota Sukabumi menandaskan, secara pribadi pihaknya memiliki pandangan, serta keyakinan dan kepercayaan akan fakta dan sejarah tersebut, yang diperlihatkan oleh bukti dari kitab-kitab, khususnya yang ada di museum Pondok Pesantren Dzikir AL-Fath. Ditandaskan pula, para sesepuh masyarakat Tatar Sunda yang menghendaki adanya Perda, khususnya untuk melindungi adat dan budaya Islam Sunda Padjadjaran, telah dikabulkan oleh Pemerintah Kota Sukabumi, melalui Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Sukabumi. Karena adat dan budaya Islam Sunda Padjadjaran ini, merupakan salah satu aset daerah yang dilindungi, berdasarkan Perda Provinsi Jawa Barat, Nomor 5 Tahun 2003, termasuk Pemeliharaan Aksara, Bahasa dan Sastra Sunda.

 
Sabtu, 18 Juni 2011
HAMPIR SELURUH ASET DAERAH MILIK PEMKOT SUKABUMI TELAH TERDATA
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Hampir seluruh aset daerah milik Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, baik aset tanah dan bangunan, peralatan dan mesin, serta jalan dan jaringan irigasi, maupun aset tetap lainnya telah terdata, serta sebagian besar telah dimanfaatkan untuk kepentingan publik.

Wakil Walikota Sukabumi, Doktor H. Mulyono, M.M. mengungkapkan, berdasarkan data yang ada saat ini, aset daerah milik Pemerintah Kota Sukabumi tersebut. nilainya lebih kurang mencapai 1 trilyun 185 milyar rupiah. Diungkapkan pula, aset daerah milik Pemerintah Kota Sukabumi tersebut, ada beberapa yang belum dimanfaatkan, seperti aset tanah bekas Taman Rekreasi Santa, aset tanah bekas SD Negeri yang dihapus, tanah untuk pemekaran kecamatan, dan tanah eks desa. Untuk itu, Pemerintah Kota Sukabumi telah melakukan langkah-langkah yang komprehensif, yakni pengkajian dan perencanaan, agar aset-aset daerah milik Pemerintah Kota Sukabumi tersebut, dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Menyinggung langkah-langkah dan upaya-upaya yang dilakukan, khususnya dalam mewujudkan sekaligus meningkatkan kepemerintahan yang baik dan pemerintahan yang bersih, atau good governance and clean government, menurut Wakil Walikota Sukabumi, bahwa tata kelola kepemerintahan yang baik, memiliki prinsip-prinsip dasar, yang melandasi penyelenggaraan pemerintahan, sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999, Tentang Penyelenggaraan Negara yang bersih, serta bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme.

Ditandaskannya, berdasarkan prinsip-prinsip tersebut, penyelenggaraan kepemerintahan daerah, di Kota Sukabumi senantiasa diarahkan, guna mewujudkan tata kelola kepemerintahan yang baik. Ditandaskan pula, dari beberapa prinsip kepemerintahan yang baik, Pemerintah Kota Sukabumi mengimplementasikannya dengan beberapa perwujudan, baik dari sisi kebijakan dan program, maupun dari sisi kegiatan.

Hal tersebut dilakukan, sesuai dengan yang diamanatkan dalam Instruksi Presiden RI Nomor 7 Tahun 1999, Tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, Pemerintah Kota Sukabumi telah membangun sistem akuntabilitas, dengan memerhatikan komponen perencanaan kinerja, pengukuran kinerja, pelaporan kinerja, evaluasi kinerja, dan pencapaian kinerja.

Demikian pula upaya nyata dalam melakukan pencegahan korupsi, diantaranya dilaksanakan dengan mempersempit peluang-peluang terjadinya penyimpangan, khususnya dalam pengadaan barang dan jasa. Adapun proses pengadaan barang dan jasa di Kota Sukabumi, dilaksanakan melalui e-procurement, yang terintegrasi dengan sistem LPSE, atau Lembaga Pencegahan Sistem Envelope.

 
Rabu, 15 Juni 2011
KETUA UMUM DPP PDI PERJUANGAN UCAPKAN TERIMAKASIH KEPADA PEMKOT SUKABUMI
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Hajah Megawati Soekarno Puteri, mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, yang telah memberi izin pembangunan Rumah Sakit Pelita Rakyat, di Kota Sukabumi.

Ucapan terimakasih Ketua Umum DPP PDI Perjuangan tersebut, disampaikan saat meresmikan Rumah Sakit Pelita Rakyat Non Kelas, tepatnya di wilayah Kelurahan Situmekar, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, serta Kantor Sekretariat Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kecamatan Baros Kota Sukabumi, di Perumahan Baros Kencana, Kelurahan Baros, Kecamatan Baros, Kota Sukabumi, hari Selasa, 14 Juni 2011.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Walikota Sukabumi, Doktor H. Mulyono, M.M., Anggota Komisi IX DPR RI, Ribka Tjiptaning, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Kota Sukabumi, Iwan Kustiawan, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, unsur Muspika Lembursitu, dan undangan lainnya.

Dikatakannya, pembangunan rumah sakit tersebut, bukan hanya merupakan bentuk nyata kepedulian dan sumbangan dari PDI Perjuangan saja, akan tetapi juga mendapat dukungan dari partai-partai politik lainnya. Untuk itu, Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, khususnya kepada Pemerintah Kota Sukabumi, yang telah memberi izin pembangunan rumah sakit tersebut, di Kota Sukabumi.

Dikatakan pula, pembangunan rumah sakit tersebut, bukan untuk kepentingan PDI Perjuangan saja, akan tetapi untuk kepentingan semua pihak, yakni untuk kepentingan segenap lapisan warga masyarakat. Selain itu, juga merupakan bentuk nyata kepedulian dan sumbangan PDI Perjuangan kepada pemerintah, khususnya kepada Pemerintah Kota Sukabumi, dalam memberikan sekaligus meningkatkan pelayanan kesehatan, kepada segenap lapisan warga masyarakat.

 
Selasa, 7 Juni 2011
SELURUH PNS DI LINGKUNGAN PEMKOT SUKABUMI AGAR TANGGAP DAN SIGAP
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., meminta kepada seluruh PNS di Lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, agar senantiasa tanggap dan sigap, terhadap berbagai keluhan yang disampaikan oleh warga masyarakat. Permintaaan Walikota Sukabumi tersebut, disampaikan pada suatu apel pagi, bertempat di Halaman Apel Setda Kota Sukabumi, baru-baru ini.

Sedangkan disampaikannya permintaan tersebut, karena ada informasi dari warga masyarakat, yang mengatakan masih adanya PNS di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Lingkungan Kota Sukabumi, yang kurang tanggap dan sigap, terhadap berbagai keluhan yang disampaikan oleh warga masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan fasilitas umum.

Walikota Sukabumi menandaskan, dengan masih adanya PNS yang kurang tanggap dan sigap, terhadap berbagai keluhan yang disampaikan oleh warga masyarakat tersebut, dapat berdampak negatif terhadap upaya dan program Pemerintah Kota Sukabumi, khususnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan publilk.

Ditandaskan pula, pihaknya setiap hari senantiasa membaca berbagai keluhan, yang disampaikan oleh warga masyarakat, baik yang disampaikan melalui media cetak maupun media elektronik. Namun pada beberapa hari ini, berbagai keluhan yang disampaikan oleh warga masyarakat tersebut, kurang mendapat respon dari OPD terkait. Salah satunya, yakni keluhan warga masyarakat tentang genangan air, yang sering terjadi di beberapa ruas jalan di Kota Sukabumi.

Selain itu, orang nomor satu di Kota Sukabumi ini, pada saat sedang berkeliling dengan kendaraan pribadinya, pernah menelpon sekaligus melaporkan kepada beberapa OPD terkait, tentang robohnya sebuah pohon di Jalan Bhayangkara. Namun sangat disayangkan, karena tidak ada satu pun petugas dari OPD tersebut, yang merespon dan menanggapinya. Padahal pihaknya sudah ber-upaya maksimal menyediakan fasilitas komunikasi radio di setiap OPD, tapi tidak ada personil yang stanby.

Untuk itu, Walikota Sukabumi meminta kepada seluruh PNS di Lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, agar senantiasa tanggap dan sigap, terhadap berbagai keluhan yang disampaikan oleh warga masyarakat. Maksud dan tujuannya, supaya seluruh PNS di Lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, tidak dicap sebagai aparatur yang hanya mau memakan gaji saja, tanpa dibarengi dengan tugas-tugas pekerjaan yang maksimal, khususnya dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada segenap lapisan warga masyarakat. Disamping itu, juga untuk mewujudkan kepemerintahan yang baik atau good governance, guna menjamin kehidupan warga masyarakat yang aman, tertib, tenteram, nyaman dan damai.

Berkaitan dengan hal tersebut, Walikota Sukabumi meminta kepada seluruh PNS di Lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, agar mulai dari sekarang, senantiasa berupaya maksimal dalam melaksanakan tugas-tugas pekerjaan, supaya dalam memberikan pelayanan kepada segenap lapisan warga masyarakat, lebih baik dan lebih berkualitas.

 
Minggu, 5 Juni 2011
PEMKOT SUKABUMI SELENGGARAKAN PAMERAN WAJAH KOTA SUKABUMI 2011
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Sebagai bentuk kepedulian untuk mempromosikan sekaligus mengembangkan potensi perdagangan, Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, saat ini sedang menyelenggarakan Pameran Wajah Kota Sukabumi Tahun 2011, bekerja sama dengan pihak swasta, bertempat di Lapangan Merdeka Kota Sukabumi. Pameran yang dilaksanakan dalam rangka memperingati ke-97 Hari Jadi Kota Sukabumi dan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2011 ini, menurut rencana dijadualkan berlangsung selama 10 hari, tepatnya dari tanggal 2 sampai dengan 11 Juni 2011.

Pameran yang diikuti oleh instansi pemerintah, swasta, trend produk, dan Kelompok Usaha Kecil Menengah (KUKM) Kota Sukabumi ini, dibuka secara resmi oleh Wakil Walikota Sukabumi, Doktor H. Mulyono, M.M., serta dihadiri oleh Pimpinan DPRD Kota Sukabumi, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kota Sukabumi, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Sukabumi, dan undangan lainnya.

Wakil Walikota Sukabumi mengatakan, dengan diselenggarakannya pameran tersebut, warga masyarakat khususnya para pengunjung, dapat melihat secara langsung, tentang wajah perdagangan di Kota Sukabumi. Karena dalam pameran tersebut, banyak produk yang dipromosikan, hasil para pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Kota Sukabumi.

Selain itu, pameran tersebut juga diisi berbagai kegiatan dan hiburan. Diantaranya Marawis dan Kasidah, Tabligh Akbar Ustad Cilik, Mojang dan Jejaka, Parade Band, Lomba Karaoke, Dangdut Full, Lomba Mewarnai, Lomba Dance, Lomba Busana Muslim, Karaoke Live, Festival Band, Lomba Marching Band, Tembang Kenangan, Performance Band Lokal, Bintang Tamu, dan Pesta Malam Penutup.

Berdasarkan hasil pantauan RSPD FM, Situs Resmi Pemerintah Kota Sukabumi, dan Majalah Berita Kota Sukabumi, dalam pameran tersebut terdapat salah satu stand yang paling banyak dan paling sering dikunjungi oleh warga masyarakat, yakni stand Phobia Centre Sukabumi. Karena stand tersebut, memberikan pelayanan langsung kepada warga masyarakat, dari mulai anak-anak hingga remaja dan dewasa, khususnya dalam mengatasi berbagai masalah, yang berhubungan dengan emosi dan fisik.

Adapun jenis pelayanan yang diberikan stand tersebut, diantaranya mengatasi ketakutan berlebihan yang tidak wajar terhadap sesuatu atau phobia, seperti takut terhadap makanan tertentu, tidak suka makan Nasi, takut terhadap Kecoa, Tikus, Kodok, Kucing dan sebagainya. Selain itu, juga kelainan perilaku tidak wajar, seperti suka mengisap bensin, makan Tanah dan sebagainya. Bahkan bagi warga masyarakat yang ingin berhenti merokok pun, bisa diatasi dengan baik, melalui Teraphy SEFT, yakni Spiritual Emotional Freedom Teknik.

 
Jumat, 27 Mei 2011
PEMKOT SUKABUMI BERUPAYA OPTIMAL HINDARI ADANYA SISWA YANG DO
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, senantiasa berupaya optimal menghindari dan mengantisipasi adanya siswa yang Drop Out (DO) atau putus sekolah. Upaya tersebut, seperti dijelaskan Wakil Walikota Sukabumi, Doktor H. Mulyono, M.M., yakni setiap Guru Bimbingan dan Penyuluhan (BP) atau Wali Kelas di Kota Sukabumi, diwajibkan mengunjungi rumah para peserta didik, khususnya para peserta didik yang terancam DO, dengan memberikan motivasi kepada peserta didik tersebut, untuk tetap bersekolah.

Selain itu, Pemerintah Kota Sukabumi juga senantiasa berupaya optimal memberikan bea siswa, kepada para peserta didik, yang secara ekonomi kurang mampu. Yang tidak kalah penting, Pemerintah Kota Sukabumi juga senantiasa berupaya optimal memberi dorongan, kepada para peserta didik yang tidak melanjutkan pendidikan ke pendidikan formal, diarahkan pada pendidikan non formal, yakni pada program Paket B dan Paket C.

Menyinggung anggaran pendidikan di Kota Sukabumi yang mencapai 36,55 persen, menurut Wakil Walikota Sukabumi, jumlah anggaran tersebut terbagi dalam tiga kelompok. Antara lain, Belanja Tidak Langsung sebesar 140 milyar 821 juta 658 ribu rupiah, yakni belanja yang langsung diberikan untuk para pegawai. Anggaran tersebut, digunakan untuk membiayai gaji pegawai, yang terdiri dari gaji pokok, tunjangan perbaikan penghasilan, tunjangan fungsional, tunjangan struktural, dan tunjangan profesi atau sertifikasi guru, kepada 2 ribu 760 PNS, atau 49 persen dari jumlah PNS se Kota Sukabumi.

Selanjutnya Belanja Langsung sebesar 39 milyar 665 juta 402 ribu rupiah, digunakan untuk optimalisasi pelaksanaan delapan standar pendidikan, sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005. Kemudian Belanja Hibah sebesar 30 milyar 269 juta 539 ribu rupiah, digunakan untuk biaya operasional sekolah, bantuan kepada siswa miskin, perencanaan pengembangan sekolah, pelaksanaan USM dan USBN, peningkatan sarana dan sarana pendidikan, serta reward pengembangan sekolah berprestasi atau adiwiyata.

Namun demikian, berhubung dana hibah untuk operasional sekolah tersebut belum terpenuhi, maka pihak komite sekolah melakukan penanganan, dengan mengajukan permohonan sumbangan atau bantuan, kepada pihak orang tua murid, khususnya bagi jenjang pendidikan SMA, SMK dan MA, serta Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional atau RSBI dan sekolah swasta, sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2007/,Tentang Pendanaan Pendidikan.

 
Selasa, 24 Mei 2011
PEMKOT SUKABUMI GENCAR LAKUKAN PENYULUHAN NARKOBA
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, secara gencar melakukan penyuluhan tentang penyalahgunaan Narkotika dan Obat atau Bahan Berbahaya (Narkoba), kepada segenap lapisan warga masyaralat. Penyuluhan tersebut, dilakukan oleh Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Sukabumi, Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, serta Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPKB) Kota Sukabumi.

Seperti dijelaskan Wakil Walikota Sukabumi, Doktor H. Mulyono, M.M., penyuluhan tersebut dilaksanakan di berbagai tempat strategis, diantaranya di Masjid Agung Kota Sukabumi, dan di Masjid AL-Ikhlas Pemda Kota Sukabumi. Selain itu, juga dilaksanakan di berbagai pusat keramaian pemuda dan remaja, seperti di Toko Serba Ada (Toserba), Mall, Tempat Hiburan dan sebagainya.

Sedangkan fokus penyuluhan tersebut, dititikberatkan pada pembinaan mental dan spiritual, terhadap seluruh elemen pemuda dan remaja, seperti mahasiswa, pelajar, anak jalanan dan sebagainya. Maksud dan tujuannya, supaya seluruh elemen pemuda dan remaja tersebut, dapat terhindar dari berbagai perbuatan yang tidak terpuji, seperti penyalahgunaan Narkoba, tawuran dan sebagainya.

Wakil Walikota Sukabumi mengungkapkan, untuk menunjang kelancaran dan keberhasilan, sekaligus meningkatkan pelaksanaan pembinaan kepada seluruh elemen pemuda dan remaja tersebut, belum lama ini telah berhasil dibentuk Komunitas Pemuda Mandiri Sukabumi atau KPMS. Adapun tugas dan fungsi yang diemban komunitas pemuda tersebut, diantaranya melaksanakan misi suci, yakni melaksanakan pembinaan kepada seluruh elemen pemuda dan remaja, baik secara internal maupun eksternal.

Wakil Walikota Sukabumi mengharapkan, dengan dilaksanakannya penyuluhan dan pembinaan tersebut, baik yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Sukabumi maupun oleh KPMS, dapat meningkatkan mental dan spiritual seluruh elemen pemuda dan remaja, sehingga dapat terhindar dari berbagai perbuatan yang tidak terpuji, terutama penyalahgunaan Narkoba, tawuran dan sebagainya.

 
Rabu, 11 Mei 2011
PEMKOT SUKABUMI OPTIMAL KURANGI DAMPAK BAHAYA ASAP ROKOK
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, berupaya optimal mengurangi bahaya dampak asap rokok terhadap kesehatan, dengan menggulirkan beberapa kebijakan. Diantaranya Keputusan Walikota Sukabumi Nomor 288 Tahun 2003, Tentang Bebas Rokok di Setiap Lingkungan Sekolah, termasuk dalam Angkutan Umum Perkotaan atau Angkot. Selain itu, juga membangun tempat-tempat khusus untuk merokok atau Smoking Area, di lingkungan perkantoran dan tempat-tempat umum.

Hal tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (Permenkeu) Nomor 33 Tahun 2011, Tentang Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau, tepatnya dalam pasal 7, salah satunya mengatakan, bahwa Pemerintah Daerah menyediakan tempat khusus untuk merokok atau Smoking Area.

Demikian disampaikan Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., saat menjadi nara sumber dalam dialog interaktif, tentang bahaya dampak asap rokok terhadap kesehatan, yang dibiayai oleh Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), di RSPD FM Kota Sukabumi, hari Rabu, 11 Mei 2011.

Dialog interaktif yang dipandu oleh Koordinator Siaran RSPD FM Kota Sukabumi, Sri Siswanti, S.IP., dan Ketua Yayasan Abdi Bangsa Kota Sukabumi, Doktor H. Asep Deni, M.M. tersebut, menampilkan 4 orang nara sumber, yang terdiri dari Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Dokter Hajah Ritanenny Edlien Silyena Mirah, serta dari Fobia Center Indonesia, Robby Danur dan Tedi Setiadi.

Dalam pada itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Dokter Hajah Ritanenny Edlien Silyena Mirah menjelaskan, penanganan bahaya dampak asap rokok terhadap kesehatan ini, sudah sejak lama dilakukan di Kota Sukabumi. Diantaranya dengan meningkatkan upaya preventif dan promotif Perilaku Hidup Bersih dan Sehat atau PHBS, terhadap berbagai lapisan warga masyarakat, bekerja sama dengan dinas, instansi dan lembaga terkait.

Sementara Robby Danur dari Fobia Center Indonesia menjelaskan, Fobia Center ini bergerak secara fokus dalam penanganan masalah fobia dan stop rokok. Adapun program yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat di Kota Sukabumi, diantaranya membentuk Tim Penanganan Bahaya Dampak Asap Rokok Terhadap Kesehatan, di 7 kecamatan dan 33 kelurahan se Kota Sukabumi, bekerja sama dengan Puskesmas, Tim Penggerak PKK, Kader Pos Yandu, dan lembaga lainnya.

 
Kamis, 5 Mei 2011
PEMKOT SUKABUMI SERAHKAN BANTUAN SEBESAR 180 JUTA RUPIAH
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, menyerahkan bantuan pendidikan sebesar 180 juta rupiah. Bantuan tersebut, diserahkan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Sukabumi, H. Deden Solehudin, S.Ag., M.M., bertempat di Ruangan Pertemuan Setda Kota Sukabumi, baru-baru ini.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Sukabumi menjelaskan, bantuan tersebut diserahkan kepada 13 Perguruan Tinggi (PT) S-1, 5 Akademi atau Diploma (D-3), 17 Lembaga Pendidikan Keterampilan (LPK) dan Kursus, 27 SMA dan SMK Swasta, serta 19 SMP Swasta se Kota Sukabumi.

Selain itu juga dijelaskan, bantuan tersebut diserahkan secara rutin setiap tahun sekali. Adapun bantuan tersebut, dari mulai SMP hingga PT, besaran atau nilainya berbeda. Yakni untuk PT S-1 masing-masing sebesar 5 juta rupiah, untuk Akademi atau D-3 masing-masing sebesar 3 juta rupiah, untuk LPK dan Kursus masing-masing sebesar 2 juta 500 ribu rupiah, untuk SMA dan SMK Swasta masing-masing sebesar 1 juta 250 ribu rupiah, serta untuk SMP Swasta masing-masing sebesar 1 juta 250 ribu rupiah.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Sukabumi mengharapkan, dengan diserahkannya bantuan tersebut, seluruh PT S-1, Akademi atau D-3, LPK dan Kursus, SMA dan SMK Swasta, serta SMP Swasta di Kota Sukabumi, dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan mutu pendidikan, guna menunjang kelancaran dan keberhasilan, khususnya dalam mendukung pencapaian Visi Pembangunan Kota Sukabumi, yakni Terwujudnya Kota Sukabumi Sebagai Pusat Pelayanan Berkualitas Bidang Pendidikan, Kesehatan dan Perdagangan di Jawa Barat, Berlandaskan Iman dan Taqwa.

Disamping itu, juga Visi Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi, yakni Dengan iman dan taqwa mewujudkan pemerintahan yang amanah berparadigma surgawi, menuju Kota Sukabumi yang cerdas, sehat dan sejahtera, baik lahir maupun batin, dilandasi nilai-nilai fhilosofis, Shidiq, Tabligh, Amanah, Fathonah.

 
Selasa, 26 April 2011
PEMKOT SUKABUMI KEMBALI DAPAT PENGHARGAAN DARI PEMERINTAH PUSAT
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, kembali mendapat penghargaan dari Pemerintah Pusat. Adapun penghargaan yang diraih Pemerintah Kota Sukabumi kali ini, yakni dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI, sebagai peringkat ke-9 terbaik Penyelenggaraan Pemerintahan Kota yang berprestasi paling tinggi secara nasional, dari 23 Pemerintah Kota se Indonesia yang dinilai. Penghargaan tersebut diserahkan Kemendagri RI, kepada 23 Pemerintah Kota se Indonesia, yang dinilai memiliki kinerja terbaik dalam penyelenggaraan pemerintahan kota.

Sedangkan penetapan peringkat terbaik pemerintah kota tersebut, tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Menteri Dalam Negeri RI, Gamawan Fauzi, Nomor 120-276 Tahun 2011. Selain itu, dalam SK tersebut, juga ditetapkan 10 besar terbaik Penyelenggaraan Pemerintahan Kabupaten yang berprestasi paling tinggi secara nasional, dan 3 besar terbaik Penyelenggaraan Pemerintahan Provinsi yang berprestasi paling tinggi secara nasional.

Penetapan peringkat terbaik kota, kabupaten dan provinsi tersebut, dibacakan oleh Direktur Jenderal Otonomi Daerah (Otda) Kemendagri RI, Djohermansyah Djohan, pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-15 Otda Tingkat Nasional, yang diselenggarakan di Plaza Balaikota Bogor, hari Senin, 25 April 2011. Peringatan HUT Ke-15 Otda tersebut, dihadiri langsung oleh Wakil Presiden RI, Budiono, para Gubernur, para Bupati dan Walikota, unsur Muspida, para pejabat TNI, Polri dan Sipil, serta undangan lainnya.

Adapun peringkat 10 besar terbaik Penyelenggaraan Pemerintahan Kota yang berprestasi paling tinggi secara nasional tersebut, terdiri dari Kota Surakarta, Kota Semarang, Kota Banjar, Kota Yogyakarta, Kota Cimahi, Kota Sawahlunto, Kota Probolinggo, Kota Mojokerto, Kota Sukabumi, dan Kota Bogor.

Sementara peringkat 10 besar terbaik Penyelenggaraan Pemerintahan Kabupaten yang berprestasi paling tinggi secara nasional, terdiri dari Kabupaten Jombang, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Sragen, Kabupaten Pacitan, Kabupaten Boalemo, Kabupaten Enrekang, Kabupaten Buleleng, Kabupaten Luwu Utara, Kabupaten Karanganyar, dan Kabupaten Kulon Progo.

Sedangkan 3 besar terbaik Penyelenggaraan Pemerintahan Provinsi yang berprestasi paling tinggi secara nasional tersebut, terdiri dari Provinsi Sulawesi Utara, Provinsi Sulawesi Selatan, dan Provinsi Jawa Tengah.

 
Senin, 25 April 2011
PEMKOT SUKABUMI OPTIMAL TINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, senantiasa berupaya optimal melakukan langkah-langkah konkrit, dalam meningkatkan kesejahteraan warga masyarakat. Upaya tersebut, seperti dikatakan Wakil Walikota Sukabumi, Doktor H. Mulyono, M.M., diantaranya ditempuh melalui implementasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kota Sukabumi.

Adapun upaya yang dilakukan TKPK Kota Sukabumi dalam meningkatkan kesejahteraan warga masyarakat tersebut, diantaranya ditempuh melalui pemberian bantuan dan perlindungan sosial terpadu berbasis keluarga, seperti melalui Bazis dan Raskin, serta bantuan untuk Tukang Becak dan Kusir Delman. Selanjutnya melalui pemberdayaan masyarakat, seperti PMKS, PNPM, NUSSP, P2KP dan PUAP. Kemudian melalui pemberdayaan usaha mikro dan kecil, seperti KUR yang dilaksanakan oleh Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopperindag) Kota Sukabumi, pemberian modal bergulir yang dilaksanakan oleh UP2K, serta melalui program-program lainnya, seperti pelayanan KB Gratis dalam setiap momentum kegiatan, dan perbaikan rumah tidak layak huni.

Dijelaskannya, rumah tidak layak huni yang telah ditangani di Kota Sukabumi dalam tahun 2010, seluruhnya mencapai 108 unit. Antara lain melalui program Menteri Perumahan Rakyat sebanyak 75 unit, melalui program P2WKSS Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPKB) Kota Sukabumi sebanyak 10 unit, melalui program Saung Kadeudeuh sebanyak 13 unit, dan melalui program CSR sebanyak 10 unit.

Menyinggung penanggulangan Narkoba, penyakit menular seksual dan HIV-AIDS, menurut Wakil Walikota Sukabumi, senantiasa dilakukan secara optimal dan berkesinambungan. Diantaranya menunjuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R. Syamsudin, S.H. Kota Sukabumi, untuk menjadi pelaksana Program Terapi Rumatan Methadone, melaksanakan Program Harm Reduction atau Pengurangan Dampak Buruk Terhadap Pengguna Napza, melalui layanan jarum suntik steril, Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) untuk pengguna Napza, layanan kesehatan dasar bagi pengguna Napza, dan pemberian ID Card bagi pengguna Napza. Selain itu, juga membuka layanan klinik Pelangi, untuk memeriksa infeksi menular seksual, serta melakukan optimalisasi peran dan fungsi Komite Peduli AIDS Daerah (KPAD) Kota Sukabumi.

 
Minggu, 24 April 2011
PEMKOT SUKABUMI LAKUKAN ADVOKASI PENGENTASAN KEMISKINAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, senantiasa berupaya optimal melakukan advokasi pengentasan kemiskinan. Upaya tersebut, menurut Wakil Walikota Sukabumi, Doktor H. Mulyono, M.M., diantaranya ditempuh melalui Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kota Sukabumi, serta mengacu pada Peraturan Presiden RI Nomor 15 Tahun 2010, dan Peraturan Menteri Dalam Negeri RI Nomor 42 Tahun 2010.

Ditandaskannya, upaya pengentasan kemiskinan di Kota Sukabumi pada umumnya cukup efektif. Buktinya angka kemiskinan di Kota Sukabumi, pada tahun 2010 mengalami penurunan dari tahun 2009. Dengan demikian, jumlah keluarga pra sejahtera di Kota Sukabumi, yang pada tahun 2009 berjumlah 3 ribu 609 Kepala Keluarga (KK), pada tahun 2011, tepatnya hingga bulan April 2011 ini, berjumlah 3 ribu 436 KK, mengalami penurunan sebanyak 173 KK, atau 4,79 persen dari tahun 2009.

Menyinggung pelayanan kepada warga masyarakat, khususnya di daerah perluasan, Pemerintah Kota Sukabumi sangat peduli memberikan sekaligus meningkatkan pelayanan, melalui pembangunan infrastruktur. Maksud dan tujuannya, untuk menunjang peningkatan pelayanan dan kesejahteraan warga masyarakat di daerah perluasan.

Hal tersebut, seperti diungkapkan Wakil Walikota Sukabumi, bisa dilihat dari perbandingan proporsi anggaran infrastruktur. Antara lain, untuk sektor tata ruang dan permukiman, teralokasikan anggaran sebesar 3 milyar 726 juta 277 ribu 800 rupiah. Dari jumlah anggaran tersebut, sebesar 2 milyar 156 juta 375 ribu 300 rupiah, atau sebesar 70 persen untuk daerah perluasan, khususnya untuk kawasan Kecamatan Baros, Kecamatan Cibeureum dan Kecamatan Lembursitu, atau yang lebih dikenal dengan sebutan daerah Bacile.

Selanjutnya untuk sektor kebinamargaan, teralokasikan anggaran sebesar 9 milyar 275 juta rupiah, sebesar 4 milyar 193 juta rupiah, atau sebesar 45 persen untuk daerah perluasan Bacile. Kemudian untuk sektor pengairan, teralokasikan anggaran sebesar 4 milyar 177 juta 782 ribu 20 rupiah, sebesar 2 milyar 113 juta 666 ribu 860 rupiah, atau sebesar 97 persen untuk daerah perluasan Bacile.

 
Jumat, 15 April 2011
PEMKOT SUKABUMI LAKSANAKAN PROGRAM PRIORITAS PENINGKATAN KUALITAS
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, senantiasa berupaya optimal melaksanakan program prioritas peningkatan kualitas, dan daya dukung lingkungan perkotaan. Adapun upaya tersebut, seperti dijelaskan Wakil Walikota Sukabumi, Doktor H. Mulyono, M.M., diantaranya dengan melakukan reformasi dan aforestasi terhadap lokasi yang dianggap mampu menyimpan air, baik di hutan kota maupun sempadan sungai. Sedangkan upaya lainnya yang telah dilaksanakan, diantaranya melakukan sosialisasi dan bimbingan teknis biopori dan pembangunan sumur resapan, untuk menyimpan air hujan di dalam tanah. Dijelaskannya, sampai dengan tahun 2010, Pemerintah Kota Sukabumi telah membangun 105 unit sumur resapan, yang tersebar di lingkungan perkantoran dan sekolah. Selain itu, juga melakukan penertiban ijin lingkungan, baik Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL), atau Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL) maupun Dokumen Pengelolaan lingkungan Hidup (DPLH), sehingga kelestarian lingkungan di Kota Sukabumi dapat terjaga.

Menyinggung program prioritas peningkatan dan pengembangan kesempatan kerja dan berusaha, khususnya melalui pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), menurut Wakil Walikota Sukabumi, diantaranya ditempuh dengan memfasilitasi permodalan, melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Sukabumi, berupa penguatan permodalan Koperasi dan UMKM, bekerja sama dengan Bank Pasar, Keuangan Syariah Baitul Maal Wal Tamwil (KBMT) Ibaadurrahman, KBMT Nurul Ummah, KBMT Amanah Ummat, dan KBMT Birru Wa Taqwa, serta hingga saat ini telah tersalurkan sebesar 4 milyar 625 juta rupiah, dengan perputaran sebesar 7 milyar 377 juta 250 ribu rupiah pada 339 UMKM.

Selanjutnya mendorong perguliran Kredit Usaha Rakyat (KUR), melalui Bank BRI, Bank BNI, Bank Mandiri, Bank Syariah Mandiri, dan Bank BTPN, serta telah tersalurkan sebesar 64 milyar 664 juta 270 ribu 460 rupiah. Kemudian peningkatan kemampuan kewirausahaan, ditempuh melalui pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Koperasi dan UMKM, diantaranya melalui pelatihan kewirausahaan, manajemen, ekspor dan impor, serta keterampilan pengolahan produk dan kemasan.

Disamping itu, juga ditempuh dengan memfasilitasi promosi dan pemasaran, melalui Sukabumi Expo, Bazar, Pameran Produk Unggulan Tingkat Lokal, Regional dan Nasional, serta program kemitraan dengan para pengusaha besar. Sedangkan upaya lainnya yang dilaksanakan, yakni pembinaan dan penataan sentra produk unggulan secara terus menerus, diantaranya Sentra Moci di Jalan Kaswari, Sentra Ijuk di Karangtengah, Sentra Cup Ice Cream di Sukakarya, Sentra Box Jam dan Speaker di Jalan Benteng, dan Sentra Permen Jahe di Cisarua, serta produk-produk yang dihasilkan oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM), pada Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM).

 
Minggu, 20 Maret 2011
PEMKOT SUKABUMI AKAN BERLAKUKAN PAJAK BAGI RUMAH KOST DAN KONTRAKAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, menurut rencana akan memberlakukan pajak bagi setiap rumah kost dan kontrakan. Karena eksistensi rumah kost dan kontrakan di Kota Sukabumi, dalam setiap tahunnya senantiasa bertambah dan berkembang secara pesat, hampir di seluruh pelosok wilayah Kota Sukabumi.

Adapun rencana Pemerintah Kota Sukabumi akan memberlakukan pajak bagi setiap rumah kost dan kontrakan tersebut, diantaranya untuk mendorong sekaligus sebagai salah satu upaya dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Sukabumi. Berkaitan dengan hal tersebut, DPRD Kota Sukabumi saat ini sedang menyiapkan regulasi, untuk menunjang kelancaran dan keberhasilan penerapan kewajiban kepada warga masyarakat, dalam membayar pajak rumah kost dan kontrakan.

Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi, Achmad Fahmi, S.Ag. menandaskan, kendati rencana Pemerintah Kota Sukabumi tersebut belum ada kepastian secara jelas, namun pihak DPRD Kota Sukabumi sedang menyiapkan regulasi, supaya pajak rumah kost dan kontrakan tersebut dapat diberlakukan dan dilaksanakan dengan baik, serta berjalan dengan baik dan lancar, sesuai dengan regulasi yang ditetapkan.

Ditandaskan pula, hingga saat ini pihaknya belum mengetahui secara pasti dan jelas, apakah regulasi yang mengatur tentang pajak rumah kost dan kontrakan tersebut sudah ada atau belum. Dikatakannya, apabila belum ada, pihaknya berharap kepada semua pihak dinas-instansi dan lembaga terkait, agar segera membuat regulasi tersebut. Sedangkan apabila sudah ada, pihaknya berharap kepada semua pihak dinas-instansi dan lembaga terkait, agar regulasi tersebut segera diberlakukan dan dilaksanakan secara optimal.

Diungkapkannya, ketentuan pemberlakuan pajak bagi rumah kost dan kontrakan tersebut, merujuk pada Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009, Tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Adapun penarikan pajak bagi rumah kost dan kontrakan tersebut, diberlakukan bagi warga masyarakat, yang memiliki rumah kost dan kontrakan minimal 10 pintu.

Sementara Ketua Komisi I DPRD Kota Sukabumi, Dedi R. Wijaya, S.E. menandaskan, dalam waktu dekat ini pihaknya akan mengundang Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Sukabumi, untuk membahas pembuatan regulasi atau Peraturan Daerah (Perda) Kota Sukabumi, tentang pajak rumah kost dan kotrakan. Diharapkannya, apabila regulasi atau Perda Kota Sukabumi tersebut sudah ada, agar segera diberlakukan dan dilaksanakan secara optimal, oleh semua pihak dinas-instansi dan lembaga terkait, guna menambah sumber PAD Kota Sukabumi.

Dalam pada itu, Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kota Sukabumi, Drs. H. Kostaman, M.M. mengungkapkan, bagi warga masyarakat yang memiliki rumah kost dan kontrakan 10 pintu ke atas, sudah termasuk dalam objek PAD Kota Sukabumi.

 
Jumat, 4 Maret 2011
PEMKOT SUKABUMI AKAN KEMBANGKAN PEMBANGUNAN KE WILAYAH BACILE
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Sebagai salah satu upaya untuk mengembangkan pusat keramaian di wilayah Kecamatan Cikole, Citamiang, Gunungpuyuh, dan Kecamatan Warudoyong (Ciciguwa), Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi akan mengembangkan pembangunan infrastruktur pendidikan Perguruan Tinggi, khususnya Politeknik Sukabumi, ke wilayah selatan Kota Sukabumi, yakni ke wilayah Kecamatan Baros, Cibeureum, dan Kecamatan Lembursitu (Bacile).

Adapun konsep yang akan dikedepankan dalam pembangunan gedung Politeknik tersebut, seperti dijelaskan Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., yakni akan mengadopsi konsep pembangunan gedung Universitas Indonesia (UI), yakni di kawasan Hutan Kota. Sedangkan rencana lokasi pembangunan gedung Politeknik tersebut, yakni di wilayah Kibitay Kecamatan Lembursitu, diatas lahan seluas 2 hektar. Dengan demikian, para mahasiswa Politeknik tersebut, selain belajar di dalam ruangan kelas, juga dapat belajar di alam terbuka hijau.

Dikatakannya, untuk mewujudkan pembangunan gedung Politeknik tersebut, Pemerintah Kota Sukabumi sudah mengajukan anggaran kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Dikatakan pula, dengan dibangunnya gedung Politeknik di wilayah tersebut, tidak akan mengganggu terhadap ekosistem atau kelestarian lingkungan hidup di wilayah tersebut.

Walikota Sukabumi menandaskan, dilaksanakannya pembangunan gedung Politeknik di wilayah tersebut, dalam rangka upaya untuk mewujudkan Green Smart City atau kota yang hijau. Ditandaskan pula, selain akan dibangun gedung Politeknik di wilayah Kecamatan Lembursitu, juga akan dibangun gedung SMK Negeri 6, tepatnya di wilayah Kecamatan Baros.

Diharapkannya, dengan dibangunnya gedung Politeknik di wilayah Kecamatan Lembursitu, dan gedung SMK Negeri 6 di wilayah Kecamatan Baros tersebut, dapat berdampak pada peningkatan sektor perekonomian di wilayah Bacile. Karena hingga saat ini, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di wilayah tersebut, khususnya dalam sektor pendapatannya masih rendah, apabila dibandingkan dengan wilayah Ciciguwa.

 
Rabu, 23 Februari 2011
PEMKOT SUKABUMI SELENGGARAKAN MUSRENBANG RKPD TINGKAT KECAMATAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, menyelenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Tingkat Kecamatan Tahun 2012. Musrenbang tersebut dilaksanakan secara marathon di setiap kecamatan se Kota Sukabumi, tepatnya dari tanggal 22 Februari 2011 sampai dengan 3 Maret 2011. Antara lain, tanggal 22 Februari 2011 di Kecamatan Gunungpuyuh, tanggal 23 Februari 2011 di Kecamatan Cikole, tanggal 24 Februari 2011 di Kecamatan Warudoyong, dan tanggal 28 Februari 2011 di Kecamatan Citamiang. Selanjutnya tanggal 1 Maret 2011 di Kecamatan Baros, tanggal 2 Maret 2011 di Kecamatan Cibeureum, dan tanggal 3 Maret 2011 di Kecamatan Lembursitu.

Adapun unsur dinas-instansi yang hadir dalam Musrenbang tersebut, terdiri dari unsur Inspektorat, Bappeda, BPMPKB, Disdik, DPU, Disporabudpar, Diskopperindag, Dinsostek PB, Dishub, DP-4, DPPKAD, Disduk Capil, DPKP, dan Dinkes. Kemudian Kantor Perpustakaan Umum Daerah, PPMPT, KLH, Kantor Kesbang, Politik dan Linmas, Kantor PDE, Arsip Daerah dan Humas, serta unsur Satpol PP. Selanjutnya unsur Kecamatan, Koramil, Polsek, UPT TK-SD, Puskesmas, KUA, Kelurahan, RW, RT, LPM, BKM, KSM, PKK, dan Karang Taruna.

Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, H. Mohamad Muraz, S.H., M.M. mengharapkan, pelaksanaan Musrenbang ini harus senantiasa sesuai dengan keinginan dan aspirasi, serta kebutuhan warga masyarakat, dengan senantiasa mengacu pada filosofi Musrenbang itu sendiri, yakni filosofi bottom-up. Karena planning atau perencanaan pembangunan dan budgeting atau pendanaan pembangunan di Kota Sukabumi, dititik-beratkan pada 3 sasaran utama. Yakni propoor, projob dan progrowth. Maksud dan tujuannya, diantaranya untuk menekan dan mengentaskan kemiskinan, menciptakan lapangan kerja dan mengurangi angka pengangguran, serta meningkatkan pertumbuhan dan pengembangan perekonomian warga masyarakat.

 
Senin, 14 Februari 2011
PEMKOT SUKABUMI AKAN KIRIM SURAT KE KEMENTRIAN ESDM RI
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, dalam waktu dekat ini, menurut rencana akan mengirimkan surat ke Kementrian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, terkait rencana pemerintah pusat, yang akan mengalihkan Bahan Bakar Minyak (BBM), dari premium ke pertamax. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopperindag) Kota Sukabumi, Drs. Dudi Fathul Jawad, M.Pd., baru-baru ini.

Dijelaskannya, surat yang akan dikirimkan kepada Kementrian Energi Sumber Daya Mineral RI tersebut, berisi saran bagi pemerintah pusat, untuk mempertimbangkan kembali rencana pengalihan BBM premium ke pertamax tersebut. Adapun yang menjadi salah satu pertimbangan Pemerintah Kota Sukabumi, yakni dikhawatirkan akan menimbulkan permasalahan, seperti penimbunan BBM. Dijelaskan pula, surat yang akan dikirimkan ke Kementrian Energi Sumber Daya Mineral RI tersebut, menindak lanjuti hasil rapat Pemerintah Kota Sukabumi, dengan Hiswana Migas, Dinas Perhubungan, Organda, Diskopperindag, unsur kepolisian, serta dinas-instansi dan lembaga terkait lainnya, yang dilaksanakan beberapa waktu, bertempat di Ruangan Rapat Sekretaris Daerah Kota Sukabumi.

Kepala Diskopperindag Kota Sukabumi mengatakan, selain akan mengirimkan surat ke Kementrian Energi Sumber Daya Mineral RI, pihaknya juga akan mengirimkan surat tersebut kepada Hiswana Migas, termasuk kepada dinas-instansi dan lembaga terkait lainnya. Disamping itu, pihaknya juga akan melakukan sosialisasi kepada segenap lapisan warga masyarakat, bekerja sama dengan dinas-instansi dan lembaga terkait, supaya program yang akan dilaksanakan oleh pemerintah pusat tersebut, dapat berjalan dengan baik dan lancar. Selain itu, pihaknya juga akan senantiasa menyerap berbagai aspirasi, saran, pendapat dan masukan dari segenap lapisan warga masyarakat, khususnya yang dapat mengantisipasi, sekaligus menangani berbagai permasalahan yang akan muncul, terkait rencana pemerintah pusat, yang akan mengalihkan BBM dari premium ke pertamax tersebut.

 
Jumat, 28 Januari 2011
PEMKOT SUKABUMI DAPAT BANTUAN DANA DARI PEMERINTAH PUSAT
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, dalam tahun 2011 ini, mendapat bantuan dana dari pemerintah pusat, sebesar 1 milyar rupiah. Dana tersebut, akan digunakan untuk memperbaiki infrastruktur lalu lintas, diantaranya untuk biaya pemasangan dan pembelian kamera tersembunyi atau CCTV, di beberapa titik persimpangan dan ruas jalan, khususnya yang sering mengalami kemacetan parah, termasuk untuk biaya perbaikan trotoar dan fasilitas transportasi lainnya. Demikian disampaikan Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdusyukur, S.H., M.Si., usai menerima Tim Penilaian Lomba Tertib Lalu Lintas Tingkat Nasional Tahun 2011, hari Jumat, 28 Januari 2011, di Ruangan Utama Balai Kota Sukabumi.

Dijelaskannya, Pemerintah Kota Sukabumi akan berupaya optimal mensinergikan bantuan dari pemerintah pusat tersebut, dengan upaya pencapaian visi dan misi Kota Sukabumi, khususnya dalam bidang transportasi publik. Salah satunya dengan melakukan pembenahan angkutan umum ke arah yang lebih baik lagi, untuk menunjang kelancaran dan kebrhasilan, serta pertumbuhan dan peningkatan perekonomian warga masyarakat. Selain itu, Pemerintah Kota Sukabumi juga akan ber-upaya optimal mengembalikan fungsi jalan dan trotoar, karena banyak yang berubah fungsi, diantaranya menjadi tempat berjualan oleh para Pedagang Kaki Lima (PKL). Hal ini merupakan tugas dan tanggung jawab semua pihak, untuk menertibkannya. Walikota Sukabumi mengatakan, Pemerintah Kota Sukabumi juga akan senantiasa memerhatikan seluruh masukan, yang disampaikan oleh Tim Penilai, khususnya dalam melakukan pembenahan infrastruktur transportasi di Kota Sukabumi. Karena masukan dari Tim Penilai tersebut, merupakan masalah teknis, untuk senantiasa dilakukan perbaikan oleh semua pihak.

Sementara Ketua Tim Penilai Lomba Tertib Lalu Lintas Tingkat Nasional Tahun 2011, Doktor Eli Indriani Sinaga menjelaskan, dari hasil penilaian yang dilakukan selama satu hari di Kota Sukabumi, ada beberapa hal yang harus diperbaiki oleh Pemerintah Kota Sukabumi, khususnya dalam bidang infrastruktur lalu lintas. Pertama, belum adanya jalur khusus untuk sepeda. Padahal ruas-ruas jalan di Kota Sukabumi sangat memungkinkan adanya jalur khusus untuk sepeda. Kedua, kondisi trotoar yang dibangun di wilayah Kota Sukabumi, masih belum landai pada ujung trotoarnya, sehingga tidak bisa dilintasi oleh para penyandang cacat yang memakai kursi roda. Ketiga, kondisi terminal yang dinilai saat ini sudah tidak layak lagi. Untuk itu, Ketua Tim Penilai meminta kepada Pemerintah Kota Sukabumi, agar senantiasa berupaya optimal memperbaiki berbagai infrastruktur, khususnya yang berkaitan dengan transportasi publik.

 
Rabu, 19 Januari 2011
PEMKOT SUKABUMI TELAH MEMFORMULASIKAN BERBAGAI HARAPAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, telah memformulasikan berbagai harapan, khususnya yang hendak diwujudkan, sebagaimana yang telah dirangkum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD).

Untuk itu, Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si. mengharapkan, setiap aparatur pemerintah khususnya unsur pimpinan di Lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, agar memahami kedalaman RPJMD dan RPJPD yang telah disusun bersama, ter-utama berbagai Indikator Kinerja Kunci (IKK), dan Indikator Kinerja Utama (IKU). Hal tersebut sangat penting dilakukan, supaya berbagai program kegiatan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, fokus dan saling bersinergi pada tujuan yang telah ditetapkan.

Dikatakannya, berbagai kebijakan dan program kerja yang telah dibuat oleh setiap SKPD, khususnya yang telah terangkum dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Sukabumi Tahun Anggaran 2011, diharapkan dapat dilaksanakan dengan baik, sesuai dengan target hasil dan waktu yang telah ditetapkan. Dikatakan pula, kejadian pada pelaksanaan APBD Kota Sukabumi Tahun Anggaran 2010, dengan daya serap yang relatif agak lamban harus dijadikan pelajaran, supaya tidak terulang kembali.

Berkaitan dengan hal tersebut, setiap aparatur pemerintah khususnya unsur pimpinan di Lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, selain harus memahami penyerapan APBD, juga harus dapat memberikan daya ungkit secara nyata, bagi pendapatan warga masyarakat, terutama yang dapat berpengaruh pada upaya peningkatan kesejahteraan warga masyarakat. Disamping itu, juga tidak terlepas dari kerangka dimensi Idiologi, Politik, Ekonomi, Sosial, Budaya, Pertahanan, Keamanan, dan Agama (IPOLEKSOSBUD-HANKAMAG). Untuk itu, perencanaan seluruh program dan kegiatan yang akan dilaksanakan oleh setiap SKPD di Kota Sukabumi, harus benar-benar matang, serta partisipatif dan antisipatif.

 
Minggu, 19 Desember 2010
TANAH ASSET PEMKOT SUKABUMI YANG TELAH TERDAFTAR BARU 439 LAHAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Kendati luas wilayah Kota Sukabumi hanya sekitar 48 ribu meter persegi, namun hingga saat ini belum diketahui secara pasti, tentang jumlah luas tanah asset Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, yang tersebar di 7 kecamatan dan 33 kelurahan. Namun berdasarkan data yang ada di Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Sukabumi, sampai dengan periode Bulan Desember 2010, jumlah tanah asset Pemerintah Kota Sukabumi yang telah terdaftar dan disertifikasi, baru sekitar 439 lahan.

Kepala Kantor BPN Kota Sukabumi, James J.F. Tirayoh, S.H., M.Si. menjelaskan, jumlah asset tanah Pemerintah Kota Sukabumi tersebut, yang belum terdaftar dan disertifikasi, kemungkinan masih banyak. Untuk itu, pihaknya telah menginstruksikan kepada seluruh Pejabat Pembuat Akta Tanah Sementara (PPATS) di setiap kecamatan, agar segera melakukan pendataan dan pemetaan terhadap seluruh tanah asset Pemerintah Kota Sukabumi, supaya seluruh tanah asset Pemerintah Kota Sukabumi yang tersebar di 7 kecamatan dan 33 kelurahan tersebut, terdaftar dan disertifikasi.

Namun untuk menunjang kelancaran dan keberhasilan program tersebut, pihak Kantor BPN Kota Sukabumi beserta PPATS di setiap kecamatan, mengalami beberapa kendala. Antara lain terlalu cepatnya rotasi jabatan di Lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, sehingga tugas yang sedang dikerjakan oleh PPATS menjadi terhambat.

Diungkapkannya, berdasarkan data yang ada di BPN Kota Sukabumi, untuk periode tahun 2010, dari 23 jenis pelayanan pertanahan, ada lima jenis pelayanan pertanahan yang menduduki posisi ter-atas. Antara lain pelayanan pengecekan sertifikat, jumlahnya mencapai 2 ribu 967 berkas. Kemudian pelayanan hak tanggungan mencapai 1 ribu 203 berkas, pelayanan per-alihan hak jual beli mencapai 899 berkas, pelayanan hapusnya hak tanggungan atau Roya mencapai 670 berkas, serta pelayanan pengalihan dan pemetaan kadstral mencapai 566 berkas.

Sedangkan berkas pelayanan di kantor BPN Kota Sukabumi selama periode tahun 2010, seluruhnya mencapai 13 ribu 511 berkas. Dari jumlah tersebut, sebanyak 12 ribu 934 berkas telah selesai diproses, dan sisanya sebanyak 577 berkas sedang dalam tahap proses penyelesaian. Sementara berkas Larasita selama periode tahun 2010, seluruhnya mencapai 312 berkas. Dari jumlah tersebut, sebanyak 253 berkas telah selesai diproses, dan sebanyak 79 berkas masih dalam tahap proses penyelesaian.

 
Senin, 22 November 2010
UPAYA KERAS PEMKOT SUKABUMI PERTAHANKAN ADIPURA
Reporter : DENDAYASA, S.IP
 

Melalui kerja keras, kerja cerdas, kerja ichlas dan kerja tuntas, dilandasi regulasi dan religi Pemerintah dan masyarakat kota Sukabumi, berupaya keras guna mempertahankan Adipura, oleh karenanya setiap organisasi pemerrntah daerah ( OPD ), termasuk aparat wilayah para camat, lurah diharapkan berperan aktif sesuai dengan tugas kewenangannya, Demikian ditegaskan Sekretaris Daerah. H. Moch Muraz, SH MM, pada acara rapat evaluasi Adipura yang dilaksanakan belum lama ini di operation room balaikota, dengan diikuti, unsure Kepala OPD, para Camat Lurah serta undngan lainnya . Ditegaskan H. Moch Muraz, SH, MM Dari hasil pantauan sementara Pasar Pelita dan Pertokoan menjadi sorotan tajam, karena kurang memenuhi standar penilaian, oleh karenanya OPD terkait dalam hal ini, DisKoperindag, sesegara mungkin utnuk mengambil langkah yang cukup strategis, dalam rangka meningkatkan kondisi ketertiban, kebersihan kedua zona tersebut, sesuai tingkat standarisasi pemilaian. Lebih lanjut ditegaskan Sekotda, nampaknya lebih berat mempertahankan dari pada saat memperjuangkan, karena nilainya harus lebih tinggi, sementara upaya yang tengah dilakukan dalam rangka menunjang Adipura adalah melalui Lomba kebersihan dan pemasangan lampu hias antar OPD, BUMN, BUMD, Kecamatan dan Kelurahan, RW- RT dengan memanfaatkan momentum peringatan HUT Korpri ke – 39 tahun 2010. Melalui Lomba kebersihan tersebut lanjut, H. Moch Muraz, SH MM, sebagai pemacu dan pemicu gerak langkah masing-masing peserta Lomba menuju kearah yang jauh lebih baik, serta kepada juara akan diberikan hadiah serta piagam penghargaan yang akan diserahkan pada puncak peringatan HUT Korpri ke – 39 tanggal 29 Nopember 2010 dilapangan merdeka.

 
Senin, 15 November 2010
PEMKOT SUKABUMI DISTRIBUSIKAN 83 EKOR HEWAN KURBAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Menjelang Hari Raya Idul Adha Tahun 1431 Hijriyah, Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, mendistribusikan 83 ekor hewan kurban. Menurut Kasubbag Kesos pada Bagian Administrasi Kesra Setda Kota Sukabumi, Mohamad Hapidz, S.IP., ke-83 ekor hewan kurban tersebut, terdiri dari 11 ekor Sapi dan 72 ekor Domba.

Dijelaskannya, ke-83 ekor hewan kurban tersebut, sebanyak 2 ekor Sapi didistribusikan kepada Dinas Pengelolaan Persampahan, Pertamanan dan Pemakaman (DP-4) Kota Sukabumi, untuk didistribusikan kepambali kepada para petugas kebersihan. Selanjutnya 3 ekor Sapi didistribusikan kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Sukabumi, untuk didistribusikan kembali kepada para Penarik Becak dan Kusir Delman, 2 ekor Sapi didistribusikan kepada Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Nyomplong Sukabumi, untuk didistribukan kembali kepada para Napi dan Tahanan, serta 4 ekor Sapi didistribusikan kepada Mesjid Agung Kota Sukabumi, untuk didistribusikan kembali kepada para kaum dhuafa.

Kemudian sebanyak 14 ekor Domba didistribusikan kepada 7 kecamatan se Kota Sukabumi, masing-masing kecamatan 2 ekor, untuk didistribusikan kembali kepada kaum dhuafa, sebanyak 33 ekor Domba didistribusikan kepada 33 kelurahan se Kota Sukabumi, masing-masing kelurahan 1 ekor, untuk didistribusikan kembali kepada kaum dhuafa, sebanyak 24 ekor Domba didistribusikan kepada 24 Panti Sosial dan Panti Asuhan, masing-masing Panti Sosial dan Panti Asuhan 1 ekor, untuk didistribusikan kembali kepada anak didik masing-masing, serta 1 ekor Domba didistribusikan kepada RW 3 Kelurahan Cikole, untuk didistribusikan kembali kepada kaum dhuafa setempat. Ditandaskannya, bantuan hewan kurban tersebut, merupakan agenda rutin tahunan Pemerintah Kota Sukabumi, sesuai dengan Keputusan Walikota Sukabumi Nomor 384 Tahun 2003.

Sementara Sekretaris Panitia Pelaksana Kurban Tingkat Kota Sukabumi Tahun 2010, Ade Juanda, M.Ag. menjelaskan, khusus untuk di Masjid Agung Kota Sukabumi, hingga saat ini telah terkumpul hewan kurban sebanyak 25 ekor, yakni 21 ekor Sapi dan 4 ekor Domba. Hewan kurban tersebut, ber-asal dari Pemerintah Kota Sukabumi, Bank Jabar-Banten, Bank Supra, Rina Salon, dan yang lainnya. Dikatakannya, jumlah hewan kurban tersebut, mengalami peningkatan sebesar 20 persen, dari tahun sebelumnya. Sedangkan hewan kurban tersebut, akan didistribusikan kepada kaum miskin di sekitar Masjid Agung Kota Sukabumi, Dinas- Instansi, LSM, Yayasan, Panti Asuhan dan sebagainya.

 
Selasa, 19 Oktober 2010
LOMBA KADARKUM AGENDA RUTIN PEMKOT SUKABUMI
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Lomba Keluarga Sadar Hukum (Kadarkum), merupakan agenda rutin Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, yang dilaksanakan setiap tahun, tepatnya sejak tahun 2004. Hal tersebut disampaikan Kepala Bagian Hukum Setda Kota Sukabumi, Rudi Juhayat, S.H., pada acara pembukaan Lomba Kadarkum Tingkat Kota Sukabumi Tahun 2010, hari Selasa, 19 Oktober 2010, di Gedung Juang 45 Kota Sukabumi.

Adapun maksud dan tujuannya, diantaranya untuk mencapai dan mewujudkan tingkat pemahaman dan kesadaran hukum yang tinggi dalam masyarakat. Selain itu, juga sebagai sarana sosialisasi dan pembelajaran hukum bagi warga masyarakat dan aparat. Dikatakannya, Lomba Kadarkum ini dilaksanakan dalam dua tahap, yakni tahap pertama Tingkat Kecamatan, yang dilaksanakan dari tanggal 21 September 2010 sampai dengan 12 Oktober 2010, serta tahap kedua Tingkat Kota Sukabumi, dilaksanakan pada tanggal 18 dan 19 Oktober 2010.

Sedangkan peserta Lomba Kadarkum tersebut, merupakan perwakilan dari 33 kelurahan, yang tersebar di 7 wilayah kecamatan se Kota Sukabumi. Masing-masing peserta berjumlah 3 orang dan cadangan 2 orang, dengan pendidikan SLTA dan Sarjana. Adapun materi yang disampaikan dalam lomba tersebut, baik di Tingkat Kecamatan maupun di Tingkat Kota Sukabumi, terdiri dari KUHP dan KUHAP, Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga, Pornografi, Tindak Pidana Korupsi, Tindak Pidana Perdagangan Orang, Perlindungan Anak, dan Pedagang Kaki Lima (PKL).

Sementara sistem lomba pada Tingkat Kota Sukabumi, dibagi dalam 2 babak, yakni babak semifinal dan babak final. Untuk babak semifinal diikuti oleh 7 kelompok Kadarkum, serta dilakukan dalam 2 tahap. Adapun tahap pertama diikuti oleh 4 kelompok Kadarkum, yang terdiri dari kelompok Kadarkum Kecamatan Lembursitu, Kecamatan Citamiang, Kecamatan Warudoyong, dan Kecamatan Baros. Sedangkan tahap kedua diikuti oleh 3 kelompok Kadarkum, yakni kelompok Kadarkum Kecamatan Cikole, Kecamatan Cibeureum, dan Kecamatan Gunungpuyuh. Selanjutnya Tim Juri berjumlah 5 orang, yang terdiri dari unsur Pengadilan Negeri Sukabumi, Kejaksaan Negeri Sukabumi, Polres Sukabumi Kota, Pemerintah Kota Sukabumi, dan unsur Akademisi Perguruan Tinggi.

 
Senin, 18 Oktober 2010
PEMKOT SUKABUMI DISTRIBUSIKAN BANTUAN HEWAN QURBAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Menjelang Hari Raya Idul Adha Tahun 1431 Hijriyah, Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, telah melakukan pendistribusian bantuan hewan qurban Sapi dan Domba, kepada dinas-instansi, termasuk kecamatan, kelurahan dan lembaga lainnya, untuk disalurkan kepada orang-orang yang berhak menerimanya.

Kasubbag Kesos pada Bagian Administrasi Kesra Setda Kota Sukabumi, Mohamad Hapidz, S.IP. menjelaskan, bantuan hewan qurban tersebut, merupakan agenda rutin tahunan Pemerintah Kota Sukabumi, sesuai dengan Keputusan Walikota Sukabumi Nomor 384 Tahun 2003.

Adapun dinas-instansi yang mendapat bantuan hewan qurban tersebut, yakni Dinas Pengelolaan Persampahan, Pertamanan dan Pemakaman (DP-4) Kota Sukabumi, mendapat 2 ekor Sapi, untuk didistribusikan kepada para petugas kebersihan. Selanjutnya Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Sukabumi sebanyak 3 ekor Sapi, untuk didistribusikan kepada para Penarik Becak dan Kusir Delman, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Nyomplong Sukabumi sebanyak 2 ekor Sapi, untuk didistribukan kepada para Napi dan Tahanan, serta Mesjid Agung Kota Sukabumi sebanyak 4 ekor Sapi, untuk didistribusikan kepada para kaum dhuafa se Kota Sukabumi.

Kemudian kepada 7 kecamatan se Kota Sukabumi sebanyak 14 ekor Domba, masing-masing 2 ekor, untuk didistribusikan kepada kaum dhuafa, kepada 33 kelurahan se Kota Sukabumi sebanyak 33 ekor Domba, masing-masing 1 ekor, untuk didistribusikan kepada kaum dhuafa, kepada 24 Panti Sosial dan Panti Asuhan masing-masing 1 ekor Domba, untuk didistribusikan kepada anak didiknya masing-masing, serta kepada RW 3 Kelurahan Cikole sebanyak 1 ekor Domba, untuk didistribusikan kepada kaum dhuafa setempat.

Sedangkan total bantuan hewan qurban yang disalurkan oleh Pemerintah Kota Sukabumi dalam Hari Raya Idul Adha Tahun 1431 Hijriyah ini, menurut Kasubbag Kesos pada Bagian Administrasi Kesra Setda Kota Sukabumi, seluruhnya mencapai 83 ekor, yakni 11 ekor Sapi dan 72 ekor Domba.

 
Sabtu, 16 Oktober 2010
PEMKOT SUKABUMI SERAHKAN BANTUAN SARANA KEAGAMAAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, menyerahkan bantuan sarana keagamaan periode bulan Oktober 2010, sebesar 123 juta 600 ribu rupiah. Antara lain, kepada 60 DKM sebesar 45 juta rupiah, 14 Pondok Pesantren sebesar 10 juta 500 ribu rupiah, 29 MD sebesar 21 juta 750 ribu rupiah, dan 28 TPA sebesar 21 juta rupiah. Selanjutnya kepada 12 RA sebesar 9 juta rupiah, 3 Mushola sebesar 2 juta 250 ribu rupiah, 6 Majelis Taklim sebesar 4 juta 500 ribu rupiah, dan 24 Panti Asuhan sebesar 9 juta 600 ribu rupiah.

Bantuan sarana keagamaan tersebut, diserahkan secara simbolis oleh Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., Wakil Walikota Sukabumi, Doktor H. Mulyono, M.M., dan unsur Muspida lainnya, pada Pengajian Rutin di Rumah Dinas Walikota Sukabumi, hari Kamis malam, 14 Oktober 2010.

Dalam sambutannya, Walikota Sukabumi mengatakan, moto Pemerintah Kota Sukabumi, yakni Reugreug Pageuh Repeh Rapih. Moto tersebut harus dicapai dan diwujudkan oleh semua pihak, baik oleh aparat pemerintah maupun oleh warga masyarakat. Dijelaskannya, pada saat semua pihak berbuat baik mengelola Negara, Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota Sukabumi, dan pada saat dipanggil oleh Allah Taalla keharibaan-Nya, berbagai hal yang dilakukan ada nilai ibadah dan keagamaan. Oleh karenanya, Kota Sukabumi harus dibingkai oleh keimanan dan ketaqwaan, guna melaksanakan pendekatan, sejahtera di dunia dan sejahtera di akhirat.

Dijelaskan pula, bantuan sarana keagamaan yang diserahkan oleh Pemerintah Kota Sukabumi ini, merupakan komitmen Pemerintah Kota Sukabumi. Maksud dan tujuannya, untuk meningkatkan kesejahteraan dan kepentingan umat. Diantaranya untuk kepentingan kehidupan ber-agama, menolong orang miskin, dan menolong anak yartim.

Pada kesempatan tersebut, Walikota Sukabumi juga mengajak kepada segenap lapisan warga masyarakat khususnya umat Islam, agar senantiasa menjunjung tinggi pola kebersamaan, persatuan dan kesatuan, sareundeuk saigel sabobot sapihanean, tata titi duduga prayoga, termasuk menaati berbagai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku, dalam kehidupan nyata sehari-hari.

 
Selasa, 5 Oktober 2010
PEMKOT SUKABUMI LAKSANAKAN SOSIALISASI PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Untuk meningkatkan kesadaran aparat dan warga masyarakat, khususnya dalam memahami per-undang-undangan, Pemerintah Kota Sukabumi, melalui Bagian Hukum Setda Kota Sukabumi, baru-baru ini melaksanakan sosialisasi peraturan per-undang-undangan kesadaran hukum aparat dan warga masyarakat, tepatnya di Kelurahan Karamat Kecamatan Gunungpuyuh Kota Sukabumi.

Kegiatan tersebut, diikuti jajaran pengurus Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), jajaran pengurus RW dan RT, Tim Penggerak PKK, dan tokoh masyarakat se Kelurahan Karamat. Sedangkan nara sumber dalam kegiatan tersebut, terdiri dari unsur Polres Sukabumi Kota, Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kota Sukabumi, serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Sukabumi.

Kepala Bagian Hukum Setda Kota Sukabumi, Rudi Juhayat, S.H., didampingi Kasubag Dokumentasi dan Informasi Hukum, Nenden Eviyanti, S.H. menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan salah satu program kerja Bagian Hukum Setda Kota Sukabumi, yang dilaksanakan secara rutin. Adapun maksud dan tujuannya, agar aparat dan warga masyarakat, mengetahui dan memahami produk-produk hukum yang berlaku, baik yang ada di pusat maupun yang ada di daerah, khususnya Undang-Undang Tentang Pornografi, Undang-Undang Tentang Pajak Daerah dan Restribusi Daerah, serta Undang-Undang Tentang Penertiban Umum.

Kepala Bagian Hukum Setda Kota Sukabumi mengharapkan, dengan dilaksanakannya kegiatan tersebut, aparat dan warga masayarakat mengetahui dan memahami produk-produk hukum tersebut, sehingga kesadaran aparat dan warga masayarakat akan peraturan dan per-undang-undangan tersebut dapat meningkat. Diharapkan pula, aparat dan warga masayarakat yang telah mengikuti kegiatan tersebut, bisa menyampaikan kembali kepada aparat dan warga masyarakat lainnya.

Menyinggung program kedepannya, menurut Kepala Bagian Hukum Setda Kota Sukabumi, pihaknya akan melaksanakan kegiatan tersebut, terhadap para pelajar dan mahasiswa, serta jajaran pengurus dan anggota organisasi yang ada di Kota Sukabumi. Dikatakannya, kegiatan sosilisasi peraturan per-undang-undangan yang dilaksanakan di Keluarahan Karamat tersebut, merupakan kegiatan siosilaisai yang ter-akhir dalam tahun 2010, karena sebelumnya, pihak Bagian Hukum Setda Kota Sukabumi, telah melaksanakan kegiatan yang sama di 32 kelurahan, yang tersebar di 7 kecamatan se Kota Sukabumi.

 
Senin, 27 September 2010
PEMKOT SUKABUMI BERUPAYA OPTIMAL PERHATIKAN LANSIA
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, akan senantiasa ber-upaya optimal memperhatikan para Lansia, dalam berbagai bidang, khususnya dalam bidang kesehatan, melalui pelayanan kesehatan di setiap Puskesmas dan Rumah Sakit. Demikian disampaikan Wakil Walikota Sukabumi, Doktor H. Mulyono, M.M., selaku Komisaris Daerah (Komda) Lembaga Lansia Indonesia (LLI) Kota Sukabumi, pada acara Halal Bil Halal jajaran pengurus dan anggota LLI Kota Sukabumi, baru-baru ini.

Dikatakannya, dari sisi kebijakan, Pemerintah Kota Sukabumi telah memberikan perhatian yang cukup besar terhadap para Lansia, diantaranya dengan telah dicanangkannya Kota Santun Lansia. Kebijakan tersebut, untuk menarik perhatian dari semua pihak, khususnya dalam menunjang kelancaran dan keberhasilan berbagai kegiatan, yang dilakukan oleh para Lansia. Dikatakan pula, sejak dibentuk LLI di Kota Sukabumi, Pemerintah Kota Sukabumi telah memberikan berbagai fasilitas, untuk menunjang kelancaran dan keberhasilan berbagai kegiatan, yang dilakukan oleh para Lansia. Diantaranya dengan menyediakan Balai Lansia dan Kantor LLI Kota Sukabumi, termasuk bantuan meubeler dari dana Corporate Sosial Responsibility (CSR) Bank Jabar Banten. Selain itu, Pemerintah Kota Sukabumi, juga telah melaksanakan tiga program untuk para Lansia, yakni bedah rumah, bedah usaha, dan bedah lingkungan Lansia.

Sementara Ketua LLI Kota Sukabumi, Dokter Suki Astowo menjelaskan, berdasarkan data yang ada, di Kota Sukabumi terdapat sekitar 19 ribu Lansia. Namun dari jumlah tersebut, mayoritas termasuk pada Golongan Ekonomi Lemah (Golekmah). Untuk itu, Ketua LLI Kota Sukabumi, menghimbau semua pihak, untuk senantiasa memperhatikan para Lansia, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan para Lansia. Karena untuk meningkatkan kesejahteraan para Lansia tersebut, bukan merupakan tugas dan tanggung jawab pemerintah semata, akan tetapi tugas dan tanggung jawab semua pihak, yakni pemerintah, swasta dan masyarakat.

Selain itu, Ketua LLI Kota Sukabumi juga menghimbau kepada para penegak hokum, agar memberikan perhatian kepada para Lansia yang tersangkut masalah hukum, ter-utama pada saat proses pemeriksaan, jangan disamakan dengan masyarakat lainnya yang masih muda, karena kemampuan dan daya nalar para Lansia sudah jauh menurun. Dikatakannya, untuk membantu para Lansia yang tersangkut masalah hokum, pihak LLI Kota Sukabumi merencanakan akan membentuk Tim Advokasi, yang tugasnya untuk memberikan pendampingan kepada para Lansia yang yang tersangkut masalah hukum.

 
Senin, 27 September 2010
PEMKOT SUKABUMI AKAN BERI PENGHARGAAN KEPADA ATLET BERPRESTASI
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, menurut rencana akan memberi penghargaan, kepada sejumlah Atlet, Wasit, Pelatih, Pembina dan Penggerak Olahraga yang berprestasi, termasuk kepada sejumlah instansi yang peduli terhadap olahraga. Pemberian penghargaan tersebut, seperti dikatakan Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Sukabumi, Drs. Beni Haerani, M.M., didampingi Kepala Bidang Kepemudaan dan Olahraga, Drs. Mohamad Yonan Sufyarman, M.M., dijadualkan berlangsung pada Upacara Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) Tingkat Kota Sukabumi, yang menurut rencana akan dilaksanakan pada hari Selasa esok, tanggal 28 September 2010, bertempat di Lapangan Merdeka Kota Sukabumi.

Adapun yang akan bertindak selaku Pembina Upacara pada Peringatan Haornas tersebut, yakni Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., Pengatur Upacara, Mohamad Zaelani, dan Pimpinan Upacara, Ahmad Suhendro. Sedangkan peserta upacara, terdiri dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), BUMN, BUMD, Pengcab Olahraga, Insan Olahraga, Mahasiswa dan Pelajar.

Dijelaskannya, dalam Upacara Peringatan Haornas tersebut, juga akan diisi dengan pencanangan Senam Jumat Bersih dan Sehat (Jumsihat), bagi PNS di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, serta pagelaran Olahraga dan Seni, yang mengambil tema, Bangkitlah Prestasi Olahraga Bangsaku, karya Disporabudpar Kota Sukabumi dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Kesenian Kota Sukabumi.

Menyinggung Tahun Kebangkitan Olahraga Kota Sukabumi, yang telah dicanangkan oleh Walikota Sukabumi pada tahun 2003 yang lalu, menurut Kepala Disporabudpar Kota Sukabumi, banyak mengalami kemajuan dan membanggakan semua pihak, khususnya dalam peraihan prestasi di berbagai cabang olahraga, baik di tingkat regional maupun di tingkat nasional.

Selain itu, sarana dan prasarana olahraga pun banyak mengalami kemajuan dan peningkatan yang cukup signifikan, diantaranya dengan dibangunannya Lapangan Publik di 7 kecamatan se Kota Sukabumi, serta penambahan titik atau tempat penyelenggaraan senam massal warga masyarakat, khususnya yang dilaksanakan pada setiap hari Minggu, diantaranya di Lapangan Merdeka, di jalan Lingkar Selatan, serta di jalan R. Syamsudin, S.H. dan jalan Ir. H. Juanda.

 
Senin, 27 September 2010
PEMKOT SUKABUMI BERUPAYA OPTIMAL TANGGULANGI KEMISKINAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi beserta dinas, instasni dan lembaga terkait, senantiasa ber-upaya optimal menanggulangi kemiskinan. Diantaranya dengan melaksanakan Stand-Up, Speak-Out and Take Action Campaign, atau Kampanye Bangkit, Bersuara dan Ber-aksi, yang sudah menjadi komitmen Pemerintah Kota Sukabumi sejak tahun 2006.

Selain itu, juga senantiasa diserahkan berbagai bantuan kepada warga masyarakat miskin, dalam berbagai kegiatan, termasuk Bantuan Langsung Masyarakat (BLM), dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perkotaan (PNPM-MP), sebesar 3 milyar 145 juta rupiah, kepada 33 kelurahan yang tersebar di 7 wilayah kecamatan se Kota Sukabumi. Bantuan tersebut, dikelola langsung oleh Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM), dibawah pengawasan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sukabumi.

Wakil Walikota Sukabumi, Doktor H. Mulyono, M.M., saat bersilaturahmi dengan sejumlah mahasiswa dan warga masyarakat di kompleks Perbata Kelurahan Benteng Kecamatan Warudoyong Kota Sukabumi, baru-baru ini menjelaskan, kampanye perang untuk melawan kemiskinan di Kota Sukabumi, senantiasa dilaksanakan dalam berbagai momen dan kesempatan.

Diharapkannya, pelaksanaan kampanye perang untuk melawan kemiskinan tersebut, di Kota Sukabumi dapat mencapai tiga sukses. Antara lain, sukses pendidikan, sukses kesehatan, dan sukses pembangunan manusia. Dijelaskannya, dalam bidang pendidikan yang dilaksanakan di Kota Sukabumi, sudah mencapai angka 99,8 persen. Sedangkan dalam bidang kesehatan, sudah mencapai angka 71 sampai dengan 72 persen. Sementara dalam bidang Indeks Pembangunan Manusia (IPM), sudah mencapai angka 86 persen. Namun dalam penanganan penderita penyakit HIV-AIDS, menurut Wakil Walikota Sukabumi, masih perlu ditingkatkan kembali, supaya jumlah penderita penyakit tersebut dapat ditekan.

Ditandaskannya, keberhasilan tersebut merupakan keberhasilan semua pihak, yakni pihak pemerintah, swasta dan warga masyarakat. Untuk itu, Wakil Walikota Sukabumi mengucapkan terima kasih, seraya mengharapkan kepada semua pihak, agar keberhasilan tersebut senantiasa ditingkatkan dan dikembangkan kembali oleh semua pihak, guna meningkatkan derajat pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan warga masyarakat.

 
Senin, 27 September 2010
PEMKOT SUKABUMI BERUPAYA OPTIMAL DORONG PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si. menandaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi senantiasa ber-upaya optimal melakukan sekaligus mendorong pengembangan ekonomi kreatif. Maksud dan tujuannya, sebagai salah upaya untuk meningkatkan kesejahteraan warga masyarakat, sekaligus meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Sukabumi.

Adapun alasan lain dilakukannya pengembangan ekonomi kreatif tersebut, karena berdasarkan hasil pengkajian yang dilaksanakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sukabumi, antara lain masih rendahnya angka partisipasi angkatan kerja, yakni baru mencapai 45,2 persen, masih tingginya jumlah penduduk miskin, dan masih tingginya laju inflasi. Selain itu, juga masih rendahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD). Padahal proporsi PAD Kota Sukabumi terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Sukabumi, pada tahun 2007-2009, yakni sebesar 9,92 persen, 11,05 persen dan 10,84 persen.

Penandasan Walikota Sukabumi tersebut, disampaikan usai membuka workshop pengkajian industri kreatif, hari Senin, 20 September 2010, bertempat di Ruangan Pertemuan Hotel Permata Hijau Kota Sukabumi. Hadir dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, H. Mohamad Muraz, S.H., M.M., Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Sukabumi, H. Deden Solehudin, S.Ag., M.M., Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sukabumi, Doktor H.M.N. Hanafie Zain, M.Si., Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopperindag) Kota Sukabumi, Drs. Dudi Fathul Jawad, M.Pd., unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (KUMKM), dan unsur perbankan.

Walikota Sukabumi juga menjelaskan, ekonomi kreatif sangat perlu dikembangkan di Kota Sukabumi, karena dapat berdampak pada peningkatan kesejahteraan warga masyarakat dan IPM Kota Sukabumi. Adapun hal yang sangat penting dilakukan dalam mewujudkan program tersebut, yakni memanfaatkan peluang yang ada, menjadi salah satu sumber penghidupan. Diungkapkannya, bidang ekonomi saat ini di Kota Sukabumi, sekitar 48 persen bergerak dalam sektor perdagangan.

Sementara Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sukabumi, Doktor H.M.N. Hanafie Zain, M.Si menjelaskan, dilaksanakannya workshop pengkajian industri kreatif tersebut, sebagai salah upaya untuk mempertemukan para pelaku usaha KUMKM dengan unsur perbankan, khususnya dalam mendapatkan kredit modal usaha.

Ditandaskannya, apabila ekonomi kreatif di Kota Sukabumi telah berjalan lancar dan berkembang dengan baik, produk-produk yang dihasilkan KUMKM Kota Sukabumi, dapat dipasarkan ke luar daerah hingga ke mancanegara, salah satunya dengan menggunakan fasilitas dunia maya internet.

 
Jumat, 15 Januari 2010
PEMKOT SUKABUMI ANGGARKAN 38 MILYAR RUPIAH BAGI PENANGANAN MASYARAKAT MISKIN DAN PENGANGGURAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, telah menganggarkan sebesar 38 milyar rupiah lebih, atau sekitar 7,5 persen dari total Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Sukabumi Tahun 2010, khusus bagi penanganan masyarakat miskin dan pengangguran. Anggaran tersebut, dilakukan oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Hal tersebut disampaikan Wakil Walikota Sukabumi, Doktor H. Mulyono, M.M., saat memberi sambutan pada Rapat Paripurna DPRD Kota Sukabumi, dalam rangka penetapan Rancangan Keputusan Daerah (Raperda) DPRD Kota Sukabumi, Tentang Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Sukabumi Tahun Anggaran 2010, menjadi Peraturan Daerah (Perda) yang definitif, hari Senin malam, 11 Januari 2010, bertempat di Ruangan Rapat Paripurna DPRD Kota Sukabumi.

Diharapkannya, seluruh jajaran Pemerintah Kota Sukabumi, untuk senantiasa secara cermat, tepat dan profeional, melakukan langkah-langkah strategis. Antara lain, Pertama secara terus menerus melanjutkan performance based budgeting atau penganggaran berbasis kinerja, yakni penyusunan anggaran yang didasarkan pada perencanaan kinerja, yang terdiri dari program dan kegiatan yang akan dilaksanakan, serta indikator kinerja yang ingin dicapai oleh suatu entitas anggaran, serta dilakukan dengan senantiasa memperhatikan keterkaitan antara pendanaan dengan keluaran dan hasil yang diharapkan, termasuk efisiensi dalam pencapaian hasil dan keluaran tersebut. Karena indikator kinerja dan sasaran, merupakan bagian dari sistem penganggaran berdasarkan kinerja, dalam rangka mendukung perbaikan efisiensi dan efektifitas pemanfaatan sumber daya. Dengan demikian, APBD Kota Sukabumi Tahun 2010 dapat mencerminkan empati pada kaum miskin, melalui berbagai program yang terkait dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat, sehingga mampu mengurangi angka kemiskinan dan pengganguran.

Adapun langkah strategis yang Kedua, yakni Pemerintah Kota Sukabumi tetap konsisten terhadap amanat konstitusi, untuk meng-alokasikan dana pendidikan sebesar 30 persen dari total APBD Kota Sukabumi Tahun 2010. Namun pada kenyataannya, Pemerintah Kota Sukabumi telah meng-alokasikan dana pendidikan sebesar 31,5 persen. Ketiga, untuk menyikapi dinamika pertumbuhan ekonomi daerah sebagai implikasi tidak langsung dari krisis keuangan global, Pemerintah Kota Sukabumi senantiasa diharapkan agar dapat mengembangkan kebijakan yang inovatif, serta mencari terobosan untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas pasar, termasuk membangun kerja-sama dengan swasta atau investor secara profesional, dengan tidak mengabaikan prinsip kehati-hatian.

 
Rabu, 14 Oktober 2009
PEMKOT SUKABUMI AKAN SALURKAN BANTUAN KEPADA KORBAN GEMPA DI JABAR DAN SUMBAR
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi melalui Bagian Administrasi Kesra Setda Kota Sukabumi, dalam waktu dekat akan menyalurkan bantuan kepada para korban gempa di Jawa Barat (Jabar) dan Sumartera Barat (Sumbar), sebesar 114 juta 774 ribu 500 rupiah.

Adapun besar bantuan yang akan disalurkan, berdasarkan hasil rapat penyaluran bantuan yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, H. Mohamad Muraz, S.H., M.M., serta dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Sukabumi, H. Deden Solehudin, S.Ag., M.M., Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Penanggulangan Bencana (Dinsostek PB) Kota Sukabumi, Drs. H. Saleh Makbullah. M.Si., Kepala Dinas Pendidikan Kota Sukabumi Kota Sukabumi, Sanusi Hardjadiredja, S.Pd., Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Dokter H. Boyke Priyono S, M.Kes., dan Kepala Bagian Administrasi Kesra Setda Kota Sukabumi, Drs. Ipin Syaripin, M.Si., yang berlangsung hari Rabu pagi, 14 Oktober 2009, di Ruangan Rapat Sekretaris Daerah, yakni untuk korban gempa di Jawa Barat sebesar 52 juta 500 rupiah. Antara lain, untuk korban gempa di Kota Sukabumi sebesar 12 juta 500 rupiah, untuk korban gempa di Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, dan Kabupaten Ciamis sebesar 40 juta rupiah, atau masing-masing Kota dan Kabupaten sebesar 5 juta rupiah. Sedangkan untuk korban gempa Sumatera Barat sebesar 72 juta rupiah.

Kepala Bagian Administrasi Kesra Setda Kota Sukabumi, Drs. Ipin Syaripin, M.Si. menjelaskan, bantuan untuk para korban gempa tersebut, akan segera disalurkan melalui rekening Pemerintah Kota dan Kabupaten masing-masing, serta melalui rekening Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

Adapun bantuan untuk para korban gempa tersebut, ber-asal dari para pegawai, pengusaha, siswa, Organisasi Kemasyarakatan, Dharma Wanita Persatuan (DWP), GOP TKI, DKM, RW, RT dan masyarakat, yang dihimpun oleh Pemerintah Kota Sukabumi, melalui Bagian Administrasi Kesra Setda Kota Sukabumi.

Untuk itu, Kepala Bagian Administrasi Kesra Setda Kota Sukabumi, atas nama Pemerintah Kota Sukabumi, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah secara ikhlas memberikan bantuan, untuk para korban gempa tersebut. Diharapkannya, bantuan yang telah diberikan tersebut, senantiasa dijadikan lumbung amal shaleh, serta mendapat balasan berlipat ganda dari Allah Taalla. Selain itu juga diharapkan, apabila bantuan tersebut telah sampai kepada para korban gempa, dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, sehingga dapat meringankan beban para korban gempa tersebut, baik para korban gempa di Jawa Barat maupun para korban gempa di Sumatera Barat.

 
Senin, 5 Oktober 2009
PEMKOT SUKABUMI HIMPUN DANA UNTUK KORBAN GEMPA DI JABAR DAN SUMBAR
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, saat ini sedang menghimpun bantuan dana sukarela dari para pegawai, untuk membantu korban gempa di Jawa Barat (Jabar) dan Sumatera Barat (Sumbar). Penghimpunan bantuan dana tersebut, dikoordinir oleh masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), serta oleh Perusahaan-Perusahaan di Kota Sukabumi, untuk disetorkan ke Pemerintah Kota Sukabumi, melalui Bagian Administrasi Kesra Sekretariat Daerah (Setda) Kota Sukabumi, selambat-lambatnya pada tanggal 9 Oktober 2009, untuk diserahkan kembali kepada para korban gempa tersebut.

Kepala Bagian Administrasi Kesra Setda Kota Sukabumi, Drs. Ipin Syaripin, M.Si. menjelaskan, penghimpunan bantuan dana tersebut sesuai dengan Surat Himbauan Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, H. Mohamad Muraz, S.H., M.M., tertanggal 2 Oktober 2009 baru-baru ini. Maksud dan tujuannya, untuk membantu sekaligus meringankan beban para korban gempa di Jawa Barat dan Sumatera Barat.

Penghimpunan bantuan dana yang dilakukan Pemerintah Kota Sukabumi tersebut, disambut baik oleh para pegawai dan karyawan-karyawati perusahaan di Kota Sukabumi. Buktinya hingga hari Senin pagi, tepatnya hingga pukul 09.30 WIB, bantuan dana yang sudah terkumpul di Bagian Administrasi Kesra Setda Kota Sukabumi untuk para korban gempa tersebut, telah mencapai lebih-kurang 6 juta rupiah.

Untuk itu, Kepala Bagian Administrasi Kesra Setda Kota Sukabumi, atas nama Pemerintah Kota Sukabumi, mengucapkan terima kasih kepada para pegawai yang telah menyumbangkan bantuan dana untuk para korban gempa tersebut, melalui OPD-nya masing-masing. Diharapkannya, kepada OPD, BUMN dan BUMD, serta Perusahaan-Perusahaan di Kota Sukabumi yang belum menyetorkan bantuan dana untuk para korban gempa tersebut, agar segera menyetorkannya ke Bagian Administrasi Kesra Setda Kota Sukabumi, selambat-lambatnya pada tanggal 9 Oktober 2009. Karena bantuan dana tersebut, akan segera diserahkan kepada para korban gempa, baik di Jawa Barat maupun di Sumatera Barat.

Sementara salah seorang Staf Bagian Administrasi Kesra Setda Kota Sukabumi yang bertugas menerima bantuan dana tersebut, Salim SB menjelaskan, hingga hari Senin pagi tepatnya hingga pukul 09.30 WIB, bantuan dana yang sudah terkumpul di Bagian Administrasi Kesra Setda Kota Sukabumi untuk para korban gempa tersebut, telah mencapai lebih-kurang 6 juta rupiah. Jumlah bantuan dana tersebut diper-oleh dari Bagian Organisasi dan Tata Laksana Setda Kota Sukabumi, Bagian Administrasi Perekonomian Setda Kota Sukabumi. Bagian Hukum Setda Kota Sukabumi, Bagian Pemerintahan Setda Kota Sukabumi, Bagian Administrasi Kesra Setda Kota Sukabumi, dan dari Bagian Administrasi Pembangunan Setda Kota Sukabumi.

 
Rabu, 30 September 2009
PEMKOT SUKABUMI SALURKAN BANTUAN KEPADA KORBAN GEMPA SEBESAR 939 JUTA 900 RIBU RUPIAH
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, melalui Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Penanggulangan Bencana (Dinsostek PB) Kota Sukabumi, hari Senin, 28 September 2009, menyalurkan bantuan kepada korban gempa 2 September 2009 yang lalu, sebesar 939 juta 900 ribu rupiah.

Kepala Bidang Penanggulangan Bencana Dinsostek PB Kota Sukabumi, Drs. Hendra Resmanda menjelaskan, bantuan tersebut langsung diserahkan kepada pihak kecamatan dan kelurahan masing-masing. Sedangkan bagi korban gempa yang belum terdata, setelah selesai penyaluran bantuan tersebut akan ditangani. Karena pihak Dinsostek PB Kota Sukabumi, memprioritaskan penyaluran bantuan tersebut kepada korban gempa yang telah terdaftar dalam Surat Keputusan Walikota Sukabumi.

Adapun besar bantuan dari Dana Tidak Terduga Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Sukabumi tersebut, yakni untuk rumah yang hancur sebesar 4 juta 500 ribu rupiah termasuk uang sewa, untuk rumah yang rusak berat tidak bisa dihuni sebesar 3 juta rupiah termsuk uang sewa, untuk rumah yang rusak berat tapi masih bisa dihuni sebesar 1 juta 500 ribu rupiah, dan untuk rumah yang rusak sedang sebesar 500 ribu rupiah.

Dijelaskan pula, pihak Dinsostek PB Kota Sukabumi, selama 2 hari tepatnya pada tanggal 14 dan 15 September 2009 yang lalu, telah menyalurkan bantuan sebanyak 29 Ton 70 Kilogram Beras, kepada para korban gempa.

Bantuan beras yang ber-asal dari Perum Bulog tersebut, diperuntukan bagi 1.938 Kepala Keluarga (KK) korban gempa, yang tersebar di 7 Kecamatan se Kota Sukabumi, atau masing-masing KK mendapat 15 kilogram. Antara lain, di Kecamatan Baros sebanyak 585 KK, di Kecamatan Cikole sebanyak 228 KK, di Kecamatan Citamiang sebanyak 130 KK, di Kecamatan Cibeureum sebanyak 167 KK, di Kecamatan Gunung Puyuh sebanyak 101 KK, di Kecamatan Lembursitu sebanyak 549 KK, dan di Kecamatan Warudoyong sebanyak 178 KK.

Ditandaskannya, berdasarkan data ter-akhir, total kerusakan rumah di Kota Sukabumi akibat gempa pada tanggal 2 September 2009 tersebut, mencapai 1.938 rumah, yang terdiri dari 915 rumah rusak ringan, 837 rumah rusak sedang, dan 186 rumah rusak berat. Namun dari jumlah tersebut, yang mendapat bantuan dari Pemerintah Kota Sukabumi hanya 1.023 rumah, yakni yang termasuk dalam 4 kategori. Antara lain, 14 rumah hancur, 59 rumah rusak berat tidak bisa dihuni, 225 rumah rusak berat tapi masih bisa dihuni, dan 725 rumah rusak sedang.

 
Kamis, 24 September 2009
PEMKOT SUKABUMI HINGGA BULAN SEPTEMBER 2009 TELAH KUCURKAN BANTUAN SEBESAR 812 JUTA 375 RIBU RUPIAH
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, melalui Bagian Administrasi Kesra Setda Kota Sukabumi, hingga bulan September 2009 ini, telah mengucurkan bantuan sebesar 812 juta 375 ribu rupiah. Antara lain, bantuan sarana keagamaan sebesar 589 juta 550 ribu rupiah, dan bantuan sosial sebesar 222 juta 875 ribu rupiah.

Adapun bantuan sarana keagamaan yang telah dikucurkan tersebut, seperti dikatakan Kepala Bagian Administrasi Kesra Setda Kota Sukabumi, Drs. Ipin Syaripin, M.Si., yakni kepada 334 Masjid Jami RW masing-masing sebesar 750 ribu rupiah, total 250 juta 500 ribu rupiah, kepada 65 Pondok Pesantren masing-masing sebesar 750 ribu rupiah, total 48 juta 750 ribu rupiah, dan kepada 156 Madrasah Diniyah masing-masing sebesar 600 ribu rupiah, total 93 juta 600 ribu rupiah.

Selanjutnya kepada 132 TPA dan TPQ masing-masing sebesar 600 ribu rupiah, total 79 juta 200 ribu rupiah, kepada 55 RA masing-masing 600 ribu rupiah, total 33 juta rupiah, kepada 7 Masjid Besar Kecamatan masing-masing 5 juta rupiah, total 35 juta rupiah, dan kepada 33 Masjid Jami Kelurahan masing-masing sebesar 1 juta 500 ribu rupiah, total 49 juta 500 ribu rupiah.

Sedangkan bantuan sosial yang telah dikucurkan tersebut, yakni kepada 443 Tukang Becak masing-masing 75 ribu rupiah, total 33 juta 225 ribu rupiah, kepada 142 Kusir Delman masing-masing sebesar 50 ribu rupiah, total 7 juta 100 ribu rupiah, dan kepada 3 ribu 663 Lansia masing-masing 50 ribu rupiah, total 182 juta 550 ribu rupiah.

Kepala Bagian Administrasi Kesra Setda Kota Sukabumi menjelaskan, maksud dan tujuan dikucurkannya bantuan sarana keagamaan tersebut, untuk meningkatkan ukuwah islamiyah, meningkatkan sarana dan prasarana keagamaan, serta serta meningkatkan kualitas kehidupan umat ber-agama dan kesejahteraan masyarakat, termasuk memotivasi para alim ulama, para ustadz dan para guru agama, supaya dalam melaksanakan tugas mulia dan pengabdiannya, khususnya dalam membina umat kearah yang lebih baik dapat meningkat.

Sementara diserahkannya bantuan sosial tersebut, untuk membantu sekaligus meringankan beban Tukang Becak, Kusir Delman dan para Lansia, khususnya dalam memenuhi kebutuhan hidup menjelang hari raya Idul Fitri Tahun 1430 Hijriyah, sesuai Visi Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi Tahun 2008-2013, yakni Dengan Iman dan Taqwa Mewujudkan Pemerintahan yang Amanah Berparadigma Surgawi, Menuju Kota Sukabumi yang Cerdas, Sehat dan Sejahtera baik lahir maupun batin. dilandasi nilai-nilai fhilosofis, Sidiq, Tabligh, Amanah, Fathonah.

 
Minggu, 13 September 2009
PEMKOT SUKABUMI TELAH SERAHKAN BANTUAN SARANA KEAGAMAAN SEBESAR 589 JUTA 550 RIBU RUPIAH
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Hingga bulan September 2009 ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi melalui Bagian Administrasi Kesra Setda Kota Sukabumi, telah menyerahkan bantuan sarana keagamaan sebesar 589 juta 550 ribu rupiah. Antara lain kepada 334 Masjid Jami RW masing-masing sebesar 750 ribu rupiah, total 250 juta 500 ribu rupiah, kepada 65 Pondok Pesantren masing-masing sebesar 750 ribu rupiah, total 48 juta 750 ribu rupiah, dan kepada 156 Madrasah Diniyah masing-masing sebesar 600 ribu rupiah, total 93 juta 600 ribu rupiah.

Selanjutnya kepada 132 TPA dan TPQ masing-masing sebesar 600 ribu rupiah, total 79 juta 200 ribu rupiah, kepada 55 RA masing-masing 600 ribu rupiah, total 33 juta rupiah, kepada 7 Masjid Besar Kecamatan masing-masing 5 juta rupiah, total 35 juta rupiah, dan kepada 33 Masjid Jami Kelurahan masing-masing sebesar 1 juta 500 ribu rupiah, total 49 juta 500 ribu rupiah.

Kepala Bagian Administrasi Kesra Setda Kota Sukabumi, Drs. Ipin Syaripin, M.Si., didampingi Kepala Sub Bagian Agama, Drs. Didin Syarifudin menjelaskan, maksud dan tujuan diserahkannya bantuan sarana keagamaan tersebut, untuk meningkatkan ukuwah islamiyah, meningkatkan sarana dan prasarana keagamaan, serta kualitas kehidupan umat ber-agama dan kesejahteraan masyarakat, termasuk memotivasi para alim ulama, para ustadz dan para guru agama, supaya dalam melaksanakan tugas mulia dan pengabdiannya, khususnya dalam membina umat kearah yang lebih baik dapat meningkat.

Selain itu, juga sesuai dengan Visi Kota Sukabumi, yakni Terwujudnya Kota Sukabumi Sebagai Pusat Pelayanan Berkualitas Bidang Pendidikan, Kesehatan dan Perdagangan di Jawa Barat, Berlandaskan Iman dan Taqwa; serta Visi Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi Tahun 2008-2013, yakni Dengan Iman dan Taqwa Mewujudkan Pemerintahan yang Amanah Berparadigma Surgawi, Menuju Kota Sukabumi yang Cerdas, Sehat dan Sejahtera, baik lahir maupun batin, dilandasi nilai-nilai fhilosofis, Sidiq, Tabligh, Amanah, Fathonah.

 
Kamis, 6 Agustus 2009
PEMKOT SUKABUMI DAN AIRCKA PRODUCTION AKAN GELAR FESTIVAL JUANDA 2009
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-64 Kemerdekaan RI, Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi dan Aircka Production, dibantu oleh Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Asal Sukabumi (PB HIMASI), sebagai vouleenter atau sukarelawan, akan menggelar Festival Juanda 2009. Festival yang dijadualkan berlangsung selama 2 hari tepatnya dari tanggal 7 sampai dengan 8 Agustus 2009 ini, bertempat di jalan Insinyur Haji Juanda Kota Sukabumi.

Wakil Walikota Sukabumi, Drs. H. Mulyono, M.M. menjelaskan, dalam festival tersebut akan digelar berbagai kegiatan. Diantaranya untuk siswa SD, Lomba Menggambar, Lomba Menyanyikan Lagu Perjuangan Nasional, dan Lomba Busana Daerah. Selanjutnya untuk siswa SMP, Lomba Grup Band, menampilkan lagu-lagu wajib nasional yang aransemennya disesuaikan dengan selera masing-masing. Kemudian untuk siswa SMA, Lomba Lagu Daerah Sunda, yang aransemennya harus dikolaborasikan dengan alat musik tradisional dan alat musik modern. Sedangkan untuk umum, lomba lagu-lagu yang bertemakan cinta atau bahagia. Selain itu, juga dilombakan pemilihan Akang dan Eneng, untuk pelajar SMP dan SMA.

Diharapkannya, perlombaan tersebut agar dikemas sesuai dengan maksud dan tujuannya, supaya mampu mengundang minat masyarakat untuk mengunjunginya. Dengan demikian, perlombaan tersebut tidak hanya sebatas seremonial saja, akan tetapi mampu menciptakan nuansa baru, serta mampu mengundang kreatifitas masyarakat.

Diharapkan pula, dalam Festival tersebut harus menampilkan seni dan budaya daerah, serta ekonomi kreatif masyarakat. Dengan demikian, selain menjadi ajang pendidikan dan pengembangan bakat pekerja seni, juga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Selain itu, juga harus memuat sejarah tentang Jalan Insinyur Haji Juanda. Karena hingga saat ini, masyarakat Kota Sukabumi belum seluruhnya mengetahui tentang sejarah jalan yang berada di depan Balaikota dan Gedung DPRD Kota Sukabumi tersebut.

Wakil Walikota Sukabumi juga mengharapkan, dari penyelenggaraan festival tersebut, akan ada multiplayer effect. Sebagai salah satu contohnya, dapat memunculkan pedagang kaos atau souvenir, yang bernuansakan festival tersebut. Dengan demikian, festival tersebut dapat berdampak pada peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Disamping itu, festival tersebut agar menjadi agenda tahunan, sehingga menjadi salah satu andalan Kota Sukabumi, khususnya dalam menarik minat masyarakat dari luar daerah Kota Sukabumi.

 
Kamis, 14 Mei 2009
PEMKOT SUKABUMI ALOKASIKAN DANA SEBESAR RP. 5.541.178.000 UNTUK PENGAMALAN AJARAN AGAMA
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, dalam tahun anggaran 2009, meng-alokasikan dana sebesar Rp. 5.541.178.000, untuk pembinaan dan peningkatkan kualitas pemahaman, penghayatan dan pengamalan ajaran agama.

Demikian disampaikan Kepala Bagian Administrasi Kesra Setda Kota Sukabumi, Drs. Ipin Syaripin, M.Si., pada acara pembinaan dan penyerahan honorarium kepada guru madrasah dan pondok pesantren non PNS di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, hari Rabu, 13 Mei 2009, di Gedung Juang 45.

Dijelaskannya, dana sebesar Rp. 5.541.178.000, untuk pembinaan dan peningkatkan kualitas pemahaman, penghayatan dan pengamalan ajaran agama tersebut, diantaranya untuk MUI Kota Sukabumi dan MUI Kecamatan, Masjid Agung Kota Sukabumi, 7 Masjid Besar Kecamatan, 33 Masjid Jami Kelurahan, 334 Masjid Jami RW, 1 Kuil, 23 Gereja dan Vihara, serta Organisasi Keagamaan.

Selanjutnya untuk Tim Pembimbing Haji Daerah sebanyak 15 orang, yang terdiri dari unsur legislatif, eksekutif, pemuda, wartawan, GOW, Guru Madrasah Diniah, Ketua RW, RT dan LPM.

Kemudian bantuan hewan qurban kepada masjid Agung, para Napi di Rutan Sukabumi, para penarik Becak dan Kusir Delman, para Petugas Kebersihan, Kecamatan, Kelurahan, dan 24 Panti Asuhan se Kota Sukabumi.

Selain itu, juga untuk kegiatan pembinaan keluarga harmonis, sebagai pilar pembinaan moral dan etika masyarakat, bantuan kepada lembaga pendidikan keagamaan, dari mulai TPQ dan RA, hingga MA dan Pondok Pesantren, serta kepada 460 Guru Madrasah dan Pondok Pesantren Non PNS.

Adapun tema yang diangkat dalam pembinaan dan penyerahan honorarium kepada Guru Madrasah dan Pondok Pesantren Non PNS di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi tersebut, yakni Melalui Pembinaan Guru Lembaga Pendidikan Agama dan Keagamaan, Kita Ciptakan Nuansa Ber-akhlakul Karimah, Menuju Masyarakat Kota Sukabumi Cerdas, Sehat dan Sejahtera.

 
Rabu, 13 Mei 2009
PEMKOT SUKABUMI SERAHKAN BANTUAN HONORARIUM KEPADA 460 GURU MADRASAH
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, menyerahkan bantuan honorarium kepada 460 orang Guru Madrasah dan Pondok Pesantren Non PNS, yang bertugas di wilayah Kota Sukabumi, Tahun Anggaran 2009. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Asisten Administrasi Setda Kota Sukabumi, Insinyur Dodi Rosadi, Dipl. S.E., pada acara pembinaan, Rabu pagi, 13 Mei 2009 di Gedung Juang 45.

Dalam kesempatan tersebut, Asisten Administrasi Setda Kota Sukabumi, Insinyur Dodi Rosadi, Dipl. S.E., menyampaikan sambutan Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., diantaranya menandaskan, bagi Kota Sukabumi pembangunan di bidang pendidikan telah menjadi kebijakan Pemerintah Daerah, serta merupakan skala prioritas dalam pelaksanaan pembangunan. Hal tersebut antara lain dicerminkan dalam visi Kota Sukabumi, yakni Terwujudnya Kota Sukabumi Sebagai Pusat Pelayanan Berkualitas Bidang Pendidikan, Kesehatan dan Perdagangan di Jawa Barat, Berlandaskan Iman dan Taqwa.

Dikatakannya, penekanan visi Kota Sukabumi dalam aspek pendidikan, didasarkan pada fakta objektif, bahwa tidak ada suatu peradaban pun di muka bumi ini, yang tidak dibangun atas landasan ilmu pengetahuan yang kokoh, sebagai inti dasar dari pendidikan. Bahkan apabila ditelaah lebih lanjut, ayat pertama yang diturunkan Tuhan kepada Nabi Muhammad, yakni ayat yang berhubungan dengan kewajiban umat manusia untuk mencari ilmu pengetahuan dan membaca.

Dikatakan pula, pencarian dan penggalian terhadap ilmu pengetahuan, adalah proses yang tiada akhir. Bahkan bagi umat Islam, hal tersebut telah menjadi kewajiban sejak lahir, hingga ajal menjemput menuju liang lahat.

Selanjutnya dalam meningkatkan hubungan dengan kehidupan pemerintahan dan kemasyarakatan yang lebih agamis, Pemerintah Kota Sukabumi telah merumuskannya dalam visi Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi tahun 2008-2013, yakni Dengan iman dan taqwa mewujudkan pemerintahan yang amanah berparadigma surgawi, menuju Kota Sukabumi yang cerdas, sehat dan sejahtera, baik lahir maupun batin, dilandasi nilai fhilosofis Shidiq, Tabligh, Amanah, Fathonah.

Visi tersebut mengandung makna, bahwa proses pembangunan dan pelayanan publik, harus disandarkan pada suatu kondisi yang aman, tenteram, berkeadilan dan religius. Namun demikian, untuk mewujudkan visi tersebut bukanlah suatu yang mudah. Tapi dibutuhkan kerja keras, disiplin dan kesabaran. Yang tidak kalah penting, yakni adanya sinergi dan kerja sama kolektif, antara pemerintah, alim ulama, para pengusaha, guru, mahasiswa dan yang lainnya, sebagai satu kesatuan yang utuh, termasuk dalam meningkatkan taraf hidup dan taraf pendidikan masyarakat Kota Sukabumi.

 
Rabu, 6 Mei 2009
PEMKOT SUKABUMI BERUPAYA OPTIMAL LAKUKAN PEMBINAAN KEPADA SEGENAP ATLET
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, melalui Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Sukabumi, akan ber-upaya optimal melakukan pembinaan kepada segenap atlet, untuk menghadapi Pekan Olah Raga Daerah (Porda) XI Jabar, yang akan dilkaksanakan di Kabupaten Bandung.

Demikian disampaikan Wakil Walikota Sukabumi, Drs. H. Mulyono, M.M., pada saat memimpin Apel Besar KONI Kota Sukabumi, di depan Balikota Sukabumi, hari Minggu pagi baru-baru ini.

Diharapkannya, dalam menghadapi Porda XI Jabar di Kabupaten Bandung, seluruh atlet dapat menjaga dan mempertahankan prestasi yang telah diraih pada Porda X Jabar di Kabupaten Karawang, dimana Kota Sukabumi masuk dalam zona 10 besar. Untuk itu, melalui program pembinaan yang ter-ukur sejak saat ini, harapan semua pihak dalam Porda XI Jabar dapat terwujud.

Dalam pada itu, Kepala Pembinaan Prestasi KONI Kota Sukabumi, M. Yonan S. menjelaskan, apel besar KONI Kota Sukabumi ini, diikuti 300 atlet, ber-asal dari 30 Cabang Olahraga (Cabor).

Pada apel besar tersebut, KONI Kota Sukabumi secara langsung memberi bantuan kepada 30 Cabor, untuk memenuhi kebutuhan dalam melakukan pembinaan. Adapun bantuan yang ber-asal dari Pemerintah Kota Sukabumi tersebut, diberikan secara rutin setiap tahun sekali. Sementara besar bantuan yang diberikan Pemerintah Kota Sukabumi tersebut, disesuaikan dengan aktifitas dan kriteria masing-masing Cabor, yakni antara 1,8 juta rupiah sampai dengan 10 juta rupiah. Sedangkan besar bantuan yang diberikan Pemerintah Kota Sukabumi untuk menghadapi Porda XI Jabar, jumlahnya mencapai 2 milyar rupiah, ada peningkatan 500 juta rupiah dari tahun 2008.

Ditandaskannya, dari 30 Cabor tersebut, akan di seleksi ulang secara ketat, karena yang akan diikut sertakan pada Porda XI Jabar, minimal 15 Cabor.

Menyinggung jumlah medali yang diraih atlet Kota Sukabumi pada Porda X Jabar di Kabupaten Karawang tahun lalu, menurut Kepala Pembinaan Prestasi KONI Kota Sukabumi, seluruhnya berjumlah 31 medali. Antara lain, 10 medali emas, 8 medali perak, dan 13 medali perunggu. Ke-31 medali tersebut diraih dari Cabor Anggar, Kempo, Bulutangkis, Billiar, Lompat Tinggi, Tinju dan Senam.

Yang patut dibanggakan oleh semua pihak untuk atlet Kota Sukabumi, yakni pada Pekan Olahraga Nasional (PON) yang baru lalu, dimana atlet Kota Sukabumi mampu menyumbangkan sebanyak 10 persen dalam peraihan medali, untuk Provinsi Jawa Barat.

 
Senin, 2 Maret 2009
PEMKOT SUKABUMI AKAN LAKUKAN PENILAIAN TERHADAP KELURAHAN DAN OPD TERBERSIH DAN TERKOTOR
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, menurut rencana setiap bulan akan melakukan penilaian terhadap kelurahan dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terbersih dan terkotor.

Seperti dikatakan Kepala Dinas Pengelolaan Persampahan, Pertamanan dan Pemakaman Kota Sukabumi, Insinyur H. Fifi Kusumajaya, M.M., rencana tersebut akan dilakukan setelah dilaksanakan lomba kebersihan antar kelurahan dan OPD se Kota Sukabumi, dalam rangka memperingati Hari Jadi Ke-95 Kota Sukabumi, yang jatuh pada tanggal 1 April 2009.

Selain setiap bulan akan melakukan penilaian terhadap kelurahan dan OPD terbersih dan terkotor, juga setiap tahun akan dilaksanakan lomba kebersihan antar kelurahan dan OPD se Kota Sukabumi.

Maksud dan tujuannya, untuk meningkatkan kesadaran aparatur pemerintah dan masyarakat Kota Sukabumi, dalam melakukan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Adapun Dewan Yuri yang akan melakukan penilaian terhadap kelurahan dan OPD terbersih dan terkotor tersebut, terdiri dari unsur Dinas Kesehatan, Dinas Pengelolaan Persampahan, Pertamanan dan Pemakaman, Dinas Pekerjaan Umum, Forum Pemerhati Lingkungan Hidup, Tim Penggerak PKK, Kantor Departemen Agama, dan Sekretariat Daerah Kota Sukabumi.

Sedangkan kriteria dalam penilaian tersebut, terdiri dari fisik, jumlah kasus penyakit menular yang berkembang, serta kepedulian masyarakat dalam melakukan kegiatan gotong royong di kelurahan. Sementara untuk cluster kedua, juga akan dilakukan penilaian dari sisi Sumber Daya Manusia.

Kepala Dinas Pengelolaan Persampahan, Pertamanan dan Pemakaman Kota Sukabumi menjelaskan, dilaksanakannya penilaian tersebut, merupakan implementasi dari Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008, Tentang Pengelolaan Persampahan. Dijelaskan pula, yang akan merealisasikan Undang-Undang tersebut, yakni segenap lapisan masyarakat.

 
Selasa, 24 Februari 2009
PEMKOT SUKABUMI RANCANG KONSEP PENATAAN DAN PEMBENAHAN LINGKUNGAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, saat ini sedang merancang konsep petanaan dan pembenahan lingkungan, melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Lembaga Perbankan dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dengan kewajiban melaksanakan gerakan kebersihan di ruas jalan utama dalam kota minimal satu minggu sekali, sesuai wilayah kerja dan tanggung jawab masing-masing. Maksud dan tujuannya, untuk meningkatkan kebersihan, keindahan dan kesehatan lingkungan di wilayah Kota Sukabumi.

Sedangkan khusus untuk program penghijauan kota, Wakil Walikota Sukabumi, Drs. H. Mulyono, M.M., menghimbau segenap pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, agar menyumbangkan masing-masing satu pohon, untuk ditanam di pinggir jalan dalam kota. Ditandaskannya, sumbangan satu pohon dari pejabat eselon II, III dan IV ini hanya bersifat himbauan, bukan paksaan.

Wakil Walikota Sukabumi menjelaskan, apabila seluruh pejabat eselon II, III dan IV menyumbangkan masing-masing satu pohon, program penghijauan kota ini akan terbantu dan berjalan lancar. Sebab jumlah pejabat eselon IV di Kota Sukabumi, saat ini mencapai lebih-kurang 500 orang, belum pejabat eselon III dan II.

Selain itu, apabila himbauan tersebut dapat direalisasikan oleh para pejabat eselon II, III dan IV, bisa memberi contoh dan memotivasi masyarakat, untuk ikut serta menanam sekaligus memelihara pohon di setiap pinggir jalan dalam kota. Sebab setiap pohon yang ditanam di pinggir jalan dalam kota tersebut, akan diamanahkan kepada segenap lapisan masyarakat, untuk ikut serta memelihara, minimal ikut memupuk dan menyiram setiap hari, khususnya pada setiap musim kemarau. Maksud dan tujuannya, supaya setiap pohon yang ditanam di pinggir jalan dalam kota tersebut dapat tumbuh dengan subur.

Sementara Kepala Dinas Pengelolaan Persampahan, Pertamanan dan Pemakaman (DP-4) Kota Sukabumi, Insinyur H. Fifi Kusumajaya, M.M. menjelaskan, dari sejumlah ruas jalan utama yang ada di Kota Sukabumi, yang mendapat perhatian khusus Pemerintah Kota Sukabumi, yakni jalan Pembangunan, jalan Sarasa, jalan Garuda, jalan Merdeka I, jalan Merdeka II, jalan Sejahtera, jalan Cemerlang, jalan K.H. A. Sanusi, jalan Jenderal Sudirman, jalan Jenderal A. Yani, dan jalan R.A. Kosasih. Ditandaskannya, DP-4 Kota Sukabumi ditugaskan menangani seluruh ruas jalan utama tersebut.

Sedangkan tugas OPD, Lembaga Perbankan dan BUMD akan disebar, sesuai wilayah kerja dan tanggung jawab masing-masing. Sebagai salah satu contohnya pada ruas jalan Merdeka I, yang bertanggung jawab atas kebersihan di ruas jalan tersebut, yakni DP-4, Kecamatan Lembursitu, Dinas Pendidikan, Sat Pol PP, dan PT PLN APJ Sukabumi.

Untuk menunjang kelancaran dan keberhasilan pelaksanaan tugas tersebut, pihak DP-4 Kota Sukabumi saat ini sedang menyusun pembagian ruas-ruas jalan utama, sesuai wilayah kerja dan tanggung jawab OPD, Lembaga Perbankan dan BMUD masing-masing.

Dikatakannya, untuk menunjang kelancaran dan keberhasilan program penghijauan kota, Pemerintah Kota Sukabumi baru-baru ini mendapat sumbangan 2 ribu 500 pohon, yang akan ditanam di pinggir jalan utama dalam kota, dari PT Bank BNI Cabang Kota Sukabumi.

 
Selasa, 17 Februari 2009
PEMKOT SUKABUMI JADIKAN TAHUN 2009 SEBAGAI TAHUN K-3 SEKTOR KONSTRUKSI
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, menjadikan tahun 2009 sebagai tahun Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K-3) sektor konstruksi. Demikian disampaikan Wakil Walikota Sukabumi, Drs. H. Mulyono, M.M., saat memberi sambutan pada upacara Hari Kesadaran Nasional, yang dirangkai dengan acara penutupan Bulan Gerakan Nasional (Gernas) K-3 Tahun 2009 Tingkat Kota Sukabumi, Selasa pagi, 17 Februari 2009, di lapangan Apel Setda Kota Sukabumi.

Selaras dengan tema peringatan, yakni Kita Terapkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K-3) Untuk Peningkatan Produktivitas dan Mutu Kerja, diharapkan ada aksi-aksi nyata dalam upaya peningkatan K-3 di Kota Sukabumi.

Sedangkan tujuan dari pelaksanaan Gerakan Nasional (Gernas) K-3 Tahun 2009, untuk meningkatkan kesadaran, partisipasi dan tanggung-jawab semua pihak, dalam pelaksanaan K-3. Untuk itu, sikap dan perilaku tentang pentingnya K-3, harus tumbuh dan berkembang menjadi sebuah budaya, tidak hanya sebatas di tempat kerja saja, akan tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat. Pembudayaan K-3 amat penting dilakukan, karena berkolerasi terhadap upaya peningkatan mutu kerja dan produktivitas nasional.

Dijelaskannya, data kecelakaan kerja di Kota Sukabumi pada tahun 2007 mencapai 80 kasus. Sedangkan pada tahun 2008 mencapai 66 kasus, mengalami penurunan sebanyak 14 kasus. Namun demikian, Wakil Walikota Sukabumi mengharapkan, pada tahun 2009, angka kecelakaan kerja tersebut bisa diturunkan kembali minimal 50 persen dari tahun 2008. Dengan demikian, pelaksanaan program revitalisasi, pada tahun 2009 dapat ditingkatkan.

Wakil Walikota Sukabumi menandaskan, penerapan K-3 harus menjadi prasyarat utama, serta terencana, terdokumentasi dan dikelola melalui sistem manajemen K-3, yang ter-integrasi dan dibarengi dengan sikap perilaku masyarakat yang memahami filosofi dari safety. Karena filosofi dari safety, merupakan keselamatan total dari segala resiko yang mungkin terjadi. Adapun sasarannya, yakni keselamatan kerja, kesehatan kerja, dan keselamatan umum. Berkaitan dengan hal tersebut, Wakil Walikota Sukabumi mengharapkan, berbagai kegiatan konstruksi khususnya yang dibiayai oleh APBN dan APBD di Kota Sukabumi, bisa menjadi teladan dalam menerapkan manajemen K-3.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Walikota Sukabumi menyerahkan trophy dan piagam penghargaan kepada perusahaan Pembina terbaik tenaga kerja perempuan. Antara lain, terbaik kesatu PT Bank Central Asia, TBK, terbaik kedua PT Matahari Putra Prima, TBK, dan terbaik ketiga PT Akur Pratama Toserba Yogya. Selanjutnya kepada perusahaan pembina terbaik kesatu K-3, Kantor Telkom Sukabumi, terbaik kedua PT Euregate Indonesia, dan terbaik ketiga PT Graha Tama Wisesa.

 
Sabtu, 7 Februari 2009
MULAI TAHUN 2009-2010 PEMKOT SUKABUMI BEBASKAN BIAYA PENDAFTARAN SEKOLAH
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Mulai tahun pelajaran 2009-2010, Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi akan membebaskan biaya pendaftaran sekolah, dari tingkat SD hingga tingkat SLTA. Selain itu, para siswa yang akan melanjutkan ke jenjang SLTP dan SLTA, pendaftarannya bisa dikolektifkan oleh pihak sekolah siswa masing-masing.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, Sanusi Hardjadiredja, S,Pd. Menjelaskan, pembebasan biaya pendaftaran sekolah tersebut, merupakan komitmen Pemerintah Kota Sukabumi, dalam menunjang sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan.

Ditandaskannya, biaya pendaftaran sekolah tersebut, akan dibiayai dari APBD Kota Sukabumi. Adapun besarannya, untuk tingkat SD sebesar 20 ribu rupiah, SLTP 30 ribu rupiah, dan untuk tingkat SLTA sebesar 40 ribu rupiah per siswa. Dengan demikian, mulai tahun pelajaran 2009-2010, di Kota Sukabumi tidak ada lagi biaya pendaftaran sekolah.

Ditandaskan pula, dengan dibebaskannya biaya pendaftaran sekolah tersebut, diharapkan tidak ada lagi masyarakat Kota Sukabumi, yang tidak menyekolahkan anaknya dengan alasan biaya sekolah. Sebab selain dibebaskannya biaya pendaftaran sekolah, juga buku-buku mata pelajaran yang akan diujikan pada Ujian Nasional (UN), akan dibagikan secara gratis kepada seluruh siswa.

Sedangkan pendaftaran secara kolektif oleh pihak sekolah siswa masing-masing, bertujuan untuk mempermudah pengontrolan jumlah siswa yang tidak melanjutkan sekolah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Sebagai salah satu contohnya pada tahun lalu, pihak Dinas Pendidikan mengalami kesulitan dalam melakukan pendataan jumlah anak usia sekolah yang tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, sebab pendaftarannya dilakukan sendiri oleh masing-masing siswa.

Namun apabila pendaftarannya dilakukan secara kolektif oleh pihak sekolah siswa masing-masing, pihak Dinas Pendidikan hanya tinggal menunggu laporan dari sekolah masing-masing, berapa jumlah siswa yang melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, dan berapa jumlah siswa yang tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Selain itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Sukabumi juga menjelaskan, pada tahun 2009 ini terdapat 1000 siswa SMK dari keluarga yang tidak mampu, akan mendapat bea siswa dari Pemerintah Kota Sukabumi.

 
Kamis, 5 Februari 2009
PEMKOT SUKABUMI LAKUKAN REKAYASA TERTIB LALU LINTAS
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, akan ber-upaya optimal melakukan rekayasa tertib lalu lintas, di beberapa ruas jalan. Maksud dan tujuannya, dalam rangka upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam bidang jasa transportasi, melalui peningkatan peran Dinas Perhubungan Kota Sukabumi secara terpadu, dengan Satllantas Polres Kota Sukabumi, Satpol PP Kota Sukabumi, dan Bagian Hukum Setda Kota Sukabumi.

Demikian disampaikan Wakil Walikota Sukabumi, Drs. H. Mulyono, M.M., saat memimpin Rapat Rekayasa Tertib Lalu Lintas di Kota Sukabumi, Rabu sore, 4 Februari 2009, di Ruangan Rapat Sekretaris Daerah Kota Sukabumi.

Ditandaskannya, yang perlu segera dilakukan rekayasa tertib lalu lintas di Kota Sukabumi, yakni pada ruas jalan Dewi Sartika, simpang tiga jalan Arip Rahman Hakim, dan jalan Lettu Bakri.

Sebagai tindak lanjut dari rapat tersebut, mulai hari Kamis pagi, 5 Februari 2009, Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, Satlantas Polres Kota Sukabumi dan Satpol PP Kota Sukabumi, telah melakukan rekayasa tertib lalu lintas pada ruas jalan Dewi Sartika, yakni yang semula dua arah menjadi satu arah dari barat ke timur. Demikian pula posisi parkir kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, yang semula ditempatkan pada dua sisi ruas jalan tersebut, mulai hari Kamis pagi, 5 Februari 2009, ditempatkan pada satu sisi ruas jalan. Rekayasa tertib lalu lintas tersebut, juga akan segera dilakukan di simpang tiga jalan Arip Rahman Hakim dan jalan Lettu Bakri, termasuk jalan A. Yani dan jalan R.E. Martadinata, khususnya di depan Mayofield dan halte depan Yogya.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Walikota Sukabumi menandaskan, untuk meng-antisipasi kemacetan lalu lintas khususnya di pusat-pusat keramaian kota, Pemerintah Kota Sukabumi melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kota Sukabumi, dalam waktu dekat akan menyelenggarakan Pasar Mingguan di 7 wilayah kecamatan, sekaligus sebagai salah satu upaya pengembangan pusat keramaian di 7 wilayah kecamatan, khususnya di wilayah Kecamatan Baros, Kecamatan Cibeureum, dan Kecamatan Lembursitu (Bacile).

 
Sabtu, 10 Januari 2009
KINERJA APARAT PEMKOT SUKABUMI SEMAKIN BAIK
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Kinerja aparat Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, dalam setiap tahunnya semakin baik. Buktinya temuan penyimpangan di setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), baik yang bersifat material maupun administrasi, senantiasa mengalami penurunan hingga mencapai 90 persen.

Demikian disampaikan Kepala Badan Pengawasan Daerah (Bawasda) Kota Sukabumi, Hadi Wahyudin, M.H., M.Si., baru-baru ini.

Dijelaskannya, terjadi penurunan temuan yang didapat Bawasda, yakni sejak dua tahun ter-akhir, setelah lembaga yang dipimpinnya melakukan pembinaan secara gencar kepada segenap SKPD.

Selain itu, juga setiap temuan yang didapat Bawasda, baik yang bersifat material maupun administrasi, senantiasa ditindak lanjuti hingga tuntas.

Dijelaskan pula, temuan penyimpangan yang didapat Bawasda, mayoritas bersifat administrasi. Hal tersebut terjadi, akibat keterbatasan dalam memahami peraturan dan perundang-undangan yang berlaku, serta akibat terlalu sering terjadi perubahan peraturan dan perundang-undangan dalam waktu yang singkat.

Kepala Bawasda Kota Sukabumi menandaskan, pihaknya akan senantiasa meningkatkan pembinaan secara gencar kepada segenap SKPD. Namun untuk mewujudkan hal tersebut, pihaknya masih memiliki kendala yang dihadapi, khususnya yang berkaitan dengan personil. Sebab hingga saat ini, pihaknya baru memiliki tujuh personil auditor. Sedangkan idealnya, harus memiliki 26 personil auditor, untuk dibagi menjadi dua gugus tugas.

Guna memenuhi hal tersebut, pihaknya telah mengajukan usulan kepada pihak instansi terkait, agar sebagian staf dan Kepala Bidang di lembaga yang dipimpinnya, untuk diangkat menjadi auditor.

 
Minggu, 4 Januari 2009
PEMKOT SUKABUMI LAKUKAN PENATAAN DAN PEMBENAHAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, saat ini sedang melakukan penataan dan pembenahan dalam berbagai bidang. Maksud dan tujuannya, agar pada tahun ini, Kota Sukabumi mampu meraih Piala Adipura, untuk katagori Kota Sedang.

Penataan dan pembenahan yang dilakukan Pemerintah Kota Sukabumi tersebut, tampaknya tidak main-main. Buktinya pemasangan berbagai atribut yang sekiranya mengganggu terhadap estetika kota, langsung dibersihkan.

Asisten Pemerintahan Setda Kota Sukabumi, H. Kusna Kurhana, S.IP., M.Si. menandaskan, saat ini Pemerintah Kota Sukabumi sedang memfokuskan diri, untuk meraih Piala Adipura. Karenanya Pemerintah Kota Sukabumi, secara serius melakukan penataan dan pembenahan dalam berbagai bidang, termasuk mengubah perilaku hidup bersih dan sehat masyarakat secara ter-atur.

Untuk mewujudkan target Pemerintah Kota Sukabumi tersebut, Asisten Pemerintahan Setda Kota Sukabumi, menghimbau segenap lapisan masyarakat, agar senantiasa pro-aktif membantu, melakukan penataan dan pembenahan dalam berbagai bidang, bersama-sama Pemerintah Kota Sukabumi.

Dijelaskannya, untuk meraih Piala Adipura, ada 13 kriteria yang harus ditempuh oleh Pemerintah Kota Sukabumi. Yakni lingkungan, perumahan, pertokoan, pasar, terminal, perkantoran, sekolah, rumah sakit, hutan kota, taman kota, tempat pembuangan sampah, dan pemanfaatan sampah.

Dijelaskan pula, penilaian tahap satu telah dilakukan, tepatnya pada bulan November dan Desember 2008. Sedangkan penilaian tahap dua, akan dilakukan pada bulan Januari dan Februari 2009.

Adapun ketentuan untuk meraih Piala Adipura bagi Kota Sedang, sesuai ketentuan yang telah ditetapkan oleh Kementrian Lingkungan Hidup, harus memenuhi passing grad 74 point. Sementara Kota Sukabumi baru mencapai 68,61 point, serta berada pada ranking ke-10, dari 25 Kota dan Kabupaten se Jawa Barat.

 
Jumat, 26 Desember 2008
PEMKOT SUKABUMI TIDAK AKAN MEMUNGUT PAJAK PEMASANGAN ATRIBUT PARTAI
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Menjelang Pemilihan Umum Calon Legislatif (Pemilu Caleg) Tahun 2009 mendatang, Pemerintah Kota Sukabumi tidak akan memungut pajak pemasangan atribut partai. Namun pihak Pemerintah Kota Sukabumi akan mengatur tempat, yang boleh dipasang atribut partai.

Hal tersebut di lakukan, untuk menjaga estetika atau keindahan kota, menjelang penilaian Piala Adipura. Untuk itu, bagi partai yang akan memasang atribut dipersilakan, namun jangan ditempat yang dilarang. Demikian disampaikan Kepala Bidang Penagihan dan Pembukuan Dinas Pendapatan Daerah (Dipenda) Kota Sukabumi, Asep Sudradjat, baru-baru ini.

Diharapkannya, seluruh partai harus mengikuti prosedur yang berlaku, apabila akan memasang atribut, seperti baligo, spanduk dan sebagainya. Untuk itu, sebelum memasang atribut, terlebih dahulu harus dilegalisir atau distempel di Dipenda Kota Sukabumi. Selain itu, juga harus memberitahukan tempat yang akan dipasang atribut. Maksud dan tujuannya, supaya pihak Dipenda bisa mengontrol jumlah atribut yang akan dipasang, sehingga tidak mengganggu keindahan kota. Sedangkan pemasangan atribut di rumah penduduk, harus mendapat ijin terlebih dahulu dari pemilik rumah.

Ditandaskannya, kebijakan tersebut diambil, berdasarkan hasil rapat Komisi Pemilihan Umun Daerah (KPUD) Kota Sukabumi dengan Dipenda dan kalangan partai politik, belum lama ini. Kepala Bidang Penagihan dan Pembukuan Dipenda Kota Sukabumi menjelaskan, masa legalisir atau stempel yang dikeluarkan Dipenda, berlaku hanya satu bulan. Apabila melewati batas waktu yang telah ditentukan, pihak partai politik harus melakukan perpanjangan. Untuk itu, bagi para pemasang yang tidak melaporkan perpanjangan waktu, akan dilaporkan ke KPU, untuk dilakukan tindakan.

Sementara Kepala Bagian Hukum dan Perundang-undangan Setda Kota Sukabumi, Nicke Siti Rahayu, S.H. menjelaskan, payung hukum mengenai pemasangan alat kampanye sudah diterbitlan. Namun pihaknya tidak bisa menyebutkan poin-poin yang berkaitan dengan pemasangan alat tersebut, karena merupakan tugas dan wewenang KPU.

 
Kamis, 18 Desember 2008
PEMKOT SUKABUMI BERIKAN PELAYANAN KESEHATAN KEPADA MASYARAKAT MISKIN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Lurah Lembursitu, Drs. Dodi Supriadi, M.M. menandaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, ber-upaya optimal memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat miskin, diluar Jaminan Kesehatan Masyarakat (JAMKESMAS).

Penandasan Lurah Lembursitu tersebut, disampaikan pada sosialisasi mekanisme pembiayaan pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin di luar JAMKESMAS, hari Sabtu, 13 Desember 2008, bertempat di Ruangan Pertemuan Kelurahan setempat.

Dikatakannya, pelayanan kesehatan kepada masyarakat miskin diluar JAMKESMAS tersebut, bisa dilayani di Puskesmas Lembursitu. Selain itu, juga bisa dilayani di kelas III Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R. Syamsudin, S.H. Kota Sukabumi, dan Rumah Sakit Secapa Polri Sukabumi, dengan ketentuan membawa Surat Keterangan Miskin (SKM) dari Kelurahan.

SKM tersebut hanya berlaku untuk satu kali rujukan, kecuali bagi masyarakat miskin yang mengidap penyakit Thalasemia, Cuci Darah dan penyakit kronis lainnya.

Sedangkan SKM tersebut, bisa diberikan oleh pihak kelurahan, setelah dilakukan verifikasi terhadap masyarakat miskin oleh Ketua RT dan RW, sesuai kriteria dan ketentuan yang berlaku.

Dalam pada itu, Kepala Puskesmas Lembursitu, Dokter Iyen Ganefianti menandaskan, pihak Puskesmas Lembursitu siap melayani masyarakat miskin, di luar JAMKESMAS dan SK Walikota Sukabumi. Karena untuk melayani masyarakat tersebut, pihak Puskesmas mendapat bantuan dari Gubernur (Ban-Gub) Jawa Barat.

Sosialisasi mekanisme pembiayaan pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin di luar JAMKESMAS tersebut diikuti 50 perseta, yang terdiri dari para Ketua RW, RT, Posyandu, Tokoh Masyarakat, dan Alim Ulama.

 
Selasa, 11 November 2008
PEMKOT SUKABUMI TELAH KUCURKAN ANGGARAN UNTUK PENANGGULANGAN KEMISKINAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, melalui Dinas PMKB Kota Sukabumi, belum lama ini telah mengucurkan anggaran sebesar 515 juta 100 ribu rupiah, untuk biaya penanggulangan kemiskinan, di 33 kelurahan yang tersebar di 7 kecamatan se Kota Sukabumi.

Kepala Dinas PMKB Kota Sukabumi, Drs. Hidayat Sukanda menjelaskan, anggaran tersebut diperuntukan membantu masyarakat miskin, yakni bantuan untuk modal usaha bagi masing-masing keluarga sebesar 300 ribu rupiah, dan bantuan untuk biaya perbaikan rumah masing-masing keluarga sebesar 1 juta rupiah.

Ditandaskannya, anggaran yang ber-asal dari APBD II melalui program TKPK Kota Sukabumi tahun 2008 tersebut, merupakan bantuan hibah murni, dan telah disalurkan kepada masyarakat miskin di 33 kelurahan yang tersebar di 7 kecamatan se Kota Sukabumi, tepatnya pada bulan Oktober 2008 belum lama ini. Bantuan tersebut sesuai dengan usulan yang diajukan, yakni masing-masing kelurahan mengusulkan 7 keluarga untuk mendapat bantuan biaya rehab rumah, dan 28 keluarga untuk mendapat bantuan modal usaha.

Dengan telah disalurkannya bantuan tersebut, diharapkan dapat membantu mengurangi masalah sosial yang dihadapi, sekaligus dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dengan meningkatkan dan mengembangkan usaha. Selain itu juga diharapkan, masyarakat agar pro-aktif membantu mengawasi, baik dalam penyaluran maupun dalam pelaksanaannya, supaya bantuan tersebut benar-benar bermanfaat dan tepat sasaran.

Menyinggung masyarakat yang terkena musibah bencana tahun ini, menurut Kepala Dinas PMKB Kota Sukabumi, bisa mengajukan usulan untuk mendapatkan bantuan. Namun realisasi bantuannya dilaksanakan pada tahun depan. Sebab bantuan yang disalurkan melalui TKPK ini, sifatnya permanent bukan insidentil, yakni berdasarkan usulan dari kelurahan secara bersama-sama, melalui program yang telah ditetapkan.

 
Kamis, 6 November 2008
UNTUK MENUNJANG KELANCARAN MUSKOMWIL III APEKSI PEMKOT SUKABUMI BELI TIGA UNIT KENDARAAN BARU
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Untuk menunjang kelancaran dan keberhasilan serta pelayanan prima kepada para peserta Musyawarah Komisariat Wilayah III Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (MUSKOMWIL III APEKSI), yang dijadualkan berlangsung selama 3 hari, tepatnya dari tanggal 5 hingga 7 Nopember 2008, di Hotel Pangrango Sukabumi, Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi membeli riga unit kendaraan baru.

Selain itu, Pemerintah Kota Sukabumi juga menarik sementara 10 unit kendaraan, untuk digunakan para peserta MUSKOMWIL III APEKSI. Seluruh kendaran tersebut, belum lama ini sudah diserah-terimakan dari Bagian Pengelolaan Aset Daerah Setda Kota Sukabumi kepada Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, untuk selanjutnya digunakan oleh para peserta MUSKOMWIL.

MUSKOMWIL III APEKSI tersebut diikuti oleh 24 Walikota beserta jajarannya, yakni para Walikota dari daerah Provinsi Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Barat, Banten dan DKI Jakarta.

Kota Sukabumi selaku tuan rumah MUSKOMWIL III APEKSI tersebut, ber-upaya optimal memberikan pelayanan, supaya tidak mengecewakan para peserta. Karena dengan ditunjuknya Kota Sukabumi menjadi tuan rumah MUSKOMWIL tersebut, merupakan salah satu kepercayaan dan kehormatan bagi masyarakat dan Pemerintah Kota Sukabumi.

Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si. menjelaskan, dalam MUSKOMWIL tersebut, Pemerintah Kota Sukabumi akan memfokuskan pembahasan yang berkaitan dengan ekonomi kerakyatan, untuk menunjang peningkatan kesejahteraan masyarakat. Karena bidang tersebut, merupakan salah satu hal yang sangat penting, untuk segera ditingkatkan.

Walikota Sukabumi mengharapkan, pelaksanaan MUSKOMWIL III APEKSI tersebut, dapat berjalan lancar, aman dan tertib, serta dapat menghasilkan program-program dan gagasan-gagasan cemerlang, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

 
Kamis, 23 Oktober 2008
PEMKOT SUKABUMI SENANTIASA BERUPAYA OPTIMAL TNGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, senantiasa ber-upaya optimal meningkatkan kualitas pendidikan. Upaya tersebut dilakukan, tidak sebatas pada sekolah umum saja, akan tetapi juga sekolah yang berada dalam naungan Departemen Agama.

Sebab permasalahan yang dihadapi sekolah yang ada dalam naungan Departemen Agama pun, pada dasarnya sama dengan yang dialami sekolah umum, yakni permasalahan pemerataan relevansi dan kualitas pendidikan, termasuk akuntabilitas dan pencitraan.

Permasalahan tersebut dapat diatasi, diantaranya ditempuh dengan cara meningkatkan kualitas para guru, melalui sertifikasi guru. Karena dengan sertifikasi, para guru dituntut untuk senantiasa meningkatkan kualitas dan jenjang pendidikan, minimal sarjana S-1. Dengan upaya tersebut, selain dapat meningkatkan kualitas para guru dan pendidikan, juga dapat meningkatkan kesejahteraan para guru.

Demikian disampaikan Wakil Walikota Sukabumi, Drs. H. Mulyono, M.M., usai mengikuti acara halal bil halal, yang dilaksanakan Panca Mitra Pendidikan, Rabu pagi, 22 Oktober 2008, di Gedung Anton Sujarwo Secapa Polri Sukabumi.

Ditandaskannya, dengan regulasi yang baru, untuk guru golongan III A dengan masa kerja nol tahun, gajinya diatas 2 juta rupiah. Sedangkan guru sertifikasi dengan masa kerja nol tahun, gajinya diatas 5 juta 700 ribu rupiah, diatas gaji Walikota. Hal tersebut menjadikan profesi guru, sebagai salah satu pilihan yang sangat menjanjikan, pada masa mendatang.

Dalam pada itu, Kepala Dinas P dan K Kota Sukabumi, Sanusi Harjadireja, S.Pd. menjelaskan, dilaksanakannya acara halal bil halal tersebut, untuk memper-erat jalinan silaturahmi jajaran Panca Mitra Pendidikan, yakni para guru dengan lembaga profesi guru.

Dengan demikian, jajaran Panca Mitra Pendidikan akan memiliki ikatan batin yang kuat, khususnya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia, sesuai dengan peran dan fungsi yang diemban oleh lembaga tersebut.

 
Rabu, 15 Oktober 2008
PEMKOT SUKABUMI DUKUNG USULAN K.H. AHMAD SANUSI MENJADI PAHLAWAN NASIONAL
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota Sukabumi, mendukung atas diusulkannya almarhum K.H. Ahmad Sanusi, menjadi Pahlawan Nasional. Gelar tersebut sangat layak diberikan, karena jasanya terhadap bangsa dan negara sangat besar, yakni selain sebagai pejuang, juga sebagai Panitia Persiapan Kemerdekaan Republik Indonesia, sekaligus sebagai salah seorang perumus Pancasila, khususnya sila pertama dari dasar Negara Republik Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Wakil Walikota Sukabumi, Drs. H. Mulyono, M.M., di Balaikota Sukabumi, baru-baru ini.

Ditandaskannya, sebagai salah satu upaya untuk mewujudkan hal tersebut, Pemerintah Kota Sukabumi telah merintis dan menyiapkan proposal, sebagai bahan pertimbangan dan pengambilan keputusan pemerintah pusat.

Namun demikian, untuk menunjang kelancaran dan keberhasilan hal tersebut, Wakil Walikota Sukabumi berharap kepada semua pihak dan keluarga almarhum K.H. Ahmad Sanusi, untuk senantiasa memberi dukungan dan bantuan, baik berupa saran dan masukan maupun pendapat,

Wakil Walikota Sukabumi menjelaskan, atas usulan tersebut, Pemerintah Kota Sukabumi akan merekomendasikannya kepada Gubernur Jawa Barat, untuk selanjutnya di rekomendasikan kepada pemerintah pusat. Selain itu, juga akan ditempuh melalui seminar nasional, dengan menghadirkan para akhli dan nara sumber dari berbagai kalangan.

Dijelaskan pula, usulan tersebut mendapat respons positif dari Gubernur Jawa Barat, H. Ahmad Heryawan, tepatnya pada saat berkunjung ke Pondok Pesantren Syamsul Ulum Gunung Puyuh, hari Sabtu baru-baru ini, yakni salah satu Pondok Pesantren warisan almarhum K.H. Ahmad Sanusi.

 
Sabtu, 11 Oktober 2008
SEBANYAK 260 PEMULUNG DIJADUALKAN MENDAPAT BANTUAN DARI PEMKOT SUKABUMI
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Sebanyak 260 Pemulung yang berada di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Cikundul, dijadualkan mendapat bantuan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi. Bantuan tersebut, direncanakan diberikan pada bulan Desember 2008, tepatnya pada saat mejelang hari raya Idul Adha tahun 1429 Hijriyah.

Kepala Bagian Kesejahteraan Sosial Setda Kota Sukabumi, H. Deden Solehudin, S.Ag., M.M. menjelaskan, rencana pemberian bantuan tersebut, merupakan salah satu bukti nyata kepedulian Pemerintah Kota Sukabumi. Maksud dan tujuannya, untuk membantu sekaligus meringankan beban masyarakat yang kurang mampu dan berpenghasilan rendah, khususnya para Pemulung di TPSA Cikundul. Adapun sumber bantuan yang akan diberikan kepada para Pemulung tersebut, ber-asal dari infaq PNS di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, yang di salurkan melalui Bagian Kesejahteraan dan Sosial Setda Kota Sukabumi.

Menyinggung jumlah bantuan yang telah diberikan Pemerintah Kota Sukabumi, seperti dikatakan Kepala Bagian Kesejahteraan Sosial Setda Kota Sukabumi, mencapai 935 juta 710 ribu rupiah. Antara lain kepada 7 DKM Mesjid Besar Kecamatan sebesar 35 juta rupiah, kepada 33 DKM Mesjid Jami Kelurahan sebesar 49 juta 500 ribu rupiah, kepada 349 RW sebesar 104 juta rupiah, dan kepada 1.481 RT sebesar 370 juta 250 ribu rupiah. Selanjutnya kepada 460 Guru Agama Honorer sebesar 47 juta 510 ribu rupiah, kepada 8 Panti Asuhan sebesar 8 juta 400 ribu rupiah, kepada 66 Guru Ngaji sebesar 6 juta 600 ribu rupiah, kepada 66 Santri sebesar 6 juta 600 ribu rupiah, kepada 165 Yatim Piatu sebesar 16 juta 500 ribu rupiah, kepada 698 Kaum Dhuafa sebesar 34 juta 900 ribu rupiah, dan kepada 482 Tukang Becak sebesar 24 juta 100 ribu rupiah. Kemudian kepada 372 Ketua DKM sebesar 1 juta 860 ribu rupiah, kepada 3 ribu 652 Lansia sebesar 18 juta 260 ribu rupiah, kepada 146 Kusir Delman sebesar 730 ribu rupiah, dan bantuan kedua kali kepada 477 Tukang Becak sebesar 23 juta 850 ribu rupiah. Bantuan tersebut, diserahkan pada bulan Ramadhan Tahun 1429 Hijriyah yang baru lalu.

 
Jumat, 3 Oktober 2008
SEBANYAK 10 ORANG PEJABAT ESELON III DI LINGKUNGAN PEMKOT SUKABUMI IKUT CEK KESEHATAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Sebanyak 10 orang pejabat eselon III di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, baru-baru ini mengikuti cek kesehatan di RSUD R. Syamsudin, S.H. Kota Sukabumi.

Adapun ke-10 orang pejabat tersebut, terdiri dari Kepala Kantor Pariwisata dan Olahraga Kota Sukabumi, Kepala Bagian Hukum dan Perundang-undangan Setda Kota Sukabumi, serta para pejabat eselon III di Bappeda Kota Sukabumi dan para Camat.

Kepala Kantor Pariwisata dan Olahraga Kota Sukabumi, Drs. Beni Haerani, M.M. serta Kepala Bagian Hukum dan Perundang-undangan Setda Kota Sukabumi, Nike Siti Rahayu, S.H. menjelaskan, dilaksanakan cek kesehatan tersebut, sebagai salah satu persyaratan untuk mengikuti pendidikan Spamen atau Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan II Tingkat Provinsi Jawa Barat.

Pendidikan dan Pelatihan yang dijadualkan berlangsung selama 10 minggu di Bandung ini, menurut rencana akan dimulai pada tanggal 7 Oktober 2008 mendatang.

Maksud dan tujuan mengikuti pendidikan tersebut, seperti dikatakan Kepala Kantor Pariwisata dan Olahraga Kota Sukabumi serta Kepala Bagian Hukum dan Perundang-undangan Setda Kota Sukabumi, untuk menambah pengetahuan dan wawasan kepemimpinan, termasuk bidang pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan.

Sedangkan jenis pemeriksaan kesehatan yang diikuti para pejabat tersebut, dijelaskan Kepala Instalasi Central Diagnostik RSUD R. Syamsudin, S.H. Kota Sukabumi, Dokter Etty Gunawan, diantaranya pemeriksanaan kondisi fisik, pemeriksaan penyakit, mata dan roentgen, dilakukan secara bertahap dari tanggal 24 sampai dengan 26 September 2008 baru-baru ini.

 
Selasa, 30 September 2008
SEBANYAK 10 ORANG PEJABAT ESELON III DI LINGKUNGAN PEMKOT SUKABUMI IKUT CEK KESEHATAN
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Sebanyak 10 orang pejabat eselon III di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, baru-baru ini mengikuti cek kesehatan di RSUD R. Syamsudin, S.H. Kota Sukabumi.

Adapun ke-10 orang pejabat tersebut, terdiri dari Kepala Kantor Pariwisata dan Olahraga Kota Sukabumi, Kepala Bagian Hukum dan Perundang-undangan Setda Kota Sukabumi, serta para pejabat eselon III di Bappeda Kota Sukabumi dan para Camat.

Kepala Kantor Pariwisata dan Olahraga Kota Sukabumi, Drs. Beni Haerani, M.M. serta Kepala Bagian Hukum dan Perundang-undangan Setda Kota Sukabumi, Nike Siti Rahayu, S.H. menjelaskan, dilaksanakan cek kesehatan tersebut, sebagai salah satu persyaratan untuk mengikuti pendidikan Spamen atau Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan II Tingkat Provinsi Jawa Barat.

Pendidikan dan Pelatihan yang dijadualkan berlangsung selama 10 minggu di Bandung ini, menurut rencana akan dimulai pada tanggal 7 Oktober 2008 mendatang.

Maksud dan tujuan mengikuti pendidikan tersebut, seperti dikatakan Kepala Kantor Pariwisata dan Olahraga Kota Sukabumi serta Kepala Bagian Hukum dan Perundang-undangan Setda Kota Sukabumi, untuk menambah pengetahuan dan wawasan kepemimpinan, termasuk bidang pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan.

Sedangkan jenis pemeriksaan kesehatan yang diikuti para pejabat tersebut, dijelaskan Kepala Instalasi Central Diagnostik RSUD R. Syamsudin, S.H. Kota Sukabumi, Dokter Etty Gunawan, diantaranya pemeriksanaan kondisi fisik, pemeriksaan penyakit, mata dan roentgen, dilakukan secara bertahap dari tanggal 24 sampai dengan 26 September 2008 baru-baru ini.

 
Minggu, 28 September 2008
PEMKOT SUKABUMI SELAMA BULAN RAMADHAN SERAHKAN BANTUAN SEBESAR 935 JUTA 710 RIBU RUPIAH
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, selama bulan Ramadhan Tahun 1429 Hijriyah, menyerahkan bantuan sebesar 935 juta 710 ribu rupiah. Antara lain kepada 7 DKM Mesjid Besar Kecamatan sebesar 35 juta rupiah, kepada 33 DKM Mesjid Jami Kelurahan sebesar 49 juta 500 ribu rupiah, kepada 349 RW sebesar 104 juta rupiah, dan kepada 1.481 RT sebesar 370 juta 250 ribu rupiah.

Selanjutnya kepada 460 Guru Agama Honorer sebesar 47 juta 510 ribu rupiah, kepada 8 Panti Asuhan sebesar 8 juta 400 ribu rupiah, kepada 66 Guru Ngaji sebesar 6 juta 600 ribu rupiah, kepada 66 Santri sebesar 6 juta 600 ribu rupiah, kepada 165 Yatim Piatu sebesar 16 juta 500 ribu rupiah, kepada 698 Kaum Dhuafa sebesar 34 juta 900 ribu rupiah, dan kepada 482 Tukang Becak sebesar 24 juta 100 ribu rupiah.

Kemudian kepada 372 Ketua DKM sebesar 1 juta 860 ribu rupiah, kepada 3 ribu 652 Lansia sebesar 18 juta 260 ribu rupiah, kepada 146 Kusir Delman sebesar 730 ribu rupiah, dan bantuan kedua kali kepada 477 Tukang Becak sebesar 23 juta 850 ribu rupiah.

Bantuan tersebut diserahkan Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si. dan Wakil Walikota Sukabumi, Drs. H. Mulyono, M.M., pada saat menjelang bulan Ramadhan, pada kegiatan Tarawih Keliling Muspida Kota Sukabumi ke 7 wilayah kecamatan, pada peringatan Nuzulul Qur’an Tingkat Kota Sukabumi di Mesjid Agung Kota Sukabumi, serta pada acara silaturahmi dengan Ketua RW dan RT secara marathon di 7 wilayah kecamatan se Kota Sukabumi, dan pada saat menjelang perayaan Idul Fitri Tahun 1429 Hijriyah.

Baik Walikota maupun Wakil Walikota Sukabumi, menandaskan, diberikannya bantuan tersebut sebagai wujud kepedulian dan perhatian Pemerintah Kota Sukabumi kepada masyarakat, khususnya dalam membantu kebutuhan pada bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri Tahun 1429 Hijriyah.

Disamping itu, juga sebagai salah satu upaya untuk mencapai visi Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi, yakni Dengan iman dan taqwa mewujudkan pemerintahan yang amanah berparadigma surgawi, menuju Kota Sukabumi yang cerdas, sehat dan sejahtera.

 
Senin, 22 September 2008
PEMKOT SUKABUMI TELAH MENYERAHKAN BANTUAN SEBESAR 703 JUTA 360 RIBU RUPIAH
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, hingga tanggal 18 Ramadhan 1429 Hijriyah, telah menyerahkan bantuan sebesar 703 juta 360 ribu rupiah. Antara lain kepada 7 DKM Mesjid Besar Kecamatan sebesar 35 juta rupiah, kepada 33 DKM Mesjid Jami Kelurahan sebesar 49 juta 500 ribu rupiah, kepada 349 RW sebesar 104 juta rupiah, dan kepada 1.481 RT sebesar 370 juta 250 ribu rupiah.

Selanjutnya kepada 460 Guru Agama Honorer sebesar 47 juta 510 ribu rupiah, kepada 8 Panti Asuhan sebesar 8 juta 400 ribu rupiah, kepada 66 Guru Ngaji sebesar 6 juta 600 ribu rupiah, kepada 66 Santri sebesar 6 juta 600 ribu rupiah, kepada 165 Yatim Piatu sebesar 16 juta 500 ribu rupiah, kepada 698 Kaum Dhuafa sebesar 34 juta 900 ribu rupiah, dan kepada 482 Tukang Becak sebesar 24 juta 100 ribu rupiah, serta Paket Sembako kepada 350 Kaum Dhuafa.

Bantuan tersebut diserahkan Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., dan Wakil Walikota Sukabumi, Drs. H. Mulyono, M.M., pada kegiatan Tarawih Keliling Muspida Kota Sukabumi ke 7 wilayah kecamatan, pada peringatan Nuzulul Qur’an Tingkat Kota Sukabumi di Mesjid Agung, serta pada acara silaturahmi dengan Ketua RW dan RT, secara marathon di 7 wilayah kecamatan se Kota Sukabumi.

Baik Walikota maupun Wakil Walikota Sukabumi, dalam sambutannya menandaskan, diberikannya bantuan tersebut sebagai wujud kepedulian dan perhatian Pemerintah Kota Sukabumi kepada masyarakat, khususnya dalam membantu kebutuhan pada bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri Tahun 1429 Hijriyah.

Selain itu, juga sebagai salah satu upaya untuk mencapai visi Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi, yakni Dengan iman dan taqwa, mewujudkan pemerintahan yang amanah berparadigma surgawi, menuju Kota Sukabumi yang cerdas, sehat dan sejahtera.

 
Selasa, 16 September 2008
PEMKOT SUKABUMI TINGKATKAN PELAYANAN DAN PERLINDUNGAN KEPADA MASYARAKAT
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, senantiasa ber-upaya optimal meningkatkan pelayanan dan perlindungan, serta kesehatan dan pendidikan, termasuk keamanan dan ketentraman kepada masyarakat. Maksud dan tujuannya, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, baik lahir maupun batin.

Hal tersebut disampaikan Wakil Walikota Sukabumi, Drs. H. Mulyono, M.M., saat memberi sambutan pada kegiatan Tarawih Keliling Muspida Kota Sukabumi putaran kelima, Senin malam, 15 September 2008, di Mesjid Jami AL Mujahidin, RW 9 Kelurahan Karang Tengah Kecamatan Gunung Puyuh.

Pada bagian lain sambutannya, Wakil Walikota Sukabumi mengucapkan terima kasih kepada segenap jama’ah Mesjid Jami AL Mujahidin, yang telah ber-upaya optimal memakmurkan mesjid tersebut, dengan berbagai kegiatan.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Walikota Sukabumi menyerahkan bantuan Hijab dan uang kepada Ketua DKM Mesjid AL Mujahidin RW 9 Kelurahan Karang Tengah, Nanan Sulaeman Muhariri, untuk sarana keagamaan.

Selanjutnya Ketua Korpri Kota Sukabumi, H. Mohamad Muraz, S.H., M.M. dan Kepala Kantor Departemen Agama Kota Sukabumi, Drs. H. Abu Bakar Sidik, M.Ag., menyerahkan bantuan Al-Qur’an, Ketua PMI Kota Sukabumi, Charly Dahlan, S.IP., S.HI., menyerahkan bantuan Jam Dinding, Dispenser, Baju Koko dan Sorban, serta Remaja Mesjid Al-Ikhlas Pemda Kota Sukabumi menyerahkan bingkisan.

Selain itu, Wakil Walikota Sukabumi juga menyerahkan bantuan uang sebesar 9 juta 500 ribu rupiah kepada Camat Gunung Puyuh, Suherman, B.A., untuk diserahkan kembali kepada DKM Mesjid Besar Kecamatan Gunung Puyuh sebesar 5 juta rupiah, serta kepada DKM Mesjid Jami Kelurahan Gunung Puyuh, DKM Mesjid Jami Kelurahan Sriwidari dan DKM Mesjid Jami Kelurahan Karamat, masing-masing sebesar 1 juta 500 ribu rupiah.

Adapun yang bertindak sebagai Imam, Ustadz Maksum Kamiludin, Penceramah, K.H. Ucu Komarudin, dan Moderator, Drs. H. Abad Badrudin.

 
Selasa, 16 September 2008
PEMKOT SUKABUMI SECARA RUTIN SERAHKAN BANTUAN KEPADA RW DAN RT
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, secara rutin setiap tahun sekali, menyerahkan bantuan kepada RW dan RT, tepatnya pada setiap bulan Ramadhan.

Adapun jumlah RW tahun ini mencapai 349 RW, dan jumlah RT mencapai 1.481 RT, tersebar di 7 Kecamatan dan 33 Kelurahan se Kota Sukabumi.

Sedangkan besar bantuan yang diberikan, untuk masing-masing RW 300 ribu rupiah, dan untuk masing-masing RT 250 ribu rupiah, ada kenaikan dari tahun lalu masing-masing sebesar 50 ribu rupiah. Dengan demikian, jumlah bantuan yang diserahkan kepada RW dan RT tahun ini, seluruhnya mencapai 474 juta 950 ribu rupiah.

Bantuan tersebut diserahkan oleh Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si. dan Drs. H. Mulyono, M.M., secara marathon di 7 Kecamatan se Kota Sukabumi, dari tanggal 8 hingga tanggal 17 September 2008.

Selain setiap tahun mendapat bantuan, Ketua RW dan RT yang meninggal dunia, baik yang masih menjabat maupun yang sudah tidak menjabat, akan mendapat santunan kematian dari Pemerintah Kota Sukabumi sebesar 1 juta 500 rupiah.

Untuk itu, sejumlah Ketua RW dan RT, saat bincang-bincang dengan RSPD FM, Web Site dan Majalah Berita Kota, menyatakan merasa bangga dan gembira, seraya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Sukabumi yang telah memerhatikan para Ketua RW dan RT, dengan secara rutin setiap tahun sekali memberi bantuan, serta santunan kematian kepada Ketua RW dan RT yang meninggal dunia, baik yang masih menjabat maupun yang sudah tidak menjabat.

Ditandaskannya, santunan kematian dan bantuan yang diberikan secara rutin setiap tahun sekali tersebut, merupakan penghargaan sekaligus pengakuan dari Pemerintah Kota Sukabumi, bahwa RW dan RT sebagai perangkat Pemerintah Kota Sukabumi.

 
Selasa, 9 September 2008
PEMKOT SUKABUMI SERAHKAN BANTUAN KEPADA RW DAN RT
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, kembali menyerahkan bantuan kepada 349 RW dan 1.481 RT se Kota Sukabumi. Adapun besar bantuan tersebut, untuk RW masing-masing 300 ribu rupiah, dan untuk RT masing-masing 250 ribu rupiah, ada kenaikan masing-masing 50 ribu rupiah dari tahun lalu.

Penyerahan bantuan tersebut dilaksanakan 7 putaran, yakni untuk putaran pertama kepada 58 RW dan 259 RT se Kecamatan Warudoyong, secara simbolis diserahkan oleh Wakil Walikota Sukabumi, Drs. H. Mulyono, M.M., hari Senin 8 September 2008, di Kampus Universitas Sukabumi.

Sedangkan putaran kedua kepada 53 RW dan 183 RT se Kecamatan Lembursitu, diserahkan hari Selasa 9 September 2008, di Ruangan Pertemuan Kantor Kelurahan Situmekar. Putaran ketiga kepada 40 RW dan 145 RT se Kecamatan Baros, diserahkan hari Rabu 10 September 2008, di SDN Baros Kencana CBM, serta putaran ke-empat kepada 36 RW dan 140 RT se Kecamatan Cibeureum, diserahkan hari Kamis 11 September 2008, di Ruangan Pertemuan Kantor Kecamatan Cibeureum.

Selanjutnya putaran kelima kepada 43 RW dan 218 RT se Kecamatan Citamiang, diserahkan hari Senin 15 September 2008, di SDN Pakujajar CBM. Putaran ke-enam kepada 68 RW dan 328 RT se Kecamatan Cikole, diserahkan hari Selasa 16 September 2008, di Gedung Juang 45, serta putaran ketujuh atau putaran ter-akhir kepada 51 RW dan 208 RT, diserahkan hari Rabu 17 September 2008, di SDN Tegalpari Kelurahan Gunung Puyuh.

Dalam sambutannya Wakil Walikota Sukabumi menjelaskan, diserahkannya bantuan tersebut sebagai bentuk penghargaan dari Pemerintah Kota Sukabumi kepada para Ketua RW dan RT, yang telah ber-upaya optimal membantu menyelenggarakan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan.

Diharapkannya, para Ketua RW dan RT dapat meningkatkan kebersamaan dengan Pemerintah Kota Sukabumi dan DPRD Kota Sukabumi, khususnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, termasuk dalam mewujudkan Visi Kota Sukabumi, yakni Terwujudnya Kota Sukabumi Sebagai Pusat Pelayanan Berkualitas Bidang Pendidikan, Kesehatan dan Perdagangan di Jawa Barat, Berlandaskan Iman dan Taqwa, serta Visi Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi, yakni Dengan iman dan taqwa mewujudkan pemerintahan yang amanah berparadigma surgawi, menuju Kota Sukabumi yang cerdas, sehat dan sejahtera.

 
Sabtu, 19 Juli 2008
PEMKOT SUKABUMI RENCANAKAN BANGUN INFRASTRUKTUR OLAHRAGA
Reporter : ENDANG SUMARDI
 

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, pada tahun 2009 merencanakan akan membangun infrastruktur olahraga. Antara lain sarana dan prasarana olahraga ruang publik di setiap kecamatan, seperti lapangan sepak bola yang dilengkapi dengan fasilitas trek lari bagi masyarakat. Selanjutnya pembangunan lapangan indoor di sekitar stadion sepak bola Surya Kencana, yang akan dijadikan sentra berbagai sarana dan prasarana olahraga di Kota Sukabumi. Selain itu juga akan dibangun ruangan pusat pengurus Pengcab berbagai olahraga dan Gedung Sekretariat KONI. Rencana akan dilaksanakannya pembangunan tersebut, karena infrastruktur olahraga di Kota Sukabumi dinilai masih kurang.

Demikian disampaikan Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., pada audiensi dengan pengurus KONI Kota Sukabumi periode 2008-2013, bertempat di Ruangan Utama Balaikota Sukabumi, Jumat, 18 Juli 2008.

Dikatakannya, rencana pembangunan infrastruktur tersebut, merupakan salah satu target Pemerintah Kota Sukabumi, untuk menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan Pekan Olahraga Propinsi (Porprop) Jawa Barat, sekaligus persiapan Pekan Olahraga Kota (Porkot) Sukabumi.

Untuk mewujudkan rencana pembangunan tersebut, Pemerintah Kota Sukabumi saat ini sedang ber-usaha mencari sumber dana, disamping dana dari APBD. “Bila memungkinkan, Pemerintah Kota Sukabumi akan meminta bantuan langsung ke Kementrian Negara Pemuda dan Olahraga. Karena rencana pembangunan infrastruktur tersebut, master plannya sudah dirancang”, tandas Walikota Sukabumi.

Sementara Ketua KONI Kota Sukabumi, H. Sutisna, menyambut baik atas rencana Pemerintah Kota Sukabumi, yang akan membangun infrastruktur, sarana dan prasarana olahraga tersebut. Ditandaskannya, jajaran pengurus KONI Kota Sukabumi sangat antusias dengan rencana pembangunan tersebut. Karena rencana pembangunan tersebut merupakan salah satu bentuk perhatian Pemerintah Kota Sukabumi, dalam membangunan sekaligus memajukan dan mengembangkan olahraga di Kota Sukabumi.

 
Rabu, 3 Oktober 2007
PEMKOT SUKABUMI SERAHKAN BANTUAN BAGI PARA RT DAN RW
Reporter : Ratna Nurseha
 

1472 orang ketua RT dan 348 orang ketua RW se-Kota Sukabumi, Ramadhan tahun ini kembali mendapat bantuan operasional dari pemerintah Kota Sukabumi masing-masing 200 ribu rupiah untuk ketua RT dan 250 ribu rupiah untuk ketua RW. Jika dibandingkan tahun sebelumnya, dana tersebut untuk tahun ini mengalami kenaikan. Sebelumnya, Ketua RT hanya mendapatkan 150 ribu rupiah dan ketua RW 200 ribu, berarti ada peningkatan sebesar 50 ribu rupiah.

Hari ini, Rabu, 3 Oktober 2007, berlangsung penyerahan bantuan bagi para ketua RT/RW se-Kecamatan Cikole, bertempat di Gedung Juang 45 Kota Sukabumi. Sebelumnya, bantuan telah diserahkan kepada masing-masing RT/RW di enam kecamatan. Masing-masing diserahkan di : SDN Baros Kencana CBM untuk Kecamatan Baros, di Kantor Kecamatan Cibeureum, di Kantor Kelurahan Situmekar untuk Kecamatan Lembursitu, di Kantor Pasar Seni untuk Kecamatan Warudoyong, di SDN Pakujajar CBM untuk Kecamatan Citamiang dan SDN Tegalpari untuk Kecamatan Gunungpuyuh.

Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi, pada beberapa kesempatan penyerahan bantuan, atas nama pemerintah Kota Sukabumi mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada para RT dan RW atas kontribusinya terutama karena RT dan RW adalah ujung tombak yang paling dekat dengan masyarakat. Selanjutnya, kepada para RT dan RW, Walikota dan Wakil Walikota mengimbau agar seluruh masyarakat menyukseskan Pilkada di Kota Sukabumi maupun di tingkat Jawa Barat karena waktu penyelenggaraan hanya terpaut beberapa bulan saja, dan proses Pilkada tersebut merupakan salah satu wujud nyata dari demokrasi.

Kemudian diharapkan juga agar para ketua RT dan RW sebagai pihak terdepan agar membantu pihak penyelenggara pilkada mendatang untuk menyosialisasikan program KPU Kota Sukabumi kepada masyarakat.

 
Kamis, 6 September 2007
PEMKOT TELKOM TANDATANGANI MOU
Reporter : Ratna Nurseha
 

Walikota Sukabumi, H. Mokh. Muslikh Abdussyukur, SH., M.Si., atas nama Pemerintah Kota Sukabumi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT Telkom Kandatel Sukabumi di Ruang Bukit Turangga, Kandatel Sukabumi, Rabu, 5 September 2007. General Manager Kandatel Sukabumi menjelaskan, kerjasama ini dalam bentuk pemanfaatan layanan akses internet ASTINET 512 Kbps untuk operasional di 8 titik kantor pemerintah Kota Sukabumi yakni 7 kantor kecamatan dan untuk aplikasi Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) di Kantor Catatan Sipil Kota Sukabumi.

Selain penandatanganan MoU, dalam rangka memperingati hari pelanggan, PT Telkom juga memberikan pelatihan internet bagi para lurah dan camat se-Kota Sukabumi. Hal ini adalah sebagai bentuk penghargaan PT Telkom kepada pelanggan yang turut membesarkan perusahaan.

Walikota Sukabumi dalam sambutannya mengemukakan bahwa perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang sangat dinamis saat ini merupakan hal yang tidak dapat ditahan lagi. Kebutuhan akan teknologi informasi dan komunikasi baik pada tataran masyarakat luas maupun tataran pemerintahan dan sektor swasta menjadi satu tuntutan yang perlu dipenuhi mengingat kemajuan teknologi informasi dan komunikasi saat ini tidak lagi mengenal batas ruang dan waktu.

Pada tataran pemerintahan, kebutuhan akan teknologi informasi dan komunikasi saat ini menjadi suatu tuntutan karena dapat menunjang optimalisasi pelayanan pemerintah kepada masyarakat tanpa dibatasi ruang dan waktu. Selain itu teknologi informasi dan komunikasi dapat dimanfaatkan untuk mempermudah penyebarluasan informasi-informasi pembangunan yang dilaksanakan pemerintah.

“Kerjasama yang kita lakukan hari ini adalah sebagai satu bentuk komitmen untuk mewujudkan good governance. Good governance tidak akan berjalan tanpa scientific governance. PT Telkom merupakan salah satu unsur pembentuk Good government yang terdiri dari pemerintah, private sector dan civil society (masyarakat). Pemerintah dan private sector memiliki satu kesamaan target, yakni pelayanan terhadap masyarakat,” ungkap Walikota.

Lebih jauh Walikota mengungkapkan salah satu unsur dari Standar Pelayanan Minimal (SPM) adalah Method, selain Man, Material, dan Machine. Pelatihan internet ini merupakan salah satu metode dalam upaya memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Karena itu diharapkan melalui pelatihan ini aparat kelurahan dan kecamatan di Kota Sukabumi dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat sehingga kedepan diharapkan Kota Sukabumi dapat bermaslahat bagi warga Kota Sukabumi itu sendiri. Selain itu, dalam bidang kependudukan, setelah pelatihan ini diharapkan ada sistem kependudukan yang dapat diakses langsung oleh masyarakat.

Sementara itu, General Manager Telkom Uner Divre III Jabar & Banten mengemukakan, Kota Sukabumi sudah melangkah dengan visi yang jauh ke depan. Saat ini di Jawa Barat baru ada tiga daerah yang telah menerapkan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) yaitu, Kota Sukabumi, Kota Cimahi dan Kabupaten Majalengka. SIAK on-line merupakan satu entry point yang luar biasa yang dapat menunjang sistem kependudukan demi menyejahterakan dan meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat.

 
Rabu, 15 Agustus 2007
PEMKOT SUKABUMI BERIKAN SANTUNAN
Reporter : Endang Sumardi
 

Pemerintah Kota Sukabumi menyerahkan santunan kepada Anggota dan Janda Perintis Kemerdekaan RI, Ahli Waris dan Janda Anggota DHC BPK 45, serta Anggota dan Ahli Waris Legiun Veteran RI.

Adapun Anggota dan Janda Perintis Kemerdekaan RI yang mendapat santunan tersebut seluruhnya berjumlah 12 orang Antara lain Muhammad Yunus, Djadja Bin Emi, Isah, Hodijah, Raden Sumari, E. Komariah, Nenah Fatimah, Cucun, Sariah, Barkah, Tjitjih, dan Ayi Juariah. Sedangkan Ahli Waris dan Janda Anggota DHC BPK 45 yang mendapat santunan seluruhnya berjumlah 7 orang yakni Iin Abdurohim, Atikah, Ook, Fatimah, Yuliawati, dan Hasan. Sementara Anggota dan Ahli Waris Legiun Veteran yang mendapat santunan seluruhnya berjumlah 5 orang. Antara lain D.E. Sudirman, Janda Almarhum O. Sukardi, Etih, Uci Sanusi, dan Ibu Maman.

Santunan tersebut diserahkan langsung oleh Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., pada acara Riung Mungpulung dan penganugerahan Penghargaan dalam rangka memeringati HUT ke-62 Proklamasi Kemerdekaan RI Rabu pagi di Gedung Juang 45.

Selain itu juga diserahkan Trophy dan Penghargaan kepada 4 Siswa Berprestasi pada Jambore UKS Tingkat Nasional yang berlangsung di Malang selama 4 hari, tepatnya dari tanggal 3 sampai dengan 6 Agustus 2007. Antara lain juara satu Lomba KKR SMP dan MTs, Yanuar, juara satu Lomba KKR SMK, Diah, juara satu Lomba Cerdas Cermat Tim Pembina UKS, Eri, dan juara dua Lomba Dokter Kecil, Fauzan Hilmi, serta Penghargaan kepada juara harapan satu Tim Paduan Suara Tingkat Nasional.

Acara Riung Mungpulung tersebut dimeriahkan Pembacaan Puisi yakni “Karawang Bekasi” dibacakan siswi SMA Negeri 3, Pratiwi Sulistiana, dan “Kemerdekaan Yang Aku Rindukan” dibacakan siswa SMP Negeri 8, Rizki Aulia.

 
Jumat, 3 Agustus 2007
SENAM MASSAL PLN DAN PEMKOT SUKABUMI
Reporter : Riksan Satyaprawira
 

PLN bekerja-sama dengan Pemerintah Kota Sukabumi, mengadakan acara senam missal yang beragam hadiah seperti beasiswa total 10 juta rupiah serta hadiah menarik lainnya seperti TV, DVD, VCD, Dispenser dan lain-lain. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada hari Minggu 5 Agustus 2007 mulai pukul 06.00 sampai dengan pukul 11.00 WIB bertempat di jalan R. Syamsudin, S.H., depan Balai-kota Sukabumi.

Adapun persyaratan untuk mendapatkan beragam hadiah tersebut seperti dijelaskan Pelaksana Acara, Endang Suwarna, cukup mudah. Yakni para peserta hanya menukarkan rekening pembayaran listrik asli bulan Juli tahun 2007 untuk diundi oleh jajaran panitia penyelenggara.

Ditandaskan Endang Suwarna bahwa kegiatan yang akan dilaksanakan ini adalah dalam rangka Grand Opening Payment Point Online Bank (PPOB) PLN bekerja-sama dengan Pemerintah Kota Sukabumi, sekaligus memeriahkan peringatan HUT ke-62 Proklamasi Kemerdekaan RI Tahun 2007 ini. Menurut rencana acara ini akan dibuka secara resmi oleh Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., yang akan dihadiri oleh unsur Muspida dan para pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi setelah melaksanakan solat subuh berjamaah secara rutin di mesjid Al-Ikhlas Pemda Kota Sukabumi.

Bagi masyarakat yang berminat mengikuti kegiatan tersebut dapat mendaftar langsung di tempat kegiatan pada hari minggu 5 agustus 2007 didepan Balaikota Sukabumi tanpa dipungut biaya alias gratis. Syarat pendaftaran hanya menukarkan rekening pembayaran listrik asli bulan Juli tahun 2007.

 
Kamis, 12 April 2007
PEMKOT SUKABUMI BANTU SARANA SDIT AISYIYAH
Reporter : Ratna Nurseha
 

Sejak pertama kali didirikan pada tanggal 22 April 1917, organisasi Aisyiyah yang merupakan bagian dari organisasi Muhammadiyah bertujuan menggerakkan kaum wanita Islam dan memberikan mereka lapangan beramal seluas-luasnya. Dengan demikian akan terwujud masyarakat utama yang diridlai Allah SWT. Salah satu bentuk kegiatan yang dilakukan oleh organisasi Aisyiyah adalah dalam bidang pendidikan dengan menyelenggarakan lembaga pendidikan dari mulai pendidikan dini yakni taman kanak-kanak Bustanul Athfal.

Perkembangan zaman yang sangat cepat menuntut pendidikan dasar bagi anak-anak sangat penting untuk lebih diperhatikan karena pendidikan dasar merupakan awal bagi anak untuk mengenal dunia sekitarnya. Sebagai respon terhadap tantangan zaman yang berubah cepat, organisasi Aisyiyah mulai melirik pendidikan dasar dengan menyelenggarakan pendidikan yang tidak dengan ala kadarnya atau hanya mengandalkan semangat, tetapi bertekad menyelenggarakan pendidikan unggul dan dapat dipercaya untuk menciptakan generasi yang unggul pula.

Seiring dengan tujuan Kota Sukabumi yang ingin mewujudkan masyarakat yang cerdas, sehat dan sejahtera dengan menyelenggarakan pendidikan dasar dua belas tahun, Aisyiyah Kota Sukabumi turut merespon perkembangan pendidikan dasar di Kota Sukabumi ini dengan membangun Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Aisyiyah. Menurut Ketua Panitia Pembangunan SDIT, Ny. Hj. Darmawan, Ide pembangunan Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) ini merupakan amanat Musyawarah Daerah Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Sukabumi yang telah lama mencanangkan pembangunan SDIT.

“Pembangunan SDIT ini sudah direncanakan sejak lama. Namun, karena dana yang dibutuhkan untuk pembangunan ini cukup besar yakni kurang lebih Rp. 2 miliar, sampai saat ini panitia masih menanti uluran bantuan dari berbagai pihak baik pemerintah maupun masyarakat untuk kelangsungan pembangunan SDIT, terutama yang saat ini sangat mendesak adalah untuk membebaskan tanah’” lanjut Hj. Darmawan.

Sejak bulan Desember 2006 panitia telah berhasil membebaskan lahan seluas 231 meter persegi dari 783 meter persegi yang harus dibebaskan. Pembebasan lahan dilakukan panitia dengan menawarkan pada masyarakat untuk turut serta membebaskan lahan sesuai dengan kemampuan. Sampai saat ini telah tercatat ada 269 orang yang telah berkenan terlibat dalam pembebasan lahan. Namun demikian, panitia pembebasan lahan dan pembangunan Sekolah Dasar Islam Terpadu Aisyiyah bertekad menyelesaikan pembebasan lahan untuk dapat secepatnya menyelenggarakan pendidikan dasar yang unggul dan terpadu.

Sebagai respon atas keterbatasan dana yang dibutuhkan oleh panitia, pemerintah Kota Sukabumi dalam hal ini Walikota Sukabumi, H. Mokh. Muslikh Abdussyukur, SH., M. Si., sangat menyambut baik rencana pembangunan SDIT Aisyiyah karena peningkatan mutu pendidikan yang dicita-citakan Aisyiyah sejalan dengan visi Kota Sukabumi dalam mewujudkan masyarakat yang cerdas, sehat dan sejahtera. Peningkatan kualitas pendidikan tentu akan berpengaruh pada peningkatan Indeks Pendidikan Manusia (IPM) Kota Sukabumi yang pada tahun 2008 diharapkan mencapai point 80. Respon pemerintah ini diwujudkan dalam bentuk bantuan pembangunan dua ruang kelas baru senilai Rp. 110 juta yang diserahkan Walikota kepada ketua panitia pada acara ceramah umum dan peletakan batu pertama SDIT Aisyiyah yang diselenggarakan di Komplek SMP Muhammadiyah Cipoho, Sukabumi, Rabu, 11 April 2007.

Dalam ceramah umumnya, Walikota menandaskan bahwa ada empat syarat amannya suatu negara yaitu adilnya pemimpin, doanya kaum dhuafa, ilmunya para ulama dan dermawannya kaum agniya. Dalam kaitannya dengan pembangunan SDIT, pemimpin yang adil diwujudkan dengan adanya perhatian dari pemerintah dalam terlaksananya penyelenggaraan pembangunan. Sedangkan bagi kaum agniya, pembangunan SDIT merupakan kesempatan untuk beramal di jalan Allah.

”Jika kaum agniya di Kota Sukabumi ini bersatu, saya yakin tidak hanya peletakan batu pertama yang akan terlaksana, tapi juga ’peletakan batu-batu berikutnya’ akan terlaksana dengan segera,” ujar Walikota.

Selain menyerahkan bantuan dari pemerintah, Walikota juga berkenan menyerahkan bantuan atas nama pribadi dan memimpin pelelangan amal dari para pejabat dan warga masyarakat yang hadir pada acara tersebut. Dari lelang amal ini, panitia berhasil mengumpulkan dana Rp. 17,5 juta dan 100 sak semen.

 
Selasa, 17 Oktober 2006
PEMKOT SUKABUMI DUKUNG KAMPANYE MELAWAN KEMISKINAN
Reporter : Ratna Nurseha
 

Tanggal 16 Oktober 2006 mungkin akan menjadi hari yang bersejarah bagi ribuan warga Kota Sukabumi karena hari ini mereka ikut terlibat dalam mendukung Kampanye Bangkit! Melawan Kemiskinan Mencapai Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs) yang tidak saja diikuti oleh warga negara Indonesia tapi juga warga negara di seluruh penjuru dunia yang peduli pada kemiskinan. Kampanye yang dirancang oleh Millenium Campaign ini dilaksanakan berdekatan dengan Hari Internasional Pemberantasan Kemiskinan dan Hari Pita Putih untuk Gerakan Melawan Kemiskinan pada tanggal 17 Oktober 2006. Kegiatan ini merupakan tantangan inovatif untuk mencetak rekor pada Guinness World Record secara resmi bagi jumlah orang terbanyak di dunia yang secara fisik berdiri Bangkit Melawan Kemiskinan selama 24 jam antara pukul 10.00 (GMT) tanggal 15 Oktober 2006 sampai pukul 10.00 (GMT) tanggal 16 Oktober 2006.

Dipimpin langsung oleh Walikota Sukabumi, H. Mokh. Muslikh Abdussyukur, SH. M. Si, acara yang digelar di depan Balai Kota Sukabumi, Jl. R. Syamsudin, SH., ini berlangsung khidmat. Hadir dalam kampanye tersebut para pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, para Kepala Dinas, Badan dan Lembaga, MUI, unsur Kepolisian, perwakilan organisasi profesional, organisasi wanita, karyawan/karyawati Pemerintah Kota Sukabumi, dan masyarakat umum.

Dalam arahannya, walikota menjelaskan bahwa memberantas kemiskinan adalah komitmen bangsa ketika Negara Indonesia didirikan. Terbukti dalam UUD 1945 tercantum bahwa : ”......untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia......”. Hal ini juga tercantum dalam Arah Kebijakan Pembangunan Kota Sukabumi (Renstra) yakni ”Mewujudkan Masyarakat yang Sejahtera Melalui Peningkatan dan Pencapaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM)” untuk mencapai point 80 pada 2008.

Selanjutnya walikota membacakan Ikran Bangkit Melawan Kemiskinan yang disaksikan oleh seluruh peserta. Bunyi Ikrar tersebut adalah sebagai berikut : “Kita berdiri disini dengan bangga sebagai bagian dari generasi yangpeduli untuk melawan kemiskinan, yang merupakan tantangan terbesar pada generasi kita… kita berdiri sekarang sebab kita tidak ingin pada tahun-tahun yang akan datangkita beridir di depan generasi berikutnya dan berkata “ … kami mengetahui bahwa berjuta-juta orang telah meninggal sia-sia setiap tahun dan kami hanya berdiri tanpa melakukan apapun…”.

Kita tidak dapat duduk diam, manakala seorang bayi yang lahir di negara miskin hari ini akan meninggal 30 tahun lebih cepat dari seorang anak yang lahir di negara makmur, kini saatnya untuk mengakhiri kepedihan hati ini.

Dan kita berdiri karena kita bukan untuk meminta ”sesuatu” tetapi untuk ”keadilan”. Kita tahu bahwa para pemimpin dunia telah berjanji untuk mengakhiri kondisi kemiskinan ini – yang mereka sebut Tujuan Pembangunan Milenium (Millenium Development Goals).

Yang diperlukan adalah kemauan politis untuk mensukseskan tujuan ini. Maka kita, ratusan dari ribuan individu yang peduli di lebih dari 100 negara, berdiri dan berkata : ”...kepada para pemimpin negara-negara makmur : berbesar hatilah, berjuang untuk janji yang telah diucapkan – pembatalan hutang, adalah bantuan yang lebih baikdan kami menginginkan aturan perdagangan yang membantu untuk memerangi kemiskinan. Anda tahu apa yang harus anda lakukan, dan lakukanlah!...”

Kita juga berdiri dibelakang para pemimpin negara-negara miskin untuk berkata : ”......berbesar hatilah. Jadikan perang terhadap kemiskinan menjadi tanggung jawab utama dalam upaya menyelamatkan masyarakat anda yang paling miskin. Kami meminta anda untuk secara lebih transparan dan akuntabel, untuk apa uang dibelanjakan, untuk mengurangi kesenjangan dan memberantas korupsi. Anda mengetahui apa yang harus anda lakukan, dan lakukanlah!......”

Setiap generasi memiliki pertempuran besar untuk diperangi dalam melawan kejahatan seperti halnya perbudakan dan apharteid yang kelihatannya sulit untuk mereka kalahkan. Tetapi sejarah membuktikan dan sekali lagi mereka dapat mengalahkannya, jika cukup banyak orang beridiri melawan ketidak adilan.

Kita berharap membuat rekor hari ini dalam hal jumlah orang yang berdiri untuk memberikan dukungan pada aksi menghapus kemiskinan, tetapi rekor yang sangat ingin kami pecahkan adalah rekor dunia dalam hal memenuhi janji-janji untuk menghapus kemiskinan.

Kota sukabumi yang berparadigma surgawi, seperti juga kota-kota lain di seluruh penjuru dunia telah menetapkan komitmen untuk memberantas kemiskinan. Hal ini tercermin dalam 8 (delapan) Misi Kota dan 10 (sepuluh) Program Pembangunan Strategis Kota. Upaya peningkatan kesejahteraan juga dilakukan melalui berbagai program dan kegiatan lain diantaranya Program Peningkatan Daya Beli Masyarakat yang tercantum dalam konsep PEMIKAT Pogram PPK IPM Kota Sukabumi.

Stand Up events ini juga dilaksanakan di seluruh dunia, dari lapangan yang paling sibuk di dunia, Times Square, New York sampai dengan di sekolah kecil yang terkena tsunami di Propinsi Aceh, Indonesia.

Sebagai bukti nyata kepedulian Pemerintah terhadap upaya pemberantasan kemiskinan, dalam kegiatan ini Pemkot Sukabumi menyerahkan bantuan bagi para abang becak, kusir delman, para lansia, panti asuhan, bantuan untuk DKM Mesjid dan organisasi wanita yang diserahkan secara simbolis oleh Walikota Sukabumi.

 
   
Pemerintah Kota Sukabumi
Jl. R. Syamsudin, S.H. No. 25 Telepon/Fax (+62266) 221123
Sukabumi, Jawa Barat - Indonesia
Kantor Komunikasi dan Informatika Kota Sukabumi 2013